Home » » KEISTIMEWAAN ALQUR’AN

KEISTIMEWAAN ALQUR’AN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 9, 2014

Kajian Online Hamba الله SWT

Selasa, 9 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Runie
Rekapan Grup Nanda 127-128 (Farida/Amalia/Iis)
Tema : Kajian Islam
Editor : Rika Arisandi / Rini Ismayanti

KEISTIMEWAAN ALQUR’AN

Al-Qur'an sebagai landasan hidup manusia memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab yang lain. Beberapa keistimewaan tersebut antara lain:
1. Keistimewaan Tilawah (membaca) Al Qur’an adalah sebuah kitab yang harus dibaca, bahkan sangat dianjurkan untuk dijadikan sebagai bacaan harian. Allah SWT. menilainya sebagai ibadah bagi siapapun yang membacanya. Pahala yang Allah berikan tidak dihitung per ayat atau per kata, melainkan per huruf, sebagaimana penjelasan Rasulullah SAW.

"Saya tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim itu satu huruf, namun Alif adalah satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf."
2. Keistimewaan Tadabbur (merenungkan) Al-Qur’an mampu menjadi ruh (penggerak) bagi kemajuan kehidupan manusia manakala selalu dibaca dan ditadabburkan makna yang terkandung dalam setiap ayat-ayatnya. Allah Swt. berfirman (yang artinya)

"Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu sebuah run (Alquran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Alkitab itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu? Tetapi Kami menjadikan Al-qur’an itu cahaya, yang Kami tunjukki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. "(QS. 42:52)
3. Keistimewaan Hifzh (menghafal) Al-Qur’an selain dibaca dan direnungkan juga perlu untuk dihafal. Dipindahkan dari tulisan ke dalam dada, karena hal ini merupakan ciri khas orang-orang yang diberi ilmu, juga sebagai tolak ukur keimanan dalam hati seseorang.
Rasulullah SAW. Bersabda:
"Sesungguhnya orang yang di dalam dadanya tidak terdapat sebagian ayat dari pada Al-Qur’an, bagaikan rumah yang tidak berpenghuni."
Definisi llmu Tajwid
Lafadz Tajwid menurut bahasa artinya membaguskan. Sedangkan menurut istilah adalah:
"Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberi hak dan mustahaknya."
Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut, seperti AI Jahr, Isti'la', istifal dan lain sebagainya. Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu, seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa' dan lain sebagainya.

Hukum Mempelajari llmu Tajwid
Hukum mempelajari Ilmu Tajwid secara teori adalah fardhu kifayah, sedangkan hukum membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid adalah fardhu 'ain.
Jadi, mungkin saja terjadi seorang Qori' bacaannya bagus dan benar, namun sama sekali ia tidak mengetahui istilah-istilah ilmu Tajwid semisal izh-har, mad dan lain sebagainya. Baginya hal itu sudah cukup bila kaum muslimin yang lain telah banyak yang mempelajari teori ilmu Tajwid, karena -sekali lagi- mempelajari teorinya hanya fardhu kifayah. Akan lain halnya dengan orang yang tidak mampu membaca Al Qur’an.

sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu Tajwid. Menjadi wajib baginya untuk berusaha membaguskan bacaannya sehingga mencapai standar yang telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW.
Dalil kewajiban membaca Al Qur’an dengan tajwid adalah sebagai berikut:
1. Firman Allah
"Dan bacalah Alquran dengan tartil” (QS. 73:4)
Imam Ali bin Abi Tholib menjelaskan arti tartil dalam ayat ini, yaitu mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqof.

2. Sabda Rasulullah
Bacalah Al Qur’an sesuai dengan cara dan suara orang-orang Arab. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan berdosa besar. Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelahku melagukan Al Qur’an seperti nyanyian dan rohbaniah (membaca tanpa tadabbur) dan nyanyian. Suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka (tidak dapat meresap ke dalam hati). Hati mereka dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar dari jalan yang lurus)."

Nah, dibawah ini adalah salahsatu contoh kesalahan membaca Ta'awudz (oleh Ustadz Abu Robbani)  didengarkan ya Sayang
2. Sabda Rasulullah
Bacalah Al Qur’an sesuai dengan cara dan suara orang-orang Arab. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan berdosa besar. Maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelahku melagukan Al Qur’an seperti nyanyian dan rohbaniah (membaca tanpa tadabbur) dan nyanyian. Suara mereka tidak dapat melewati tenggorokan mereka (tidak dapat meresap ke dalam hati). Hati mereka dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar dari jalan yang lurus)."

Iya..
Nah ini contoh yang betul, nanti nanda sambil ngikutin, biar betul panjang pendeknya (harus ada suaranya), kalau lagi dtempat umum, paling tidak bibirnya komat kamit ya.

Tanya - Jawab
1.Ummi pegang Qur'an ketika haid tapi niatan belajar gapapa kan ?
Jawab : Boleh pegang dan baca Al Qur’an kalau niatnya belajar in syaa Allah..
2. Ummi mau tanya, dalam Al Qur'an ada yang bacaanya 'majreeha' itu hukum bacaannya apa ummi ?
Jawab : Majreha namanya imalah (membaca fathah condong ke kasroh) surat Hud ayat 41
3.  Kalau di pengajian membaca surat-surat pendek tapi lagi haid gimana ummi ?
Jawab : tidak apa-apa, niatkan murojaah (mengulang hafalan)
4.  Menambah hafalan saat haid juga ktanya tidak  bisa ya ummi ?
Jawab : Menambah hafalan memang pendapat ulama yang kuat adalah sebaiknya dihindari, yang dibolehkan adalah mengulang hafalan..
Karena bagaimanapun kita diberi waktu untuk  tidak tilawah, tidak  sholat, tidak  puasa ya kita ambil pemberian Allah  ganti dengan dzikir dan murojaah, atau baca buku islam

5. Kalau lagi haid boleh kah ummi kita baca do'a yang do'a nya itu mengambil dari ayat-ayat  Al Qur'an. Salam kenal ummi.afwan baru bisa gabung
Jawab : Tidak ada larangan membaca doa ketika haid, baik dr Al Qur’an ataupun hadits Nabi.
6. Umi nanya huruf  yang keluar dari dua bibir itu asy syafatan/syafa`ian?
Jawab : Dua bibir = asy-syafatain
7. Ummi pada bacaan dza a u'dzu.. itu.. lidah kita ada pada pangkal gigi yang atas betul tidak ? Kata. ustadzah saya waktu ucap dza tidak ada hembusan udara di mulut ? Bagaimana  ummi?
Jawab : Huruf dza ذ tempat keluarnya adalah diujung lidah dikeluarkan sedikit dan bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas (sambil di praktekkan ya),, dza sifat hurufnya (salahsatunya) adalah Al Jahr (jelas) lawan kata dari Al Hams (samar dengan disertai keluar nafas),, jadi dza tidsk keluar nafas.
8. Ummi ukuran standar kita khatam baca Qur'an itu berapa dengan bacaan tajwid yang bagus?
Jawab : Beberapa sahabat Rasulullah  SAW yang masyhur seperti sayyidina Utsman, Zaid Ibn Thabit, Ibn Mas'ud dan lain-lain mengkhatamkan Al Qur’an dalam masa seminggu dengan dibuat penyusunan surah-surah seperti berikut :
Malam Jumat : surah Al Baqarah hingga surah Al Maidah
Malam Sabtu : surah Al An'am hingga surah Hud
Malam Ahad : surah Yusuf hingga surah Maryam
Malam Senin: surah Toha hingga surah Al Qasas
Malam Selasa : surah Al 'Ankabut hingga surah Sod
Malam Rabu : surah Tanzil (al Zumar) hingga surah al Rahman
Malam Khamis : mengkhatamkan dari Ar Rohman hingga An Naas.
Boleh seminngu, boleh sebulan (1 juz sehari), tergantung kecepatan dan kemahiran membaca masing-masing orang

9.  Ummi ayu mau tanya lagi, kalau ngaji terus ayatnya panjang kadang nafas tidk sampai tapi tidak boleh berhenti di sembarang kata juga karena jika terpotong akan merubah artinya, jadi ada tidak ummi cirri-ciri  huruf  yang bisa sebagai tanda kalau bisa brhenti di situ selain tanda wakaf ? dan  juga apa hrus selalu di ulang 1 kata yang sbelumnya?
Jawab : Kalau kita belum faham bahasa  arab/arti-artinnya memang amannya berhenti di waqof, kalau memang  tidak kuat, tidak apa-apa  berhenti di satu kata yang sudah sempurna, kalau tahapnya belajar in syaa Allah tidak apa-apa  berhenti dikata yang kita  mampu sampai sana dan memang harus diulang 1 atau 2 kata sebelumnya,,
Ada lagi yang agak mudah adalah berhenti sebelum kata hubung (wa=dan, tsumma=kmudian, 'alaa=atas) dan tetapi diulang 1-2 kata sbelumnya..
Nafas panjang bisa dilatih nanda, makin sering tilawah, in syaa Allah nafas semakin panjang,, sering-sering dengarkan murottal juga biar hafal kira-kira berhenti dimana..

10.Mohon penjelasanya tentang beberapa Hukum membaca Basmallah..dan terdapat pada surat apa saja..
Terima kasih umi

Jawab : Hukum membaca Basmalah adalah wajib jika memulai surat baru (awal surat), kecuali pada surat ke 9 (At-taubah), dilarang membaca Basmalah pada awal surat, tapi dibolehkan jika ditengah-tengah  (jika mulai tilawahnya dari tengah surat Attaubah), dapat dibaca jahr(jelas) atau sirri (lirih)
11. ummi satu lagi
di dalam syurat yusuf  terdapat bacaan ismam
Apa yang di maksud ismam ummi ?
jazakillah

Jawab : Isymam adalah menampakkan dhommah yang terbuang denga isyarat bibir (monyong)..
Laa-ta'-mann (bibir monyong seperti  mau ucap U 'tanpa suara' - (baru ucapkan) na-nya..
Seolah-olah  kita mau baca Laa-ta'-ma(nu)na.. hanya nu-nya isyarat saja.
Untuk isymam ini khusus, harus melalui talaqqi (bertemu & melihat langsung kepada guru), nanda bisa talaqqi kepada  ustadzah nanda atau bisa cari di youtube tentang bacaan isymam yang benar.

12. Menghadiri acara khataman, disitu dibacakan 30 juz dari pagi sampe sore (bahkan tidak sampe sore) Cepat sekali membacanya. Cepat nya bacaan cepat sampe tidak bisa disimak dengan baik. Rasanya keponthal- ponthal istilah jawanya.
Saya juga pernah dengar hadits bahwasanya khatamin Al Qur’an tidak boleh kurang dari 3 hari.
Bagaimana menyikapi hal tersebut ummi ?

Jawab : Memang tingkatan bacaan itu ada 4:
Attahqiq : sangat lambat
Attartil : lambat bertajwid
Attadwir : sedang
Alhadr : paling cepat dan tetapi bertajwid,,
Namun rasanya, kita tilawah satu juz rata2 45 menit, 45menit x 30 juz sudah berapa jam itu sudah 22,5 jam  dan memang Rasulullah bersabda, minimal mengkhatamkan 3hari, tidak baik kalau kurang dari itu . Kalau baca bersamaan 30 juz dalam sehari kurang pas nanda,,

13. Mau tanya ummi,, kalau seperti ODOJ itu kan juga khatam sehari. Itu gimana ummi. Menyambungkan pertanyaan mbak dyah
jawab : Tapi kalau masing-masing  1 juz, dan khatam seperti odoj, sebetulnya bukan khatam seluruh peserta, namun mewakili yang khatam hari itu,
14. Assalamualaikum ummi saya belum begitu paham tentang hukum idgham (yang lain) Antara idgham mutamatsilain (mimi) yang makhraj & sifat sama idgham mutajanisain yang makhraj sama sifat beda dan idgham mutaqaribain yang makhraj & sifatny berdekatan bisa di jelaskan ummi...syukron...
jawab : Idhgom mutamatsilain (mimi) pertemuan dua huruf yang sama makhroj dan sifatnya..
Contoh ba ketemu ba, lam ketemu lam..

Ba makhrojul hurufnya dua bibir dan sifatnya salahsatunya aljahr/jelas.. ba=ba, jadi pasti sama sifat&makhrojnya
15. saya tanya lagi ya ummi: Mad lazim Mustaqal  Harfi yaitu huruf-huruf  muqaththa'ah (di awal) surat dengan di idghamkan...yang di maksud huruf muqaththa'ah itu seperti apa saja ummi
Jawab : Huruf-huruf muqothoah berkaitan dengan mad lazim harfi mukhoffah hurufnya adalah ن، ق، ص، ع، س، ل، ك، م
Seperti pada contoh awal kata disurat Qof
ق
dengan mad lazim mutsaqol harfi, mad yang bertemu dengan tasydid (karena idghom) contoh disurat Al Baqoroh awal Alif-Laaaaaammm-Miiiiim (kata lamnya ditahan 3 harokat)
selain itu ada juga huruf lain yang dibaca 2 harokat pada surat Thoha thonya 2, hanya 2..

16. Saya juga mau tanya ummi ketika ikut odoj saat membaca sering tergesa-gesa  agar cepat kholas karena saya kerja 24 jam ikut orang jadi kalau ada waktu saya selesaikan seklian bacanya tapi dengan tergesa-gesa  bagaimana hukumnya itu ummi.
jawab : Kita boleh punya target tilawah minimal 1 juz sehari, tapi kita tidak boleh meninggalkan hak-hak Al Qur’an, hak Al Qur’an adalah dibaca dengan tenang, diresapi, Al Qur’an sangat tinggi kedudukannya, karena  merupakan kalam Allah, nah kita harus pintar-pintar  menyiasati agar dapat 1 juz sehari, kalau memang tidak terkejar apakah kita lebih tidak enak sama manusia atau sama yang menciptakan manusia,, yuk nanda kita beri Al Qur’an hak-haknya, jangan hanya sekedar kejar target.
17. Ummi mau  tanya kalau pas lagi haid kita baca Al Qur’an, sama ikutan yasin saat tahlil bersma Boleh /tidak  ya soalnya  banyak  asatizd yang bilang boleh ada yang bilang  tidak boleh jadi bingung takut bacanya kena dosa
jawab : Niatkan untuk murojaah hafalan sayang.. in syaa Allah tidak apa-apa, apalagi niatnya silaturahim di acara tersebut, sangat baik sekali.. yang tidak  boleh (pendapat terkuat) adalah menambah hafalan,, wallahu a'lam.
Kalau memegang Al Qur’an bagamana ummi boleh tidak ?
jawab: Dalam ilmu Al Qur’an banyak pendapat fikih ya nanda.. kita sebetulnya boleh pilih yang kita yakini.
Kalau ummi memilih untuk tidak memegang Al Qur’an selama haid (tanpa alas/sarung tangan), dan jika sedang tidak belajar/mengajar..kalau belajar&mengajar boleh pegang, sebagai penghormatan kita  kepada kitab suci.

18. Ummi bolehkah kita membaca  Al Qur’an dihandphone ? karena kalau haid khawatir dosa jika menyentuh dan membaca  Al Qur’an. karena banyaknya pendapat  aku  sendiri jadi bingung ummi . baiknya bagaimana ummi ?
jawab : Membaca Al Qur’an di handphone dibolehkan asalkan ketika haid bukan diniatkan tilawah, tapi murojaah hafalan misalkan, atau ketika belajar/mengajar.. hukum membacanya bagi yang haid sebaiknya dihindari, tapi nanda boleh pilih yang nanda yakini, ada yang betul-betul antara haid/tidak haid tidak ada larangan apapun berkaitan dengan baca, pegang Al Qur’an, kalau ummi sendiri lebih yang menghindari sementara sampai bersih, dan jangan buka aplikasi Al Qur’an di tempat  yang dilarang ya nanda seperti di WC, diperiksa sebelum masuk sudah tertutup belum aplikasinya.
19. Ummi  kalau kita murojaah  dengan dengerin lewat youtube boleh tidak terkadang  saya  lagi menggosok baju sambil murojaah dengerin mishary rasyid di youtube kata guru saya belum dengerin mishary yang tartilnya jelas dan bacaannya juga tidak terlalu cepat jadi mudah da pahami
jawab : Murojaah, memang afdholnya kita harus mencurahkan segala fokus kita terhadap bacaan, boleh lewat media apapun, asalkan jangan sampai murottal nyala kita kemana-mana, itu khawatir tidak memuliakan Al Qur’an..
Syaikh misyari rasyid  memang merdu sekali bacaannya dan tidak terlalu cepat, bagus untuk murojaah.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan denga lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin.
Kita akhiri kajian hari ini dengan lafadz Hamdallah dan do'a kifaratul majelis.
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asayahadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika.
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaykum warahmatullah..



Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!