Home » , , , » Keutamaan Akhlak dalam Islam

Keutamaan Akhlak dalam Islam

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 23, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH SWT
Narasumber : Ustadz Herman
Materi : Akhlak Islami
Tgl : 23 Desember 2014
Grup : M108 Nanda
Notulen : Riski Ika Wati


MATERI

Keutamaan Akhlak dlm Islam
Akhlak merupakan bagian dari syari’at Islam, yakni bagian dari perintah dan larangan Allah. Akhlak merupakan sifat yang harus dimiliki seorang muslim guna menyempurnakan pengamalannya terhadap Islam.
Secara bahasa, akhlak berasal dari kata al-khuluq yang berarti kebiasaan (al- sajiyyah) dan tabiat (al-thab’u).
Sedangkan secara istilah, akhlak adalah sifat-sifat yang diperintahkan Allah kepada seorang muslim untuk dimiliki tatkala ia melaksanakan berbagai aktivitasnya. Sifat-sifat Akhlak ini nampak pada diri seorang muslim tatkala dia melaksanakan berbagai aktivitas —seperti ibadah, mu’amalah dan lain sebagainya— apabila ia melaksanakan aktivitas-aktivitas tersebut secara benar. Kekhususan- kekhususan Akhlak Islami

1. Akhlak Islami tidak mungkin dipisahkan dari hukum-hukum syari’at lainnya, semisal ibadah, mu’amalah, dan lain-lain. Khusyu’ misalnya, ia tidak akan tampak kecuali di dalam sholat. Begitu pula jujur dan amanah akan tampak di dalam mu’amalat. Sehingga, Akhlak tidak mungkin dipisahkan dari perintah-perintah dan larangan-larangan Allah lainnya, sebab, Akhlak merupakan sifat yang tidak akan tampak pada diri seseorang kecuali tatkala ia melakukan aktivitas tertentu.

2. Akhlak Islami tidak tunduk kepada keuntungan materi (al-naf’iyyah al-maadiyah). Yang dituntut dari seorang muslim adalah terhiasinya dirinya dengan sifat-sifat Akhlak ini, yang kadang membawa kemudharatan dan kadang mendatangkan kemanfaatan. Berkata jujur di hadapan penguasa yang zhalim misalnya, dan keberanian melakukan kritikan kepada penguasa itu, maka hal itu bisa jadi akan membuatnya menanggung siksaan. Rasulullah saw bersabda:
Pemimpin para syuhada adalah hamzah dan seseorang yang berdiri di hadapan penguasa yang zhalim dan menasehatinya, kemudian penguasa itu membunuhnya

3. Akhlak Islami sebagaimana halnya aqidah Islam selaras dengan fitrah manusia. Misalnya, memuliakan tamu dan membantu orang sedang yang membutuhkan selaras dengan naluri mempertahan eksistensi diri (ghariizat ul baqa). Khusyu’ dan tawaadhu’ sesuai dengan naluri beragama(ghariizat ut tadayyun). Sedangkan kasih sayang dan berbuat kebajikan, sejalan dengan naluri melestarikan jenis (ghariizat al-nau’).
Berakhlak mulia merupakan salah satu sifat para Nabi, Rasul, shiddiqun (orang-orang yang berkata benar), dan orang-orang shalih. Dengan sifat ini akan diraih derajat yang tinggi dan kedudukan yang mulia. AllahTa’ala telah mengkhususkan Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam dengan ayat yang mulia. Disebutkan padanya akhlak yang terpuji dan adab yang baik, yaitu Firman Allah ‘Azza wa Jalla:
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيْمٍ

(QS. al-Qalam : 4) “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
Akhlak yang baik akan menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, sedangkan akhlak yang buruk dapat menumbuhkan rasa saling benci, iri, dan acuh.
Anjuran untuk berakhlak Mulia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan kita untuk berakhlak mulia dan berpegang teguh dengannya. Beliau juga menyebutkan akhlak yang baik dengan ketakwaan dalam satu hadits, yaitu sabda beliaushallallahu‘alaihi wa sallam yang berbunyi:
سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ الجَنَّةَ قَالَ التَّقْوَى وَحُسْنُ الخُلُقِ
(HR. Shahih Ibnu Majah 3443) “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya, ‘Apakah yang paling banyak menyebabkan manusia masuk ke dalam surga? Beliau menjawab, ‘Takwa dan akhlak yang baik.’”
Akhlak yang baik tercermin dalam wajah yang berseri-seri di hadapan orang lain, melakukan perbuatan yang baik, tidak menyakiti orang lain. Semua perbuatan ini harus disertai dengan perkataan yang baik dan sopan, tidak membuat orang marah, dan tidak pula menyakiti hati orang lain. Oleh karena itu, perhatikanlah wahai saudaraku yang mulia, pengaruh yang besar dan ganjaran yang banyak dapat diperoleh dari perbuatan yang baik dan terpuji.
Akhlak yang baik adalah tanda keimanan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa akhlak yang baik itu merupakan bentuk dari sempurnanya iman, sebagaimana beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
(HR. at-Tirmidzi 1162) “Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
Akhlak yang baik merupakan sedekah
Setiap muslim diperintahkan untuk mengucapkan perkataan yang baik dan lembut agar timbangan kebaikannya bertambah berat, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(HR. Bukhari 2989, Muslim 1009) “Ucapan yang baik adalah sedekah.”
Bahkan senyum yang tidak memberatkan seorang muslim sedikitpun juga akan mendapatkan ganjaran yang baik, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ لَكَ صَدَقَةٌ
(HR. at-Tirmidzi) “Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah bagimu.”
Tuntunan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengajak untuk berakhlak yang baik dan tidak menyakiti orang sangat banyak. Perjalanan hidup beliau merupakan teladan dalam akhlak yang baik kepada diri beliau sendiri, istri-istrinya, para tentangganya, orang-orang yang lemah dari kalangan kaum muslimin, orang-orang yang tidak tahu, bahkan akhlak beliau kepada kaum kafir, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
(QS. al-Ma`idah: 8)  “…Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…”
Keutamaan-keutamaan akhlak yang mulia
Dalam al-Qur`an dan as-Sunnah terdapat banyak nash yang menganjurkan untuk berakhlak baik dan memuji orang-orang yang menghiasi diri mereka dengannya, serta menyebutkan keutamaan-keutamaan yang diperoleh oleh mereka yang memiliki akhlak yang mulia.

1. Akhlak yang mulia merupakan penyebab masuknya si pemilik akhlak tersebut ke dalam jannah (surga)
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(HR. Abu Dawud 4800) “Saya adalah penjamin bagi orang-orang yang meninggalkan mira’ (debat kusir) meskipun ia dipihak yang benar, bahwa ia mendapatkan rumah di surga yang terendah, dan bagi orang yang baik akhlaknya akan mendapatkan rumah di surga yang tertinggi.”
Mira’ maknanya perselisihan dalam ucapan dan perbuatan dengan maksud yang batil. Adapun jika maksudnya untuk mencari kebenaran maka tidaklah dinamakan mira’.

2. Akhlak yang mulia merupakan penyebab seorang hamba dicintai oleh Allah Ta’ala
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
( Shahihul Jami’ 179) “Hamba-hamba Allah yang paling dicintainya adalah yang paling baik akhlaknya di antara mereka.”

3. Akhlak yang mulia termasuk penyebab seorang muslim dicintai oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّيْ مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا
(HR. at-Tirmidzi 2018) “Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat majelisnya denganku di hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”

4. Akhlak yang mulia mendapatkan timbangan yang paling berat di hari kiamat
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَا مِنْ شَيْءٍ أَثْقَلُ فِيْ مِيْزَانِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ خُلُقٍ حَسَنٍ
(HR. at-Tirmidzi) “Sesuatu yang paling berat dalam timbangan seorang mukmin di hari kiamat adalah akhlak yang baik.”

5. Akhlak yang mulia meninggikan derajat seseorang di sisi Allah
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ القَائِمِ
(HR. Abu Dawud 4798) “Sesungguhnya seorang hamba itu benar-benar mencapai derajat orang yang berpuasa dan yang shalat dengan sebab akhlaknya yang baik.”

6. Akhlak yang mulia merupakan sebaik-baik amalan manusia
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(HR. Ibnu Abi Dunya) “Wahai Abu Dzar, maukah aku tunjukkan kepadamu dua hal; keduanya itu sangat ringan untuk dipikul dan sangat berat dalam timbangan dibandingkan selain keduanya?” Abu Dzar menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda, “Engkau harus berakhlak baik dan harus banyak diam, demi Yang jiwaku berada di tangan-Nya,tidak ada amalan manusia yang menyamai dari keduanya.”

7. Akhlak yang mulia menambah umur dan menjadikan rumah makmur
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَحُسْنُ الْخُلُقِ وَحُسْنُ الْجِوَارِ يَعْمُرَانِ الدِّيَارَ وَيَزِيْدَانِ فِيْ الْأَعْمَارِ
(HR. Ahmad 25259, Shahihut Targhib wat Tarhib 2524) “Akhlak yang baik dan bertetangga yang baik keduanya menjadikan rumah makmur dan menambah umur.”
Ya Allah, muliakanlah akhlak kami, jauhkanlah kami dari fitnah yang terlihat dan yang tersembunyi, serta jauhkanlah kami dari akhlak yang jelek, sehingga kami dapat menyandang muslim yang berakhlak karimah. Semoga shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.
#TANYA JAWAB#
T : Ustadz apakah baik menyebut org "tak punya akhlak" krn kita melihat ia melakukan sesuatu yg tdk sesuai ajaran islam.
Lalu bgmn scra islam ktika kita mghdpi teman yg kurang berakhlak karimah?
J : Mencaci atau menghukumi seseorang dengan perkataan yg buruk bukanlah akhlak yg baik. Kita diberikan contoh oleh Rosulullah utk berkata yg baik, bersikap yg baik kpd orang yg bersikap buruk. Minimal adalah mendoakan agar beliau diberikan hidayah oleh Allah
T : Ustadz saya mau brtanya dlm hadits trakhir diatas menyebutkan bahwa "Akhlak yg baik dan bertetangga yg baik" lalu bagaimna jika tetangga kita itu org yg tidak baik? Misal ga ngijinin anaknya main dgn org lain atau menggosipkan tetangga sebelah semacam itu bagaimna ustadz?
J : Inilah tantangan dakwah kita, tantangan bagi kita utk mempraktekkan ilmu islam kita kpd tetangga dg baik.
Kalau ketemu tetangga baik maka tdk ada tantangan. Tp bertemu dg tetangga buruk akan menjadikan tantabgan bagi kita utk menunjukkan akhlak yg baik. Silakan dikunjungi dg baik, disapa, diberikan hadiah dll
T : Ngmgn ngmgn bertetangga baik.
Fifit agak gak suka jika srawung / bergabung dgn tetangga.
Karena sering kali ucapannya tak ahsan bahkan membicarakan org lain.
Itu bgmn shrsnya sikap fifit ? Sdgkn kl ttga ada hajatan kami hrs bertemu n berkomunikasi gotong royong gt.
Soalnya ada kyai atau pemuka agama d desa fifit. Tp tryta tdk sebaik dgn ap yg fifit kira.
Bagaimana ?
J : bertetangga adalah bagian sunah islam. Setelah keluarga maka tetangga adalah target dakwah kita. Rosulullah tetap tersenyum walau disiram air, ducaci maki dll. Kita contoh beliau shg islam benar2 bisa kita praktekkan sehari.
Saya punya tetangga yg tdk mau sholat sama sekali, lalu saya nasehati utk sholat maka dia malah marah dan memusuhi.
Tetapi sy tetap senyum dan memberikan oleh2 dll. Alhamdulillah skrng menjadi sangat baik
T : Wah brrti msti sabar yah ustadz
Dakwah mmg byk tntangan
J : Betul sekali ukhty...kita ini masih jauh ujiannya dibanding masa dahulu
Saya pernah menasehati orang yg sedang pacaran di tempat gelap, hasilnya muka saya diludahi. Kalau mau menghajar maka bagi saya gampang krn sy pelatih beladiri. Tp saya senyum dan doa saja. Malah dia akhirnya minta maaf
T : Tp klo kita tdk saling berbicara dgn tetangga guna menghindari ghibah dan semacamnya boleh tdk ustadz? Ya bicara seperlunya saja gt...
J : Ketika ghibah maka kita usahakan utk menasehati kalau tdk mampu maka kita hindari dg pindah tempat atau pamit pulang dg sopan
T : Gimana cara menyikapi teman yang suka cari2 muka depan bos??
Misalnya dengan menjelek2 kan kita
Walaupum dengan nada bercanda??
J : Senyum saja mb ayu. Kita tunjukkan kerja kita dg baik. Bos yg benar maka akan tahu mana yg kerjanya baik dan tidak
T : Harus super sabar ya ustadz??
kadangkala
Jadi terbawa emosi, apalagi klw ada masalah pribadi juga
J : Betul sekali itulah islam. Kita jangan marah karena emosi pribadi tp boleh marah bila islam yg dihina
T : Ustadz dr materi di atas bhwa akhlak yg buruk akan menimbulkan iri dengki dan acuh lalu bagaimana dgn orang yg blm bisa memaafkan kesalahan orang lain apa itu sama saja orang trsebut belum memiliki akhlak yg baik akhlak yg mulia jg ??
J : Betul mb wiwin. Bahwa akhlaknya belum sempurna. Karena ketika sempurna maka bisa mengalahkan hawa nafsunya termasuk nafsu marah, tdk mau memaafkan kesalahan orang tsb
T : Ustadz ..untuk membentuk akhlak yg mulia itu caranya gimana
J : Membentuk akhlaq baik memerlukan latihan dg sabar. Dipelajari jenis2 akhlak yg baik dan akhlak yg buruk lalu latih dg ikhlas krn Allah.
Dipahami bahwa tiap akhlak baik mendatangkan kebaikan dan ketika kits menerima sikap huruk maka itu juga kebaikan. Jadi semua adalah kebaikan dari Allah.

Mhn maaf atas kekurangan dan kesalahan

Assalamu'alaykum

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT