Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

"Cara Wanita Muslimah Berhias Diri"

Kajian Online Hamba الله 
Selasa, 7 Desember 2014
Narasumber: Ustadz Zainal Fathur
Tema: Spesial
"Cara Wanita Muslimah Berhias Diri"
Grup Nanda: 101
Admin : Tari
Editor : Ira Wahyudiyanti

Bismillah
Oke, kita mulai kjian ini dgn niat ikhlas mengharap ridho Allah.
bismillah
sekarang kita mulai kjianya ya
Kemarin kita kan udah ngebahas inner beauty ya. Inner beauty sangat pnting bgi seorang Wanita muslimah...tapi penampilan/kecantikan luar harus kita jaga juga lhoo....ukhti
Cara mnjaga kcntikan dapat dengan berhias...betulkan???
Tapi hati2 dalam berhias krna bisa jadi malah mnimbulkan dosa lho...
Lantas berhias yg sesuai syariat seprti apa??
Yuk kita simak kajian kali ini...cekidot
ni ukhti, kajian bagus tentang Bagaimana cara wanita muslimah berhias diri?
Ada cara berhias yang dibolehkan seperti yang kami sebutkan berikut ini.
Hendaklah wanita berhias diri dengan menjalankan sunnah fitrah.
Yang dimaksud sunnah fitrah adalah ajaran kebersihan yang turun-temurun sudah diajarkan oleh para nabi sebelumnya. Dalam hadits disebutkan,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ
“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no.261)
Wanita semakin menawan dengan rambut yang panjang.
Mula ‘Ali Qari berkata, “Rambut yang panjang pada wanita seperti halnya jenggot pada pria menunjukkan kecantikan dan ketampanan.”
Membiarkan alis mata begitu saja tanpa mencukurnya.
Ada hadits yang melarang mencukur alis mata,
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah melaknat pula orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)
Imam Nawawi rahimahullah ketika menerangkan an namsh, beliau katakan, “An namishoh adalah orang yang menghilangkan rambut wajah. Sedangkan al mutanammishoh adalah orang yang meminta dicabutkan. Perbuatan namsh itu haram kecuali jika pada wanita terdapt jenggot atau kumis, maka tidak mengapa untuk dihilangkan, bahkan menurut kami hal itu disunnahkan.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14: 106)
Mengukir hiasan pada tangan dan kaki dengan menggunakan inai.
Menurut Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (1: 324), “Memakai inai untuk tangan dan kaki disunnahkan bagi wanita yang telah menikah, banyak hadits masyhur yang membicarakan hal ini.”
Namun tentu saja perhiasan tersebut tidak ditampakkan selain pada suami, bukan jadi bahan pajangan untuk khalayak ramai karena sama saja dengan berhias diri yang terlarang.
Mewarnai rambut yang telah beruban dengan menghindari warna hitam.
Guru penulis, Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata, “Adapun hukum mewarnai rambut wanita yang masih berwarna hitam diubah ke warna lainnya, seperti itu menurutku tidak boleh karena tidak ada faktor pendorong untuk melakukannya. Karena warna hitam sendiri sudah menunjukkan kecantikan. Kalau beruban barulah butuh akan warna (selain hitam). Yang ada dari gaya mewarnai rambut hanyalah meniru mode orang kafir.” (Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat, hal. 14).
Wanita boleh memakai perhiasan emas dan perak.
Hal ini dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun sebagaimana kata guru kami, Syaikh Shalih Al Fauzan, tidak boleh menampakkan perhiasan tersebut pada laki-laki yang bukan mahram. Yang diperintahkan adalah menutupnya terutama ketika keluar rumah dan banyak pandangan dari laki-laki kala itu. Menampakkan perhiasan semacam itu hanyalah menimbulkan godaan. Padahal memperdengarkan pada pria perhiasan yang tertutup dari pandangan yang ada di kakinya saja tidak boleh, apalagi menampakkan perhiasan tersebut terang-terangan?!
Semoga bermanfaat dan yang membacanya meraih hidayah.
* Pembahasan di atas dikembangkan dari risalah Syaikhuna Syaikh Shalih Al Fauzan “Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat”.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
************
Berhias yang dosa tu ya berhias sperti wanita jahiliyyah (tabarruj) dan menampakkan hasil ia berhias kpda lelaki bukan mahrom.
***********
Nah, tu ukhty tentang tata cara berhias yg g berdosa, membuat fisik lbih merona, dan in syaa Allah berpahala....wallahu a'lam
***********
Semoga bermanfaat, silahkan kalo ukhty ada pertanyaan boleh disampaikan...
***********
Rekap pertanyaan.
1. Kalau mewarnai kuku pakai paci. Itu hukumnya apa ustadz? Terlebih yg pakai itu belum menikah. Mohon pnjelasannya ustadz.
2. misalkan kita nggak tau klo alis mata dicukur pas lgi dandan gmna ustad??
Yg nyukur tukang make up nya,waktu wisudaan kmren , dikit sih,pdhal mia uda wanti2 jgan cukur bulu mata
3. paci? Inay ga? Ato henna gitu ya? Saya hobby ust. Ga bole yah?
4. Assalamu'alaykum.. Ustadz , terkait dgn hadist dibawah ini ttg larangan mencukur alis mata,
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah melaknat pula orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)
Mau tanya
Adat Gorontalo ketika wanita remaja mengalami fase menstruasi, maka akan di adakan acara pembeatan (wanita telah dianggap dewasa) atau mgkn daerah jawa disebut khitanan kali yak.
Nah, aku saat itu, di pingit 3hari g boleh kemana2 trmasuk ke sekolah. Dan di cukur alis.
Bagaimana pandangan menurut Islam thd 'mencukur alis' tsb ustadz ? Jazaakallah
5. Ustadz kalau sy jualab khimar dan khimarnya itu warna-warni apakah termasuk tabaruj jg?
6. Bagaimana menyikapi fenomena hijabers masa kini ustadz? Di satu sisi mereka sdg mencari nafkah di sisi lain kurang tabarujnya ustadz. Krn foto bergaya model begini dan begitu.
*****
Jawab:
1. Afwan ukhti, in syaa Allah pendapat syaikh fauzan dpt mnjwab prtnyaan no. 1 dan no. 3
HUKUM MERIAS TANGAN DAN KAKI BAGI WANITA
Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Tentang hukum merias kedua tangan dan kaki bagi para perempuan.
Jawaban
Merias (melukis di) tangan dan kaki dengan daun pacar (inai) disarankan bagi para wanita yang sudah menikah, dengan dalil hadits-hadits yang masyhur tentang hal ini, yang menunjukkan kebolehannya, diantaranya adalah riwayat Abu Daud, bahwasanya ada wanita yang bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma tentang merias dengan daun pacar (inai), beliau menjawab, boleh, akan tetapi aku tidak menyukainya, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai baunya. [HR An-Nasa’i]
Akan tetapi tidak diperbolehkan untuk melukis (mewarnai) kuku-kukunya dengan zat yang bisa mengental dan menghalangi aliran air ketika thaharah (bersuci).
[Tanbihat Ala Ahkamin Takhushshu bil Mukminat, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 11]
[Disalin dari Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Maratil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Ahmad Amin Sjihab Lc, Penerbit Darul Haq – Jakarta]
2. kalo dilakukanya tdak sengaja in syaa Allah tdak mengapa dan Allah akan memaafkan atas kslhan yg tlah dilakukan. Wallahu a'lam
4. Ukhty yg solehah. Sudah jelas bahwasanya islam melarang memcukur alis mata. Kalo ada tradisi/adat yg melakukanya sprti yg dialami ukhty tu jlas bertentngan dgn nilai2 islam. Tidak semua tradisi/adat tu sesuai dgn nilai2 islam. Klo bertentangan dgn nilai2 islam ya tinggalkan. Wallahu a'lam
5. Menjual pakaian atau khimar berwarna-warni boleh. Termasuk tabarruj manakala khimar yg berwarna- warni mencolok dikenakan diluar rumah atau dihadapan org lain yg bukan mahram. Wallahu a'lam
6. Menyikapi fenomena hijabers yg terjadi saat ini. Sebagai seorang muslimah yg taat tdak akan mengenakan pakaian sprti hijabers krn notabene pakaian hijabers tu tdak syar'i dan mengikuti gaya pakaian wanita kafir.
Sebaiknya pkrjaan sbgai model hijaners dihindari krn slain pakaian yg dikenakan tak syar'i, aurat mrka nantinya bakal terumbar dan dpat dilihat oleh mata lelaki yg bukan mahramnya shingga bisa jadi mnimbulkan fitnah. Ingat msh bnyak pkrjaan lain yg jauh lbih baik klo bgi wnita muslimah pkrjaan sbgai ibu rumah tangga jauh lbih baik dripda wnita karir. Wallahu a'lam
******
7. Ustadz , apa istilah "gaul tapi syar'i" itu diperbolehkan dalam islam ?
Apakah itu termasuk tabaruj juga ?
Syukran
8. ust. Kalo pake bulumata paselu pas nikahan itu gmn yah?soale bulumata tari lurus aje kek gorden trus tipis. ga niat sih pake bulumata paselu. Tp ini banyak tmn yg pake. Biar lbh keliatan jelas matanya kata si perias gitu
9. Ust. Tanya perihal batu cincin..yg skrg lg booming. Bapak2 ato lelaki yg lg dgantrungi sm kilaunya batu cincin. Gmn tu ya ust? Gpp kah?
********
Jawab:
7. Gaul tpi syar'i boleh2 saja. Namun yg perlu dipahami gaul yg syar'i tu sprti apa, ya jlas dari mulai pakaian sm pergaulanya sesuai dgn syariat islam. Wallahu a'lam.
8. Jwban prtnyaan nmr 8
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du:
Dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang baru menikah. Ternyata dia sakit panas, sampai rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambung rambutnya (dengan rambut palsu)?” beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
“Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis yang lain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ada seorang gadis Anshar yang baru menikah. Ketika dia sakit, rambutnya banyak yang rontok. Keluarganya hendak menyambungnya (dengan rambut palsu), dan mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang itu. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika menjelaskan hadis di atas, An-Nawawi mengatakan:
Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al-Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya. Hadis ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya secara mutlak. Inilah pendapat yang kuat. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 14:103).
Tanam bulu mata palsu termasuk bentuk menyambung rambut yang terlarang ini. Karena menanam bulu mata palsu berarti menyambung bulu mata asli dengan bulu mata yang lain.
Lebih dari itu, para ahli medis menyatakan bahwa menanam bulu mata palsu bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kulit kelopak mata, dan bahkan bisa menyebabkan bulu mata lainny menjadi rontok. Sehingga menggunakan bulu mata termasuk hal yang membahayakan yang dilarang syariat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا ضرر ولا ضرار
“Tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, ad-Daruquthni, at-Thabrani dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini shahih).
Hal lain yang penting juga untuk diperhatikan bagi para wanita, perawatan tubuh semacam ini akan membuang-buang waktu sia-sia, dan banyak mengeluarkan biaya. Bersikap qana’ah terhadap nikmat yang telah Allah berikan, merupakan tanda bahwa dia wanita shalihah. Andaipun harus berhias untuk suami, itu bisa dilakukan dengna wajar dan tidak berlebihan. Karena cantik alami lebih diminati dari pada cantik imitasi.
Allahu a’lam
Referensi: Fatwa islam, no. 39301
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
*****
Afwan ukhti, Lbih baik dihindari terkait "menempel" bulu rambut walau hnya smntra guna lbih mnjaga diri.
Walloohu'alam
******
9. PERTAMA : Hukum memakai cincin.
Ibnu Umar radhiallahu 'anhu berkata :
اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ وَجَعَلَ فُصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ فَاتَّخَذَهُ النَّاسُ فَرَمَى بِهِ وَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ أَوْ فِضَّةٍ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin dari emas, beliau menjadikan mata cincinnya bagian dalam ke arah telapak tangan, maka orang-orangpun memakai cincin. Lalu Nabi membuang cincin tersebut dan memakai cincin dari perak" (HR Al-Bukhari no 5865)
Ibnu Umar juga berkata :
اتخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما من ورق وكان في يده ثم كان بعد في يد أبي بكر ثم كان بعد في يد عمر ثم كان بعد في يد عثمان حتى وقع بعد في بئر أريس نقشه محمد رسول الله
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin dari perak, cincin tersebut berada di tangan Nabi, lalu setelah itu berpindah ke tangan Abu Bakar, setelah itu berpindah ke tangan Umar, setelah itu berpindah ke tangan Utsman, hingga akhirnya cincin tersebut jatuh di sumur Ariis. Cincin tersebut terpahatkan Muhammad Rasulullah" (HR Al-Bukhari no 5873)
Anas bin Maalik radhiallahu 'anhu berkata :
لما أراد النبي صلى الله عليه وسلم أن يكتب إلى الروم قيل له إنهم لن يقرءوا كتابك إذا لم يكن مختوما فاتخذ خاتما من فضة ونقشه محمد رسول الله
"Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak menulis surat kepada Romawi, maka dikatakan kepada beliau : "Sesungguhnya mereka (kaum Romawi) tidak akan membaca tulisanmu jika tidak distempel". Maka Nabipun memakai cincin dari perak yang terpahat "Muhammad Rasulullah" (HR Al-Bukhari no 5875)
Para ulama telah berselisih pendapat, apakah memakai cincin hukumnya sunnah ataukah hanya sekedar mubah (diperbolehkan)?. Sebagian ulama berpendapat bahwa memakai cincin hukumnya sunnah secara mutlak. Sebagian lagi berpendapat hukumnya sunnah bagi para raja dan sultan yang membutuhkan stempel cincin sebagaimana kondisi Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, adapun selain para raja dan sultan maka hukumnya hanyalah mubah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah menggunakan cincin tersebut untuk berhias, akan tetapi karena ada keperluan. Dan sebagian ulama lagi memandang hukumnya makruh bagi selain raja dan sulton, terlebih lagi jika diniatkan untuk berhias.
Ibnu Abdil Barr (wafat 463 H) berkata :
"Yang merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan ulama terdahulu dan yang sekarang yaitu bolehnya memakai cincin perak bagi sultan dan juga yang selainnya. Dan tatkala Imam Malik mengetahui sebagian orang memandang makruh hal ini maka beliaupun menyebutkan dalam kitab Muwattho' beliau…dari Sodaqoh bin Yasaar ia berkata, "Aku bertanya kepada Sa'id ibn Al-Musayyib tentang memakai cincin, maka beliau berkata : Pakailah dan kabarkan kepada orang-orang bahwasanya aku telah berfatwa kepadamu akan hal ini"…
Tatkala sampai kepada Imam Ahmad tentang hal ini (yaitu bahwasanya memakai cincin bagi selain sultan hukumnya makruh, maka Imam Ahmad pun terheran" (At-Tamhiid 17/101)
Pendapat yang hati lebih condong kepadanya adalah sunnahnya memakai cincin secara mutlak. Dalilnya adalah meskipun sebab Nabi memakai cincin adalah karena untuk menstempeli surat-surat yang akan beliau kirim kepada para pemimpin Romawi, Persia, dan lain-lain, akan tetapi dzohir dari hadits Ibnu Umar di atas bahwasanya para sahabat juga ikut memakai cincin karena mengikuti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal para sahabat bukanlah para sulton, dan mereka tidak membutuhkan cincin untuk stempel. Wallahu a'lam bis showab
*********
T:
Kalo sekedar koleksi ust? Batu cincin nya?
J:
Ukhty, boleh2 saja.
T:
Kl skedar koleksi bukanya mubazir ya? Kan buang2 uang cuma bwt pajangan? Hehe
J:
Ya benar lbih baik uangnya digunakan tuk bli barang2  yg lbih bermanfaat. Wallahu a'lam
**********
T:
Ustadz kl melakukan bleaching(memutihkan) bagian tubuh, mis,  lengan dll,  gimna hukumnya?
J:
Bismillah
Terkait pemakaian putih tuk tubuh tu tergantung tujuannya. Klo tujuanya hnya tuk mempercntik diri or berhias diri mk hak ini tidak diperbolehkan, tpi klo tujuanya tuk mengurangi cacatt yg terlihat sprti flek hitam pada kuliat mk hal ini tdak mngapa aslkan tak berlbihan. hal ini berkaitan dgn sabda Rasulullah bahwasanya bliau prnah memrintahkan salah seorang sahabatnya yg hidungnya cacat tuk menambalnya/memggantinya dgn hidup yg terbuat dri emas. WAllahu a'lam
T:
Tapi batu cincin yg d pkai laki2 sekarang tu terkadang kyak d puji2 gt ustadz, terkesan kyak syirik gt lagi ustadz
J:
Ukhty, kalo sekedar memakai cincin tidaklah mengapa, tpi klo smpai cincin tersebut dipuji2 apalagi smpai mngatakan bahwasanya cincinya memiliki kekuatan tentunya ini termasuk perbuatan syirik dan harus dijauhi. Wallahu a'lam
T:
Ana tanya ustadz, bagaimana hukumnya memakai behel pada gigi yg kurang rapih, karna ana pernah jatuh dari ayunan saat waktu kecil dan gigi depan tanggal kemudian ketika tumbuh lg giginya tumbuhnya ga rapih (maksudny giginya rada maju kedepan) jadi dibehel buat rapih, gimana ustadz?
J:
Terkit pemakaian behel nih pnjelasanya
Hukum Meratakan Gigi
ما حكم تركيب تقويم للأسنان إذا كان الفك السفلي صغير و الأسنان فيه متراكبة ومعوجة ، وكذلك الفك العلوي الأسنان فيه بارزه للأمام،
Apa hukum memakai kawat untuk meratakan gigi? Rahang bawah terlalu kecil sehingga gigi-gigi bertumpuk dan tidak rata. Demikian pula rahang atas sehingga gigi maju ke depan.
مع العلم أنَّ تركيب التقويم يحتاج إلى خلع بعض الأسنان لتوفير مساحة إضافية ، وبعد فك التقويم يحتاج إلى تنعيم السن لإزالة أثر المادة المثبتة للحديد ؟.
Perlu diketahui bahwa untuk meratakan gigi perlu ada sebagian gigi yang dicabut untuk memberikan ruang yang cukup bagi gigi yang hendak diratakan. Setelah kawat gigi dilepas gigi perlu di-fresh-kan untuk menghilangkan bekas dari benda penyangga kawat gigi yang terbuat dari besi.
الحمد لله
سئل الشيخ صالح الفوزان عن تقويم الأسنان فقال : إذا احتيج إلى هذا كأن يكون في الأسنان تشويه واحتيج إلى إصلاحها فهذا لا بأس به ،
Syeikh Shalih al Fauzan pernah ditanya tentang hukum meratakan gigi. Jawaban beliau, “Jika ada kebutuhan untuk meratakan gigi semisal susunan gigi nampak jelek sehingga perlu diratakan maka hukumnya tidak mengapa (baca:mubah).
أما إذا لم يُحتج إلى هذا فهو لا يجوز ، بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن وجاء الوعيد على ذلك لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله .
Namun jika tidak ada kebutuhan untuk mengotak-atik gigi maka mengotak-atik gigi hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah.
أما إذا كان هذا لعلاج مثلاً أو لإزالة تشويه أو لحاجة لذلك كأن لا يتمكن الإنسان من الأكل إلا بإصلاح الأسنان وتعديلها فلا بأس بذلك .
Jadi mengotak-atik gigi dengan tujuan pengobatan, menghilangkan penampilan gigi yang jelek atau ada kebutuhan yang lain semisal seorang itu tidak bisa makan dengan baik kecuali jika susunan gigi diperbaiki dan ditata ulang maka hal tersebut hukumnya tidak mengapa.
أما إزالة الأسنان الزائدة فقال الشيخ ابن جبرين : لا بأس بخلع السن الزائد لأنه يشوه المنظر ويضيق منه الإنسان … ، ولا يجوز التفليج ولا الوشر للنهي عنه .
Tentang menghilangkan gigi yang ‘berlebih’ Syeikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Tidaklah mengapa mencopot gigi yang ‘berlebih’ karena keberadaan gigi tersebut merusak penampilan sehingga orang yang mengalami tidak merasa PD. Namun tidak diperbolehkan mengikir dan meruncingkan gigi karena hal tersebut terlarang”.
انظر كتاب فتاوى المرأة المسلمة ج/1 ص/477 .
Baca buku Fatawa al Mar’ah al Muslimah jilid 1 hal 477.
Sumber: http://islamqa.com/ar/ref/21255/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85
Catatan:
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa agama kita adalah agama yang sangat mementingkan penampilan yang indah dan rapi. Oleh karena itu diantara sebab dibolehkannya meratakan gigi adalah menghilangkan tasywih atau penampilan yang buruk dan tidak sedap dipandang mata.
Dari sini kita bisa membuatkan kesimpulan bahwa kita diperintahkan untuk menghilangkan semua bentuk tasywih.
**********
Kajian Online Hamba الله 
Selasa, 7 Desember 2014
Narasumber: Ustadz Zainal Fathur
Tema: Spesial
"Cara Wanita Muslimah Berhias Diri"
Grup Nanda: 101
Admin : Tari
Bismillah
Oke, kita mulai kjian ini dgn niat ikhlas mengharap ridho Allah.
bismillah
sekarang kita mulai kjianya ya
KEmarin kita kan udah ngebahas inner beauty ya. Inner beauty sangat pnting bgi seorang Wanita muslimah...tapi penampilan/kecantikan luar harus kita jaga juga lhoo....ukhti
Cara mnjaga kcntikan dapat dengan berhias...betulkan???
Tapi hati2 dalam berhias krna bisa jadi malah mnimbulkan dosa lho...
Lantas berhias yg sesuai syariat seprti apa??
Yuk kita simak kajian kali ini...cekidot
ni ukhti, kajian bagus tentang Bagaimana cara wanita muslimah berhias diri?
Ada cara berhias yang dibolehkan seperti yang kami sebutkan berikut ini.
Hendaklah wanita berhias diri dengan menjalankan sunnah fitrah.
Yang dimaksud sunnah fitrah adalah ajaran kebersihan yang turun-temurun sudah diajarkan oleh para nabi sebelumnya. Dalam hadits disebutkan,
عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ
“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no.261)
Wanita semakin menawan dengan rambut yang panjang.
Mula ‘Ali Qari berkata, “Rambut yang panjang pada wanita seperti halnya jenggot pada pria menunjukkan kecantikan dan ketampanan.”
Membiarkan alis mata begitu saja tanpa mencukurnya.
Ada hadits yang melarang mencukur alis mata,
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah melaknat pula orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)
Imam Nawawi rahimahullah ketika menerangkan an namsh, beliau katakan, “An namishoh adalah orang yang menghilangkan rambut wajah. Sedangkan al mutanammishoh adalah orang yang meminta dicabutkan. Perbuatan namsh itu haram kecuali jika pada wanita terdapt jenggot atau kumis, maka tidak mengapa untuk dihilangkan, bahkan menurut kami hal itu disunnahkan.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 14: 106)
Mengukir hiasan pada tangan dan kaki dengan menggunakan inai.
Menurut Imam Nawawi dalam Al Majmu’ (1: 324), “Memakai inai untuk tangan dan kaki disunnahkan bagi wanita yang telah menikah, banyak hadits masyhur yang membicarakan hal ini.”
Namun tentu saja perhiasan tersebut tidak ditampakkan selain pada suami, bukan jadi bahan pajangan untuk khalayak ramai karena sama saja dengan berhias diri yang terlarang.
Mewarnai rambut yang telah beruban dengan menghindari warna hitam.
Guru penulis, Syaikh Shalih Al Fauzan hafizhahullah berkata, “Adapun hukum mewarnai rambut wanita yang masih berwarna hitam diubah ke warna lainnya, seperti itu menurutku tidak boleh karena tidak ada faktor pendorong untuk melakukannya. Karena warna hitam sendiri sudah menunjukkan kecantikan. Kalau beruban barulah butuh akan warna (selain hitam). Yang ada dari gaya mewarnai rambut hanyalah meniru mode orang kafir.” (Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat, hal. 14).
Wanita boleh memakai perhiasan emas dan perak.
Hal ini dibolehkan berdasarkan kesepakatan para ulama. Namun sebagaimana kata guru kami, Syaikh Shalih Al Fauzan, tidak boleh menampakkan perhiasan tersebut pada laki-laki yang bukan mahram. Yang diperintahkan adalah menutupnya terutama ketika keluar rumah dan banyak pandangan dari laki-laki kala itu. Menampakkan perhiasan semacam itu hanyalah menimbulkan godaan. Padahal memperdengarkan pada pria perhiasan yang tertutup dari pandangan yang ada di kakinya saja tidak boleh, apalagi menampakkan perhiasan tersebut terang-terangan?!
Semoga bermanfaat dan yang membacanya meraih hidayah.
* Pembahasan di atas dikembangkan dari risalah Syaikhuna Syaikh Shalih Al Fauzan “Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat”.
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
************
Berhias yang dosa tu ya berhias sperti wanita jahiliyyah (tabarruj) dan menampakkan hasil ia berhias kpda lelaki bukan mahrom.
***********
Nah, tu ukhty tentang tata cara berhias yg g berdosa, membuat fisik lbih merona, dan in syaa Allah berpahala....wallahu a'lam
***********
Semoga bermanfaat, silahkan kalo ukhty ada pertanyaan boleh disampaikan...
***********
Rekap pertanyaan.
1. Kalau mewarnai kuku pakai paci. Itu hukumnya apa ustadz? Terlebih yg pakai itu belum menikah. Mohon pnjelasannya ustadz.
2. misalkan kita nggak tau klo alis mata dicukur pas lgi dandan gmna ustad??
Yg nyukur tukang make up nya,waktu wisudaan kmren , dikit sih,pdhal mia uda wanti2 jgan cukur bulu mata
3. paci? Inay ga? Ato henna gitu ya? Saya hobby ust. Ga bole yah?
4. Assalamu'alaykum.. Ustadz , terkait dgn hadist dibawah ini ttg larangan mencukur alis mata,
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ وَالنَّامِصَاتِ وَالْمُتَنَمِّصَاتِ
“Allah melaknat orang yang mentato dan yang minta ditato. Allah melaknat pula orang yang mencabut rambut wajah dan yang meminta dicabut.” (HR. Muslim no. 2125)
Mau tanya
Adat Gorontalo ketika wanita remaja mengalami fase menstruasi, maka akan di adakan acara pembeatan (wanita telah dianggap dewasa) atau mgkn daerah jawa disebut khitanan kali yak.
Nah, aku saat itu, di pingit 3hari g boleh kemana2 trmasuk ke sekolah. Dan di cukur alis.
Bagaimana pandangan menurut Islam thd 'mencukur alis' tsb ustadz ? Jazaakallah
5. Ustadz kalau sy jualab khimar dan khimarnya itu warna-warni apakah termasuk tabaruj jg?
6. Bagaimana menyikapi fenomena hijabers masa kini ustadz? Di satu sisi mereka sdg mencari nafkah di sisi lain kurang tabarujnya ustadz. Krn foto bergaya model begini dan begitu.
*****
Jawab:
1. Afwan ukhti, in syaa Allah pendapat syaikh fauzan dpt mnjwab prtnyaan no. 1 dan no. 3
HUKUM MERIAS TANGAN DAN KAKI BAGI WANITA
Oleh
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan
Pertanyaan
Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Tentang hukum merias kedua tangan dan kaki bagi para perempuan.
Jawaban
Merias (melukis di) tangan dan kaki dengan daun pacar (inai) disarankan bagi para wanita yang sudah menikah, dengan dalil hadits-hadits yang masyhur tentang hal ini, yang menunjukkan kebolehannya, diantaranya adalah riwayat Abu Daud, bahwasanya ada wanita yang bertanya kepada Aisyah Radhiyallahu anhuma tentang merias dengan daun pacar (inai), beliau menjawab, boleh, akan tetapi aku tidak menyukainya, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak menyukai baunya. [HR An-Nasa’i]
Akan tetapi tidak diperbolehkan untuk melukis (mewarnai) kuku-kukunya dengan zat yang bisa mengental dan menghalangi aliran air ketika thaharah (bersuci).
[Tanbihat Ala Ahkamin Takhushshu bil Mukminat, Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 11]
[Disalin dari Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Maratil Muslimah, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penerjemah Ahmad Amin Sjihab Lc, Penerbit Darul Haq – Jakarta]
2. kalo dilakukanya tdak sengaja in syaa Allah tdak mengapa dan Allah akan memaafkan atas kslhan yg tlah dilakukan. Wallahu a'lam
4. Ukhty yg solehah. Sudah jelas bahwasanya islam melarang memcukur alis mata. Kalo ada tradisi/adat yg melakukanya sprti yg dialami ukhty tu jlas bertentngan dgn nilai2 islam. Tidak semua tradisi/adat tu sesuai dgn nilai2 islam. Klo bertentangan dgn nilai2 islam ya tinggalkan. Wallahu a'lam
5. Menjual pakaian atau khimar berwarna-warni boleh. Termasuk tabarruj manakala khimar yg berwarna- warni mencolok dikenakan diluar rumah atau dihadapan org lain yg bukan mahram. Wallahu a'lam
6. Menyikapi fenomena hijabers yg terjadi saat ini. Sebagai seorang muslimah yg taat tdak akan mengenakan pakaian sprti hijabers krn notabene pakaian hijabers tu tdak syar'i dan mengikuti gaya pakaian wanita kafir.
Sebaiknya pkrjaan sbgai model hijaners dihindari krn slain pakaian yg dikenakan tak syar'i, aurat mrka nantinya bakal terumbar dan dpat dilihat oleh mata lelaki yg bukan mahramnya shingga bisa jadi mnimbulkan fitnah. Ingat msh bnyak pkrjaan lain yg jauh lbih baik klo bgi wnita muslimah pkrjaan sbgai ibu rumah tangga jauh lbih baik dripda wnita karir. Wallahu a'lam
******
7. Ustadz , apa istilah "gaul tapi syar'i" itu diperbolehkan dalam islam ?
Apakah itu termasuk tabaruj juga ?
Syukran
8. ust. Kalo pake bulumata paselu pas nikahan itu gmn yah?soale bulumata tari lurus aje kek gorden trus tipis. ga niat sih pake bulumata paselu. Tp ini banyak tmn yg pake. Biar lbh keliatan jelas matanya kata si perias gitu
9. Ust. Tanya perihal batu cincin..yg skrg lg booming. Bapak2 ato lelaki yg lg dgantrungi sm kilaunya batu cincin. Gmn tu ya ust? Gpp kah?
********
Jawab:
7. Gaul tpi syar'i boleh2 saja. Namun yg perlu dipahami gaul yg syar'i tu sprti apa, ya jlas dari mulai pakaian sm pergaulanya sesuai dgn syariat islam. Wallahu a'lam.
8. Jwban prtnyaan nmr 8
Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du:
Dari Asma bintu Abu Bakr radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ada seorang wanita yang mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya memiliki seorang putri yang baru menikah. Ternyata dia sakit panas, sampai rambutnya rontok. Bolehkah saya menyambung rambutnya (dengan rambut palsu)?” beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ
“Allah melaknat al-washilah (orang yang menyambung rambut) dan al-mustaushilah (orang yang minta disambungkan rambutnya).” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dalam hadis yang lain, dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa ada seorang gadis Anshar yang baru menikah. Ketika dia sakit, rambutnya banyak yang rontok. Keluarganya hendak menyambungnya (dengan rambut palsu), dan mereka bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang itu. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang menyambung rambut dan yang minta disambungkan rambutnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Ketika menjelaskan hadis di atas, An-Nawawi mengatakan:
Al-Washilah (wanita yang menyambung rambut) adalah orang yang berprofesi menyambung rambut seorang wanita dengan rambut lainnya. Sedangkan al-Mustaushilah adalah wanita yang meminta orang lain menyambungkan rambutnya. Hadis ini secara tegas menunjukkan haramnya menyambung rambut, dan laknat untuk wanita yang menyambung rambut atau konsumen yang disambungkan rambutnya secara mutlak. Inilah pendapat yang kuat. (Syarh Shahih Muslim An-Nawawi, 14:103).
Tanam bulu mata palsu termasuk bentuk menyambung rambut yang terlarang ini. Karena menanam bulu mata palsu berarti menyambung bulu mata asli dengan bulu mata yang lain.
Lebih dari itu, para ahli medis menyatakan bahwa menanam bulu mata palsu bisa menyebabkan kerusakan permanen pada kulit kelopak mata, dan bahkan bisa menyebabkan bulu mata lainny menjadi rontok. Sehingga menggunakan bulu mata termasuk hal yang membahayakan yang dilarang syariat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لا ضرر ولا ضرار
“Tidak boleh melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.” (HR. Ahmad, Ibn Majah, ad-Daruquthni, at-Thabrani dan yang lainnya. Al-Albani menilai hadis ini shahih).
Hal lain yang penting juga untuk diperhatikan bagi para wanita, perawatan tubuh semacam ini akan membuang-buang waktu sia-sia, dan banyak mengeluarkan biaya. Bersikap qana’ah terhadap nikmat yang telah Allah berikan, merupakan tanda bahwa dia wanita shalihah. Andaipun harus berhias untuk suami, itu bisa dilakukan dengna wajar dan tidak berlebihan. Karena cantik alami lebih diminati dari pada cantik imitasi.
Allahu a’lam
Referensi: Fatwa islam, no. 39301
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits
*****
T:
Itu "menanam" bulu mata ya ust? Kl hanya "menempel"yg sifatnya sementara?
J:
Afwan ukhti, Lbih baik dihindari terkait "menempel" bulu rambut walau hnya smntra guna lbih mnjaga diri.
Walloohu'alam
******
9. PERTAMA : Hukum memakai cincin.
Ibnu Umar radhiallahu 'anhu berkata :
اتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ ذَهَبٍ وَجَعَلَ فُصَّهُ مِمَّا يَلِي كَفَّهُ فَاتَّخَذَهُ النَّاسُ فَرَمَى بِهِ وَاتَّخَذَ خَاتَمًا مِنْ وَرِقٍ أَوْ فِضَّةٍ
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin dari emas, beliau menjadikan mata cincinnya bagian dalam ke arah telapak tangan, maka orang-orangpun memakai cincin. Lalu Nabi membuang cincin tersebut dan memakai cincin dari perak" (HR Al-Bukhari no 5865)
Ibnu Umar juga berkata :
اتخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما من ورق وكان في يده ثم كان بعد في يد أبي بكر ثم كان بعد في يد عمر ثم كان بعد في يد عثمان حتى وقع بعد في بئر أريس نقشه محمد رسول الله
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memakai cincin dari perak, cincin tersebut berada di tangan Nabi, lalu setelah itu berpindah ke tangan Abu Bakar, setelah itu berpindah ke tangan Umar, setelah itu berpindah ke tangan Utsman, hingga akhirnya cincin tersebut jatuh di sumur Ariis. Cincin tersebut terpahatkan Muhammad Rasulullah" (HR Al-Bukhari no 5873)
Anas bin Maalik radhiallahu 'anhu berkata :
لما أراد النبي صلى الله عليه وسلم أن يكتب إلى الروم قيل له إنهم لن يقرءوا كتابك إذا لم يكن مختوما فاتخذ خاتما من فضة ونقشه محمد رسول الله
"Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak menulis surat kepada Romawi, maka dikatakan kepada beliau : "Sesungguhnya mereka (kaum Romawi) tidak akan membaca tulisanmu jika tidak distempel". Maka Nabipun memakai cincin dari perak yang terpahat "Muhammad Rasulullah" (HR Al-Bukhari no 5875)
Para ulama telah berselisih pendapat, apakah memakai cincin hukumnya sunnah ataukah hanya sekedar mubah (diperbolehkan)?. Sebagian ulama berpendapat bahwa memakai cincin hukumnya sunnah secara mutlak. Sebagian lagi berpendapat hukumnya sunnah bagi para raja dan sultan yang membutuhkan stempel cincin sebagaimana kondisi Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam, adapun selain para raja dan sultan maka hukumnya hanyalah mubah, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidaklah menggunakan cincin tersebut untuk berhias, akan tetapi karena ada keperluan. Dan sebagian ulama lagi memandang hukumnya makruh bagi selain raja dan sulton, terlebih lagi jika diniatkan untuk berhias.
Ibnu Abdil Barr (wafat 463 H) berkata :
"Yang merupakan pendapat mayoritas ulama dari kalangan ulama terdahulu dan yang sekarang yaitu bolehnya memakai cincin perak bagi sultan dan juga yang selainnya. Dan tatkala Imam Malik mengetahui sebagian orang memandang makruh hal ini maka beliaupun menyebutkan dalam kitab Muwattho' beliau…dari Sodaqoh bin Yasaar ia berkata, "Aku bertanya kepada Sa'id ibn Al-Musayyib tentang memakai cincin, maka beliau berkata : Pakailah dan kabarkan kepada orang-orang bahwasanya aku telah berfatwa kepadamu akan hal ini"…
Tatkala sampai kepada Imam Ahmad tentang hal ini (yaitu bahwasanya memakai cincin bagi selain sultan hukumnya makruh, maka Imam Ahmad pun terheran" (At-Tamhiid 17/101)
Pendapat yang hati lebih condong kepadanya adalah sunnahnya memakai cincin secara mutlak. Dalilnya adalah meskipun sebab Nabi memakai cincin adalah karena untuk menstempeli surat-surat yang akan beliau kirim kepada para pemimpin Romawi, Persia, dan lain-lain, akan tetapi dzohir dari hadits Ibnu Umar di atas bahwasanya para sahabat juga ikut memakai cincin karena mengikuti Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Padahal para sahabat bukanlah para sulton, dan mereka tidak membutuhkan cincin untuk stempel. Wallahu a'lam bis showab
*********
T:
Kalo sekedar koleksi ust? Batu cincin nya?
J:
Ukhty, boleh2 saja.
T:
Kl skedar koleksi bukanya mubazir ya? Kan buang2 uang cuma bwt pajangan? Hehe
J:
Ya benar lbih baik uangnya digunakan tuk bli barang2  yg lbih bermanfaat. Wallahu a'lam
**********
T:
Ustadz kl melakukan bleaching(memutihkan) bagian tubuh, mis,  lengan dll,  gimna hukumnya?
J:
Bismillah
Terkait pemakaian putih tuk tubuh tu tergantung tujuannya. Klo tujuanya hnya tuk mempercntik diri or berhias diri mk hak ini tidak diperbolehkan, tpi klo tujuanya tuk mengurangi cacatt yg terlihat sprti flek hitam pada kuliat mk hal ini tdak mngapa aslkan tak berlbihan. hal ini berkaitan dgn sabda Rasulullah bahwasanya bliau prnah memrintahkan salah seorang sahabatnya yg hidungnya cacat tuk menambalnya/memggantinya dgn hidup yg terbuat dri emas. WAllahu a'lam
T:
Tapi batu cincin yg d pkai laki2 sekarang tu terkadang kyak d puji2 gt ustadz, terkesan kyak syirik gt lagi ustadz
J:
Ukhty, kalo sekedar memakai cincin tidaklah mengapa, tpi klo smpai cincin tersebut dipuji2 apalagi smpai mngatakan bahwasanya cincinya memiliki kekuatan tentunya ini termasuk perbuatan syirik dan harus dijauhi. Wallahu a'lam
T:
Ana tanya ustadz, bagaimana hukumnya memakai behel pada gigi yg kurang rapih, karna ana pernah jatuh dari ayunan saat waktu kecil dan gigi depan tanggal kemudian ketika tumbuh lg giginya tumbuhnya ga rapih (maksudny giginya rada maju kedepan) jadi dibehel buat rapih, gimana ustadz?
J:
Terkit pemakaian behel nih pnjelasanya
Hukum Meratakan Gigi
ما حكم تركيب تقويم للأسنان إذا كان الفك السفلي صغير و الأسنان فيه متراكبة ومعوجة ، وكذلك الفك العلوي الأسنان فيه بارزه للأمام،
Apa hukum memakai kawat untuk meratakan gigi? Rahang bawah terlalu kecil sehingga gigi-gigi bertumpuk dan tidak rata. Demikian pula rahang atas sehingga gigi maju ke depan.
مع العلم أنَّ تركيب التقويم يحتاج إلى خلع بعض الأسنان لتوفير مساحة إضافية ، وبعد فك التقويم يحتاج إلى تنعيم السن لإزالة أثر المادة المثبتة للحديد ؟.
Perlu diketahui bahwa untuk meratakan gigi perlu ada sebagian gigi yang dicabut untuk memberikan ruang yang cukup bagi gigi yang hendak diratakan. Setelah kawat gigi dilepas gigi perlu di-fresh-kan untuk menghilangkan bekas dari benda penyangga kawat gigi yang terbuat dari besi.
الحمد لله
سئل الشيخ صالح الفوزان عن تقويم الأسنان فقال : إذا احتيج إلى هذا كأن يكون في الأسنان تشويه واحتيج إلى إصلاحها فهذا لا بأس به ،
Syeikh Shalih al Fauzan pernah ditanya tentang hukum meratakan gigi. Jawaban beliau, “Jika ada kebutuhan untuk meratakan gigi semisal susunan gigi nampak jelek sehingga perlu diratakan maka hukumnya tidak mengapa (baca:mubah).
أما إذا لم يُحتج إلى هذا فهو لا يجوز ، بل جاء النهي عن وشر الأسنان وتفليجها للحسن وجاء الوعيد على ذلك لأن هذا من العبث ومن تغيير خلق الله .
Namun jika tidak ada kebutuhan untuk mengotak-atik gigi maka mengotak-atik gigi hukumnya tidak boleh. Bahkan terdapat larangan meruncingkan dan mengikir gigi agar nampak indah. Terdapat ancaman keras atas tindakan ini karena hal ini adalah suatu yang sia-sia dan termasuk mengubah ciptaan Allah.
أما إذا كان هذا لعلاج مثلاً أو لإزالة تشويه أو لحاجة لذلك كأن لا يتمكن الإنسان من الأكل إلا بإصلاح الأسنان وتعديلها فلا بأس بذلك .
Jadi mengotak-atik gigi dengan tujuan pengobatan, menghilangkan penampilan gigi yang jelek atau ada kebutuhan yang lain semisal seorang itu tidak bisa makan dengan baik kecuali jika susunan gigi diperbaiki dan ditata ulang maka hal tersebut hukumnya tidak mengapa.
أما إزالة الأسنان الزائدة فقال الشيخ ابن جبرين : لا بأس بخلع السن الزائد لأنه يشوه المنظر ويضيق منه الإنسان … ، ولا يجوز التفليج ولا الوشر للنهي عنه .
Tentang menghilangkan gigi yang ‘berlebih’ Syeikh Ibnu Jibrin mengatakan, “Tidaklah mengapa mencopot gigi yang ‘berlebih’ karena keberadaan gigi tersebut merusak penampilan sehingga orang yang mengalami tidak merasa PD. Namun tidak diperbolehkan mengikir dan meruncingkan gigi karena hal tersebut terlarang”.
انظر كتاب فتاوى المرأة المسلمة ج/1 ص/477 .
Baca buku Fatawa al Mar’ah al Muslimah jilid 1 hal 477.
Sumber: http://islamqa.com/ar/ref/21255/%D8%A7%D9%84%D8%B9%D9%84%D9%85
Catatan:
Penjelasan di atas menunjukkan bahwa agama kita adalah agama yang sangat mementingkan penampilan yang indah dan rapi. Oleh karena itu diantara sebab dibolehkannya meratakan gigi adalah menghilangkan tasywih atau penampilan yang buruk dan tidak sedap dipandang mata.
Dari sini kita bisa membuatkan kesimpulan bahwa kita diperintahkan untuk menghilangkan semua bentuk tasywih.
*******
Tanya Ustadz,
Kenapa Allah Melarang wanita mencukur alis?
Apa karena merubah ciptaan Nya ?
Jawan:
Bismillah
Ukhty, berikut pnjelasan terkait mncukur alis
Ukhty, menggunting bulu alis atau merapikannya dengan mencukur bagian-bagian tertentu untuk memperindah alis mata seperti yang dilakukan sebagian kaum wanita hukumnya haram. Karena hal itu termasuk mengubah ciptaan Allah dan mengikuti setan yang selalu memperdaya manusia supaya mengubah ciptaan Allah. Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, Dan Dia mengampuni dosa yang lain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala, dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka, yang dila'nati Allah dan syaitan itu mengatakan:"Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba Engkau bahagian yang sudah ditentukan (untuk saya), dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (merobah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka merobahnya". Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata." (QS. 4:116-119)
Diriwayatkan dalam Kitab Ash-Shahih (Al-Bukhari dan Muslim) dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu 'Anhu bahwa ia berkata: "Semoga Allah melaknat wanita-wanita yang mentatto dirinya atau meminta ditattokan, yang mencukur bulu alisnya atau meminta dicukurkan, yang mengikir giginya supaya kelihatan indah dan mengubah ciptaan Allah." Kemudian beliau berkata: "Mengapa aku tidak melaknat orang-orang yang telah dilaknat oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam dalam Kitabullah, yakni firman Allah:
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. 59:7)
*******
Alhamdulillah, kajian spesial kita kemarin dan hari ini berjalan dg lancar. Moga ilmu yg kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....
Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”