Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MENIKMATI HIDUP DENGAN KETAQWAAN

Kajian Online BBM Hamba الله Ta'ala

Hari / Tanggal : Sabtu, 06 Desember 2014
Narasumber: Ustadz Ridwan
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum
Sudah bisa dimulaikah kajian hari ini?
Bismillah
"Dan orang orang yg mendustakan ayat ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam gelap gulita. Barangsiapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disessatkan-Nya. Dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk) niscaya Dia menjadikannya berada diatas jalan yang lurus (al an`am ayat 39)
Subhanallah ketika kita mentadabburi ayat ini, betapa merujuk langsung pada organ tubuh yang barangkali di organ itu banyaknya dosa dilakukan oleh kita. Memahami kata kata kadzab disini dalam sekali terkait dengan ayat ayat Allah. Karena ayat Allah itu ada dua yakni Al Quran sebagai qauliyah dan semesta ini merupakan ayat Allah berupa qauniyah

Bukankah kita paham bahwa dalam islam itu syahadatain itu merupakan kunci dan inti ajaran islam? dimana pada syahadatain kita diminta untuk totalitas (baca ikhlas) dalam mengikuti apa yang Allah perintahkan dan juga ikhlas atas apa yang rasulullah saw lakukan (ikhlas menjalankan sunnah)

Pertanyaan sederhana, sudahkah rela ketika harta kita `disuruh` untuk dibagi dengan orang dengan perintah zakat? atau bisa jadi kita terkadang di hati bergumam karena tidak rela harta yang sudah capek didapat harus dibagi

Kemudian ada sebagian yang masih mikir, kalau saya bertaqwa apa bisa jadi orang kaya?jika saya bertaqwa apa saya bisa naik jabatan? dan semua yang terkait keduniawian seakan tidak ada korelasi antara taqwa dan kehidupan dunia. Padahal perintah bertaqwa itu ada dan.wajib kita lakukan di dunia ini, kenapa? karena memang dunia ini secara harfiahnya adalah tempat mencari modal akhirat sebesar besarnya,agar nanti untung saat yaumul hisab dan bisa masuk surga

Apa benar taqwa tidak ada hubungannya dengan dunia ini?
Talak (Aţ-Ţalāq):2 - Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.
Talak (Aţ-Ţalāq):3 - Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. 
Talak (Aţ-Ţalāq):4 - Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.(at thalaq 4)
Talak (Aţ-Ţalāq):5 - Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya.(at thalaq 5)
Coba perhatikan ayat demi ayat pada surat itu, khusunya pada kalimat taqwa. Bukankah hal itu yang diharapkan saat hidup di dunia ini? bukankah semua hal itu milik Allah, maka sudah sewajarnya kita harus berdekatan terus dengan yang punya segalanya

Supaya lebih dinamis silahkan bertanya,

TANYA JAWAB

1. Dedes
Ustad, bagaimana cara menjaga ketaqwaan di diri kita? lalu jika kita bersedekah dan bilang "aku ikhlas kok"..apa itu bisa d katakan ikhlas?
Jawab
Ketaqwaan akan muncul jikalau kita paham bahwa kita hidup itu cuma numpang, ikhlas itu adanya di hati. Yang tahu persis hanya orang itu dan Allah

2. Elly
Ust, ketika ada orang berhutang dalam jumlah banyak pada kita dan janji akan segera mengembalikan, tapi sudah bertahun-tahun tidak di kembalikan, bagaimana  cara menumbuhkan sikap rela ketika hutang itu tidak dikembalikan dan menganggapnya sebagai sedekah apakah bisa?
Jawab
Memberikan pinjaman (qardh) itu berpahala, karena ia membantu orang dan berikan kemudahan. Bolehkah dijadikan sedekah? boleh

 (وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٢٨٠

”Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, Maka berilah tangguh sampai Dia berkelapangan. dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqoroh : 280)

PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).