Home » , » Saksyiyyah Islamiyyah Ar Ridho

Saksyiyyah Islamiyyah Ar Ridho

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, December 11, 2014

Kajian Online WA Hamba اَللّه SWT Bunda 17 dan 18

Hari, tanggal  : Rabu,  10 Desember 2014
Narasumber   : Ustadz Doli dan Ustadz Robin
Judul Kajian  : Saksyiyyah Islamiyyah Ar Ridho
Admin           :  Iin-Betti
Editor            : Indah Permata Sari


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه
بسم الله الرحمن الرحيم
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على اله و صحبه و من اتبع الهدى، و بعد

Ar-Ridho
•••••••••

وَمِنَ النَّاسِ مَن يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاء مَرْضَاتِ اللّهِ وَاللّهُ رَؤُوفٌ بِالْعِبَادِ "Dan di antara manusia ada orang yang menjual dirinya karena mengharap keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (al Baqarah 216)

Berpegangnya kita pada kalimatullah, yaitu kalimat tauhid atau syahadat, diibaratkan sebagai keridhoan kita dalam menjual jiwa kita kepada Allah, karena kita mencari ridho-Nya.Hal ini sangat berbeda dengan mereka yang menyerukan kalimat kekafiran, sebagai mana diangkat dalam rangkaian ayat-ayat ini, yang dimulai dari ayat 204.

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يُعْجِبُكَ قَوْلُهُ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيُشْهِدُ اللَّهَ عَلَىٰ مَا فِي قَلْبِهِ وَهُوَ أَلَدُّ الْخِصَامِ

"Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penantang yang paling keras." (ayat 204).

Mereka adalah penentang yang paling keras terhadap seruan kalimatullah. Mereka seolah telah menjual diri mereka, karena mengharapkan keridhoan pada apa yang ada di dunia.Syahadat kita adalah kontrak kita kepada Allah. Sesuatu yang telah dikontrakkan pada suatu pihak, maka tidak bisa lagi dijual/dikontrakkan pada pihak yang lain. Maka konsekuensi dari syahadat kita adalah kita ridho pada transaksi ini, pada kontrak yang telah dinyatakan dengan hati kita, terhadap Allah azza wajalla.

Ridho, sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi, bermakna "merasa cukup dan puas dengannya, dan tidak menghendaki selain darinya" (Syarh Shahih Muslim)Keridhoan yang terkandung dalam syahadat kita, mencakup keridhoan atas 3 hal;

1. Ridho  kepada Allah sebagai RabbKita ridho bahwa Allah adalah Tuhan yang satu, tidak ada selainNya. Maka kita merasa cukup dan puas dengan menyembah padaNya, dan tidak menghendaki selain dariNya (al Bayyinah 5).Ridho kepada Allah berarti meyakini Allah sebagai pengatur dan pembimbing hidupnya yang senantiasa menyayanginya. Karena itu seluruh aktivitas hidupnya diarahkan untuk mencari keridhoan-Nya.

2. Ridho kepada Islam sebagai agama kita.Kita ridho, bahwa Islam telah disempurnakan untuk kita (al Maidah 3). Maka kita merasa cukup dan puas dengannya, dan tidak menghendaki agama dan pemahaman selainnya. Ridho kepada Islam berarti meyakini Islam sebagai aturan dalam kehidupannya, yang bersumber dari Pencipta kehidupan itu sendiri. Meyakini bahwa Islam sebagai aturan yang lengkap dan sempurna. Maka kita mengamalkannya dari sisi akhlak, aqidah, ibadah, muamalah ekonomi, politik maupun sosialnya. Semua kita jalankan dengan penuh kerelaan.

3. Ridho kepada Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul-NyaKita ridho bahwa Muhammad saw adalah utusanNya. Maka kita merasa cukup dan puas dengan meneladaninya (al Ahzab 21), dan kita tidak menghendaki selain risalah yang dibawanya.Ridho kepada Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul berarti meyakini bahwa contoh dan teladan kehidupan itu ada pada beliau. Maka kita rela, semua langkah dan tindakan kita disesuaikan dengan bimbingan darinya. Ridho adalah buah dari kecintaan seorang mukmin. Maka ridho adalah kerelaan yang menggembirakan hati, bukan kerelaan yang dipaksakan. Oleh karena itu, ridho yang sempurna kepada kepada Allah, Islam, dan Nabi Muhammad, akan mendatangkan kelezatan iman.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, ذَاقَ طَعْمَ الإِيمَانِ مَنْ رَضِيَ بِاللَّهِ رَبًّا
 وَبِالإِسْلامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلاًAkan merasakan kelezatan iman, orang yang ridha kepada Allah  sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad sebagai rasulnya (HR. Muslim)

Maksud dari kelezatan iman adalah ketika seorang muslim merasakan kenikmatan dalam taat kepadaNya, mengamalkan Islam sebagai tuntunan hidupnya, dan meneladani Nabinya. Maka ia pun benci  dan resah pada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan.

Mereka yang merasakan kelezatan iman ini akan merasakan nikmat dalam sholat dan ibadahnya, dan sebaliknya resah saat berlambat-lambat menjalankannya. Hatinya gembira dalam mencukupkan muamalah yang halal baginya, dan sebaliknya gundah dalam godaan riba dan muamalah haram lainnya.

 Jiwanya tenteram bersama akhlaq mulia dalam bermasyarakat dan sebaliknya gusar ketika tanpa adab.Inilah ciri-ciri orang yang benar syahadatnya. Sebagaimana para sahabat yang digambarkan oleh Allah dalam firman-Nya:وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْأِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ"

Tetapi Allah menjadikan kamu sekalian (wahai para sahabat) cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan perbuatan maksiat. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus” (al-Hujurat 7).

Allahumma habbib ilaynal imaan wa zayyinhu fii quluubinaa, wa karrih ilaynal kufro wal fusuuqo wal 'ishyaan, waj'alnaa minal roosyidiin

Ya Allah, jadikahlah kami cinta pada keimanan dan indahkahlah iman itu dalam hati kami, dan jadikanlah kami benci pada kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan, dan jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.  

 Wallahul musta'an

Wallahu a'lam


Rekap Tanya Jawab
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Tanya :
 Assalammualaikum ustadz. Bagaimana cara nya mengendalikan rasa takut yg luar biasa terhadap kekafiran dan kesesatan yg merajela seperti contoh nya penganzut Syi’ah yg sudah semakin terang2an dan bangga dg aliran mereka. Rasa khawatir tidak sanggup menjaga diri dan keluarga sehingga membayang terus Apalagi setiap kali baca postingan2 dan buku2 tentang Kelompok itu. . Jazakallah ustadz.

Jawab :
 cara mengendalikan rasa takut tsb bs dengan

- menguatkan doa dan rasa berserah pada Allah, karena doa adalah senjata orang beriman

- menguatkan ukhuwwah dg bergabung dlm aktivitas2 keislaman dan berpartisipasi aktif di dalamnya. karena tangan Allah bersama jama'ah, barangsiapa yg sendirian maka ia sendirian diserang setan.

Tanya :
assalamualaikum Ustad...
jika kita merasa tidak tenang bila telat melaksanakan shalat, sll cemburu melihat org lain bisa beribadah lebih dari kita, apakah ini ciri2 keridhaan kita atas konsekuensi syahadat?


Jawab :
Betul sekali Bunda, di antara tanda rasa puas (ridho) kita pada syahadatain adl tidak nyamannya hati ketika meninggalkan apa2 yg disukaiNya.
krn kita butuh padaNya.

Tanya :
Assalamualikum ustadz..
 jika pd saat kita melaksanakan ibadah terselip rasa riya', pdhl niat nya murni ibadah, apa karena kita kurang ridho dan bgmn mengatasinya? Jazakallah

Jawab :
Jika terselip riya, itu bukan karena kurang ridho, tp kurang ikhlas.

Cara mengatasinya:
1. perkuat doa perlindungan dr syirik dan riya.
boleh bahasa indonesia, atau jika ingin dari Nabi saw;

03- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ أَعْلَمُ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku ber-lindung kepadaMu, agar tidak menyeku-tukan kepadaMu, sedang aku mengeta-huinya dan minta ampun terhadap apa yang tidak aku ketahui.”

2. miliki amalan2 tersembunyi yg tdk diketahui siapa pun kecuali kita sendiri

Tanya :
ketika seseorang tidak mau mendengar nasehat tentang kebaikan dari orang lain. Mungkin karena orang tersebut lebih kecil dari dia atau dulunya teman bermain nya yg di anggap ilmu nya juga masih pas pas an pada.. Apakah dia termasuk orang yg belum benar syahadat nya ustadz ?

Jawab :
jika ada orang seolah menolak nasihat, maka perlu dilihat jg cara orang yg menasehatinya.

bisa jadi cara menasehatinya yg kurang disukai atau tidak tepat.

adapun jika sdh melalui cara yg baik tp masih sulit diterima, kita tdk mengatakan syahadatainnya blm benar, tapi mungkin hatinya kurang lapang.

Tanya :
Assalamualaiakum Ustadz...afwan, .ridho Allah itu terletak pada ridho kedua orang tua. Ketaatan seorang istri terhadap suami juga salah satu jalan menuju ridho dan surga-NYA.
Lalu bagaimana seandainya diantara keduanya (antara suami dan orang tua) sedang timbul masalah? Manakah yang harus kita dahulukan, suami ataukah orang tua?


Jawab
Secara fikih, seorang istri lebih mengutamakan suaminya drpd orang tuanya.

Namun janganlah terburu buru kita mengambil hukum hitam putih.

Jika ada masalah, bermusyawarahlah, karena ini ajaran Quran.

Tetaplah menjaga akhlaqul karimah, karena untuk itulah Rasulullah saw diutus.

Tanya :
Assalamualaikum ustadz. Beberapa kali di negara kita terjadi perbedaan hari raya Idul Fithri. Ada yg idul fithrinya lebih dahulu dr jadwal idul fithri yg ditetapkan pemerintah. Bagaimana bila dalam sebuah keluarga merayakan idul fithrinya berbeda ustadz, berdosakah seorang istri bila ia lebaran duluan sedangkan suaminya masih shaum ramadhan? Meskipun suaminya mengatakan "tidak apa2", tapi bisa saja sang suami tidak sepenuhnya ridho.

Jawab :
dalam urusan hari raya sebenarnya hadits Nabi saw yg shahih telah menjelaskan tuk berpuasa bersama masyarakat dan berbuka bersama masyarakat.

janganlah sampai di dalam keluarga pun hari raya berbeda.

dan, pemimpin diangkat tuk diikuti. bukankah bunda telah ridho suami sbg pemimpin di rumah tangga? maka alangkah indahnya jika bunda mengikuti puasa dan berharirayanya pemimpin bunda tersebut

Tanya :
Ustadz, beberapa waktu ini saya sering berfikir bahwa esensi "Tuhan" itu sama. Maksudnya lepas dari agama dia apa, dia menyembah "Tuhan", atau esensi Allah.

Kemudian setelah berfikir dalam seperti itu, ada perasaan kasian terhadap mereka yang non muslim tapi begitu mempercayai Tuhannya. Dan dalam hati saya berdoa "Ya Allah, tunjukkanlah jalanMu bagi orang-orang yang mencintai dan mencariMu agar perbuatan mereka tidak sia-sia".

Bolehkah perasaan dan doa saya tersebut, Ustadz?

Jawab :
esensi Tuhan kita (Allah) tdk bs disamakan dg esensi tuhan agama lain..ini tidak boleh.

karena agama lain tdk mengesakan Allah, sbgmn kristen memiliki trinitas, dan agama lain dg berbagai dewa dan tuhannya. maka tidak boleh kita menyamakan esensi Allah dg apa yg mereka sembah.

Adapun doa bagi non muslim agar mendapat hidayah, walhamdulillah, itu adalah hal yg baik Bunda

Tanya :
Ustadz.. apakah dalam kehidupan rumah tangga yg ada hanya istri hrs mendapat ridho suami, , apakah tdk ada yg sebaliknya ustadz?

Jawab :
Allahu a'lam, saya blm pernah mendengar bahwa suami diwajibkan mencari ridho istrinya. suami adalah wali bagi istri, yg menggantikan posisi orang tua istri sblm menikah.

maka kita bs melihat, bhw seorang anak diwajibkan mencari ridho orang tuanya, tapi orang tua tdk diperintahkan tuk mencari ridho anaknya.

Namun, janganlah sekali2 seorang suami melupakan kewajibannya kepada istri, untuk menafkahinya dan membimbingnya dengan baik.

dan, sekali lagi, tdklah agama ini didatangkan kecuali tuk menyempurnakan akhlaq.

dan, Nabi shallallahu 'alayhi wasallam telah bersabda, "yang paling baik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap wanita-wanita mereka"

maka di antara cara seorang suami mencari keridhoan Allah, adalah dengan memperlakukan istri mereka sebaik-baiknya, sepenuh kasih sayang.

Tanya :
Afwan ust.. kl sbg istri kita harus memilih antara ibu yg sdh tidak berdaya dan suami..
Lalu memilih ibu wl konsekuensinya hrs berpisah dg suami. Apakah itu berdosa?

Jawab :
jika yg dimaksud berpisah dg suami adalah bercerai, maka sebenarnya islam tdk menyukai perceraian.

namun, perceraian telah dihalalkan (tdk berdosa) dalam islam, sbg solusi terakhir dalam mengatasi masalah rumah tangga.

jika akhirnya musyawarah dan berbagai upaya sulit mempertemukan keduabelah pihak dlm urusan ibu sang istri, bisa jadi bercerai adl jalan terbaik.
wallahu a'lam

Tanya :
ketika seorang istri mendapati suami yg kurang baik akhlaknya.. si istri tdk ikhlas diperlakukan dgn tdk baik oleh suaminya.. apakah sperti itu ttp tdk boleh ustadz?
apa sikap terbaik istri jika punya suami yg seperti itu ustadz..
jazakallah khair..

Jawab :
mungkin maksudnya bukan tdk ikhlas, tp tidak ridho.

suami "kurang baik", berarti sebenarnya masih baik, cuma ada kekurangannya

istri diperbolehkan tidak ridho pada kekurangan suaminya. tapi hendaklah seorang istri tetap menjaga akhlaqnya thd suami. dan sebisa mungkin mencoba memperbaiki kekurangan suaminya, dg cara yg halus.

dan kuatkan doa, doa, dan doa. karena doa adl senjata orang beriman. karena doa itu mengubah taqdir.

Tanya :
Ustad,hal-hal apa saja yg membuat ALLAH ridho kpd manusia?

Jawab :
Hal yg membuat Allah ridho pada manusia adalah kesungguhan manusia dalam beribadah kepadaNya dengan lurus dan ikhlas

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.

Al Bayyinah 5

Tanya:
Ustadz bolehkah kita berprasangka bahwa Allah menyayangi kita walaupun kita byk dosa?

Jawab :
Boleh sekali bunda. itu termasuk prasangka baik thd Allah. namun harus juga diimbangi dg rasa takut pada Allah agar kita selalu bertaubat kepadaNya.

Bukankah Nabi saw bertaubat/beristighfar padaNya 70 hingga 100 kali dlm sehari?

Maka hendaklah prasangka sayangnya Allah pada kita membuat kita ingin kembali (taubat = kembali) kepadaNya

Tanya :

Apakah tandanya klo.Allah sdh ridlo kpd kita?
Jawab :
Di antara tanda Allah ridho kepada kita adalah dijadikanNya iman dan ketaatan itu indah dalam hati kita, sehingga kita bersegera padanya.

Dan dijadikanNya hati kita membenci kedurhakaan dan keburukan sehingga kita sangat ingin menjauhinya.

وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

tetapi Allah menjadikan kamu "cinta" kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,

Al Hujurat: 7

Tanya :
jika mencontoh nabi ayub, yg ridlo thd ketentuan Allah dg sakit dan masalah keluarganya, smp kemudian Allah membwrikan jalan keaembuhan

Manakah yg lebih utama utk kita ketika sakit, berobat, atau ridlo dg sakitnya sambil berdoa agar Allah memberikan jalan kesembuhan? Dan berdiam, bwrsabar smp Allah tunjukkan jalanNya?

Jawab :
Allahu a'lam, secara pribadi, saya melihat yg terbaik adalah berusaha mengobati dan berdoa kepada Allah.

Berdoa adalah perintah Allah agar kita terhindar dr sifat sombong.

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".

Al Mu'min 60

Berusaha juga merupakan usaha dalam rangka memenuhi sunnatullah

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

ar Ra'du 11

Dalam siroh, kita juga menemukan bagaimana Nabiyullah saw memerintahkan sahabat yg sakit perut meminum madu. Beliau saw jg mengajarkan doa tuk menyembuhkan diri sendiri, dsb.

Penutup
***********

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!