Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Menjadikan Masalah Berat Menjadi Ringan

Kajian Online Hamba الله

Kamis,  18 Des 2014
Nara Sumber     : Ustadz Solihin
Tema                 : Menjadikan Masalah Berat Menjadi Ringan
Grup  Nanda      : 107/108
Notulen              : Susi dan Fiet
Editor                 : Ira Wahyudiyanti

Bismillah...
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

MENJADIKAN MASALAH BERAT MENJADI RINGAN

Masalah terbesar dari sebuah masalah sebenarnya adalah bagaimana Anda menyikapinya, bukan pada masalahnya.

Sebesar dan seberat apapun permasalahan pasti ada solusinya. Dan semua orang pasti menginginkan agar permasalahan-permasalahan yang dihadapinya akan selesai dengan baik betapapun besarnya masalah tersebut. Untuk itu salah satu faktor terpenting agar masalah yang berat bisa menjadi ringan adalah dengan merujuk kepada kalam Allah berupa kitab suci Al Quran.

Maka perhatikan dan renungkan beberapa kandungan ayat-ayat di bawah ini agar masalah yang besar bisa tuntas dengan hasil yang membahagiakan.

Nah,  7 ayat yang dapat memotivasi Kita  agar tetap berjuang, tetap bertahan, dan tidak menyerah dalam menghadapi tantangan yang berat.

Ayat #1:
Anda Bisa Berubah,  Jika Anda Mau Mengubah Diri Anda “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri”. (Q.S. Ar-Ra’d:11)
Apa pun kondisi Anda saat ini, jika Anda mau berubah, maka Anda harus mengubah diri sendiri. Maka Allah akan mengubah Anda. Inilah yang sering dilupakan, banyak yang berharap orang lain atau yang diluar berubah, tetapi melupakan diri sendiri yang diubah. Ayat ini memotivasi kita untuk mengubah diri kita, maka yang lain akan berubah atas bantuan Allah. Jangan hanya menuntut yang diluar diri berubah. Anda jauh lebih mudah mengubah diri sendiri, daripada mengubah orang lain. Ayat ini adalah motivasi untuk berubah. Sungguh aneh, banyak yang ingin berubah tetapi tidak mau mengubah dirinya sendiri.

Ayat #2:
KebaikanDibalik Yang Tidak Kita Sukai “Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui“ (Q.S. Al- Baqarah:216 )
Sering kali, saat seseorang mendapati sesuatu yang tidak dia sukai, maka dia marah, kecewa, sedih, ngomel, dan akhirnya putus asa. Padahal, bisa jadi apa yang tidak dia sukai itu malah baik baginya. Jangan kecewa saat Anda tidak diterima di sebuah perusahaan untuk menjadi karyawannya. Bisa jadi itu yang terbaik bagi Anda. Bisa jadi Anda akan mendapatkan perkerjaan lebih baik. Bisa jadi, justru akan mendapatkan hal buruk jika diterima diperusahaan itu. Kita tidak pernah mengetahui apa yang akan terjadi. Untuk itu, syukuri apa pun yang terjadi saat ini termasuk penolakan dan kekecewaan lainnya. Jangan putus asa, berbaik sangkalah kepada Allah, bahwa Dia akan memberikan yang terbaik bagi kita.

Ayat #3:
Anda Pasti Sanggup “Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah: 286 ).

Jika Anda mengatakan, “saya tidak akan sanggup”, sebenarnya Anda sudah mendahului Allah. Anda sok tahu, bahwa Anda tidak akan mampu. Kata siapa? Itu hanya pemikiran negatif Anda. Bisa karena malas, manja, atau cengeng. Padahal jelas, dalam ayat diatas bahwa kita tidak akan dibebani beban apapun kecuali sesuai dengan kesanggupan kita. Jika Anda berpikir tidak sanggup, itu hanya anggapan Anda saja. Anda pasti sanggup jika Anda menyanggupinya. Jangan kalah oleh pikiran negatif Anda yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup.

Ayat #4 dan #5:
Kemudahan Bersama Kesulitan “Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” ( Q.S. Al- Insyirah: 5-6 ) Kebanyakan orang, saat menghadapi kesulitan, dia berhenti alias menyerah. Ada juga yang mengeluh, berharap orang lain mau membantunya mengatasi kesulitan dia. Padahal, bersama kesulitan itu adalah kemudahan. Jika Anda menghindari kesulitan, Anda tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika Anda berharap orang lain yang mengatasi kesulitan, maka kemudahan akan menjadi milik orang lain. Anda tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang
didapatkan. Perhatikan ayat ke6, ada kata “sesungguhnya”, artinya sebuah penguatan atau  penegasan akan kalimat sebelumnya.

Ayat #6 dan #7:
Takwa dan Tawakal “Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya ” (Q.S. Ath-Thalaq: 2-3 ) Dua  akhlaq ini luar biasa. Tidak ada yang bisa mengalahkannya. Sedang menghadapi masalah atau tantangan besar? Butuh  jalan keluar? Maka bertakwalah, Allah akan memberikan jalan keluar juga rezeki yang tidak ia sangka. Jika kekuatan tawakal, Anda akan dicukupkan, termasuk dicukupkan segalanya untuk menghadapi rintangan, halangan, tantangan, dan juga masalah.

Mudah-mudahan dengan rajin membaca dan merenungi ketujuh ayat diatas akan menjadikan kita semua menjadi pribadi yang pantang menyerah. Hafalkan ayat- ayat diatas dan bacalah sambil merenungi maknanya saat Anda sedang menghadapi tantangan atau masalah. Insya Allah Anda akan mendapatkan motivasi luar biasa. Wallahu a'lam

Kawan,
Ini hanya sekedar materi sebagai bahan diskusi. Mari kita bahas dan kita tanggapi dengan harapkan mampu memberi pencerahan dan manfaat bagi kita bersama. Aamiin
Rekap Pertanyaan :

TANYA:
1.    Apabila ada seorang ayah yang meninggal dunia, namun salah satu keluarga mengatakan “aku bersyukur beliau meninggal” kemudian menyebabkan sang anak menjadi sedih dan bertanya kepada Allah kenapa semuanya terjadi. Apa yang seharusnya yang dilakukan sebagai anak, apakah bersalah jika seorang anak tidak ikhlas atas meninggal ayahnya setelah mendengar ucapan dari salah satu keluarga tersebut?
2.    Berdosakah Anak tersebut karena sempat tidak ikhlas atas meninggal ayahnya karena  salah satu keluarga bersyukur atas kepergiannya?
3.    Bagaimana cara menasehatinya karena beliau adik dari ayah tersebut (Paman)??

Jawaban :
1.    Ketika kehilangan harta benda atau nyawa salah satu anggota keluarga, Allah mnganjurkan kita utk bersabar dgn mengucap tarji' (innalillahi winna ilaihi raji'un), bukan bersyukur. Sedih karena kematian tidak dilarang tetapi meratapi berlebihan yg dilarang. Menggugat takdir Allah sama saja dengan berburuk sangka kpd Allah, hal inipun juga termasuk yang dilarang.
2.    Wow maksudnya dia kecewa karen ada yg mensyukuri meninggalnya sang ayah. Ketika melihat suatu kesalahan (ada yg bersyukur karena ayahnya meninggal) . memang kecewa adalah suatu hal yg wajar. Akan tetapi jangan lah kekecewaan itu terus menerus terpendam dalam hati. Yah yang paling baik adalah memaafkan setiap yang mengecewakan kita sambil mencari situasi kondisi yang pas utk mensihati.
3.    Kata peribahasa, "Malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya tidak jalan2".
Nesehat tidak harus dengan kata2 atau to the poin dengan permasalahan tsb. Bisa tersinggung memang.  Analogikan dengan hal2 lain atau meminta tolong orang lain yg dia segani dan hormati.

Para generasi idaman yg berbahagia, kiranya waktu jualah kita harus berpisah. Semoga kita diprtemukan di kesempatan lain dan juga semoga kita kelak dikumpulkan di surga. Amin. Kita tutup majelis ilmu kita dengan doa penutup majelis.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon  dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...