AQIDAH

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, December 31, 2014

Kajian Online Hamba اَللّه SWT
Hari, Tanggal: Rabu, 31 Desember 2014
Narasumber: Ustadzah Imas
Editor: Wanda Vexia
Materi: Aqidah
Admin M105 Nanda: AYA dan DYAH


السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Barangisapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka. Dalam kitab Subulussalam hadits tadi ditafsirkan: penyerupaan pada suatu kaum ini berkaitan dengan apa saja yang sudah menjadi ciri khusus mereka, baik dalam perkara pakaian, kendaraan atau penampilan.

بسم الله الرحم، الحمد لله رب العالمين، اشهد ان ﻻاله اﻻ الله و اشهد ان محمد الرسول الله، اللَّهُمَّ صلى على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين وبعد

Dengan melafadzkan basmalah kita mengawali kajian ini, dengan harapan semoga diskusi kita ini menjadi sebuah amal sholeh di sisi Allah SWT, dan dapat memperberat timbangan ibadah kita di yaumil akhir kelak, Aamiin. Lafadz hamdalah yang kita lantunkan dimaksudkan untuk meneguhkan iman kita bahwa Allah SWT yang layak mendapat pujian, kita sebagai manusia sangat dhoif lemah dihadapanNya.

Syahadat yang kita ucapkan menjadi peneguh keimanan kita akan ke-ilah-an Allah SWT yang berhak untuk ditaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sekaligus kita juga meyakini akan kerasulan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, kepadanya lah kita berqudwah, mencontoh beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam semua sisi kehidupan, semoga shalawat dan salam tercurah kepada beliau, keluarga, shahabat dan orang-orang yang senantiasa mengikuti dakwahnya sampai yaumil akhir, 'amma ba'du.

Aqidah Islamiyah terbagi menjadi 4 bagian pokok, dimana masing-masing mempunyai banyak cabang: Bagian (1) tentang Al-Ilahiyyat. Bagian (2) tentang An-Nubuwwat. Bagian (3) tentang Ar-Ruhaniyyat. Bagian (4) tentang As-Sam'iyyaat.

Kali ini kita bahas tentang bagian 1 dulu yah..
1. Al ILahiyyat: Dzat Allah Tabaraka wa Ta'ala Dzat Allah jauh lebih besar dari yang bisa dipahami oleh akal manusia atau yang diketahui oleh pikiran manusia. Karena betapapun tinggi dan hebatnya pemahaman akal manusia, namun kekuatan dan kemampuan nya tetap terbatas.

Dalam hal ini Ibnu Abbas ra meriwayatkan bahwa ada beberapa orang yang berpikir tentang Dzat Allah SWT maka Rasulullah SAW bersabda: "Berpikirlah tentang ciptaan Allah dan jangan memikirkan Dzat Allah, karena kalian tidak mngkin akan mampu mengetahui hakikatnya" 

Hal ini bukan berarti pembatasan kebebasan berpikir, kemandegan dalam menganalisa dan penyempitan ruang gerak akal, namun justru menjaga akal agar tidak jatuh ke jurang kesesatan serta menjauhkan Nya. Berbagai pembahasan yang tidak didukung sarana yang memadai dan tidak mampu dipikirkan oleh kekuatan akalnya.

Inilah jalan yang ditempuh oleh org-orang shaleh dari hamba-hamba Allah yang mengenal keagungan Dzat Allah dan kemuliaan iradahNya.

Ada seseorang yang bertanya kpd 'alim Yahya bin Mu'adz: "Beritahukan kepadaku tentang Allah Azza wa Jalla" maka beliau menjawab: "Dia adalah Tuhan yg Maha Esa". Dikatakan lagi padanya: "Bagaimana Dia itu?" Beliau menjawab: "Dia Raja yang Maha Kuasa", beliau ditanya lagi: "dimana Dia?", beliau menjawab: "Dia benar-benar mengintai", si penanya berkata: "saya tidak menanyakan itu".

Maka Yahya bin Mu'adz mengatakan: "Maka batasi keinginanmu untuk mengetahui keagungan Rabb mu dengan cara memikirkan makhlukNya dan berpegang teguh kepada berbagai konsekuensi dari sifat-sifat Nya" 

Maha Suci Allah yang memiliki nama-nama yang baik (Asmaul Husna), dimana sangat baik bagi seorang mukmin menghafalnya untuk mengambil berkah dariNya.

Menikmati kelezatan berdzikir denganNya dan untuk mengagungkan kekuasaanNya. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Bagi Allah sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Tidaklah seseorang menghafal nya kecuali ia akan masuk Surga. dan Dia itu witr (ganjil) dan mencintai yang ganjil" [HR. Bukhari dan Muslim]

Dalam risalah aqqidah disebutkan bahwa jumhur bersepakat bahwa tidak boleh kita menentukan nama atau sifat bagi Allah SWT yang tidak tercantum dalam syariat, dengan maksud menjadikannya sebagai nama Allah meski kelihatannya menunjukkan kesempurnaan.

Seperti kita tidak boleh mengatakan "Allah itu insinyur alam yang agung ini". Juga tidak boleh kita katakan: "Allah itu direktur umum bagi urusan semua makhluk".

Jika di maksudkan untuk memberi nama atau sifat Allah, itu tidak boleh. Padahal ada lagu anak-anak yang populer yah? "Pelukismu agung, siapa gerangan ? ......"

Walau demikian, menurut para ulama jika nama-nama itu disebut selama ungkapan untuk menjelaskan tindakan Allah SWT agar lebih mudah dipahami maka hal itu tidak menjadi masalah.

Meski demikian, menghindari ungkapan seperti itu adalah lebih utama sebagai bentuk adab atau tata krama kepada Allah SWT. Wallahu'alam.

TANYA - JAWAB:
1. Bun, dalam risalah aqaid disebutkan jumhur bersepakat bahwa tidak boleh kita menentukan nama atau sifat bagi allah yang tidak tercantum dalam syariat. Yang mau saya tanyakan dari kalimat tersebut adalah; apakah boleh kita menambahkan nama/sifat Allah diluar dari 99 itu bun?

Jawab: Boleh, asal dari sumber yang jelas.


2. Bun, boleh tau nama/sifat Allah diluar dari 99 itu?

Jawab: Seperti hadits-hadist shahih, karena selain yang 99 nama, ada lagi yang lainnya. Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kalian mencela masa, karena sesungguhnya Allah itu masa" [HR.Muslim]
Walaupun ada yang berpendapat ini nama kiasan: فان الله هو الدهر "Sesungguhnya Allah itu masa"


3. Ustazah, bisakah jelaskan tafsirnya mengenai Allah itu masa?

Jawab: Bahwa Allah yang berkehendak terjadinya berbagai peristiwa masa. Karena itu tidak boleh ada sesuatu yang dinisbatkan pada masa, dan masa tidak holeh dicela atau dicaci. Menurut An-Nawawi dalam syarah Muslim: "Artinya jangan mencela faktor terjadinya bencana, sebab jika kalian mencela yang menyebabkan terjadinya bencana, maka celaan itu tertuju pada Allah. Karena Allah lah yang menciptakan dan menurunkan faktor tersebut. Sementara masa atau zaman bukan yang melakukan itu semua. Ia hanya salah satu dr sekian makhluk Allah"


4. Untuk melihat hadist itu shahih atau tidak apakah bisa dilihat dari yang meriwayatkan merupakan garis keturunan langsung nabi ya bun? Betul tidak?

Jawab: Yang meriwayatkan hadits shahih tidak harus keturunan langsung dari Rasulullah SAW. Justru kalau putri-putri Rasulullah SAW (sebagai keturunan langsung Beliau SAW sangat sedikit meriwayatkan hadits). Yang terbanyak dari kalangan sahabat yaitu Abu Hurairah ra, berikutnya disusul oleh ummul mu'minin Aisyah ra, kemudian Abdullah ra, Abdullah: Abd bin mas' ud, Abd bin Umar, Abd bin Abbas, Abd bin 'Amr bin'Ash

5. Apakah seorang penjaga perpustakaan dan karena seringnya membaca kumpulan buku-buku teru beliau meriwayatkan hadist apakah termasuk hadist shahih?

Jawab: Yang berhak memberi fatwa sebuah hadits: Shahih, hasan, dhoif, mutawatir, ahad dll itu para muhadditsin (ulama ahli hadits). Selama ini yang diakui kaum muslimin adalah dari ulama salaf (terdahulu) seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abu Dawud, imam An-Nasaai, Imam Ahmad, Imam Tirmidzi, Imam Ibnu majah dll. Hampir satu generasi.
Kalo kita masa sekarang, hanya tinggal menyebutkan aja dari kitab hadits yang sudah ditulis oleh para ulama muhadditsin.


6. Berarti masa perawi hadits udah selesai ya bun, setelah para ulama sholih tersebut wafat?

Jawab: Iya betul, para ulama generasi berikutnya biasanya hanya mensyarah (menafsirkan) hadits.



Penutup
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin.... 

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 
 
Wassalamu'alaikum...

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT