SIBLING RIVALRY

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, December 16, 2014

Kajian Online Telegram Hamba الله Ta'ala

Hari / Tanggal : Senin, 15 Desember 2014
Narasumber : Ustadzah Dianda Azani
Tema : Parenting
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrahmaanirrahiim
Sibling rivalry adalah istilah untuk persaingan antar saudara kandung, bersaing untuk mendapatkan kasih sayang orangtua, terutama ibu. Jadi perilaku yang muncul akan bermusuhan, kakak dan adik atau rebutan, dst.

Sejak kapan sih kita bisa mencegah sibling rivalry?
Dari pengalaman saya, sejak ibu hamil. Saat hamil, ibu bisa coba jelaskan pada calon kakak, bahwa di perut ibu sedang ada janin, calon adik buat si kakak. Ajak si kakak liat temen-temennya yang punya adik, gimana serunya main dengan adik. Ajak ikut kontrol kandungan, ajak pegang perut saat adik menendang, kasih liat hasil USG. Pokoknya mengajak kakak untuk ikut terlibat ke berbagai urusan ibu terkait adik. Waah serunyaa yang mau punya adik. Sebisa mungkin saat hamil, kita tidak "meminggirkan" kepentingan si kakak tetep main dengan kakak, tetap ajak jalan-jalan dst.
jreng jreng.. perut mulai besar, mual-mual dst.. sudah gak kuat gendong kk dan ajak main,hindari menjadikan "adik dalam kandungan" sebagai alasan "nanti adiknya sakit" --> bisa-bisa kakak mulai mengaitkan adik sebagai alasan berbagai hal yang ia tidak bisa dapat, semua gara-gara adik. ini benih sibling rivalry..

Coba bilang "ibu lemes, sedang sakit. kita mainnya di kasur aja yaa.. bacain ibu cerita dong kaak" misalnya gitu.. Jadi prinsipnya 

  1. Kita nggak meminggirkan yang satu demi kepentingan yang lain.
  2. Sebisa mungkin semua urusan anak dipegang si ibu disini anak ngerasain disayang ibunya.
  3. Kalau bisa dikerjakan dengan keduanya (kaka ber adiknya) terlibat, lakukan. libatkan sebisa mungkin.
  4. Utamakan jaga perasaan anak-anak, anak yang sudah punya kesadaran (tau sedih dst) lebih diperhatikan terutama saat si adik masih usia bbrp minggu-bulan pertama, saat bayi tidur kita main deh dengan kakanya. Kalau si kaka mau dipangku saat icu susuin adik, yaa pangku aja plus bicara yang manis manis ke kaka
Kaka sekolah adik diajak, adik ke dokter kaka dibawa. Kakak mandi adik mandi. adik dicium kakak juga, begitu deh

Segitu dulu materinya, kita buka buat pertanyaan ya

DISKUSI DAN TANYA JAWAB
1. Anak saya jika minta sesuatu, itu  saya ga ijin kan atau ga saya kasih. Mereka selalu marah dan menyalahkan saya. Bagaimana  saya  harus menyikapinya?
Jawab
Umi lia saya kurang paham pertanyaannya nih inti larang melarang, kita bersikap konsisten, artinya sekali bilang gak boleh yaaa sampe mereka teriak-teriak di tengah jalan pun gak boleh. kedua,selalu kasih penjelasan. kenapa gak boleh? kenapa yg itu yggak boleh dan yg lain boleh? kenapa dulu boleh ssb sekarang nggak? kenapa si inibolehdan aku nggak boleh? kenapa.. dst. itu yg bakal dipendam anak saat sebel sama ortunya. nah ini kita kasih jawaban dulu.. inget jawabannya nggak boleh ngarang/bohong yaa. Kalau kita kasih penjelasan panjang lebar begitu, dan lama-lama anak jadi tau alasan kita larang ini itu nanti, pada saat logika anak mulai tersusun dan mulai berpikir runut, in syaa Allah main jarang sebel saat dilarang.
Tanggapan

Begitu ya  bun, saya  suka sedih bun anak saya selalu kalo lagi minta sesuatu yang saya rasa kurang berkenan fia bilang saya ga sayang dari kecil di tinggalin jadi  saya langsung nangis dan nuruti walau  padalah saya ga setuju. Anak saya sudah besar bun sekarang, jadi kadang saya merasa di dakwa tetapi saya juga sadar kalo saya memang selalu ninggalin dia karena kerja,,
Jawab
ditinggalin? besar ituu usia berapa?

> Iya, saya kerja di luar, saya tki dari anak-anak saya kecil. Sekarang yang besar umur 23  yang kecil smp kelas 2  dari kecil sama budhe nya
Jawab
Wah, biasa anak bujang kadang mau ngerayaiin ultah atau suka ganti-ganti motor bun. Nah ini.. rela ga saya kasih masukan? Asif bun.. seperti di atas juga, saya sebutkan bahwa kalau anak sudah dewasa, sudah baligh, dia tentu sudah bisa membedakan benar dan salah. urusan ibu. Ibu meninggalkan mereka itu kan ibu berjuang toh? agar mereka bisa hidup lebih baik?.. kalau memang mereka masih sedih, berarti ini ada luka yang belum selesai. Jelaskan baik-baik, bicara hati ke hati. saat waktu luang, banyak ngobrol dan lakukan hal-hal santai dengan anak banyak-banyak dibelai, dipeluk. Tapi tugas orangtua memang berat yaa.. gak cuma menyayangi tapi juga mendidik anak. Ini saya kok khawatir anak-anak ibu jadi terbiasa memanfaatkan rasa bersalah ibu untuk.mendapatkan hal yang mereka mau. ini sangat tidak baik.  karena kan membuat mereka tidak mandiri, kurang hormat juga ke ibu. tidak bisa membuat prioritas, mana yang penting dan mana yang tidak. Jadi ibu sebaiknya tegas ke anak. dan ibu juga harus membebaskan diri dari rasa bersalah. maafkan diri sendiri.
"ibu.minta maaf dulu sudah meninggalkan kamu,tapi itu untuk kebaikan kita bersama. agar kamu bisa sekolah dan kita bisa tetap hidup. jadi... yang gak bolehya tetap gak boleh. Semoga mereka bisa lebih paham, nanti nya,
amiin. semangat bun 😊

2. Mau tanya bunda dianda, kalo sudah terlanjur sampe anak-anak besar 3 bersaudara si sulung merantau ke luar negeri dan dapat pencerahan tentang islam setelah kembali ia meluruskan kepada ibunya tentang ibadah yang menurut ia keliru karena ibunya melakukan puasa yang tidak sesuai atau sholat yang masih belum benar menurut ia. Pandangan ibunya terhadapnya dibanding kedua adiknya yang selalu memberi secara materi lebih ..si sulung sudah berumah tangga dan rumah berdekatan dengan ibunya sehingga mungkin setiap hari tahu keseharian ibunya yang dirasakan sikapnya tidak berkenan dihatinya, kalo kedua adiknya datang ibunya menjelek-jelekan si sulung sampai terucap anak durhaka, bagaimana seharusnya sikap si sulung terhadap ibunya sampai ibunya berucap seperti itu ustadzah?
Jawab
Kalau anak sudah dewasa, sudah tau benar salah, maka jadi kewajiban buat anak untuk...membenahi rasa sakit hati dan luka batinnya sendiri tanpa membebani orangtua. dan tetapmenjalankan kewajiban sebagai anak, berbakti pada orangtua. Artinya, anak tidak perlu lagi mengungkit-ngngkit pelaku ibu kenapa begini kenapa begitu.. udah lewat masanya..

Penutup
Do'a kafaratul majelis: 

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Wassalamu'alaikum...

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 komentar:

Post a Comment

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Ketik Materi yang anda cari !!