Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KEDUDUKAN SHALAT DALAM ISLAM

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala
(All Grup Nanda)

Hari / Tanggal : Senin, 22 Desember 2014
                          Senin, 05 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Herman Budianto
Materi : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Assalamu'alaykum akhawati fillah.
Perkenalkan nama ana Herman Budianto. Hari ini kita kajian tentang sholat ya

Shalat memiliki kedudukan yang sangat penting di dalam Islam. Saking pentingnya, sebagian ulama menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat, meskipun ia sudah bersyahadat, maka statusnya adalah kafir!

Berikut ini beberapa poin mengenai kedudukan shalat dalam Islam:

1. Shalat adalah Tiang Agama

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Kepala segala urusan adalah Islam, dan tiangnya adalah shalat, sementara puncaknya adalah jihad.” (HR At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, shahih)

2. Shalat adalah Amal yang Pertama Kali Dihitung di Akhirat

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Yang pertama kali ditanyakan kepada seorang hamba pada hari kiamat adalah perhatian kepada shalatnyaa. Jika shalatnya baik, dia akan beruntung (dalam sebuah riwayat disebutkan: dia akan berhasil). Dan jika shalatnya rusak, dia akan gagal dan merugi.” (HR Ath Thabrani, shahih)

3. Shalat adalah Ibadah yang Terakhir Hilang dari Agama

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Tali-tali Islam akan lepas sehelai demi sehelai. Setiap kali sehelai tapi itu lepas, umat manusia akan berpegangan pada tali berikutnya. Yang pertama kali terlepas adalah hukum, dan yang paling terakhir adalah shalat.” (HR Ahmad, shahih)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Yang pertama kali dihilangkan dari umat manusia adalah amanat, dan yang tersisa paling akhir adalah shalat. Berapa banyak orang yang mengerjakan shalat tanpa ada kebaikan di dalamnya sama sekali di dalam dirinya.” (HR Ath Thabrani, hasan)

4. Shalat adalah Wasiat Terakhir Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Ummul Mu’minin Ummu Salamah, berkata, “Wasiat yang terakhir kali disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah shalat, shalat, dan budak-budak yang kalian miliki.” Sehingga Nabiyullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyembunyikannya di dalam dada dan tidak beliau sebarluaskan melaluinya. (HR Ahmad, shahih)

5. Allah Memuji Orang yang Mengerjakan dan Mengajak Keluarganya Shalat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Maryam ayat 54-55:
“Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya.”

6. Allah Mencela Orang yang Malas Shalat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Maryam ayat 59:
“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan salat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.”

Juga di dalam Surat An Nisa’ ayat 142:
“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk salat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan salat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

7. Shalat adalah Rukun Islam Kedua

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima pondasi, bersaksi bahwa tiada Rabb selain Allah dan Muhammad sebagai utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan ibadah haji, serta berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

8. Allah Mewajibkan Shalat Tanpa Perantaraan Jibril

Allah Subhanahu wa Ta’ala mewajibkan ibadah shalat tidak seperti ibadah yang lain. Ibadah-ibadah lain, seperti puasa, zakat, haji dan sebagainya diwajibkan kepada umat Islam melalui perantaraan Jibril ‘Alaihis Salam di bumi. Terkhusus untuk ibadah shalat, Allah sendiri yang memerintahkan ibadah ini dengan mengangkat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ke langit ke tujuh dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, di Sidratul Muntaha.

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda; “Kemudian ia membawaku ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba aku melihat dedaunnya yang laksana telinga gajah dan buah-buahnya seperti mutiara.” Beliau melanjutkan, “Maka tatkala ia tertutup berkat perintah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia (Sidratul Muntaha) pun berubah dan tidak satu pun makhluk Allah yang dapat menggambarkan keindahannya. Kemudian Allah memberikan wahyu kepadaku dan Dia mewajibkan lima puluh shalat dalam sehari semalam kepadaku…. (HR Bukhari dan Muslim)

9. Awalnya, Allah Memerintahkan Shalat 50 Shalat Sehari

Dalam lanjutan hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu tersebut:
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, “Aku lalu kembali dengan membawa kewajiban itu hingga kulewati Nabi Musa ‘Alaihis Salam, kemudian ia (Musa ‘Alaihis Salam) berkata kepadaku, ‘Apa yang diwajibkan Allah atas umatmu?’

Aku menjawab, ‘Dia mewajibkan lima puluh kali shalat (dalam sehari semalam).’ Musa ‘Alaihis Salam berkata, ‘Kembalilah kepada Rabb-mu dan mintalah keringanan kepada-Nya, karena umatmu tidak akan mampu melaksanakan hal yang demikian itu.’ Maka aku pun kembali menghadap Allah, lalu Dia memberi keringanan kepadaku dengan menghapuskan lima kali shalat…’

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘dan aku terus kembali menghadap Allah dan turun kepada Nabi Musa ‘Alaihis Salam hingga Allah berfirman, ‘Wahai Muhammad, itulah shalat lima waktu sehari semalam. Setiap satu shalat bernilai sepuluh kali shalat. Dengan demikian, pahalanya sama dengan lima puluh kali shalat.’” (HR Al Bukhari dan Muslim)

10. Allah Membuka dan Menutup Amal Orang Beriman yang Beruntung dengan Menyebutkan Shalat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Al Mu’minun ayat 1-9:
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam salatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barang siapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya,dan orang-orang yang memelihara sembahyangnya.”
11. Allah Menyuruh Muhammad, dan Pengikutnya Agar Menyruh Keluarganya Shalat

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Thaha 132:
“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Suruh anak-anak kalian mengerjakan shalat ketika berusia tujuh tahun. Dan pukullah mereka karena tidak mengerjakannya pada saat mereka berusia 10 tahun. Serta pisahkanlah mereka di tempat tidur.” (HR Abu Dawud dan Ahmad, shahih)
12. Orang yang Tidur dan Lupa Diperintahkan Mengganti Shalatnya

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa yang lupa mengerjakan shalat, hendaknya dia mengerjakannya pada saat teringat. Tidak ada kafarat baginya, kecuali hanya itu saja.” (HR Al Bukhari)

Dalam riwayat lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barangsiapa lupa mengerjakan shalat atau tertidur sehingga tidak mengerjakannya, maka kafaratnya adalah mengerjakannya ketika ia mengingatnya.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Dosa Meninggalkan Shalat Lima Waktu

Para Ulama Sepakat Bahwa Meninggalkan Shalat Termasuk Dosa Besar yang Lebih Besar dari Dosa Besar Lainnya.

Ibnu Qayyim Al Jauziyah –rahimahullah- mengatakan, ”Kaum muslimin bersepakat bahwa meninggalkan shalat lima waktu dengan sengaja adalah dosa besar yang paling besar dan dosanya lebih besar dari dosa membunuh, merampas harta orang lain, berzina, mencuri, dan minum minuman keras. Orang yang meninggalkannya akan mendapat hukuman dan kemurkaan Allah serta mendapatkan kehinaan di dunia dan akhirat.” (Ash Sholah, hal. 7)

Dinukil oleh Adz Dzahabi dalam Al Kaba’ir, Ibnu Hazm –rahimahullah- berkata,  “Tidak ada dosa setelah kejelekan yang paling besar daripada dosa meninggalkan shalat hingga keluar waktunya dan membunuh seorang mukmin tanpa alasan yang bisa dibenarkan.” (Al Kaba’ir, hal. 25)

Adz Dzahabi –rahimahullah- juga mengatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat hingga keluar waktunya termasuk pelaku dosa besar. Dan yang meninggalkan shalat secara keseluruhan  -yaitu satu shalat saja- dianggap seperti orang yang berzina dan mencuri. Karena meninggalkan shalat atau luput darinya termasuk dosa besar. Oleh karena itu, orang yang meninggalkannya sampai berkali-kali termasuk pelaku dosa besar sampai dia bertaubat. Sesungguhnya orang yang meninggalkan shalat termasuk orang yang merugi, celaka dan termasuk orang mujrim (yang berbuat dosa).” (Al Kaba’ir, hal. 26-27)

Apakah Orang yang Meninggalkan Shalat Bisa Kafir alias Bukan Muslim?

Dalam point sebelumnya telah dijelaskan, para ulama bersepakat bahwa meninggalkan shalat termasuk dosa besar bahkan lebih besar dari dosa berzina dan mencuri. Mereka tidak berselisih pendapat dalam masalah ini. Namun, yang menjadi masalah selanjutnya, apakah orang yang meninggalkan shalat masih muslim ataukah telah kafir?

Asy Syaukani -rahimahullah- mengatakan bahwa tidak ada beda pendapat di antara kaum muslimin tentang kafirnya orang yang meninggalkan shalat karena mengingkari kewajibannya. Namun apabila meninggalkan shalat karena malas dan tetap meyakini shalat lima waktu itu wajib -sebagaimana kondisi sebagian besar kaum muslimin saat ini-, maka dalam hal ini ada perbedaan pendapat (Lihat Nailul Author, 1/369).

Mengenai meninggalkan shalat karena malas-malasan dan tetap meyakini shalat itu wajib, ada tiga pendapat di antara para ulama mengenai hal ini.

Pendapat pertama mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat harus dibunuh karena dianggap telah murtad (keluar dari Islam). Pendapat ini adalah pendapat Imam Ahmad, Sa’id bin Jubair, ‘Amir Asy Sya’bi, Ibrohim An Nakho’i, Abu ‘Amr, Al Auza’i, Ayyub As Sakhtiyani, ‘Abdullah bin Al Mubarrok, Ishaq bin Rohuwyah, ‘Abdul Malik bin Habib (ulama Malikiyyah), pendapat sebagian ulama Syafi’iyah, pendapat Imam Syafi’i (sebagaimana dikatakan oleh Ath Thohawiy), pendapat Umar bin Al Khothob (sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hazm), Mu’adz bin Jabal, ‘Abdurrahman bin ‘Auf, Abu Hurairah, dan sahabat lainnya.

Pendapat kedua mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dibunuh dengan hukuman had, namun tidak dihukumi kafir. Inilah pendapat Malik, Syafi’i, dan salah salah satu pendapat Imam Ahmad.

Pendapat ketiga mengatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat karena malas-malasan adalah fasiq (telah berbuat dosa besar) dan dia harus dipenjara sampai dia mau menunaikan shalat. Inilah pendapat Hanafiyyah. (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyah, 22/186-187)

Jadi, intinya ada perbedaan pendapat dalam masalah ini di antara para ulama termasuk pula  ulama madzhab. Bagaimana hukum meninggalkan shalat menurut Al Qur’an dan As Sunnah? Silakan simak pembahasan selanjutnya.

Para Sahabat Berijma’ (Bersepakat), Meninggalkan Shalat adalah Kafir
Umar mengatakan,
لاَ إِسْلاَمَ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

”Tidaklah disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat.”

Dari jalan yang lain, Umar berkata,

ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

“Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman.

Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini shohih. Saat Umar mengatakan perkataan di atas tatkala menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ (kesepakatan) sahabat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.

Mayoritas sahabat Nabi menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir sebagaimana dikatakan oleh seorang tabi’in, Abdullah bin Syaqiq. Beliau mengatakan,
“Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.”
Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)

Dari pembahasan terakhir ini terlihat bahwasanya Al Qur’an, hadits dan perkataan sahabat bahkan ini adalah ijma’’ (kesepakatan) mereka menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir (keluar dari Islam). Itulah pendapat yang terkuat dari pendapat para ulama yang ada.

Ibnul Qayyim mengatakan, ”Tidakkah seseorang itu malu dengan mengingkari pendapat bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, padahal hal ini telah dipersaksikan oleh Al Kitab (Al Qur’an), As Sunnah dan kesepakatan sahabat. Wallahul Muwaffiq (Hanya Allah-lah yang dapat memberi taufik).” (Ash Sholah, hal. 56)

TANYA JAWAB DAN DISKUSI


Pertanyaan M101

1. Bagaimana mekanismenya ketika sholat disebut menjaga dari perbuatan keji dan munkar? Kalau orang sholat tetapi tetap melakukan perbuatan munkar itu bagaimana?
Jawab
Sholat yang khusyu yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Kalau tidak khusyu maka tidak memahami hakikat sholat. Bagaimana mungkin kita tetap maksiat setelah berkomunikasi dengan Allah, takut akan siksa dan rindu akan surga

2. Bagaimana jika oranng kesiangan sehingga tidak shalat subuh? saya pernah dengar tidak ada qodho sholat, sedangkan beda pendapat dengan yang lain jika shalat subuh tertinggal maka wajib qodho.
Jawab
Dalam hadits disebutkan
"Siapa yang lupa melaksanakan sholat atau tertidur darinya maka kafaratnya adalah melakukan ketika ingat" (HR Bukhori)
Jadi karena lupa dan tertidur boleh qodho. Tapi kalau karena malas dll maka tidak ada qodho menurut jumhur ulama karena sudah menjadi dosa maka wajib taubat

3. Gimana dengan wanita yang sedang menstruasi telah masuk waktu shalat tetapi dia belum ngerjakan shalat, apakah wajib di qodho?
Jawab
Berarti dia mempunyai hutang sholat yang harus di qodho ketika sudah suci. Sebaiknya tidak menunda sholat

4. Bagaimana keadaan seorang laki-laki yang sudah lama meninggalkan sholat 5 waktu apalagi sholat jumatnya. apakah harus mengucapkan 2 kalimat syahadat lagi dan melakukan taubat nasuha agar dia bisa menjadi muslim yang baik lagi dan tidak di bilang kafir? Atau dia bisa lansung sholat saja seperti biasa tanpa harus melakukan taubat nasuha?
Jawab
Sebaiknya dia bersyahadat sendiri lagi, tidak usah didepan orang. Arti taubat nasuha adalah bertaubat dengan sunggung-sungguh. Dengan dia sholat maka itu sudah bagian dari taubat nasuha, tinggal ditambah dengan ibadah yang lain

5. Dengan alasan bepergian menjadikan seseorang menjadi musafir dan menjamak atau menqodho sholatnya, padahal jarak yang ditempuh belum masuk ketentuan fiqihnya (80km yang pernah saya baca). Contoh: orang-orang jakarta kalo lagi liburan ke bogor/ puncak selalu menerapkan hukum musafir padahal jarak jakarta - bogor kurang lebih 60km. mohon arahannya ustadz. (Dan jakarta puncak kan macet banget terus gimana tuh?*melengkapi pertanyaan diatas*)
Jawab
Jamak dan qashor (bukan qodho) syarat dari imam syafii adalah sekitar 80 km, kalau pendapat imam ahmad adalah ketika sudah beda wilayah, kalau imam hanafi asal perjalanan 3 jam. Jadi kalau memakai imam ahmad jakarta dan bogor sudah bisa jamak dan qashar

Pertanyaan M102

1. Ustadz saya mau tanya, Bagaimana mendidik anak menumbuhkan cinta shalat? Terlebih pada anak laki-laki? Karena bagi laki-laki wajib shalat di masjid? Kalau didik dengan cara keras dibilang orang tua galak, kalau ngga dikerasi sulit sekali ke masjid.
Jawab.
Orang tua sebaiknya memberikan contoh dan sering mengajak anak ke masjid dari kecil sehingga anak suka di masjid. Membiasakan mendongeng untuk anak ketika kecil menjelang tidur untuk menanamkan nilai islam. Kisah nabi, sahabat dll agar mereka tumbuh semangat keislamannya. Ketika dewasa maka diajak dialog agar anak makin terbuka wawasannya tentang pentingnya berislam dengan benar termasuk rajin ke masjid. Dan terus ajak ke masjid walau sudah dewasa, termasuk anak saya walau sudah kuliah maka masih terus diajak ke masjid bersama agar semangat

2. Shalat sunnah rawatib sebelum shalat fardhu apa benar dilakukan sebelum adzan berkumandang?
Jawab
Dilaksanakan setelah adzan, kalau belum adzan atau belum masuk waktunya maka tidak sah.

3. Shalat sunnah apa yang bisa mengantarkan Bilal masuk surga? supaya kami dapat mencontohnya.
Jawab
Itu adalah sholat sunnah setelah wudhu sebanyak 2 rakaat. Bilal ra selalu menjaga wudhu, setiap batal langsung wudhu lalu sholat 2 rakaat.

4. Ustadz.. boleh tidak melakukan sholat hajat lebih dari sekali dalam sehari?
Jawab
Sholat hajat boleh dilakukan berulang-ulang

Pertanyaan M103

1. Jumat malam haidku masih keluar sabtu pagi saat mau kuliah aku belum mandi wajib karena takut haidnya keluar lagi. Tapi pas malamnya sepulang kuliah ternyata sedari pagi-malam sudah ga haid. Langsung mandi wajib dan sholat isya. Nah yang jadi pertanyaan bagaimana dengan sholat yang terlewatkan itu? Subuh-magrib. Karena saat itu sedang dikampus ga memungkinkan untuk mandi wajib.
Jawab
Seharusnya bisa numpang di toilet untuk mandi besar ya. Maaf saya juga pernah lupa mandi besar dulu waktu kuliah dan mandinya di kampus. Karena sudah terlanjur maka sholat yang terlewat di qodho saja.

2. Shalat yang katanya gajleng-gajleng, terburu-buru, gak khusyu dengan berbagai alasan.. bagaimana itu kedudukannya?
Jawab
Sholat seperti itu maka tidak sempurna, hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Masalah pahala hanya Allah yang tahu

3. Apa benar orang yang sedang punya hajatan, misal nikah itu boleh menjamak sholat na? Terutama mungkin untuk kedua mempelai. Ana masih bingung ada yang bilang katanya boleh. Ada yang bilang katanya ga boleh..
Jawab
Tidak ada landasan hadits atau qaul ulama yang memberikan kebolehan jamak karena ada hajatan seperti nikah. Seharusnya ketika nikah makin rajin ibadah karena diberikan nikmat dan tidak memakai dandanan yang menyulitkan untuk sholat

4. Mau tanya sholat yang di jama, misal kita perjalanan jauh terus sholatnya dijama' dzuhur dengan ashar.. Dilakukan di waktu dzuhur karena berfikiran waktu ashar nanti tidak berhenti karena di dalam mobil/bus, ehh mobil/bus itu berhenti dan waktu sholat ashar masih ada gimna? Apa kita sholat ashar seperti biasa tapi sudh di jama' atau tidak perlu sholat lagi?
Jawab
Karena masih dalam perjalanan maka ketika sudah dijamak maka walau bis istirahat tetap tidak usah sholat lagi

5. Ustadz kalo kita sedang dalam perjalanan tangerang - jakarta, kondisi macet dalam tol, dari setelah ashar hingga isya. Sedang tidak dalam keadaan wudhu. Sholat magribnya gimana ya ustadz?
Jawab
Jika bisa sholat didalam kendaraan... Usahakan wudhu sebelum naik kendaraan. Dan kerjakan sambil duduk.

6. Hukum sholat yang nahan buang air kecil gimana ya? Sedang dimushola tersebut ga ada toilet dan waktu sholat sudah masuk waktu akhir...
Jawab
Tingkatkan kekhusuan, in sha اللّهُ rasa ingin pipis mengurang.

Pertanyaan M104

1. Apakah ada shalat yang tidak diterima? Misalnya shalatnya tidak khusuk atau shalatnya dikerjakan secara terburu-buru? Syukron
Jawab
Sholat yang tidak diterima adalah sholat yang tidak memenuhi syarat sah sholat dan tidak memenuhi rukunnya. Ketika tidak khusyu maka akan mengurangi pahalanya tapi sholat tetap diterima.

2. Bagaimana cara mengkhusyukkan sholat dan seperti apa ciri-ciri sholat yang tidak diterima Allah?
Jawab
Tanda khusyu adalah sholatnya terlihat sungguh-sungguh dan ketika selesai sholat maka tidak melakukan kemungkaran seperti yang disebut dalam hadits bahwa sholat seperti orang yang didepan rumahnya ada suami. Maka ketika dia mandi dengan benar maka akan bersih. Sholat yang tidak diterima adalah yang tidak memenuhi syarat sah sholat dan rukunnya yaitu wudhunya tidak benar/batal, tidak menghadap kiblat, urutan sholat salah, banyak gerak, bicara ketika sholat, mendahului imam ketika jamaah.

3. Orang yang meninggalkan sholat adalah kafir? Sampe kapankah ke kafirannya & perlukah mengucapkan kalimat syahadat setelah sekian lama meninggalkan sholat. Bila sampe ajal menjemput dia tidak mengerjakan sholat bagaimana ustadz? Apakah statusnya & bagaimana dengan keluarganya setelah berulang kali mengingatkan untuk mengerjakan sholat namun tidak dihiraukan teguran tersebut.
Jawab
Maka dia wajib syahadat lagi. Cukup syahadat sendiri dan bertaubat untuk tidak mengulangi. Memperbanyak istighfar. Bila sampai meninggal maka urusannya adakah dengan Allah. Pihak keluarga dll, maka wajib menasehati minimal mendoakan agar mendapat hidayah. Bila sudah dilakukan maka gugur tanggung jawabnya

4. Apakah kalau menguap/bersin saat shalat itu merupakan gangguan jin? Mengusap wajah setelah shalat apa ga boleh? Ada yang bilang memperpanjang sujud di rakaat terakhir sebelum tahiyat akhir ga boleh membaca hajat/berdoa, tetapi sebaiknya doa/hajat tersebut dibaca saat selesai tahiyat akhir sebelum shalat, mana yang benar?
Jawab :
a. Betul bahwa itu adalah gangguan syetan. 
Rosul bersabda : Menguap ketika sholat adalah dari syetan maka tahanlah sebisa mungkin (HR Tirmidzi).
Termasuk bersin, ketika di luar sholat disenangi tapi ketika dalam sholat tidak disenangi.

b. Mengusap wajah habis sholat memang tidak ada haditsnya, sehingga jumhur ulama tidak mensunahkannya bahkan bid'ah. Tetapi sebagian dari pengikut syafii membolehkannya

c. Doa ketika sujud dan tahiyatul akhir itu sama-sama shahih sehingga dua-duanya bisa diamalkan. Memperbanyak doa ketika sujud dan tahiyatul akhir. Tapi ketika sujud jangan terlalu jauh jaraknya dengan sujud imam karena disunahkan mengikuti imam dengan segera

Pertanyaan M105

1. Saya belum punya kompas sayakan sering bepergian tak apakah apabila kiblatnya belum sesuai arah kiblat?
Jawab :
Untuk kiblat maka bisa di download di hp dalam aplikasi android. Sehingga gampang sekali. Kalau tidak ada maka melihat arah secara umum. Misal di indoneaia adalah arah barat miring sedikit. Patokannya dengan cahaya matahari

2. Ada sebuah mushola yang hanya diimami satu orang saja beliau sudah tua suara juga sudah parau tapi tidak mau digantikan pembawaan shalat sangat cepat dan tidak ada tumaninahnya. Bagaimana shalat bapak saya sebagai makmum. Sementara shalat di masjidnya wajib hukumnya, tapi imamnya seperti itu. Bagaimana cara menasehati imam untuk mau diganti (afwan gak ada maksud membicarakan imamnya, hanya mencari solusi)
Syukron
Jawab
Hal seperti itu memang kadang terjadi. Sebaiknya dibuat kepanitiaan mushola sehingga keputusan diambil oleh pengurus siapa yang jadi imam, muadzin, mengisi ceramah dll.

3. Kalau habis pegang pen tangan ke coret gpp kan ya shalat nya sah? Uda berusaha di bersihkan masi ada
Jawab
Tinta ballpen tidak najis, jadi boleh sholat

Pertanyaan M106

1. Ustadz ketika sujud, sikap tangan wanita di lebarkan seperti sujudnya laki laki atau bagaimana tad? terus kaki nya d lebarkan hingga menginjak kaki seorang yang ada d sebelah apa gimana ust?
Jawab
Dalam mahdzab syafii disebutkan berdasarkan hadits dari baihaqi bahwa sujud wanita berbeda dengan laki-laki yaitu tangannya merapat. Tetapi mahdzab lain menyatakan sholat wanita sama dengan laki-laki karena hadits tersebut mursal. "Seorang wanita mengerjakan sholat sebagaimana yang dilakukan laki-laki (Hr Bukhari)

2. Assalamualaikum ustad, mau tanya yang point 12. Orang yang tidur dan lupa diperintahkan mengganti shalatnya, itu pas kapan tadz nggantinya (soalnya pernah denger pas subuh kalau pas matahari merekah itu sama aja menyembah matahari) terus sama niatnya apakah sama tadz ? Syukron. Sama mohon masukannya agar sholat bisa khusyuk.. syukron tadz,
Jawab
Wa'alaykumussalam. Ketika tertidur maka ketika bangun langsung sholat mengerjakan yang tertidur tadi, kecuali sholat shubuh maka Rosulullah tidak langsung melaksanakan tapi jalan sebentar setekah matahari terbit lalu sholat. Niatnya adalah qodho sholat, cukup niat di dalam hati kalau menurut kebanyakan ulama (jumhur ulama). Tapi kalau menurut imam syafii maka dilafadzkan setelah dalam hati misal usholli fardhol shubhi ra'ataini mustaqbilal qadha an lillahi ta'ala.

3. Assalamu'alaikum ustadz mau nanya, kalau masa mudanya dia sering meninggalkan sholat apakah berkewajiban menggantinya??
Jawab
Terdapat perbedaan pendapat ulama. Mahdzab syafii maka menyarankan untuk taubat dan meng qodho sholat yang ditinggal. Caranya setelah sholat wajib maka lanjut sholat qodho kecuali shubuh yang dilakukan sebelumnya. Tapi kalau menurut mahdzab ahmad dll maka tidak perlu qodho karena sudah menjadi dosa maka perbanyak taubat

4. Asslamu`alaikum ustadz mau nanya, apakah mengganti sholatnya harus sesudah sholat yang dtinggalkannya, mislanya lupa gak sholat isya maka nggatinya selesai sholat isya?syukron ustadz
Jawab
Wa'alaykumussalam. Tidak harus tetapi lebih baik. Kalau mau mendahulukan juga boleh.

5. Kalau sedang solat 4 rakaat misalnya lalu ketika tahiyat akhir ternyata teringat lupa satu rakaat. Itu bagaimana ya seharusnya?
Jawab
Langsung kerjakan lagi 1 rakaat dan setelah itu sujud sahwi

6. Ustad di tahiyat itu bacaan shalatnya Allahommasholi 'alaa Muhammad wa 'alaa alii Muhammad atau Allahummasholi 'alaa Sayyidinna Muhammad wa 'alaa ali Muhammad? katanya yang sahih itu yang tidak ada sayyidina nya. Apa benar?
Jawab
Benar... Tanpa syaidinna.

7. Ustadz.. apakah cara shalat Rosululloh ketika tahiyat jari telunjuknya di goyangkan? katanya untuk mengusir syaiton?
Jawab
Ada 2 pendapat ulama dalam hal ini. Boleh menggerakkan boleh tidak. Yang tidak boleh yang tidak sholat yaaa.

8. Ustadz mau tanya, kalau kita sedang di perjalanan dan khawatir tidak keburu solat kita bisa kan solat di mobil? Tapi ternyata kita sampai ke tempat tujuan masih ada waktu buat solat, apa solat kita harus di ulang lagi atau bagaimana? Syukron..
Jawab
Kalau sekali kali boleh. Tetapi kalau safar... No problemo.

9. Pak ustad tentang sholat tahiyatul masjid, apakah boleh kita sholat dua kali? awal masuk dan ingin keluar masjid? Bisakah dijelaskan?
Jawab
Pas masuk saja.


Pertanyaan M109

1. Ustadz, kenapa bacaan ruku sama sujud diulang masing-masing sampai 3x?
Jawab
Disunahkan dibaca 3 x, kalau waktu sempit maka boleh hanya baca 1 x


2. Kenapa waktu tahiyat, yang disebut itu nabi ibrahim sama nabi muhammad saja?
Jawab
Doa dalam tahiyat berasal dari Rosulullah, pada masa itu tidak dijelaskan kenapa hanya disebut dua nabi tersebut. Dalam al quran juga beberapa kali disebutkan tentang keterkaitan nabi ibrahim dengan nabi muhammad yang oleh para ulama menyatakan karena nabi ibrahim sebagai bapak tauhid.

3. Ustad menurut al quran, hadits dan perkataan sahabat adalah ijma (kesepakatan) mereka menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir. Berarti orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja harus baca syahadat lagi supaya tetep bisa jadi islam?
Jawab
Betul bahwa yang sengaja tidak sholat dengan sengaja maka perlu membaca syahadat ulang


Pertanyaan M110

1. Assalamualaikum ustadz.. Mau nanya.. Ketika sholat berjamaah yang di sebelah atau depan kita ada gangguan anak kecil, bagaimana ya tad supaya kita tetap bisa khusu'?
Jawab
Rosulullah membiarkan anak kecil berkeliaran ketika sholat, agar kita tetap khusuk maka biarkan mereka, jangan dianggap sebagai gangguan yang membuat kita jengkel, fokuskan pada bacaan sholat kita

2. Assalamu'alaikum ustad...
Mau tanya berdosakah kita bila kita meninggalkan sholat tapi tidak disengaja di karenakan sedang dalam keadaan bekerja? Misalnya lagi bekerja di apotik, kan jam waktu maghrib itu sangatlah singkat tapi di apotik lagi dalam keadaan rame pasien yang berobat. Nah apa yang sebaiknya harus kita lakukan? sedangkan kan katanya bekerja itu ibadah apalagi posisi kita misalnya bagian kasir.
Jawab
Meninggalkan sholat karena urusan dunia maka dosa, seharusnya dibuat bergantian dan informasi agar bisa sholat walau sebentar. In sya Allah hanya 5 menit. Dan pasien akan paham kalau ditulis sedang sholat apalagi diajak sholat


3. Assalamu'alaikum ustadz...
Baru saja kemarin, saya bertemu dengan seorang datuk. Dia katanya orang berilmu. Faham tarekat, hakekat, dan makrifat. Nah begitu adzan dhuhur, datuk ini tak sedikitpun beranjak untuk shalat. Setelah menunggu agak lama, akhirnya dia mengatakan buat apa shalat tepat waktu kalo hati masih kotor, seolah-olah solat bukan perkara wajib baginya. Dan katanya Tuhan kita (Allah) dan Tuhan dia berbeda. Padahal sama-sama islam. Tau Qulhuallaahu ahad, tau tiada ilah selain Allah. Tapi kenapa berani berkata demikian? Dan dia tidak mau dikatakan kafir karena tidak shalat. Sedang datuk ini disebut-sebut sebagai wali. Tapi adakah waliullah tidak sholat? Afwan, cerita ini pelik. Saya bingung membahasakannya. Mohon pencerahan ustadz, syukron 
Jawab
Wa'alaykumussalam
Kemungkinan orang tersebut mengikuti aliran tasawuf sesat yang berpaham wihdatul wujud yaitu menyatunya diri dengan Allah sehingga tidak merasa perlu menjalankan syariat karena Allah sudah menyatu denganya. Ini sama dilakukan oleh al halaj, syeikh siti jenar yang akhirnya dihukum mati oleh ulama karena sesat

4. Afwan ustadz, mau nanya. Bagaimana caranya kita mengajak adek laki-laki kelas 5 SD untuk sholat? Biasa kalo diajakin sholat itu selalu ada alasan, seperti masih nonton tv, masih main, mau maem dulu, dll. Lalu bagaimana caranya orang tua mengajak/membiasakan anaknya melaksanakan sholat sejak kecil? Syukron
Jawab
Usia seperti itu sudah wajib sholat karena sudah lebih dari 10 th. Disebutkan oleh Rosulullah kalau anak usia 10 tidak mau sholat maka boleh dipukul asalkan tidak menyakitkan. Jadi orang tua harus mengkondisikan dengan baik dari kecil agar mau sholat, mematikan tv dll ketika waktu sholat


Pertanyaan M111

1. Assalamualaikum ukhti. Sebagaimana pendapat ijma kalau seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir. Lalu bagaimana shalat-shalatnya setelah itu? Tidak di terima kah? Misal saja ia tidak tau pendapat itu? Bagaimana? Syukran
Jawab
Kalau dia sudah sholat lagi maka sudah masuk islam kembali karena dalam sholat terdapat bacaan syahadat

2. Assalamu'alaikum.. Aku mau cerita sedikit, aku punya teman wanita, pada saat kita pergi nah pas waktu dzuhur kita wudhu, nah karena ngantri dan teman saya duluan yang wudhu, saya merhatikan wudhunya, pada saat membasuh tangan, dia hanya basuhnyaa cuma sampai seperempat tangan ga sampai siku, aku menegurnya, kalo basuhnya sampai siku, tapi dia bilang ga kenapa'-kenapa hanya sampai setengah. Ya sudah karena ngantri dia buru-buru pergi, pas besoknya saya perhatiin lagi, dia wudhu pun sama hanya basuh setengah tangannya saja. Saya bertanya ketemen-temen' yang pengetahuan agamanya lebih, nah katanya ga syah sholatnya. Apa benar sholatnya ga syah jika rukun wudhunya belum sempurna? Dan bagaimana untuk memberitahu ke teman saya yang saya ceritakan di atas dengan tanpa membuatnya malu/marah? Syukron
Jawab
Betul bu bahwa rukun wudhu adalah membasuh tangan sampai batas siku, kalau tidak sampai siku maka tidak sah sehingga sholatnya tidak sah. Silakan dinasehati lagi temanya ya agar benar wudhunya

3. Assalamu'alaykum ustad. Apa bedanya shalat sunat fajar dan shalat sunat qobliatan subuh terus yang di anjurin Rasulullah yang shalat sunat dua rakaat sebelum subuh itu yang mana ?? shalat sunat fajar atau shalat sunat qobliatan subuh. Kapan kita lakukan shalat sunat fajar sebelum adzan atau sebelum adzan?
Jawab
Sunah fajar dan qobliyah shubuh itu sama, sehingga tidak masalah dalam melaksanakan baik niat sunah fajar maupun qobliyah shubuh

4. Assalamualaikum.. Sebagaimana pendapat ijma kalau seseorang yang meninggalkan shalat dengan sengaja adalah kafir. Berarti orang yang tidak sholat itu ga akan masuk surga? Karena kan Allah mengharamkan surga bagi orang-orang kafir. Lalu bagaimana dengan pendapat yang menyatakan bahwa sebesar apapun dosa yang di diperbuat manusia dia akan tetap masuk surga selama meninggalnya masih membawa iman dan islam. Ya meskipun masih di siksa dulu di neraka. Mohon penjelasannya. Terimakasih
Jawab
Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja karena meyakini sholat tidak wajib maka kafir dan sudah tidak punya keimanan sehingga dia dihukumi kafir seperti orang murtad


Pertanyaan M112

1. Ustadz yang membuat shalat kita terkadang masih ga khusyuk itu kenapa yaa padahal yang namanya kita shalat kan yang di fokuskan itu adalah Allah tapi pikirannya kok masih suka kemana mana, mohon penjelasannya ustadz?
Jawab<
Itulah tugas syetan untuk menggoda manusia, sehingga disunahkan kalau kita tidak khusyu maka kita meludah ke kiri dan membaca ta'awudz

2. Kalau kita sholat tidak khusyuk. Terburu buru. Atau sedang dalam perjalanan dimana pakaian kita kotor tp melaksanakan sholat. Apa hukumnya ustad?
Jawab<
Pakaian kotor asalkan tidak najis maka boleh untuk sholat bahkan dulu jaman perang maka tetap sholat walau pakaian kotor dan terkena darah karena luka.

3. Ustad, dulu pernah ada ustad yang mengatakan bahwa wanita yang selesai haid maka mengqodho sholat. Bisa dijelaskan lebih rinci disertai dalil ustad? Syukron
Jawab<
Betul dia mengqodho sholat terhadap sholat yang ditinggalkan ketika dia haid dan sudah masuk sholat. Misal waku zhuhur sudah masuk, dia tidak segera sholat. Lalu jam 13.30 haid maka dia punya hutang sholat zhuhur dan harus dibayar nanti ketika sudah suci.

4. Ustadz. Bagaimana dengan orang-orang yang berpendapat buat apa sholat yang terpenting berbuat baik. Banyak yang sholat tapi perilaku mereka buruk. Bagaimana menyikapinya. Yang kedua apakah benar ustadz jika saat sholat atau setelah wudhu bolak balik batal karena buang angin itu gangguan jin? Afwan ustdz pertanyaan kedua ini diluar materi.
Jawab
Wa'alaykumussalam
Menjalankan kewajiban dari Allah hukumnya wajib contohnya sholat. Bila tidak dilaksanakan maka dosa. Bila setelah sholat kadang masih maksiat maka dia berdosa karena maksiat setelah sholat tadi. Tapi kalau dia tidak sholat dan maksiat maka dosanya dua kali. Walau seharusnya kalau sholatnya khusyu maka akan bisa mencegah dari perbuatan dosa. Kalau ada yang tidak sholat tapi berbuat baik maka di mendapat dosa besar karena tidak sholatnya. Ketika batal berkali-kali larena kentut maka bisa jadi ada gangguan jin atau memang masalah kesehatan saja misalnya masuk angin atau menahan dari buang air besar. Perlu dicek lebih lanjut. Kalau kentut terus padahal tidak sakit perut maka ada kemungkinan jin dan silakan dibacakan ayat-ayat al quran untuk ruqyah mandiri


Pertanyaan M113

1. Assalamu'alaikum ustad. Saya mau tanya: orang yang sengaja meninggalkan sholat maka dia termasuk kafir. Apakah itu berarti orang yang meninggalkan sholat harus kembali mengucap syahadatain? Lalu ustad, ada orang yang meninggalkan sholat dengan alasan karena dia masih suka melakukan maksiat seperti zina dll. Menurut dia, dia malu untuk sholat karena masih suka zina dll. Menurut ustad bagaimana menyikapi ini? Terimakasih
Jawab
Ketika dengan sengaja meninggalkan sholat karena menentang Allah maka harus syahadat lagi. Kalau masih maksiat dan tidak mau sholat maka semakin besar dosanya karena dosa meninggalkan sholat ditambah dosa zina dll. Sehingga beliau segera taubat dan meninggalkan semua maksiat tsb

2. Assalamu'alaikum ustadz, ana mau tanya. Apakah baik buruknya shalat kita berpengaruh dikala kita menyeru kerabat-kerabat kita untuk shalat. Syukron ustadz
Jawab
Sholat yang khusyu dalam membuat kita makin berakhlaq mulia dan semakin dekat kepada Allah. Ketika itu terjadi maka ketika menasehati orang maka akan semakin baik caranya dan doanya lebih dikabulkan Allah, in sya Allah

3. Assalamu'alaikum, Saya mau bertanyaa apakah berdosa apabila kita sholat tidak khusu?Tidak apa-apakah apabila kita mengulangi sholat kita karena sholat yang awalnya tidak khusu dan kita pun ragu? Trimakasih
Jawab
Sholat tidak khusyu maka tidak dosa tetapi kurang sempurna sehingga khawatir tidak mendapatkan pahala disisi Allah. Bila merasa tidak khusyu dan ingin mengulang sholat maka tidak perlu, cukuplah ditambah dengan sholat-sholat sunah untuk menambal ketidak khusyuan sholat wajib tadi


4. Ustad bolehkah kita mengulang sholat?  Misalnya kita sudah sholat sendiri, kemudian ada yang mengajak sholat berjamaah. Boleh tak kita sholat lagi? Jazakallah...
Jawab
Mengulang sholat untuk berjamaah maka dibolehkan, ada beberapa sahabat yang melakukan hal tersebut. Bahkan sudah berjamaah dengan Rosul dan ketika ada jamaah terlambat datang sholat maka bisa menjadi makmumnya lagi dan dinilai sebagai shadaqah.

Pertanyaan 114

1. Ust. Kadang orang untuk sujud sebelum tahiyat akhir suka agak lama bangunnya, karena dia doa dulu, baru bangun duduk tahiyat akhir. Nah, apakah itu boleh? Apakah menyimpang? Atau diperbolehkannya doa setelah sholat saja. Dan doa-doa apa saja yang boleh dibaca ketika tahyadz akhir? Jazakallah
Jawab
Beberapa hadits memberikan kebebasan dalam doa ketika sujud akhir dan tahiyat akhir asalkan dalam bahasa arab. Tapi ada hadits yang menyebut doanya adalah : allahumma inna na'udzubika min adzabil jahannam wa min adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wa mamat atau allahumma 'ainni 'ala dzikrika wa syikrika wa husni ibadatik.


2. Assalamu'alaikum, saya mau nanya kalo misalnya ketinggalan waktu shalat karna ketiduran atau sedang perjalanan itu shalatnya gimana? Katanya kan di suruh  dijama' shalatnya terus gimana bacaannya? Tolong jelaskan dengan detail ya ustadz, syukron
Jawab
Wa'alaykumussalam.
Kalau ketiduran maka ketika bangun langsung segera sholat. Kalau dalam perjalanan dan dalam batas bisa dijamak maka bisa dijamak misal zhuhur dengan ashar, maghrib dengan isya. Niatnya cukup dalam hati untuk sholat jamak tersebut

3. Ana mau nanya.. Bagaimana tips shalat agar bisa khusyu?
Jawab
Sholat agar khusyu adalah dengan mengikhlaskan niat, menyiapkan waktu dengan cukup, memahami arti bacaan sholat. In sya Allah khusyu

4. Assalamualaikum ana mau tanya kalo kita dalam berpergian apa sholatnya bisa d ja'mak dzuhur dengan ashar lalu ada teman saya pas kelar jalan-jalan masih satu daerah berpergiannya tapi mengkodo sholat apa itu di bolehkan? dan apa bedanya ja'mak sholat dengan mengkodo
Jawab
Wa'alaykumussalam
Qodho sholat hanya boleh karena ketiduran dan kelupaan. Kalau bepergian masih dalam satu kota maka tidak boleh qodho. Untuk jamak dan qashar maka dibolehkan bila perjalanan dengan catatan lebih dari 80 km menurut imam syafii atau sudah beda daerah kalau menurut imam ahmad

5. Assalamualaikum.. Mau tanya ustadz, untuk seorang wanita ketika mendapat haid pertama dan telah masuk waktu shalat katanya diharuskan mengqhada shalatnya setelah bersih.. Apa ada dalilnya ustadz terus bgaimana caranya?
Jawab
Jawabannya sudah jelas ukh karena sudah masuk waktu sholat dan belum sholat. Kalau menyegerakan sholat maka tdk akan punya hutang sholat.

Pertanyaan 115

1. Mau tanya, misalnya ada remaja yang masi awam yang tidak diberi ilmu agama oleh orang tuanya sehingga meninggalkan sholat sampai bertahun-tahun, tapi suatu hari dia mendapat hidayah dan bertaubat, sehingga menjaga sholat. Nah yg mau di tanyakan, sholat yang telah dia tinggalkan selama bertahun-tahun tersebut bagaimana? apa di qodo atau bagaimana? Karena sholat salah itu pertanyaan awal yang akan di tanyakan kelak.
Jawab
Terdapat perbedaan pendapat ulama. Mahdzab syafii maka menyarankan untuk taubat dan mengqodho sholat yang ditinggal. Caranya setelah sholat wajib maka lanjut sholat qodho kecuali shubuh yang dilakukan sebelumnya. Tapi kalau menurut mahdzab ahmad dll maka tidak perlu qodho karena sudah menjadi dosa maka perbanyak taubat

2. Ini tentang shalat istikhoroh nggeh. Waktu yang baik buat shlat istikhoroh itu kapan dan langkah yang harus dilakukan sebelum dan sesudah apa aja...terima kasih
Jawab
Kapan saja boleeehhh. Sebelum dan sesudahnya tidak ada apa apa lagi, kerjakan saja sebelum timbul keyakinan memilihnya belum muncul.


3. Mau tanya. Shalat itu mencegah perbuatan keji dan mungkar, tapi kebanyakan kita masih melakukan perbuatan keji dan mungkar,mohon penjelasannya
Jawab
Sholat yang dapat mencegah perbuatan keji dan munkar adalah sholat yang khusyu. Diibaratkan oleh rosulullah seperti orang yang mandi, kalau mandinya bersih maka akan membersihkam semua kotoran/dosa. Sehingga tidak ingin melakukan perbuatan kotor lagi.

4. Bismillah.. Jazakallah ustadz atas ilmu yang diberikan. Ana mau bertanya, bagaimana ustadz agar seseorang begitu mencintai shalat, hingga tak terasa lagi rasa malas atau menunda-nunda shalat? Jazakallah ustadz
Jawab
Agar mencintai sholat maka jadikan sholat sebagai kebutuhan. Ketika kita butuh makan maka kita akan mencari makanan bahkan mengeliarkan uang yang banyak untuk makan. Kita butuh sholat untuk komunikasi kepada Allah, untuk menenangkan diri, menghapus dosa dan mencari rahmat Allah

5. Ustadz jazakallah khairan katsiran, pertanyaan saya, bagaimana jika seseorang yang meninggalkan shalat tanpa sengaja, semisal shalat shubuh, dia ketiduran. Apakah mereka sudah dikatakan kafir?
Jawab
Yang dinyatakan kafir bila sengaja dan mengingkari bahwa itu kewajiban dari Allah. Kalau ketiduran maka disebut tidak sengaja, segera sholat setelah bangun

6. Ustadz bagaimanakah kita shalat ketika sakit? Bahkan kita mau bangun pun susah karena pusing, tidak bisa wudhu, hanya terbaring + mengigil, apakah kita bisa shalat langsung tanpa wudhu?
Jawab
Untuk kondisi seperti itu maka cukup dengan tayamum dan sholat sambil tidur

Pertanyaan 116 

1. Ustad mau tanya, kalau kita makmum masbuk. Misalkan pas imam duduk tahiyat akhir, kita sebagai makmum masbuk, apakah ikut duduk tahiyat akhir apa tahiyat awal?
Jawab
Dalam hadits disebutkan : apa yang kamu dapati bersama imam sholatlah dan apa yang ketinggalan maka sempurnakanlah (HR Jamaah). Dari hadits ini maka kita mengikuti gerakan imam. Khusus untuk duduk tasyahud akhir maka ada pendapat bahwa kita tidak tasyahud akhir tapi duduk tasyahud awal (iftirosy)

2. Ustadz dalam Al Qur'an dijelaskan jadikan sabar dan sholat sebagai pnolongmu. Padahal manusia pertama dihisab karena sholatnya tapi dalam potongan ayat tersebut kenapa kata sabar dulu, apakah itu cuma penulisan kata saja?
Jawab
Tafsir surat al Baqarah ayat 45 tersebut adalah terkait dengan kehidupan dunia. Dimana ketika mendapatkan masalah maka dengan sabar dan sholat. Sabar ketika mendapatkan ujian dan segera sholat agar mendapatkan pertolongan. Hal ini dijelaskan dalam tafsir ibnu katsir.


Pertanyaan Extra

1. Mau nanya kalau misalnya salat sunah kan ada doa khusus misal doa salat tahajud, kalau ga hafal doanya gimana ustadz?
Jawab
Doa hukumnya sunah, kalau dihapalkan sangat baik tapi kalau tidak hapal boleh dengan doa-doa lain dan diperbanyak dengan doa lain bahkan bisa dengan bahasa indonesia

2. Ustadz apakah batalnya wudhu bisa juga karena makanan atau minuman? Misalkan gini pas waktu mau sholat ashar (atau sholat lain waktu) karena merasa belum batal dari wudhu sholat dzuhur teman saya langsung sholat ashar tidak wudhu dahulu, karena dia merasa blm (maaf) buang angin dan kencing dan bersentuhan dengan lawan jenis. Tapi selama rentang waktu antara dzuhur dan ashar dia ngemil makanan dan minum. Bagaimana hukumnya ya ustadz, makasih sebelumnya
Jawab
Dalam hadits Rosul disebutkan bahwa yang membatalkan wudhu adalah makan daging onta, makanan yang lainnya tidak membatalkan wudhu, minimal berkumir agar sisa makakan tidak mengganggu sholat

3. Apakah setiap muslim itu tidak sempurna khusyu' dalam shalat? Kadang raka'at pertama, kedua itu khusyu' tapi seterusnya ga khusyu' lagi, itu kenapa ya ustadz?
Jawab
Tidak khusyu adalah pekerjaan syetan yang terus menggoda manusia, ketika tidak khusyu maka disunahkan meludah ke kiri dengan membaca ta'awudz

4. Ustadz kalau kita lagi shalat terus tiba-tiba mimisan itu shalat kita sah ga ya? saya sering kayak begitu ..
Jawab
Mimisan tidak membatalkan sholat, silakan dilanjutkan sambil menutup hidung dengan kain dll agar mimisan berhenti

5. Ustadz, gimana ya kalo misal kita ada rencana mau pergi buru-buru, sebelum pergi mau sholat ashar dulu, udah ngira-ngira kalo itu udah masuk ashar / udah adzan, eh pas setelah selesai sholat ternyata baru adzan ashar, gimana itu ustadz? Kitanya lagi buru-buru pergi tu
Jawab
Sarat sah sholat adalah sudah masuk waktunya, jadi kalau ternyata belum masuk waktu maka sholatnya tidak sah dan harus diulang. Kalau buru-buru maka sholat dalam perjalanan saja, bisa berhenti di masjid atau pom bensin yang ada musholanya

6. Ustadz, masih banyak yang beranggapan, sholat dhuhur di hari jum'at dilaksanakan setelah jamaah sholat jumat selesai. Itu benar tidak ustadz? Terus kalo benar kenapa, kalo salah kenapa?
Jawab
Para ulama tidak ada yang menyuruh para wanita untuk sholat zhuhur menunggu selesaikan sholat jumat. Jadi silakan sholat zhuhur ketika sudah masuk waktu sholat

7. Ana mau tanya ustadz, apa batasan aurat wanita ketika sholat? ana pernah dengar bahwa kaki, tangan dan muka bukan termasuk aurat dalam sholat. Mohon dijelaskan ustad jika ada dalilnya lebih baik.
#sholat dirumah sendiri.
Jawab
Batasan aurat adalah semua tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Ini berdasarkan keumum dalil ketika putri Rosul datang bertemu Rosulullah dan dinasehati harus menutup aurat seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan. Jadi aurat ketika sholat dan tidak sholat adalah sama

8. Misalnya kita mau pergi pulang kampung misalnya, terus waktu itu waktu magrib belum masuk, terus waktu udah nyampe waktu isya udah masuk, lalu kita sholat magrib dulu 3 rakaat seperti biasa baru sholat isya, itu gimana hukumnya ya ustad, apakah boleh ustad?makasih ustad.
Jawab
Kalau musafir maka dibolehkan menjamak sholat seperti itu. Dan sudah benar maghrib dulu lalu isya

9. Perihal sholat jama qodo' qosor'..
Kalo ada acara tour keluar kota. Nah kita pas sholat dzuhur disuruh di qodo' dengan ashar nah tenyata waktu yang diperkirakan kalo gak akan bisa dapet ashar ternyata kita bisa sholat tuh, misal ternyata sudah sampai tempat tujuan sebelum maghrib nah kita boleh kan sholat ashar disaat itu, padahal sudah di qodo'.. Terimakasih ust..
Jawab
Ketika sudah qodho karena sudah masuk syaratnya karena jarak maka ketika sampai lokasi tidak perlu sholat lagi walau ada waktu. Tapi kalau mau sholat lagi maka tidak dilarang.

10.  Assalamu'alaikum. Ustad saya kan kalo pulang kampung berangkat kan abis asar terus sampenya pagi. Terus solat apa dulu yang di kerjain maghrib/ isya/ subuh?
Jawab
Kondisi tersebut harusnya sholat di kendaraan yaitu maghrib di jamak qashar dengan isya dan shubuh sendiri. Sedih melihat orang dalam perjalanan tidak sholat. Padahal bisa dengan tayamum bila tidak ada air. Kalau bawa kendaraan sendiri maka bisa berhenti kapan saja. Kalau naik bis maka biasanya ada waktu istirahat untuk makan dan sholat. Kalau naik kereta tidak ada istirahat maka bisa sholat di kereta

Alhamdulillah... Semua pertanyaan sudah terjawab... Jazakallah khoiron katsir, ustad..

Penutup
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat