Home » , » Perbankan Keuangan - Menjadi Sebaik-Baik Manusia dengan Harta

Perbankan Keuangan - Menjadi Sebaik-Baik Manusia dengan Harta

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, December 22, 2014

Kajian Online WA/TG Hamba اَللّه SWT Bunda 31
Hari, tanggal :  Senin, 22 Desember 2014
Narasumber :  ust.Ali Sakti
Judul Kajian :  Perbankan Keuangan
Admin.         : Umi Eva
Notulen        : Dewi Nur A
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه و من اتبع الهدى، و بعد

Menjadi Sebaik-Baik Manusia dengan Harta

Pd kisah Sahabat kita tahu bgmana Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Abdurrahman bin Auf berlomba-lomba kbaikan dg harta mreka ketika akan perang Badar
Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya, yg akhirnya Nabi pernah bkata kalau timbangan iman seluruh warga Madinah kalah berat dg beratnya iman Abu Bakar
Umar menginfakkan setengah hartanya yg nominalnya jauh lbh byk dr Abu Bakar, dg salah satu karakter ini Nabi pernah bkata jika ada Nabi setelahku maka Umar lah yg pantas utk itu
Abdurahman bin Auf menginfakkan sepertiga hartanya yg nominalnya jauh melebihi Umar, yg membuat manusia ini mjadi legenda bahkan icon Islam utk kekayaan dan kedermawanan sepanjang zaman
ketiga tokoh mulia ini tahu betul menjalankan sabda Nabi "khairunnas anfa ahum linnas", sebaik-baik manusia ad manusia yg plg bmanfaat bg manusia lain.
menjadi sebaik2 manusia ad dg menyebarkan kemanfaatan dan alat yg efektif untk itu ad harta
namun utk dpt istiqomah dg itu diri manusia perlu dibina utk mencapai keshalehan yg cukup. krn Nabi jg pernah bsabda "ni'mal maalu shalih lirrojulus shalih", harta yg baik ad harta yg ada di tangan org shaleh
secara fitrah manusia itu amat sgt cinta pd hartanya, surah al Adiyat: 8, dan Tuhan sdh ingatkan bhw manusia itu amat kikir dg hartanya, surah al Isra: 100
shg dbutuhkan keshalehan utk dpt mengelola harta yg mengantarkan kemuliaan bg pemiliknya
org yg kaya bukanlah yg hartanya byk, ttp mreka yg melimpah kemanfaatan hartanya yg dirasakan org lain
Ibnu Khaldun mengajarkan, biarkan harta itu mengalir spt air whudhu yg mensucikan apa saja yg dilewatinya, jgn hambat alirannya, nanti bisa tergenang dan mjadi air kubangan, menjadi sumber penyakit
kata beliau pula rizki yg memberikan keberkahan ad harta yg dipakai, digunakan, diminum dan dimakan. jika ada harta yg dimiliki tdk dipakai maka jgn bharap mdapatkan keberkahan dr Tuhan. jika msh ada harta yg tsisa, berikan saja pd mreka yg mbutuhkan, jika tdk mau, pinjamkan atau investasikan, yg ptg harta itu mberikan kemanfaatan
nah kini mari ukur2 harta yg kita punya, sdh maksimalkah kemanfaatannya, maksimalkah keberkahannya
jgn2 msh byk baju yg mjd lipatan abadi di lemari2, membeli barang hanya menambah tumpukan benda penghuni gudang, berbagai macam gadget menyita wkt utk dekat dg Tuhan. harta btambah membuat tilawah bkurang dan kecemasan bertambah. harta btambah hafalan quran tdk juga btambah, oleh sebab itulah dibutuhkan keshalihan utk menumpuk keimanan. dan dg iman kita mampu mjaga konsentrasi mjalani hidup yg fokus pd akhirat
konsentrasi agar harta menyelamatkan kita di akhirat. shg tidak saja mjaga diri dg harta2 yg halal tp jg memaksimalkan kemanfaatannya
krn buat org yg beriman kebahagiaan bukanlah saat dimana kita bs tersenyum dan tertawa, tetapi bahagia itu saat dmana kita bisa membuat orang lain tersenyum dan tertawa
sebagai tauladan, lihatlah prilaku Sahabat Barra bin Malik, yg menginfakkan 2 karung emas sbg jatahnya dr ghanimah perang khaibar
iya tdk ingin harta mengganggu fokus hidupnya pd Allah dan mengejar Syurga
sampai2 ketika ia dihardik sahabatnya agar meminta sdikit harta dr Allah agar penampakan Barra jd lbh enak utk dipandang, sahabat ini tahu bhw setiap doa yg keluar dr lisan Barra pasti diijabah oleh Allah krn lisannya sdh didoakan oleh Nabi ktk kecil dulu, tetapi Barra tersenyum dan menjawab..
aku ingat Rasulullah bsabda, akan ada golongan ptama dan utama yg masuk syurga, yaitu org2 miskin yg istiqomah, dan aku tdk mau keluar dr golongan itu
sementara itu, salman alfarisi sehari2nya menggunakan 3 dirham, 1 dirham utk makan, 1 dirham utk infak, dan 1 dirham utk bisnis tikar
lalu tikar dijual sharga 3 dirham, bgtu dpt 3 dirham, prilalu belanjanya sama bgtu seterusnya
ketika salman diangkat jd gubernur d gaji 5000 dirham, dia infakkan semua gajinya tiap bulan, dia tetap belanja 3 dirham dg prilaku yg sama. subhanallah
Salman, maksimalisasi amal shaleh, sementara kebanyakan kita msh fokus maksimalisasi kenikmatan utk diri sendiri,
tentu materi ini tdk mengajak menjadi miskin tetapi mengajak menjaga kesadaran utk terus berusaha agar harta yg kita dptkan membantu mendekatkan diri pada Allah SWT
Nah dg kemudahan fasilitas harta yg kini byk dimiliki oleh kbanyakan org indonesia, ptanyaan yg patut diajukan adalah apakah kemudahan2 dr harta semakin memuliakan?
atau malah menghinakan pemiliknya
mari kita lihat angka2 ekonomi sosial kita yg jarang dikaji
menurut data UNDP, di indo tdapat 324 rb pelacur (baik laki2 maupun perempuan) dg rasio pelacur dan pelanggannya 1:37, artinya ada 12 jt pelanggan pelacuran
masya Allah, pelanggan pelacuran indnesia mengalahkan pelanggan bank syariah
lihat implikasi ekonminya, jika tiap pelanggan menghabiskan 1 jt utk kemaksiatan ini, maka jumlah transaksinya mencapai 12 triliun perbulan ato 144 triliun pertahun
 tahukah kita berapa nilainya itu? 144 triliun itu setara dg 32 biji jembatan suramadu di surabaya
padahal ini br nilai transaksi jasa pelacuran, belum tmasuk obat2an, asesoris, hotel-cafe remang2
lihatlah kerusakan ekonomi hanya karena akhlak, jd jgn remehkan ajakan2 berakhlak baik para ust dan ustadzah
lihat sektor yg lain, transaksi narkotika menurut BNN mencapai 380 triliun, korupsi (maling uang rakyat) mencapai 1260 triliun, perjudian minimal 1500 triliun
di amerika saja, belanja rakyatnya untk mengatasi obesitas, belanja utk hobi, wisata, masing2nya (bukan totalnya) lbh besar dr pd belanja mereka utk orang dhuafa
di indo mulai jg spt itu, pdhal belanja pemerintah utk rakyat miskin hanya 64 triliun
bandingkan saja dg belanja hidung belang yg mencapai 144 triliun
zakat di indo pertahunnya msh kurang dr 5 triliun
nah fakta ini menyadarkan kita betapa pentingnya akhlak dlm memiliki harta
semakin dekatlah dg Allah agar kita semakin peka membedakan mana yg baik dan mana yg buruk. semakin tinggi pula standar keshalehan kita
terus berkumpullah dg org2 shaleh ato org yg berupaya mjadi shaleh shg Allah jaga kita dg tawsiyah sesama teman, tolong menolong diantara kita, dan dg malu utk bmaksiat yg dibenamkan Allah dihati kita, baik malu kpd Allah maupun malu pd sesama
demikian kajian singkat pagi ini, smg kita slalu dijaga Allah SWT
Ditutup dengan istighfar 3x, hamdallah, doa kafaratul majlis.

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu

 السَّلاَمُ َعَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT