Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Allah sebaik-baik pemberi rizki

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH SWT

Narasumber : Ustadz Ridwan Ridho
Materi : Kajian Islam
Tgl : 23 Desember 2014
Grup : M108 Nanda
Notulen : Riski Ika Wati
Editor : Ira Wahyudiyanti

MATERI

Surat Al Hajj ayat 58, itu yg digaris bawahi pada materi ini mengenai wa innallaha lahum khoiruroozikiin (dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baiknya pemberi rezeki).
ALLAH sdh menentukan seberapa banyak rezeki yang didapatkan oleh setiap mahluknya alias masing masing punya takaran. Sebenarnya kita bekerja, berbisnis itu dalam rangka menjemput rezeki. Ada kalanya memang rezeki itu diantarkan langsung ke kita itulah setiap orang punya ukuran rezeki masing masing dan dg cara apa kita mendapat rezeki itu
Dari amru bin al ash: "bahwa nabi saw berkata kepadanya : Ya amru sebaik baik harta yang baik bersama orang yang shalih (HR Ahmad). Dalam hadits lain rasulullah saw bersabda :kaifa bil ma`ri itsman anyudhoyyi`a manyaquut (cukuplah seseorang berdosa jika menyia-nyiakan orang yang harus diberi makan (HR Abu Dawud dan Muslim).

Untuk konteks hadits ini diwajibkan kepada kita untuk mencari harta yang halal...

Siklus pembagian rizki halal atas kehendak Allah swt,sehingga dapat terlintas difikiran kita bahwa 4 hal:
1. Allah menjamin pembagian rezeki setiap hamba-Nya. "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi ini melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya,dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu,dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (lauh mahfudz) QS Hud:6

2. Jalinan rezeki yg ada,menuntut untuk saling berbagi dan lebih peduli.
Mencari rezeki itu haruslh proporsional,sesuai dengan kebutuhan. Bukankah semut-semut itu tdk memaksakan diri untuk mengangkut seluruh sisa daging yg ditemuinya.

3.berfikir akan siklus hidup tdk saja merupakan kewajiban dan kerja akal semata.
"Atau siapakah Dia ini yang memberi rezeki jika Allah menahan Rezeki-Nya"(al mulk :21)

4. Meyakini bahwa Allah adalah dzat dan penyebab segala sumber nikmat rezeki yg diperoleh.
Hai orang orang yang beriman makanlah di antara rezeki yang baik baik yang kami berikan kepadamu,dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah (al baqarah 172)

Tujuan mencari harta:
1. Memenuhi nafkah
2. Bukan untuk saling bermegahan
3.dijadikan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan taat kepada-Nya
4. Menjalin silaturahim
Toyyib kita tanya jawab..tafadhal

#TANYA JAWAB#
T : Ustad ma'af mau tanya yg dmksud dr "cukuplah seseorang berdosa jika menyia-nyiakan orang yang harus diberi makan" niku nopo?.
J : Artinya ia tidak peduli dengan orang yang akan memakan harta yg didapatkannya
T : Ustad...jika kita udah mncari rizki yg halal,trus mnurut orang kurang mapan dan menjamin hidup enak gimna tadz..??
J : Persepsi yg harus dirubah,semakin kita berusaha mencari harta yang halal maka kebutuhan kita itu tercukupi. Keinginan itu yg harua disesuaikan dengan kebutuhan
T : Ustadz skrg kn bny tmpt kerja yg mngutamakn bila pny saudara d tmpt kerja tsb yg d pekerjaan atau dg cara suap
Bgaimana mnyikapi hal tsb ustadz?
J : Dan ada beberapa yg yakin klo tdk spt itu mka tdk dpt bkerja??
Jika kita masuk kerja dg jalan suap..maka gaji yg didapat tidak aka berkah bahkan haram.karena hukum riswah sdh jelas yg menyogok dan disogok mendptkn dosa yg sama
Untuk urusan kerja masih banyak tempat lain yg bisa masuk tanpa sogokan. Yang harus diperkuat adalah keyakinan kita kepada Allah dan trus melamar ke banyk tempat
T : Ustadz mau tanya, klo kita dapat rezeki dari hasil pembagian harta tua itu bagaimna?
jadi gini tanah, hasil uang dari tanah nenek kita, trus kita dapat bagian gtu dari mereka yg sdh tua2 yg membagikan. Trus gmn ustadz?
J : klo uangnya dibawa umrah atau bahkan haji masi bole kan ya ustadz?
Smua yg terbagi dalam hak waris sdh terbagi?yg di luar itu maksimal hanyalah 1/3 hartanya
T : Tadz kalau misalkan wanita itu kerjay jelas..trus laki2 nya seorang supir yg nganter mbk2y k pasar tau kmna ajha dan mnurut saudara2 cwex laki2 itu kurang mapan kerjanya dan blum bisa menjamin hidup enak bgaimna kita menyikapiny ustadz ?.terimakasih
J : Pertanyaan blum jelas,maksudnya supir bgitu?atau bgimana nih
T : Wahhh nulisnya lg mikir yg lain jdi ndak jelas ngomongnya. Maaf ustadz.
Sy mau tanya, klo kita dapat rezeki (uang) tapi dari hasil harta tua.
Minsalnya eyang sy punya banyak tanah, trus tanahnya dikelola oleh anak eyang dibikin tambang emas,nah hasil dari tambang di bagi rata, hasil yg kita dapatkan dari harta tua gtu lo tadz hukumnya gmn?
J : Eyang masih hidup atau sdh wafat?
T : Klo misal uda trlnjur mnyuap bgitu bgaimana ustadz, apa cukup dg taubat ato kluar dr pkrjaan tsb??
J : Jika sdh terlanjur menyuap bertaubat dan dicari pekerjaan yg baru yg masuknya melalui jalur yg halal
T : Utk prtanyaan nanda Ayun mungkin mksd ny bgini ustadz
Ada akhwat mau mnikah
Si akhwat sudah jd pgawai/sdah pny pkrjaan ttp sedang si ikhwan pkerjaan ny sopir utk mngantar saudara2ny
Klrga akhwat tsb brpndapat klo ikhwan gk bisa mnjamin hidup enak
Bgaimana baikny akhwat mnyikapi hal tsb??
Enggeh ustad supir pribadiy mbk nya
J : Hm..yang harus difikirkan adalah apakah halal atau tidak pekerjaannya,halal atau tidak penghasilannya.justru ia lebih baik dari orang yang kaya raya tapi dari hasil mencuri kan?
T : Eyangnya sdh wafat ustadz, trus kan di kasih buat jatah nenek, nah nenek sudah wafat, jadi jatah buat nenek di bagi ke anak2 nya tadz
J : Sdhkah terbagi ke ahli waris semua?lihat surat annisa ayat 12,dan ayat176
Diluar dari itu masuk hibah (hadiah) dan nilainya hanya 1/3 dari harta
T : Afwan ustad sedikit aneh nih pertanyaan.. ana mau menanyakan makna dari rezeki itu apa ya ustad?
Pertanyaannya masih akan berlanjut ustad..
J : Rezeki itu adalah apa yg kita butuhkan
T : Berarti rezeki itu pemberian Allah kan ustad?
Lantas knpa ad rezeki yang tidak halal..
Pemberian Allah yang tidak halal, itu ckup membingungkan buat ana ustad.. afwan mhon bimbingannya ustad..
J : Pertanyaan bagus..sekali ukhti. Jawabannya jelas karena Allah ingin melihat bagaimana kualitas keimanan kita pada Allah. Jika semua tercipta hanya perempuan kira kira bgaimana tuh?
T : Maksudnya ustad? Ya jika semua penghuni bumi adalah wanita maka penerus peradaban tdk ada.. tpi kalo Allah mengijinkan ya bisa aja .. tpii maksudnya anaa belum ngeh ustad..hubungannya dgn rezeki?
Afwan ustad..
J : Allah menciptakan semuanya itu berpasangan pasangan, tujuannya adalah mengukur kualitas iman seseorang. Jika Allah ciptakan semuanya halal saja berarti tidak akan ada yg haram maka tidak ada pula diciptkannya neraka?mungkin akan menelusur bertanya knp harus ada neraka?karena itu semua kompensasi bagi siapa yg berbuat kebajikan atau tidak.

Doa Kafaratul Majelis
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaykum wr wb.