Ketik Materi yang anda cari !!

BIRRUL WALIDAIN ADAAB WA AHKAM

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 2, 2014

Kajian Online Telegram 1 Hamba الله Ta'ala

Hari / Tanggal : Senin, 01 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Abdulqohhar
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

ان الحمد لله نحمده ونستعينه والصلاة و السلام علي رسول الله

ًIkhwah filla, ana Abdulqohhar (AQ) dari Solo
Mohon selama kajian tidak ada postingan,  nanti dibuka sesi tanya jawab setelahnya.  In sya Allah. Baarakallah fiikum

Adab dan Hukum seputar berbakti kepada Orang tua 
  1. Makna berbakti kepada orang tua
  2. Berbakti kepada orang tua dalam al Qur'an
  3. Birrul walidain akhlaq para Nabi
  4. Hadits-hadits tentang birrul walidain
  5. Mengutamakan birrul walidain dari berjihad
  6. Kewajiban ketika mereka telah renta
  7. Buah birrul walidain
  8. Dosa durhaka kepada orang tua
  9. Sebab-sebab durhaka
  10. Jenis dan tingkatan durhaka
  11. Dampak buruk durhaka kepada orang tau
  12. Kisah-kisah teladan
In syaallah akan kita bahas satu persatu dan diselingi dengan kisah-kisah yang menarik dan bisa di jadikan teladan.

MUQODDIMAH
Islam mempunyai perhatian dalam membina keluarga sakinah, memberikan arahan dan petunjuk serta mensyariatkan banyak hal untuk mengkondisikan suasana penuh cinta dan kasih sayang, yang kuat dengan klembutan dan kecintaan, dimurnikan dengan akhlaq mulia yaitu hubungan yang baik antara orang tua dan anak dalam pergaulan yang baik .

Termasuk kesempurnaan islam adalah perhatian terhadap seluruh unsur dalam masyarakat terutama mereka yang lemah dan butuh pertolongan, bahkan berbuat baik dan memberikan bantuan kepada mereka adlah pahala di jalan Allah Ta'ala. Perbuatan yang mampu mengisi relung hati dan juga bisa dirasakan langsung, kecuali oleh hati jiwa yang keras dan kasar.

البر  : Al Birru artinya perkara yang mencakup semua makna kebaikan
> Berkata Raghib Al Ashfahany : Birrul walidain memperbanyak kebaikan kepada keduanya dan lawannya adalah durhaka (Al Mufradat/40)

> Ibnul Atsir rahimahullah : Birrul walidain adalah berbuat baik sesuai dengan hak keduanya" (An Nihayah : 1/116)

> Ibnul Mundzir rahimahullah : Kakek-kakek kita termasuk dalam hukum sebagai  bapak, dan nenek-nenek kita kedudukannya seperti juga ibu, karena tidklah lahir seseorang kecuali dengan perantaraan mereka" (tafsir Al Qurthuby 10/241). Wallahu A'lam bishshawab  [AQ]

Silahkan dibaca kembali, kemudian bisa bertanya disini, 3 pertanyaan dulu ya ikhwah, baarakallah fiikum. Setelah tanya jawab ananti ada kisah yang sangat mengharukan....in sya allah.

PENANTIAN Seorang Ibu
Seorang ibu sendirian mengasuh anak lelaki satu-satunya, mereka hidup berdua dan merasakan pahit getirnya hidup bersama. Ibu senantiasa mendoakan kebaikan untuk anaknya tersebut dengan doa yang belum pernah dia minta untuk dirinya sendiri. Ketika telah telah beranjak dewasa, ibu ini berusaha mencarikan untuk anaknya calon istri yang cantik dari keluarga baik-baik. Ketika anak tersebut menikah maka sang ibu bertambah gembira karena akan bertambah anggota keluarga seiring dengan kebahagiaan yang bertambah.

Tapi sang anak dibisiki istrinya untuk menjauhi ibunya, dengan alasan usia yang sudah tua dan kesehatan yang terus menurun. Maka sang anak membawa ibunya ke panti jompo, walau ibu menolak dengan hati yang perih dia akhirnya menuruti keinginan anaknya tersebut.

Ketika sampai di panti jompo, anak durhaka ini berkata : "Duduklah di kursi ini, nanti akan datang dokter yang memeriksamu". Kemudian dia pergi begitu saja dan meninggalkan ibu yang sangat mencintainya. Berlalu waktu lama sementara sang ibu menunggu dalam kesia-siaan, anak durhaka telah menjauh pergi dan tak mungkin kembali. Sampai-sampai pegawai pantai jompo menegurnya, " Wahai bibi kenapa engkau senantiasa duduk menunggu seperti ini?"

Sang Ibu menjawab, "Anakku akan kembali untuk menjemputku sekarang",  dengan hati yang penuh kasih sayang dan kepercayaan kepada anaknya yang dulu telah meninggalkannya, sambil pandangannya tertuju ke depan dengan tatapan kosong.
Si pegawai berkata, "Masuklah ke dalam wahai bibi, gelap sudah datang menjelang".

Sang ibu sudah dua tahun dalam penantian anaknya, masih duduk di kursi yang sama ketika dahulu anaknya mendudukkannya, sambil terus berkata, "Akan datang anakku sekarang, aku sedang menunggunya dan aku dalam penantiannya". Dia ucapkan dengan penuh harapan, kerinduan, harapan dan mata yang terus tertuju kepada ujung jalan itu...tapi anak tersebut tak kunjung datang. Sang ibu terus menerus dalam penantian, bertahun-tahun sehingga ajal menjemputnya dalam kerinduan kepada anak yang sangat dia sayangi. —[AQ]---

DISKUSI DAN TANYA JAWAB
🙋 Ibu saya sedang sakit tadz. Saya sedang galau untuk terus bekerja atau merawat beliau
Ibu menyuruh saya tetap kerja tapi selama di kantor hati saya selalu ingat beliau di rumah.apalagi jika musim hujan seperti ini
Jawaban Ustadz
Ibnu Taimiyyah mengatakan: Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih memiliki kuasa atasnya dibanding kedua orang tuanya, dan mentaati suaminya lebih wajib atasnya. Majmu' al-Fatawa 32/261

Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya.  Adapun keinginan istri untuk dapat berbakti kepada orang tuanya, itu boleh-boleh saja. Dan seorang istri berhak meminta izin dari suami untuk bersilaturahmi kepada kedua orang tuanya. Maka, jika seorang istri meminta izin dari suami untuk bersilaturrahmi kepada orang tuanya, sang suami harus memberikan izin kepada istrinya untuk yang urusan demikian ini. Selagi kunjungan istri kepada orang tuanya tidak menimbulkan madharat baik untuk agama maupun akhlaknya. 

Demikian pula, sebaliknya jika kepergian seorang istri ke rumah orang tuanya justru menimbulkan madharat untuk agama dan akhlaknya, maka suami berhak melarang istri untuk tidak pergi. Sebagaimana yang dialami ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, beliau meminta izin kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi ke rumah orang tuanya pada peristiwa hadits ifki (tuduhan keji yang dilontarkan kepada ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma). [HR.al-Bukhâri dan Muslim]

🙋 Kalo yang masih single berarti kedua orang tua memiliki kuasa penuh?
Jawab
Naam, jika single taat sepenuhnya kepada orang tua terutama ibu. Meninggalkan pekerjaan /jabatan untuk berbakti adalah lebih utama bagi anak yang shalih. Mereka adalah pintu surga yang agung bagi setiap anak dan celakalah mereka yang tidak melewatinya wallahu a'alam . [AQ]

🙋 Ustad saya mau tanya kalo orang tua menyuruh anaknya untuk segera pulang dari perantauan tapi si anak tetap menambah kontrak kerjanya, apa si anak sudah berdosa besar karna tidak mentaati printah orang tuanya? Jadi memilih meninggalkan pekerjaan itu pilihan yang terbaik tad? Tapi saya masih kuliah dan butuh biaya.. apa pakai ilmu yakin tadz rejeki pasti ada. Karena kebetulan saya juga dropshipper on line
Jawab
Belajar, bisnis atau urusan dunia apapun masih bisa dikerjakan di waktu yang lain, tapi merawat dan melayani orang tua hanya bisa dilakukan ketika mereka masih hidup. Hendaklah pahala akhirat lebih kita pilih dari keuntungan dunia yang sangat sedikit, tapi dengan catatan:
1. Tidak ada yang mampu merawat mereka dengan kasih sayang
2. Orang tua memerintahkan untuk kita merawatnya, maka tidak ada pilihan kecuali mentaatinya. Wallahu a'lam [AQ]

🙋 Orang tua saya tak menyuruh saya merawat beliau tapi dirumah beliau sendirian tadz pagi sampai siang.dan jam 2 ponakan ada si tadz.. mamah cendrung merasa takut menjadi beban. Itu yang buat saya galau, kalo saya resign apa di dalam hatinya beliau suka atau kecewa ya tadz? Masalahnya yang anak bungsu hanya saya
Jawab
Tanyakan ke mereka apa yang membuat mereka ridho, kalau mereka ridho dengan keadaan yang sekarang maka sudah cukup. Tapi kebanyakan orang tua ingin bersama anaknya walau hal tersebut kadang mereka pendam dalam-dalam. Lakukanlah yang mereka sarankan itu yang terbaik

Tanggapan
Iya sih tadz mamah sepertinya butuh teman tapi beliau juga ndak mau jadi beban.terlihat dimatanya kalo saya libur beliau pasti senang dan bilang nanti kita makan bareng karna saya biasa sampai rumah habis isya dan minggu sibuk diluar juga jarang waktu untuk beliau
Apa pilihan resign harus istikhara tadz?
Jawab
Coba mbak mae bicara dengan kakak-kakak yang ada untuk bisa bergantian nemani ibu. Sebab ibu tentunya nggak mau kalo mbak keluar kerja hanya untuk ibu. Kasih tau ada tidak solusi untuk itu.

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).

Wassalaamu'alaikum warohmatulloh wabarokaatuh..

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment