Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KEBUTUHAN MANUSIA TERHADAP RASUL

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Selasa, 23 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Kaspin
Tema : Kajian Umum
Notulen : Ana Trienta

Assalaamualaikum
Firman Allah, "Allah akanmeninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (al-Mujaadilah: 11),
dan,
"Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan."('Thaahaa: 114)
Ya Allah, bahagiakan keluarga kami jauhkan kami dari pengaruh buruk yang menggoyahkan iman. Jadikan kami istiqomah dalam ketaatan padaMu naungi kami dengan limpahan rizki yang halal & berkah berikan kami ketenteraman dalam hati. Ya Allah, bimbing kami menuju kebahagiaan yang Engkau ridhoi aamiin.

Baik, sebelum lapak makin penuh saya akan share materi tentang kebutuhan manusia terhadap Rosul. Udah pada tau kan? merefresh lagi aja kalau begitu

Mengapakah manusia butuh kepada Rosul? ada yang bisa jawab? silahkan
Baik, ada yang mau coba jawab tenang gratis kalau jawab kok

Tanggapan 1 : "Karna rosul adalah satu-satunya umat yang patut di contoh keteladanannya dan semua ajaran rosullullah mengarah ke pada kebaikan maka dari itu manusia butuh rosul untuk menjdi contoh ato panutan baik dalam kehdupan sehari-hari maupun dalam kehidupan berkeluarga ....

Tanggapan 2 : Coba ya, manusia butuh rosul sebagai contoh nyata untuk bisa ngaplikasikan syariat Allah di muka bumi ini karena dalam alquran kebanyakan konsep dasar/garis besar syariat islam, detailnya kita lihat dari sunnah nabi Muhammad SAW yang meliputi kata, perbuatan & sikap beliau

Tanggapan 3 : Sebaik-baiknya  contoh  adalah Rosul

Baiklah pemirsa sekalian, sebelum semua makin bahagia dengan mikirin jawabannya saya akan share mengapa kita manusia butuh kepada rosul. Ya manusia secara keseluruhan butuh kepada rosul...karena

1. Fitrahnya manusia begitu

Allah telah menciptakan manusia di atas fitrahnya. Hal ini termaktub dalam kitab suci-Nya dan disabdakan oleh Rasul-Nya.
“..[tetaplah atas] fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu.” (ar-Ruum: 30)
“Sesungguhnya setiap anak dilahirkan dengan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau majusi.” (HR Muslim)
Maksudnya adalah bahwa Allah menciptakan manusia dalam kondisi fitrah dengan sifat-sifat dan karakteristik dasar yang asli. Secara fitri manusia telah memiliki kesadaran tentang adanya Rabb yang telah menciptakan dirinya dan alam semesta hanya kita dapatkan pada wahyu karena keberadaan manusia sebelum lahir ke dunia adalah masalah ghaib. Padahal hanya Allah lah yang mengetahui keghaiban. Al-Qur’an menginformasikan bahwa Allah telah mengambil sumpah adak-anak Adam saat mereka masih berada di “tulang sulbi ayah” mereka.
“Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Benar [Engkau Tuhan kami], kami menjadi saksi.” (al-A’raaf: 172)
Hal yang demikian ini Allah lakukan agar kelak nanti di hari kemudian mereka tidak memungkiri. Sampai saat ini tidak ada manusia yang mengklaim telah menciptakan dirinya sendiri dan alam semesta. Sebenarnya semua manusia mengakui bahwa Tuhannya yang telah menciptakan alam raya ini. Bahkan termasuk kaum atheis pun tidak dapat membuktikan bahwa alam ini terjadi tanpa Pencipta pertama yang telah menciptakan sebab-sebab dan mengatur akibat-akibat

2. Kecenderungan beribadah kepada Tuhan

Karena manusia mengakui kebenaran al-Khaliq maka secara fitrah manusia juga memiliki kecenderungan untuk menyembah Allah swt sebagai wujud syukur atas nikmat hidup, rizky, dan pemeliharaan yang telah diterimanya. Penyembahan manusia pada sesuatu yang tidak pernah menciptakannya merupangan penyimpangan atas fitrah tersebut. Penyimpangan ini terjadi karena pengaruh eksternal berupa godaan setan yang selalu berusaha menyesatkan manusia sehingga ia menyembah hal-hal yang ditakuti, yang besar, yang aneh, yang luar biasa, bahkan ada pula manusia menyembah dirinya sendiri.

3. Menginginkan kehidupan yang teratur

Secara fitri manusia juga menginginkan kehidupan yang teratur, selaras dan harmonis. Manusia pasti tidak menginginkan kerusakan, kesemrawutan, dan kekacauan. Manusia ingin hidup tenang, dan damai dalam naungan kasih sayang dan cinta kasih. Manusia tidak ingin hidup dengan kondisi jiwa terancam. Namun SETAN selalu berusaha menimbulkan kekacauan dan keributan di antara manusia sehingga mereka pun bermusuhan dan baku bunuh,
"Sesungguhnya setan itu dakah musuh bagimu. Maka, anggaplah ia musuh (mu),karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS al-Faathir [35]: 6)
Imam Jalaludin as-Suyuthi di dalam tafsirnya mengutip sebuah riwayat dari Qatadah bahwa setan itu adalah musuh paling berbahaya. Setiap Muslim harus menganggap dan memperlakukan setan-setan itu sebagai musuh yang wajib diperangi, baik setan itu dari golongan jin maupun manusia. Apabila tidak, mereka akan dilemparkan ke dalam neraka Sa'ir bersama dengan setan yang telah menyesatkannya.

Fitrah yang suci itu apabila terawat dengan baik dan mendapatkan bimbingan yang benar maka akan melahirkan kebaikan bagi diri manusia dan alam semesta. Namun adakalanya setan menculik mereka sehingga mereka pun berbuat kemusyrikan , menghalalkan hal-hal yang Allah haramkan, dan mengharamkan hal-hal yang Allah halalkan. Untuk merawat fitrah, melawan nafsu, dan memerangi setan itu manusia membutuhkan petunjuk dan bimbingan Allah. Akan tetapi Allah Yang Maha Ghaib tidak dapat ditemuinya secara langsung bahkan ia sendiri tak kuasa untuk berhadapan langsung dengan-Nya. Karena itulah Allah mengutus para utusan berupa malaikat dan manusia pilihan untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada manusia bagaimana mengenal penciptanya dan bagaimana menjalani kehidupan ini dengan baik. Karena itu, para Rasul diberi wahyu sebagai pedoman hidup yang terjamin kebenarannya. Dengan pengenalan dan pedoman hidup yang terjamin kebenarannya itu manusia dibimbing untuk melakukan ibadah yang benar.       

Demikian share materi pagi ini semoga tidak ada tanya jawab kita diskusi aja kasihan yang ditanya jika ga bisa jawab. Seorang ahli adalah seseorang yang menjawab pertanyaan melebihi kebutuhan sipenanya.

TANYA JAWAB
1. Ustadz nanya ya ustdz. Soalnya beneran nda tahu nih. Mengenai perayaan maulid ustadz. Ada yang bilang dengar-dengar juga itu keluar dari karakter islam. Terus hanya di indo juga. Bener ustadz?
Jawab
Emang karakter Islam seperti apa ya? kok bisa keluar? berarti ada yang masuk dong? Tradisi maulid nabi emang dah jadi budaya di Indonesia jadi ini dijadikan sarana dakwah buat masyarakat kita bukan pada perayaannya tapi pengingat jadi ada yang membolehkan. Kadang momentum momentum perlu dibuat. Boleh. setahu saya semua aktifitas kita adalah ibadah, ibadah mahdhoh itu harus sesuai contoh Rosulullah saw seperti sholat, puasa, zakat, haji yang ghoiru mahdhoh kan banyak bahkan perlu ijtihad seperti pembukuan Alquran itu ga diper ntahkan, ga dicontohkan. Tarawih berjamaah, naik pesawat pakai hape untuk kajian Hamba Allah ini masalah teknik bagaimana kita berdakwah dan dakwah itu ibadah. wallahu"alam

Pasti pernyataan selanjutnya "kalau itu baik pasti para sahabat sudah melakukannya"
Tanggapan
Hmmm kalo gitu apakah maulid adalah hasil ijtihad?
Jawab
Iya...lihat sejarah. Macam hari raya kita idul fitri dan idul adha muludan rajaban itu peringatan jadikanlah sarana berdakwah.

2. Oh iya terus bagaimana dengan hari ibu, aku liat ternyata beda sejarah hari ibu di indonesia dengan di luar negeri apakah boleh mengucapkan hari ibu?
Jawab
Nah itu kita latah aja ya hari ibu tradisi gereja karena mereka kurang menghargai ibu. Kita ini kudu senantiasa berbuat baik pada ibu tiap tiap hari. Mereka tidak punya hari raya jadi dibuat buatlah seperti itu dasarnya ga jelas, perayaannya ga jelas yang ikut ikutan lebih ga jelas lagi....cabedeeeeh.

Mohon maaf jika kurang berkenan.
Baik, saya pamit ya

Doa Kafaratul  Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat