DAHSYATNYA SIKSA NERAKA

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Thursday, January 8, 2015

Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Rabu, 07 Januari 2014
Narasumber : Ustadzah Neneng Kusmayanti

Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta


Assalamualaikum mohon izin agak telat yaa saya baru sampai rumah banget. Istirahat dulu yaaaa bentarr

Innalhamdalillahi nahmaduhuu wa nashta.'iinuhu wa nashtaghfiruh wa na'udzubillah min suruuri anfusina wa min syayyi 'amaalina mayyahdillahi falaa mudhillallah wa mayyudlilhuu falaa haa di yaallah.  
Segala puji milik Alloh Rabb semesta alam, dan kita memujiNya, kita berlindung kepada Alloh dari kelemahan kealfaan kita dan kita beristighfar dari segenap kekurangan, ketidaksempurnaan amal-amal kita. Astaghfiirullohh

Apa kabar akhwatifillah ? Seminggu iniii apaa sajaa yang akhwati lakukan? Alloh Maha mengetahui niat dan Maha menyaksikan bahwa kita berjumpa semata karena Alloh, semata berharap Alloh swt mencatat waktu ini adalah amal sholih, dan kita berharap bahwa ini bermanfaat bagi diri diri kita di dunia dan sampai di saat kita dikembalikan kehadapan Alloh swt . . . in sha Alloh. .


Seperti biasa sebelum masuk pada kajian ini dimohon bagi yang belum bersuci hendaklah bersuci, yang belum menutup aurat silahkan menutup aurat yang belum niat sama-sama kita berniat dan memulainya dengan bacaan basmallah dan luruskanlah agar niat yang lain sirna hanya niat karena Alloh yang Maha kekallah yang mengisi setiap relung jiwa kita. 

Bagaimanaa kabar akhwat semua? Mudah mudahan tidak meninggalkan jejak kecuali manfaat dan kebajikan serta tidak mengambil apapun selain pengajaran

Bismillahirrahmaanirrahiim
Kita luruskan niat kita Yaa Alloh Dzat yang Maha Menyaksikan, Maha Mengetahui hati hamba hambaNya, saksikanlah kami bertemu semata karena berharap ampunan dan rahmatMu dan berharap Engkau mensucikan jiwa kamii, memaafkan kami

Hari ini mari kita sejenak bertamasya ke nerakaa agar kita takut dan waspada akan kedahsyatan siksa nya dan kepedihannyaa mudah mudahan hati kita menjadi lembut. Mari kita mulai dari perintah Alloh swt kepada seluruh orang beriman, dalam surah attahtiim ayat ke 6:
"wahai org org yg beriman peliharalah diriimu dan keluargamu dari apai neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat malaikat yang kasar, keras, yang tidak durhaka kepada Alloh terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. maaf attahriim
Lihatlahh Alloh swt dengan sifat rahmaan Nya memerintahkan kita untuk menyelamatkan diri dari neraka yang mana bahan bakarnya hanyalah manusia dan batuan. Bayangkanlah tiada yang menyalakan api neraka semakin membesar kecuali batuan dan manusia. Naudzubillah

Sedang para penjaganya adalah malaikat malaikat yang kasar, tidak kenal kasian, bengis, keras sedang neraka itu adalah tempat yang tertutup sekelilingnya tidak ada jalan keluar tidak ada ampunan tidak ada negosiasi dan keringanan. Dinding neraka itu memiliki tempat tempat mengintai para penjaganya betapa ketatnya pengawasan para malaikat yang tidak pernah sekalipun mereka menentang Alloh swt. Lalu mari kita masuk ke dalam gerbangnya neraka lalu kita lihatt bagaimanakah penghuni neraka itu
Surah al mukminun, 23: 104 " Wajah mereka dibakar api neraka dan mereka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat"
Siapakah mereka yang dimaksud di dalam surah ini? dalam ayat sebelumnya disebut merekalah yang merugikan dirinya sendiri karena amal timbangan kebaikannyaa lebih sedikit, ringan. Amal kebaikannya lebih ringan dari pada dosa dan keburukannyaa. Nah ukurlah diri kita apakah waktu kita habis untuk amal sholih ataukah sia sia dan dosa?

Jangan kira kita akan masuk surga sedangkan kita adalah orang yang disebut al quran sebagai manusia yang merugikan dirinya sendiri. Artinyaa sengaja merugikan dirinya sendirii, sadar tidak memperhatikan amalnya, dan dengan kerelaan dirinya meninggalkan kebaikan. Astaghfiirulloh

Mari kita lihat surah an nisaa ayat 56:
"Sungguh orang orang yang kafir kepada ayat ayat Kami kelak akan Kami masukkan kedalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh Alloh Maha perkasa Maha bijaksana"
Begitulah seterusnyaaa. Kulit yang hangus terus diganti dengan kulit yang lain, agar penghuni neraka merasakan kepedihan, kesakitan yang tidak berujung karena kadar deritanya terus menerus diperbaharui. Siapakah mereka yang akan dibakar dan dibarukan lagi kulitnya? Merekalah manusia yang kafir terhadap ayat-ayat Alloh. Kafir terhadap salah satu ayat atau keseluruhannya. Hati-hatilah akan keyakinan kita atas kalamNya. 

Apakah kita beriman pada suatu ayat akan tetapi menentang ayat yang lain, waspadalah siapa tahu itu akan menyeret kita pada kekafiran walau tak keseluruhannya. Apalagi saat zaman begitu deras menampakkan syubhat dan syahwat, maka akan sangat mudah kita menemui manusia yang di pagi hari mereka beriman, dan di sore hari mereka kafir. Lalu siapakah yang mampu menjamin bahwa esok kita masih beriman? Lalu siapakah yang telah menguatkan, memampukan kita untuk menuntut ilmu untuk berdiri sholat, untuk mau bersedekah, menyukaiii kebaikan? Siapakah? apakah diri kita sendiri ataukah Dia Alloh swt yang menganugerahi iman itu masih menempel dalam dada kita. Maka berbahagialah bergembiralah saat Alloh masih mengumpulkan kita dengan hambaNya yang suka kebaikan. Mengumpulkan kita pada majelis yang disana hanya ada kebenaran dan nasihat bukan syubhat, mubah, dan syahwat
"Orang-orang yang dikumpulkan di dalam neraka jahanam dengan diseret wajahnya mereka itulah yang paling buruk tempatnya dan paling sesat jalannyaa " Al Furqon ayat 34
Para penghuni neraka wajahnya rusak dan cacat, mereka di seret di atas wajahnyaa. Siapa sajakah mereka? Orang kafir dan menyatakan kekafirannya lalu mereka manusia yang mengaku beriman yang ternyata diseret wajahnya ke dalam neraka jahanam adalah seorang mujahid yang syahid di jalan Alloh, dengan harapan niat agar disebut pemberani, seorang alim ulama yang mengabdikan diri untuk ilmu dengan harapan menjadi seorang yang pintar agama dan seorang dermawan yang berharap disebut dermawan didunia dan seluruh harap mereka telah mereka dapat di duniia. Lalu bagian mereka di akhirat adalah nerakaa. Astaghfirullohhh

Bagaimanakah amalan tertinggi di jalan Alloh sekalipun jika tidak mengikhlaskan seluruhnya karena Alloh swt maka dia hancur binasaa. Astaghfirulloh Allohu 'alam
segituu duluu ya

TANYA JAWAB

1. Apakah contoh   dari sesorang  bahwa  keimanannya sudah  kuat?
Jawab
Keimanan kuat seperti disebutkan dalam surah al anfal dalam surah al muminun. Mulai ayat 1 sampai 6 ciri orang yang benar keimanan nya:
a. khusyu dalam sholatnya
b. menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan tidak bergunaa
c. menunaikan zakat
d. memelihara kemaluannya

Dalam surah al anfal Alloh menampakkan kepada kita ciri orang yang beriman. Ciri hatinya? tanda jiwa mereka. Ayat ke 2-3
a. disebut nama Alloh maka gemetar hatinya
b. dibacakan ayatNya bertambah kuat imannya
c. bertawaqal hanya kepada Alloh swt
d. mendirikan sholat
e. berinfak
wallohu alam

2. Afwan bunda saya mau tanya misalkan ada seseorng yang sudah mau belajar aqidah tapi tutur katanya masih kurang sopan. Kira-kira bagaimana ya bun?
Jawab
Yaa alhamdulillahhh
walau masih kurang sopan, dia punya semangat memperbaiki aqidahnya sambutlah dengan riang gembira

Tanggapan
Tapi kalo itu seorang cowok bunda? kata-katanya kurang sopan sebaiknya kita masih berteman apa lebih baik kita hindari?
Jawab
Owhhh laki laki. yaa sebaiknya di arahkan ajaa kepada ikhwan

3. Bunda   saya  sekarang  masih dalam keadaan sedih banget. Saya punya temen memang dulu dia baik, terus karna pegaulan tergoda dengan yang dilarang oleh Allah tapi karena keadaan sekarang dia mau kembali  lagi, ke jalan sesat itu karena saya kecewa saya ga mau nenasehatinya, saya bilang "Terserah jika itu memang yang kamu mau, bagaimana ini  bun??  Apakah saya berdosa. Di saat di imannya melemah  saya malah menjahuinya? Dan apa yang harus saya lakukan sekarang?
Jawab
Meninggalkan sebenarnyaa boleh boleh saja kan merdekaa bebas mau berdakwah atau mundur tetapi ingatlah bahwa kebaikan sesungguhnya bukan untuk orang lain akan tetapi untuk diri kita sendiri. Kita berjuang berdakwah terhadap teman kita hakikatnya kita berbuat perbaikan bagi diri kita sendiri. Tugas kita adalah menyampaikan nasihat bukan semata menjadikan dia sholih atau tidak tetapi itu haknya Alloh swt

Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT