Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MENJADI MANUSIA BIASA ITU GODAAN

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala
(All Grup Nanda)

Hari / Tanggal : Senin, 22 Desember 2014
                                        05 Januari 2015
Narasumber : Ustadzah Rochma Yulika & Ustadz Umar Hidayat
Materi : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrahmaniirrahim
Assalamu'alaikum wr wb

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.


"Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat."

Menjadi Manusia Biasa Itu Godaan
Oleh: Rochma Yulika dan Umar Hidayat

Kenapa ya orang lain begitu mudah mendapatkan apapun yang diinginkannya? Sedang  engkau  sekalipun, tidak meski sudah mengupayakannya secara maksimal, bahkan sudah teramat sering untuk jungkir balik? Secuil saja belum?

Kepada  engkau  yang sedang dirundung kesusahan seperti ini. Coba belajarlah dari tukang angkringan itu. carilah sesuatu yang mampu meledakan tekad untuk melakukan perubahan. Bahkan setetes air yang keluar dari sudut matapun bisa menjadi gairah yang mengubah dunia. Temukan. Pasti ada. Lakukan dari yang kecil dan kerjakan sekarang juga. Positif thinkinglah, maka  engkau  bisa. Menunda  dan syu’udzan hanya akan memperpanjang penderitaan  engkau .

Sesungguhnya dari dalam jiwa akan terjadi perubahan. Barangsiapa yang optimis akan mendapatkan kebaikan, maka dia akan mendapatkannya dan barangsiapa yang selalu khawatir akan tertimpa keburukan, maka dia akan menemukannya. Seperti kisah Rasulullah saw yang datang mengunjungi seorang Badui yang sedang sakit panas, lalu beliau berkata kepadanya untuk memberikan harapan, “Tak apa-apa semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, InsyaAllah.” Namun orang Badui itu tidak menerima optimisme yang baik ini bahkan sebaliknya ia berkata, ‘Panas ini telah membakar orangtua yang telah mendekati kubur.’ Mendengar perkataannya, Rasulullah bersabda, “Kalau begitu, itulah adanya (keadaanmu).” (HR. Bukhari) Demikianlah, jika ia menginginkan bencana yang menimpa dirinya tetap ada, maka itulah yang akan didapatkannya.

Saya jadi teringat cerita peperangan di dataran Tiongkok. Tentang kebenarannya Wallahu’alam bishowab, saya hanya ingin menggambarkan betapa pentingnya tekad dalam merubah nasib kehidupan kita. Begini ceritanya; Dahulu, seorang jenderal negeri Tiongkok kuno bertugas memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar, khawatir menderita kekalahan. Maka dalam perjalanan menuju medan perang, sang Jenderal berhenti di sebuah altar tempat ibadah, untuk sembahyang dan berdoa. Sedangkan prajuritnya harap-harap cemas menanti di luar. Tak lama kemudian, sang jenderal keluar berteriak, ‘Kita telah mendapat petunjuk dari langit’. Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya, diacungkannya koin itu ke udara ia berkata, ‘Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Bila kepala yang muncul maka kita akan menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah”. Jenderal lalu melempar koin emas itu ke udara. Lalu jatuh berguling-guling ditanah dan yang muncul kepala. sontak seluruh pasukan berteriak kesenangan. Dengan penuh semangat bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung sangat sengit, dan akhirnya musuh dapat dikalahkan. Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja pun terkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dahsyat itu, dan bertanya pada sang Jenderal, “apa rahasianya mengobarkan semangat pasukan menjadi begitu gagah berani?” Sang Jenderal kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, ‘Paduka, inilah rahasianya”. Raja mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar kepala. Tentu bukan koin dan kepala yang menjadi inspirasi kita, karena bagaimana pun muslihat bukan akhlak yang dicontohkan Nabi, tapi tekad yang membaja yang mampu mengubah suasana.

Jangan takut menjadi orang yang beda, meski bukan asal beda. Semua memang akan berlalu seiring dengan waktu mengalir seperti air yang mengalir mencari posisi yang lebih rendah. Dan akhirnya habis. Tak ada yang abadi dalam kehidupan ini. Kecuali Yang Maha Kuasa dan perubahan itu sendiri. Tapi perubahan saja tidak cukup, harus diteruskan dengan perbaikan. Kalau hanya perubahan saja bisa jadi yang dulunya baik berubah menjadi jelek. Atau yang jelek bertambah jelek. Atau yang baik bertambah baik. Bisa saja yang jelek menjadi baik. Maka jika perubahan diteruskan dengan perbaikan akan terasa hidup lebih bermakna. Dalam surat ar Ra’d [13] ayat 11. 
“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri” dan bukan menjadi pembandingnya.
Imam Suyuthi dalam tafsirnya Ad Durrul Mantsur menukil riwayat yang dikeluarkan oleh Abus Syaikh dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Allah tidak mengubah nikmat dari suatu kaum hingga mereka mengerjakan berbagai perbuatan  maksiat, maka Allah mengangkat berbagai nikmat dari mereka. Dengan demikian jelaslah bahwa Allah SWT memberikan respon tentang perubahan yang dimulai dari perubahan dari apa yang ada dalam diri manusia itu sendiri, baik kondisi manusia secara individual, di suatu rumah, maupun di masyarakat. Dan perubahan kondisi baik dan buruk itu terkait dengan ketatan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia kepada Allah SWT, baik secara individual maupun secara kolektif. Jelasnya ghayara itu mengisyaratkan bahwa Allah tidak akan mengubah nikmat dan sunatullahNya kepada manusia dan semua makhluk sepanjang ketaatan mereka kepada Allah dan jika manusia berbuat maksiat maka kemaksiatannya itulah yang akan megubah nikmat menjadi kesengsaraan. Maka perubahan dan perbaikan menuju kehidupan yang terbaik, harus seiring dengan ketaatan mereka kepadaNya.

Menjadi “Terbaik,” berarti menjadi yang superlatif atas segala pilihan sendiri. Lantaran tidak mungkin dalam diri seseorang memiliki banyak yang keunggukan. Hanya bidang tertentu saja. Ini soal pengelolaan diri, selft-help. Soal bagaimana kita bisa menilai diri sendiri secara obyektif, skill of soul, meski itu rumit. Setiap kita harus tahu tentang potensi kita sendiri, agar kemudian bisa dikembangkan menjadi keunggulan. Menempatkan diri pada posisi dimana kita bisa menjadi yang terbaik. Lantaran inilah saat-saat dimana posisi terbaik kita tentukan, lalu petakan potensi diri secara jujur. Suport pilihan yang strategis, fokuskan diri pada pengembangannya. Setelah sukses ceritakanlah dan berbagilah agar engkau lebih barakah.

Menjadi manusia biasa itu ketergodaan

Manusia biasa-biasa saja itu mereka yang hanya mencukupkan diri dengan kebiasaan orang pada umumnya. Orang yang lebih banyak bekerja karena kebiasaan, mungkin malah instink, terutama makan minum sandang pangan. Bukan tipe orang-orang yang ingin membeli gunung. Orang yang hanya ingin memindahkan beras jadi nasi di dapur sendiri agar bisa tetap hidup, meski terasa kadang sulit dan terhimpit. Dan tidak butuh apa-apa lagi selain itu. Bukan orang yang ikut memikirkan orang lain, apalagi politik kekuasan yang rumit. Lakukan lompatan yang kita sendiri tak menyadari ternyata kita mampu melompat yg lebih tinggi dari yg kita duga. Semua menguras energimu, butuh perjuangan dan yang pasti pengorbanan yang tak sedikit.

Aku membaca kisah salah satu sahabat di zaman Nabi saw. Sebenarnya ia perwira yang gagah pemberani yang sulit dicari padanannya, sayangnya ia belum juga bisa meninggalkan minum khamr tradisi jahiliyahnya. Dia, Abu Mihjan Astaqafi. Maka tak salah kalau Umar bin Khattab pernah menghukumnya mendera di depan khalayak ramai. Ketika penaklukan Persia Umar bin Khattab mengutus Sa’ad bin Abi Waqash sebagai pimpinan pasukan. Lagi-lagi Abu Mihjan dihukum dengan diikat di dalam kemah utama sebab kedapatan mabuk minuman khamr. Perang dahsyat pun terjadi. Pasukan gajah para tentara Persia mengamuk membabi buta hingga kaum muslimin berjatuhan dalam kesyahidan. Kebetulan Sa’ad bin Abi Waqash tak bisa memimpin peperangan dari barisan depan lantaran menderita bisulan. Tiba-tiba selintas berkelebat sesosok pendekar menutup mukanya dengan bersorban, seperti Abu Mihjan Astaqafi, dengan lincah menusukkan tongkat-tongkatnya tepat ke mata gajah-gajah itu dan memainkan pedangnya dengan kelincahan. Giliran pasukan Persia porak poranda.

Maka usai memenangkan peperangan disebagian menjelang malam, Sa’ad bin Abi Waqash membesuh Abu Mihjan untuk memastikan keberadaannya dalam perang itu. Lalu dikatakan kepadanya, “Bergembiralah wahai Abu Mihjan, semoga Allah mengampunimu. Sibukan dirimu dengan perang memenangkan agama Allah, dan jangan sampai setan menipumu lagi untuk mendekati khamr.”   Selft-help. Tolonglah dirimu sendiri. Setiap orang pasti ingin hidupnya berarti dan merasa dirinya penting. Khusnudzan  kita kepada orang lain dan mempercayakan yang terbaik kepada dirinya akan membuat orang tersebut melakukan yang terbaik. Beri kesempatan dan dukunglah mereka yang sedang berjuang dalam dirinya melawan ketegangan yang menggelisahkan.

Artinya ini semua akan berubah. Berubah menjadi yang lebih baik bahkan terbaik. Menjadi orang yang terbaik artinya ia selalu ekstra hati-hati dengan ke-terbaik-an itu sendiri. Ia harus membiasakan diri untuk selalu mencurigai diri sendiri. Lebih penting lagi dari sekedar kesuksesan dan keterbaikan itu adalah ia harus memastikan apa yang telah diraihnya itu diterima di sisi Allah, sebagai pahala yang mengantarkannya menuju ridloanNya dan surgaNya. Maka perubahan itu. Kesuksesan itu. Menjadi cermin terbaik itu. Semuanya bermuara pada telaga ketaatan kepadaNya. Maka dengan sendirinya godaan itu malu menghampiri kita. Jadilah cermin terbaik.


Yuk berusaha menjadi yang terbaik....
Semua akan berlalu menyusuri dinamikanya, sunatullahnya. Dinamika kehidupan manusia senantiasa diselimuti oleh bermacam-macam pengaruh, baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif. Pengaruh positif  lebih dekat dengan petunjuk dan pengaruh negatif itulah yang sering dipahami sebagai godaan. Dimana kesuksesan dilombakan? Jika kesuksesan itu tergantung pada pengelolaan keunggulan seseorang dan tingkat ketaatan kepadaNya, maka godaan itu akan menguji tingkat ketaatan itu sendiri.


Keyakinan dalam menapakinya modal utama kita. Doa tak lain adalah penopangnya, Usaha merupakan jalan setiap manusia..Dan tawakkal untuk hasil akhirnya. Segala masalah ada penyelesaiannya. Takkan lalai Allah akan janjinya....
“Sesungguhnya di balik kesempitan pasti kan datang kemudahan.... setelah kegelapan kan hadir cahaya terang....
Ingatlah rehat kita di dunia hanya setengguk air minum, maka tetaplah di jalan yang benar. Usir Iblis kelesuan dari diri. Kelesuan hanya akan menutup riwayat hidup kita. Bertahanlah untuk berada di lingkungan keshalihan. Dan senantiasa bangkit untuk menjadikan diri lebih baik.

Janganlah berputus asa. Bisikkan dalam jiwa…. masih ada kesempatan kedua, jangan disia-siakan. Allah masih mengampuni dosa-dosa kita, mungkin saat ini kita hanya merasa kelelahan, belum bertemunya harapan dan kenyataan, atau lantaran kecewa. Itu semua soal biasa. Kita semua masih manusia, bukan malaikat. Jika kesempatan pertama gagal, maka in sya Allah masih ada kesempatan kedua. Maka ambilah kesempatan kedua itu. Dan bergegas menuju cahaya-Nya.

Ukuran sukses bukan seberapa banyak yang sudah diraih namun seberapa besar perjuangan ia meraih kesuksesan. Begitu juga kesuksesan tak hanya diukur dari materi saja tiap-tiap kita mempunyai kecenderungan berbeda sehingga sukses pun relatif. Bahkan godaan itu makin besar untuk menggenapkan tekad dan menguji ketaatan. Karena jalan ini pula, Nabi Nuh ’alayhissalâm mengisi hidupnya penuh derai airmata. Disebabkan jalan ini, Ibrahim ’alayhissalâm dilemparkan ke dalam api. Nabi Ismail ’alayhissalâm harus rela ditelentangkan untuk disembelih. Nabi Yusuf ’alayhissalâm rela dijual sebagai budak dengan harga murah, dan mendekam di penjara bertahun-tahun. Nabi Zakariya ’alayhissalâm digergaji tubuhnya. Nabi Yahya ’alayhissalâm disembelih. Nabi Ayyub ’alayhissalâm bergulat melawan penyakit. Nabi Dawud ’alayhissalâm menangis melebihi kebiasaan manusia biasa. Nabi Isa ’alayhissalâm dipaksa hidup dalam keterasingan. Dan Nabi Muhammad shallallâhu ’alayhi wa sallâm sendiri harus hidup akrab dengan kemiskinan, penindasan dan berbagai intimidasi.

Coba renungi sejarah nabi, rasul, ulama. Mereka kaya tapi mereka bersahaja. Lalu apa yang membedakan mereka dengan kita? Mereka membaca zaman lebih dari sekadar masa kita, melintasi waktu lebih dari kesempatan kita. Mereka menikmati keterbatasan lebih dari sebagai kesempatan seperti kita. Mereka merenda karya lebih dari amal kita. Dan mereka memandu hati lebih dari ruhiyah kita. Mereka berada jauh dari kebiasaan kebanyakan orang, dari kebiasaan orang-orang yang hanya berhenti menjadi orang biasa saja. Maka jangan hanya jadi orang yang biasa-biasa saja. Itulah makanya menjadi orang yang terbaik, begitupun menjadi orang yang sukses, bagi mereka menjadi manusia biasa-biasa saja itu godaan.


Akankah engkau tergoda? Berbalik tak meneruskan menggapai impian dan cita-citamu? Dan memilih untuk menjadi orang-orang yang biasa saja?


Ketika engkau menjadi atasan masih bertingkah seperti bawahan, itulah godaan. Ketika engkau menjadi pimpinan apa pun pekerjaannya, engkau masih berulah seperti anak buah, itulah godaan. Ketika engkau seorang profesi guru, dosen, hakim, pengacara, dokter, insinyur lalu masih berperilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai dan moral profesimu itu, maka itulah godaan. Ketika engkau menjadi orang kaya tapi hati dan perangaimu seperti orang miskin, itulah godaan. Begitupun ketika engkau seorang pelajar atau mahasiswa lalu tindakan pikiran dan karakternya tak terpelajar, itulah godaan. Lebih-lebih ketika engkau menjadi seorang muslim yang sholih rajin sekali beribadah tapi bertingkah layaknya orang yang baru belajar agama, itulah godaan. Ketika engkau ustadz bertingkah seperti layaknya orang tak kenal agama, itulah godaan.

Jangan pernah berputus asa tuk raih sejuta asa
Semangat, pantang menyerah
Selft-help. Tolonglah dirimu sendiri. Setiap orang pasti ingin hidupnya berarti dan merasa dirinya penting. Khusnudzan  kita kepada orang lain dan mempercayakan yang terbaik kepada dirinya akan membuat orang tersebut melakukan yang terbaik. Beri kesempatan dan dukunglah mereka yang sedang berjuang dalam dirinya melawan ketegangan yang menggelisahkan.

Tetaplah berkarya kala usia masih tersisaambil setiap peluang yang ada jangan sampe menyesal karen tak ada lagi kesempatan kedua. Kala ajal sudah tiba, kala maut sudah menjemput kala kubur sudah jadi tempat tidur dan  kala nisan sudah jadi kawan


bergegaslah....
bergegaslah.... 

Oke baiklah itu dulu, jazakillah khairan katsiron. Semoga yang berusaha dalam tiap kesempatan mencari ilmu akan dimudahkan urusannya

🌸Resume dari buku menjadi lebih baik agar ditolong Allah karya Ustadz Umar Hidayat
Wassalamu 'alaikum wr wb

TANYA JAWAB


Pertanyaan M101

1. Gimana ngilangin minder? Kalo minder jadi nervous. Kalo nervous jadi ga bisa ngapa-ngapain kesannya ga bisa apa-apa. Padahal bisa
Jawab
a. Berpenampilan baik 
Cara ini sangat sederhana dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

b. Menerima Diri Apa Adanya
Sadari dan terima kekurangan serta kelebihan diri. Perbaiki kekurangan diri sendiri dengan beberapa langkah sederhana.

c. Selalu Mengeksplor Kelebihan
Selain memperbaiki kekurangan, optimalkanlah kelebihan yang dipunyai. Tingkatkan terus apa yang menjadi keahlian diri sehingga rasa percaya diri semakin bertambah. "Mungkin kita nggak secakap orang lain, mungkin kita secara prestasi nggak setinggi orang lain, tapi pasti di diri kita ada sesuatu yang lebih yang kita punya, jadi kita berusaha meningkatkan terus kelebihan kita,"

2. Bagaimana memotivasi diri untuk bisa berubah?
Jawab
Bangun keyakinan bahwa semua bisa berubah selama kita melibatkan Allah dalam tiap urusan. Ingat bahwa tantangan ke depan makin berat sehingga bagaimana kita harus bisa menjadi pribadi yang berbeda. Mempunyai skill khusus bahkan berani melakukan lompatan. Ingat bahwa hidup ini harus ada perjuangan. Baca kisah nabi, rasul dan orang-orang sukses terdahulu sertai keyakinan dengan amalan nyata, mendekat kepada Allah dan memantaskn diri tuk raih kemuliaan. Ada usaha yang kuat untuk meraihnya tawakal. Ingatlah kematian dan negeri yang berkekalan ga gratisan. Allah menilai tiap usaha sehingga sekecil apa pun akan dinilai di hadapan Nya

3. Cara membangun sikap optimis bagaimana, mi?
Jawab
Kita harus yakin bahwa Allah Mahakuasa. Tak ada yang terlepas dari kekuasaan-Nya. Di 'tangan-Nyalah' segala sesuatu. Allah Maha mengatur, Allah Maha berkehendak, Allah yang membuat sesuatu menjadi mulia, dan Allah pula yang membuat sesuatu menjadi hina. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, meskipun sulit menurut kita, maka itu pasti terjadi. Kepercayaan akan semua ini, dalam pandangan Islam dikenal dengan sebutan tawakal. Semakin kuat kepercayaan ini, maka akan semakin tebal rasa tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Dari rasa tawakal inilah optimis berawal. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa menyerang siapa saja. Jika ingin berhasil, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri dan kita memulainya dengan memupuk rasa tawakal kepada Allah. 

Optimis yang lahir dari tawakal itulah yang menyebabkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para khalifah setelahnya bisa memenangkan banyak pertempuran melawan orang kafir. Dalam berbagai medan peperangan, sebenarnya pasukan muslim selalu kalah dalam hal jumlah prajurit, fasilitas persenjataan, kelengkapan medis, dan lain sebagainya. Tetapi sejarah mencatat, kaum muslimin hampir selalu meraih kemenangan dalam setiap pertempuran. Salah satu kuncinya adalah optimisme dan keyakinan kepada kekuasaan Allah. Pernah, kaum Muslimin agak pesimis. Yaitu, saat menghadapi Romawi di Perang Yarmuk tahun 13 Hijriah. Jumlah prajurit dan perlengkapan senjata antara dua pasukan sangat tidak berimbang. Pasukan Romawi mencapai 240.000 personel, sedangkan jumlah pasukan Islam tidak sampai 30.000 personel. Melihat hal ini, Panglima Khalid bin Walid, mencoba membangkitkan rasa optimisme pasukan Islam. Ia berteriak, "Betapa sedikitnya pasukan Romawi dan betapa banyak pasukan Islam. Banyak dan sedikit bukan dari jumlah prajurit. Pasukan dianggap banyak jika ia menang dan sedikit jika ia kalah." 

Ketika itu optimisme pasukan Islam bangkit dan akhirnya mampu memporak-porandakan pasukan Romawi. Manusia, ketika dihadapkan pada hal-hal sulit atau menemukan sebuah tantangan besar, maka ada dua pilihan yang harus dia ambil salah: maju menabrak dan menjawab tantangan tersebut atau mundur tanpa melakukan apa-apa. Jika dia memilih maju, maka ada dua kemungkinan yang bisa diraih, berhasil atau gagal. Tapi, jika dia memilih diam tanpa ada usaha dan tindakan nyata, maka kemungkinannya hanya satu, yaitu gagal. Dari ini, maka diperlukan pemupukan sikap optimis dalam menghadapi setiap tantangan dan membuang jauh-jauh sikap pesimis.

Optimis merupakan keyakinan diri dan merupakan salah satu sifat yang sangat ditekankan dalam Islam. Dengan sifat optimis seseorang akan bersemangat dalam menjalani hidup ini untuk menjadi lebih baik. Allah melarang dan tidak menyukai orang yang bersikap lemah dan pesimistis baik dalam bertindak, berusaha, maupun berpikir. Dalam al-Qur'an Allah berfirman (artinya):
"Janganlah kalian bersikap lemah, dan janganlah (pula) bersedih hati, padahal kalianlah orang yang paling tinggi (derajatnya) jika kalian beriman." (QS Ali Imran [3]: 139)
Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah" (HR an-Nasai dan al-Baihaqi)
Optimis berarti berusaha semaksimal mungkin dalam mencapai target atau standar ideal. Adanya standar ideal dan visi-misi yang jelas bisa menjadi tolok ukur dan memperjelas arah tujuan kita, agar hidup tidak sekadar mengalir begitu saja. Dengan begitu kita bisa mengetahui di manakah posisi kita dalam standar tersebut, sehingga bisa terpacu untuk menjadi lebih baik.

Memang tidak ada manusia yang sempurna, kenyataan tak selalu sesuai dengan impian. Dalam mewujudkan niat dan rencana yang sudah dibuat, tak jarang kita dihadapkan pada kondisi dan keadaan yang jauh berbeda dengan harapan. Namun, yang terpenting dari semua itu adalah sejauh mana dan sekeras apa kita berusaha mencapainya. Hal ini jika tidak dihadapi dengan sikap optimis, sabar, dan disertai tawakal kepada Allah akan mempengaruhi pola pikir kita berikutnya. Allah berfirman menceritakan doa hamba-Nya:
"Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau memberikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki dan mencabut kekuasaan kepada yang dikehendaki. Engkau memuliakan yang Engkau kehendaki dan menghinakan yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mulah segala kebaikan. Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS Ali Imran [3]: 26)
Perlu diperhatikan, optimis bukan berarti terus maju tanpa pertimbangan matang. Optimis tanpa perhitungan merupakan suatu kekonyolan dan kebodohan yang nyata. Sikap seperti ini pun dibenci oleh Islam. Islam sangat mendorong dan mendukung sikap optimis yang proporsional dan dilandasi perhitungan yang matang, di samping keyakinan yang kuat dan sikap tawakal kepada Allah. Dengan demikian, sikap optimis akan menjadi energi hidup yang terus menyala di waktu yang tepat. Kita harus selalu menumbuhkan semangat pantang menyerah, terus berdoa sambil berusaha, serta beramal dengan penuh keyakinan akan kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala. Bila Allah berkehendak hal tersulit sekalipun akan menjadi sangat mudah bagi kita. Jika belum mencoba, jangan mengatakan tidak bisa. Seorang mukmin tidak boleh kalah sebelum berperang.

4. Apa yang harus kita lakukan, ketika kita berada dilingkungan komunitas baik kerja/keluarga yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya tidak islami.  Sementara kita sendiri ga bisa merubahnya,  padahal sudah mencoba memasukkan nilai-nilai islam, tapi tetap belum menampakan hasilnya. Apakah yang harus kita lakukan, tetap berada di dalamnya atau keluar? Sejauh ini saya punya prinsip "kalau kita tidak mampu mewarnai didalamnya paling tidak kita jangan sampai terwarnai" . apakah sikap itu benar bunda?
Jawab
Benar... jangan memaksakan orang lain mendapatkan petunjuk karena Allah menghendaki siapa saja yang dikehendaki. Tugas kita mengingtkan sudah bener dan berdoa memohon pertolongn pada Allah


5. Bagaimana cara menggerakan hati agar selalu dekat dengan Allaah masih belum bisa istiqomah? Bagaimana, cara mengantisipasi dari kefuturan dalam diri kita?
Jawab
Berikut beberapa alternatif yang dilakukan bila futur, cara yang menurut saya juga mungkin sudah biasa diterapkan oleh temen-temen, bagi saya pribadi mungkin satu cara dilakukan sudah bisa meredam kefuturan yang dialami tergantung keakutan dari futur tersebut.

a. Ingat Kematian
Setiap manusia pasti akan meninggal dan meninggalkan semua hal yang di cintai, terlebih seorang muslim akan di mintai pertanggungjawaban kelak. Jadi jangan sampai ada penyesalan dan perbuatan tercela terjadi dalam perjalanan hidup.

b. Liqo/Halaqoh
Sebenarnya in sya Allah ini cara yang efektif untuk meredam kefuturan, dan menjadi jaminan kefuturan kita in sya Allah tidak akan lebih dari 1 pekan, karena dalam Liqo banyak hal yang akan kita dapatkan, mulai dari taujih dari Mr, adanya setoran hafalan baik hadis maupun Al-Qur’an, laporan amal ibadah harian, ada juga kultum dari salah satu personel lingkaran tarbawi tsb, dsb.

c. Baca Buku,
Baca buku Shirah, shirah Nabi, sahabat, ulama-ulama yang akhirnya merasakan rasa malu, malu yang sangat bahwa amalan kita selama ini belum ada apa-apanya dibandingkan mereka. Baca tentang dahsyatnya siksa neraka, siksa kubur dan indahnya surga.

d. Muhasabah Yaumiyah
Bagi yang terbiasa mencatat amalan harianya, bisa dibuka-buka kembali lembarannya dan dibandingkan dengan kondisi ketika mengalami futur, tentunya bagi seorang muslim harus berprinsip, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

e. Tilawah Al Quran
Membaca Al Quran sekaligus artinya tiap selesai shalat wajib sangat besar manfaatnya. Di usahakan minimal 1 juz tiap hari. Membaca Al Quran dan artinya akan memperkaya ingatan akan hukum-hukum yang telah Allah tetapkan, dan semoga bisa di amalkan.

f. Pengajian Umum
Ikuti pengajian umum yang biasanya ada rutin tiap pekan, dari mulai pembahasan fiqih, tafsir, hadis dll. Tidak mempermasalahkan pengajian yang di laksanakan oleh jamaah berbeda-beda selama masih satu aqidah.

Al Izzatu Lillahi Wahdah
Oleh: Rochma Yulika

Keyakinan modal utama.....
Doa penopangnya.........
Usaha jalannya.....
Tawakkal untuk hasil akhirnya 

“Hakekat iman tidak akan terbukti kesempurnaannya dalam hati seseorang sampai ia menghadapi benturan. Karena di sinilah seseorang melakukan mujahadah sebagaimana seseorang melakukan bersungguh-sungguh kepadanya untuk menghalanginya dari keimanan."

Kesuksesan hanya akan sampai kepada mereka yang senantiasa memaksimalkan seluruh potensi dan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Kesuksesan tidak akan bersanding dengan orang yang hanya setengah-setengah dalam melakukan usaha apalagi malas malasan.


Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bisa bertahan lebih lama. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bekerja dan terus bekerja. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang mengerti saatnya bekerja keras dalam mencari penghidupan maupun mengambil kesempatan berkiprah di jalan dakwah ini.

Pertanyaan M102


1. Kak mau tanya, gimana caranya supaya apa yang kita ingin kan bisa tercapai, terus ada kah cara nya melancarkan rezeki? Padahal orang itu sudah berusaha dan berdoa tapi masih belum juga apa yang di inginkan belum tercapai
Jawab
Hasan Al Bisri berkata, setiap kesulitan yang ada bisa jadi karena kesalahan kita maka perbanyaklah istighfar. Coba lakukan sholat taubat dulu meski kita ga merasa berdosa setelah itu mohon ampun padaNya...

Hakikat Istighfar dan Taubat


Sebagian besar orang menyangka bahwa istighfar dan taubat hanyalah cukup dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan, “Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat ke-padaNya”

Tetapi kalimat-kalimat di atas tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Sesungguhnya istighfar dan taubat jenis ini adalah perbuatan orang-orang dusta.

Para ulama – semoga Allah memberi balasan yang se-baik-baiknya kepada mereka telah menjelaskan hakikat istighfar dan taubat. Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan: 
“Dalam istilah syara’, taubat adalah meninggalkan dosa karena ke-burukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berke-inginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha mela-kukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna”
Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menje-laskan: “Para ulama berkata, ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali per-buatan (maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah.

Jika taubat itu berkaitan dengan manusia maka syaratnya ada empat. Ketiga syarat di atas dan keempat, hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang tersebut. Jika ber-bentuk harta benda atau sejenisnya maka ia harus mengembalikannya. Jika berupa had (hukuman) tuduhan atau sejenisnya maka ia harus memberinya kesempatan untuk mem-balasnya atau meminta maaf kepadanya. Jika berupa ghibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf.”

Adapun istighfar, sebagaimana diterangkan Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani adalah “Meminta (ampunan) dengan ucapan dan perbuatan. Dan firman Allah:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun.” (Nuh: 10).
Tidaklah berarti bahwa mereka diperintahkan meminta ampun hanya dengan lisan semata, tetapi dengan lisan dan perbuatan. Bahkan hingga dikatakan, memohon ampun (istighfar) hanya dengan lisan saja tanpa disertai perbuatan adalah pekerjaan para pendusta.

Dalil Syar’i Bahwa Istighfar dan Taubat Termasuk Kunci Rizki


Beberapa nash (teks) Al-Qur’an dan Al-Hadits menunjukkan bahwa istighfar dan taubat termasuk sebab-sebab rizki dengan karunia Allah . Di bawah ini beberapa nash dimaksud:

a. Apa yang disebutkan Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya :
“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai’.” (Nuh: 10-12).
Ayat-ayat di atas menerangkan cara mendapatkan hal-hal berikut dengan istighfar. Ampunan Allah terhadap dosa-dosanya. Berdasarkan fir-manNya: “Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” Diturunkannya hujan yang lebat oleh Allah. Ibnu Abbas radhiallaahu anhu berkata ” ” adalah (hujan) yang turun dengan deras. Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak. Dalam menafsirkan ayat: Atha’ berkata: “Niscaya Allah akan membanyakkan harta dan anak-anak kalian”. Allah akan menjadikan untuknya kebun-kebun. Allah akan menjadikan untuknya sungai-sungai. Imam Al-Qurthubi berkata: “Dalam ayat ini, juga disebutkan dalam (surat Hud) adalah dalil yang menunjukkan bahwa istighfar merupakan salah satu sarana meminta diturunkannya rizki dan hujan.”


Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya berkata: “Makna-nya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya dan kalian senantiasa mentaatiNya niscaya Ia akan membanyakkan rizki kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya bermacam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu (untuk kalian).”

Demikianlah, dan Amirul mukminin Umar bin Khaththab juga berpegang dengan apa yang terkandung dalam ayat-ayat ini ketika beliau memohon hujan dari Allah .

Muthrif meriwayatkan dari Asy-Sya’bi: “Bahwasanya Umar keluar untuk memohon hujan bersama orang banyak. Dan beliau tidak lebih dari mengucapkan istighfar (memohon ampun kepada Allah) lalu beliau pulang. Maka seseorang bertanya kepadanya, ‘Aku tidak mendengar Anda memohon hujan’. Maka ia menjawab, ‘Aku memohon diturunkannya hujan dengan majadih langit yang dengannya diharapkan bakal turun air hujan. Lalu beliau membaca ayat:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat.” (Nuh: 10-11).
Imam Al-Hasan Al-Bashri juga menganjurkan istighfar (memohon ampun) kepada setiap orang yang mengadukan kepadanya tentang kegersangan, kefakiran, sedikitnya keturunan dan kekeringan kebun-kebun.

Imam Al-Qurthubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bah-wasanya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!” Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan maka beliau berkata kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!” Yang lain lagi berkata kepadanya, “Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar ia memberiku anak!” Maka beliau mengatakan kepadanya, “Beristighfarlah kepada Allah!” Dan yang lain lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula) kepadanya, “Beristighfarlah kepa-da Allah!”

Dan kami menganjurkan demikian kepada orang yang mengalami hal yang sama. Dalam riwayat lain disebutkan: “Maka Ar-Rabi’ bin Shabih berkata kepadanya, ‘Banyak orang yang mengadukan bermacam-macam (perkara) dan Anda memerintahkan mereka semua untuk beristighfar. Maka Al-Hasan Al-Bashri menjawab, ‘Aku tidak mengatakan hal itu dari diriku sendiri. Tetapi sungguh Allah telah berfirman dalam surat Nuh:
“Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12).
Allahu Akbar! Betapa agung, besar dan banyak buah dari istighfar! Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hambaMu yang pandai beristighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan. Amin, wahai Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurus MakhlukNya.

b. Ayat lain adalah firman Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar.
“Dan (Hud berkata), ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa’.” (Hud:52).
Al-Hafizh Ibnu katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar yang dengannya dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan mereka bertaubat untuk masa yang akan mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaannya. Karena itu Allah berfirman:
“Niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat lebat atas-mu”.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki sifat taubat dan istighfar, dan mudahkanlah rizki-rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Amin, wahai Dzat Yang Memiliki keagungan dan kemuliaan.

c. Ayat yang lain adalah firman Allah:
“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepadaNya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat.” (Hud: 3).
Pada ayat yang mulia di atas, terdapat janji dari Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Menentukan berupa kenikmatan yang baik kepada orang yang beristighfar dan bertaubat. Dan maksud dari firmanNya:
“Niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepadamu.” Sebagaimana dikatakan oleh Abdullah bin Abbas adalah, “Ia akan menganugerahi rizki dan kelapangan kepada kalian”.
Sedangkan Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan: “Inilah buah dari istighfar dan taubat. Yakni Allah akan memberi kenikmatan kepada kalian dengan berbagai manfaat berupa kelapangan rizki dan kemakmuran hidup serta Ia tidak akan menyiksa kalian sebagaimana yang dilakukanNya terhadap orang-orang yang dibinasakan sebelum kalian. Dan janji Tuhan Yang Maha Mulia itu diutarakan dalam bentuk pemberian balasan sesuai dengan syaratnya. Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqithi berkata: “Ayat yang mulia tersebut menunjukkan bahwa beristighfar dan bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa adalah sebab sehingga Allah menganugerahkan kenikmatan yang baik kepada orang yang melakukannya sampai pada waktu yang ditentu-kan. Allah memberikan balasan (yang baik) atas istighfar dan taubat itu dengan balasan berdasarkan syarat yang dite-tapkan”.

d. Dalil lain bahwa beristighfar dan taubat adalah di antara kunci-kunci rizki yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa’i, Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda:
“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberinya rizki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka”.
Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang jujur dan terpercaya, yang berbicara berdasarkan wahyu, mengabarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah Yang Maha Memberi rizki, yang Memiliki kekuatan akan mem-berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak diharapkan serta tidak pernah terdetik dalam hatinya. Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar (memohon ampun), baik dengan ucapan maupun perbuatan. Dan hendaknya setiap muslim waspada, sekali lagi hendaknya waspada, dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab itu adalah pekerjaan para pendusta.

2. Ummi teman saya mau memulai sebuah usaha cuma beliau belum tahu usaha apa yang bagus untuk dia mulai modal  yang ia miliki tidak begitu banyak dan bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri pada kita ummi?
Jawab
Kita harus yakin bahwa Allah Mahakuasa. Tak ada yang terlepas dari kekuasaan-Nya. Di 'tangan-Nyalah' segala sesuatu. Allah Maha mengatur, Allah Maha berkehendak, Allah yang membuat sesuatu menjadi mulia, dan Allah pula yang membuat sesuatu menjadi hina. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, meskipun sulit menurut kita, maka itu pasti terjadi. Kepercayaan akan semua ini, dalam pandangan Islam dikenal dengan sebutan tawakal. Semakin kuat kepercayaan ini, maka akan semakin tebal rasa tawakal, dan akhirnya rasa optimis dalam diri semakin bertambah. Dari rasa tawakal inilah optimis berawal. Rasa optimis haruslah mengalahkan pesimis yang bisa menyerang siapa saja. Jika ingin berhasil, kita harus bisa membangun rasa optimis dalam diri dan kita memulainya dengan memupuk rasa tawakal kepada Allah.

Optimis yang lahir dari tawakal itulah yang menyebabkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dan para khalifah setelahnya bisa memenangkan banyak pertempuran melawan orang kafir. Dalam berbagai medan peperangan, sebenarnya pasukan muslim selalu kalah dalam hal jumlah prajurit, fasilitas persenjataan, kelengkapan medis, dan lain sebagainya. Tetapi sejarah mencatat, kaum muslimin hampir selalu meraih kemenangan dalam setiap pertempuran. Salah satu kuncinya adalah optimisme dan keyakinan kepada kekuasaan Allah.

3. Topik kali ini judulnya menjadi orang yang biasa-biasa itu godaan. Kesimpulannya kita harus menjadi yang terbaik. Bagaimana cara kita memilah dan memilih, arogansi, usaha yang maksimal atau pasrah pada segala ketetapan dari yang di atas. Karena kadang beberapa kali saya di hadapkan pada keadaan, dimana saat kita benar-benar memikirkan sesuatu atau menginginkan sesuatu, hal itu malah menjauh. Tapi disaat segala sesuatunya di biarkan mengalir saja, justru ada banyak jalan-jalan usaha atau kemudahan yang datang tak disangka. Gimana kalau begini? Jazakillah
Jawab
Al Izzatu Lillahi Wahdah
Oleh: Rochma Yulika


Keyakinan modal utama.....
Doa penopangnya.........
Usaha jalannya.....
Tawakkal untuk hasil akhirnya 


“Hakekat iman tidak akan terbukti kesempurnaannya dalam hati seseorang sampai ia menghadapi benturan. Karena di sinilah seseorang melakukan mujahadah sebagaimana seseorang melakukan bersungguh-sungguh kepadanya untuk menghalanginya dari keimanan."

Kesuksesan hanya akan sampai kepada mereka yang senantiasa memaksimalkan seluruh potensi dan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya. Kesuksesan tidak akan bersanding dengan orang yang hanya setengah-setengah dalam melakukan usaha apalagi malas malasan.

Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bisa bertahan lebih lama. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang bekerja dan terus bekerja. Keyakinan penuh yang akan membuat seseorang mengerti saatnya bekerja keras dalam mencari penghidupan maupun mengambil kesempatan berkiprah di jalan dakwah ini.

Pertanyaan M103

1. Kadang naik turunnya semangat ataupun motivasi diri bergantung pada kondisi kesehatan. Saya pribadi kadang kalau lagi drop sangat sulit untuk bisa move on bahkan ga bisa motivasi org lain. Ada tips kah bagaimana cara kita biar bisa tetap on di kala sakit bahkan bisa memotivasi orang lain?
Jawab
Harus tawazun/ jaga keseimbangan antara hati, fisik dan ruh. Sekarang renungan dalam diri seorang muslim (dan muslimah). Bagaimana menerapkan atau menggapai tawazun dalam kehidupan? Menengok dulu posisi kita, peran apa  yang tengah kita jalani saat ini?
1. Sebagai hamba Allah pastinya.
2. Sebagai seorang anak dari orang tua kita.
3. Yang sudah menikah peran sebagai istri.
4. Juga sebagai menantu
5. Sebagai ibu bagi yang memiliki anak.
6. Sebagai seorang warga masyarakat
7. Sebagai seorang profesional dalam pekerjaan kita.
8. Sebagai diri sendiri.

Mungkin anda bisa menambahkan lagi jika ada posisi yang belum tercakup.
Benarlah jika dikatakan bahwa sesungguhnya kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki. Maka bersandarlah kepada Allah bermohon keberkahannya agar dengan 24 jam yang kita miliki kita dapat 'hadir ' memenuhi semua tugas dan kewajiban sebagai sebuah kenikmatan.

Menikmati adalah kata kunci untuk meraih hakikat manfaat. Menikmati menghajatkan kehadiran secara utuh fisik, akal maupun hati. Mengapa ada saja yang mengeluh melakukan banyak sholat tetapi tetap belum rasakan ketenangan. Mari menelisik apakah benar ada kehadiran qalbi dalam sholat sejak niyat, takbir hingga salam. Ataukah 'auto pilot' yang mengendalikan bacaan dan gerakan?

Berapa banyak yang bertilawah sekedar menelan huruf dan terburu mengejar target, dan tak sempat merenungi maknanya? Memang banyak interaksi dengan Alqur'an bernilai ibadah. Namun mari jangan berhenti sebatas tilawah. Saya mengajak diri sendiri untuk juga mentadabburi maknanya. Sehingga menjadikan diri kita tengah berdialog dengan Alqur'an saat kita membacanya. Tersambung secara lisan, pendengaran, aqal dan hati.

Pertanyaan M104

1. Bagaimana cara mengetahui apa keunggulan/potensi diri kita sendiri?
Jawab
Tak bisa diri sendiri untuk tau potensi diri kita butuh orang lain untuk suport dan uji kelayakan potensi tersebut maka cari komunitas-komunitas yang positif untuk upgrade diri. Dalam diri kita pasti ada sesuatu yang luar biasa sehingga akan jadikan diri kita pribadi yang luar biasa

2. Bun, bagaimana caranya agar api istiqomah selalu berkobar. Karena ada satu waktu kita optimis namun di lain waktu terkadang kita malah down dan merasa lelah dengan apa yang kita perjuangkan.
Jawab
Jangan tinggalkan lingkaran orang-orang yang shalih. Tetap paksa amaliyah meski terasa berat dan Seolah ga bisa menikmati tapi tetaplah bertahan untuk menjalankan. Baca sejarah para pejuang bagaimana mereka meraih surga. Ketika tak kuasa untuk bertahan di jalan ini, tiba-tiba ingatan akan kisah para shahabat Rasul di medan dakwah yang tidak sekedar keletihan, bahkan mereka harus kesakitan sampai harus mati bersimbah darah pun justru menjadi pilihan. Mereka adalah manusia-manusia pilihan, perindu syahid yang pantang menyerah. Kami pun tersadar dari lamunan bahkan masih teringat kisah Anas bin nadhr dalam perang uhud. Teriaknya:” surga.... surga.... aku mencium bau surga di kaki bukit uhud.” dengan semangat membara dia terjang lawan sampailah pada kematiannya di medan juang. Inilah sepenggal kisah perang Uhud yang berakhir dengan kekalahan kaum muslimin. Tak terasa air mata menetes, seolah kami hadir dan menyaksikan teriakan Annas. Keimanan yang kuat yang tertanam dalam hati para shahabat yang membuat mereka tak gentar meski musuh menghadang. Kehidupan di dunia sangat sebentar jika dibanding dengan kehidupan akhirat yang tiada batas. Banyak ulama yang menggambarkan kehidupan di dunia dengan mencelupkan jari telunjuk kita ke dalam air laut dan air yang menempel pada jari kita itulah usia kehidupan kita di dunia. Dan air yang tersisa di lautan yang luas adalah ibarat kehidupan akhirat yang tanpa batas.

3. Masya Allah, kadang entah sengaja atau tanpa sengaja melakukan hal yang sepertinya tidak perlu seperti "mendengar musik & nonton." Cara menyikapi hal seperti ini bagaimana? Untuk saya yang masih terbilang minim ilmu agamanya?
Jawab
Jika terlena oleh hal-hal yang mubah bahkan lama-lama bisa jadi haram itu salah satu yang jadi penghambat kesuksesan. Taruhlah mau belajar banyak nonton kan ga jadi belajar. Mau tilawah jagi kalo over denger musik ga jadi kholas  ya kan


4. Ummi dalam mngajak teman atau saudara untuk sama-sama melakukan perubahan, itu sangatlah sulit. kiat-kiat apa saja yang bisa kita lakukan agar teman-teman atau saudara kita bisa melakukan perubahan bersama dan juga mengingat pribadi saya yang kadang-kadang masih tergoda dengan hal-hal yang memurkakan Allah? prncerahannya Ummi. syukron ^^
Jawab
Tugas utama kita amar ma'ruf nahy munkar. Untuk hasil hak Allah tapi tetaplah berbuat baik mengajak mereka kepada kebaikan. jangan patah semangat

Pertanyaan M105

1. Afwan. Bisa dijelaskankah tentang Hidayah? Banyak manusia mengatakan "Belum ada hidayah"? kapan hidayah itu datang? Dimana hidayah itu berada?
Jawab
Dalam syurat assyam : "fa alhamaha fujuraha wa taqwaha.."
Hidayah itu dihamparkan diantara langit dan bumi. mintalah, raihlah bahkan berusaha untuk mendapatkannya

2. Bila kita belum mengenal/ belum terlalu yakin  apa sih sebenarnyaa yang kita bisa/ ahli / sukai itu, apa yang harus dilakukan agar mengenal dan menjadi lebih yakin? agar keahlian yang kita punya itu bisa dijadikan ladang rezeki buat kita. Bagaimana caranya agar kita bisa yakin?. Syukron.. 
Jawab
Ibarat punya 5 kran buka kran semua... awalnya ngalir kecil semua tapi pasti di antara yang ada akan mengalir besar. tekuni yang sudah ada terus berusaha sampe akhirnya tau passion dimana

Pertanyaan M106

1. Assalamu'alaikum ummi mau tanya, bagaimana caranya biar kita tidak merasa seolah-olah waktu kita telah sangat sempit karena kesibukan kita? karena saya merasa begitu, pengen ini itu to sulit sekali karena merasa sempit waktunya
Jawab
Rahasia waktu itu milik Allah sama halnya dengan rizki. semua tergantung dari keberkahan. Dulu tilawah susah padahal sejuz, 24 jam ga kelar. Sekarang ada yang saling ingatkan dalam kebaikan semua di mudahkan.

Waktu Kita

Ust Hasan Al Banna menasihati kita,
"Waktu adalah kehidupan, menyia-nyiakan waktu berarti menyia-nyiakan kehidupan."
WAKTU kita sangatlah sedikit
Di dunia yang sangat sempit

Waktu hidup kita sangatlah singkat
Maka hati-hatilah dari berbuat maksiat

USIA kita tak bisa terukur
Tak pernah tau kapan saatnya tersungkur di dalam kubur

Dan bila telah tiba MASA
Sampailah kita di alam baka

Bukan HARTA benda yang kita bawa
Amal dan kebaikan yang kan temani perjalanan kita. 
Namun hanya amal kebaikan yang bisa turut serta

Jauhkan HATI dari cinta dunia yang fana
Tuk bersegera dekatkan diri dengan kebersamaan dengan  NYA

Tetap semangat meski perjalanan ini terasa berat
Semoga kelak bernilai di akhirat
Aamiin Ya Rabbal 'alamin

2. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. Umi saya mau nanya. Bagaimana caranya agar kita bisa menghindar dari godaan yang dapat membuat hidup kita itu rusak padahal kita itu udah tawakal tapi godaan-godaan itu tetap datang. Mohon solusinya?
Jawab
"Jika kau telah berada di jalan Allah, melesatlah dengan kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu. Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski terus merangkak nyalang, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang." (Asy Syafi'i)

Di jalan Allah, betapa beratnya beriman, betapa lelahnya berislam, dan betapa beratnya berihsan.
Di jalan Allah, alangkah sukarnya ridha, alangkah peliknya ikhlas, alangkah mahalnya syukur, dan alangkah pedihnya sabar.
Di jalan Allah, betapa sibuknya amal, betapa lelahnya dakwah, betapa mengurasnya jihad, dan betapa langkanya tawakkal.
Di jalan Allah, alangkah menyitanya dzikir, alangkah penatnya tafakur, alangkah mengirisnya qona'ah, dan alangkah repotnya tawadlu.

Begitulah yang kita lihat, berburu berkah itu alangkah beratnya. Tapi syukurlah kita tahu, bahwa di dalamnya ada banyak rasa nikmat.
"Sesungguhnya, Pertolongan itu mengiringi kesabaran, sesungguhnya kelapangan itu mengiringi kesempitan, dan sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan menyertainya." (Hr. Imam Ahmad)

3. Bagaimana cara memanage hati kita agar apa yang kita dapat cukup dan tidak membuat kita terlalu sibuk mencari dunia sampai ibadah kadang jadi nomer kesekian?
Jawab
Manajemen diri, disiplin diri dahulukan urusan akhirat dunia akan mengikutinya. Awali hidup dengan amalan in sya Allah akan lahir kemudahan. Sibukkan diri dalam kebaikan niscaya tak kan disibukkan oleh kemadlaratan.

Perjalanan manusia ibarat bunga dari kuncup kemudian mekar, layu dan akhirnya tiada
Terkadang banyak rahasia yang tersembunyi di antara jeda-jeda langkah perjalanan kita
Menerawang jiwa kala sadari diri ini sudah di ujung usia

Terbayang kehidupan tak berbatas tanpa tau bekal apa yang bisa dibawa
Tak terasa basah di ujung mata mengkhawatirkan diri kala menghadap Nya

Hanya khauf dan raja' yang ada dirasa kala ingat khilaf dan dosa
Menjadikan diri lebih baik di sisa-sisa usia dan berharap maghfirah dari yang kuasa

4. Assalamualaikum warohmatuallahi wabarokatuh. Ummi saya mau tanya secara diri pribadi kita ingin berusaha  lebih baik lagi, menahan dari kemaksiatan, mencoba takawwal dalam segala hal tapi jusru orang di lingkungan kita banyak yang  berbuat maksiat. Apakah itu bisa mengurangi keberkhan
Jawab
Amalan kita adalah gimana masing-masing, kita tidak ada hubungan dengan sekitar. Mutiara kalo di lumpur tetap mutiara kan?

Pertanyaan M108

1. Saya mau bertanya ustadzah terkdang sering menemukan kegagalan, terus dan terus kegagalan mungkin merasa lelah dan mengeluh tapi dia tetap optimis walau sering gagal, apakah salah orang tetap optimis tapi masih suka mengeluh ustadzah, mohon penjelasanya?
Jawab
Jangan mudah mengeluh ada rahasia di balik kesukilitan yang kita hadapi. Mengeluh itu manusiawi tapi serahkan urusan pada Allah, sayang. Rencana Allah itu terbaik bukan terindah memang bukan juga yang tercepat.

Sebelum Kamu Mengeluh ...
Bismillah ... 
Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali.
Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.
Sebelum kamu mengeluh tidak punya apa-apa, pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk, pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.
Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri kamu, pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Allah Azza Wa Jalla untuk diberikan teman hidup.
Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu, pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.
Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu, pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.
Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya, pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan.
Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir, pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan.
Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu, pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kamu.
Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa,,,
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, tersenyum dan Bersyukurlah pada Rabb bahwa kamu masih hidup......“Semoga sisa usia ini berkah...
Kegagalan yang besar yakinlah akan ada keberhasilan yang disiapkan
Rochma Yulika-Uhibukum fillah

Pertanyaan M110

1. Menjadi manusia biasa itu beban ga berat hanya mengikuti alurnya aja, sedang menjadi manusia yang tidak biasa ato beda akan ada banyak tantangannya apalagi dengan kondisi lingkungan kerja dan tempat tinggal yang tidak mendukung, solusi yang bagaimana agar bisa terus istiqomah dan terus eksis untuk bisa menjadi manusia yang tidak biasa?
Jawab
Ingatlah bahwa surga diisi oleh manusia-manusia luar biasa. Jadi ingatlah target jangka pendek yakni sukses di dunia tapi perlu diingat sukses disini bukan sekedar materi dan yang utama sukses akhirat

2. Bunda... ketika kita berusaha menjadi wanita yang tidak biasa tiba-tiba karena suatu hal menuntut kita meninggalkannya dan menjadi wanita biasa lagi itu gimana bunda?
Jawab
Maksudnya gimana? Jika motivasi kita kuat dan selalu kita kuatkan dan target hidup mulia di akhirat pasti tak ingin menjadi wanita biasa saja. Wanita biasa itu adalah wanita yang tidak mampu mengetahui bahwa dirinya punya kelebihan yang belum terblow up sehingga dia hanya pasrah dengan keadaannya


3. Ustadzah rochma, untuk bisa menjadi manusia yang luar biasa kita harus berproses dari awal dengan hal-hal yang bisa selalu mendukung kita untuk menuju kesana, begitu dalam hal mencari pendamping hidup kalo prosesnya baik (dalam arti setarbiyah) akan lebih mudah untuk sama-sama menjadi manusia yang tidak biasa, kalo beda langkah kita untuk bisa berjalan bersama menjadi manusia yang tidak biasa bagaimana yaaa? sebelum melangkah jauh saya tanya dulu ust,
Jawab
Kalo urusannya nikah niatkan dulu karena Allah dan caranya juga sesuai tuntunan. Jika ia orang yang sholeh pasti akan semangat menjadi orang yang luar biasa.

4. Bagaimana menahan hawa nafsu untuk sesuatu yang kita sukai ustadzah?
Jawab
Dalam kitab ihya 'ulumuddin imam ghazali ada 3:
  • Syahwat yang cenderung pada kemaksiatan atau dosa, itu nafsu al amaratu bissyu'  iman kalah dengan nafsu
  • Syahwat yang antara iman dan nafsu seimbang, itu namanya nafsullawwamah, nafsu yang selalu bergejolak, jiwa yang selalu bimbang. Disinilah berlomba antara taat dan hasrat
  • Nafsul muthmainnah, nafsu yang menenangkan karena iman yang memimpin nafsunya
Banyak beraktivitas yang baik, lingkungan yang baik dan teman yang baik bisa membantu kita dalam meredam nafsu yang kurang baik

Pertanyaan M111

1. Ustadzah, Kalau merasa minder dengan keadaan kita dalam hal jodoh, bagaimana ustadzah? Misalnya keadaan saya ditinjau dari 5 kriteria wanita dipilih masih sangat kurang dibanding dengan wanita-wanita lainnya, mana mungkin laki-laki seperti dia mau dengan saya. Gimana cara ngilanginnya ya? Hehe afwan ustadzah
Jawab
Jodoh ditangan Allah. Ga pernah ada yang bisa dengan jelas menerka kenyataan esok. Tugas kita usaha dan doa minta tolong pada yang dipercaya dan senantiasa berdoa

2. Ustadzah, gimana caranya agar bertahan dalam perubahan?
Jawab
Ingat kehidupan esok seperti apa, ingatlah kematian penghapus segalanya. Cari teman yang baik yang bisa saling menasihati saling memotivasi juga cari bi'ah yang baik


3. Bagaimana kiat-kiat agar tidak menjadi manusia yang biasa-biasa saja?
Jawab
Muhasabah/evaluasi diri, temukan potensi diri, ada usaha dan bersandar pada Allah swt terus lakukan dan lakukan jangan pernah kenal putus asa.

4. Ustadzah.. kenapa sering deg-degan kalo menghadapi orang baru atau apalagi hadapi wawancara gitu. Saya deg-degan kalo gagal lagi. Takut ini takut itu. Gimana menyikapinya ust. Sugesti diri sudah terlanjur negatif duluan.
Jawab
Bangun pikiran positif bangun rasa percaya diri. Allah itu selalu mengikuti persangkaan hamba Nya


5. Ustadzah.. Bagaimana cara meningkatkan percaya diri dan tidak berpikir terlalu rumit terutama bagi orang introvert yang saat bertemu orang-orang baru, padahal kesan pertama itu sungguh penting?
Jawab
hmmmm.... introvert butuh proses yang lama. Saya kadang mengalami hal itu meski ada yang nilai saya ekstrovert kadang liat sikon. Nah yang tertutup memang butuh penyesuaian dengan lingkungan. Cuma coba alihkan pikiran yang kurang nyaman jangan mengikuti pikiran kita, belajar pede tapi harus tetap hati-hati

6. Ust, sebenernya adakah perbedaan antara manusia yang biasa-biasa saja dengan manusia yang selalu bersyukur? Karena manusia yang selalu bersyukur biasanya akan menjalani hidup yang biasa-biasa saja & menjadi manusia biasa-biasa saja karena selalu bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah. 
Jawab
Istilah "manusia biasa-biasa saja" kalo keluar dari konteks bacaan materi apalagi jika tidak dipahami alur logisnya, maka orang sering menyamakannya dengan kewajaran, kesederhanaan, kesahajaan dkk. Maka menjadi salah memaknai jika kalimat "jangan menjadi manusia biasa-biasa saja" itu = jangan menjadi manusia yang wajar, jangan menjadi manusia yang sederhana, jangan menjadi manusia yang bersahaja. Dan tentu salah. Jadi kata "manusia biasa-biasa saja" predikat untuk menunjukan bahwa ketika kita ingin menjadi orang sukses, hebat, mencapai cita-cita; maka usahanya, pola pikir, pola dzikir, pola tindak jangan hanya biasa-biasa saja. Tapi kalo tentang syukur, siapa pun ia wajib menjadi orang yang bersyukur.

7. Ust, saat kita ingin menjadi orang yang tidak biasa, kita cnderung berusaha mengikuti model atau style orang lain yang lebih superior dari kita. Bgaimana ust agar kita tidak terkesan meniru orang lain bahkan tidak menjadi diri sendiri?
Jawab
Bergeraklah untuk menjadi lebih baik, berpijaklah dengan dan dari potensi or kelebihan diri. Orang lain kita jadikan tauladan agar kita juga jadi tauladan. Agar bisa bertahan lama dan sesuai dengan diri kita.


Pertanyaan M112

1. Saat kita ingin mlakukan perubahan pasti ada saja hambatan baik yang bersifat internal maupun eksternal yang menyebabkan kekhawatiran dan muncullah keraguan dalam bertindak bagaimana untuk meminimalisir atau bahkan menghilangkan rasa itu, jazakillah umi
Jawab
Membangun keyakinan yang penuh bahwa Allah tak kan membiarkan kita dalam kesulitan. terus dan terus keyakinan makin dikokohkan. setiap kesulitan Allah kan hadirkan kemudahan. Kekhawatiran itu datang dari was-was setan maka waspadalah karena setan tak rela kita meraih kesuksesan


2. Bagaimana menyikapi teman-teman yang suka upload foto kita ke fb sebelum kita berhijab. Maksudnye foto bareng mereka tapi ketika belum berhijab?
Jawab
oot euy out of topic....
Nasihati ingatkan kalo ga bisa tugas ngingetin kan sudah selesai


Pertanyaan M114

1. Bagaimna caranya untuk membiasakan diri meninggalkan perbuatan yang kurang baik semisal seperti cerita Abu Mihjan yang begitu ketertagihannya dengn minuman yang memabukkan, pada dasarnya sulit melepas apa yang sudah jadi kebiasaan.
Jawab
Kalo perilaku sepeti itu sebenarnya kembali pada motivasi diri. Sekuat apa keinginan untuk meninggalkan kebiasaan buruk. Kita juga butuh Allah untuk memudahkan harapan kita yakni meninggalkan keburukan

2. Bagaimana sikap kita menghadapi orang yang selalu meragukan kemampuan dirinya padahal kita setim dengannya, kadang diberi motivasi tapi jika mengalami kebuntuan dia kembali down? 
Jawab
Sikap kita tetap harus mensuport. Bangun kepercayaan orang tersebut atau diam-diam apa yang mampu dihasilkan kita publikasikan sehingga respon orang lain akan muncul. Nah itu yang bisa bangun kepercayaannya.
3. Ummi, gimana cara menjaga komitmen untuk tetap optimis jika di lingkungan kerja ada orang yang selalu melemahkan posisi kita di hadapan atasan?
Jawab
Kita punya Allah, Allah tak kan biarkan kita dalam kesulitan. Ummi mengalami. tapi selalu ada saja kemudahan meski banyak orang yang akan melemahkan

4. Asalamualaikum.. Semangat untuk berubah tu tinggi tapi terkadang cepat juga menurunnya. gimana ya utk mempertahankannya aplagi sekarang dalam lingkungan yang kurang mendukung? Apakah ada tips untuk menjaga keistiqomahan kita dalam melakukan perubahan untuk menjadi manusia yang lbih baik lagi dan terbaik selain dgn berdoa?jika ada mohon disebutkan.
Jawab
Kelola pikiran, fokuslah pada yang positif. Inilah kenapa berpikir positif kaitannya sangat erat dengan motivasi. Jagalah emosi pada kondisi yang baik. Tersenyumlah, berpikir positif terhadap segala sesuatu.
Ubahlah cara bertindak agar pekerjaan tidak terlihat berat. Perlu kreatif untuk menemukan cara bertindak yang menyenangkan dan menjadikan lebih mudah.


Pertanyaan 125

1. Assalamu'alaikum ustadzah, uwi mau tanya bagaimana memanage diri sendiri agar terhindar dari rasa iri, suudzon dan takabur? karena ga bisa di pungkiri kadang ketika orang lain mudah mendapatkan apa yang diinginkan ko kita aga susah mendapatkannya?
Jawab
Wa'alaikum salam. Semua butuh proses karena hakikat kehidupan ini adalah belajar. Jatuh bangkit lagi, jatuh lagi ya bangkit lagi. Seperti anak kecil yang sedang berlatih berjalan. kadang ujian yang Allah datangkan pas dengan kelemahan kita agar terbangun imun kita. Teruslah berusaha dan belajar untuk menghilangkan hal yang negatif pada diri kita

2. Assalamualaikum wr wb. Bagaimana cara mengurangi sikap malas-malasan pada diri kita, apalagi ketika saat haid?
Jawab
Wa'alaikumsalam wr wb
Semua karena kebiasaan seolah ga ada tanggungan sholat dll. malas atau tidak kembali pada motivasi diri bangun motivasi diri untuk menjadi yang terbaik.

Pertanyaan 126

1. Menjadi seorang manusia yang lebih baik, tentunya hal itu yang diinginkan setiap orang. Namun adakalanya dimana ketika melakukan suatu perubahan, ada ttik jenuhnya. Sehingga kembali lagi ke posisi awal. Apakah penyebab hal itu terjadi? Padahal kesungguhan sudah di niatkan.
Jawab
Kesungguhan dan niat harus selalu memotivasi diri. Cari teman atau lingkungan yang bisa saling memotivasi

2. Mau tanya, Apakah berdosa dan tidak diterima amal seseorang anak jika dia mencintai kedua orang tuanya karna Allah dan Rasulnya, dan dia berbakti kepada mereka karena perintah agama, dia selalu ingin membuat bangga orang tuanya.  Dia selalu ingin membuat mereka tersenyum, dan dia tidak ingin melihat mereka berdua sedih ataupun kecewa, walaupun terkadang rasa benci terhadap mereka itu muncul, tapi anak itu selalu brusaha berfikiran positif untuk menghibur dirinya, apakah anak tersebut berdosa? karna dia belum bisa mencintai ke 2 orang tuanya tulus sebagai seorang anak, melainkan karna Perintah Agama,Allah dan Rasullnya?
Jawab
Kita ini manusia, kala membenci atau kurang ikhlas untuk mencintainya maka itulah kita yang banyak kelemahan hati. Kadang dendam, kecewa, marah dll tapi tetap berusaha dan belajarlah. Urusan dosa itu hak Allah yang pasti Allah sangat mengerti apa yang terjadi hamba Nya

Pertanyaan 129

1. Bismillah, ustadzah bagaimana mengasah diri ini agar berkarakter ihsan kepada Alloh, sehingga menganggap yang terpenting adalah terbaik dalam pandangan Alloh semata? Jazakumullah ustadzah
Jawab
Melakukan kebaikan atau yang sifatnya peribadatan. Awalnya harus dipaksa meski ga nyaman tetap lakukan hingga akhirmya jadi kebiasaan dan akhirnya menjadi akhlak bagi kita. Allah mengerti keadaan kita meski berawal karena paksaan diri karena kewajiban tetap lakukan seperti halnya sholat kadang sholat bisa jadi kebutuhan tapi kadang juga kewajiban yang hambar dirasa meski begitu tetaplah dilakukan

2. Bismillah.. Ustadzah.. Bagaimana cara kita untuk lebih meyakinkan diri bahwa semua yang kita kerjakan semata-mata hanya untuk Allah karena terkadang kita melakukan sesuatu justru karena kepentingan dunia saja sehingga ketika kita gagal malah merasa gelisah. Misalkan saat kuliah terkadang saya merasa harus mendapat nilai yang bagus dan ketika saya mendapat nilai jelek saya merasa gagal.
Jawab
Selalu upgrade niat. Kadang orang yang berhasil itu bukan serta merta tapi melalui banyak kegagalan. Yang penting bagaimana kita bisa menyikapi kegagalan tersebut dan menjadi pelajaran sehingga tak terulang lagi. Selalu kembalikan niat karena Allah swt. Kita manusia kadang lalai maka butuh selalu evaluasi

Ijinkan Maaf Terucap
Oleh: Rochma Yulika

Barangkali cukuplah secuil batu karena begitu sedikitnya kebaikanku.
Tapi aku butuh pasir seluas pantai untuk menulis kesalahanku.
Walau begitu, alangkah berterima kasih aku pada angin atau hujan yang bisa menghapus keburukan sikapku
Dan di antara kita yang tinggal hanya kebaikan
Tuk jadi bekal kita di akhir zaman

Teruntuk sahabat surgaku...
Semoga hanya kenangan kebaikan yang saling maenjadi saksi di akhirat kelak.
Berharap jalinan cinta persaudaraan erat hingga akhirat.
Aamiin Ya Mujibassailin

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat
Wassalualaikum wr. wb