Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

BERSYUKUR

Kajian Online Hamba الله SWT

Selasa, 30 Desember 2014
Narasumber : Bunda Anisya Pertiwi
Rekapan Grup Nanda M 112
Tema : Kajian Islam
Editor : Rika Arisandi / Rini Ismayanti


BERSYUKUR

Assalamualaykum..
Aku share dulu ya
Mari dimulai dengan membaca basmallah
Bismillahirrohmaanirrohim
Kita bahas bersyukur ya. Aku belum pernah kan ya disini ?

Islam memerintahkan umatnya untuk bersyukur. Telah banyak ayat yang menjelaskan pentingnya untuk bersyukur.  Apa kata psikologi mengenai bersyukur? Di dalam kajian psikologi, terutama psikologi positif, perasaan bersyukur selama ini telah banyak dijelaskan dalam berbagai konsep seperti sebuah emosi, sebuah sikap, sebuah watak, sebuah kebiasaan, sebuah nilai moral dan juga sebagai sebuah respon untuk mengurangi stress.

McCullough (2001), seorang peneliti yang telah banyak meneliti mengenai fenomena bersyukur mendefinisikannya sebagai detektor yang mengingatkan seseorang secara emosi, bahwa mereka telah mendapatkan keuntungan dari pertolongan Tuhan, orang lain, dan apapun (Teigen dalam McCullough & Emmons, 2003).

Bersyukur itu berbeda dari menghargai (appreciation). Saat seseorang mendapatkan sesuatu dari orang lain bisa saja dia menghargai pemberian itu tanpa merasa bersyukur. Tapi jika dia bersyukur, sudah dipastikan dia memberi penghargaan terhadap pemberian (Tucker dalam Fluhler, 2010).

Perasaan bersyukur juga berbeda dari perasaan memiliki kewajiban (obligation). Singkatnya, kalimat “saya harus membalas kebaikanmu” memiliki rasa yang beda dengan kalimat ”Saya bersyukur atas bantuanmu”, walaupun di masa depan orang yang mendapat bantuan sama-sama akan membalas kebaikan yang didapatkan. Perasaan memiliki kewajiban untuk mengganti pertolongan orang lain lebih dekat perasaan negatif dan tidak nyaman. Sementara perasaan bersyukur biasanya dihubungkan dengan kesejahteraan dan perasaan bahwa hidup terasa utuh (McCullough dalam McCullough, Kimeldorf, & Cohen, 2008).

Hal di atas juga mirip dengan perasaan berhutang budi (indebtedness) yang biasanya keluar saat si pemberi menunjukkan ekspektasi atau keinginan adanya sebuah balasan. Biasanya reaksi yang terjadi adalah stress dan keinginan untuk menghindari si pemberi. Sedangkan saat orang bersyukur, ia akan lebih cenderung untuk menolong, memuji dan berdekatan dengan si pemberi (Watkins, Scheer, Ovnicek, dan Kolts; serta Tsang; dalam McCullough, Kimeldorf, & Cohen, 2008).

Jadi apa yang bisa kita pelajari dari hal di atas? Bahwa pemberian kita dapat diartikan berbeda-beda oleh orang yang menerimanya. Jadi, ikhlaslah dalam memberi. Bagi seseorang yang mendapatkan pemberian, berprasangka baiklah saat menemukan pertolongan yang ikhlas dan bersyukurlah.

Manfaat Bersyukur

Penelitian Masingale (dalam Fluhler, 2010) menemukan bahwa orang yang dapat bersyukur merasakan trauma yang lebih ringan saat sesuatu yang buruk terjadi pada mereka.

Peneliti Emmons dan McCullough (dalam Fluhler, 2010) menemukan bahwa orang yang bersyukur lebih jarang menderita depresi. Hal ini dikarenakan mereka memiliki cara yang tepat untuk berhadapan dengan keadaan hidup yang menyulitkan dan lebih mampu mengingat hal-hal yang positif. Kehidupan sosial sehari-hari pun dapat dipengaruhi secara positif oleh kebiasaan bersyukur.

Orang yang bersyukur juga cenderung tidak terlalu mengejar hal materialistik. Asumsinya, karena mereka sudah bersyukur dengan apa yang telah dimiliki, maka hasrat untuk memiliki hal materiil menjadi lebih sedikit. Mereka juga tidak terburu-buru untuk mendapatkan kepuasan materiil (McCullough dan Polak dalam Fluhler, 2010).

Menurut McCullough, Emmons, dan Tsang (2002), orang yang bersyukur selain lebih banyak memiliki emosi positif dan kesejahteraan yang lebih tinggi, juga memiliki harga diri yang tinggi dan lebih mudah melihat dukungan sosial dari sekitarnya. Setelah memiliki cukup rasa syukur, orang yang sering bersyukur juga cenderung akan mudah dalam membantu orang lain dan tidak memiliki banyak rasa iri.

Perasaan bersyukur memiliki hubungan timbal-balik dengan spiritualitas. Orang yang memiliki spiritualitas tinggi lebih mudah untuk bersyukur. Sebaliknya, orang yang bersyukur juga mudah menjadi lebih relijius (Allport, Gillespie dan Young dalam McCullough, Emmons, & Tsang, 2002)

Dengan segudang manfaatnya, tentunya bersyukur sangatlah penting untuk dilakukan dalam hidup kita.

Berikut adalah beberapa tips yang diberikan oleh Emmons di dalam tulisannya di Challenge in Good Health :

1. Berjanji untuk bersyukur terlebih dahulu sebelum memulai sesuatu.

2. Membuat jurnal rasa syukur. Setiap harinya catatlah 3 hal yang kita syukuri. Gunakan pengingat visual seperti foto dari orang yang disayangi atau pemandangan alam yang indah untuk membawa perasaan bersyukur ini.

3. Rasakan semua inderamu bekerja. Hargai tubuh fisikmu dan banyak fungsinya yang menakjubkan. Bersyukurlah atas kemampuan untuk melihat, mendengar, berjalan, makan dan lain sebagainya.

4. Perhatikan bahasa yang kamu gunakan. Pembicaraan positif akan meningkatkan perilaku bersyukur sementara pembicaraan negatif akan menurunkan tingkat bersyukur dan menciptakan ketidakbahagiaan.

5. Biasakan dirimu untuk membuat orang lain tahu bagaimana kamu berterima kasih dan menghargai mereka setiap harinya. Bukan hanya akan meningkatkan kebahagiaanmu, tapi juga dapat membuat orang tersebut bahagia mendengar penghargaannmu.

6. Tulis dan sampaikan sebuah surat penuh rasa syukur ke seseorang yang telah memiliki dampak positif di dalam hidupmu. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa satu kali saja melakukan ini dapat menyebabkan perasaan positif untuk lebih dari sebulan.

7. Berpikir di luar kotak. Pikirkan daftar ha-hal yang mungkin selama ini tidak terlihat untuk disyukuri olehmu.

Tunggu apa lagi, mari kita mulai bersyukur mulai detik ini juga. Mari kita awali dan akhiri setiap harinya dengan perasaan bersyukur !
Bisa dibaca dulu. Boleh sharing-sharing. Boleh dikaitkan dengan al-Qur'an/hadits/dsb


TANYA JAWAB

Tannya:
Bagaimana caranya agar kita tetap bersyukur saat kita gagal dalam suatu hal? Apakah sedih atau menangis saat gagal berarti tidak bersyukur ?
Jawab:
Yakin bahwa ada hal terbaik lain yang akan datang pada kita. Sedih dan menangis wajar. Tapi tidak berlebihan. Apalagi sampai mengutuk Allah atau menganggap diri sial.

Tanya:
Bunda ..bagaimana menanggapi orang yang selalu saja bilang buat apa kita bersyukur kalau hidup begini begini saja padahal kalau di pikir pikir betapa banyak karunia yang Allaah berikan kepada Kita rasanya ga bisa di hitung dengan jari jemari.
Jawab:
Menanggapi orang itu harus disesuaikan dengan karakternya. Tapi kasih tau aja sambil bercanda. Misal : Ya, masih mending begini begini aja, daripada makin melarat

Tanya:
Kalau kita merasa kurang degan apa yang kita miliki apa itu tandanya kita kurang bersyukur yaa bun..ga munafik sie kadang merasa gitu tapi hati ini lekas istighfar hehe
Jawab:
Wajar mba. Manusia juga kan diciptakan dengan perasaan yang susah puas. Asal bisa mengontrolnya

Tanya:
Adakah manfaatnya bagi kesehatan jika kita selalu senantiasa bersyukur bun??
Jawab:
Tentu ada mba. Orang yang bersyukur tidak mudah stres. Kalau udah stres, penyakit pasti berdatangan

Tanya:
bunda nanya..
Apa hal ini dikatakan bersyukur bunda, kalau ada masalah dipendam dihati. Dan diluar terlihat tegar ?
Jawab:
Masalah itu diselesaikan mba. Kalau dipendam malah mendzalimi diri

Tanya:
Bagaimana menanggapi orang yang kres dengan kita bunda. Baik dari segi pendapat, dansebagainya ? padahal niat baik.
Jawab:
Hadapi dengan lembut.

Tanya:
Dalam diri manusia memiliki karakter baik dari golongan darah, sanguinis dkk. Nah, bagaimana menempatkan diri dalam penyesuaian karakter itu sebagaimana mestinya bunda?
Jawab:
Agak luas pertanyaannya. Menempatkan diri dalam hal apa dulu mba

Tanya:
Bunda bagaimana ya memanajemen emosional yang baik?
Jawab:
Ini juga panjang sebenernya. Hehe. Tapi intinya kita perlu paham emosi kita. Apa yang membuat kita bete, sedih, marah, senang, dan sebagainya. Jika sudah memahami, maka cobalah lakukan hal-hal yang dapat membuat emosi kita senang

Tanya:
Jazakumullahu khiiron katsir bunda. Bunda gimana menyikapi hal yang kita pilih untuk dilepaskan tapi sampai sekarang masih menyesal dengan keputusan tersebut ? apakah bisa dinamakan kurang bersyukur atas suatu keputusan?
Jawab:
Coba diingat mengapa kita melepaskan hal tersebut. Yakinin diri sendiri, bahwa yang kita pilih sudah melibatkan Allah dan itu yang terbaik. Menyesal itu juga tanda kurang bersyukur. Tapi masih wajar asal tidak berlanjut ke sedih yang berlebihan.

Tanya:
Bunda, apakah berfikiran positif termasuk dari wujud syukur?!
Jawab:
Iya. Ketika ada hal buruk terjadi, lalu kita menanggapinya dengan positif, itu termasuk bersyukur.

Tanya:
Menanggapi dlm hadapi dengan lembut bunda, nah gimana caranya bunda kalau memiliki sifat tidak kalem apalagi tidak peka an.. jadi ketemu kres dari hal apapun jadi persoalan. Nah kan yang ada bukan perang mulut bunda tapi telepati juga..hehe. Bagaimana bunda, hadapinya ?
Jawab:
Jika tidak ada yang bisa mengalah, hindari orang itu mba. Gak ada gunanya keras dalam perdebatan.

Tanya:
Hilangkan rasa jengkel kalau di-PHP-in, dikecewakan itu.bagaimana bunda?
Jawab:
Hehe.. Jangan terlalu berharap sama manusia makanya. Jangan dihilangkan, nikmatin aja, nanti juga biasa aja.

Tanya:
Saya mau nanya low boleh.. low udah ga ada kesempatan. Jawab siapa ajadeh... Aku punya teman yang jual mahal low dmintai tolong.. dan menghubungi orang kalau ada perlunya aja.. jadinya males berurusan ma dia.. Apa saya dosa kalau ninggalin dia?
Jawab:
Waduuh, dosa gak ya? Hehe.. Tapi buat saya, gak ada salahnya mba nolongin orang dalam kebaikan walau orang itu suka gak nolongin kita.


Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..
Baiklah kita tutup dengan


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ