Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BAHAYA SYIRIK

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  Ta'ala 
(Ibnu 201 & 202)

Hari / Tanggal  : Kamis, 25 Desember 014
Narasumber : Ustadz Syaikhul Muqorrobin
Tema : Aqidah
Admin : Irvan Reza Fahrezi
Editor : Ana Trienta


Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

بسم الله والحمد للهوالصلاة والسلام علي رسول الله ولاحولاولاقوة الابالله

Adalah kewajiban bagi seorang Muslim, hamba dari Sang Pencipta untuk menjauhkan diri dari apa-apa yang membuat murka Rabb-nya. Perkara penting yang paling penting bagi seorang muslim untuk menjauhinya dan takut jatuh ke dalamnya adalah perkara menyekutukan Ilah-nya, yaitu kesyirikan. Menyekutukan Allah berarti merusak rububiyah Allah dan menghancurkan ilahiyah Allah.


وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِمَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِإِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh." (adz Dzariyat 56-58)


Berkata al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam menjelaskan tafsir ayat ini : “Adapun makna ayat ini adalah, bahwa Allah menciptakan makhluq semata-mata untuk beribadah kepada-Nya saja, tidak boleh menyekutukan-Nya. Barangsiapa yang mentaati perintah-Nya (dan menjauhi larangan-Nya), maka Dia akan membalasnya dengan balasan yang paling sempurna, sedangkan yang bermaksiat kepada-Nya, maka Dia akan mengadzabnya dengan adzab yang sangat pedih. Allah Ta’ala juga mengabarkan bahwa Dia tidak butuh kepada makhluq, bahkan makhluqlah yang butuh kepada-Nya dalam segala keadaan mereka, Dia-lah Allah Pencipta dan Pemberi rezeki mereka”.


Bahaya dari kesyirikan bisa disimpulkan dari Al Quran sebagai berikut:
Ayat 1
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar" (Luqman 13)

Ayat ini menegaskan bahwa syirik adalah KEZHALIMAN yang BESAR.

Ayat 2

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sungguh Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (an Nisa 48)

Jelas melalui ayat ini bahwa syirik termasuk DOSA BESAR dan TIDAK DIAMPUNI (kecuali dengan taubat - az Zumar 53-54).

Ayat 3
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mem-persekutukan (sesuatu) dengan Dia (syirik), dan Dia mengampuni dosa selain dari syirik bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (an Nisa 116)

Sekali lagi, Allah menegaskan bahwa mempersekutukanNya adalah dosa besar, dan Allah menambahkan bahwa hal itu termasuk kesesatan yang SANGAT SESAT.

Ayat 4
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۖ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam", padahal Al Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (al Maidah 72)


Kali ini, Allah azza wa jalla menegaskan bahwa musyrik (pelaku kesyirikan) itu diHARAMkan MASUK SURGA, dan tempat MASUKnya adalah NERAKA.

Ayat 5
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. "Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang-orang yang mempersekutukan Allah AMALANnya TERHAPUS, sehingga mereka termasuk orang-orang yang merugi.

Setelah kita memahami bahaya mempersekutukan Allah, kini kita perlu memahami apa saja yang bisa menggelincirkan kita pada hal tersebut.  Kita perlu memahami apa saja yang termasuk thooghut (sekutu-sekutu Allah). Karena, di zaman sekarang ini, bentuk-bentuk thooghut semakin beragam. Di antara thooghut yang dapat menjauhkan kita dari mengesakan Allah adalah:

1. Setan

Hal ini sudah sangat jelas disebutkan dalam firman-Nya.

أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَنْ لَا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu","
(Yasin 60)

2.  Hukum jahiliyah


Yang dimaksud hukum jahiliyah di sini adalah hukum yang menyalahi / bertentangan dengan hukum Allah.
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ

Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (al Maidah 44)


أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ

"Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?" (al Maidah 50)

3. Dukun dan Sihir

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

"Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan."

Dalam hadits yang shahih dikatakan; barangsiapa yang mendatangi dukun maka sholatnya tidak diterima selama 40 hari. Ini baru mendatangi saja. Adapun bagi yang mempercayai perkataan dukun, maka hadits yang shahih menyebutnya sebagai; "telah mengingkari apa yang dibawa oleh Muhammad", ini mengandung makna kekafiran.

4. Berhala

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ ۖ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي ۖ وَمَنْ عَصَانِي فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ibrahim 36)


Sungguh, berhala-berhala itu telah menjauhkan dari tauhidullah, dan merusak kemurnian iman kepada Allah. Termasuk di dalam perkara ini adalah meminta kepada mayit walaupun itu mayi orang sholih (misalnya dg mendatangi kuburannya untuk meminta berkah dsb). Termasuk juga merasakan keberkahan dari benda-benda tertentu seperti keris dan cincin, dll. Termasuk juga melakukan ritual-ritual di luar Islam yang diharapkan keselamatan darinya. Seperti; menanam kepala kerbau saat bangun rumah, membunyikan klakson saat lewat jalan tertentu, permisi ketika lewat pohon yang dianggap angker, dan sebagainya. 

Semua itu adalah hal-hal yang mengotori keesaan Allah dalam hak-Nya untuk memberikan keberkahan dan keselamatan bagi manusia. Melakukan hal-hal seperti itu, berarti menganggap ada yang dapat mengganggu keselamatan kita selain Allah, ada yang bisa memberikan keberkahan kepada kita selain Allah. Padahal Allah adalah Pencipta kita, dan Dia sangat benci kita menyekutukannya. Maka bagaimana ciptaan berani memancing murka Penciptanya?


Dahsyatnya bahaya syirik ini, selayaknya menjadikan kita selalu hati-hati dan waspada. Karena thoghut itu kini semakin banyak di mana-mana, dalam bentuk yang beraneka.


اللّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَ أَنَا أَعْلَمُ وَ أَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ

Allohumma innii a’uudzu bika an-usyrika bika wa ana a’lam wa astaghfiruka limaa laa a’lam

"Ya Allah sungguh aku berlindung kepada-Mu dari berbuat syirik kepada-Mu sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap apa-apa yang tidak aku ketahui" [HR. al Bukhari dalam Adabul Mufrad dishahihkan oleh al Albani]
Wallahul musta'an 
Wallahu a'lam


           🌴 Rekap Diskusi 🌴
Pertanyaan :
1. Niat awal kita memang ibadah karena Allah, tapi ditengah-tengah melakukan ibadah ada yang melihat terus dihati timbul gini "waduh ada yang lihat nanti aku bisa dinilai baik nih", Misalnya seperti itu. Tapi kadang aku juga batin gitu,hehe. Terus aku istigfar soale itu masuk syirik kecil ato riya walaupun niate ndak riya,hehe. Gimana ustadz robin yang bijaksana??

Jawab : 
Setan memang terus berusaha menggoda, lintasan seperti itu bisa saja terjadi. Beristighfar sudah tepat dan segera luruskan niat lagi


Pertanyaan :
2. Mau tanya tad
Apakah orang yang bisa melihat jin itu termasuk syirik? Kan ada juga yang mengamalkan surat jin tuh tad,katanya untuk menaklukan jin. Bagaimana pendapat ustad ?

Jawab :
Jika ada orang bilang bisa melihat jin, maka kemungkinannya 3;
a. dia berbohong / halusinasi : karena dalam Alquran tegas disebutkan bhw manusia tdk dapat melihat jin (dalam wujud aslinya)


b. jin sedang menjelma menjadi makhluk yang dapat dilihat mata manusia. Hal ini disebutkan dalam hadits shahih di mana Abu Hurairah ra bertemu jin yang menjelma menjadi pencuri makanan (manusia)


c. dia sedang kemasukan jin : karena kemasukan jin, tentu sesama jin bisa saling melihat.


Pertanyaan :
3. Di mushala tempat saya ada seorang kakek yang termasuk sesepuh dan donatur kuat di mushala. Nah,sekarang beliau terus istiqomah dalam shalat di mushala dan beliau memakai kursi ketika shalat. Pertanyaannya, kursi yang dipakai itu mundur kebelakang sampai memakan lahan shaf dibelakang hingga separo. Nah, jika bagaian kursi itu diluruskan dengan sampingnya terus duduknya agak kedepan, apakah boleh seperti itu? Soale saya mikir, kasian juga sampai mutus shaf dibelakangnya gara-gara kursi. .

Jawab :
Boleh kursinya disejajarkan, walaupun duduknya jadi agak ke depan. sebaiknya kursi duduknya di bagian paling pinggir shaf.

Pertanyaan
4. Kalau kaya pemburu hantu itu kaya gimana tad ?

Jawab
Allahu a'lam. tidak bisa kita menghukumi sesuatu hanya karena tahu lewat TV


Pertanyaan 
5. Tanya ustadz, sekarangkan lagi natal terus kita umat Islam tidak dibenarkan mengucapkan natal. Nah ketika saya jalan-jalan banyak diberbagai tempat ada tulisan selamat n**** tanpa sengaja meskipun tidak membaca hanya melihat saja otomatis sekalian membaca tanpa sadar juga mengucapkannya. Bagaimana ini ustadz? Tulisannya ada di mana-mana hampir disetetiap pinggir jalan ada baligho besar ucapan tersebut.

Jawab
Hanya membaca tidak apa-apa yang penting tidak menyengaja mengucapkannya kepada orang


Pertanyaan
4. Mau nanya ini topiknya agak beda. Sholat berjamaah berdua dengan yang bukan mukhrimnya dan belmu bersuami hukumnya gimana? soalnya pernah baca katanya sholatnya ga sah.. Mohon penjelasanya ustad...
Jawab
Sholatnya sah. tapi kenapa kok bisa cuma berdua? kalo kebetulan ga sengaja pas lagi di mushola, ya silahkan saja kalo disengaja supaya bisa berduaan, ini ga boleh


Pertanyaan
5. Oh alhamdulillah berarti syah. Soalnya ane juga pernah tadz. Tapi misalkan kalo ngajak bareng gpp juga tad ?

JAWAB :
Ngajak kalo kebetulan ada di mushola gapapa

# setahu saya dari tulisan yang saya pernah baca, kalo cuma ada dua orang bukan muhrim, sebaiknya sholat sendiri-sendiri saja, kecuali kalo si wanita berniat menjadi makmum
√  kalau hanya "sebaiknya", maka itu pertimbangan maslahat mudarat, lihat situasinya
√ adapun "sah" dan "tidak sah", ini bahasan fiqh. kaidah umumnya sah..maka bila ada yang mengatakan tidak sah perlu menyebutkan dalil

Alhamdulillah untuk hari ini kita cukupkan kajiannya
Dengan mengucapkan hamdalah dan doa kaffaratul majelis


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.

Wassalamu'alaykum warahmatullah..