Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

TAFSIR SURAT AL MUMTAHANAH

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Kamis, 25 Desember 2014
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Tafsir
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum
Saya akan lanjutkan kajian tafsir ringkas surat Al mumtahanah.

Sebagaiman telah dijelaskan sebelumnya surat ini turun berkaitan dengan rahasia fathu makkah yang akan dilakukan nabi saw dibocorkan oleh seorg sahabat bernama Hatib bin Abi Baltaah yang ingin memberitahu keluarganya di Mekah agar mereka selamat, mengingat mereka tidak memiliki kerabat yang dapat melindunginya. Intinya kita harus punya sifat loyalitas terhadap sesama muslim dan berlepas diri dari orang kafir atau dikenal dengan istilah alwala wal baro'. Lalu Allah lanjutkan ayatNya.

لَنْ تَنْفَعَكُمْ أَرْحَامُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَفْصِلُ بَيْنَكُمْ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (3)

Maksudnya adalah, bahwa keluarga kalian (kalau sebab mereka yang masih kafir, kalian jadi tidak wala terhadap kaum muslimin) tidak akan dapat menolong kalian jika Allah telah tetapkn keburukan bagi kalian. Bahkan di hari kiamat kalian akan dipisah....

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ إِلَّا قَوْلَ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ وَمَا أَمْلِكُ لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (4)

Allah taala dalam ayat ini memberikan contoh teladan praktis terhadap sikap wala dan baro, yaitu kisah Nabi Ibrahim as, yang dengan tegas menyatakan baro kepada kaumnya bahkan kepada bapaknya yang kafir. Hanya saja yang tidak boleh dicontoh adalah keinginan yang sempat tercetus dari nabi Ibrahim untuk memohonkan ampunan bagi bapaknya. Artinya, tidak boleh kita mintakan ampunan untuk siapa saja yang masih kafir walaupn dia bapak kita. Wal iyaazu billah....

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (5)

Doa agar kita tak menjadi fitnah oleh orang-orang kafir. Fitnah disini maksunya adalah disiksa karena di antara makna fitnah adalah siksaan sebagaimana dlm surat Al buruj ayat 10...

(إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ)

Maksudnya adalah kita berdoa semoga tidak ditawan orang-orang kafir dan kemudian di siksa.

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً وَاللَّهُ قَدِيرٌ وَاللَّهُ غَفورٌ رَحِيمٌ (7)

Boleh jadi Allah akan menjadikan rasa cinta antara kalian dan orang-orang yang memusuhi kalian. Ayat ini layak menjadi perenungan bahwa sikap wala dan baro, bukan dilandasi oleh perasaan benci terhadap person atau individu, tapi terhadap nilai-nilai dan ajaran-ajaran kesesatan yang dibawa individu. Sebab, terkait dengan individu boleh jadi orangnya berubah dan berbalik kepada keimanan dan dengan demikian, kalian akan saling mencintai. Ini adalah gabungan sikap tegas dan kasih sayang serta harapan agar  musuh-musuh Islam mendapat hidayah.

Pada zaman Rasulullah, banyak para shahabat yang sangat mencintai Rasulullah saw dahulunya adalah orang kafir yang membenci dan memeranginya. Bangsa Tatar yang awalnya memberangus bumi Islam, namun anak keturunannya justru adalah pejuang Islam.

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8)

Orang-orang Eropa yang dahulu kakek-kakeknya menjadi penjajah negeri-negeri Islam, kini banyak anak cucunya yang masuk Islam. Jadi sikap wala dan baro ini, tak berarti kita tidak berharap mereka suatu saat dapat menerima Islam, atau tidak disimpulkan menyebabkan semakin jauhnya mereka dari Islam sebab hati adalah milik Allah, dia yang akan membolakbalikkan hati manusia,

لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ (8)

Ayat ini turun setelah para sahabat menampakkan sikap keras dan kasar terhadap orang-orang kafir bahkan terhadap keluarganya. Maka Allah nyatakan, kalau orang kafir tersebut tidak memerangi kalian dan tidak mengusir kalian, maka tidak dilarang kalian berbuat baik dan bersikap adil kepadanya. Maka, wala dan baro bukan berarti kita boleh menzalimi dan berlaku kasar terhadap orang kafir, khususnya mereka yang tidak memerangi kaum muslimin. Kesimpulannya adalah tegas dalam prinsip dan akidah namun luwes dalam bergaul.

إِنَّمَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ قَاتَلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَأَخْرَجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوا عَلَى إِخْرَاجِكُمْ أَنْ تَوَلَّوْهُمْ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ (9)

Sesungguhnya yang dilarang untuk melakukan wala dan baro dengan tegas dan keras adalah terhadap mereka yang memerangi dan mengusir kaum muslimin dari negeri mereka maka siapa yang tetap wala dengan orang kafir, padahal sikap orang kafir demikian, maka dia adalah orang yang zolim

Wallahu a'lam demikian ikhwati fillah moga bermanfaat
Kita lanjutkan in sya Allah dalam tayangan berikutnya.
Yang ada pertanyaan saya masih ada waktu satu jam kedepan.

TANYA JAWAB

1. Larangan memohonkan ampunan untuk orang tua non islam berlaku setelah wafat atau juga selagi hidup? Nabi Ibrahim juga disebutkan sebagai uswatun hasanah selain Rasulullah saw di surat yang lain. Mohon penjelasan
Jawab
Setelah wafat dan sebelumnya walaupun hidup, percuma juga dimintakan ampunan, sebab syarat ampunan adalah iman dan dia tidak beriman doakan saja dapat hidayah. Nabi Ibrohim termasuk  Ulul Azmi yang dikenal kegigihan dan pengorbanannya dalam berdakwah... termasuk yang sangat dikenal adalah sikap wala dan baro nya....

2. Berarti kalo orang tua non islam tidak boleh berdoa رب اغفرلي و لوالدي..
Jawab
Masalah memintakan ampunan untuk orang tua yang kafir dan masih hidup, umumnya dibolehkan para ulama jika dimaksudkan agar dia mendapatkan sebab untuk mendapatkan ampunan, yaitu keimanan sebagaimana doa nabi allahummagfir li qoumii tapi memintakan ampunan agar dia diampuni jika meninggal dalam kekufuran dan kesyirikan, tetap tidak boleh.

3. Bagaimana halnya pada saat Rosulullah ingin hijrah ke Thaif lalu dilempari dan ditolak kehadiran beliau maka malaikat jibril menawarkan untuk mengazab mereka dengan menimpakan bukit thaif kepada mereka tapi Rosulullah malah mendo'akan mereka..apa karena fase da'wah pada saat itu belum terang-terangan sehingga wala dan bara tidak dilakukan oleh Rasul?
Jawab
Hal tersebut menunjukkan  kesabaran, ketabahan dan harapan yang besar Rasulullah saw terhadap masa depan dakwah. Jika seseorang sudah terang-terangan melakukan kemaksiatan yang nyata, bahkan dia mengajak orang lain, tidak berlaku ghibah untuknya jika kita sebutkan keburukan-keburukanya kepada orang lain agar mereka waspada.....

4. Kalau kafir sikap kita jelas tapi menghadapi orang-orang yang jelas gan ya? Penampilan luar mereka muslim tapi perilaku & pernyataannya sering malah menjelek-jelekankan & mendiskeritkan islam
Jawab
Perlakukan mereka secara zahir sebagai muslim seraya waspada dan terus ingatkan umat atas sikap dan prilakunya yang demikian.  Tipikal prilaku munafik memang selalu ada sepanjang zaman. Artinya bila sudah banyak bukti seseorang merugikan islam gpp ya kita memperingatkan orang lain tidak termasuk ghibah/ fitnah

5. Bagaimana dengan jamaah-jamaah tertentu yang mudah mengkafirkan sesama muslim ustad?
Jawab
Masalah mengkafirkan dibedakan dulu antara menilai sebuah perbuatan sebagai perbuatan kufur dengan mengkafirkan individu secara definitif. Kalau menetapkan sebuah perbuatan sebagai perbuatan kufur, itu bukan berarti mudah mengkafirkan. Misalnya kita katakan bahwa tidak berhukum kepada hukum Allah dapat mengakibatkan kekufuran tapi masalahnya apakah seseorang yang demikian langsung dikatakan kafir? Ini yang tidak boleh disikapi dengan memudahkan sama juga, kita katakan bahwa meminta-minta kepada kuburan adalah perbuatan syirik, tapi tidak serta merta kita katakan kepada orang yang meminta-minta kepada kuburan bahwa anda adalah musyrik. Mengkafirkan bisa saja jika sudah jelas syarat rukunnya dan punya wewenang untuk itu tapi mudah mengkafirkan  apalagi tanpa landasan kuat, memang tidak benar....wallahu a'lam..

5. Maaf ustadz, mohon di perjelas bukankah orang yang melakukan perbuatan syirik disebut musyrik?
Jawab
Secara definitif tidak bisa begitu saja dia disebut musyrik sebab itu berarti murtad dengan segala konsekwensinya belum lagi, bisa jadi dia melakukannya karena kebodohannya...dll..

6. Ustadz saya pernah baca bahwa pada hakekatnya dalam ushul fiqih semua ibadat dilarang kecuali yang jelas-jelas diperintahkan Allah, apa benar seperti itu?
Jawab
Naam.....secara umum demikian kaidahnya, meskipun rinciannya bisa lebih luas lagi uraiannya. 

7. Dalam albaqoroh 284" ...ya Robbana jangan Kau hukum kami jika kami lupa/ bersalah... " apakah berarti dosa-dosa akibat karena lupa/ tidak sengaja pun akan dihitung& dihisab?
Jawab
Lupa disini maksudnya adalah lupa mengerjakan kewajiban, lupa bisa jadi emang lupa bener, atau juga ada lupa karena lalai. Kadang karena kita kurang peduli akhirnya jadi gampang lupa. Lupa seperti ini layak kita minta ampun kalau asli lupa memang diampuni kalau keseringan lupa, ini yang layak dievaluasi dengan istighfar....saya juga nih sering lupa...

Thayib.... saya pamit dahulu, kamis depan kita metemu lagi in sya Allah
Saya akan lanjutkan dulu tafsirnya sampe akhir surat jika setelah itu bahas hukum waris boleh saja sekedar yang praktis dan banyak aplikasinya kayaknya


Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat