Ketik Materi yang anda cari !!

Home » , , , , , » SHALATNYA ORANG SENDIRIAN DI BELAKANG SHOF

SHALATNYA ORANG SENDIRIAN DI BELAKANG SHOF

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 9, 2014

Kajian OnLine WA Hamba ﷲ SWT 
Grup Ayah 301

Hari / Tanggal: Senin,08 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Muhammad Suwanto.Lc
Admin :  Sugeng

Editor : Ana Trienta

Bismillahirrahmanirrahim
Para ulama' ijma' bahwa shof pertama sangat dianjurkan, demikian juga rapat dan lurusnya barisan; karena jelasnya perintah dari Rasulullah SAW. Mereka berbeda pendapat terkait seseorang yang sholat sendirian di belakang barisan; jumhur mengatakan bahwa sholatnya sah, sedangkan imam Ahmad, Abu Tsaur dan sekelompok ulama' mengatakan sholatnya batal.

Yang menjadi sebab perbedaan itu adalah perbedaan mereka di dalam menilai hadits Wabishoh ),
"tidak (sah) sholat orang yang berdiri (sendirian) di belakang shof". 
Imam Syafi'i berpendapat bahwa hadits ini bertentangan dengan hadits tentang 'berdirinya seorang wanita tua di belakang sendirian', yang diriwayatkan oleh Anas. Imam Ahmad mengatakan bahwa hadits Anas bukan hujah; karena sunahnya wanita memang sholatnya di belakang, selain itu beliau juga menilai bahwa hadits Wabishoh derajatnya shohih. Adapun para ulama' lainnya menilai hadits itu sanadnya bermasalah sehingga tidak bisa digunakan berhujjah. 

Jumhur juga berhujjah dengan hadits Abi Bakaroh, yang mana beliau rukuk sebelum masuk barisan dan Rasulullah SAW tidak memerintahkan ia untuk mengulang sholatnya; beliau bersabda : "mudah-mudahan Allah menambahkan engkau ketamakan (dalam ibadah), jangan kau ulangi".

Ibnu Rusyd mengatakan : "kalau masalah ini hukumnya dibawa ke dalam sunah, tentu tidak akan terjadi pertentangan antar dua hadits ini. (disarikan dari Bidayatul Mujtahid oleh : Muhammad Suwanto, Lc.


TANYA JAWAB
1) Terus solusinya bagaimana ketika shoff penuh dan kita sendirian dalam shoff belakangnya mohon petunjuk?
Jawab
Menurut penjelasan para ulama khususnya di kitab-kitab syafi'iyyah; jika shoff penuh, maka yang baru datang mengajak salah seorang yang ada di shoff depannya untuk mundur menemani, dan bagi yang diminta sunah hukumnya ia mundur dan ia mendapat pahala shodaqoh.

Syaikh al-Utsaimin dalam sebuah tulisan beliau berfatwa; tidak perlu mengajak jama'ah di depannya untuk mundur, karena ada masyaqqoh 'sesuatu yang memberatkan', adapun jika ia berdiri sendirian karena memang shoff di depannya penuh ya tidak mengapa, karena bukan faktor kesengajaan dia, yang tidak boleh adalah shoff di depannya masih kosong ia membuat shoff sendirian. Adapun ana lebih cenderung dengan pendapat syaikh alutsaimin, karena memang prakteknya demikian, kecuali di lingkungan yang sama-sama pemahamannya, mungkin pendapat pertama tetap bisa diaplikasikan. wallahu a'lam.

2) Ustadz yang dimaksud dalam bahasan di atas adalah orang yang sholat sendirian, sementara sholat jamaah sedang berlangsung, ya? Atau yang dimaksud orang yang masbuk, tetapi tidak masuk dalam shof?
Jawab

Yang dimaksud adalah orang yang sholat berjama'ah tapi berdiri sendirian, tidak masuk shoff.


3) Mengenai wudhlu selama ini banyak sekali fersinya yang kadang membuat kita bingung karena semua mengklaim sesuai dengan yang di lakukan rosululloh, bagaimna yang sebenarnya tadz?
Jawab
Terkait wudlu; in shaa Allah nanti kita bahas pelan-pelan, karena bisa panjang lebar.

4) Mau tanya tadz, apakah bisa shalat sunnah rawatib digabung dengan shalat tahiyatul masjid? Atau masing-masing?
Jawab
Setiap masuk masjid disunahkan sholat tahiyatul masjid, kecuali masjidil haram makruh hukumnya masuk masjid, langsung duduk bahkan ketika khotib sedang khutbah dan perlu diketahui bahwa tahiyat sudah terlaksana, dengan melaksanakan sholat apapun baik wajib maupun sunah, artinya asalkan setiap masuk langsung sholat, maka sudah otomatis dia tahiyatul masjid.
 
5) Bagaimana hukumnya jika ada jenazah wanita yang dikuburkan. Siapakah yang berhak mengantarnya hingga menuju ke pemakaman?
Jawab:
Yang mengantar sama dengan yang mengantar mayat laki-laki tidak ada perbedaan antara mayat laki-laki dan perempuan dalam hal mengantar. Wallahu A'lam bsshowab.

6) Pada jawaban point 4, disebutkan makruh hukumnya langsung duduk di masjid, walaupun khotib sudah naik mimbar? Selama ini pemahaman saya, apabila khotib sudah naik mimbar maka kita wajib hukumnya mendengar, sedangkan sholat tahiyatul masjid hukumnya sunnah? Jadi saya lebih memilih mendengar khotib dibandingkan sholat tahiyat
Mohon penjelasannya tadz.
Jawab:
Ketika rasulullah sedang khutbah, datang seorang sahabat yang langsung mau duduk, Rosulullah berhenti sejenak dari khutbahnya, beliau lalu memerintahkan sahabat tadi untuk sholat dulu sebelum duduk, baru Rasulullah melanjutkan khutbahnya lagi.

Marilah  kita tutup kajian hari ini dengan membaca istighfar 3 X dan 
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment