Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MAKNA LAA ILAHA ILLALLAHU

Kajian Online Hamba الله SWT

Rabu, 24 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Gita
Rekapan Grup Nanda M113 (Lena)
Tema : Syakhsyatul Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


MAKNA LAA ILAHA ILLALLAHU


Laa" yang berarti menafikan secara langsung konsep dan ciri-ciri ketuhanan yang ada di atas alam kecuali konsep Allah SWT dengan segala kesempurnaannya.
Penafian (penolakan) tersebut untukuk membersihkan aqidah dari syubhat ketuhanan.
Tujuannya ialah menegaskan bahwa segala arti dan hakikat ketuhanan itu hanyalah ada pada Alloh

1. Laa Ilaha Illallah (Tiada Tuhan Selain Allah)
Menafikan seluruh bentuk ketuhanan yang lain selain Al­lah. Menafikan kesempurnaan mereka dan menafikan hak pengabdian selain dari Allah. Menguatkan (itsbat) keesaan dan kesempurnaan Allah semata-mata.
Pengertian dan konsekwensi la ilaha illallah juga termasuk pengertian dan konsekwensi Allah sebagai Rabb dan Malik.
Dalil : :
Q. 18:110. Rasul sebagai orang biasa yang mendapatkan misi untukuk mendakwahkan bahwa Allah adalah ilah.
Q. 47:19. Allah memerintahkan kita untukuk mempelajari kalimat la ilaha illallah.

2. La Khaliqun (Tiada Pencipta Selain Allah)
Banyak ayat dalam Al Quran yang menyatakan bahwa Al­lah yang menciptakan manusia dan makhluk, kemudian Allah pula yang memberinya rezki dan mematikannya. Konsekwensi dari Allah sebagai Pencipta maka Allah lah yang akan memberinya rezki dan mengatur kehidupannya.
Gambaran sebagai Pencipta adalah gambaran kemampuan yang hebat dari yang diciptaNya. Allah sebagai Pencipta maka Allah lebih perkasa dan tidak terjangkau kekuatannya oleh manusia atau makhluk lainnya.
Dalil : :
Q. 25:2. Allah yang menjadikan segala sesuatu, lalu mengaturnya menurut aturan tertentu.

3. La Raziqo (Tiada Pemberi Rezki Selain Allah)
Allah sebagai Pencipta maka Allah juga yang menjadi Pemberi Rezki. Memahami pernyataan bahwa tidak ada pemberi rezki kecuali hanya Allah saja berarti Allah sebagai tempat bergantung kita meminta rezki. 
Dalil : :
Q. 51:57-58. Aku tidak menghendaki rezki sedikitapiun dari mereka dan Aku tidak kehendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhanyaa Allah Dialah Maha Pemberi rezki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.

4. La Maalika (Tiada Pemilik Selain Allah)
Allah yang memiliki bumi langit dan semua isinya termasuk diri kita dan yang melekat pada diri kita adalah milik Allah. Anak, harta dan jiwa kita pun milik Allah. Kita tak mungkin menjaga sepenuhanyaa yang ada pada diri kita, karena yang memiliki adalah Allah.
Allah berfirman dalam surat 2:155, apabila mendapatkan musibah kita menyebut inna lillahi wa inna ilaihi rajiun yang artinya bahwa sesungguhanyaa segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali kepada Pemiliknya.
Dalil :
Q. 4:131-132. Dan kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan juga kepada kamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu kafir maka ketahuilah, sesungguhanyaa apa yang di langit an apa yang di bumi hanyalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Dan kepunyaan Al­lah-lah apa yang di langit dan apa yang di bumi. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.
Q. 2:284. Bagi (milik) Allah-lah apa-apa yang di langit dan apa-apa yang di bumi

5. La Malika (Tiada Penguasa Selain Allah)
Allah juga sebagai Penguasa atas apa-apa yang diciptaNya. Kekuasaan Allah tidak terbatas dan tidak ada satupun yang mampu mengalahkanNya. Suatu hal yang wajar apabila kita patuh dan taat kepada Penguasa tunggal alam ini. Kita mempunyai keterbatasan sebagai makhluk untukuk memikir­kan khaliq. Kita tidak mampu memikirkan bagaimana kejadian Allah, yang mampu kita lakukan adalah memikir­kan ciptaan Allah.
Kekuasaan yang dimiliki Allah menjadikan Allah sebagai satu-satunya Penguasa yang perlu diabdi dan disembah. Oleh karena itu segala peraturan dan kebijakanNya patut untukuk diikuti dan dipatuhi. Apabila manusia tidak mematuhi perintahanyaa maka akan mengakibatkan murka dan marahanyaa Allah.
Dalil :
Q. 62:1. Bertasbihlah kepada Allah apa saja yang ada dy langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Q. 36:83. Maka Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan
Q. 67:1. Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Q. 3:189. Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

6. La Hakima (Tiada Pembuat Hukum Selain Allah)
Setelah Allah menciptakan alam dan seisinya termasuk manusia, maka suatu hal yang wajar Allah menetapkan segala kebijakan dan keputusan untukuk mengatur kebaikan perjalanan kehidupan makhlukNya.
Keputusan dan kebijakan Allah semuanya telah tertera dalam Al Quran yang kemudian diamalkan oleh Nabi SAW dan dicontoh oleh para sahabat Nabi dan pengikutnya. Tiada pembuat hukum dan aturan tentang kehidupan manusia dan alam kecuali Allah.
Allah SWT telah berhasil dan telah menunjukkan kepada kita kehebatan dan keberhasilan mengatur alam semesta ini. Alam semesta begitu tertib dan teratur berjalan setelah beratus abad tanpa ada kerusakan dan kesalahan sedikitapiun.
Selain hukum kepada alam juga hukum kepada manusia. Agar manusia tertib dan teratur menjalani kehidupan dunia yang begitu komplek maka ikuti hukum Allah yang pasti kebenarannya dan jelas tuntukunannya. Hukum dan aturan lainnya yang mengatur manusia belum tentu benar karena masih berdasarkan sangkaan dan dugaan, sementara hukum Allah adalah pasti benar.
Dalil :
Q. 12:40. Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya menyembah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang nama-nama itu. Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
Q. 6:114. Maka patuntukukah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab Al Quran kepadamu dengan terinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa Al Quran itu diturunkan dari Tuhanmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.
Q. 33:36.Dan tidakalauah patut bagi laki-laki yang Mukmin dan tidak pula bagi perempuan yang Mukmin, apabila Al­lah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat dengan sesat yang nyata.
Q. 28:68. Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihanyaa. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan dengan Dia.
Q. 45:18. Kemudian Kami jadikan kamu berada di atas suatu syariat peraturan dari urusan agama itu, maka ikutijah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang­orang yang tidak mengetahui.
Q. 42:20. Barangsiapa yang menghendaki keuntukungan di akhirat akan Kami tambah keuntukungan itu baginya dan barangsiapa yang menghendaki keuntukungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntukungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat.
Q. 6:137. Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untukuk membinasakan mereka dan untukuk me­ngaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

7. La Amiro (Tiada Pemerintah Selain Allah)
Allah yang berhak mencipta dan memerintah manusia.
Konsekuensi logis dari Pencipta adalah mengatur dan memerintah apa yang telah diciptanya agar ciptaannya berjalan dengan baik tanpa kerusakan.
Tiada Pemerintah manusia kecuali Allah saja. Dia yang mengatur kehidupan manusia seperti kehidupan berke­luarga, kehidupan bermasyarakat, kehidupan dalam berekonomi, berpolitik, dan kehidupan sehari-hari dalam pergaulan, di tempat kerja atau di rumah. Allah SWT telah mengatur kehidupan manusia demikian elok dan baiknya agar manusia dapat menjalani kehidupannya secara damai, aman dan tertib. Allah SWT telah lengkap memberikan aturan dan perintah kepada manusia, hanya saja manusia yang tidak mengikutinya dengan baik.
Dalil :
Q. 7:54. Sesungguhanyaa Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula matahari, bulan dan bintang-bintang masing-masing tunduk kepada perintahanyaa. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah.

8. La Waliya (Tiada Pemimpin Selain Allah)
Allah SWT sebagai Pelindung atas ciptaanNya. Dia amat sayang dan mencintai ciptaanNya, sehingga Dia pula yang melindungi ciptaanNya apalagi kepada orang-orang yang beriman. Allah telah membuat aturan yang baik bagi manusia untukuk dijalankan dan Allah pula yang mengeluar­kan manusia dari segala keburukan yang dilakukannya.
Tiada Pelindung kecuali hanya kepada Allah. Manusia dan makhluk lainnya tidak layak dan tidak cocok dijadikan pelindung manusia walaupun mereka memiliki berbagai status dan jabatan yang kuat di mata manusia. Namun demikian, semua kekuatan yang dimiliki manusia hanyalah kecil di hadapan Allah.
Dalil :
Q. 2:257. Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan kekafiran kepada cahaya iman. Dan orang-orang yang kafir, pelindung­pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan kekafiran. Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

9. La Mahbuba (Tiada Yang Dicintai Selain Allah)
Allah yang menciptakan manusia dan Allah pula yang melindungi ciptaanNya maka Allah juga mencintai ciptaanNya, terlebih lagi kepada manusia yang selalu bersedia melaksanakan semua perintahanyaa. Namun demikian kecintaan Allah kepada manusia juga karena kecintaan manusia kepada Allah sebagai Penciptanya.
Mencintai sesuatu sebaiknya diarahkan kepada yang kekal dan abadi. Cinta yang tidak kekal dan abadi menjadikan hati tidak bahagia. Untukuk cinta yang abadi hanya kepada Allah saja karena Allah adalah sesuatu yang abadi dan kekal. Oleh karena itu, tiada yang dicintai kecuali hanya Allah.
Tentunya manusia berebut untukuk mendapatkan kecintaan dari sesuatu yang memiliki segalanya yaitu Allah. Dengan dicintaiNya maka kita akan dilindungi dan diberikan apa saja yang kita minta. Bahkan kita mendapat pertolongan dan bantuan atas segala kesulitan yang dialami.
Dalil :
Q. 2:165. Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah

10. La Marhuba (Tiada Yang Ditakuti Selain Allah)
Allah memberikan pelajaran kepada manusia dengan berbagai hukuman apabila tidak mengamalkan perintahanyaa. Hukuman merupakan pendidikan bagi manusia agar mengikuti yang benar dari Allah. Selain hukuman yang diberikan, Allah juga memiliki segalanya dan dapat memutuskan apapun yang dikehendakiNya. Oleh karena itu, hanya kepada Allah saja kita takut dan bukan kepada manusia. Karena manusia tidak memiliki apapun, yang dimiliki manusia tidak kekal pada dirinya dan tidak berarti apa-apa di hadapan Allah.
Orang yang takut kepada Allah adalah orang yang beriman dan beramal shaleh. Orang yang beriman yakin betul bahwa Allah saja yang perlu ditakuti bukan manusia yang ditakuti. Dengan demikian, ketergantungan hanya kepada Allah saja. Sikap takut dan tergantung kepada manusia menjadikan diri kita sulit, karena manusia yang dijadikan tempat bergantungpun tidak memiliki segalanya bahkan ber­gantung pula dengan manusia lainnya.
Takut kepada selain Allah memiliki berbagai konsekuensi yang merugikan manusia, di antaranya berbagai tuntukutan yang dikehendaki dari manusia yang ditakuti. Sel.ain itu, akan memunculkan sikap takut yang tidak proposional dan berakibat kepada kejiwaan.
Dalil :
Q. 2:40. Hai Bani Israil, ingatlah akan niktnatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepadaKu niscaya Aku penuhi janjiKu kepadamu; dan hanya kepadaKulah kamu harus takut (tunduk).
Q. 9:18. Hanyalah yang memakmurkan mesjid-masjid Al­lah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut kepada siapapun selain kepada Al­lah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.

11. La Marghuba (Tiada Yang Diharapkan Selain Allah)

· Karena Allah memiliki segalanya dan mampu melakukan segalanya maka hanya kepada Allah saja tempat kita berharap.Tidak ada tempat yang layak untukuk diharap kecuali hanya Allah. Harapan kepada manusiapun akan dipenuhi apabila Allah menghendaki. Yang dimiliki manusiapun sebenarnya milik Allah, Allah yang menitipkan sementara kepada manusia. Allah mampu menarik semua yang ada pada manusia kapanpun.
· Mengharap Allah tidak saja dari materi tetapi juga mengharapkan surga yang dimilikiNya. Kita berharap dapat dipertemukan dengan Allah di akhirat kelak, kita berharap agar kehidupan yang kita lalui dapat berjalan dengan baik. Segala harapan kita hanya kita lemparkan kepada Allah. Tanpa sikap demikian maka kita akan rugi.
Dalil :
Q. 94:8. Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kapnu berharap.
Q. 18:110. Katakanlah:" Sesungguhanyaa aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaKu: " bahwa sesungguhanyaa Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhan­nya maka hendakalauah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam ber­ibadah kepada Tuhannya".

12. La Nafi'a Wa La Dzhar (Tiada Yang Memberi Manfaat Atau Mudharat Selain Allah)
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatunya, Dia yang dapat mendatangkan kebaikan dan menimpakan kernudharatan kepada manusia. Kebaikan atau kemudharatan disebabkan oleh ulah dan tingkah laku manusia sendiri. Allah hanya memberikan balasan dan respon yang sesuai dengan apa yang dilakukan manusia.
Manusia yang melakukan kebaikan sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran dan mengikuti sunnah Nabi SAW maka akan mendapatkan manfaat yang besar dari Allah atas kebaikannya tersebut. Begitu pula sebaliknya, apabila berbuat kerusakan di muka bumu, maka Allah memberikan mudharat kepada manusia yang melakukannya. Tidak ada yang dapat memberikan manfaat dan mudharat kecuali hanya Allah saja.
Dalil :
Q. 6:17. Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

13. La Muhyi Wa La Mumit (Tiada Yang Menghidupkan Atau Mematikan Selain Allah)
Allah yang menciptakan manusia maka Allah yang mampu menghidupkan dan mematikan manusia. Setiap manusia ada batas umur dan ada waktu ajalnya. Allah yang menentukan kapan seorang manusia hidup dan mati, Al­lah juga yang menentukan bagaimana cara hidup dan matinya makhluk.
Walaupun telah jelas bahwa Allah yang paling berhak dan mampu untukuk menghidupkan dan mematikan, tetapi manusia masih ada saja yang mengakui mampu melakukan sesuatu di luar kemampuannya. Fir'aun sebagai contoh mengakui dapat menghidupkan dan mematikan manusia tapi pada kenyataannya tidak dapat dilakukan khususnya untukuk menghidupkan manusia.
Sikap tauhid dengan pernyataan bahwa tidak ada yang mampu menghidupkan dan mematikan ini menjadikan kita hanya berlindung kepada Allah saja.
Dalil :
Q. 2:258. Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya Allah karena Allah telah memberikan kepada orang itu pemerintahan kekuasaan.Ketika Ibrahim mengatakan:" Tuhanku ialah Yang merehidupkan dan mematikan," orang itu berkata: 'Saya dapat menghidupkan dan mematikan". Ibrahim berkata:"S.sungguhanyaa Allah menerbitkan matahari dari timur, maka terbitkanlah dia dari barat," lalu heran terdiarnlah orang kafir itu; dan Allah tidak memberi petunjukkepada orang-orang yang zalim.

14. La Mujib ITiada Yang Mengabulkan Permohonan Selain Allah)
Manusia nemiliki berbagai keterbatasan, oleh karena itu manusiabiasa meminta bantuan orang lain untukuk menutupiketerbatasannya. Kebiasaan memohon bantuan adalah fitrah manusia yang mana manusia terbatas dari segi kemampuan. Selain itu, keadaan menuntukut manusia untukuk mampu melaksanakan sesuatu.
Berbagai keterbatasan manusia dan tuntukutan lingkungan untukuk suskses bekerja, memaksa kita untukuk meminta bantuankepada yang lain. Memohon bantuan adalah suatu kewajaran. Permohonan manusia kepada Allah biasanya dilontarkan dalam bentuk doa. Islam mengajarkan kita untukuk selalu berdoa, apakah dalam shalat atau dalam berbagai situasi yang diperlukan.
Dalil :
Q. 2:186.Dan apabila hamba-hambaku bertanya kepadamu tentang A u, maka jawablah, bahwasanya Aku adalah dekat. Akutnengabulkan prmohonan orang yang berdoa apabilaiamemohon kepadaKu, maka hendakalauah mereka itu memenuhi segala perintahKu dan hendakalauah mereka berimankepadaKu, agar mereka selalu berada dalam kebenaran
Q. 40:60.Dan Tuhan mu berfirman:" Berdoalah kepada­Ku, niscaaakan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhanyaa orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah. Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina".

15. La Mustajara Bihi (Tiada Yang Melindungi Selain Al­lah)
Syaitan memiliki tugas dan pekerjaan di dunia ini untukuk menggoda manusia. Kehebatan syetan telah teruji dengan bukti-bukti nyata di hadapan kita. Manusia yang melakukan kerusakan di bumi adalah pekerjaan syaitan. Syaitan selalu menggoda kita untukuk menjadi teman-temannya. Tiada yang mampu selain Allah untukuk berhadapan dengan syaitan. Syaitan hanya mampu dilawan dengan keimanan kita kepada Allah dan menjalankan perintahanyaa.
Karena hanya Allah yang mampu melawan syetan, maka perlindungan yang kita minta juga hanya kepada Allah. Syetan adalah perbuatan jahat yang dilakukan oleh jin dan manusia. Karena jin dan manusia adalah makhluk atau ciptaan Allah maka Allah dengan mudah melawan mereka. Perbuatan syetan seperti sombong, dengki, iri hati dan kikir adalah tingkah laku syetan yang ada pada diri manusia. Oleh karena itu, untukuk menghindari tingkah laku syaitan dari dalam diri atau luar diri manusia, kita harus berlindung kepada Allah saja.
Dalil :
Q. 16:98. Apabila kamu membaca Al Quran, hendakalauah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
Q. 72:6. Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.

16. La Wakila (Tiada Tempat Bertawakal Selain Allah)
Allah sebagai tempat untukuk menyerahkan diri. Setelah kita memusyawarahkan sesuatu dan telah diputuskan yang akan kita laksanakan maka kemudian kita menyerahkan urusan tersebut kepada Allah. Hasil dari urusan tersebut sepenuhanyaa diserahkan kepada Allah, kita hanya berusaha dan berdoa. Hasil dari usaha itu ditentukan oleh Allah SWT
Sikap menyerahkan diri kepada Allah dapat menghilang­kan stress dan kegelisahan jiwa. Apabila kita yakin bahwa Allah yang menentukan segala, maka kita menyerahkan keputusan akhir dari usaha kita tersebut kepada Allah. Manusia bisa berbuat tetapi Allah yang Memutuskan. Manusia tidak bisa memastikan hasil akhir dari usahanya walaupun semuanya telah diprediksi dan telah direncana­kan. Hasil usaha manusia terkadang meleset dari yang diharapkan, bahkan sebagian dari hasil usaha kita masih kelabu dan tidak jelas bagaimana bentuk akhir dari usaha tersebut.
Sikap bertawakal kepada Allah akan menjadikan jiwa tenang dan akan menerima semua keputusan Allah tanpa perlu diikuti dengan kecewa kalau gagal dan sombong kalau berhasil. Sikap tawakal akan menghasilkan sikap sabar dan bersyukur dalam menerima hasil usaha.
Dalil :
Q. 3:159. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhanyaa Allah menyukai orang-orang yang betawakkal kepada-Nya.
Q. 9:52. Katakanlah:" Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan. Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpa­kan kepadamu azab yang besar dari sisi-Nya, atau azab dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhanyaa kami menunggu-nunggu bersamamu".

17. La Mu'dhirra (Tiada Daya dan Kekuatan Selain Allah)
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatunya, termasuk berkuasa atas manusia, binatang, alam semesta dan langit bumi. Karena kekuasaanNya maka Allah sebagai tempat yang diminta perlindungannya. Dialah pencipta alam ini maka Dialah yang berkuasa terhadap alam ciptaanNya dan Dialah yang memiliki daya dan kekuatan.
Sikap terhadap pernyataan tauhid ini adalah mengesakan segala kekuatan kepada Allah saja. Tidak ada yang dapat menyaingi kekuatan Allah.
Dalil :
Q. 6:17. Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.

18. Mustaani Bihi (Tiada Yang Dimohonkan Pertolongannya Selain Allah)
Allah sebagai Pencipta dan sebagai Penolong kepada ciptaanNya. Manusia yang sangat terbatas kemampuannya memerlukan bantuan dan pertolongan dari Allah, oleh karena itu tempat manusia untukuk memohon pertolongan adalah Allah saja.
Dalil :
Q. 1:5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.

19. Ilallah (Kecuali Allah)
Sikap tauhid kita adalah mengesakan segala kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki Allah hanya untukuk Allah saja. Sikap tauhid kita terhadap penciptaan, dan sesembahan hanya kepada Allah saja. Tidak ada yang patut kita abdi kecuali Allah.
Asma dan sifat Allah hanya miliki Allah. Kekuatan yang ada dalam asma dan sifatNya hanya Allah yang memiliki. Tiada yang diminta pertolongan kecuali Allah, tiada yang diharapkan kecuali Allah, tiada yang diminta perlindungan kecuali Allah. Sikap demikian akan sangat membantu kedamaian kehidupan di dunia, karena kita tidak perlu memikirkan sesuatu yang bukan urusan kita atau memikir­kan sesuatu yang sulit dan komplek, lepaskan saja urusan ini kepada yang menentukan segala urusan yaitu Allah.

Ringkasan Dalil :

· Tiada Ilah selain Allah
· Tiada Pencipta selain Allah (Q. 25:2)
· Tiada Pemberi rezki selain Allah (Q. 51:57-58)
· Tiada Pemilik selain Allah (Q. 4:131-132, 2:284)
· Tiada Raja[Iiada kerajaan selain untukuk Allah (Q. b2:11, 36:83, 67:1, 3:189)
· Tiada Pembuat hukum selain Allah (Q. 12:40, 6:114, 33:36, 28:68, 45:18, 42:20, 6:137)
· Tiada Pemerintah selain Allah (Q. 7:54)
· Tiada Pemimpin selain Allah (Q. 2:257)
· Tiada Yang Dicintai selain Allah (Q. 2:165)
· Tiada Yang Ditakuti selain Allah (Q. 2:40, 9:18)
· Tiada Yang Diharapkan selain Allah (Q. 94:8, 18:110)
· Tiada Yang memberi manfaat atau mudhorot selain Allah (Q. 6:17)
· Tiada Yang menghidupkan atau mematikan selain Allah (Q. 2:258)
· Tiada Yang mengabulkan permohonan selain Allah (Q.2:186, 40:60)
· Tiada Yang melindungi selain Allah (Q. 16:98, 72:6)
· Tiada Yang wakil selain Allah (Q. 3:159, 9:52)
· Tiada daya dan kekuatan selain dari Allah
· Tiada Yang diagungkan selain Allah
· Tiada Yang dimohonkan pertolongannya selain Allah (Q.1:5)

TANYA JAWAB

T : Assalamualaikum bunda gita.. Bagaimana cara menasihati teman-teman dan orangtuanya yang mempercayai jimat/wirid/menanam jin di rumah sebagai bentuk penjagaan?
J : 'Alaykumussalam wr wb
Mungkin akan lebih mudah menasehati teman yah, dbandingkan orangtuanya.. Kalau teman sudah sadar, sedikit demi sedikit dia akan menasehati orangtuanya..
Kalau seperti itu ya harus dfahamkan bahwa Alloh itu Pencemburu, dan Cemburunya Alloh jika ada hamba-Nya yang bermaksiat kepada-Nya
Bisa juga temanx diajak untuk diskusi dan bedah surat Al Jin, disana dikatakan bahwa jin itu lemah, dan jin tidak akan mampu membawa kemaslahatan apapun pada manusia.. Bahkan malah mengajak manusia kejalan sesat.. Bedah video juga bisa, tentang ruqyah dan pemahaman tentang jin

T : Assalamualaykum ustadzah.. Kita hanya boleh takut kepada Allah. Tapi sama manusia pun terkadang saya takut bagaimana cara mengatasinya ?
J : 'Alaykumussalam wr wb
Cara mengatasinya dengan  mempelajari makna mengenal Alloh dik, kalau kita banyak menuntukut ilmu agama dan berusaha memahaminya, berteman dengan orang-orang sholih, pembiasaan untuk saling mengingatkan..
Rasa takut itu ada yang dperbolehkan atau manusiawi, misal takut hewan buas, takut gelap takut ketinggian.. Tapi jugan sampe ketakutan manusiawi itu mengalahkan ketakutan pada Alloh. Misal, ketika gelap, dan kita takut, akhirnya kita tidak melakukan ibadah. Kita takut seseorang, maka kita tidak berani untuk menasehati ketika dia bersalah.. Dsb..Jadi ketakutan itu wajar selagi tidak membuat kita jauh dari Alloh.. Buah dari keimanan pada Alloh adalah lahirnya khouf dan roja' (takut dan harap) dan kedua hal ini harus berimbang.. Jangan berlebihan di satu sisi. Wallohu'alam

T : Assalamualaikum ustadzah, lalu bagaiman dengan adat dan kepercaya'an orang jawa yang suka naruh sesajen ketika ada acara  nikahan/bangun rumah gitu ? yang sampai sa'at ini masih dilakukan oleh orang orang tua di jawa, yang nggak tau dari mana bisa muncul adat seperti itu, dan juga acara larung laut yang di persembahkan untuk ratu pantai selatan,
J : Kalau ini jelas syirik dik, menduakan Alloh, biasanya tujuan memberi sesajen, supaya acaranya lancar, tidak ada gangguan dsb.. Nah ini tujuan untuk siapa? Karena Alloh tidak pernah memerintahkan hal tsb
Adat tidak masalah diikuti kalau memang tidak mengandung hal-hal  yang berbau syirik

T : Assalamualaikum, ustadzah saya mau nanya Kemarin waktu tahlil alm kakek saya, nenek saya membakar dupa, saya gak tau tujuannya untuk apa.
Setiap malam jumat, nenek saya juga seperti itu.Bagaimana cara saya menyikapinya, ustadzah?
J : 'Alaykumussalam wr wb
Diingatkan ukhty.. Karena hal itu tidak diperkenankan.. Dupa boleh dibakar kalau memang tujuannya hanya sebagai pewangi ruangan..
Kalau menghadapi orang yang lebih tua, memang tidak bisa keras dalam menasehati.. Jadi butuh waktu yang lama dan pelan-pelan.. Sambil didoakan.. Biidznillah.. Ana juga pernah seperti  itu.. Karena memang orangtua sudah biasa melakukan itu dalam jangka wktu yang lama. Maka tidak bisa dengan sekali dua kali nasehat.. Harus terus menerus perlahan dan bertahap

T : Bunda, untuk non muslim yang sedang mempelajari banyak agama, ilmu tauhid yang mana dulu yang bisa kita perkenalkan kepadanya?
J : Semua ilmu tauhid tentang makna illah juga bisa.. Makna tuhan, ma'rifatullah

T : Trus ustadzah bagaimana dengan orang yang mempercayai perdukunan?
J : Dukun, ramalan, mitos, kesialan dsb.. Jika kita mempercayainya maka sholatnya selama 40 hari akan tertolak. 40x5sholat= 200 sholat wajib. Jika kita mendatangi tukang ramal, mengadu nasib dsb, maka sholat 40 hari dtolak, kalau kita percaya akan perkataan mereka, maka kita sudah melakukan dosa besar berupa syirik akbar

T : Ustadzah.. Saya pernah baca buku kumpulan doa-doa. Lalu ada tertulis surah sekian sekian(saya lupa surah apa) di taruh di dalam botol kaca lalu tanam di bwah lantai rumah. Katanya nanti rezeki akan ngalir trus/di mudhkan. Apa itu betul ustadzah?
J : Tidak ada sayang.. Kalau ada, pasti Rasulullah sudah mengamalkannya.. Hal itu pun sama seperti menistakan kalam Alloh.. Rizki itu sudah dtetapkan oleh Alloh, jadi tak perlu berbuat seperti itu. Ada baiknya jika dibaca, dhayati maknanya dan diamalkan.. Insyaa Alloh berpahala dan menambah rizki kita

T : Assalamualaikum.. barusan ana baca "hadiri ziarah kubro maqam habib abdurrahman dan doa tolak bala" itu termasuk apa ya? Syirik bukan?
J : 'Alaykumussalam wr wb
Ukhty.. Orang yang mati itu terputus amalannya, walaupun orang itu adalah orang sholih sekalipun. Orang yang sudah meninggal itu tidak mampu menolong yang masih hidup, malah butuh doa dari yang masih hidup. Jika tujuannya adalah dzikrul maut (mengingat mati) maka itu dperbolehkan. Tapi jika tujuannya untuk meminta berkah, mengusap-ngusap kuburan untuk mencari berkah.. Atau minta restu atau doa dari si mayyit,, maka itu tidak boleh, termasuk perbuatan syirik

T : Satu lagi ustazah.. Percaya kalau air zamzam dapat menyembuhkan penyakit walaupun kita tetapi mengembalikannya ke Allah, apa kah itu tidak termasuk syirik.?
J : Salah satu sarana dikabulkan doa adalah saat meminum air zamzam. Maka banyak orang-orang  ketika meminum air zamzam dia berdoa agar disembuhkan. Padahal semua permintaan kepada Alloh, ketika kita minum air zamzam.. Insyaa Alloh makbul

T : Assalamu'alaikum...
Ustadzah,,, saya mau bertanya,, lalu bagaimana dengan orang yang shalatnya rutin kerjannya ibadah terus,, tapi msih melakoni dukun,,atau bertindak sebagai dukunnya langsung...?
J : Innalillahi.. Maka amal ibadah pun tertolak.. Karena dia menduakan Alloh.. Harus segera bertaubat, dan meninggalkan hal-hal  berbau syirik

T : Assalamu'alaikum ustadzah. Saya mau tanya. Di atas dsebut bahwa segala yang ada d bumi ini adalah milik Allah, bukan milik kita. Tapi setiap kali manusia yang ditinggl mati atau kehilangn orang-orang yang dcintai, pasti akan menangis. Bahkan ada yang sampai putus asa. Nah, bagaimna caranya agar kita tidak termasuk orang-orang yang seperti itu? agar kita bisa mengikhlaskn orang yang kita sayang itu diambil kembali oleh Allah atau pergi meninggalkan kita ? trimakasih
J : 'Alaykumussalam wr wb
Ini masuk dalam bab ujian, jika kita ditimpa ujian, maka yang pertama kali diucapkan adalah innalillahi wainna ilayhi roji'un.. Sesungguhanyaa semua berasal dari Alloh dan akan kembali kepada-Nya. Hakikat semua yang hidup pasti akan mati, hanyaa giliran waktu saja.. Memang awalnya berat.. Menangis pun diperbolehkan, bersedih pun diperbolehkan.. Manusiawi sekali.. Bahkan Rasulullah saw pun saat ditinggal meninggal putranya Ibrahim, belio pun bersedih dan diriwayatkan menangis. Tapi tidak berlebihan, seperti meraung-raung, menyobek-nyobek pakaian, menyakiti diri sendiri, hingga menyesali/menyalahkan Qodarullah.. Itu yang tidak diperkenankan

T : assalamualaikum ustadzah uwi mau tanya..kalau semisal ada orang yang bisa menilai orang tanpa belum pernah sama sekali bertemu entah dia orang pinter,peramal atas kadang maff di sebut ajengan atau ustad..
sebenarnya dia itu emamg bisa baca pikiran orang atau di berikan keistimewaan sama Allah?semisal ketika menyebut nama langsng bisa nebak tuh orang baik apa engga?sebenarnya bener apa ga ustadzah?
J : 'Alaykumussalam wr wb
Hmm kita tidak perlu mempercayai perkataan org tersebut, karena  itu hanyaa akal-akalan/tipu daya mereka agar kita jatuh pada kesesatan.
Jika memang kebetulan yang dibicarakan sama, maka anggap saja kebetulan, jugan dipercaya.. Karena selanjutnya akan jatuh pada fitnah. Seterusnya, tidak perlu dipercaya ucapannya, sebaiknya kita menghindarinya.. Karena jika kita mendengar, sedikit banyak akan menjadi sugesti yang akan membuat kita percaya.. Dan Alloh akan menjadikan sama seperti dugaan manusia itu.. Jadi kalau kita percaya, Alloh akan menjadikan sama seperti yang dibicarakan, dan makin sesatlah kita.

T : assalamu'alaikum ustazah melanjut yang tadi uwi tanya,seandainya keluarga atau saudara kita yang selalu bertanya ke orang pinter or ajengan itu..bagaimana sikap kita tuk memberitahukan ke mereka agar jangan mempercayai takutnya jadi se udzon atau kita jadi sesat?terutama orang yang lebih dewasa di atas kita?
J : Untuk memberitau orang yang lebih dewasa dibanding kita..
1. Ajak diskusi ringan, tentunya butuh kedekatan kita dengan keluarga
2. Jauhi sikap langsung menyalahkan, atau sikap frontal. Justru akn membuat mereka menjauh
3. Ajak untuk perbanyak ibadah
4. Ajak untuk  ikut kajian
5. Pelan-pelan  dan terus menerus mengingatkan
6. Terus mendoakan
Intinya dengan kedekatan, semua akan lebih mudah..

T : Ustazah, sifat seseorang itu berbeda-beda.kita mengenal sesuatu yang baik/buruk itu dari orang terdekat ,contohanyaa ibu.jika seorang ibu selalu mengajarkan keburukan kepada anknya,contoh berbohong.dan stelah itu,kita mengetahui bahwa itu buruk dalam pandangan islam.maka kita menegur untukuk menjabarkan bahwa itu buruk dan harus di tinggalkan.yang saya ingin tanyakan ,bagaimana cara kita .bila saran yang kita sampaikan tidak diterima ibu,dan menjadikan itu sebagai pertentangan ?
J : Selain cara yang saya sebutkan diatas, bisa juga lewat orang lain yang lebih faham agama, lebih tua dari ibu tersebut dan lebih dihormati oleh ibu tsb
Mengingatkan dengan cara yang dsukainya, misal belio suka membaca, maka bawakan artikel atau buku tentang pentingnya berbicara jujur, pentingnya mendidik anak dengan baik dan benar dsb

T : ustadzah bagaimana dengan adat jawa yang bilang hari itu ada yang baik dan ada yang buruk, padahal kan semua hri cipta'an Allah itu baik, apakah itu juga termasuk syirik? bukankah umat sebelum Nabi yang terdahulu juga seperti  itu? Lalu sebagai putri Jawa yang tulen apa yang harus saya lakukan ustadzah?apa saya harus tetap mengikuti itu walaupun hati saya gak percaya,tapi karna ingin menghormati mereka atau  saya tolak tapi pasti di cap saya yang sesat,atau saya yang sok tahu,
J : Benar ananda sayang.. Dalam Islam smua waktu atau hari itu baik, kalau menurut sunnah hari yang dlebihkan dalam islam, hari senin kamis --> karena semua amalan diangkat pada hari itu, maka sebaik-baik  kondisi adalah saat kita berpuasa. Hari jum'at --> tiap-tiap ummat memiliki hari besar tiap pekannya, yahudi di hari sabtu, nasrani di hari minggu, sedang ummat islam di hari jum'at
Ketika ada hari baik yang dsarankan orangtua, misal behubungan dengan pindahan rumah atau pernikahan, maka usaha kita adalah melobi dan menjelaskan perlahan, bahwa semua hari dalam islam itu baik. Tidak ada hari sial. Pemahaman yang perlahan ini, semoga lumayan memahamkan minimal paham bhwa semua hari baik dan tidak ada hari sial
Jika masih memaksa, maka diniatkan untuk menghormati orangtua (tanpa ada adat yang berhubungan dengan kesyirikan yah). Misal hari baik nikah hari jum'at misal.. Maka diniatkan, memang para nabi ada yang menikah di hari jumat. Jadi kita menghormati dengan tetap memberikan penjelasan lembut kepadaa orangtua :)

T : Assalamualaikum ustadzah ,, aku mau nanya bagaimana kalau kita menyakiti orang lain tanpa sadar dengan ucapan ,, setelah itu kita baru sdar menyakiti dengan ucapan tersebut ,,kita sudah berusaha slalu minta maaf dan menyesalinya ,ttapi orang tersebut tidak menjawab permintaan maaf kita ,, bagaimana sikap yang harus dilakukan ,, terkadang hati terus-terusan merasa bersalah kalau belum ada kata di maafkan
J : Ketika kita bersalah pada manusia maka kewajiban kita adalah bertaubat : memohon ampun pada Alloh, menyesal, berjanji tidak mengulang dan meminta maaf pada orang tsb, dtambah dengan menutupi kesalahan kita dengan perbuatan baik yang lain. Dan kewajiban dari orang yang dimintai maaf adalah memaafkan.. Maka ketika kita sudah memenuhi syarat taubat tadi, dan saudra kita tadi belum membalas, kita berkhusnudzon saja bahwa dia sudah memaafkan kita.. Sambil kita tetap berbuat baik kepadanya..
Semoga Alloh kuatkan ukhuwah islamiyah yah ditengah serbuan kaum fasik, munafik dan kafir yang selalu berusaha merusak ukhuwah ini :)

T : Dan bolehkah kita mengharapkan pahala dri Allah jika berbuat baik
J : Boleh banget.. Karena memang Alloh sediakan pahala, balasan kebaikan berupa surga pun untuk hamba-hamba-Nya yang bertaqwa dan beramal sholih

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ