Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , » Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam

Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, December 11, 2014

Rekapan Kajian grup Ha Nanda
Hari/Tanggal: Rabu/ 10 Desember 2014
Narasumber: Ust. Herman
Tema : fiqh munakahat
grup: 103 &104
Notulen:
103: aisyah
104: wirdatul
Editor : Ira Wahyudiyanti

Assalamu'alaykum akhawat fillah yg dimuliakan Allah.

Berikut materi hari ini.

Hak dan Kewajiban Suami Istri dalam Islam

Masing-masing suami-istri mempunyai hak atas yang lainnya. Hal ini berarti, bila istri mempunyai hak dari suaminya, maka suami mempunyai kewajiban atas istrinya. Demikian juga sebaliknya suami mempunyai hak istrinya, dan istrinya mempunyai kewajiban atas suaminya. Hak tidak dapat dipenuhi apabila tidak ada yang menunaikan kewajiban

Dalam al-Qur' an Allah berfirman:

"Dan para wanita mempunyai hak seimbang dengan kewajibannya cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada istrinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. " (Al-Baqarah.228)

Suami sebagai kepala keluarga mempunyai kelebihan dari istrinya sebagai pemimpin rumah tangga dan masing-masing membangun tugas yang berbeda-beda membangun rumah tangganya itu, di samping ada yang sama pula.

I. Hak bersama suami-istri yaitu:

1.       Saling memegang amanah di antam kedua suami-istri dan tidak boleh saling menghianati. Sebenarnya sebelum akad nikahpun masalah amanah ini sudah mulai ditanamkan. apalagi sesudah resmi membangun rumah tangga.Sekiranya salah seorang suanii-istri tidak amanah, maka akan terjadi kegoncangan dalam suatu rumah tangga dan biasanya akan bermuara kepada perceraian.

2.       Saling mengikat (menjalin) kasih sayang sumpah setia sehidup semati. Tanpa kasih sayang, rumah tangga tidak ceria. Tidak ada artinya rumah tangga yang tidak dilandasi oleh kasih sayang. Sebelum menikah seolah-olah dunia ini hanya kepunyaan berdua saja. Ikrar ucapan sehidup semati meluncur lancar dari mulut masing-masing. Namun, setelah menikah lama-kelamaan kelihatan sifat yang asli masing-masing. Tidak jarang, dalam beberapa tahun saja sudah mencari jalan masing-masing yang berakhir dengan perceraian. Contohnya, dapat dilihat dalam masyarakat, terutama pada anggota masyarakat yang menganggap dirinya anak zaman modern. Berganti pasangan dianggap soal biasa. Orang Islam adakalanya kurang menyadari, bahwa,perceraian dalam Islam memang diperbolehkan tetapi sangat dibenci oleh Allah. Suatu rumah tangga yang dibina dengan kasih sayang, rumah yang sempit pun terasa luas. Berbeda suatu rumah tangga yang dibina dengan kebencian rumah yang besar pun terasa semipit seolah-olah berada di neraka Hendaknya masing-masing suami-istri  memahami firman Allah:

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya, ialah Dia; menciptakan untuk istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi  kaum yang berpikir.” (ar-Rum: 21)

3.       Bergaul dengan baik antara suami-istri. Pergaulan yang baik akan terwujud dalam waktu rumah tangga, sekiranya masing-masing suami-istri dapat memahami sifat masing-masing pasangannya, kesenangannya dan kegemarannya. Dengan demikian masing-masing dapat menyesuaikan diri dengan sendirinya keharmonisan hidup berumah tangga tetap dapat dipelihara. Tutur kata yang lemah lembut, senyum mengulum dan muka manis pasti akan menyentuh perasaan pasangan hidupnya.

Pergaulan yang tidak baik dalam suatu rumah tangga akan berakibat tidak baik pula bagi anak-anak, keluarga dan lingkungan tempat tinggal. Apalagi suami atau istri membuka aib rumah tangganya kepada orang lain, termasuk tetangga. Bila tidak mengikuti ketentuan agama Islam, berarti suatu perkawinan terjadi karena dorongan (kebutuhan) biologis semata-mata.

Memang benturan-benturan kecil tetap ada saja terjadi dalam suatu rumah tangga. Namun, apabila masing-masing pihak menyadarinya dari tujuan suatu perkawinan, tentu gejolak hati yang sedang membara segera dapat dipadamkan. salah satu suami-istri marah, maka jangan disambut dengan marah pula. usahakan mengendalikan diri dan kalau mungkin, dapat menyadarkannya.

II. Hak Istri Atas Suami

a. Bergaul dengan istri dengan baik (patut)

Dalam hidup berumah tangga hal yang harus diperhatikan seorang suami. Istri memerlukan  hidup untuk makan, pakaian dan tempat tinggal, di samping keperluan- keperluan lainnya. Namun, hendaknya, bahwa tuntutan hak atas disesuaikan dengan kemampuan suami. Mengenai hal ini diperintahkan oleh Allah. sebagaimana frrman-N ya

"Dan bergaullah dengan mereka (istri) dengan secara patut... " (an-Nisa': 19)

Dalam masyarakat masih ada terdapat seorang suami yang menelantarkan istrinya, tidak diberinya nafkah lahir dan batin. Si istri ibarat "digantung tidak bertali", demikian kata pepatah. Lebih berat lagi beban si istri, bila dia mempunyai anak yang harus dipenuhi segala keperluan hidupnya.

b. Mendidik istri taat beragama

Mendidik istri beragama adalah tanggung jawab suami. Bila tidak mampu mendidiknya sendiri disebabkan tidak punya ilmu atau tidak punya kesempatan, maka sarankan istri menghadiri majlis taklim, atau mendatangkan guru ke rumah.

Allah memerintahkan agar istri (keluarga) benar-benar dilindungi dan diayomi, jangan sampai jatuh ke jurang kesesatan dan menjadi penghuni neraka, sebagaimana firman Allah:

"Hai orang-orang yang beriman jagalah (peliharalah) dirimu keluargamu dari api neraka...”(At Tahriim: 6)

Suami harus senantiasa mengingatkan istrinya dalam beribadah, mungkin karena lupa atau melalaikannya.



c. Mendidik istri sopan santun

Seorang suami hendaknya diperhatikan perilaku istrinya, supaya berlaku sopan santun terutama pergaulan sehari-hari, baik dalam rumah tangga dan anggota masyarakat Sebagai pendidik suami harus memperlihatkan sikapnya yang balk dicontoh oleh istrinya. Sebab, bagaimana mungkin seorang suami dapat mendidik istrinya sedangkan dia sendiri berlaku sopan santun dalam pergaulan sehari-hari. Sedangkan suami tahu betul kedudukannya dalam rumah tangga sebagai pemimpin keluarga(istri), sebagaimana firman Allah

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin  kaum wanita... " (an- Nisa' : 34)

Sabda Rasulullah:

"... Seorang laki-laki itu menjadi pemimpin bagi keluarganya dan dia akan bertanggung jawab atas pimpinannya... " (HR. Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi)

d. Suami dilarang membuka rahasia istrinya

Seorang suami berkewajiban menjaga nama baik istrinya. Tidak boleh menceritakan kepada orang lain aib dan kekurangan istrinya. Harus disadari, bahwa membeberkan aib keluarga (istri), sama saja dengan membeberkan aib diri sendiri dalam suatu keluarga. Sama saja halnya dengan "menepuk air didulang, akan kena kemuka sendiri". Malahan, seorang suami pantas dipersalahkan, karena tidak mampu mendidik istrinya, atau sebelum dia berkeluarga telah gegabah memilih calon istri yang tidak kuat agamanya.

Seorang suami akan hilang harga diri dan turun martabatnya, sekiranya sempat membeberkan kekurangan istrinya kepada orang lain, apalagi melalui media massa (surat kabar majalah) dan media elektronik yang sering kita lihat pada saat ini.

III. Hak Suami Atas Istri

Hak suami atas istrinya yang terpenting diantaranya:

a. Mematuhi Suami

Seorang istri hams mematuhi suamin selama suaminya tidak mengajak berbuat maksiat, seperti berjudi, menjadi germo, mencuri, menjual obat-obat terlarang dan lain-lainnya yang dilarang oleh agama. Malahan si istri harus berusaha mencegah suaminya supaya tidak melakukan perbuatan maksiat itu Sekurang-kurangnya tidak mengikuti perintah suaminya itu.

b. Menjaga nama baik suami

Nama baik suami harus dijaga oleh istri,jangan sampai membeberkan aib atau kekurangan suaminya kepada orang lain, sebagaimana hak istri atas suaminya sebagaimana telah dijelaskan di atas.

Seorang istri harus menjaga harta suaminya, mengurus dan mendidik anaknya dan semua yang berhubungan dengan rumah tangga. Sebagaimana suami, istri pun harus bertanggung jawab atas pimpinannya, tidak hanya kepada suaminya saja, tetapi juga kepada Allah.c Dalam segala kegiatan mendapat izin suami

Seorang istri, harus mendapat izin dari suaminya baik rnengadakan kegiatan, terutama kegiatan di luar rumah tangga, seperti bepergian, termasuk menghadiri majlis taklim. Bila kegiatan itu sesuai dengan tuntunan agama, barang kali tidak ada suami yang berkeberatan.

d. Menjagadiri

Bila suami bepergian, baik jauh maupun dekat, maka istri harus dapat menjaga diri, supaya tidak timbul fitnah, seperti menerima tamu yang bukan muhrimnya, terutama bila tamu itu bermaIam. Si istri tentu dapat melihat situasi rumah tangganya itu, apakah dia sendirian atau ada keluarga lainnya, diperkirakan tidak menimbulkan fitnah Kekhawatiran itu biasanya timbul bila suaminya pergi merantau jauh memakan waktu lama, ditambah lagi bagi istri yang tidak kuat agamanya.

Semoga kita semua bisa menjadi suami yang dapat menjalankan kewajiban dengan sebaik-baiknya.aamiin
💐💐💐💐💐💐💐💐
Rekapan pertanyaan grup 103

Rekap pertanyaan sesi 1:

1. Ustadz lalu bagaimana jika ada pasutri namun suaminya itu msih minim agama sementara sang istrinya itu trs berusaha menjadi lbh baik aktif dlm ta'lim tapi bagaimana jika sang istri semangat dakwahnya menurun sementara sang suami msih minim ilmu agama

Jawab :
Ketika menikah maka sebaiknya dicek kualitas agama calon. Bila menyadari suami kualitas agama kurang maka dari awal memang siap utk menjadikan suami lahan dakwah. Tdk berharap banyak agar suami menjadi imam yg baik dalam waktu dekat. Smg istri tersebut terus bersemangat utk mendakwahi suaminya shg siap menjadi imam yg baik


2. Ustadz, kl istri keluar rumah harus seizin suami.. Kl ada kasus suami ga ngizinin pdhl kegiatan tsb menyangkut kepentingan org bnyak gmn ya? suami tdk punya alasan syari namun bersikeras melarang.. Apa yg sebaiknya dilakukan.. Dan ini pun bukan pertama kali terjadi..

Jawab : istri memang wajib meminta ijin ke suami tetapi suami dilarang tdk mengijinkan bila tujuannya adalah kebaikan khususnya tentang islam. Bila suami tetap melarang maka diajak bicara yg baik, dijelaskan dg bijak kalau perlu diajak bareng hadir.

3. Gimana jg bisakah suami yg sifatnya keras kepala maaf suka mukul jg bisakah dia brubah ustadz ?? Ga mukul dan keras kepala lg

Jawab :
Manusia bisa berubah bila Allah berkehendak dan bila dia juga ingin berubah. Seperti kisah Umar bin Khattab, sebelum masuk islam dia adalah orang yg sangat keras dan suka memukul bahkan kpd adik. Tetapi setelah masuk islam maka hal tsb hilang, bahkan ketika istrinya marah mk Umar hamya diam. Beliau berubah krn ajaran islam merubahnya.

4. Ustadz, bolehkan seorang istri meminta suaminya berpoligami dg alasan dirinya tdk bisa memberi nafkah bathin kpd suaminya?

Jawab : istri boleh menyarankan suami poligami asalkan suami mampu lahir batin. Kalau dia tidak mampu maka jangan dipaksa karena akan menjadi dosa.

5. Pa ustad bagiman dg istri yg suka menebar aib suaminya dkarenkan suaminya tdk pernah menafkahi scr materi,dan menanam kebencian kpd anaknya

Jawab ; suami dan istri seperti ini tidak termasuk yg baik shg harus memahami bagaimana menjadi suami dan istri yg baik, jangan melibatkan anak krn berdampak panjang utk masa depannya


6. Ustadz salah tidak jika ada suami takut istri hehehe disini itu maksudnya suaminya itu sangat menghormati perempuan dan sgt menyayangi ibunya jg walaupun istrinya cerewet dll tapi suaminya sabar bgt itu sang istri trmasuk keterlaluan ga yaa hehe sementara di jelaskan diatas suami adalah kepala rumah tangga

Jawab :
Suami tdk boleh takut ke istri krn hanya boleh takut krpada Allah. Saling menghotmati itu penting dalam rumah tangga sehingga terjadi keharmonisan. Istilah siami takut istri itu sangat tidak baik karena posisi suami adalah sbg pembina dlm rumah tangga. Kalau istri salaj maka dinasehato dg baik dan dilarang utk melakukan kekerasa dalam rumah tangga.

7. Blh nyambung pertanyaan mba win ga kalo takutnya krn penhasilan istri lebih besar bagaimana?

Jawab :
Penanggung jawab nafkah adalah suami, tp istri boleh bekerja asalkan tdk meninggalkan tugas utama sbg istri.

Bila seorang istri menjadi berani krn bekerja maka dia meninggalkan tugas utamanya dan suami harus membinanya dg baik.

Tanya:Ustadz.. apabila istri mempunyai hutang sementara suami tdk mengizinkan istri bekerja, apakah wajib bagi suami utk membayarkan hutang istrinya? Hutangnya adalah hutang istri dimasa dia msh lajang.

Jawab : hutang istri menjadi tanggung jawab suami. Tetapi istri harus ijin kpd suami ketika mau hutang.

9. Terus ada tips ga ustadz biar antara menantu dan mertua bisa harmonis sebaiknya ketika sudah menikah tinggal sendiri bareng suami apa ikut mertua?

Jawab :
Sebaiknya kalaunsudah menikah maka tinggal terpisah dari orang tua shg bisa mandiri walau sederhana. Shg orang tua tdk terlalu turut campur dalam masalah rimah tangga yg kadang menjadikan masalah.

Tetapi ketika terpaksa berkumpul dg orang tua maka dibutuhkan kesabaran yg luar biasa bila mengjadapi orang tua shg tdk terjadi masalah. Suami maupun istri harus bisa menempatkan orang tua pada posisinya yaitu menghormati sewajarnya dan tdk memasukan dalam masalah rumah tangga. Misal ada masalah maka tdk buru2 mengadu ke orang tua tp menyelesaikan berdua

10. Wah blh nebeng lagi ga pa ustad pertanyaan nyambung sama pertanyaan mba win kalo mertua yg suka ikut campur bagaiman ya?

Jawab :

Orang tua yg suka ikut campur tangan maka perlu sikap bijak dari anak yaitu memberikan pemahaman kpd orang tua bahwa dalam rumah tangganya biar mereka yg mengurus. Orang mhn doa dan nasehat bila diperlukan..

Tanya: Ustadz trkait jawaban dr prtanyaan no 1 bila suami ga mau berubah gimana ustadz dan pergaulannya dengan orang orang yg ga baik jg takut dapet pengaruh buruk ..lalu gimana jika suaminya bilang aku ini suamimu km sebagai istri hrs nurut suami bukan malah nyeramahin aq hiks mhon penjelasannya ustadz

Jawab : bila kondisi terus begitu maka istri boleh tdk taat dan tetap datang ke pengajian. Krn utk hal maksiat maka istri dilarang taat. Doakan terus smg suami dapat hidayah.

tanya: Apa bener, kata tmn saya istri ga wajib masak, krn dlm mazhab syafi'i, suamilah yg berkewajiban memberi makan istri, mksdnya memberikan mkanan yg suda siap dimakan        

Jawab : memasak adalah bagian dari pengandian istri kepada suami, spt yg dicontohkam para istri rosul dan sahabat maka mereka memasak makanan utk suami dan anak2nya

Tanya:Ustadz, kalo ada pernikahan seorang janda yang tidak direstui anaknya bagaimana ya? Apakah peenikahan ttp sah dilaksanakan atau tidak baik dilaksanakan?

 Jawab : anak tidak mempunyai hak utk melarang orang tua menikah, jadi silakan menikah asalkan calonnya sholeh

Tanya:Ustadz.. kalo istri ingin membantu perekonomian keluarga, sebaiknya pekerjaan yg dilakukan istri apa ya ustadz?

jawab: Sebaiknya pekerjaan dapat dilakukan di rumah ukh Elgidia atau pekerjaam yg tdk jauh dari rumah serta cepat pulang shg tetap hisa mengurus rumah dg baik.

Suami yg ketika pergi dan pulang disambut istri mempunyai kebahagiaan yang luar biasa

tanya: Pa ustad blh kah memberi bantuan scr diam2 dkarenkan salah satu pasangan kikir

jawab: Boleh ukh Lingga. Sambil terus dinasehati agar tidak memiliki sifat kikir

Tanya:Ustadz, saya pernah baca kalo beberapa ulama memperbolehkan dan juga melarang KB.
Kalo misal kasusnya seperti ini bagaimana ustadz: stlh pasutri mempunyai 1 orang anak, mereka melakukan KB selama 5 th. Ini dimaksudkan agar jarak kelahiran antara 1 anak dg yg lain terkontrol sehingga bisa maksimal ketika mengasuh, merawat dan mendidiknya. Apakah KB dg tujuan seperti itu diperbolehkan?

Jawab:KB dg tujuan mengatur boleh ukh, ini menurut pendapat syeikh yusuf qardhawi. Tp kalau bisa jangan 5 tahun. Cukup 2-3 tahun saja.

Tanya: Ustadz ana mau tanya, bgmna hkumnya seorg suami menyumpahi istrinya? Misal" saya bersumpah jk kamu melakukan keslhn lg maka km akan kuwalat

Jawab: Kuwalat dalam islam itu tdk ada, semua balasan kebaikan atau keburukan itu dari Allah.

Suami dan istri sebaiknua saling menasehati dg baik, dan berusaha menjadi baik agar tdk menimbulkan masalah

tanya:Sunnah nabi itu punya anak berapa orang ya ustadz? Adakah yang meriwayaan?

Jawab: Tdk ada riwayat yg menyebutkan jumlah anak berapa tetapi ada hadits yg menyatakan bahwa Rosulullah suka anak yg banyak.

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat” (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur)

Juga terdapat doa yg meminta anak yg banyak


.اَللَّهُمَّ أَكْشِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ وَبَارِكْ لَهُ فِيْمَا أَعْطيهَ

Ya Allah! Banyakanlah hartanya dan (banyakanlah) anaknya dan berkahilah apa yang engkau telah berikan kepadanya” (HR Bukhari Muslim

Tanya: Ustadz.. kalo misal ada suami yang mau membantu pekerjaan rumah istrinya diperbolehkan? Misal mencuci baju atau membersihkan rumah. Apakah istrinya tidak berdosa?

Jawab: Itu bagus dan tdk dosa ukh. Rosulullah juga mencontohkan hal itu seperti menjahit baju sendiri, menambal sepatu yg rusak dll.

Hal itu akan menjadi pahala berdua dan akan makin romantis sambil becanda2 berdua ketika nyuci, masak

tanya: Ustadz, apa pahalanya sama kl wanita kerja di luar utk bantu ekonomi keluarga dg wanita bekerja sbg ibu rumah tangga?

Jawab: Jauh sekali bedanya. Sbg ibu rumah tangga mendapat pahala wajib sedang kerja sifatnya mubah

Jawab: Bahkan bisa dosa bila meninggalkan kewajiban sbg istri. Misal dg kerja maka pulang malam shg tdk melayani suami, tdk mendidik dan memberikan kasih sayang kpd anak 💐💐💐💐💐💐💐💐
Rekapan pertanyaan Grup 104

Tanya: ustadz saya mau bertanya

Kalo seorang istri, suka chating sms dan sejwnisnya dengan laki" lain apa itu sama saja dia tidak menjaga dirinya ???

Jawab: Chatting dg pria yg bukan mahrom bila tujuannya hanya ngobrol maka dilarang tp kalau urusan penting dan secara singkat maka boleh. Misal masalah bisnis, masalah ilmu dll.

Tanya: ( pertanyaan titipan dri teman)

mereka menjalani hubungan rumah tangga selama kurang lebih 7 tahun...

sampai skrng saya belum dikarunia anak.. tpi itu tdk menjadi masalah untuk kami berdua.. karena saya yakin allah akan memberikan anak disaat yg tepat..

yag jadinmasalahnya saat ini suami saya sudag jarng melakukan komunikasi yg aktif seperti dulu, sudah hampir 2 bulan kami tdk pernah salin berbicara. setiap sya aja berbicara dia menimpali dengan bahasa kasar, jarng pulang kerumah, dan lebih banyak waktunya di kampus..

suami sya seorang dosen di salah satu universitas negri..

ini sudah masuk 1 tahun dia tdk memberikan nafkah batin...

sempat saya mengadubke orng tua dan kami mengadakan pertemuan keluarga.. namun hasilnya sama saja bukannya berubah menjadi baik malah menjadi2 lebih parah

skrng pa yg harus sya lakukan tadz dan bgmana hukumnya dlam islam

Jawab: Untuk kondisi teman anti, ikut mendoakan semoga diberikan keturunan dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Utk kasus ini masih perlu pendalaman ya, tdk punya memang beban berat tp biasanya tdk membawa dampak tdk melakukan hububgan suami istri. Perlu digali masalahnya, apakah terjadi penurunan gairah shg suami sulit utk bergairah dll.

Coba istri bersikap lebih romantis dengan suka memijat suami ketika pulang, menyediakan minuman makanan yg disuka dll.

tanya : Bgmn mnrt pandangan ustd ketika kita d minta menjelaskan kriteria calon yg kita inginkan pd saat ta'aruf. Kalau kita dr segi agama kita pas2an, bolehkan kita mengiginkan yg lebih. Ataukah kita harus mengukur sesuai dg kedar pemahaman kita?


Jawab: Ditulis mempunya pemahaman islam yg baik maka boleh sambil anti mempersiapkan diri dg mempelajari islam lebih baik.lagi

tanya: Ustadz, orang tua kan pasti ingin anak perempuannya nanti ga kesusahan
Nah, apa pekerjaan si pria jg harus dipertimbangkan ?

Misal ada 2 pilihan
Si A bekerja biasa saja
Si B bisa dibilang lebih baik
Agamanya bisa dibilang standar

Apa boleh pilih yg B ?

Ustadz, kalo misal gadis menikah dengan duda beranak 1
Bagaimana cara kita mendidik anaknya
Apa ikuti pola asuh sebelumnya atau pakai cara kita
Trs pasti kan perhatian suami lebih utama ke anaknya dlu
Kalo misal hati kita ada sedikit cemburu apa itu menjadi dosa seorang istri ??


jawab: sebaiknya dipilih yg paling baik agamanya ya. Masakah rizqi insya Allah menyusul. Krn kehidupan bisa naik dan turun.

Cara mendidik anak tiri maka dibicarakan dg baik bersama suami, tentu caranya dg pendidikan yg islami.

Perhatian anak dan istri itukan hal yg berbeda ya. Kalau dg anak hanya kasih sayang dan kalau ke istri kasih sayang plus. Asalkan bisa saling menempatkan diri maka insya Allah tdk ada yg dicemburui. Kalau ada hal yg kurang berkenan maka dibicarakan dg baik

Tanya: ust ttg sholat istikhoroh...sya srg dsarankan olh org utk shlt tsb...tpi bknx itu utk lo da ada plhanx. sdgkn skrg lum ada plhan..trus ada jg yg suruh sholat hajat...jd kira2 yg pas sya lakukn yg mna

Jawab : sholat istikharah betul ketika sudah ada calonnya.

Kalau belum ada maka perbanyak tahajud, doa, shadaqah dan ibadah lain agar jodohnya datang


Tanya: Ustad.. Misalnya kita punya teman, tetapi sudah mnjadi sahabat kita, lalu dia pernah berkata dan berjanji, kelak dia sudah berkecukupan dan mapan, akan melamar kita, lalu di tengah jalan, ternyata ada ikhwan yg lainnya yg duluan melamar, itu termasuk ingkar janji tidak ustad?
Syukran jawabannya 😊

jawab: Sebaiknya dibatalkan dulu janji tsb ke ikhwan sebelumnya agar tdk menimbulkan masalah


Tanya: Pertanyaan titipan dri teman

Apa ada hukumnya kalo kita menikah dengan janda/duda
Atau harus gadis dengan perjaka dan duda dengan janda ?

Jawab : menikah dg janda atau duda boleh tetapi bila masih gadis/perjaka maka sebaiknya menikah dg gadis/perjaka juga.

Tanya: ustad.. tapi kalo dalam hukum agama itu sudah masuk talak tdk ustad..??? sepemahaman sya tadz kalo 3 bulan tdk diberi nafkah lahir dan batin artinya sudah jatuh talak...

afwan ustadz.. kalo ilmu saya salah😅😅😅😅😅😅

Jawab: tdk ada pembatasan dalam islam berapa lama tdk menafkahi. 1 hari tdk menafkahi saja dosa apalagi 3 tahun. Istri boleh bersabar atau meminta cerai bila suami 3 tahun tdk menafkahi.

Tanya: Titipan lagi

 Sy pernah denger low kerjaan rumah tu sebener'y tugas suami v lantaran istri musti nurut ma suami jd musti istri yg ngerjain.. bener ga kyk gtu..? Pokona mh mslh melayani lahiriah gto.. tu th tugas siapa..?

Jawab : Tugas rumah tangga adalah tugas bersama. Ketika suami bekerja di luar maka istri yg melakukan atau bila suami mampu maka disunahkan mencari orang yg bisa membantu. Fatimah putri Rosulullah dulu biasa menumbuk gandum utk membuat makanan sampai tangannya lecet.

Tanya: Satu lagi ustadz titipan kawan saya

Arti ikhlas dan pasrah terhadap takdir itu apa
Apakah diam itu termasuk pasrah ?

Jawab : ikhlas terhadap takdir adalah selalu prasangka baik kpd Allah apapun yg terjadi, tdk menyalahkan Allah atau siapapun kemudian bersemangat utk merubah menjadi lebih baik lagi.

Tanya: Titipan pertnyaan lg

boleh tidak ustadz klu kita sering dgn kaka membicarakan masalah rumah tangga dan menceritakan tentang perangai suami

Jawab :Istri dan suami wajib menjaga rahasia masing2. Boleh bila terpaksa bercerita adalah dg niat utk mencari solusi.

Tanya: Ada lagi ustadz

 Maaf menyinggung soal sebaiknya gadis menikah dengan jejaka itu aturanya dri mana?sedangkan jodoh itu d tangan Allah..mungkin kita bisa memilih tpi kehendakNya lah yg menentukan
Terus soal menikahi ga ada aturanya jejaka mesti ke gadis terus gadis mesti ke jejaka..knp? Karna jodoh itu d tangan Allah..sedangkan Nabi aja menikahi janda dulu

jawab:Diatas ada haditsnya bu, silakan dicek diartikel ya 😊

Dibaca lagi artikelnya diatas yg ukh Lia. Ibtu hadits rosul. Tdk dilarang menikahi janda ...😊

Tanya: Ustadz, boleh tanya lagi kah ?
Tp sedikit diluar bahasan hari ini

Tentang ta'aruf ustadz
Sebenarnya ta'aruf yg benar itu seperti apa ?

Jawab:Ta'aruf itu hanya mengenal dan mengetahui hal2 yg penting dari calon kita saja bu, misal nama, orang tua, visi misi dlm kehidupan, kualitas agamanya.

Cukup bbrp hari saja utk ta'aruf dan tdk boleh dilakukan hanya berdua saja

Tanya: ust mau tanya..
Bagai mana menyikapi orang yang selalu bertanya kapan nikah???sedangkan pendamping saja belum ada😔😔😔

jawab: Hehe iya ukh sampaikan mhn doa dan carikan calonnya 😊


kita tutup yah

Mari kita tutup dg membaca Doa Kafaratul Majelis :

Bissmillahirrahmanirrahim...
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Aamiin ya rabbal alamiin

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment