Home » , , , , » "GOMBALNYA PRIA TERNYATA BISA MEMBUAT SIHIR KEPADA WANITA, MASA SIH?"

"GOMBALNYA PRIA TERNYATA BISA MEMBUAT SIHIR KEPADA WANITA, MASA SIH?"

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Sunday, December 7, 2014

Kajian Online Telegram Hamba الله Ta'ala

Hari / Tanggal : Sabtu, 06 Desember 2014
Narasumber  : Ustadz Dodi Kristono
Notulen : Nduk is

Editor : Ana Trienta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بسم الله الرحمن الرحيم

Menurut KBBI bahwa arti Gombal adalah :
Gombal = bohong; omong kosong: rayuan --; gom·bal·an n ucapan yg tidak benar, tidak sesuai dengan kenyataan; omongan bohong.

Beberapa contoh gombalisme yang sedang tren dikalangan remaja maupun dewasa sekalipun :
Cow : Tau gak kenapa jari tanganku Ada 10?
Cew : Gak tau?
Cow : Karena ada 10 Kata yang aku gunakan untuk menggenggam hatimu
Cew : Apa coba?
Cow : Q CINTA KAMU
_______________
Cow : Tau gak dari sekian banyak bintang, kenapa Cuma ada satu rembulan?
Cew : Gak tau?
Cow : Karena walaupun ada banyak gadis yang cantik laksana bintang, tapi Cuma kamu rembulan hatiku yang aku cinta.

Tidak dipungkiri bahwa semua juga sudah tahu kalau wanita lemah dengan kata-kata yang romantis, kata-kata yang menyentuh, sajak puitis dan sebagainya. Bisa jadi sihir itu adalah kata-kata yang manis, janji romantis padahal buaya plus ember. tidak heran karena kata-kata memang seperti itu bisa menyihir. Nabi ﷺ  bersabda,

إن من البيان سحراً

“Sesungguhnya sebagian dari Al-bayan (susunan kata-kata yang indah) adalah sihir”
.
Mengenai hadits ini, ulama menjelaskan bahwa kata-kata berlebihan atau terlalu memaksakan puitis dan bersajak tidak baik. Setiap berkata dan mengungkapkan memaksakan untuk bersajak dan berpuitis. Akan tetapi justru ini yang disukai oleh kebanyakan wanita akhirnya bisa “klepek-klepek”.

Dalam hadits dijelaskan sebagian dari AL-Bayan (berarti tidak semua tercela) bisa seperti sihir. Maksudnya sebagaimana dijelaskan oleh Al-Maidani rahimahullah,

ومعنى السحر: إظهارُ الباطل في صورة الحق

“Makna sihir adalah menampakkan kebatilan dalam bentuk kebenaran (niat buruk tapi terlihat baik).”

Termasuk kandungan hadits ini, agar tidak terlalu berlebihan dalam berkata-kata, terlalu puitis dan terlalu memaksakan romantis. Akan tetapi sekali lagi, umumnya para wanita suka hal ini. Syaikh Shalih Al-Fauzan hafidzahullahberkata,

عليه فإنه ينبغي للمسلم أن يتكلم بالكلام المتوسط المعتاد والذي يفهمه السامع ويحصل به المقصود ويكره التقعر في الكلام

“Sebaiknya seorang muslim menggunakan kata-kata pertengahan dan biasa saja agar mudah dipahami oleh pendengar dan tercapai maksud dan menghindari terlalu memaksakan (puitis dan bersajak) dalam berbicara.”
Wahai laki-laki, اللّهُ  membenci laki-laki yang terlalu “sok puitis” dan terlalu “memaksakan bersajak “setiap berkata. Rasulullah ﷺ  bersabda,

إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ الْبَلِيْغَ مِنَ الرِّجَالِ، الَّذِيْ يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ كَمَا تَتَخَلَّلُ الْبَقَرَةُ.

“Sesungguhnya اللّهُ  membenci laki-laki yang berbicara berlebih-lebihan yang memutar-mutar lisannya (untuk menampakkan kefasihannya) sebagaimana sapi yang memutar-mutar lisannya.” 

Pelajaran bagi para wanita jangan terlalu terbuai dengan kata-kata indah laki-laki, apalagi hanya di dunia maya, keshalihahnya belum tentu nyata. Beberapa kasus kita temui wanita terperdaya oleh lakikeshalihan-laki semu di dunia maya. Tertipu ketika sudah menikah ternyata mendapatkan tidak seperti yang menjadi mimpi indahnya. Itulah sebabnya wanita harus izin wali untuk menikah. 

Hikmah wanita harus nikah dengan wali adalah mereka para wanita bisa tertutup hati dan akalnya jika sudah terkena sihir laki-laki ini, mereka lupa latar belakang buruk atau keperibadian jelek laki-laki tersebut walaupun sudah dinasehati. Sudah banyak cerita wanita yang sangat negebet nikah denga laki-laki yang jelek akhlak dan agamanya, wanita tersebut sudah dikasi nasehat, sudah diberikan peringatan bahkan agak keras, tetapi masih kukuh ingin dinikahi laki-laki yang sudah menyihirnya dengan cinta dan kata-kata semu.

Karenanya wanita menikah harus seizin walinya laki-laki yang lebih tenang dan cermat dalam memilih. Bapakanya bisa menilai siapa si laki-laki tersebut dan bisa melindungi putrinya. Bahkan pernikahan tidak sah tanpa wali.

Rasulullah ﷺ  bersabda:

أَيُّمَا امْرَأَةٍ نَكَحَتْ بِغَيْرِ إِذْنِ وَلِيِّهَا فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَنِكَاحُهَا بَاطِلٌ، فَإِنْ دَخَلَ بِهَا فَلَهَا الْمَهْرُ بِمَا اسْتَحَلَّ مِنْ فَرْجِهَا، فَإِنِ اشْتَجَرُوْا فَالسُّلْطَانُ وَلِيُّ مَنْ لاَ وَلِيَّ لَهُ.

“Siapa saja wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya bathil (tidak sah), pernikahannya bathil, pernikahannya bathil. Jika seseorang menggaulinya, maka wanita itu berhak mendapatkan mahar dengan sebab menghalalkan kemaluannya. Jika mereka berselisih, maka sulthan (penguasa) adalah wali bagi wanita yang tidak mempunyai wali.”

Nabi ﷺ  bersabda,
لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ

“Tidak sah nikah melainkan dengan wali.”

Sekali lagi, wanita agar berhati-hati. Semoga wanita kaum muslimin mendapatkan suami yang shalih dan berakhlak mulia.
Jawaban juga harus didapatkan dari wanita, jika wanita tersebut belum menikah, maka dengan diamnya wanita tersebut sudah merupakan keputusan menyetujui, dan jika wanita yang sudah menikah, maka dengan jawaban Iya atau Tidak, Menerima atau Menolak.


Dari Ibnu Abbas bahwasannya Rasululloh ﷺ  bersabda: “Seorang janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedangkan perawan (gadis) harus dimintai izin darinya, dan diamnya adalah izinnya.” Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dengan isnad ini, beliau bersabda: “Seorang janda lebih berhak atas dirinya daripada walinya, sedangkan perawan (gadis), maka ayahnya harus meminta persetujuan atas dirinya, dan persetujuannya adalah diamnya.” Atau mungkin beliau bersabda: “Dan diamnya adalah persetujuannya.” (H.R. Muslim)

Tanya - Jawab
1. Ustadz kalo toh wanita menikah dengan pria karena termakan "gombal" tadi, apa bukan karena memang dia jodohnya ustadz?
Jawab
Kalau gombal sendirian wanitanya, dia ngga bisa mikir normal. Tapi pada saat dilamarkan banyak orang, jadinya disitulah dia berfikir normal, jika diam artinya dia mau. Begitu mendengar atau membaca gombalers... Bilang dalam hati  →  Gombal gombal gombal.
Karena itu termasuk sihir... Segeralah berwudhu yaaa

2. Pak, yang dimaksud janda berhak atas dieinnya  itu yang bagaimana?
Jawab
Bebas menentukan laki laki yang mana, dan tetap minta ijin ke wali juga

3. Pak mau tanya apakah syah pernikahan jika pihak ijab kabul dlakukan tanpa ada memepelai wanita di sampingnya?
Jawab
Boleh tapi dengan catatan yaaa
Saaahhh. Tapi ada disekitar gedung juga kaaan

Tanggapan
Maksudnya pernikahan dilakukan lewat telepon pak karena yang wanita kerja diluar begitu
Jawab
In sha اللّهُ saaahhhh

4. Saya mengajukan syarat itu (poligami) dulu kepada suami saya ust ketika kami ta'aruf dengan catatan selama saya sehat dan masih bisa menjalankan kewajiban saya sebagai istri
Jawab
Boleh yaaa dengan catatan. Nanti saya bawa deh kajiannya. Tapi ini syarat yaaa. Bukan MAHAR

5. Bagaimana kalo soal pengurusan surat nikahnya pak? 
Jawab
Karena syarat sah pernikahan itu tidak memerlukan wanita. Antara yang menikahkan dengan pihak laki laki saja. Masalah surat" itu kan hanya administrasi negara. Yang penting secara syariat sudah saahhh. Nanti saja diurus setelah kembali ke Indonesia

6. Pak misalkn ada seorang ikhwat agmanya baek tapi dari segi materi dan fisik gak begitu baek,, lebih baek diterima /gak ya pak, karna kalo pernikahan untuk seumur hidup dan setiap hari yang kita lihat pasangan kita sendri ,untuk menghindari kebosanan dalaam rumah tangga maksudnya fisik juga jadi pertimbangan ya pak?
Jawab
Iyaaaa. Prioritaskan agamanya. Lalu urutan urutan berikutnya yaaa. Jangan lupa juga usahakan sekufu yaaa. Biar bisa melebur dan tidak adanya kebosanan

7. Tadz.. ana pernah baca dan denger  kalo yang gadis boleh dinikahkan tanpa persetujuan gadis tersebut dengan syarat dinikahkan dengan yang sekufu. kek di jodohkan gitu tadz? heu...benarkah?
Jawab
Keputusan kan memang ditangan gadis tersebut. Secara mutlak. Jika dijodohkan dan akhirnya gadisnya diam, maka itu keputusan gadisnya yang mau ngga mau harus diterima konsukeunsinya

8. Tadz... maksud gombal dalam khitbah yang kaya gimana?
Jawab
Ada contoh gombalisme dimateri diatas

9. Bagainama kok  boleh  menikah  cuma lewat telepon, tanpa kehadiran salah satu pengantin nya,,la terus  gimana cara nya  pak?😰
Jawab
Pertama kan ditanya dulu wanitanya yang dihongkong (misal), mau menikah sama A...? "Hmmm, Hmmm, Hmmm (artinya mau 😁 ). Terus dilakukanlah akad nikah dijakarta antara mempelai Pria dan Penghulunya yang disaksikan oleh saksi dan wali nikah. Karena tidak ada keperluannya wanita ada didepan penghulu dan mempelai pria.

10. Pak mau tanya lagi, kalo ada pernikahan sepersusuan/sekandungan  itu katanya kan haram tapi apabila dari seluruh keluarga tidak ada yang mengetahui mungkin faktor dulu hilang /dtitipkan di tempat laen.. bagaimana itu tad, dan apakah anak hasil pernikahan yang sepersusuan itu akan mengalami cacat mental /laennya, itu benar gak tad, soalnya dulu ada film yang seperti itu?
Jawab
Ketidaktahuan akan tidak berlaku hukum yang mengikat tentang sesuatu. Masalah cacat atau apapun itu adalah kehendak اللّهُ semata. والله أعلم بالصواب

11. Pak, apakah   jika kita  diberi  mahar seperangkat alat  sholat dan Al-Qur'an  itu berarti tanggungan  kita berat  jika  tidak  menggunakannya? lalu  bagaimana  kalo  kita  ingin menjadikannya  sebagai kenangan dan di berikan ke anak cucu  kita nantinya
Jawab
Nda apa apa. Itu termasuk harta istri suami tidak boleh ikut campur sedikitpun

12. Pak misal ada akhwat bisa dikatakan umurnya sudah pas untuk menikah sekitar 25 tahun tapi masih ragu antara pengen mondok/nikah sebaiknya dalam sekitar umur tersebut dahulukan yang mana pak, mondok /menikah?
Jawab
Mondoknya berapa lama? Kalau terlalu lama, mendingan menikah saja dulu yaaa

Tanggapan
Masalahnya pihak orangtuanya menginginkan anaknya segera menikah pak, tapi akhwatnya ingin mondok kalo berapa lamanya mungkin masa percobaan 1-2th. Kalo si akhwat menolak keinginan orangtuanya apakah berdosa pak?
Jawab
Percobaan 2 tahun = 27 tahun. Sudah cukup telat sih menikah. Tingkat urgensi dari kita dan orang tua pasti berbeda. Bisa saja orang tua mau melihat anaknya dalam kebahagiaan menikah dan mengidamkan seorang cucu atau apalah keinginannnya. Dari segi usia juga sudah cukup bagi wanitanya.
Solusi  →  Menikah sama anak dari pemimpin pondok. Thats good idea. Duduk saja bicara empat mata dengan orang tua yaa. Lihat dari sisi urgenitasnya. Jadi nanti akan kelihatan mana putusan yang akan diambil. Saya khawatir jika terlalu lama menikah terlalu kecil peluangnyaa. Menikah juga salah satu cara untuk mempelajari islam secara utuh, karena 1/2 agama islam ada disana.

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT