Home » , » TAFSIR QS AL FATIHAH AYAT 3

TAFSIR QS AL FATIHAH AYAT 3

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 10, 2014

KAJIAN ONLINE HAMBA اللهِ NANDA 111 & 112
Hari/Tanggal : Jumat, 10 Desember 2014
Materi : Membahas Surat Al Fatihah Ayat 3
Narasumber : Ustadzah Novri
Admin : Wanda/Naddiya
Notulen : Meydilah Cahyawati
Editor : Ira Wahyudiyanti & Hernizah M.R


Bismillah…
Assalamu'alaykum wr.wb.
Keif halukunn?

Kali ini kita akan membahas surat Al Fatihah ayat 3

TAFSIR QS AL FATIHAH AYAT 3
الرحمن الرحيم


Makna Ar Rahmaan Dan Ar Rahiim
Kata Ar Rahmaan dan Ar Rahiim berasal dari kata ar rahmah yaitu belas kasih, sedangkan ar Rahmaan berarti Yang Maha Pengasih, Pemilik nikmat dan karunia yang tanpa batas, kemudian memberikan nikmat dan karunia tersebut kepada seluruh hamba-Nya, baik yang muslim maupun yang kafir, jin ataupun manusia, bahkan binatang sampai tumbuh-tumbuhan.

Sedangkan ar Rahiim sering diartikan dengan Yang Maha Penyayang, yang menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman sepanjang zaman, selama-lamanya, baik didunia maupun di akhirat kelak.

Jadi kombinasi sifat ar Rahmaan dan ar Rahiim ini menunjukkan bahwa Allah telah memberikan serta melimpahkan nikmat, karunia dan kasih sayang-Nya yang tiada terhingga kepada seluruh makhluk-Nya tanpa jeda, tanpa terputus, terus menerus, karena hanya DIAlah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pada ayat sebelumnya Allah telah menyatakan bahwa DIA adalah Tuhan dari seluruh alam, yang mencipta, mengatur, mendidik, memelihara semua makhluk-Nya, maka untuk kembali mengingatkan hamba-hamba-Nya akan nikmat dan karunia yang telah Ia limpahkan kepada mereka, Allah ulang lagi penyebutan nama dan sifatnya ar Rahmaan dan ar Rohiim yng sebelumnya telah disebutkan dalam bismillahirrohmaanirrohiim..

Pengulangan penyebutan ini memiliki arti yang sangat dalam, melalui pengulangan ini Allah ingin menekankan pada hamba-hamba-Nya bahwa sifat keTuhanan-Nya terhadap hamba-Nya bukanlah berdasarkan kezholiman, kesewenangan dan aniaya sebagaimana tergambar dalam hubungan raja dan budak-budaknya, akan tetapi berdasarkan luapan cinta dan kasih sayang, oleh karena itu, manusia akan mencintai Tuhannya, dan menyembah Allah dengan hati yang tenang, damai, tentram, aman, serta bebas dari rasa takut dan gelisah. Oleh karena itu merekapun akan mendasari pergaulan dan muamalah antar sesama mereka dengan penuh kasih dan sayang, yang memimpin tidak menghina bawahannya, bawahanpun akan menghormati dan mencintai atasannya. Dengan begitulah rahmat Allah akan meliputi semua. Rasulullah saw bersabda: sesungguhnya Allah sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang penyayang (HR. Thobroni).

Dalam kesempatan lainpun beliau bersabda: orang-orang yang penyayang pasti disayang Allah yang Maha Penyayang, maka sayangilah semua makhluk yang dibumi, niscaya semua yang dilangitpun akan menyayangimu. (HR. Dawud, dkk).

Semoga bermanfaat.
Wallahu a'lam bis showaab..


TANYA JAWAB
1.      Masyaa Allah. Jazaakillahu kahir ustadz penjelasannya.. Ana mau tanya ustadz.. Allah kan mengajarkan kita untuk mempnyai sifat Ar Rahman dan ar Rohim.. saling mengasihi dan menyayangi.. kadang ada orang yang tidak mengasihi terhadap sesama muslim/temannya bisa diartikan pelit. Pelit berbagi makanan dll. Itu bagaimana ustadz. Apakah orang itu belum mengenal Allah atau bagaimana?
Jawab :
Sifat pelit itu penyakit hati, bahkan Rosulullah shollallaahu alaihi wasallam saja berdoa agar dilindungi dari sifat ini, kalau ada yang memiliki sifat seperti ini nasehati dia dengan baik dan doakan sifat ini segera hilang darinya, karena sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang pelit.

2.      Masyaa Allah.. dan memang Rosulullah pun telah mengajarkannya ya bun.. Dan Rosululloh tidak mengajarkan kekerasan kan um? Lantas bagaimana dengan mereka yang seenaknya menyiksa anak kandung atau anak buahnya sendiri? Padahal mereka islam, beradab. Lihat di negeri tetangga banyak yang melakukan penganiayaan um.. sungguh miris kan
Jawab :
Iya itu karena tidak semua orang islam memiliki keyakinan yang utuh atas agamanya, bahkan banyak orang islam sendiri yang alergi dengan agama mereka, kalau semua orang islam mau menjalani hidup sesuai agamanya maka insyaallah nyaman hidup ini, oleh karena itu kita harus terus semangat dalam amar ma'ruf nahi mungkar.. Semangaaat

3.      Saheh.. betul bun... apalagi islam yang sudah terpecah belah seperti ini.. alergi sesama muslim, saling memusuhi. Bagaimana nih bun cara mengatasi kami ini yang kadang suka iri-irian sama teman sendiri bahkan suka membenci?
Jawab :
Iri boleh terhadap 2 orang aja, yaitu:
a.       Orang yang Allah beri ilmu kemudian dia amalkan dan ajarkan
b.      Orang yang Allah beri harta kemudian dia infakkan dijalan Allah

4.      Ustadz saya juga mau tanya. Soal pertemanan lintas agama. Agamamu agamamu, agamaku agamaku. Terkadang saya bingung bersikap pada teman-teman yang berbeda agama.Disatu sisi, kita harus tetap berbuat baik kepada mereka sebagai sesama makhluk Allah, disatu sisi kita juga harus menerima bahwa banyak perbedaan yang tidak bisa menyatukan untuk menjaga kemurnian akidah keislaman kita. Ustadz bagaimana seharusnya kita menjaga pertemanan dengan berbeda agama, tetap akur dan damai tetapi juga murni dalam akidah kita.
Jawab :
Kriteria teman yang baik adalah yang sholih/sholihah.. Kalaupun ada teman yang non muslim tidak mengapa asal kita tau betul batasan-batasan agama kita dan agama mereka, sehingga tidak ada toleransi lagi ketika sudah menyentuh prinsip-prinsip agama.

5.      Ustadz, saya punya tetangga nashrani. Agamanya Kristen Advent (yang famous dengan banyak pantangan makanan berdarah & minuman yang berkafein) jadi mereka tuh tidak boleh makan hewan-hewan haram, hewan air yang tidak bersisik seperti belut dan udang, minuman tidak boleh yang berkafein (teh, kopi) ataupun yang beralkohol. Apakah boleh saya memakan makanan masakan mereka?
Jawab :
Boleh asal halal ya..

6.      Ustadz saya mau tanya cara memelihara sifat pengasih dan penyayang bagaimana ya? Oh ya saya kalau sama teman jarang marah, tapi kalau dibuat dongkol sekali saya bisa marah diam tidak karuan. Bagaimana yaa ustadz cara menghilangkan sifat itu?
Jawab :
Jangan cepat marah ya, insyaallah masuk surga, itu yang disabdakan Rosulullah shollallahu alaihi wasallam, pada mau masuk surga kan?..


Demikian kajian hari ini. Kita tutup dengan hamdalah, istighfar 3x, dan doa kafaratul majelis.
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamualaikum wr wb


Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!