Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BERSAMA AL QURAN HATI KAN TERHIDUPKAN

Kajian Online WA Hamba  اللَّهِ  SWT 
(All Grup Ummi)

Hari / Tanggal : Rabu, 17 Desember  2014 &
                                     31 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaikum wr wb... alhamdulillah, keif hal saudariku? Berharap kebaikan hingga di ujung kehidupan. Berharap keselamatan hingga bersua dengan kematian....aamiin
Kita mulai yuk

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.


"Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat."

Judul materi kali ini
Bersama Al Quran Hati kan Terhidupkan
Oleh:Rochma Yulika

Mencintai Al Quran dengan sepenuh hati Lantaran kita tahu bahwa itu surat cinta dari Ilahi. Banyak orang membacanya tiap hari, Namun disayangkan bila tak sampai ke hati. Hati masih saja membatu lantaran masih kotor penuh debu. Baca Al Quranmu dengan ikhlas. Bukan hanya sekedar kholas. Apa gunanya Quran dibaca tiap hari? Berharap dengan Quran kan Selamatkan di akhir nanti


Ibnu Qayyim Al Jauzi menafsirkan bahwa tidak ada pekerjaan manusia yang lebih besar gangguan setannya daripada kegiatan bersama Aquran. Karena itulah pentingnya bagi kita yang akan membaca Alquran untuk segera berlindung kepada Allah dari godaan setan. Berbahagialah bila kita bisa mencintai Al Quran yang tak sekedar dalam ucapan namun ada sebuah pembuktian. Sejauhmana kecintaan kita dengan Al Quran akan nampak pada kebiasaan kita dalam memrioritaskan waktu-waktu asasi/utama dalam keseharian perjalanan hidup kita. Sudahkah kita mampu memrioritaskan pemenuhan hak Allah tersebut?

Sejenak mari kita renungkan. Diantara kita ada yang bekerja, kuliah, dan banyak lagi. ketika kita beraktivitas tentu kita punya jadwal, bahkan itu adalah waktu-waktu yang diutamakan. Sementara untuk tilawah? Apakah sudah kita juga punya waktu yang terjadwal? Hanya diri kita sendiri yang mampu menjawab.
Abdullah Bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:"Siapa yang ingin mengetahui bahwa dia mencintai Allah dan Rasul Nya, maka perhatikanlah jika dia mencintai Al Quran sesungguhnya dia mencintai Allah dan Rasul Nya. (atsar shahih diriwayatkan di dalam kitab Syuaib Al Iman, karya Al Baihaqi
Jika kita masih ingin bertahan di jalan kebaikan. Jika kita masih bertekad untuk menegakkan  kebenaran. Jika kita masih ingin menjadi bagian dari orang yang beriman. Dan jika kita masih termasuk orang-orang yang mendambakan kehidupan yang aman dan damai di bawah naungan Al Quran. Bergegaslah!

Mari kita pelihara dan tingkatkan taqwa kita. Mari kita luangkan sejenak waktu untuk berdiri menghamba pada Nya. Untuk mendahulukan membaca kalam Nya. untuk memrioritaskan berinteraksi dengan Nya di tengah kesibukan apapun yang kita lewati. Ibnu Taimiyah berkata, Ini (tilawah dan dzikir) adalah sarapanku, kalau aku tidak sarapan dengan ini maka kekuatanku akan melemah. (Wabil Ash-shaib, 44). Begitulah sesungguhnya kebutuhan orang mukmin.

Berlomba-lomba menjadi juara pertama dalam urusan akhirat tidaklah masuk kategori kompetisi yang tercela. Bahkan mengalah dalam hal ini tidak diperbolehkan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 
"Mengalah (mendahulukan yang lain) dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam urusan akhirat." (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh al Hakim dan disepakati oleh al Dzahabi dari Sa'id bin Abi Waqqash dalam Shifatus Shafwah (III/304).
"Jika hati kalian bersih, pasti tidak akan pernah kenyang untuk membaca al Qur'an." (HR. Ahmad dalam Zawaid al Zuhd: 155)
Betapa ajaibnya Al Quran hingga para salafussaleh betah membaca Al quran hingga berlama-lama dicontohkan beberapa kisah. Abu Ishaq al Sabi'ii rahimahullah ketika sudah tua tidak mampu berdiri shalat sehingga harus dibantu. Jika sudah berdiri shalat, beliau membaca seribu ayat. Beliau mengatakan, "aku sudah tua dan tulangku sudah lemah, sungguh hari ini, aku berdiri shalat dengan membaca surat al Baqarah dan Ali Imran."
Subhanallah, di kala sudah tua dan lemah, beliau berdiri shalat dan tidak ruku' kecuali setelah membaca surat al Baqarah dan Ali Imran. Untuk membaca kedua surat tadi, paling tidak dibutuhkan waktu satu seperempat jam. Di bawah itu ada 'Atha bin Abi Rabbaah (w. 114 H.) pada saat sudah tua dan lemah, beliau melaksanakan shalat dan membaca dua ratusan ayat dari suarat al Baqarah dengan berdiri, selama itu beliau tidak bergeser dan tidak bergerak. (Dikeluarkan oleh al Baihaqi dalam Syu'ab al Imaan: 6/783)

Jika Quran Hidup dalam hati maka akan hadir pribadi tak tak mudah membenci. Jika Quran tertanam dalam jiwa maka akan hadir sosok yang penuh cinta. Jika Quran terpatri dalam diri
maka tak kan hadir orang-orang yang saling menyakiti. Pribadi yang santun lantaran hidupnya telah tertuntun. Pribadi yang bersahaja lantaran hidupnya sarat dengan makna. Bukan pribadi yang penuh angkara. Bukan pribadi yang mudah terpedaya. Sudahkah kita Menjadi pribadi-pribadi yang bisa menikmati surga dunia? Tahukah seperti apa mereka? Jika tidak masuk surga dunia, tidak masuk surga di akhirat. 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,


أن في الدنيا جنة من لم يدخلها لا يدخل جنة الآخرة

“Sesungguhnya di dunia ada surga, barangsiapa yang tidak memasukinya, maka ia tidak akan masuk surga di akhirat.”  [Al-wabilush shayyib hal 48, Darul Hadits, Koiro, cet. III, Syamilah]

Surga tersebut adalah manisnya iman, nikmatnya berilmu agama dan ketenangan hati dengan beramal

Keutamaan Menjadi Ahli Al Qur’an Di Dunia

1. Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi:
“Barang siapa yang disibukkan Al Qur’an dalam rangka berdzikir dan memohon kepadaKu, niscaya akan aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan Kalam Allah dari seluruh kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya.” [HR. Tirmidzi]
2. Allah SWT mengangkat derajat Ahlul Qur’an, orang yang senantiasa berinteraksi dengan Al Qur’an menjadi keluarganya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya diantara manusia terdapat keluarga Allah. Para sahabat bertanya, “Siapakah mereka, ya Rasul?  Rasul menjawab, “Mereka adalah ahlul Qur’an, mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya”. [HR. Ahmad].


Kata keluarga menunjukkan hubungan yang dekat antara Allah dan hamba-Nya. Kedekatan melambangkan cinta, dan cinta akan meringankan manusia dalam melaksanakan seluruh perintah Allah.

3. Al Qur’an adalah kenikmatan yang harus didamba-dambakan.
“Tidak boleh iri kecuali terhadap 2 kenikmatan, (yaitu) kepada seorang yang diberi Al Quran oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia membelanjakannya di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” [HR. Bukhori].
4. Ahlul Qur’an disejajarkan derajatnya oleh Allah SWT dengan para Malaikat atau Nabi yang telah diberi wahyu. Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang pandai berinteraksi dengan Al Qur’an akan bersama malaikat yang mulia dan taat, sedangkan orang yang membaca Al Qur’an terbata-bata dan merasa kesulitan akan mendapatkan 2 pahala”. [HR. Muslim].
Al Imam An Nawawi dalam kitab Syarh Muslim menjelaskan bahwa kata mahir berarti mampu membaca, menghafal, memahami, mentadabburi dan mengamalkan Al Qur’an. Pribadi seperti ini sangat diperlukan dalam masyarakat, karena mereka akan berfungsi sebagai pencerahan hidup berislam di tengah-tengah mereka. Sedangkan penghargaan 2 pahala terhadap mereka yang bacaannya terbata-bata tidak berarti legitimasi bagi yang tidak mampu membaca Al Qur’an, namun himbauan agar istiqamah dalam tilawah meskipun terbata-bata, karena Allah SWT tidak menyia-nyiakan kelelahannya dalam membaca. Janji ini harus menjadi motivasi yang kuat untuk terus berinteraksi dengan Al Qur’an.


5. Ahlul Qur’an paling berhak menjadi imam dalam shalat.
“Yang berhak menjadi Imam adalah yang paling banyak interaksinya dengan Al Qur’an”. [HR. Muslim].
6. Ahlul Qur’an adalah orang yang selalu mendapat ketenangan, rahmat, naungan malaikat serta namanya disebut-sebut oleh Allah SWT.
“Tidaklah suatu kaum berkumpul disalah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali turun kepada mereka ketenangan, diliputi rahmat, dikelilingi Malaikat, dan Allah SWT menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekat-Nya.” [HR. Muslim]
Membaca dan mempelajari Al Qur’an akan membangun keimanan yang semakin kuat, sehingga Allah menjadi Dzat yang paling dicintai dalam hidupnya. Al Qur’an akan menyirami hatinya yang gersang dan menjadikannya lembut serta sensitif terhadap teguran-teguran Allah SWT.

7.  Ahlul Qur’an adalah orang yang mendapatkan kebaikan dari Allah.
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” HR. Bukhari
Alhamdulillah.. Usai sudah daku berbagi. Jazakumullah khairan katsiron atas perhatiannya
Semua Ilmu datang dari Allah semata. Jika ada khilaf lantaran kelemahan diri layaknya manusia sangat biasa.
Wassalamu  alaikum wr wb
Uhibukum fillah ya ukhty


TANYA JAWAB

Pertanyaan HA 17
1. Sejak ikut one day one juz saya berasa banget dapet nikmat yang besar, sepertinya Allah memberikan apapun yang saya inginkan. Saya berdoa minta sesuatu, lalu sepertinya Allah menyediakan di waktu yang sangat tepat. Apakah ini salah satu karunia membaca qur'an? Masih banyak doa saya yang belum dikabulkan, tapi hati sekarang jauh lebih tenang dan pasrah seperti itu ya bunda kenikmatan yang dimaksud?
Jawab
Itu salah satunya. Hadits Rasul yang dalam al-itqon itu ya.."barang siapa yang sibukkan diri dengan quran dan tidak sempat berdoa/ meminta  maka Allah akan berikan sesuatu yang lebih dari orang-orang yang meminta"

Ini kisahku
Keajaiban Hidup Bersama Al Quran
Berinteraksi dengan Al Quran tak lain seperti kita sedang bercengekerama dengan Allah. Bercakap-cakap denganNya dan terasa sangat dekat sekali komunikasi kita dengan yang Maha Kuasa. Ada banyak keajaiban yang aku dapatkan kala semakin aku masuk ke dalam komunitas ODOJ ini. Bukan sekedar jadi member tapi aku pun awalnya bergabung jadi staff departemen Quality Control. Hingga sekarang diminta menjadi Kabiro tausiyah rutin. Sebuah keyakinan yang besar ada dalam diri ini. Siapa saja yang menolong agama Allah niscaya Allah akan memberikan pertolongan padanya. Sangat banyak karunia yang Allah telah berikan padaku yang tak mampu aku sebut satu persatu.  Namun ada hal yang luar biasa aku alami ketika aku sakit.

Selasa tgl 4 februari aku mulai sakit. Awalnya aku pikÍr sakit Ðemam biasa. Dan aku tak mau dibawa ke rumah sakit. Sakit itu berlangsung hingga hari Jumat. Malam harinya masih sakit demam ditambah sesak dan nyeri di tulang-tulang semua. Aku pun mau dibawa ke rumah sakit. Sesampai di UGD dokter bilang aku harus rawat inap. Malam sabtu itu juga aku masuk ke ruang VIP RSIH Jogja. Aku memilih VIP karena kadang anak-anak ingin ikut nunggu. Lagian kalo pake askes paling nambah selisih pikirku saat itu. Hari berganti hingga saat itu tiba hari ketiga. Dokter belum berani menyebut aku sakit apa. Hanya bilang virus yang menyerang lambung. Pikiranku ketika sakit hanya pada ahad kemungkinan yakni sembuh atau aku tiada. Sehabis maghrib aku selalu tilawah, karena aku ingin merasa PEDE aja ketika Izrail mendatangiku.
Malam harinya mataku sedikit basah. Kuingat segala khilafku. Aku pun berazam "Ya Rabb ijinkan aku mewakafkan diri yang hina ini untuk menegakkan kalimatmu, beri aku kesempatan waktu yang panjang untuk jalankan amanah itu."

Kala aku sakit sesekali aku tetap suport member untuk khalas dan khatam. Subhanallah aku bahagia kala itu. Paling tidak ketika aku tiada ada sedikit kebaikan yang aku ukir. Sampe tiba hari senin dokter menyampekan ternyata aku kena gejala typus. Aku bersyukur sudah tahu penyakitku. Dokter pun bilang jika selasa sudah mulai membaik boleh pulang. Alhamdulillah. 

Selasa hari yang aku nantikan telah tiba. Kehadiran dokter aku tunggu. Akhirnya benar-benar selasa siang aku boleh pulang. Abi bilang padaku kalau pulang setelah dhuhur saja. Aku pun sepakat. Tapi... Jam 11 aku kurang sabar menunggu abi. Aku pun bangkit dengan berjalan agak gontai menuju kasir. Sesampai di kasir aku bertanya "Pak berapa selisih biaya yang harus saya bayar?" Kasir pun menjawab, "sebentar bu ibu tunggu saja, nanti kita kabari." Aku pamit mau ke kamar karena masih sangat lemah.

Kembali aku berjalan gontai menuju kamar. Baru setengah jalan terdengar namaku dipanggil oleh kasir. Otomatis aku balik lagi.  Baru sampai di depan loket. Tiba-tiba kasir bilang sambil menyodorkan selembar kertas kecil. "Ini Bu surat keterangan ibu boleh keluar dari rumah sakit. Nanti tolong berikan ke perawat ya." Pesan kasir itu padaku. Sedikit aku bertanya tentang berapa yang aku bayarkan, spontan pula kasir itu jawab "sudah tercover Bu." Karena kepala masih pusing, tubuh lemas tanpa banyak tanya aku kembali ke kamarku. Tak lama suamiku datang. Sekedar bertanya berapa selisih biaya aku merasa enggan untuk menjawab kala itu. Pikiranku hanya pulang dan rumah.


Sampelah siang itu aku di rumah. Tak berapa lama Abi pamit keluar sebentar untuk transaksi di bank. Kemudian pergilah abi menyelesaikan urusannya. Sekitar ashar beliau datang. Kemudian barulah aku berkesempatan untuk berbagi cerita. Perlahan aku bilang sama abi, jika tadi di rumah sakit tadi sama sekali tidak bayar. Abi terperanjat. Abi menceritakan sebelum menjemputku di kamar katanya mampir ke kasir. Dan jawaban kasir "Maaf Pak sudah dibayar semua dan Bapak ditunggu ibu di kamar." Mendengar jawaban itu abi berpikir akulah yang bayar.


Allahu a'lam siapa yang membayar selisih biaya rumah sakit itu. Dan aku pun tidak diberi perincian biaya dari rumah sakit. Dan sampe hari ini keadaanku semakin baik. Tidak ada yang tidak mungkin bila kita hidup selalu bersandar pada Allah. Semoga siapa saja yang berkenan memberikan biaya aku doakan beliau selalu mendapatkan rahmat dari Allah. Atau apakah ada malaikat utusan Allah? Aku hanya mampu berserah pada kehendakNya. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Aamiin. Dan sampai sekarang aku tak pernah tau seperti apa rekapan biaya rumah sakitku. Allahu a'lam bisshawwah (Rochma Yulika  Penulis buku Pro U Media. Guru SDIT luqman Al Hakim Yogyakarta)

Sebulan kemudian giliran abi yang kecelakaan harus operasi tapi aku yakin Allah tak biarkan ku. Allah menguji keimananku tapi aku percaya. Alhamdulillah biaya operasi tangan kiri abi lancar dan Allah sudah menjamin dengan kemudahan. Dan saat itu aku juga tak mengeluarkan biaya juga. Allahu Akbar

Pertanyaan HA 18
1. Assalammualaikum ummi. Untuk mendekatkan diri dengan al qur'an sebaiknya kita membaca dengan tartil, mentadabur dan mengamalkan dalam sehari-hari ya umm. Nah fenomena yang ada saat ini dimana-mana kita lihat banyak ummahat yang baca al qur'an sambil antri di atm, di loket-loket atau di tempat umum lainnya umm. Kalo boleh ana bertanya bagaimana hukum atau tata krama dalam membaca al qur'an itu sebenernya? Boleh kah seperti itu? Haruskah kita duduk dengan tertib juga dan menutup aurat atau bersuci?  Terus bagi yang haid kan diperbolehkan murotal atau baca tarjim ummi. Bagaimana sikap kita saat murotal?  Boleh mendengar di hp pakai headset sambil ngerjain yang lain atau fokus mendengar? Jazakillah ummi
Jawab
Itu semua adab jika dilakukan dengan sempurna lebih utama. Seperti halnya orang ke walimahan. Dia pakai baju yang rapi dll tapi jika ga pakai baju bagus dan rapi tetap boleh. Baca sambil antri atm juga lebih baik daripada ngenet or bengong

Ini kewajiban kita jika baru bisa 1 gpp daripada tidak sama sekali. 6 (enam) kewajiban orang Islam terhadap Al- Qur’an, yaitu:


> Tasdiq : Mengimani  dengan tidak memungkiri satu ayat pun

> Tilawah: Membaca dengan baik dan benar, Tadabur, dan mengamalkannya.

> Tadabbur: memahami, menghayati

> Tatbiq: Mengamalkan, menerapkan

> Tabligh: Mendakwahkan, mensyiarkan

> Tahfidz: menghafalkannya


Nasehat Ibnu Mas’ud : “Kalau penyakit itu yang menimpamu, maka bawalah hatimu mengunjungi 3 tempat, yaitu ke tempat orang-orang yang membaca Al Qur’an, engkau baca Al Qur’an atau engkau dengar baik-baik bacaannya. Atau engkau pergi ke Majelis pengajian yang mengingatkan hati kepada Alloh. Atau engkau mencari waktu dan tempat yang sunyi, disana engkau berkhalwat menyembah Alloh, meminta dan memohon kepada Alloh ketenangan jiwa, ketentraman pikiran dan kemurnian hati. Seandainya jiwamu belum juga terobati dengan cara ini, engkau minta kepada Alloh agar diberi-Nya hati yang lain, sebab hati yang kamu pakai itu bukan lagi hatimu.”

Mendengar lewat hp tidak apa-apa disambi juga gpp itu lebih baik daripada sekedar dengar lagu.

Pertanyaan HA 19
1. Mau bertanya ustadzah, masih berkaitan dengan al-qur'an . Ingin bertanya apabila ada orang yang belum fasih membaca al-qur'an baik tajwid dan makhrojnya masih kurang tepat tapi dia sudah membuka pengajiaan anak" mengajarkan membaca iqro dan al-qur'an,juz ama. Bagaimana? Sikap apa yang harus kita ambil sebagai tetangga? Apakah kita tegur, kalo di tegur pasti tidak akan terima sebaiknya bagaimana ya?
Jawab
Kalo baca sendiri masih boleh tapi kalo buat sekolah ya ditegur. Jika tidak berani lewat orang yang disegani

Pertanyaan HA 20
1. Ummi, bagaimana dengan kita yang baru memahami dan mengamalkan al quran walaupun kita sudah membaca al quran dari kecil, saat belajar tahsin ternyata bacaan kita banyak yang salah atau belum sempurna, b. Arab juga tidak bisa tahu arti al quran kecuali dari terjemahan saja, apakah kita bisa mendapatkan keutamaan-keutamaan seperti di atas
Jawab
In sya Allah....Sedangkan penghargaan 2 pahala terhadap mereka yang bacaannya terbata-bata tidak berarti legitimasi bagi yang tidak mampu membaca Al Qur’an, namun himbauan agar istiqamah dalam tilawah meskipun terbata-bata, karena Allah SWT tidak menyia-nyiakan kelelahannya dalam membaca. Janji ini harus menjadi motivasi yang kuat untuk terus berinteraksi dengan Al Qur’an.



2. Bunda klau baca al Qur'an tanpa memggunakan penutup kepala gimana hukumnya? Soalnya saya sering begitu. Sambil nunggu majikan kalau ada waktu sambi tilawah dulu.
Jawab
Jika di dalam rumah boleh. Sekali lagi itu adab tapi majikannya laki pa perempuan tuh. Tidak apa-apa, kalo keluar rumah nah wajib tuh

Pertanyaan HA 21
1. Assalamualaikum ustadzah. Bolehkah kita membaca Al-Qur'an di dalam hati saja? Bagaimana hukumnya ustadzah? Syukron katsiira

Jawab

Tidak boleh dibatin dilafalkan meski perlahan tapi bukan haram lo kalo dibatin makhroj ga jelas. Membaca Al-Qur'an dengan tartil. Tartil artinya membaca Al-Qur'an dengan perlahan-lahan, tidak terburu-buru dengan bacaan yang baik dan benar sesuai dengan Makhroj dan sifat sifatnya sebagaimana yang di jelaskan dalam ilmu tajwid. Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an yang artinya:

Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.(Q.S. Al-Muzammil:(73):4)

2. Assalamualaikum ustadzh. Bolehkah kita membaca Al-Qur'an dimanapun, contoh, diperjalanan nunggu kereta di stasiun, dikereta dalam perjalan,  diruang tunggu tempat umum, diangkot, dll. Sedangkan yang saya tau katanya kalau baca al quran harus bersuci? biasanya saya tilawah dimana saja termasuk dikantor. Tapi saya takut dikatakan pamer. gimana itu? Syukron katsiira
Jawab
Boleh itu lebih baik daripada yang lain


3. Assalamualaikum, bagaimana hukumnya kalo baca al qur'an?  Dan kalo menambah hafalan jika sedang haid? Terima kasih
Jawab
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata (Majmu’al Fatawa 21/459): “Adapun membaca al-Qur’an bagi orang yang junub dan haidh, maka ada 3 pendapat ulama dalam hal tersebut:
  • Ada yang berpendapat: boleh bagi keduanya, dan inilah madzhab Abu Hanifah dan yang masyhur dari madzhab Syafi’i dan Ahmad. (Imam Syafii membolehkan lho....)
  • Ada juga yang berpendapat: tidak boleh bagi junub dan boleh bagi wanita haidh, baik secara mutlak ataupun karena takut lupa, dan ini adalah madzhab Imam Malik, dan satu pendapat pada madzhab Ahmad dan selainnya. Junub itu sesaat. Mandi besar lalu selesai. Haid itu berhari-hari.
  • (Sama dengan pendapat pertama) Abu Muhammad bin Hazm berkata (Al—Muhalla: 1/77-78): “Permasalahan: Membaca al-Qur’an, sujud tilawah, menyentuh mushaf dan berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla, semua itu boleh dilakukan dengan berwudhu atau tanpa wudhu dan (boleh) bagi yang junub dan juga yang haidh.
Kesimpulan.
Bahwa wanita yang haidh boleh untuk berdzikir kepada Allah dan membaca al-Qur’an, karena tidak ada dalil yang shahih dan sharih (jelas) dari Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam yang melarang hal tersebut. Bahkan riwayat yang ada (justeru) membolehkan hal-hal tersebut, yaitu yang telah dijelaskan di atas. Tentang al waqiah 79, artinya tiada yang menyentuh kecuali hamba-hamba yang Disucikan. Dalam tafsirnya, laa yamassuhu (tiada yang menyentuhnya) yakni menyentuh lauh mahfuzh. Illal muthahharuun (kecuali hamba-hamba yang disucikan) mereka adalah para malaikat. 

Ayat ini menerangkan tentang proses turunnya Al quran. Jadi dilarang menyentuh al quran dari lauh mahfuzh untuk disampaikan ke nabi Muhammad kecil yang disucikann yaitu malaikat jibril. Jadi tidak pas kalau dipakai sebagai dalil untuk melarang wanita haid memegang mushaf. Jaman Rasulullah juga belum ada mushaf. Beberapa ulama keberatan jika wanita haid, tilawah Al qur'an semata-mata untuk cari pahala. Ini terkait dengan akhlaq kita kepada Al Quran. Seperti, seorang laki-laki sholat hanya menggunakan sarung yang menutupi pusar sampai lutut. Dadanya terbuka tanpa baju. Secara fiqh sholatnya sah. Tapi secara akhlaq kepada Allah kurang pas. Demikian juga wanita haid melafadzkan al quran itu boleh. Ulama yang keberatan hanya terkait dengan akhlaq dengan al quran saja.


Pertanyaan HA 24
1. Bagaimana kalau tilawah di HP, apakah perlu berwudhu juga? Hukumnya apa kalo tilawah pakai HP bukan langsung di Quran? Apalagi di jaman sekarang hp sudah ada app Quran?
Jawab
Thaharah lebih baik, karena itu sunnah jika keadaan perjalanan kita tidak ada wudlu maka langsung saja tilawah


Pertanyaan HA 26
1. Ustadzah, Apa yang dimaksud dengan hadist berikut.... "Mengalah (mendahulukan yang lain) dalam segala sesuatu itu baik, kecuali dalam urusan akherat" (HR. Abu dawud). Jazakillah ustadzah
Jawab
Urusan dengan Allah kita dulukan, kadang-kadang kita duluin kerjaan hinggTIa lalai baca quran. Dulukan quran nanti raih kemudahan



Pertanyaan HA 28
1. Assalamuallaikum mau tanya umm. Dalam hadist dikatakan, sholatlah kamu seperti melihat aku ( Rasulullah) sholat. Terkadang kita melihat beberapa orang sholat dengan gerakan yang tidak biasa, misal ada yang tangan sebelah diletakan diatas perut bukan 2 tangan pada umumnya, ada yang banyak menoleh kanan kiri, konon saat itu mereka melihat Rasulullah sholat sedang kondisi siaga terhadap musuh, juga seperti contoh berlama sujud karena saat itu Rasulullah sedang ada cucu di pundaknya, apakah itu bisa dijadikan patokan sahnya sholat sementara dilakukan dari apa yang terlihat saja tanpa tau awal sebab sholat seperti itu, sedang itu tidak dialami oleh para pengikutnya (yang melihat) artinya tidak dalam kondisi siaga maupun sedang ada seorang anak di pundak seperti yang dialami Rasulullah. Apakah bisa dijadikan patokan sahnya sholat dengan hal tersebut?
Jawab
Yang namanya fiqih itu khilafiyah tergantung mengacu pada madzab yang mana tidak boleh mudah menghukumi siapa pun



2. Sekarang ini Alqur'an sudah bisa didownload di HP. Apakah bisa mengurangi pahala jika kita baca Alqur'an melalui HP?
Jawab
In sya Allah tidak

Pertanyaan HA 29
1. Umi saya mau tanya bagaimana caranya supaya kita bisa istiqomah membaca al quran setiap hari karena khususnya saya kadang semangat bacanya, tapi kadang suka datang malesnya?
Jawab
Paksa kebaikan untuk kita lakukan hingga akhirmya jadi kebiasaan. Baca quran di waktu asasi yakni selepas senja hari atau sebelum tidur karena jika di baca quran pada malam hari niscaya rumah itu kan bercahaya. Seperti percakapan rasulullah dengan para sahabat. kata Rasulullah, aku tak mengenali rumah al bisri pada siang hari. Tapi jika malam aku mengenalinya lantaran rmhnya nampak bercahaya dari kejauhan. Juga sebelum fajar atau selapasnya karena dalam kitabnya ibnu taimiyah berkata aku tak kan sanggup menjalani hidup sepanjang hari sebelum sarapan ini yakni tilawah dan dzikir. Jadi paksa tilawah di waktu asasi bukan waktu sisa


2. Bunda gimana hukumnya baca Al Qur'an lewat aplikasi misal pake tab apakah sama dengan ketika baca mushaf?
Jawab
Itu kan kemudahan fasilitas tidak apa boleh koq



Pertanyaan HA 30
1. Assalamualaikum ustadzah, saya adalah anggota odoj, tiap hari in sha Allah selalu tilawah 1juz Al-Quran sudah 1 tahun saya tergabung dalam odoj. Tujuan utama saya ikut odoj supaya lebih rajin dan termotivasi  membaca Al-quran dan mempunyai banyak teman, namun akhir-akhirnya saya takut kalo terjadi pergeseran niat, tanpa di sadari niat tilawahnya jadi karena harus lapor kholas dulu ketika sebelum ikut odoj tidak pernah ada target 1 juz sehari. Saya baca pelan sedikit-sedikit sambil membaca tafsirnya per hari bisa lebih atau kurang dari satu juz tapi sekarang 1 juz terbaca dalam kurang lebih satu jam, apalagi ada istilah kcb (kholas cebelum bobo) dan khusus di grup saya ada mark khusus berdasarkan waktu kholasnya. Kadang saya teringat belom tilawah karena belom lapor kholas, saya khawatir jadi ada pergeseran niat itu tadi, ada niat pengen keluar odoj dan tilawah seperti dulu, tapi ada teman menasehati " jangan dulu, takutnya itu godaan syetan". Sebaiknya sikap apa yang saya ambil ustadzah? Mohon nasehatnya...
Jawab
Upgrade niat setiap saat. Ibnul jauzi pernah berkisah kegalauan seperti itu juga bisikan setan yang akhirnya kita  memilih meninggalkan komunitas kebaikan. Misal kita dalam keadaan bete. Sholat pun ada kemalasan apa kita tidak akan sholat. Sholat meski tidak berasa tetap kita lakukan. Tetap bergabung dengan komunitas kebaikan meski kekhawatiran itu



2. Makasih atas kesempatan yang dberikan, yang ingin saya tanyakan, berdosakah saya yang akhir-akhir ini sudah sering meninggalkn majelis yang dulunya sering saya ikuti, ini saya lakukan karena sekarang ini lagi mengurus ibu saya yang sekarang ini ada tinggal bersama kami. Dimana kondisi ibu saya memang sulit untuk saya tinggalkan. Atau kalau saya bisa ikut/ hadir tidak bisa full time kadang cuma bisa datang setelah berlansung dan harus pulang seblum di tutup.
Jawab
Mari kita renungkan surat Annur 62-63.
"Yang disebut orang mukmin hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, dan apabila merekaa berada bersama-sama dengan dia (Muhammad) dalam suatu urusan bersama, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta ijin kepadamu (Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (benar-benar) beriman kepada Allah dan rasul Nya. Maka apabila mereka meminta ijin kepadamu karena suatu keperluan, berilah ijin kepada siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Allah Maha pengampun, Maha Penyayang. Janganlah kamu jadikan panggilan rasul (Muhammad) di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian yang lain. Sungguh Allah mengetahui orang-orang yang keluar secara sembunyi-sembunyi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah rasul Nya takut akan mendapat cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
Saudaraku mari kita mohon ampun pada Allah atas kealpaan kita menghadiri majlis-majlis milik Allah. Hanya karena Allah semua yang kita lakukan dan karenaNya pula semua hal kita tinggalkan. Lelah itu biasa, sakit pun biasa, yang LUAR BIASA adalah ketika kita MATI membawa iman dan Taqwa serta kecintaan kita padaNya melebihi segala yang ada di depan kita. Semoga kita selalu dimudahkan untuk meraih kebaikan-kebaikan di dunia sebagai bekal di akhirat.

Pertanyaan HA 31
1. Ustadazah bagaimana hukumnya saya yang selalu menyambi membaca alquran dengan pekerjaan rumah, menyusui anak dll? jazakillah ustdazah.
Jawab
Itu termasuk adab jadi etikanya kan ada cuma disaat tertentu tidak apa-apa. 
> Niat membaca dengan ikhlas. 
Seseorang yang membaca Al-Qur'an hendaknya berniat baik yaitu niat beribada karena Allah untuk mencari ridho Allah, bukan mencari ridho manusia (Q.S. Al-Bayyinah (98) : 5).

> Dalam keadaan bersuci
Di antara adab membaca Al-Qur'an adalah besuci dari hadas kecil dan besar,dan segala najis sebab yang di baca adalah wahyu Allah atau firman Allahbukan perkataan manusia. 
(Q.S. Al-Waqi'ah (56) : 79-80)

> Memilih tempat yang pantas dan suci
Tidak seluruh tempat sesuai untuk membaca Al-Qur'an ada beberapa tempat yang tidak sesuai untuk membaca Al-Qur'an seperti Wc,kamar mandi,di tempat yang kotordan lain lain.Hendaknya pembaca Al-Qur'an memilih tempat yang suci dan tenang seperti masjid,mushalla,rumah dan lain lain. Sesuai kondisinya Al-Qur'an yang suci dan merupakan firman Allah yang maha suci,maka sangat relevan jika lingkungn pembaca mendukung kesucian tersebut.karena tempan yang pantas sangat mendukung untuk pembaca maupun untuk mendengar.

> Menghadap kiblat dan berpakaian sopan
Pembaca Al-Qur'an di sunnahkan menghadap kiblat secara Khusyu',tenang ,menundukan kepala dan berpakaian sopan Dalam suatu hadist di riwayatkan yang artinya :
Sebaik ibadah umatku adalah membaca Al-Qur'an ( HR. Al- Baihaqi )
Oleh karena itu, jika memungkinkan dan tidak terhalangoleh sesuatu, alangkah baiknya di laksanakan di tempat yang suci dan menghadap kiblat.

> Bersiwak ( gosok gigi)
Di antara adab membaca Al-Qur'an di sunnahkan bersiwak atau gosok gigi terlebih dahulu sebelum membaca Al-Qur'an,agar harum bau mulutnya dan bersih dari sisa makanan atau bau yang tidak enak. Sebagaimana yang di lakukan sebagian ulama (An-Nawawi), dalam bukunya Al-Adzkar .....hlm. 99 ) yang berbunyi : 
Ya Allah berkahilah aku dalam ( bersiwak) wahai tuhan yang maha pengasih dari yang maha pengasih.
Itu di atas antara lain adab tapi misal sambil menyusui sekalian mendidik bayi kita tidak apa-apa

31 DESEMBER 2014



Pertanyaan HA M1
1. Saya mau tanya ustadzah, bagaimana hukum nya jika kita membiarkan ada orang yang salah bacaan Al-Qur'an nya? Khawatir nya, kalau dia ditegur, dia nggak mau ngaji lagi walaupun itu menegur saat dia sendiri
Jawab
Sikap bijak harus dikedepankan apalagi tau karakternya ntar mutung malah kabor. ada lo yang ikut kajian saya kalo ngaji pake kerudung tapi pernah ketemu ga pake, saya ga koment sikap juga sangat biasa padanya tapi kita ingatkan pas kesempatan lain dengan pilihan bahasa yang halus, sama juga kan itu dengan teman yang belom bagus baca quran. Cari moment pas sambil sante atau yang memang dia siap terima masukan. Baca terbata-bata boleh yang penting semangat tapi ada hadits kalo kita mau belajar lebih lagi misal memperbaiki bacaan wah pahala lebih juga dll yah improvisasi apa saja yang penting ga skak match heheh2. Subhanallah..mau tanya, bagaimana cara mempertahankan tilawah dengan istiqomah. Kemudian mana yang lebih baik, tilawah dengan membaca artinya sehingga paham, atau terus saja 'nderes' sehingga fasih lidah kita membaca Qur'an?
Jawab
Ambil waktu asasi/utama, patok dan usahakan komit dengan waktu yang sudah dipilih misal habis maghrib sampe isya' sebelum tidur, pas sholat malam sebelum subuh or habis subuh. awalnya dipaksa lama-lama biasa. Untuk memahami jika kita tidak pernah belajar bahasa arab dan bahasa al quran ya kita bisa dengan baca artinya juga tafsir yang terkandung. diresapi maksudnya setelah itu dicoba untuk diinternailasi menjadi akhlakul karimah. Seringnya tilawah nanti lidah kita juga akan terbiasa dalam kebaikan

3. Mau tanya bunda, bagaimana kalau kita hanya baca terjemahan, mengkaji dan menjalankan sesuai perintah Allah?
Jawab
mastatho'tum.... boleh semampu kita tapi ada progres harus ada ditambah yag lain


Pertanyaan HA M2
1. Bagaimana cara kita agar bisa mensyukuri apa saja yang telah alloh berikan kepada kita, baik itu nikmat, cobaan ataupun ujian?
Jawab
Bila Ujian Hadir Silih Berganti
Oleh: Rochma Yulika


Bila ujian silih berganti, Allah beri kesempatan pada kita tuk berdoa tiada henti.
Bila ujian datang beruntun, Allah beri kesempatan pada kita agar doa senantiasa terlantun.
Bila ujian tak mampu terelakkan, saat itulah kita belajar mengikhlaskan.
Bila ujian tak segera terselesaikan, saatnya menyadari bahwa hidup itu penuh perjuangan.
Ridla akan ketetapan Nya. 
Tabah jalani takdir Nya. 
Tegar tapaki titah Nya


Iman mengajarkan tentang bagaimana kita bersyukur kala ujian melanda. Bagaimana tidak bersyukur, saat-saat sulit itulah kesempatan kita sampaikan harap. Ketika Allah merindukan hamba Nya.  Allah mengirimkan kado istimewa untuk hamba Nya melalui malaikat Jibril yg isinya adalah UJIAN. Dalam Hadits Qudsi Allah berfirman: 
"Pergilah pada hamba Ku lalu timpakan berbagai ujian biar Aku mendengar rintihannya" HR Thabrani dari Umamah
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda yang artinya:"Tidaklah suatu perkara yang menimpa seorang muslim baik berupa kelelahan, penyakit, gangguan orang lain, kesedihan yang mendalam, sampai duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dengan sebab itu". [HR. Bukhari no. 5641 & Muslim no. 2573]
Syuroih Alqodhi -rohimahulloh- mengatakan:
Sungguh saat aku ditimpa musibah, aku memuji Allah sebanyak 4 kali:
1. Aku memuji-Nya, karena musibahnya tidak lebih parah dari itu.
2. Aku memuji-Nya, karena Dia memberiku kesabaran dalam menghadapinya.
3. Aku memuji-Nya, karena dia memberiku taufiq untuk mengucapkan 'innalillah wa inna ilaihi rojiun', dengan harapan aku dapat pahala darinya.
4. Dan aku memuji-Nya, karena Dia TIDAK menjadikan musibah itu dalam agamaku".
[Kitab: Syu'abul Iman, karya: Al-Baihaqi]

Meski terik metahari membakar
Pun hujan badai dan petir menyambar
Meski duri dan batu sandungan terhampar 
Bukan diri yg harus menghindar
Namun jadikan jiwa-jiwa tuk selalu tegar


Jangan pernah menyerah sebelum melangkah
Jangan putus asa meski pernah kalah
Jangan takut meski jiwa kan berkalang tanah
Walau ribuan aral melintang akan tetap ISTIQAMAH
Mulakan semua urusan dengan BISMILLAH


Pertanyaan HA M3
1. Afwan ustadzah maksudnya "Tahukah seperti apa mereka? Jika tidak masuk surga dunia, tidak masuk surga akhirat" Itu manusia yang seperti apa? Syukron
Jawab
Surga dunia itu adalah amal sholeh bagi para salafusshalih amalan itu seperti makanan yang sangat lezat bahkan muadz bin jabbal saja menangis bahwa besok jika tiada akan kehilangan nikmatnya dahaga kala puasa, nikmatnya ibadah QL dll. kenikmatan ibadah itulah surga di dunia jadi kalo kita belom bisa meraih kenikmatan itu saatnya ada kesempatan kita berjuang untuk bisa. 

Di jalan Allah, betapa beratnya beriman, betapa lelahnya berislam, dan betapa beratnya berihsan.
Di jalan Allah, alangkah sukarnya ridha, alangkah peliknya ikhlas, alangkah mahalnya syukur, dan alangkah pedihnya sabar.
Di jalan Allah, betapa sibuknya amal, betapa lelahnya dakwah, betapa mengurasnya jihad, dan betapa langkanya tawakkal.
Di jalan Allah, alangkah menyitanya dzikir, alangkah penatnya tafakur, alangkah mengirisnya qona'ah, dan alangkah repotnya tawadlu.
Begitulah yang kita lihat, berburu berkah itu alangkah beratnya. Tapi syukurlah kita tahu, bahwa di dalamnya ada banyak rasa nikmat.
"Sesungguhnya, Pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan menyertainya." (Hr. Imam Ahmad)
Inilah yang kembali harus kita yakinkan pada diri, bahwa selalu ada bersusun susun rasa surga, di tiap bertumpuk tumpuk amal karya, yang dijalani dalam beriris iris asas makna, di lapis lapis keberkahan.


Pertanyaan HA M5
1. MasyaAlloh materinya keren banget. Mau nanya ustdazah. Selalu membaca Alquran itu baik, tapi lebih baik lagi membaca & mentadaburinya. Tapi bagi kita yang ilmu nya masih cetek kadang banyak ungkapan-ungkapan yang tidak mengerti. Bagaimana ustadz agar bisa selalu bertadabbur Alquran dengan segala keterbatasan diri? Jazakillah jawabannya
Jawab
Yang penting ada usaha bisa baca terjemahan dan tafsir kaitkan dengan kehidupan sehari-hari kita. Kita realisasikan perintahNya


Pertanyaan HA M7
1. Maksudnya Jika tidak masuk surga di dunia, tidak masuk surga diakhirat gimana bunda?
Jawab
Surga dunia itu adalah amal sholeh bagi para salafusshalih amalan itu seperti makanan yang sangat lezat bahkan muadz bin jabbal saja menangis bahwa besok jika tiada akan kehilangan nikmatnya dahaga kala puasa, nikmatnya ibadah QL dll. kenikmatan ibadah itulah surga di dunia jadi kalo kita belom bisa meraih kenikmatan itu saatnya ada kesempatan kita berjuang untuk bisa. 

Di jalan Allah, betapa beratnya beriman, betapa lelahnya berislam, dan betapa beratnya berihsan.


Di jalan Allah, alangkah sukarnya ridha, alangkah peliknya ikhlas, alangkah mahalnya syukur, dan alangkah pedihnya sabar.
Di jalan Allah, betapa sibuknya amal, betapa lelahnya dakwah, betapa mengurasnya jihad, dan betapa langkanya tawakkal.
Di jalan Allah, alangkah menyitanya dzikir, alangkah penatnya tafakur, alangkah mengirisnya qona'ah, dan alangkah repotnya tawadlu.
Begitulah yang kita lihat, berburu berkah itu alangkah beratnya. Tapi syukurlah kita tahu, bahwa di dalamnya ada banyak rasa nikmat.
"Sesungguhnya, Pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan menyertainya." (Hr. Imam Ahmad)
Inilah yang kembali harus kita yakinkan pada diri, bahwa selalu ada bersusun susun rasa surga, di tiap bertumpuk tumpuk amal karya, yang dijalani dalam beriris iris asas makna, di lapis lapis keberkahan.

2. Ahlul quran itu hanya untuk yang menghapal saja atau yang membacanya saja juga termasuk? Terimakasih
Jawab
6 (enam) kewajiban orang Islam terhadap Al- Qur’an, yaitu:
Tasdiq : Mengimani  dengan tidak memungkiri satu ayat pun
Tilawah: Membaca dengan baik dan benar, Tadabur, dan mengamalkannya.
Tadabbur: memahami, menghayati
Tatbiq: Mengamalkan, menerapkan
Tabligh: Mendakwahkan, mensyiarkan
Tahfidz: menghafalkannya

"Man ta'alamal qur'ana wa 'alamah" siapa saja yang mau belajar dan mengajarkannya juga termasuk ahlul quran.

Kita harus punya amal unggulan jika mampu membaca maka baca dan internalisasikan nilai quran dalam hati kita

3. Ustadzah, bagaimana agar kita selalu haus berinteraksi dengan Al Quran? Kadang-kadang baru baca sejuz aja sudah merasa paling ngetop. Mau mulai menghafal sudah susah banget.
Jawab
Bener itulah manusia satu kebaikan mampu dilakukan wuiih kayak berasa malaikat ajah tapi sejuta keburukan lupa tuh kalo mirip setan yaa. Coba ingat kalo bulan ramadhan kita baca quran banyak kurang dan kurang saat itu hati kita terjaga lisan kita bahkan urusan perut juga terjaga mari kita juga juga diri hati dan semua supaya dalam kebaikan

Pertanyaan HA M8
1. Bagaimana caranya untuk mendapat kasih sayang Allah sedangkan dihati kita terkadang masih ada penyakit hati,dan sering sekali melakukan dosa kecil yang tidak terasa? dari kajian tadi allah akan memberikan surga atas kasih sayang allah
Jawab
Surga itu hak Allah tugas kita melakukan amal-amal terbaik banyak beristighfar dan biasakan kalimat thayibah sertai dengan usaha untuk berbuat baik pada sesama in sya Allah jika dilandasi  ikhlas akan hadir kasih sayang Allah pada kita. Seseorang yang melakukan dosa beberapa kali dan ia bertaubat, Allah pun akan mengampuninya. Sebagaimana disebutkan pula dalam hadits lainnya, dari Abu Huroiroh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang diceritakan dari Rabbnya ‘azza wa jalla,

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَبْدِى أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ. ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ فَقَالَ أَىْ رَبِّ اغْفِرْ لِى ذَنْبِى. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَذْنَبَ عَبْدِى ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ

“Ada seorang hamba yang berbuat dosa lalu dia mengatakan ‘Allahummagfirliy dzanbiy’ [Ya Allah, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa’. (Maka Allah mengampuni dosanya), kemudian hamba tersebut mengulangi lagi berbuat dosa, lalu dia mengatakan, ‘Ay robbi agfirli dzanbiy’ [Wahai Rabb, ampunilah dosaku]. Lalu Allah berfirman, ‘Hamba-Ku telah berbuat dosa, lalu dia mengetahui bahwa dia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menghukumi setiap perbuatan dosa. Beramallah sesukamu, sungguh engkau telah diampuni.”6 An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘beramallah sesukamu’ adalah selama engkau berbuat dosa lalu bertaubat, maka Allah akan mengampunimu.
An Nawawi mengatakan, ”Seandainya seseorang berulang kali melakukan dosa hingga 100 kali, 1000 kali atau lebih, lalu ia bertaubat setiap kali berbuat dosa, maka pasti Allah akan menerima taubatnya setiap kali ia bertaubat, dosa-dosanya pun akan gugur. Seandainya ia bertaubat dengan sekali taubat saja setelah ia melakukan semua dosa tadi, taubatnya pun sah.”7


Ya Rabb, begitu luas sekali rahmat dan ampunan-Mu terhadap hamba yang hina ini

Pertanyaan Extra
1. Assalamualaikum, apakah kalo hanya membaca dan menghafal Al quran, sudah termasuk ahlul Quran? Banyak orang mengira sudah cukup hanya mengaji (membaca ) dan tidak mau mengkaji (mempelajari lebih mendalam.) Al quran
Jawab
Penjelasan Syaikh Shalih Al-Fauzan -hafizhahullah- berikut:


“Yang dimaksud ahlul qur’an bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an, keluarga Allah serta orang-orang pilihannya Allah. Merekalah hamba Allah yang paling istimewa. Jadi ahlul qur’an adalah orang yang berpedoman dengan Al-Qur’an (dalam gerak-gerik kehidupannya), ia tidak menjadikan selain Al-Qur’an sebagai panutan. Mereka mengambil fiqih, hukum-hukum dari Al-Qur’an, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam beragama..”.


2. Miii, gimana cara mencintai quran di posisi kita lagi badmood. Dan memaksa diri untuk membacanya dan kelamaan hati kita ikhlas.
Jawab
Ingat bahwa Al Quran yang akan menyelamatkan kita di akhirat. Ingat keutamaan-keutamaannya. Juga ingat bahwa usia kita terbatas maka ambil kesempatan selagi ada. Sayyidina Ali ra menyampaikan nasihat tentang ketaqwaan.
Empat Buah Ketaqwaan
  • Barangsiapa merindukan surga maka ia akan bersegera dalam melaksanakan kebaikan.
  • Barangsiapa takut akan siksa neraka maka ia akan berhenti dari mengikuti hawa nafsu.
  • Barangsiapa meyakini datangnya kematian, maka tidak akan terlena dengan kesenangan duniawi.
  • Barang siapa mengetahui bahwa dunia adalah negeri cobaan, maka semua musibah akan terasa ringan.
3. Bagaimana cara menjalin kasih sayang anak yang hidup di pesantren, usianya 12 tahun, karena waktunya terbatas, kalau tidak dipondokkan saya takut pengaruh lingkungan yang buruk.
Jawab
Komunikasi efektif. Sekarangkan sudah lebih maju atau sesekali menengok dan ada komunikasi yang paling efektif yakni doa. Persambungan hati antara ibu dan anak sangat kuat.

4. Setiap natal tiba saya pasti galau berada ditengah-tengah keluarga nasrani. Gimana ya bunda sikap yang bijak? biasanya saya cuma mondar mandir ikut makan, salaman doang ga ngucapin.
Jawab
Itu sudah bagus untuk jaga perasaan mereka ada teman yang berani terang-terangan dan untuk ga mau gabung tapi memang kondisi beda-beda. Tetap bermuamalah dengan baik. yang dilakukan sudah cukup hati-hati

5. Ustadzah, bagaimana caranya supaya kita bisa menjadikan Al Quran itu sebagai Kebutuhan dalam berinteraksi denganya, Layaknya kita membutuhkan makan dalam kehidupan ini..jazakillah khoir
Jawa
Awalnya dipaksakan lantas jadi kebiasaan lalu ketagihan deh

Berhentilah di Sini
Oleh: Rochma Yulika@penulis buku "Untuk Muslimah Yang Tak Pernah Lelah Berdakwah

Dakwah tak pernah lepas dari fitnah
Kebenaran tak pernah jauh dari permusuhan
Tabiat kebaikan tak pernah jauh dari cercaan
Tetaplah berhenti di sini kawan
Jangan dengarkan bisikan-bisikan yang mengajak kita menjauh dari majelis-majelis yang berisikan orang-orang yang beriman. 

Teringat beberapa waktu yang lalu ketika hadirnya komunitas ODOJ sangat menjadi sorotan. Animo masyarakat yang ingin bergabung dalam kebaikan sungguh memencengangkan. Dan saat itu lahirnya ODOJ menjadi tranding topic yang menghadirkan banyak sekali pujian. Namun, tak sedikit orang yang tiba-tiba menuliskan di berbagai sosial sosial media bahwa komunitas  ODOJ adalah sesuatu yang bid'ah dan tak ada tuntunannya dalam agama kita. Tak seberapa lama muncullah Pro dan kontra tentang ODOJ sehingga banyak yang keluar meninggalkan aktivitas dan komunitas kebaikan. Ada pula yang menyatakan bahwa bergabung dengan ODOJ adalah hal yang riya'.

Banyak muncul pertanyaan tentang hal tersebut. Kemudian teringat dalam sebuah tulisan seorang ulama besar' beliau adalah Ibnul Jauzi. Dalam bukunya yang berjudul Shaid Al Khatir: Nasihat Bijak Penyegar Iman". Beliau menceritakan seperti apa tipu muslihat setan atas orang-orang beriman.
"Setan- dengan kejahatannya mengakar-mengetahui bahwa diriku telah diberi kemampuan menarik orang-orang yang dapat aku tarik. Maka ia pun berusaha memalingkanku dari usahaku dalam mengembalikan orang banyak ke jalan Allah dengan berbagai muslihat yang telah dipolesnya. Setan pun mencoba menipuku dengan menyuruhku meninggalkan majelis taklimku sambil mengatakan,'Majelismu tidak steril dari perbuatan riya'. Maka aku langsung menjawab, 'Menghias dan memoles kata adalah sebuah keutamaan' bukan kehinaan, sedang menyampaikan sesuatu yang tidak diperbolehkan syariat kepada orang banyak adalah sesuatu yang aku jauhi, dan aku berlindung kepada Allah darinya".
Setan mengajak beliau untuk menjauhi majelis kebaikan menuju kezuhudan. Menjauhi keramain, dan mencari keselamatan untuk dirinya sendiri. Namun beliau menyadari apa yang telah disampaikan oleh setan itu hanya sebuah tipu daya yang menganjurkan kita meninggalkan forum-forum kebaikan dengan dalih riya' dan semacamnya. Dakwah mengajarkan pada kita untuk mengajak sebanyak mungkin orang-orang untuk menjadi lebih baik. Dan hadirnya komunitas ODOJ ini bukan semata kita adalah kumpulan orang-orang yang shalih namun dengan forum ini kita ingin menjadi manusia-manusia yang lebih shalih serta istiqamah di jalan kebaikan.

Banyak sekali yang pelajaran serta hikmah ketika kita bergabung di komunitas ini. Di sini kita belajar mengatur waktu, manajemen diri, bertanggung jawab, disiplin, saling mengerti, mencoba banyak berlapang dada dalam kesabaran. Tak mudah memang berinteraksi dengan banyak orang dengan berbagai karakter. Di sini pula kita belajar untuk bisa saling memberi ruang. Tak hanya belajar untuk memerbaiki hubungan kita dengan langit, namun di sini pula kita bisa belajar memerbaiki hubungan kita dengan bumi. Bukan sekedar hablumminallah begitu juga hablumminnaas.

Berhentilah di sini kawan, kecewa itu biasa yang luar biasa adalah ketika kita mampu menghapus rasa kecewa dengan banyak berlapang dada. Sakit hati pun biasa selama kita masih punya iman sebagai kendali. Dihujat pun biasa karena sepanjang sejarah orang-orang yang ingin menegakkan kebenaran tak lepas dari cacian dan makian. Jika kita tak disibukkan dalam kebaikan, tunggulah sampai kemadlaratan akan menghampiri kita. Sungguh teramat merugi mereka yang terpedaya oleh bujuk rayu setan hingga meninggalkan indahnya kebersamaan ini. Mari kita belajar dari para generasi salafusshalih. Mereka memiliki kesabaran yang lebih panjang dari usianya. Memiliki keikhlasan dalam beramal. Memiliki ketabahan seluas lautan. Dan memiliki keimanan sekokoh gunung yang tinggi menjulang. Tetaplah di jalan ini, dalam indahnya persaudaraan. Tak mungkin kita menegakkan kebenaran seorang diri. Sekeruh apa pun masalah yang kadang hadir jika yang kita kedepankan adalah keimanan, niscaya Allah akan melapangkan.
Allahu a'lam bisshawwab

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin.


Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis: 

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...