Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KESIAPAN MORAL SPIRITUAL,KONSEPSIONAL,FISIK,MATERIAL DAN SOSIAL UNTUK MENIKAH

Kajian Online Hamba الله SWT

Jum’at, 26 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Fina
Rekapan Grup Nanda M114 (Lia)
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti


KESIAPAN MORAL SPIRITUAL,KONSEPSIONAL,FISIK,MATERIAL DAN SOSIAL UNTUK MENIKAH

Assalaamu'alaikum..
Bagaimana kabar nanda cantik sholihah siang ini?semoga sehat semua, selalu dalam naungan kasih sayang dan cinta Allah yang tak terhingga..dalam kondisi keimanan yang luar biasa.
Sebelum dimulai,agar lebih berkah majelis kita hari ini..kita buka dengan bacaan basmalah.

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Mungkin nanda sekalian sudah sangat sering sekali mendapatkan materi tentang seputar munakahat ya,jadi disini saya coba sedikit melengkapi materi materi yang sudah pernah disampaikan...semoga teori teori yang sudah didapatkan dapat segera terealisasi dipraktekkan menjadi sebuah amalan.semoga semua yang disini segera dapat menggenapkan separuh Diennya bersama laki-laki yang sholih dunia akhirat.aamiin

Berbicara tentang persiapan diri menjelang pernikahan dinukil dari buku "Di Jalan Dakwah Aku Menikah" karya ustadz Cahyadi Takariawan...disampaikan bahwa persiapan melakukan apapun adalah awal dari keberhasilan.apalagi untuk sebuah pernikahan..momen besar dalam kehidupan seorang laki laki maupun seorang perempuan.Momen besar bagi mempelai laki-laki karena ia bertambah amanah dari tanggung jawab atas diri sendiri menjadi tanggung jawab terhadap sebuah keluarga.bermula dari istri dan nantinya anak-anak.Ia akan menerima limpahan perwalian seorang perempuan dari ayah atau wali yang lain Bagi seorang perempuan momen besar itu lebih luar biasa lagi.Ia akan mempersilahkan seorang laki-laki yang tadinya bukan siapa-siapa,untuk memimpin dirinya.Kerelaan yang sungguh luar biasa.

Mungkin nanda disini juga sudah pernah membaca buku beliau ya,coba kita refresh kembali

Untuk sebuah peristiwa bersejarah laki-laki dan perempuan muslim hendaknya memiliki kesiapan diri baik secara moral spiritual,konsepsional,fisik,material dan sosial. Yuk dibahas satu-satu...

1. Persiapan moral dan spiritual
Kesiapan secara spiritual ditandai oleh mantapnya niat dan langkah menuju kehidupan rumah tangga.tidak ada rasa gamang atau keraguan tatkala memutuskan untuk menikah,dengan segala konsekuensi atau resiko yang dihadapi pasca pernikahan.Bagi seorang perempuan,harus ada kesiapan dalam diri untuk membuka ruang baru bagi intervensi seorang mitra bernama suami.Kesiapan untuk mengurangi sebagian otoritas dirinya sendiri lantaran tunduk pada prinsip sayaura dan ketaatan suami.Kesiapan untuk hamil,melahirkan dan menyusui.Kesiapan menanggung beban-beban baru akibat hadirnya anak.

2. Persiapan konsepsional
Kesiapan konsepsional ditandai dengan dikuasainya berbagai hukum,etika,aturan dan pernak pernik pernikahan serta kerumahtanggaan.kadang dijumpai dikalangan masayaarakat kita mereka menikah tanpa mengetahui aturan Islam tentang pernikahan dan kerumahtanggaan..ada sebuah cerita,seorang ibu rumah tangga bertanya kepada ustadz tentang doa hubungan suami istri,padahal ia telah menikah sembilan tahun yang lalu dan anaknya sekarang sudah berusia 8 tahun.
So ilmu itu amat sangat penting.

3. Persiapan fisik
Kesiapan fisik ditandai dengan adanya kesehatan yang memadai sehingga kedua belah pihak akan mampu melaksanakan fungsi diri sebagai suami istri dengan optimal.Hal yang paling penting dalam konteks kesehatan disini adalah pada sisi kesehatan reproduksi.Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam menganjurkan agar menikahi wanita yang penyayang lagi punya peluang banyak anak.
Tanpa menafikan takdir apa yang nanti Allah beri kepada pasangan tersebut,yang menjadi catatan adalah ikhtiar yang optimal untuk persiapan kesehatan diri menjelang pernikahan.selanjutnya biarlah doa dan tawakkal yang menjadi sandaran setelah ikhtiar.
Sehingga melakukan pemeriksaan kesehatan kepada ahlinya merupakan salah satu langkah yang bisa ditempuh menjelang pernikahan.disamping itu,laki laki dan perempuan muslim hendaklah rajin melaksanakan olahraga sebagai bagian dari penjagaan kesehatan dan kebugaran diri Kita bisa merasakan betapa mahal sebuah kesehatan apabila sedang jatuh sakit#introspeksidirisendiri.Betapa banyak uang dihabiskan di rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit.jutaan,puluhan bahkan ratusan juta terbuang untuk mendapatkan status sehat setelah sakit. Oleh karena itu lebih murah biaya penjagaan daripada biaya pengobatan setelah terkena penyakit.Maka jagalah kesehatan dan kebugaran nanda.

4. Persiapan material
Islam tidak menghendaki kita berpikiran materialistis,bahwa orientasi dalam kehidupan hanyalah materi.Akan tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa materi merupakan salah satu sarana ibadah kepada Allah.Islam meletakkan kewajiban ekonomi akibat dari pernikahan ada di tangan suami.Para suami berkewajiban menyediakan kehidupan bagi istri sejak dari kebutuhan konsumsi,pakaian,tempat tinggal,kesehatan,pendidikan dan transportasi.Seluruh biaya kehidupan rumah tangga menjadi kewajiban suami untuk memikulnya.
Jabir bin Abdullah berkata bahwa Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam telah bersabda:" Dan kalian wajib memberikan nafkah kepada mereka (istri-istri) dan memberi pakaian secara makruf(HR.Muslim)

5. Persiapan sosial
Menikah menyebabkan pelakunya mendapatkan status sosial di tengah masayaarakat.Jika sewaktu lajang dia masih menjadi bagian dari keluarga bapak ibunya,sehingga belum diperhitungkan dalam kegiatan kemasayaarakatan,setelah menikah mereka mulai dihitung sebagai keluarga tersendiri.
So,membiasakan diri terlibat dalam kegiatan kemasayaarakatan merupakan cara melakukan persiapan sosial,kita harus  banyak mengambil peran sosial di tengah masayaarakat sebagai bagian utuh dari cara mereka belajar berinteraksi dalam kemajemukan masayaarakat.
Islam sangat menghargai keserasian dan kerukunan hidup bertetangga.memberikan perhatian,mengirimkan hadiah,adalah salah satu contoh bagaimana Islam mengajarkan interaksi positif bersama mereka.Oleh karena itu,belajar berinteraksi dengan realitas kehidupan masayaarakat merupakan salah satu langkah yang perlu diambil oleh laki-laki dan perempuan agar nantinya tidak canggung ketika hidup berumah tangga dan bermasayaarakat secara riil.
Selamat melakukan persiapan..semoga selalu dalam keberkahan..monggo jika ada yang hendak didiskusikan.

TANYA JAWAB

1. Assalamualaikum Ummi,bagaimana jika seorang ikhwan sebelum menikahi ahkwat tersebut bilang ntar kalau dah nikah kamu keraj ya bantu suami,sedangkan tanggung jawab kan ada di pihak suami kalau istri kerja pun atas kemauan sendiri bukan paksaan dari suami,apakah cirri-ciri ikhwan tersebut layak tuk di jadkan suami?
Jawab :
Ciri-ciri ikhwan maksudnya ya.perlu diberikan pengertian kepada ikhwan tersebut..bisa melalui orang tua atau perantara seseorang jika memang ikhwan itu punya niat baik dengan akhwat tersebut. Sebagaimana disampaikan di atas bahwa kewajiban menafkahi keluarga adalah dibebankan pada suami,namun bukan berarti istri tidak boleh produktif,hanya saja pada pihak istri bukan merupakan sebuah kewajiban untuk produktif di bidang ekonomi sebagaimana diungkapkan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar,"Wanita itu terhalang untuk bekerja karena menunaikan hak suami".artinya letak kewajiban suami dan istri dalam konteks materi ini berbeda.dan dalam sebuah hadits Rasulullah bersabda"Dan kalian wajib memberikan nafkah kepada mereka(istri-istri) dan memberi pakaian secara makruf(HR.Muslim)..juga disebuntukan dalam QS.Al-Baqoroh:233 ".....Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf.Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya..."
Ketika kemudian istri diharapkan untuk bekerja maka perlu ada kesepakatan sebelumnya dan ada kerelaan dari istrinya untuk membantu suaminya dalam memenuhi nafkah keluarga.jika istrinya rela membantu suaminya maka dia bernilai pahala ibadah karena membantu suami meringankan beban keluarga..namun jika istri tidak berkenan,apalagi tidak ada alasan kesulitan ekonomi atau alasan sayaar'i lainnya yang memperbolehkan seorang wanita untuk bekerja maka suami tidak boleh memaksa.pemahaman tersebut yang perlu diluruskan.maka kelapangan dada dari seorang perempuan lah yang menjadi kunci untuk memutuskan apakah dia akan melanjuntukan proses dengan ikhwan tersebut ataukah tidak.

2. Ummi ana mau tanya, bagaimana jika orangtua kurang setuju dengan rencna pernikahan anaknya dengan alasan dari segi luarnya saja, padahal 2 orang mempelainya dah yakin dan mereka saling mencintai,..?
Jawab :
maksudnya menilai dari luar jika yang dimaksud adalah dari segi fisik atau materi ataukah yang lain?yang pasti komunikasi intensif dan mengedepankan husnudzon serta tawadhu' perlu dijaga..apakah kedua orang tua keberatan dengan calon itu karena memang alasan tersebut ataukah yang lainnya,maka sikap obyektif yang perlu dikedepankan..bukan perasaan dsb.karena tidak ada orang tua yang ingin menjerumuskan anaknya pada keburukan,semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan semua orang tua butuh merasa yakin,butuh merasa tenang ketika anaknya berada dalam perwalian suaminya kelak ketika menikah.artinya bisa jadi orang tua yang salah atau putrinya yang salah.namun...sebagai anak yang sholihah dan yakin bahwa jodoh berada dalam genggaman Allah,teruslah istikhoroh,berdoa agar oleh Allah ditunjukkan yang terbaik.jika memang laki laki itu yang terbaik bagi kita maka proses kedepannya akan dimudahkan menuju jenjang pernikahan dan semoga selalu dalam keberkahan...dan jika memang dia adalah laki2 yang terbaik untuk kita maka Allah dengan sendirinya akan menggerakkan hati orang tua untuk merestui laki laki tersebut dan menerima dia apa adanya..karena Allah Maha Membolak Balikkan hati manusia.

3. Assalamu 'alaikum ummi,apakah berdosa seorang anak yang menolak dijodohkan orangtuanya dengan laki-laki yang kurang baik akhlaknya namun mapan ekonominya? bagaimana ummi,,?
Jawab :
wa'alaikumsalam wr.wb. Rasulullah bersabda:"Perempuan itu dinikahi karena 4 hal yaitu karena hartanya,keturunannya, kecantikannya atau karena agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu (HR. Bukhori dan Muslim)
Tatkala Rasulullah menyebuntukan 4 alasan mengapa perempuan dinikahi maka bisa pula dinisbatkan sebaliknya kepada kaum wanita.dan agama yang harus dinomor satukan
Perintah orang tua harus ditaati selama tidak bertentangan dengan sayaari'at..dalam hal ini jika keduanya bersikeras untuk menjodohkan dengan seseorang yang kurang baik agamanya..maka tolaklah dengan cara yang ahsan..dengan cara yang tawadhu'...karena bisa jadi pandangan dan latar belakang orang tua berbeda dengan anaknya yang bisa jadi pemahaman agamanya sudah lebih bagus dibanding orang tuanya..bisa disampaikan kepada orang tua bahwa yang akan menjalani kehidupan nantinya adalah kita sebagai anak,maka sebagai seorang istri membutuhkan seorang imam yang nantinya dapat membawa istri dan keluarganya meniti jalan ke surga..dst.berdasarkan pengalaman pribadi..pada akhirnya orang tua dapat mengetahui laki2 yang seperti apa yang diharapkan anaknya menjadi pendamping hidupnya dunia akhirat..yang diridhoi tidak hanya diridhoi orang tua..namun juga diridhoi Allah..maka komunikasi harus selalu intens dengan orang tua.jangan ada jarak sehingga ketika mengutarakan keinginan kita tidak akan terjadi miss.

4. Ummi ana mau tanya
Diperbolehkn tidak dalam islam seorang wanita menawarkn diri kepadaa seorng ikhwan yang menrut si akhwat ini si ikhwan ini pantas menjadi calon suaminya..
Jawab :
khadijah menawarkan diri kepada Rasulullah melalui perantara..iya tidak?dengan segala latar belakang,keimanan dan keislaman beliau yang tidak ada bandingannya..dsb..namun khodijah pada jaman Rasulullah bisa jadi tidak akan ditemui pada jaman sekarang ya..intinya adalah ketika kita mempunyai niat baik maka laksanakan segera agar tidak menimbulkan fitnah yang lebih besar.jika memang harus menjadi seorang khodijah maka siapkan segala mental dan keimanan serta keikhlasan yang luar biasa.apapun hasilnya..maka yakinlah bahwa Allah sudah tentukan jodoh kita,apapun hasilnya maka jodoh tak akan tertukar..dan apapun hasilnya ketika dia menjadi jodoh kita maka Allah akan mudahkan,namun ketika ternyata laki-laki itu bukan yang terbaik dan menolak maka tidak ada rasa kecewa serta sakit hati..karena pasti diluar sana Allah sudah siapkan seseorang yang terbaik untuk kita.

5. Assalamualaikum ummi bagaimana menjalani taaruf saat hati sudah terlanjur dikendalikan oleh perasaan mencintai? Apa perasaan itu seharusnya dihilangkan dahulu?                                             
Jawab :
wa'alaikumsalam.wr.wb
Ini perasaannya sama siapa dulu sayang?sama yang dita'arufi atau yang lain?tapi 'ala kulli hal..selalu jaga diri dan hati pada apa2 yang belum halal bagi kita,maka luruskan niat selalu dan minta petunjuk Allah lewat istikhoroh yang terus menerus tanpa henti agar senantiasa diri dibersihkan dari perasaan perasaan atau apapun itu sehingga bashiroh(mata hati) kita selalu terjaga dan mudah bagi Allah untuk menuntun kita dan memberkahi proses yang dijalani.fahimtum?

6.  Assalaamu'alaykum warahmatullah ummi, jazakillah khair ummi pembahasannya panjang dan diterangkan jadi menarik bacanya :) ummi, mau tanya...
1) jika kita punya  target melakukan proses menikah, setelah ada yang memang sudah mengenal kita kemudian suka, namun di tempat liqo, murabbi sudah menganjurkan untuk membuat cv, bagaimana ya ummi?
2) ummi.. Ada rekomendasi buku-buku yang bisa dibaca dalam proses persiapan selain buku tadi? Jazakillah khair ummi.
Jawab :
wa'alaikumsalam.wr.wb.
1. sebenarnya yang dilakukan oleh murobbi disini adalah untuk memfasilitasi,menjembatani dalam proses ikhtiar mencari pasangan yang sholih dan terbaik buat kita..namun memang tidak harus melalui murobbi karena dalam alquran atau hadits tidak ada yang menyebuntukan hal itu hanya saja..ketika ada campur tangan orang2 sholih di dalamnya maka insayaaAllah keberkahannya akan semakin bertambah..namun ketika kemudian seorang akhwat sudah punya calon maka silahkan dikomunikasikan dengan murobbinya,insayaaAllah tidak ada masalah..hanya butuh komunikasi saja.selama tidak ada fitnah di daalamnya dan dalam kerangka kebaikan insayaaAllah tidak akan ada masalah.semangattt.
2. Hmm...untuk rekomendasi buku,saya lebih prefer untuk tidak merekomendasikan antunna untuk membaca buku2 pernikahan untuk persiapan,karena hal itu insayaaAllah akan dapat dipelajari sekaligus diterapkan setelah menikah nanti..yang terpenting bagaimana kita terus memperbaiki kualitas diri..kualitas ibadah,hubungan dengan Allah lebih ditingkatkan lagi,hubungan sosial pun juga perlu senantiasa dilatih...don't worry be happy..kalo persiapan teorinya terlalu matang nanti jadi tidak seru..hehe..jika pernah mendengar siapkan kualitas ibadah 200% ketika lajang maka ketika sudah menikah seturun turunnya kualitas ibadah kita masih 100% hitungannya.
Perbaiki sholat..maksimalkan yang sunnah..perbanyak tilawah..qiyamullail dst membentuk habit/kebiasaan yang kemudian menjadi karakter yang melekat sehingga tidak mudah dia hilang begitu saja..karena ketika menikah begiiitu banyak waktu dan energi yang tersita karena kewajiban kita lebih banyak tidak hanya mengurus diri sendiri sebagaimana saat kita lajang.

7. Assalamualaykum... ummi  tanya Bagaimanakah cirri-ciri  bahwa seseorang itu adalah jodoh kita  (afwan pertanyaan titipan teman ane umi )
Jawab :
bingung juga jawabnya..yang pasti ketika kita memiliki kemantapan hati untuk menerima seseorang tanpa tahu alasannya apa dan kenapa yang kita tahu hanya agama yang utama.. maka lanjuntukanlah..semua yang diridhoi Allah akan senantiasa dimudahkan jalannya..terus minta petunjuk sama Allah selama proses kemantapan hingga saat akad dan disahkannya kita menjadi istri orang tersebut.maka kita bisa tahu bahwa dia adalah jodoh kita.
Ada yang sudah mantap hati namun karena satu dan lain hal bahkan hanya tinggal menghitung jam saja bisa batal pernikahannya. Begitu pula sebaliknya.

8. Assalamualaikum,,,
ummi saya mau tanya, bgmn jika ada ikhwan yang telah menemukan akhwatnya dan ketika itu pas hari besok mereka ingin menikah, ternyata mereka menggagalkan pernikahan mereka padahl undangan sudah disebar juga,,, bagaimana kah sikap yang sepertinya ini ummi,,,??
apakah pembelian mahar dan lain-lain , harus diganti oleh akwat tersebut ummi,,?
sayaukron ummi,,,
Jawab :
wa'alaikumsalam.wr.wb.semoga akhwat tersebut diberikan kesabaran yang luar biasa dan diberi ganti pendamping yang lebih baik.untuk mahar tidak perlu diganti.mahar adalah rukun nikah..jika pernikahan itu tidak terjadi maka tidak ada mahar yang perlu diberikan atau diganti.wallahu a'lam bisshowab.

9. Aturan islam tentang pernikahan itu apa aja ummi selain doa hubungan suami istri  ?
Jawab :
aturan islam komplit untuk pernikahan baik sebelum..pada saat bahkan sesudah pernikahan.butuh waktu tersendiri untuk menguraikan mungkin ya..disaat belum menjadi seorang istri maka kita diminta untuk menjaga kehormatan dan izzah diri,ketika menikah saat proses hingga walimah jagalah dari kemaksiatan dan hal2 yang melanggar sayaariat..pasca menikah..maka jagalah hak2 suami dan keturunan sesuai dengan sayaariat islam

10.Ummi olah raga apa yang biasanya ummi lakukan coz lia sendiri agak jarang olah raga baru.baru ini aja 1 minggu sekali senan itu juga 1 jam ?
Jawab :
wah olahraga paling rajin jalan kaki,olah raga apapun yang penting rutin walaupun ringan tetep sangat bermanfaat..bisa juga bantu-bantu  ibu selesaikan pekerjaan rumah tangga,bermanfaat dan tambah pahala.

11. Materi itu tanggungjawab suami tapi ketika istri mau membantu tidak apa.apa ya umm asal tidak menjadi berani kpada suami ?
Jawab :
betul,asalkan suami ridho dan tidaksampai melalaikan tugas menunaikan kewajiban dirumah sebagai seorang istri dan anak maka tidak mengapa insayaaAllah

12.Ummi gimana cara menjaga keharmonisan keluarga jika suami istri itu berjauhan karena pekerjaan ?
Jawab : kepercayaan mengambil peran paling penting..dan hal ini sangat dipengaruhi oleh komunikasi dari kedua belah pihak.apalagi jaman sekarang teknologi membuat yang jauh menjadi dekat,yang tidak mungkin menjadi mungkin...tetapi saran saya sebisa mungkin jika masih bisa diusahakan bersatu itu jauh lebih baik..karena ketika berjauhan maka ada sisi psikologis yang hilang pada diri suami atau istri,begitu pula pada pertumbuhan anak.jika masih bisa ikut suami maka lebih baik ikut..kasihan suaminya diluar sana godaannya subhanallah..tapi yang pasti doa yang tak pernah putus dan kepercayaan berlandaskan keimanan maka tetap akan menyatukan hati walau jarak memisahkan.
Allahu a'lam bis showab.

13. Assalamu'alaikum..umi afwan mau tanya.. pertanyaan dari kawaN.
Bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai anak jika.. . Dijodohkan orangtua dengan lelaki pilihan orangtua dengan alasan karna orangtua ingin pasangan anaknya yang sesuku. Padahal si akhwat punya pilihan lain (menginginkan ikhwan yang sudah kenal lama/dijodohkan sang murrobi) jazakillah umi..
Jawab : Komunikasikan dengan baik apa yang kita inginkan kepada orangtua (bukan dengan nada menggurui) bahwa kita menginginkan lelaki yang sholeh dan itu tidak harus sesuku, perbanyak shlt istikharah dan berdoa, minta diberikan yang terbaik oleh Allah baik lewat orangtua atau murobbi. Yang penting Allah ridho, orangtua jg ridho. Kalopun tnyta harapan orangtua jodoh kita ya alhmdulillah bukankah itu harapan orangtua,tp kalo tiba-tiba datang jodoh yang lain insayaaAllah Allah yang memudahkan. Allah Sang pemilik hati manusia, Maha Pembolak balik hati. Minta saja yang terbaik/tepat untuk kita Allah yang kasih jalan.

14. Assallammualaikum umi..
Afwan ana mau tanya...untuk urusan jodoh tu.kan sudah takdir yang tertulis ya ummi"..
Bagaimna ummi.. kita mau dijodohin..tapi dengan sayaarat...menulis biodata..
Nah didalm biodata ....pasti ada..dari nama.pendidikn dan sifat positif dan negatif yang sering dilakukn...gimna umi...menyikapi semua itu...ana sendiri juga bingngung...dan lanjut tanya lagi ya ummi..apakah seorang yang berjodoh tu ada sedikit kemiripan dari wajahnya...sayaukron ya umi dah diberkenankan bertanya.
Jawab :
Dijodohkan maksudnya lewat ta'aruf? Tetap perlu biodata untuk tau data diri karena mmg itu ikhtiar mengenal calon pasangan hidup karena dalam Islam tidak ada 'pacaran' yang notabene di dalamnya terdapat aktivitas saling mengenal satu sama lain,jalan bareng,dan seteruisnya yang hanya halal dilakukan jika sudah menikah.
Sesorang yang mirip dengan kita belum tentu jodoh kita. Tapii yang sebelum menikah wajahnya beda jauh trus ketika menikah jadi mirip secara fisik juga ada.Tak hanya mirip secara fisik namun perilaku, kesukaan dan lain-lain nanti akan ketahuan sendiri setelah menikah. Yang pasti luruskan dulu niat kita saat menikah, tawakkal yang benar.. Allah yang akan menunjukkan apakah itu jodoh kita atau bukan...

15.Untuk ta'aruf haruskah melalui perantara murobbi?jika tidak punya murobbi bagaimana?
Jawab :
boleh kubantu cariin murobbi kalau mau.maksudnya ketika kita mengetahui bahwa tidak ada istilah pacaran dalam islam maka ta'aruf untuk mengenal dan memperoleh informasi tentang seseorang yang akan dijadikan pasangan maka bisa dibantu atau didampingi oleh orang-orang sholih di sekitar kita..atau saudara terdekat kita yang bisa dipercaya untuk membantu proses ta'aruf ini.

16. Ummi kalau saudara dekat dan kluarga tidak mengerti akan ta'aruf bagaimana ummi?
Jawab :
Hmm..dibahasakan dengan bahasa yang lebih mudah dipahami keluarga..misal minta ditemeni untuk bantu mengenali calon pasangan,atau mencarikan informasi tentang bibit bebet dan bobotnya..bagaimana ibadahnya..bagaimana kehidupan sosialnya dst.

17. Assalamualaikum, umi ada teman Nurry yang sedang menjalankan ta'aruf bersama ikhwanny. Mereka masih kelas 2 SMA. tapi mereka sungguh-sungguh menjalankannya. sedangkan perjalanan pendidikan mereka masih sangat jauh. ikhwanny setelah lulus SMA mau masuk ke polisi. sedangkan akhwatny mau melanjuntukan pendidikan ke Kairo. mereka sudah 1th melakukan ta'aruf. selama 1th mereka tidak ngapa-ngapain, pegangan tangan pun tidak. mengobrol pun berjauhan dan tidak saling memandang. melainkan menunduk ketika mengobrol. apakah itu disebut ta'aruf? lalu bagaimana ta'aruf yang baik itu umi? sayaukron umi
Jawab :
proses menuju pernikahan disunnahkan rentang waktunya tidak terlalu lama,antara ta'aruf hingga akad diusahakan lebih cepat lebih baik...karena bisa jadi fisik dapat dijaga namun apa yang di hati betapa sulitnya untuk dijaga.

18. Ummi.. ana mau bertanya..
Jodoh, maut, rezeki.. semua kan sudah di tentukan.. dan sudah tertulis di lauhul mahfudz..
Tapi,ada sebagian orang yang berpendapat.. bahwa jodoh itu kita yang menentukan.. Allah yang memberikan restu.. itu bagaimana ummi.. apa benar jodoh itu kita yang menentukan??
Jarak waktu antara ta'aruf dengan khitbah minimal berapa lama ummi??
Jawab :
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ   ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ      أَوْ سَعِيْدٌ.    فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ  الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا                              
[رواه البخاري ومسلم]
Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga  maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).
Allah yang menentukan jodoh..manusia hanya dapat berikhtiar untuk menemukan jodoh yang sudah dicatat untuknya di Lauhul Mahfudz
Untuk jarak antara khitbah dengan akad..semakin cepat semakin baik agar memperkecil jalan sayaaithan masuk mengusik hati mereka yang hendak menikah.jika bisa menikah pada waktu antara 0-3 bulan maka lebih bagus..atau maksimal sekali 6 bulan..tidak sampai satu tahun.semoga dimudahkan untuk menyegerakan.

19. Assalamualaikum ummi adakah amalan-amalan yang harus dilakukan agar bisa segera didekatkan dengan jodoh kita ummi?
Jawab :
amalan yang dapat dilakukan lebih kepada untuk memantaskan diri menjadi yang terbaik saat Allah sudah perkenankan pertemukan kita dengan jodoh kita.karena saat itu tidak akan dimundurkan atau dimajukan melainkan sudah tercatat oleh Allah..sehingga pada saatnya tiba semoga kita dalam keadaan terbaik,terbaik dalam kualitas ibadah,terbaik dalam kualitas fikriyah,terbaik dalam kualitas amal sehingga pada saat bertemu dengan jodoh kita,kondisi yang sama pun terjadi padanya..yaitu kondisi terbaik bertemu dengan kita.maka lebih banyak mendekat lagi sama Allah,sempurnakan yang wajib dan tambahlah dengan yang sunnah,dan banyak-banyaklah berdoa..sebagaimana dicontohkan dalam AlQur'an..
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.(QS.Al Furqon:73)
وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ
Dan (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya: "Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik.(QS.Al Anbiya:89)

20. Kalau kondisi dr klrg biasa aja, dan mlh tidak mlarang pacaran atau bhkan disuruh pacran gmn mnsikapinya ummi?
Jawab :
taat dan berbakti adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh seorang anak kepada orang tua selama keduanya tidak memerintahkan pada kemaksiatan atau hal hal yang melanggar sayaariat. Pacarannya nanti saja kalo sudah nikah akan lebih terasa indah...biar pangeran sesungguhnya bahagia...tidak perlu dibawa serius,diselingi candaan ringan agar tidak membawa pada suasana yang menegangkan dan merengganggkan hubungan keluarga.karena belum tentu jika kita pacaran dengan seseorang yang
ternyata dia bukan jodoh kita,bisa jadi bukan bahagia yang kita dapatkan.
Jaga cinta dan kasih sayang itu untuk seseorang yang memang Allah takdirkan kita untuk bersamanya di dunia dan di surga kelak..maka itu adalah kebahagiaan yang hakiki.jangan biarkan kita beri yang sisa karena cinta itu sebelumnya sudah diberikan kepada mereka yang tidak berhak mendapatkannya.
Aasif jiddan jika ada kata kata yang tidak berkenan..mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan.wal 'afwu minkum.wassalaamu'alaikum.wr.wb.

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dg lancar. Moga ilmu yang kita dpatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin....

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ