Home » , , » BERBICARA DALAM HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

BERBICARA DALAM HAL YANG TIDAK BERMANFAAT

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Saturday, January 3, 2015

Kajian Online Telegram Akhwat & BBM Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Jum'at -Sabtu, 02-03 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono

Tema : Kajian Umum
Notulen : Ana Trienta


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بسم الله الرحمن الرحيم

Jagalah ucapan baik itu disemua lingkungan (kantor, rumah, sosial media, group chat dllnya), kalau berdoa boleh tidak disosial media?

Jika ucapan itu baik maka akan berakibat baik juga bagi orang lain dan si pengucapnya, namun sebaliknya jika ucapan itu buruk maka akan berakibat buruk juga bagi orang lain dan si pengucap itu sendiri. Sebagaimana Firman  اللّهُ Ta'ala,

وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Al ‘Ashr: 1-3)


Manusia telah diberikan modal yang sangat berharga oleh  اللّهُ Ta’ala, yakni USIA atau WAKTU dalam kehidupannya, dengan waktu itu manusia mampu mengumpulkan pahala yang banyak, sehingga lebih tepat seorang mukmin menggunakan waktu yang ada pada dirinya untuk berdzikir kepada  اللّهُ  Ta’ala, saling menasihati dalam kebenaran dan menuntut ilmu syar’i agar waktu yang ia miliki itu membawa kemanfaatan bagi dirinya.
Rasulullah ﷺ   bersabda,
“Cerminan baiknya ke-ISLAM-an seseorang apabila ia mampu meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” [HR. Tirmidzi]
Mujahid rahimahullah berkata “Aku pernah mendengar Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Lima hal yang lebih aku sukai daripada hadiah berupa unta pilihan (mobil jaman sekarang) yang terbaik, lalu di masa kini siapakah yang rela menyukai berdiam diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat dibanding diberi mobil terbaik adalah :

  1. Jangan berbicara dalam perkara yang TIDAK BERMANFAAT BAGIMU, sebab hal itu termasuk perbuatan sia sia. Dikhawatirkan engkau akan mendapat dosa disebabkan perbuatanmu itu.
  2. Jangan berbicara untuk perkara yang tidak bermanfaat bagimu sampai engkau memastikan SESUAI WAKTUNYA, karena seringkali seseorang berbicara dalam perkara yang bermanfaat baginya, tetapi pada waktu yang tidak tepat, sehingga menyusahkannya.
  3. Jangan membantah orang BIJAK (shalih) dan orang PANDUR (jahil), sebab seseorang yang shalih akan membencimu dan seseorang yang jahil akan menyakiti hatimu.
  4. Jika saudaramu sedang pergi, sebutlah dengan apa yang engkau inginkan ia menyebutmu. MAAFKALAH ia dari apa yang engkau ingin ia memaafkanmu. Dan bergaullah dengan cara yang engkau ingin ia melakukannya terhadapmu.
  5. Berbuatlah dengan perbuatan orang yang memahami bahwa siapa yang membalas KEBAIKAN, maka ia akan diberi PENGHORMATAN. 
BANYAK BICARA
Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda,
"Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku pada hari kiamat kelak, yaitu orang yang terbaik akhlaknya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh kedudukannya dariku pada hari kiamat kelak, yaitu tsartsarun, mutasyaddiqun dan mutafaihiqun". Sahabat bertanya : "Ya, Rasulullah. Kami sudah mengetahui arti tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa arti mutafaihiqun?" Beliau menjawab,"Orang yang sombong." [HR at Tirmidzi]
> Tsartsarun  →   Banyak omong dengan pembicaraan yang menyimpang dari kebenaran.

> Mutasyaddiqun  →   Kata-kata yang meremehkan orang lain dan berbicara dengan suara lagak untuk menunjukkan kefasihannya dan bangga dengan perkataannya sendiri.

> Mutafaihiqun  →   Berasal dari kata al fahq, yang berarti penuh. Maksudnya, seseorang yang berbicara keras panjang lebar, disertai dengan perasaan sombong dan pongah, serta menggunakan kata-kata asing untuk menunjukkan, seolah dirinya lebih hebat dari yang lainnya.
BANYAK MEMBICARAKAN KEBATHILAN
Rasulullah ﷺ  bersabda,
”Sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang “TIDAK JELAS” baginya, namun menyebabkan ia terseret ke neraka yang jaraknya lebih jauh dari Timur dan Barat.” [HR. Al-Bukhari]
An-Nawawi rahimahullah berkata, “Maksud “tidak jelas” dalam hadits itu adalah tidak memikirkan apakah perkataannya itu baik atau buruk.” [Riyadush Shalihin (2/825)]

Termasuk dalam hal ini adalah berbicara yang bisa bermakna menyombongkan diri, seperti mengabarkan kebaikan yang akan dilakukan atau yang telah dilakukan (contohnya seseorang mengabarkan dalam pembicaraab bahwa dia akan sholat malam, dia telah sholat berjamaah atau dia telah membantu keluarga dan orang tuanya) hal ini bisa menumbuhkan sikap riya’ dan ingin dipuji orang lain atau minimal kebaikan kita ingin diketahui oleh orang banyak.

BERSITEGANG
Banyak orang yang “memancing di air keruh” kalau tidak bisa dibilang memang hobby berdebat, atau yang paling menyedihkan mereka-mereka ini adalah orang yang jauh dari pemahaman ilmu agama, kadang hanya karena perkara yang sepele saja yang tidak ada hubungannya dengan perkara agama mereka suka bersitegang dan mengeluarkan kata-kata yang buruk.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah ﷺ  bersabda,
”Orang yang paling dibenci  اللّهُ  adalah orang yang paling sengit dalam menuduh dan membela diri.” [HR. Al-Bukhari]
Beliau ﷺ  juga bersabda,
”Dipastikan masuk surga orang yang memberi makan dan senantiasa mengucapkan perkataan yang baik.” [HR. Ath-Thabrani]
Dari ‘Adi bin Hatim radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi ﷺ  bersabda,
”Hindarilah neraka meski dengan sebiji kurma, dan siapa yang tidak memiliki sebiji kurma maka cukup dengan perkataan yang baik.” [HR. Muslim]
Dan masih banyak lagi yang membuat perbuatan orang-orang yang mengaku muslim dalam kesehariannya membicarakan yang bisa berpotensi merusak orang lain.

Wahai Para Bunda, Srikandi-srikandi Da'wah dan Bidadari-bidadari Surga.
Sudah saatnya mulai dari detik ini untuk meninggalkan pembicaraan yang tidak bermanfaat, sudah waktunya untuk menjauhi pembicaraan yang bisa menjerumuskan kita dalam jurang kenistaan dan menampakkan dengan jelas kondisi ke-Islam-an kita di hadapan orang lain, sudah seharusnya kita merasa malu untuk berkata yang tidak memiliki manfaat.

Kalau berdoa di sosial media bagaimana...?
Dalil masalah ini cukup banyak, diantaranya doa yang dibaca Rasulullah ﷺ  ketika khutbah jumat karena permintaan orang badui agar beliau memohon kepada اللّهُ  untuk segera menurunkan hujan. Termasuk doa-doa yang dibaca oleh khatib ketika khutbah jumat. Dan kita tahu, doa itu dibaca di tempat umum, di hadapan banyak masyarakat.
Kita bagi dalam 2 kategori yaaa

1. Membuat status berisi doa di sosmed dalam rangka mengajarkan doa yang shahih kepada orang lain.
In sha اللّهُ  kegiatan semacam ini termasuk amal sholeh. Mendakwahkan kebaikan kepada rekan-rekan di sosial media untuk melakukan amalan sunah. Karena itu, perlu kita pastikan, doa yang anda sebarkan, telah terjamin keshahihannya. Rasulullah ﷺ  menjanjikan bahwa orang yang memotivasi orang lain untuk berbuat baik, dia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengikuti ajakannya. Dalam hadis dari Abu Mas’ud Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ  bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Siapa yang menunjukkan kebaikan, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala pelakunya (orang yang mengikutinya). (HR. Muslim 1893).

2. Doa yang personal
Doa yang tidak selayaknya didengar orang lain, yang merupakan bagian dari privasi seseorang, tidak selayaknya disebarkan di sosmed. Seperti doa yang isinya penyesalan atas perbuatan maksiat dengan menyebutkan bentuk maksiat yang dilakukan. Atau doa yang isinya keluhan masalah pribadi, yang tidak selayaknya diketahui orang lain. Karena kita diajarkan untuk selalu menjaga kehormatan, dan tidak membeberkan aib pribadi.
Rasulullah ﷺ  menasehatkan,

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

Setiap umatku dimaafkan (kesalahannya) kecuali orang-orang melakukan mujaharah (terang-terangan bermaksiat), dan termasuk sikap mujaharah adalah seseorang melakukan sebuah perbuatan dosa di malam hari, kemudian pagi harinya dia membuka rahasianya dan mengatakan, ‘Wahai fulan, tadi malam aku melakukan seperti ini, seperti ini’, padahal اللّهُ  telah menutupi dosanya. Di malam hari, اللّهُ  tutupi dosanya, namun di pagi hari, dia singkap tabir اللّهُ  pada dirinya. (HR. Bukhari 6069).

Syariat juga mengajarkan agar kita tidak menjadi hamba yang mudah mengeluh kepada orang lain. karena sikap semacam ini menunjukkan kurangnya tawakkal. اللّهُ  mencontohkan sikap para nabi, yang mereka hanya mengeluhkan masalahnya kepada اللّهُ . Nabi Ya’kub, ketika mendapatkan ujian kesedian yang mendalam, beliau mengatakan,

قَالَ إِنَّمَا أَشْكُو بَثِّي وَحُزْنِي إِلَى اللَّهِ

"Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada اللّهُ  aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku..” (QS. Yusuf: 86)
والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

1. Adakh adab tertentu  jika kita ingin memasang do'a di status sosmed?
Jawab
Pastikan doa itu shahih yaaa. Jika tidak, dan diamalkan oleh orang yang membacanya, maka kita dapat dosanya teruussss

2. Saya sering terima bc, pesannyanya awalnya bagus dan baik-baik tapi ujung-ujungnya ngancem, jika tidak di sebarkan akan celaka etc jika di sebarkan akan mendapatkan keberkahan etc. Hampir semua bc yang ujungnya mengancam justru tidak akan saya share. Bagaimana menyikapinya pak?
Jawab
Ngga beneeer itu ada ancaman, segala sesuatu yang terjadi di masa yang akan datang, adalah hanya اللّهُ yang tahu. 

3. Ada lagi  pak, bagaimana cara menasehati sahabat sesama sosmed  agar  tidak selalu mengeluh  jika bikin status?
Jawab
Mendingan kamu berdoa deh langsung sama Sang Pencipta... Bukankah mengeluh di sosmed tidak memberikan solusi apapun?

4. Jika bicara di sosmed sifatnya mengingatkan bagaimana ustad?
Jawab
Boleh jangan sebut namaaa yaaa.

5. Apakah menjadi tidak baik, misalnya dipost grup komplek untuk warga yang belum melunasi kasnya agar melunasi. Agar bersedia mencerminkan sifat malu jika melalaikan kewajiban dan berani jika melakukan hal benar.
Jawab
Posting general sajaaaa. "Bagi warga yang belum membayar iuran, ditunggu sampai jam 20.00 yaaa". Contoh

6. Apakah dosa jika kita diamkan orang yang menjapri dengan isi yang kosong dan menjelek-jelekan orang lain dan keluarganya? Khawatir makin memperkeruh suasana.
Jawab
Bilang saja... Saya nda mau terlibat yaaa. Karena itukan aib orang lain dalam keluarga, tidak harus diketahui dan dicampuri orang lain bukan?

7. Mau nanya diluar materi misal kita sekarang udah make hijab syari terus temen bisnis saya (ikhwan) minta foto dari KTP saya sebagai syarat dan KTP saya masih foto sebelom berjilbab, itu hukumnya gimana ustadz?? Boleh ndak kasih foto dari KTP saya?
Jawab 
Jangan dunk... Kasih yang sudah pake jilbab yaaa. 

8. Ustadz saya sering jadi tempat curhat biasanya masalah rumah tangga sudah  saya kasih nasehat juga teguran jangan suka ngeluh tapi masih aja ngeluh tentang masalah yang sama kalau kemudian saya jaga jarak dengan maksud supaya dia introspeksi biar ga banyak ngeluh gimana, tepatkah tindakan saya?
Jawab
Nasehati dulu baru jaga jarak yaaa

9. Ustadz, diatas diterangkan bahwa kita diajarkan untuk tidak menjadi hamba yang mudah mengeluh knp orang lain, kecuali Allah. Bagaimana kalau mengeluh, dan menceritakan semua yang membuat hati kita bersedih kepada ibu? Karena saya ini tidak suka memendam perasaan sendiri 
Jawab
Kasihan Ibu... Pasti bebannya pindah ke Beliau. Tetapi jika kita yakin Ibu mampu menyelesaikannya tidak masalah. Jika terlalu berat, minta saran penyelesaiannya atau mintalah kepada اللّهُ Ta'ala. 

10. Pak bagaimana sebaiknya kita harus mengunakan sosmed ini? Mohon di jelaskan  batas-batas agar kita tidak salah dalam mengunakannya?
Jawab
Jangan mengeluh, jangan mencaci, jangan pamer, jika bisa sebagai ajang dakwah boleh, mempererat ukhuwah boleh, menjaga komunikasi boleh. 

11. Karena  memang jaman sekarang sosmed seperti nya fungsi nya sudah berlebihan. Yang lebih membosan kan lagi jika kita melihat status, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi di update
Jawab
Ingat. Manusia itu makhluk sosial, butuh beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain. Yang selalu update seperti itu, saya yakin hubungan sosial dia agak kurang dibandingkan yang lain.

Doa Kafaratul  Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT