Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , » BAHAYA MENUDUH KAFIR KEPADA SEORANG MUSLIM

BAHAYA MENUDUH KAFIR KEPADA SEORANG MUSLIM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 10, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Rabu, 10 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Doli
Rekapan Grup Nanda 121-122 (Peni/Ayu/Maeitoh)
Tema : Syaksiyatul Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


BAHAYA MENUDUH KAFIR KEPADA SEORANG MUSLIM


Sesungguhnya perkataan tafsiq (menuduh fasiq), tabdi’ (menuduh bid’ah) dan takfir (menuduh kafir) adalah kalimat kotor yang tidak akan hilang begitu saja. Bila kata-kata itu dilontarkan kepada manusia, maka akan mempunyai dampak.“

Bila seseorang berkata kepada saudaranya, hai si kafir! maka sungguh akan kembali ucapan itu kepada salah satu dari keduanya” (HR Bukhari VII/97 dari Abi Hurairah)“

Barangsiapa yang melaknat seorang mukmin, maka dia seperti membunuhnya dan barang siapa yang menyatakan seorang mukmin dengan kekafiran, maka ia seperti membunuhnya.” (HR Bukhari VII/84 dari Tsabit bin Dhihah).

Maka jika seseorang berkata kepada saudaranya: Hai si Fasiq, hai si Kafir, hai musuh Allah, sedangkan orang itu tidak demikian, maka akan kembali ucapan itu kepada yang berkata. Seperti perkataan seseorang: Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni fulan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda bahwa Allah berfirman:“Barang siapa menyangka kepada-Ku tidak akan mengampuni fulan, sungguh aku telah ampuni dia dan aku hapuskan amalmu.” (HR Muslim IV/2023 dari Jundab)

“Bisa jadi seorang hamba berkata dengan satu perkataan yang bisa menjerumuskan dia di neraka lebih jauh antara arah timur dan barat.” (HR Bukhari VII/184 dari Abi Hurairah)

Dr. Yusuf Al-Qaradhawi ketika menjelaskan tentang bahaya dari menuduh atau mengkafirkan seorang muslim, menjelaskan beberapa konsekuensi yang berat. Padahal setiap orang yang berikrar dan mengucapkan syahadat telah dianggap muslim, di mana nyawa dan hartanya terlindung.

Dalam hal ini tidak perlu diteliti batinnya. Menuduh seorang muslim sebagai kafir, hukumnya amat berbahaya dan akibat yang akan ditimbulkannya lebih berbahaya lagi.

Di antaranya ialah: bagi istrinya, dilarang berdiam bersama suaminya yang kafir, dan mereka harus dipisahkan. Seorang wanita Muslimat tidak sah menjadi istri orang kafir.

Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam di bawah kekuasaannya, karena dikhawatirkan akan mempengaruhi mereka. Anak-anak tersebut adalah amanat dan tanggung jawab orangtua. Jika orang tuanya kafir, maka menjadi tanggung jawab umat Islam.

Dia kehilangan haknya dari kewajiban-kewajiban masyarakat atau orang lain yang harus diterimanya, misalnya ditolong, dilindungi, diberi salam, bahkan dia harus dijauhi sebagai pelajaran.

Dia harus dihadapkan ke muka hakim, agar dijatuhkan hukuman baginya, karena telah murtad.

Jika dia meninggal, tidak perlu diurusi, dimandikan, disalati, dikubur di pemakaman Islam, diwarisi dan tidak pula dapat mewarisi.Jika dia meninggal dalam keadaan kufur, maka dia mendapat laknat dan akan jauh dari rahmat Allah. Dengan demikian dia akan kekal dalam neraka.

Demikianlah hukuman yang harus dijatuhkan bagi orang yang menamakan atau menganggap golongan tertentu atau seseorang sebagai orang kafir; itulah akibat yang harus ditanggungnya. Maka, sekali lagi amat berat dan berbahaya mengafirkan orang yang bukan (belum jelas) kekafirannya.

Wallahualam

PERTANYAAN

1. Dulu Abu Bakar ra. pernah membunuh (dikoreksi kalau salah yaa Ustd) orang yang mengaku Islam tapi tidak mau shalat & zakat. Sedangkan jelas di al-Quran banyak ayat menjelaskan Islam itu wajib shalat & zakat. Sekarang banyak Muslim mengabaikan shalat & zakat. Apa itu termasuk kafir? Dan cukupkah kita hanya mendoakannya, sedangkan kalau ditegur jawabannya ada aja. Sedangkan sahabat Rasulullah dulu sempet ada yang ditegur Rasul kan ustd karena telah membunuh yahudi yang pas mau dibunuh dia baca syahadat. Aku lupa namanya
2.  Ustd. Penjelasan fasik, takfir, tabdi' secara detail & contohnya boleh?
3. Ustd, bila kalimat takfir diucapkan dlm kondisi bercanda, apa dampaknya juga sama dengan yang menuduh dengan niatan?
4. Ustadz. Seseorg yang dikatakan kafir sbnerny sperti apa? Lalu bagaimana cara kita agar tdk mengeluarkan kata 'kafir' kpda seseorg yang ga menjalankn perintah-perintah Allah?
5. Tetap brdosa gak ustd klo menuduh seseorang kafir, tapi mnuduhnya hanya diucapkan didalam hatinya aja?
6. "Bagi anak-anaknya, dilarang berdiam dibawah kekuasaannya." Bagaimana kalau keluarga baik orangtua & lainnya masih jauh dari Islam sedangkan sang anak mematuhi ajaran Islam? Batas anak disini sampai baligh atau menikah (bagi perempuan)? Terus kalo ada balita yang ortunya mengabaikan agama, baiknya gmn Ustd?
7. Ustd, jika dia meninggal jangan diurusi, dimandikan, disalati, bahkan dikuburkan secara islam seperti yang diperintahkan di surah at-taubah:84. Dulu tanda Sahabat Rasul mengurusi jenazah yang beriman/tdk dari Rasulullah shalatkan atau tidak. Sampai setelah Rasul wafat, para sahabat patokannya orang kepercayaan Rasulullah (aku lupa namanya). Kalau sekarang gmn Ustd?
8. Ustd, adakah batasan dlm perkataan tafsiq/tabdi/takfir, ato harus jelas bilang "kamu fasiq/bid'ah/kafir" gituh? Mis bilang, dasar islam ktp/abangan ato "kan ga dicontohin rasul itu.!" Masuk kategori perkataan tafsiq/tabdi/takfir??
9. Ust. Klo dlm keadaan marah dn terlontar kalimat 'Allah g akan ngampunin' itu tetap berlaku kah?? Cara minta ampun ny gmn??
Bila dalam candaan blg 'dasar kafir lo' pdhl jelas dia muslim. Itu gimana??
10. Apa orang yang pindah agama boleh kita katakan kafir

JAWABAN

1. Abu Bakar Ra, sebagai Khalifah dan sahabar ra, memerangi satu kaum yang tidak mau membayar zakat.
Ini menjadi tuntunan buat kaum muslimin, bahwa jika pemerintah memaksa rakyatnya membayar zakat, dan jika ada sekelompok orang, daerah yang menolak membayar zakat maka boleh diperangi (pemerintah memaksa kelompok tersebut membayar zakat, kalau mereka menolak ya boleh diperangi, qital...)
Kalau muslim tak bayar zakat karena malas, pelit..ini dosa besar namun. Ketika ada muslim yang mengingkari wajibnya zakat, ini bisa jatuh dalam kekafiran
Bisa membedakan ya?

2. Ya, bermudah mudah mengkafirkan padahal karena masalah yang masih samar atau belum jelas.. contoh masih ada perbedaan ulama dalam perkara fiqih sudah mencap ahli bidah..dst..

3. Kami sarankan segera bertaubat, kita lihat masalah ini sangat serius, jadi bukan bahan utk bercanda...:-D

4. Pertama kita harus mau belajar aqidah yang benar, sehingga kita tidak jatuh dalam dosa dosa atau kesalahan aqidah yang bisa membatalkan syahadat kita. Kafir, ya kalau bukan muslim..:-D Ya tidak usah ikut ikutan, bermudah mudah dalam hal trsebut.
Silakan bertanya pada ulama, ustadz terpercaya yang memiliki kafaah syariat yang benar, dalam HA ini ada Ustaz Abdullah Haidir Lc, Ustadz Hilman Rosyad Lc... Tapi intinya, kita menghindar dari hal tersebut.....

5. Hmmm saya lebih suka ungkapan itu, "bisa menjatuhkannya dalam kekafiran"...." Kita kuatir hal tsb bisa jatuh dalam dosa syirik"

6. Jauh dari islam, kalau dia saudara kita ya wajib kita dakwahi perlahan lahan, doakan agar mendapat hidayah.
Kita pun harus bekerja agar di lingkungan kita dari yang terkecil bisa tersentuh dakwah islam.

7. Nama sahabat besar trsebut adalah Hufaidzah Al Yamani Ra.
Kalau sekarang kita ttap selenggarakan jenazah mereka yang tidak keluar dari islam dengan terang terangan. Ya kalau tidak jelas jelas kafir seperti murtad pindah agama, atau menganut ahmadiyah... ya tetap harusndiselenggarakan jenazahnya...

8. Kita ini dai,bukan hakim. Kalau semua orang sudah taat, tak ada lagi dakwah, justru yang seperti itulah yang harus didakwahi.. bukannya di cap gini gitu, bagaimana mereka mau menerima dakwah kita dengan baik, kalau belum belum kita sudah cap ini itu...
Coba kita perhatikan tahapan hidayah ya..Sebentar

Hidayah
dari non muslim menjadi muslim
dari meninggalkan kewajiban menjadi melaksanakan semua kewajiban
dari hanya kewajiban menjadi melaksanakan yang sunah
dari peduli dirinya saja menjadi peduli keislaman anak isteri
dari hanya peduli keluarga mulai peduli ummat
dari sekedar peduli mulai ikut kontribusi utk umat
dari sekedar kontribusi mulai aktif ikut bekerja utk umat
akhirnya bersama mereka yang yujahidu fii sabilillahi binamwalikum wa anfusikum....

Berada dimanakah posisi kita saat ini?
dimanakah posisi isteri, suami, anak anak kita?
ayah, ibu kita?
Sudah berapa banyak yang bisa kita hantarkan menuju hidayah hidayah tersebut ???
Itulah dakwah, kalau objek dakwah kita melakukan kesalahan kemudian kita cap fasiq, bidah, kafir...wah apa akan diterima dakwah kita?
Baru kita dakwahi sebulan dua bulan sudah kita cap..waahh...
kita kuatir adalah dia malah lari dari islam..... jadinya bukan perantara hidayah
justru jadi penghalang hidayah itu datang..
naudzubillah

9. Harus segera bertaubat, karena Allah itu mengampuni semua dosa...
apapun dosanya selagi kita bertaubat....
Sebaiknya jangan bawa bawa sumpah, atas nama Allah, berkata tentang Allah saat marah, emosi..kecuali kita minta perlindungan dari Allah dr godaan syetan..

10. Ya kalau jelas dia menyatakan terang terang pindah agama, ikut ibadah non muslim, secara jelas tanpa ada keraguan lagi ya dia murtad menjadi kafir.

Kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a kifaratul majelis.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaykum warahmatullah..


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment