JUAL BELI YANG DILARANG

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 9, 2014

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala (Link Nanda)

Hari / Tanggal : Senin, 08 Desember 2014 / 15 Shafar 1436
Narasumber : Ustadz Syaiqul Muqorrobin
Materi : Fiqh Muamalah
Notulen : Peni Sapta
Editor : Ana Trienta


Dalam fikih muamalah, selain pokok-pokok larangan berupa riba, gharar (ketidakjelasan), dan maysir (peruntungan), terdapat juga bentuk-bentuk jual beli terlarang yang dibahas secara khusus oleh para ulama.

Kita akan membahasnya mulai yang mungkin terjadi di dekat kita sebagai berikut.

1. Jual beli anak kecil
Ulama fiqih sepakat tentang tidak sah-nya jual beli orang gila dan orang mabuk. Namun terkait anak kecil, ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama membatasi bahwa sah-nya jual beli hanya bagi mukallaf (baligh). Ini adalah pendapat Syafi'iyyah.

Adapun sebagian ulama lain membolehkan, jika anak sudah mumayyiz. Yang dimaksud mumayyiz adalah mampu menalar benar-salah, baik-buruk. Namun sebagian ulama tetap mensyaratkan izin walinya dalam jual beli tersebut.


2. Jual beli saat adzan Jumat

Pelarangan akan hal ini telah dengan jelas disebutkan di dalam Al Quran,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (Al Jumu'ah: 9)

Namun ulama membatasi larangan ini pada jual beli antar sesama lelaki mukim (orang yang wajib sholat Jumat). Adapun wanita/lelaki musafir, maka hukumnya makruh jika berjual beli dengan lelaki mukim. Dan jika wanita/lelaki musafir berjual beli antar sesama mereka, maka hukumnya mubah. Larangan ini bermula ketika adzan khotib naik mimbar mulai dikumandangkan. Termasuk juga tidak sah jika seseorang memesan kepada tukang gado-gado misalnya, untuk dibuatkan 1 bungkus gado-gado yang akan dia ambil nanti sepulang sholat Jumat, sedangkan gara-gara pesanan itu, tukang gado-gado jadi telat/tidak sholat Jumat.

3. Jual beli di masjid
Jika kamu melihat orang yang menjual atau membeli di dalam masjid, maka katakanlah ‘Allah tidak menguntungkan perdaganganmu’. Dan jika kamu melihat orang yang mencari barang hilang di dalam masjid, maka katakanlah ‘Allah tidak mengembalikan kepadamu’. [HR Tirmidzi]
Ulama berbeda pendapat tentang sampai mana batasan masjid. Apakah halaman parkir yang masih di dalam pagar masjid termasuk di dalamnya? Atau hanya bagian utama masjid yang dibatasi oleh dinding? Allahu a'lam, menurut pendapat kami yang terkuat adalah, larangan ini mencakup sampai ar-rahbah. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri, Zurarah bin Abi Aufa, Asy-Syafi’i, Imam Al-Bukhari, dan dikuatkan oleh Al-Hafizh dalam Fathul Bari.

Dalam konteks masjid modern, ar-rahbah dapat dimaknai sebagai serambi di sekitar ruang utama masjid yang masih satu tegel/lantai dan satu atap. Karena itu, tempat parkir dan lain-lain yang tidak termasuk ar-rahbah, walaupun masih dalam pagar masjid, tidak termasuk daerah yang dilarang. Sebagian ulama juga memberikan kelonggaran jual beli di masjid, jika jual beli tersebut terkait dengan kitab-kitab yang dikaji oleh guru-guru mereka dalam pengajian di dalam masjid. Hal ini untuk memudahkan para penuntut ilmu. Dibatasi hanya pada kitab-kitab yang dibahas, tidak berlaku bagi kitab-kitab selain itu.

4. Jual beli barang-barang haram
Ulama telah sepakat tentang terlarangnya jual beli yang yang diharamkan syariat; rokok, minuman keras, babi, berhala, anjing untuk hobi dsb. Dasar pelarangan ini adalah hadits:
"Sesungguhnya Allah mengharamkan menjual khamr, bangkai, babi, dan berhala-berhala"(HR. Bukhari) 
"Sesungguhnya Allah melaknat khamr, pemerasnya, yang minta diperaskan, penjualnya, pembelinya, peminum, pemakan hasil penjualannya, pembawanya, orang yang minta dibawakan serta penuangnya." [HR Tirmidzi dan Ibnu Majah]

5. Jual beli barang yang akan digunakan untuk perbuatan haram

Di antara yang termasuk pelarangan ini adalah menjual anggur kepada pembeli yang diketahui dengan pasti bahwa ia menggunakannya untuk membuat minuman keras. Atau menjual senjata kepada pihak yang diketahui akan melakukan kezhaliman dengan senjata itu (merampok, memerangi kaum muslimin, dll). Dalilnya adalah surat al-Maidah ayat 2:

وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"...dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." 

Larangan ini berlaku jika maksud pembelinya diketahui dengan jelas (ia akan berbuat maksiat dengan barang itu). Jika tidak, atau masih samar, maka kembali ke hukum halalnya jual beli.

6. Jual beli dengan pembeli yang berpenghasilan dari harta haram

Larangan ini berlaku bila penjual mengetahui dengan pasti bahwa pembelinya adalah orang yang sumber hartanya 100% dari perbuatan haram (contoh: pelacur yang tidak bekerja lain, kecuali melacur, dukun yang tidak bekerja lain, kecuali menjadi dukun).
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sungguh melarang dari upah jual beli anjing, upah pelacur dan upah tukang ramal." (HR. Bukhari)
Bagaimana dengan warung di komplek pelacuran? Jika pemilik warung tidak dapat memisahkan pembelinya antara yang boleh dan tidak boleh, maka ini adalah syubhat berat, wajib dihindari.

7. Jual beli barang curian
Hukumnya haram, karena termasuk barang haram. Jika pembeli tidak mengetahuinya saat jual beli, maka wajib baginya untuk meminta kembali uangnya kepada penjual dan mengembalikan barang kepada pemiliknya (jika mampu). Jika tidak mampu, maka ia tidak boleh memanfaatkan barang tersebut.

8. Jual beli barang yang sedang diperjualbelikan dengan orang lain
"(Seorang) mukmin itu saudara bagi mukmin lainnya. Oleh karena itu tidak halal bagi seorang mukmin membeli atas pembelian saudaranya dan tidak pula meminang atas pinangan saudaranya hingga dia meninggalkannya."

Contoh: A sedang tawar menawar barang kepada B seharga 100 ribu. Lalu datang C mengatakan, saya akan membelinya seharga 120 rb. Ini tidak boleh. Adapun jual beli lelang, hal tersebut diperbolehkan. Dalam fiqh, hal ini disebut muzayadah dan biasa dipraktekkan para sahabat. Hukumnya boleh, karena sejak awal penjual menawarkan kepada pasar secara terbuka (bukan kepada seorang saja).

9. Jual beli utang dengan utang
"Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhu bahwasanya Nabi shallallahu 'alayhi wasallam melarang jual beli utang dengan utang." (HR. al Bayhaqi)
Maksudnya adalah menjual barang terutang yang belum terbayar dengan cara kredit. Ulama menyebutnya al-kali' bil kali'. Syaikh Abdullah ibnu Mani' menyebutkan banyak tipe dalam jual beli jenis ini, dan yang terlarang adalah yang mengandung gharar (ketidakjelasan) dan riba (termasuk bunga bank, dsb).


10. Dua Jual beli dalam satu jual beli
Dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan;
"Nabi shallallahu 'alayhi wasallam melarang dua jual beli dalam satu jual beli"
Perkara ini memiliki beberapa variasi sebagaimana para ulama telah menyebutkannya. Yaitu;

a. Fulan menjual rumah kepada Ujang dengan harga A, sekaligus membeli mobil dari Ujang dengan harga B.

b. Fulan menjual barang A dengan harga 100 secara kredit selama setahun, dengan syarat akan membelinya lagi setelah setahun dengan harga 80 secara tunai. Ini disebut juga bay' al-inah.

c. Fulan menjual barang B dengan harga 100 bila tunai, 120 bila kredit, namun ketika akad, tidak disebutkan harga mana yang dipakai.

Sebagian ulama juga memaknai larangan ini sebagai larangan jual beli yang mana 2 jenis barang (halal dan haram) dicampur jadi satu. Contoh: Jual permata dan bir sebagai 1 paket, dengan 1 harga.

Demikian sekilas tentang jual beli yang dilarang. Masih ada jenis jual beli lain yang bisa dimasukkan dalam kategori ini. Namun pada dasarnya adalah segala yang mengandung kezhaliman dan tolong menolong dalam keburukan, hukumnya terlarang.
Wallahu a'lam bish showab
Maraji':
Ensiklopedi Fiqh Muamalah
Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq
Fiqih Sehari-hari, Saleh al Fauzan dan berbagai sumber

TANYA JAWAB
1. Bagaimana jika hendak membayar hutang, apakah juga dilarang transaksi hutang piutang di dalam masjid?
Jawab:
Boleh membayar utang di masjid. tidak ada dalil yang melarang hal ini.

2. Mengenai hadist “dan jika kamu melihat orang yang mencari barang hilang di dalam masjid maka katakanlah Allah mengembalikan kepada mu”. Itu penjelasannya bagaimana?
Jawab:
Di hadits disebutkan "Allah tidak mengembalikan padamu", maksudnya. Semoga Allah membiarkan barang mu tetap hilang tidak ketemu. hadits ini adalah dalil larangan mencari barang hilang di masjid

3. Bagaimana dengan sistem over kredit? misalnya si A kredit rumah tapi belum lunas terus dijual ke B dengan harga xxx dan meneruskan cicilan?
Jawab:
Over kredit yang biasa ada pada bank konvensional hukumnya haram, karena mengandung riba yang termasuk dosa besar.

4. Jual beli rokok haram ya? Terus kenapa malah industri rokok tumbuh subur di Indonesia? Gimana dengan para peneliti tanaman tembakau (balai penelitian tembakau dan tanaman serat dari kementan) yang notabene adalah muasal rokok? Apa pekerjaanya haram?
Jawab:
Segala yang merusak tubuh itu haram, berdasarkan dalil quran. Di zaman ini, rasanya tidak ada ahli medis yang mengatakan bahwa rokok tidak merusak tubuh. Jual beli barang haram, maka hukumnya haram. Adapun peneliti tembakau, apalagi di Kementan, mereka orang netral, tidak ada sangkut pautnya dengan jual beli rokok.wallahu a'lam

5. Assalammualaikum saya mau bertanya, kalo adopsi anak tapi si orang tua yang mengadopsi memberi imbalan kepada panti asuhan itu bagaimna?? Apakah itu juga termasuk jual beli anak?? Terimakasih
Jawab:
Waalaykumussalam wrwb, kembali pada akadnya, jika akadnya jual beli, maka haram, jika akadnya sedekah untuk membantu keberlangsungan panti asuhan, maka boleh. wallahu a'lam

6. Jual beli tapi kredit gimana? Kalau mengambil keuntungan lebih dari kredit itu tadi apa termasuk riba?
Jawab:
Jual beli kredit halal. asal saat transaksi sudah dipastikan harganya, dan harga tidak boleh berubah selama masa kredit, walaupun pembeli telat bayar.

7. Kalo perkara pinjam uang di bank itu gimana ustaz, itu hukumnya gimana? Apa itu bukan jual beli uang dengan uang?
Jawab:
pinjam ya pinjam, bukan jual beli. jika yang dimaksud adalah pinjam uang ke bank konvensional lalu harus mengembalikan ditambah bunga ini riba, termasuk dosa besar.

8. Jaman sekarang anak-anakkan sudah pada pinter tuh. Nah keponakan saya mulai saya ajarin jualan aplikasi dan jual pulsa (PayTren) Maksudnya biar sedari kecil bisa jadi pengusaha. Sekarang dia baru kelas 6 dan 4 SD, Gimana tuh?
Jawab:
Seperti dijelaskan di materi, ada perbedaan di kalangan ulama tentang boleh tidaknya anak yang belum baligh (tapi sudah mumayyiz) berjual beli. makna mumayyiz silahkan cek di materi.

9. Pa ustad mau tanya bagaimana orang berjualan misal minuman tapi airnya pake fasilitas kantor?
Jawab:
Bila seizin kantor, maka boleh bila tidak seizin kantor, maka tidak boleh

10. Ustadz. Point 6 dikatakan jual beli dengan pembeli yang berpenghasilan harta haram. Bagaimana jika kita yang menjual tidak tau hal tersebut? Apakah uang yang kita peroleh akan haram? Terus ustadz bagaimana cara kita memisahkan harta yang sudah tercampur dengan harta yang haram??
Jawab:
Sebagaimana dijelaskan di materi, haramnya hanya apabila kita tahu dengan pasti. kalau tidak tahu, tidak haram. kalo sudah terlanjur sedangkan kita tidak tahu sebelumnya. maka perbanyak istighfar dan sedekah. dan hindari jualan di daerah yang penghasilan penduduknya tercampur (warung di komplek pelacuran misalnya).

11. Ustadz bagaimana dengan sistem jual beli yang harganya di mark up menjadi 100% kenaikannya.. misalnya kita beli baju harganya 90.000 terus kita jualkan 180.000 (soalnya temen aku ada yang gitu tadz, dan saya yang selalu menemani dia belanja tadz.. itu hukumnya gimana) takut aneee berdosa membiarkan dia menjual diatas rata2 gitu.
Jawab:
Halal, tidak ada batasan keuntungan dalam jual beli, selama penjual dan pembeli saling rela, maka halal.

12. Assalamualaikum.. ustad ana mau Tanya, jika kita menjual barang rijekan dan tidak memberitahukan kepada si pembeli bagaimana itu hukumnya ustdz?
Jawab:
Tidak boleh. itu termasuk gharar (ketidakjelasan). Apalagi jika menutupi info tersebut demi memudahkan jual beli. hukumnya terlarang.

13. Maksudnya tidak boleh mencari barang hilang d mesjid? Misalnya dalam suatu majlis, saya ketinggalan barang saya di mesjid, lalu saya kembali untuk mencari barang saya tersebut, berarti tidak boleh?
Jawab:
Kalau mengambil barang yang ketinggalan itu bukan mencari barang hilang. Kalau ketinggalan, berarti kita menyadari pasti tempatnya (misal: di masjid tadi pas pengajian). Kalau hilang, kita tidak tahu di mana tempatnya. Kalaupun ingin mencari barang hilang di masjid, bisa tanya ke marbot yang biasa membereskan masjid, tapi tanyanya di luar masjid. dan hanya bertanya, tidak boleh menyuruh marbot mencarikan barang tersebut.

14. Afwan klo penjelasan no 10 saya belum paham . Oya syarat jual beli salah satu diantaranya barang harus di depan mata sebelum adanya akad jual beli..Nah.. gimana kalo dengan bisnis online??!(Kalo pandangan islam)
Jawab:
Syarat barang di hadapan mata bukanlah syarat wajib. Selama kondisi barang dapat dijelaskan dengan baik, maka jual belinya sah.

15. Izin bertanya ustadz, kalo kita belanja di pasar, misal beli ayam entah potongnya sesuai syar'i apa tidak, bumbu-bumbu jadi entah dicampuri bahan-bahan halal apa tidak, beli makanan di rumah makan, bahan-bahannya apa aja kita kan tidak tahu. Itu hukumnya apa ustadz?
Jawab:
Jual beli dengan muslim hukum asalnya adalah husnuzhon. Jika ia menjual ayam potong, maka asumsinya dipotong sesuai syariah, kecuali ada keterangan pasti, kalo tukang ayam Fulan, tidak memotong sesuai syariah. Demikian juga dengan masakan. Secara umum halal, jika masakannya adalah umum diketahui memakai bahan-bahan halal. seperti kita bertamu ke rumah kawan, lalu dihidangkan ayam goreng, maka tidak boleh bertanya kepadanya apakah halal atau tidak, sedangkan dia seorang muslim. Tapi jika yang menjualnya non muslim dan masakannya pun asing bagi kita, maka wajib menanyakannya, atau itu termasuk syubhat yang harus dihindari.

16. Bagaimana jika kita jualan di toko, terus ada seorang pelacur/dukun yang beli. Padahal kita sudah tau profesi mereka, apakah kita tidak boleh melayaninya ato seperti apa? Syukron katsir
Jawab:
Kalau sudah tahu, tidak boleh.

17. Kalo misalnya jual barang A 200rb di kredit kalo cash dapat diskon 20% misalnya itu gimana hukumnya?
Jawab:
Boleh. asal saat transaksi ditentukan mau pakai harga cash atau kredit

18. Assalamualaykum. Ustadz, saya mau bertanya : Terkait jual beli anak. Bagaimana hukumnya membeli anak untuk diadopsi?
Jawab
Adopsi boleh, jual beli anak tidak boleh. Kembalikan ke akadnya, tadi sudah dijelaskan di jawaban no.5 namun perhatikan, anak adopsi tetap statusnya non mahram, tidak mendapat hak warisan, dan seterusnya.

19. Assalamualaikum, saya ingin bertanya, dari materi di atas disebutkan bunga bank juga termasuk haram, sedangkan dalam berbisnis banyak yang mengajukan kredit ke bank untuk menambah modal bisnisnya nah itu bagaimana ya seharusnya? Dan yang mengerjakan dokumen"nya itu para karyawannya dan itu tuntutan kerja. Mohon penjelasannya, terimakasih..
Jawab:
Tidak boleh mengajukan pinjaman modal pada bank konvensional. Jika perlu bantuan modal, sebaiknya kerjasama dengan bank syariah. Jika perusahaan tempat kita bekerja sebenarnya usahanya halal, tapi mengurus pinjaman modalnya ke bank konvensional, maka karyawan yang membantu mengurus pinjaman tersebut terkena percikan dosanya. Sebaiknya minta pindah ke divisi lain, atau mencari pekerjaan di perusahaan yang memakai bank syariah. Allah Maha Pemberi Rizki.

20. Bagaimana hukumnya jual beli dengan sistem cod atau cash of delivery?
Jawab:
Jual beli COD (bayar di tempat), boleh, asal penjual dan pembeli rela.

21. Kalo misal pulang kuliah hari jum'at jam jum'atan gitu gimana ya Ustd? soalnya kan sopirnya laki-laki, tapi setelah jum'atan saya harus segera ngajar, apakah juga tidak sah? lalu saya harus bagaimana?
Jawab:
Jika sopirnya adalah muslim, maka hukumnya bagi ukhti adalah makruh. Jika non muslim, hukumnya mubah.

22. Jika menawarkan barang di dalam masjid namun transaksi jual beli di luar mesjid apa boleh?
Jawab:
Boleh, selama tidak menganggu peribadatan di masjid, dan tidak melalaikan.

23. Assalamu'alaikum ustadz mau tanya, kalo kalo jual beli online dan MLM itu gimana?
Jawab:
Jual beli online boleh selama spesifikasi dijelaskan dengan baik, barang benar dimiliki oleh penjual. MLM harus dilihat kasus per kasus, karena sistem di dalam MLM yang berbeda 1 dan lainnya. Selama tidak ada unsur ketidakjelasan dan gambling (money game seperti kasus MMM), maka kembali pada hukum asal muamalah, yaitu halal.

24. Jadi apotik yang jual kondom (maaf) gimana hukumnya? Kan mereka ga tau apa si pembeli menggunakanya untuk maksiat atau sesuai fungsinya?
Jawab:
Kalau tidak tahu, maka hukumnya halal, sebagaimana telah dijelaskan dalam materi.

25. Assalamu'alaikum ustadz, saya mau tanya, Di atas di sebutkan bahwa jika si A menjual barang kepada si B dengan harga 100 bila kontan dan 120 jika kredit namun dalam akad nya tidak di sebutkan, berarti jika misalnya dalam akad di sebutkan seperti yang sebutkan diatas, apakah di perbolehkan proses jual belinya?
Jawab:
Boleh jika saat transaksi ditentukan harga mana yang mau dipakai, setelah itu harganya tidak boleh berubah-ubah.

26. Terkait jual beli dalam satu jual beli. Ada contoh yang a. Itu contohnya seperti barter gak sih Tadz? Berarti gak boleh ya? Misal, Saya jual hp saya ke Ustadz. Tapi saya juga beli hp lain dari Ustadz. Tukeran model gitu jadinya. Tapi tetep ada hitung-hitungan harga. Jazakallah Ustadz.
Jawab:
Contoh a maksudnya mensyaratkan jual beli lain pada satu transaksi jual beli. Adapun barter, akadnya hanya 1 jual beli, seperti tukar tambah hukumnya boleh kecuali tukar tambah emas, perak, dan bahan makanan pokok (beras, kurma, gandum). Tukar tambah benda-benda tersebut dilarang oleh Nabi saw.

27. Ustadz, saya mau tanya tentang riba. Kalo kita menabung di bank kan ada bunga nya dan itu termasuk riba, tapi zaman sekarang kadang kita memang butuh bank untuk transfer dll. itu hukum nya gimana?
Jawab:
Walhamdulillah, sekarang ada bank syariah, maka pakailah bank syariah

28. Ustad. Aku kurang paham sama point no 9, jual beli utang dengan utang. Bagaimana hukumnya dengan orang yang punya hutang dengan menjaminkan barang? Misal, si A hutang sama B, 500.000 dengan jaminan dia kasih perhiasaannya untuk si B terus Karena A kasih perhiasaannya ke B, si A ga perlu bayar hutang lagi.
Jawab:
Jaminan dalam utang diperbolehkan. Akadnya adalah gadai (rahn).

29. Ustadz, gimana hukumnya membeli Ijazah palsu hanya demi dapet pekerjaan yang layak. Dan setelah di terima oleh perusahaan tersebut, apakah halal salary (gaji) tersebut?
Jawab:
Membeli ijazah palsu tidak halal. Mendapat gaji karena ijazah palsu juga tidak halal. Hendaklah pelakunya bertaubat, dan wajib menjelaskan ke perusahaan terkait ijazah palsunya. Jika perusahaan membolehkan, maka gajinya seterusnya menjadi halal. Adapun gaji sebelumnya wajib dikembalikan pada perusahaan, atau jika perusahaan rela, maka gaji yang sebelumnya dimaafkan. Ini seperti mendapatkan harta dari menipu. Maka selain bertaubat, pelakunya wajib mengembalikan harta tersebut ke pemiliknya, atau memohon kerelaan pemiliknya.

30. Mau nanya, ada masjid yang terdiri dari 2 lantai yang berbeda fungsinya, yang dipakai untuk sholat adalah lt.2 sedangkan lt.1 digunakan untuk acara. Nah apakah lt.1 ataupun teras lt.1 (masih 1 atap) itu termasuk tempat yang dilarang untuk berjualan?
Jawab:
Seperti telah disebutkan, hal tersebut ada perbedaan di antara ulama, di antara pendapat yang membolehkan alasannya adalah sudah beda lantai, meskipun 1 atap, dan niat dibangunnya sudah berbeda, terpisah dengan masjid.

31. Assalamualaikum ustadz, irin mau tanya. Dipembahasan diatas dibilang jual beli saat adzan jumat kan dilarang, kalau untuk lelaki kan shalat jumat itu wajib. Nah sedangkan untuk perempuan kan gak apa-apa kalau mau melakukan transaksi jual beli. Bukan kah kita sebagai perempuan juga harus menghormati kaum adam yang sedang melaksanakan shalat jumat, alangkah baiknya kita meninggalkan segala transaksi apapun sampai shalat jumpat itu selesai. Tapi pada kenyataan nya tidak seperti itu, malah yang perempuan makin banyak yang masih melakukan transaksi jual beli walaupun tidak semua, dulu peran wh sangat ditakuti oleh masyarakat. Karena siapa saja yang tidak menutup kede-kede maka akan dikenakan sanksi. Karena kan tidak semua orang mengetahui akan hal itu. Bagaimana ustdz solusinya
Jawab:
Waalaykumussalam wrwb. Selama jual belinya tidak mengganggu solat (ribut, di dekat masjid, dll), maka jual beli antar sesama wanita di waktu jumatan hukumnya halal. masalahnya mengganggu atau tidak. kalau mengganggu berarti buruk, kalo tidak menganggu berarti baik-baik saja. Memang yang terbaik bagi wanita adalah ketika terdengar azan jumat, maka ia segera bersiap untuk solat zuhur. Selesai solat zuhur, ia bisa beraktivitas seperti biasa.

32. Di sini sering ada pengajian di masjid, dalam jam istirahat panitia pengajian bisa menawarkan (katakanlah menjual) misal buku/kitab, kaset vcd atau yang lainnya, bagaimana hukumnya?
Jawab:
Tidak boleh. kalau mau, jual belinya hendaknya dilalukan di luar masjid. menawarkan saja boleh. misalnya dengan mengunmumkan: "vcd dan buku islami dapat dibeli di luar di kaunter XX"

33. Gimana hukumnya dengan jual-beli buy 1 get 1 ? Dan jual paketan. Misal, jual sepaket piring+gelas 50.000, tapi kalo beli gelasnya aja harga nya lebih mahal, jadi 40.000, misalnya.
Jawab:
Boleh. Selama jelas ketika akadnya

34. Ustad kalo hukumnya jualan dropship gimana?
Jawab:
Dropship melanggar salah satu syarat jual beli, yaitu barang dimiliki oleh penjual, karena pada dropship penjual sebenarnya tidak memiliki barang. Agar dropship menjadi halal, yang bisa dilakukan adalah:
a. penjual dropship menjadi sales dari toko induk, dengan perjanjian dan komisi yang disepakati, atau
b. penjual dropship mengatakan pada pembeli bahwa sistem penjualannya adalah PO (pre order) atau akad pesanan. dalam fiqh muamalah, akad seperti ini disebut "salam", hukumnya boleh

35. Ustadz mau nanya. Ana domisili Riyadh kan, nah ada temen yang pesen barang, tapi minta barang nya di kirim ke Indonesia. Plus dihitung ongkos kirim nya, sebelumnya kita sudah sepakat, bayarnya bisa di kirim ke rekening saya. Tapi setelah barang dia terima, dia malah bayarnya nyicil pake pulsa bahkan dalam waktu panjang . Terus, dia mu bayar pake rupiah bukan riyal. Apahkah, bisa termasuk riba juga bila saya menerima pembayaran seperti itu?
Jawab: 
Jual beli yang awalnya diakadkan tunai boleh diganti jadi cicilan jika sama-sama ridho, tapi harga dan mata uang harus tetap awal akad. Jika harga atau mata uang berubah, maka harganya menjadi tidak pasti, karena nilai mata uang naik turun, ini tidak boleh

36. Assalamu'alaikum ustad saya mau tanya. Kalo utang itu kan hukumnya riba ya. Tapi kalo semisalnya orang utang untuk membiayai pendidikan anaknya itu hukumnya bagaimana. Terus uang yang mengalir ke anaknya haram atau tidak? Kalo semisalnya uang itu haram cara membersihkannya seperti apa? Syukron ustad sebelumnya.
Jawab:
Waalaykumussalam wrwb. Utang hukumnya mubah. Utang dengan bunga hukumnya haram, karena bunga utang adalah riba. Hukumnya sama saja apakah untuk pendidikan anak atau yang lainnya. Apabila terlanjur memakan harta riba, maka membersihkannya dengan bertaubat, dan bersedekah sebanyak-banyaknya.

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ أَثِيمٍ

"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa." (Al Baqarah 276)

37. Ustadz, pernah denger katanya laba itu maksimal 2% dari barang yg dijual. Apakah benar ustadz? Afwan.
Jawab: 
Tidak benar.


38. Semisal kita mau jual rumah, dan nanti uang hasil penjualan mau digunakan untuk membayar hutang dan menebus sertifikat rumah tersebut yang sudah disita sebagai jaminan hutang. Apakah menjual rumah yang tersita itu masih di bolehkan? Karena tanpa menjual rumah, sertifikat rumah tersebut tidak akan bisa ditebus kembali karena tidak ada uang yang mencukupi?
Jawab: 
jika rumah sedang dijaminkan sebagai jaminan utang, maka tidak boleh memperjualbelikannya.

39. Ana mau nanya, seperti poin ke 9, berarti jika ada yang jual motor second kadang kan biasanya ada yang belum selesei kredit nya, terus si pembeli ini nanti melanjutkan kredit si penjual (pembeli awal motor). Apakah jual belinya jadi haram kah? Soalnya banyak yang seperti itu. Kebtulan dulu waktu merantau dan buka-buka web jual beli, banyak juga yang seperti itu.
Jawab: 
Jual beli over kredit melalui lembaga keuangan konvensional hukumnya haram karena mengandung riba.

40. Hukumnya kita pake uang haram tapi kita ngga tau kalo itu uang haram gimana? Misal A seorang pembantu yang bekerja dirumah koruptor gitu. Pekerjaannya halal kan? Tapi perihal gajinya itu gimana ya ustadz?
Jawab: 
Kalau tidak tahu, ya tidak apa-apa. Kembali ke hukum aslinya: Halal

Selesai walhamdulillah... afwan
Kebenaran datangnya dari Allah, dan janganlah kita menjadi orang yang ragu.
Mohon maaf jika ada kekurangan


PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).


wassalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT