Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

PESAN UNTUK PEMUDA ISLAM

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala (Ibnu 203)

Hari/ Tanggal : Kamis, 18 Desember 2014
Tema : kajian hadist
Narasumber :
Admin : Muhammad Rasyid Ridho

Assalamu'alaikum wr wb
Islam meletakkan harapannya kepada para pemuda.

Tengoklah peran dari seorang Nabi Ibrahim as ketika masa mudanya. Ayahnya seorang penyembah berhala-berhala, bahkan juga seorang pembuat dan pemahat patung untuk dijadikan sesembahannya dan kaumnya. Nabi Ibrahim as sempat melewati episode kehidupan mencari sang Tuhan. Seperti yang digambarkan Al-Qur'an ketika malam tiba ia melihat bintang dengan cahayanya yang berkelap-kelip lalu mengiranya sebagai Tuhannya. Namun ketika malam berganti siang, bintang-bintang tersebut menghilang, dia pun tersadar dari kekeliruannya. Malam berikutnya ia melihat bulan dengan cahaya lebih terang lalu menganggapnya sebagai Tuhannya. Namun saat cahaya matahari menerangi bumi bulan pun menghilang dan menyadari kekhilafannya. Saat ia melihat matahari yang lebih besar dia mengatakan "Inilah Tuhanku, ini lebih besar". Namun saat malam tiba matahari pun menghilang. 


Inilah sepenggal dari episode pencarian Tuhan dari seorang Ibrahim saat belum diangkat menjadi Nabi. Namun saat Allah memuliakannya dengan kenabian ia begitu lantang menyuarakan kebenaran Tauhid kepada ayah dan kaumnya. Nabi Ibrahim yang baru diangkat sebagai Nabi terlibat dialog dengan sang ayah. Dialog ini berakhir dengan dihancurkannya patung-patung sesembahan kaumnya oleh Ibrahim. Allah menyebut Ibrahim saat itu sebagai "Fatan", pemuda. Nabi Ibrahim menghancurkan patung-patung tersebut dengan sebuah kapak lalu meningalkan kapaknya di tangan patung yang paling besar agar kaumnya menyangka pelakunya adalah patung yang paling besar. Ketika ayahnya mengetahui pelakunya adalah puteranya sendiri ia memerintahkan agar Nabi Ibrahim ditangkap. Ketika mereka berhasil menangkap Nabi Ibrahim ayahnya menginstruksikan agar dia dibakar dengan disaksikan kaumnya sendiri. Namun Allah berkehendak sehingga api itu menjadi dingin. Pelajaran yang dapat dipetik dari kisah masa muda Ibrahim :
  1. Masa muda sebagai usia yang produktif dalam mencari kebenaran.
  2. Menanamkan keberanian dalam diri dalam membela kebenaran menurut Al-Qur'an dan Sunnah.
  3. Berdakwah adalah tugas mulia karena diemban oleh manusia-manusia mulia, yaitu para Nabi.
  4. Berdakwah memiliki resiko namun di dalamnya terkandung nusroh dan pertolongan Allah serta kemuliaan.
  5. Pemuda memiliki peran penting dan strategis dalam melakukan perubahan hidup ke arah yang islami.
  6. Seorang pemuda pantang menyia-nyiakan usianya melakukan berbagai kebaikan.
  7. Musuh dakwah tidak hanya datang dari orang-orang luar/eksternal tapi juga dari kalangan orang terdekat, seperti keluarga dan masyarakat kita sendiri.
TANYA JAWAB

1. Apa yang harus kami lakukan sebelum kami masuk ke dunia dakwah ustad?
Jawab:
a. cari ilmu syari
b. mengamalkan ilmu
c. pelajari ilmu dakwah
d. bergaul dengan komunitas asatidz
e. dirikan tahajjud semua harus dengan ikhlas

2. Ustadz, bisa anta share ke kita gimana perjalanan antum sampai kejalan dakwah?
Jawab:
2005 masuk lipia ,jakarta selesai 2010, dakwah ke sumatra beberapa kali ke pulau mentawai, mayoritas kristen. Sekarang di Sulawesi. 

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Moga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin.

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum..