Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

AFATUL LISAN (BAHAYA LIDAH)

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala
(Link 1 Nanda)

Hari / Tanggal : Senin, 12 Januari 2015
Narasumber : Ustadzah Fina Filaily
Materi : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Assalaamu'alaikum warahmatullah wabarokaatuh
Bagaimana kabar nanda semua bidadari surga yang sholihah, cantik dan disayang Allah pada pagi hari ini? Semoga semua dalam keadaan iman terbaik dan siap menerima ilmu pada hari ini.sebelumnya kita buka dulu dengan bacaan basmalah.. Bismillaahirrahmaanirrahiim...😊

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُْ وَنَسْتَهْدِيْه ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.


Pada kesempatan kali ini, saya akan  menyampaikan tentang Afatul lisan (bahaya lidah).
Afatul lisan adalah dua  ungkapan kata yang memiliki arti bahaya lidah👅😑tetapiiiii bukan berarti lidah itu selalu membawa mudhorot bagi manusia, karena lidah juga bermanfaat bagi manusia..dengan lidah seseorang dapat mengecap makanan😋 dengan lidah seseorang dapat berbicara dan menyampaikan maksud yang diinginkan...namun..perlu disadari pula bahwa betapa banyak orang yang tergelincir karena lidahnya karena ketidakmampuan pemilik lidah menjaga dari ucapan dan kata-kata yang keluar dari lidah tersebut..so sangat urgen dalam kehidupan seorang muslim memahami betapa bahaya dari lisan sebagaimana juga memahami akan manfaat dari lisan tersebut. Lidah memang tidak bertulang..pepatah itu menggambarkan betapa sulitnya mengatur lidah ini.

Apalagi ketika berada dalam tempat-tempat perkumpulan biasanya keadaan jadi tambah semakin seru bahkan jadi semakin segar bila someone menyodorkan gosip baru terlebih lagi jika sang pencetus gosip pernah merasa dirugikan oleh yang digosipkan ini sampe terkadang tidak ada bedanya antara curhat, menceritakan derita dengan ghibah na'udzubillahimindzalik. Karena itu pula Rasulullah mengingatkan kita dalam haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ. رواه البخاري ومسلم

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
"Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya" (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Nah sekarang kita bahas dulu mulai dari hakikat dari lidah itu sendiri. Lidah adalah salah satu dari nikmat Allah yang manusia wajib memeliharanya dari dosa dan kemaksiatan,menjaganya dari ucapan yang menimbulkan penyesalan dan kerugian..karena lidah akan menjadi saksi pada hari kiamat

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS.24:24)

Lidah juga termasuk nikmat yang saangat besar bagi manusia.kebaikan yang diucapkan akan melahirkan manfaat yang luar biasa luas dan kejelekan yang diucapkan membuahkan ekor keburukan yang panjang dan dia adalah alat yang penting yang bisa dimanfaatkan oleh syaithan dalam menjerumuskan manusia. Dalam sebuah hadits disebutkan:
"Sesungguhnya seorang hamba benar-benar mengucapkan kata-kata tanpa dipikirkan yang menyebabkan dia tergelincir ke dalam neraka yang jaraknya lebih jauh antara timur dan barat"(muttafaq 'alaih,dari Abu Hurairah)
Dan lidah ini pula adalah sarana untuk mempermudah manusia dalam menyampaikan keinginan kepada yang diajak bicara sehingga mereka memahami maksud dari orang tersebut..jika tidak ada lisan maka seseorang akan sulit berbicara dan menyampaikan sesuatu yang diinginkan kecuali dengan bahasa isyarat.

Selanjutnya, sekarang kita masuk kepada fenomena bahaya lisan.....begitu banyak ternyata fenomena bahaya lisan yang terjadi bahkan tanpa sengaja bisa jadi kitapun melakukannya disadari atau tidak maka mudah-mudahan kita dapat terhindar dari sekecil apapun perkataan yang dapat menjerat lidah ini dan menggelincirkan diri ke dalam neraka

Ada 17 items fenomena bahaya lidah yang akan saya sampaikan disini.. 

Fenomena bahaya lisan

1. Al kalaamu fimaa laa ya'nihi (ungkapan yang tidak berguna)
Nabi SAW bersabda:"Barang siapa mampu menjaga apa yang terdapat antara dua janggut dan apa yang ada diantara dua kaki,maka aku jamin dia masuk surga"(Muttafaq 'alaih,dari Sahl bin Sa'ad)
Hendaknya kita hanya mengucapkan sesuatu yang bermanfaat karena ucapan yang mubah dapat mengarah kepada hal yang makruh atau haram.
"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berbicara yang baik atau diam"(Muttafaq 'alaih,dari Abu Hurairah). 
Bila seseorang telah mengerti bahwa ia akan dihisab dan dibalas atas segala ucapan lidahnya maka dia tahu bahaya dari kata-kata yang diucapkan dan mempertimbangkan dengan matang sebelum dia menggunakan lidahnya

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

"Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir". (QS.Qoof:18)

2. Fudhulul kalaam( berbicara yang berlebihan)

Lidah punya kesempatan yang luas untuk taat pada Allah tapi juga memungkinkan untuk digunakan dalam kemaksiatan dan berbicara berlebihan menuju surga cepat dengan lisan menuju nerakapun cepat dengan lisan. Nabi bersabda, "Tiada akan lurus keimanan seorang hamba, sehingga lurus pula hatinya dan tiada akan lurus hatinya sehingga lurus pula lidahnya dan seorang hamba tidak akan memasuki surga selagi tetangganya belum aman dari kejahatannya"

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar(QS.4:114)

3. Al khoudh fil baathil (ungkapan yang mendekati kebatilan dan kemaksiatan)

Hasan Al Bashri semasa muda pernah merayu seorang wanita cantik di tempat sepi perempuan itu menegur, "Apakah engkau tidak malu?" Hasan Al Bashri menoleh ke kanan dan ke kiri lalu mengawasi pula sekelilingnya,setelah ia yakin ditempat itu hanya ada mereka berdua Hasan Al Bashri bertanya, "Malu kepada siapa? Di sini tidak ada orang lain yang menyaksikan perbuatan kita. Wanita itu menjawab, "Malu kepada Dzat yang mengetahui khianatnya mata dan apa yang disembunyikan di dalam hati" Lemas sekujur tubuh Hasan Al Bashri.ia menggigil ketakutan hanya karena jawaban sederhana itu sehingga ia bertobat tidak ingin mengulangi perbuatan jeleknya lagi

4.  Al miraa' wal jidaal (berbantahan, bertengkar dan debat kusir)

Jidaal adalah menentang ucapan orang lain guna menyalahkan secara lafadz dan makna, perdebatan dalam isu-isu agama atau ibadah tidak akan memiliki faedah ketika tidak dilangsungkan dengan etika debat yang benar saling menghormati dan dengan kekuatan ilmiah yang meyakinkan debat yang tidak dikawal akhlaq akan mengundang pertengkaran dan permusuhan.

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.Qn Nahl:125)

5. Al khushumah istifa-ulhaq (banyak omong yang berlebihan ingin mendapatkan haknya)

Mulutmu harimaumu. Pepatah ini mengingatkan agar kita berhati dalam berucap dan mengeluarkan pernyataan. Rasulullah bersabda: "Orang yang amat dibenci disisi Allah adalah orang yang banyak omong"(al hadits)

Secara lahiriah mulut manusia mengandung banyak virus terlebih secara batiniah. Itu sebabnya ketika Rasulullah didatangi seseorang yang hendak menanyakan tentang Islam dengan satu pertanyaan yang tidak perlu dan disusul pertanyaan lain maka Rasulullah memberi jawaban singkat:

Qul aamantu billaahi tsummastaqiim. Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian beristiqomahlah. Sahabat tersebut bertanya, "dengan cara apa kami memeliharanya?" Rasulullah memberi isyarat kepada lisannya.
َ
6. Al mizaah (bercanda dan senda gurau)

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya saya (Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam) suka bersenda gurau dan saya tidak mengatakan kecuali yang benar-benar,"

Seperti kisah Rasulullah bersama seorang nenek yang menanyakan apakah si dia (nenek) akan masuk surga.dan dijawab Rasulullah bahwa orang muda saja yang menjadi penghuni surga. Si nenek pun terkejut dan akhirnya Rasulullah menerangkan bahwa biarpun orang tua akan menjadi muda kembali bila masuk surga. Rasulullah bersabda "Sesungguhnya engkau (hai ibu tua) tidak lagi berupa seorang tua bangka pada waktu itu (yakni setelah masuk surga).karena Allah Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung". Maksudnya: tanpa melalui kelahiran dan langsung menjadi gadis. "Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan"

7. Bidza'tul lisan wal qoulul faahisy was-sab (ungkapan yang menyakitkan/nyelekit)

Imam Al Bashri mengatakan bahwa lidah orang berakal itu terletak di belakang akalnya. Jika ia hendak berkata dipikirkannya terlebih dahulu. Jika perkataan itu sekiranya bermanfaat baginya maka ia mengucapkannya jika dirasa membahayakan maka ia memilih diam. Sedangkan hati orang dungu terletak di belakang lidahnya jika ia mau berkata langsung saja diucapkannya apalagi jika mengandung ucapan yang menunjukkan keburukan hati dan keculasan . Na'udzubillahimindzalik

8. Al La'nu (melaknat walaupun binatang atau benda apalagi manusia)

Kebiasaan ini akhir akhir ini banyak merebak di masyarakat baik tua atau muda, laki-laki atau perempuan sehingga didapati ada yang melaknat saudara bahkan orang tuanya, "Terlaknatlah kedua orang tuaku atau terlaknatlah ibuku" dst yang digunakan untuk mengancam atau menantang

وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا

Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. (QS.Al Isra:53)

Dan beberapa hadits nabi yang melarang melaknat diantaranya: hadits Abu Dawud Tsabit bin Ad Dhahak berbunyi: "Melaknat seorang mukmin adalah seperti membunuhnya"(Mutafaqun alaihi).

Hadits dari Abu Hurairah berbunyi: "Tidak pantas bagi seorang shiddiq (orang yang mengikuti kebenaran) menjadi tukang laknat," (HR.Muslim)

Dan Hadits dari Abu Darda' berbunyi: "Tukang-tukang laknat tidak akan menjadi pemberi syafaat dan pemberi kesaksian pada hari kiamat" (HR.Muslim)

Dalam silsilah Hadits shohih tercantum sebuah hadits berbunyi: "Apabila sebuah laknat terucap dari mulut seseorang, maka ia (laknat itu) akan mencari sasarannya. Jika ia tidak menemukan jalan menuju sasarannya maka ia kembali kepada orang yang mengucapkannya". Astaghfirullah...semoga Allah jaga lisan ini kecuali ucapan hikmah dan kebaikan

9. Al Ghina' wasy-syi'r (Bernyanyi dan bersyair)

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا ۚ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.(QS.Luqman:6)

Mengenai ayat ini Ibnu Abbas ra berkata bahwa lahwal hadits dalam ayat ini berarti "nyanyian".ibnu Mas'ud ra menerangkan bahwa Lahwal hadits itu adalah ghina (nyanyian).

Dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Al Bukhori dari sahabat Abi Amir dan Abi Malik Al Asy'ari Rasulullah bersabda:" Akan muncul dari kalangan ummatku sekelompok orang yang menghalalkan farj (perzinahan), sutera, khamr dan alat-alat musik" (Fatul Baru,10/51)

Nyanyian dan musik merupakan dua pintu yang dilalui syaithan untuk merusak hati dan jiwa. Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah berkata: "Diantara tipu daya setan-musuh Allah dan diantara jerat yang dipasangnya untuk orang sedikit ilmu, akal dan agamanya sehingga yang bersangkutan tersebut terjebak kedalamnya untuk mendengarkan kidung dan nyanyian yang diiringi musik yang diharamkan. Satu hal yang mengherankan adalah sebagian manusia yang mengaku memiliki konsentrasi untuk ibadah justru telah menjadikan nyanyian, tarian dan lagu-lagu lain sebagai wahana untuk beribadah sehingga mereka meninggalkan Al-Qur'an

10. At Taqo'ur fil kalaam (berfasih-fasih dalam berbicara untuk menarik perhatian)

Salah satu modal untuk diterima dalam menjalin hubungan dengan orang lain adalah menarik perhatian untuk itu pula kerap kali orang berakting untuk mendapat perhatian orang lain namun akhirnya jadi kebablasan sehingga sering dijuluki overacting, sok gagah, sok fasih dst. Semoga Allah lindungi lisan dan hati ini untuk selalu terjaga dari segala perkataan yang berlebihan..aamiin

11. Membocorkan rahasia

Dari Abu Sa'id Al Khudri ra berkata: Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya sejelek-jelek orang disisi Allah pada hari kiamat kelak adalah suami yang sudah mencurahkan segala kasih sayangnya kepada istrinya dan istrinya pun sudah menyerahkan segala kasih sayangnya kepadanya kemudian dia (suami) menyebarkan rahasia istrinya (dan istrinya membuka rahasia suaminya)." (HR.Muslim)

12. Al kadzibu (dusta atau berbohong dalam perkataan, janji dan sumpah)

"Hendaklah kita menjauhi perkataan perkataan dusta"(QS.Al Hajj:30)

Rasulullah bersabda: "Tidak beriman seseorang dengan sempurna sehingga ditinggalkan pembohongan walaupun  senda gurau, bersengketa atau perbalahan"

So.. Be carefull kadang kita hanya ingin bercanda namun dalam canda itu ada dusta sehingga tanpa sengaja menjerumuskan kita dalam dosa. Na'udzubillahimindzalik

13. Al ghibah(menceritakan keburukan orang lain)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (QS.Al Hujurat:12)

14. Al-madhu (sanjungan yang menjerumuskan)

Imam At Tsauri menuturkan: "Apabila engkau bukan termasuk orang yang takjub terhadap diri sendiri hal lain yang perlu diingat ialah; hindarilah sifat senang disanjung orang. "Maksudnya bukan orang lain tidak boleh memuji perbuatanmu itu tetapi janganlah kamu meminta pujian dari orang lain. Hendaknya engkau selalu berhubungan dengan Allah Subhanallahu waTa'ala (dengan selalu mengingatnya)

15. Assukhriyah wal istihza' (menyebutkan hal yang bikin malu-kejelekan diceritakan untuk ditertawakan)

Menjelang perpisahannya dengan Nabi Musa, Nabi Khidir memberi nasehat, "Hai Musa, janganlah terlalu banyak bicara dan jangan pergi tanpa perlu dan jangan banyak tertawa juga jangan menertawakan orang yang berbuat salah dan tangisilah dosa-dosa yang telah kamu perbuat, hai putra Ali Imron (Tanbighul Ghafilin:192-193)

16. An namiimah (adu domba atau menghasut)

Rasulullah bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba"(muttafaq alaihi)

17. Al khotho' fi daqo-iqul kalaam (bertanya yang bukan bukan hingga memberatkan orang yang menjawab)

"Apa yang aku larang kalian dari (mengerjakan)nya maka jauhilah ia dan apa yang aku perintahkan kalian untuk (melakukan) nya maka lakukanlah sesuai dengan kemapuan kalian karena sesungguhnya yang menghancurkan orang orang yang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan-pertanyaan mereka (yang mereka) dan perselisihkan mereka dengan para Nabi-Nabi yang diutus kepada mereka" (HR.Bukhori dan Muslim)

Nah kemudian bagaimana cara kita menjauhi bahaya lidah ini?

Dengan menjaga mulutnya agar tidak kemasukan barang haram. Menjaga mulutnya agar tidak mengeluarkan kata-kata yang tidak seharusnya dikatakan. Masuk keluarnya sesuatu dari mulut kita harus benar-benar dijaga, sebab letak keselamatan manusia dunia dan akhiratnya itu terletak pada kemampuannya untuk menjaga lisannya..Wallahu a'lam bis showab
َ
Bisa dishare, mohon maaf untuk saat ini pertanyaan tiap grup satu ya. Dan mohon maaf jawabnya baru bisa nanti ba'da maghrib karena sebentar lagi ngajar nerus sampe nanti menjelang maghrib

TANYA JAWAB


Pertanyaan M101

1. Bagaimana jika ada orang yang menceritakan tentang dirinya, keluarganya & lama-lama membicarakan orang lain. Kalau kita diam dibilang tidak mendengrkan kalau ditinggal pergi takut tersinggung. Harus gimana ustdzah? kadang suka bingung apa yang harus kita lakukan?
Jawab
Sebisa mungkin mengingatkan ketika sudah menyerempet pada membicarakan orang lain jika tidak ada solusi di dalamnya. Sebagaimana 6 pengecualian yang ana tulis diatas tentang diperbolehkannya ghibah. Tugas kita mengingatkan dengan lisan, tangan atau hati. Selanjutnya serahkan sama Allah minimal kewajiban kita mengingatkan sudah gugur. Bisa dengan candaan atau guyonan ringan untuk mengingatkan...

Pertanyaan M102

1. Bagaimana supaya lisan kita terjaga dari pembicaraan yang menjadikan salah paham? Terkadang maksud baik tapi orang lain menerimanya berbeda. Malah sampai-sampai orang yang kita ajak bicara itu sampai marah karena salah paham. Dan ketika kita menjelaskan maksud yang sebenarnya tapi dia sudah tidak mau
Jawab
Ini yang sering ana sampaikan terkait dengan frekuensi hati. Dimana hal ini sangat berhubungan dengan kondisi keimanan antara yang memberi nasehat dengan yang diberi nasehat. Jika frekuensi keimanannya sama maka hati itu akan menyatu dan mudah sekali memahamkan dan sangat minimal terjadi kesalahpahaman. Namun jika ada perbedaan diantara keduanya maka bisa jadi dimungkinkan terjadi kesalahpahaman bahkan timbul sakit hati, kemarahan dsb. Sama halnya dengan gelombang radio jika frekuensi tepat maka suara akan sangat terdengar jelas dan jernih. Namun jika bergeser dikit bisa jadi tidak terdengar jelas, bahasa jawanya "kemresek" atau semacamnya dan bahkan bisa tak terdengar sama sekali. Maka yang perlu diperhatikan disini adalah apakah kemungkinan kondisi keimanan kita yang sedang naik dan dia turun atau sebaliknya. Namun yang pasti sampaikanlah kebenaran semampu kita dengan cara yang ahsan dan selanjutnya serahkan pada Allah hasilnya..sebagai Maha Pembolak Balik Hati

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

"Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Anfaal:63)

Pertanyaan M105  

1. Ustadzah, wanita kan sering sekali curhat. Nah bagaimana agar curhat tersebut tidak menjadi ghibah bahkan membuka aib. Aturan dalam curhat seperti apa ustadzah?
Jawab
Nice question, biasanya ini pun nggak sengaja dilakukan maunya curhat tentang diri sendiri jatuhnya malah ghibah / ngomongin orang lain karena mau tak mau diri kita hubungannya adalah dengan orang lain. Nah kemudian ada 6 hal yang disepakati oleh para ulama mengenai ghibah yang diperbolehkan:
a. Dalam hal penganiayaan. Orang yang dianiaya itu boleh mengadukan orang yang menganiayanya kepada penguasa atau orang yang mempunyai kekuasaan atau kemampuan untuk menyadarkan tindakan aniaya itu

b. Dalam hal minta tolong untuk melenyapkan kemungkaran dan untuk menegur orang yang berbuat kemaksiatan. Misalnya seseorang berkata kepada orang yang diharapkan dapat melenyapkan kemungkaran. Jika tidak dengan maksud untuk melenyapkan kemungkaran maka diharamkan

c. Dalam hal minta nasehat, misal ada seseorang berkata kepada orang lain yang dianggap bisa memberi nasehat, "Saya diperlakukan begini oleh ayah, saudara dan istri saya, atau si fulan, lantas bagaimana baiknya?"

d. Dalam hal memberi peringatan atau nasehat kepada kaum muslimin agar tidak terjerumus ke dalam kejahatan

e. Dengan terus terang menegur kefasikan seseorang misal orang yang minum minuman keras, merampas harta orang lain dst. Dalam hal ini seseorang boleh berterus terang menegur tindakannya yang tidak benar itu

f. Dalam hal memberi pengertian atau kejelasan, misal ada yang lebih dikenal dengan sebutan si buta, si tuli, dst. Dalam hal ini boleh seseorang menyebutnya dengan gelar itu tetapi kalau dengan maksud mengejek atau menghina maka diharamkan

2. Ustadz jika lisan sudah menyakiti hati seseorang dengan maksud memberikan pendapat atau semacamnya tetapi kita yang masih kurang ilmu dan kurang menjaga lisan malah menyakiti hati seseorang tersebut bagaimana ustadz? tapi yang bersangkutan mis; "B" sudah meminta maaf kepada orang yang disakiti hatinya mis; "A "... dia (A) bilang "iaa dimaafkan".. Tapi  (A) memiliki sikap yang berbeda setelahnya dan malah menghindar dan masih terlihat sebal bila melihat (B) berada disekitarnya padahal kan (B) sudah  meminta maaf kepada (A). Apa yang harus dilakukan (B) ustadz? Dan jika kita disanjung oleh orang harus berkata apa? syukron 
Jawab
Kasusnya hampir sama dengan pertanyaan M102 ya. Tambahannya adalah ketika kemudian beliau masih sakit hati dengan perkataan kita dan menjauh. Satu hal yang terus harus dilakukan adalah tetap dan terus berbuat baik kepada orang tersebut disamping kita memberi waktu kepada beliau untuk menyembuhkan luka hatinya dan sertakan selalu beliau dalam doa-doa kita. In syaa Allah. Allah Maha Kuasa dalam menyatukan dan merekatkan hati hamba-hambaNya

Pertanyaan M106

1. Dinda mw nanya, bagaimana jaga adab berbicara dengan orang yang non muslim? kan ada tuh kadang muslim kalo ngomong ke yang non muslim dia ga enak nada bicaranya karena dia menganggap ajaran mereka itu salah ato mengkafirkan orang non muslim dengan semena-mena
Jawab
Kita diminta Rasulullah tetap memberi hak kepada orang non muslim untuk mendapatkan perbuatan dan perkataan baik serta perlindungan yang sama meski di bawah pimpinan penguasa muslim dengan catatan selama mereka tidak mengusik ketenangan, ukhuwah dan agama umat muslim. Namun jika yang terjadi sebaliknya maka sebagaimana terdapat dalam surat Al Maidah:54 bahwa kita diminta untuk berlemah lembut terhadap orang muslim dan bersikap keras terhadap orang kafir dan bukan sebaliknya karena fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan keterbalikannya dimana seorang muslim berlembut-lembut kepada orang kafir dengan alasan bertoleransi namun kita bersikap keras terhadap saudara sesama muslim hatta karena sebuah perbedaan yang kecil yang dapat merusak ukhuwah dan memecah belah umat muslim

Pertanyaan 107

1. Poin no 11.  membocorkan rahasia...
Umy bila ada seorang sahabat mempunyai masalah dengan suaminya dan dia tidak sengaja menceritakan sifat suaminya. Apakah termasuk dosa umy. Sedangkan disisi lain dia sedang curhat ke sahabat karibnya untuk mencari solusi kehidupan rumah tangganya.
Jawab
Seburuk buruk aib yang dimiliki suami atau istri itu adalah aib rumah tangga yang harus dijaga agar tidak sampai terdengar keburukannya oleh orang lain. Sebagaimana kewajiban seorang istri selain menjaga harta suami dia pun memiliki kewajiban menjaga kehormatan suami, maka kemudian ketika memang solusi itu sangat dibutuhkan maka sampaikanlah kepada orang yang amat sangat dipercaya dan sampaikan seperlunya dan orang tersebut dapat memberi solusi untuk permasalahan rumah tangga yang dialami

Pertanyaan M108

1,  Maksud dari Al Ghina' wasy-syir(bernyanyi dan bersyair). Apa kalau pencari nafkahnya dengan menyanyi gimana? Misal menyanyi itu untuk dakwah. Misal yang sering ibu-ibu majelis ta'lim, robanaan. Kan untuk syiar agama islam juga. Apakah tidak boleh?
Jawab
Ada beberapa nyanyian yang diperbolehkan yaitu:

a. Menyanyi pada hari raya.
Hal ini berdasar hadits Aisyah: "suatu ketika Rasul shollallohu 'alaihi wasallam masuk ke bilik 'Aisyah sedang disisinya ada 2 orang hamba sahaya wanita yang masing-masing memukul rebana (dalam riwayat lain ia berkata:"..dan disisi saya terdapat 2 orang hamba sahaya yang sedang menyanyi"), lalu Abu Bakar mencegah keduanya. Tetapi Rasulullah malah bersabda: " Biarkanlah mereka karena sesungguhnya masing masing kaum memiliki hari raya, sedangkan hari raya kita adalah pada hari ini,"(HR. Bukhori)

b. Menyanyi dengan rebana ketika dilangsungkan pesta pernikahan untuk menyemarakkan suasana sekaligus memperluas kabar pernikahnnya.
Rasulullah bersabda, "Pembeda antara yang halal dan haram adalah memukul rebana dan suara (lagu) saat pernikahan." (Hadits shohih riwayat Ahmad).
Yang dimaksud disini adalah khusus untuk kaum wanita. Nasyid yang tanpa diiringi musik yang disenandungkan saat bekerja lebih membangkitkan semangat terutama jika didalamnya terdapat doa.

c. Rasulullah menyenandungkan syair Ibnu Rawahah dan menyemangati para sahabat saat menggali parit
Adapun nyanyian untuk tujuan berdakwah maka hal ini erat hubungannya dengan fiqh dakwah dengan tetap memperhatikan adab dan kesyar'ian dan kemurnian dari tujuan dia bernyanyi serta menyasar kepada obyek yang tepat..terkadang yang tidak menjadi sasaran obyek dakwah  dari nyanyian ini karena kefahaman mereka yang sudah berbeda malah menjadi subyek terbanyak penikmat nyanyian tersebut....

2. Umi kalo misal nya ada sahabat kita yang menilai kita yang tidak sesuai dengan kita dan kita merasa geram apa kita salah? dan apa yang harus kita lakukan kepada sahabat kita itu?
Jawab
segala sesuatu selalu menjadi sebab syaithan menyelinap ke dalam hati dan pikiran kita..maka dalam hal bermuamalah hal pertama yang harus dilakukan ketika muncul sebuah masalah adalah tabayun/konfirmasi. Bertemu face to face berbicara dengan kepala dingin dan dari heart to heart. Itu adalah cara yang diajarkan oleh Rasulullah upayakan sebisa mungkin untuk melakukan hal itu, jika tidak memungkinkan/sulit maka bisa meminta seorang perantara untuk menjadi penengah/mediasi dalam proses tabayun tersebut

Pertanyaan M111

1. Mau tanya ust. Kiat apa yang harus dilakukan untuk menghindari berbicara yang berlebihan dan tidak berguna, kadang kita sadar kalau itu salah tapi susah ngontrolnya.
Jawab
Imam Al Bashri mengatakan bahwa lidah orang berakal itu terletak di belakang akalnya.jika ia hendak berkata, dipikirkannya terlebih dahulu. Kalau perkataan itu kira-kira bakal bermanfaat baginya, ia akan mengucapkannya. Kalau dirasakannya akan membahayakan dirinya, ia memilih diam. Sedangkan hati orang dungu terletak di belakang lidahnya jika ia mau berkata langsung saja diucapkannya."

Dalam hadits arba'in nawawi yang ke -15 kita juga selalu diingatkan untuk berkata baik atau diam dan untuk bisa melakukan hal ini perlu pembiasaan dan latihan yang ekstra dan ternyata erat pula kaitannya dengan kondisi ruhiyah kita. Sebagaimana teko yang mengeluarkan apa yang di dalam teko tersebut, jika isinya teh maka yang dikeluarkan pun pasti teh bukan yang lain. So banyak-banyak membersihkan hati selalu sehingga sensitifitas itu dapat terasah dan saatnya hendak mengatakan yang tidak perlu dsb maka hati sudah memberi sinyal pada lisan ini untuk sebisa mungkin nge-rem dan selamatkan dari perkataan sia-sia.bismillah 

2. Kalo kita sering buat lucu-lucuan kadng sering ngelantur sana sini tapi orang senang dengan hal itu.. Ngelanturnya gak hal-hal yang terlarang. Itu bagaimana? Karna ana pribadi ada beberapa grup di wa, ana sering buat ribut grub dengan becandaan. Bagiamana hukumnnya? Apa itu juga dianjurkan untuk dikurangi sementara kita membuat orang lain senang dan bisa tertawa karena kita
Jawab
Segala sesuatu itu yang tidak dilarang/diharamkan..maka hukumnya mubah.namun segala yang mubah atau diperbolehkan ini pun tak boleh berlebihan karena jika ia berlebihan akan dapat menjerumuskan pada yang haram tanpa disadari. Menghibur serta bercanda orang itu berpahala dan sehat namun kita dianjurkan untuk tidak berlebihan dalam hal itu sehingga mengarah kepada perkataan sia-sia atau bercandaan yang mengandung unsur hiperbola atau kebohongan disana. Karena Rasulullah pun tak pernah berkata bohong saat bercanda.dan salah satu dampak negatif dari bercanda yang berlebihan, karena canda itu dapat mengakibatkan kita banyak tertawa dan tertawa itu pada hakikatnya dapat mengeraskan hati. Maka berusaha bijak dalam bercanda itu adalah keselamatan

Pertanyaan M112

1. Mau tanya, kadang kalau sudah mangkel/gemes jengkel banget sama tingkah orang yang berlebihan itu pasti susah banget mengendalikan lidah untuk tidak ngomel. Gimana ya caranya?
Jawab
Hmm... seseorang itu bisa menjadi ujian buat orang lain dan Allah selalu uji kita pada titik terlemah yang kita punya. Orang yang yang lemah dalam hal harta maka dia akan diuji dengan harta, lemah dalam hal wanita maka dia diuji dengan wanita dan orang yang mudah marah akan selalu diuji dengan orang-orang yang selalu membuat marah hingga kemudian Allah bilang kita lulus dari ujian dan kita menjadi pribadi yang sabar. Pertama yang harus diingat ketika hendak marah, ingat bahwa ini ujian, membaca ta'awudz sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam QS.Al A'raaf:200 dan sampaikan kepada diri sendiri untuk bersabar..bersabar dan bersabar serta mengingatkan orang tersebut tidak dalam keadaan emosi sehingga yang diterima pun juga akan baik sehingga ybs rela merubah sikapnya karena kita menasehatinya dengan cara ahsan.
Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallohu 'alaihi wasallam, "Perbuatan apakah yang paling mulia?". Rasulullah menjawab, "Akhlaq yang terpuji, yaitu janganlah kamu marah meskipun kamu mampu melampiaskan kemarahan"

Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه