Home » » Evaluasi akhir-awal tahun di antara berbagai ujian

Evaluasi akhir-awal tahun di antara berbagai ujian

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Tuesday, January 6, 2015


Rekap Materi HA 29-30
Kajian Online Hamba ALLAH SWT

########################
Hari / Tgl : senin, 5 januari 2015 / 13 Rabiul Awal 1435 H
Narasumber :  Ustadzah Runie Sarinie 
Admin : Bd. Rosalin & Bd. Nur Asmi
Rekapan oleh : Bd. Uya


Assalamu'alaikum ummahat rahimahullah, yang ana cintai karena Allah dengan karuniaNya, semoga hati kita slalu dikuatkan dalam nikmat keimanan  ijinkan ana langsung share ilmu utk para ummi, bunda, ibu hebat yg ada di group ini. In sha Allah bada dzuhur ana hadir kembali

Bismillahhirrahmanirrahim
Segala puji bagi Allah yang memelihara alam. Siapa yang diberi hidayah oleh Allah, tidak ada siapa pun yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan oleh Allah, maka tidak siapa pun yang dapat memberi hidayah kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu bagiNya, dan Aku berasaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya
.Salawat dan salam teruntuk Muhammad Saw, sahabat dan para umat yg mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.
...........
#evaluasi akhir-awal tahun di antara berbagai ujian (banjir, longsor, kenaikan harga yg mengencangkan ikat pinggang, hinga ujian hilangnya AirAsia sby-sg).... ujian akan selalu hadir... hingga ujian kekuasaan Allah bahwa kematian bisa mendekat tanpa diharapkan terhadap diri dan meninggalkan orang2 yg dsayangi dengan tiba2.....
jadi teringat sebuah tausiyah saudari yang mengutip syair medina "Perkara yang paling penting adalah perkara Iman. iman itu lebih penting daripada duit, lebih penting dari rumah dan ken daraan. Mati dalam keadaan tidak punya rumah, Allah gak marah. Mati tidak punya mobil Allah gak marah. Mati gak punya duit, Allah tidak marah. TAPI mati gak punya iman, ini jadi masalah.

Syair ini menggelitik ana pribadi.. Iman mutiara tak tergantikan...
Iman kita bagaimana ummi sayang, iman suami kita bagaimana ummi sayang, iman anak kita bagaimana ummi sayang ????.....

keyakinan terhadap Allah dan RasulNya : (QS. 4:41 , 2:143 ). 
Kunci keimanan adalah melalui syahadatain, dimana urgensi dari syahadatain adalah

1.Pintu masuk ke dalam Islam (QS. 7:172 ,  47:19 )
Dengan mengikrarkan syahdatain, secara otomatis seseorang telah menjadi muslim; mendapatkan hak dan kewajiban yang sama sebagai seorang muslim dan hanya kepada Allah sajalah ia akan tunduk.

2. Intisari ajaran Islam (QS. 21:25 , 45:18 )
Dengan mengamalkan syahadatain, kita telah mengenalkan diri kita pada sebuah sistem hidup yang telah mengatur segala pola hidup dan kebutuhan setiap muslim.  Bukan hanya yang bersifat vertikal (hubungan manusia dengan Sang Khalik) tetapi juga horizontal (hubungan sesama manusia)

3. Konsep dasar reformasi total (QS. 6:122 , 13:11 ).
Seorang Umar bin Khaththab yang sebelumnya adalah orang yang sangat membenci Islam, bahkan terkenal sekali dengan kehidupan jahiliyah diantaranya dengan membunuh setiap anak gadis yang lahir dari isterinya, juga senang hidup dengan khamr, mampu berubah secara dahsyat ketika hatinya tersentuh Islam.  Ia menjadi sosok yang karismatik yang bahkan syaithan pun takut padanya.

4. Hakikat da'wah para Rasul (QS. 21:15 , 3:31 , 6:19 , 16:36 )
Sejatinya, konsep syahadatain-lah yang senantiasa didakwahkan oleh para Rasul.  Mereka semua mengatakan fattaqullah wa athiuuni!:  bertakwalah kepada Allah dan taatilah aku!  Mereka semua menyuruh untuk mengesakan Allah semata dan mengakui kerasulan.

5. Keutamaan yang besar (Hadits: Man qala Lailaha illallah, dakhalal jannah)
barang siapa yang mengucapkan laa ilaha illallah, ia akan masuk surga 
Hadist di atas memposisikan Syahadah merupakan kunci memasuki surga. 
Laiknya Rasulullah bersedih saat pamannya tdk mau mengucapkan kalimat syahadah, membayangkan posisi pamannya d akhirat nanti.
Namun, Hadist di atas tdk  memberikan jaminan utk setiap muslim tdk masuk dalam neraka guna membersihkan diri sebelum memasuki surgaNya.

Dari Anas ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Dikeluarkan dari neraka orang yang mengucapkan dan di dalam hatinya ada seberat biji dari kebaikan.
"Islam KTP (?)"
terkait dengan "islam ktp" dan hadist di atas maka jelaslah di mana posisinya nanti.
"Islam ktp" yg mungkin bisa dihitung dgn jari berapa kali ia menyentuhkan dahinya di mesjid/ pun ktika menunaikan shalat.

Allah mengingatkan qt dlm sbuah hadist yg menjelaskan bahwa ada seorang ahli surga yg jaraknya dengan surga tinggal satu langkah lagi dan ada seorang ahli nerakan yang jaraknya dengan neraka tinggal selangkah lg. Namun di akhirat nanti posisi keduanya terbalik, dimana yg ahli surga menjadi masuk neraka dan ahli neraka menjadi memasuki surga.
Sahabat yg bertanya kepada Rasulullah hanya diberikan tanggapan maka teruslah beribadah, karena kita tdk akan pernah tahu posisi akhir kita kelak.

Begitupun membina keimanan di dalam keluarga. Teruslah beribadah dan jaga akidah setiap anggota keluarga.
Hal mendasar dari kita sebagai madrasah pertama adalah bagaimana kita mencetak keturunan kita, memahamkan keimanan kepada anak2 dan generasi selanjutnya akan urgensi ini. Mewaspadai munculnya generasi tasyabbuh (meniru orang kafir); seperti memelihara kumis dan mencukur jenggot, merayakan perayaan selain 2hr raya yg utama; idul fitri dan idul adha, makan dengan tangan kiri pun kanan dengan alasan tergantung kondisi lagi makan apa😁, pun kondisi kondisi lain yg menjadikan generasi islam seperti generasi kafir.

🌸Rasulullah SAW sering memperingatkan umatnya agar selalu menjauhi tasyabbuh dan tidak mengekor prilaku mereka dalam hadits-haditsnya di antaranya
لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ 
Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal. Sampai-sampai, ketika mereka masuk ke lubang biawak pun, kalian juga akan mengikutinya. 
Demikianlah peringatan Rasulullah SAW. Dan hendaklah kita berpegang teguh dengan agama yang mulia ini, menjauhi tasyabbuh dan terus memperingatkan bahaya perbuatan meniru kepada perilaku orang-orang kafir. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa menolong dan membimbing kita ke arah jalan yang lurus dan diridhai-Nya.
 
Tafadhal langsung tampung pertanyaan, qt sharing😊🌼

Rekap pertanyaan :
1⃣ Ustadzah ana mau nanya ... apakah gamis yg dipakai sewaktu wisuda itu termasuk tasyabuh seperti pendeta2 nasrani?
Jawab:
Ada banyak pendapat mengenai hal di atas.

Ada Pandangan yg menilai bahwa sesuatu yang telah tersebar luas di kalangan kaum muslimin tidak lagi mengandung unsur menyerupai orang kafir meski pada awal hal tersebut menjadi ciri khas orang kafir. 
Di antara yang berpandangan semisal ini adalah Imam Malik.
Demikian pula Ibnu Hajar al Asqalani. Sedangkan di antara ulama kontemporer adalah Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin.
Beliau pernah mendapatkan pertanyaan, “Apa yang menjadi tolak ukur dalam permasalahan menyerupai orang kafir?”.
Jawaban beliau, “Menyerupai orang kafir bisa terjadi pada penampilan, pakaian, cara makan dan sebagainya karena tasyabbuh/menyerupai adalah kata yang maknanya luas. Yang dimaksud menyerupai orang kafir adalah melakukan hal yang menjadi ciri khas orang kafir sehingga siapa saja yang melihatnya akan mengira bahwa orang yang dilihat adalah orang kafir. Inilah parameternya.
Adapun sesuatu yang telah tersebar luas di tengah-tengah orang Islam dan orang kafir maka melakukannya itu diperbolehkan meski pada asalnya budaya tersebut berasal dari orang kafir tentu dengan syarat hal tersebut bukanlah terlarang secara khusus dalam syariat semisal pakaian sutra” (Majmu Durus wa Fatawa al Haram Makki 3/367, lihat Fatawa Ulama al Balad al Haram hal 601).

2⃣ Mw bertanya ustadzah mengenai kalimat d atas "mewaspadai munculnya generasi tasyabbuh seperti merayakan perayaan selain 2 hr raya y utama, makan dengan tangan kiri pun kanan dg alasan tergantung kondisi lagi makan apa"
Pertanyaan saya, bgm dgn Maulid dan Isra Mi'raj krn sy jg pernah dengar tidak boleh mengkhususkan perayaan tsb? Lalu bgm pula dengan maksud kalimat makan dg tangan kiri pun kanan.. Tangan kiri mmg ga dbenarkan tp apa maksud tangan kanan termasuk tasyabbuh?? Syukron ustadzah.
Jawab:
🍄 Perayaan maulid merupakan sesuatu yang tidak ada pada jaman Nabi, sahabat, ataupun para imam madzhab. Ia baru muncul belakangan. Maulid bukanlah sesuatu yang mesti dilaksanakan setiap tahun, apalagi setiap bulan atau setiap minggu, dan ia bukan pula ukuran kecintaan seseorang kepada Nabi (shallallahu alaihi wasallam). Mengerjakannya tidak membuat pelakunya lebih mulia dan lebih terbukti cintanya pada Nabi dibandingkan mereka yang tidak mengerjakannya. Jika ia merupakan ukuran cinta pada Nabi dan menjadikan seseorang lebih mulia, maka bagaimana kita hendak menilai kecintaan dan kemuliaan generasi terdahulu sementara mereka tidak pernah mengadakan maulid? Sebaliknya, yang tidak menyetujui maulid juga perlu lebih bijak dan tidak terlalu mudah membid’ahkan atau menyesatkan mereka yang menyelenggarakan maulid sebagai ungkapan rasa syukur atas kelahiran sang Nabi. Karena yang memulai perayaan itu adalah orang-orang soleh serta pejuang yang telah diakui, dan mereka tidak dikecam oleh para ulama di jamannya maupun setelahnya. 
Begitupun dalam konteks peringatan isra mi'raj diadakan oleh orang shaleh guna menyelami hikmah kekuasaan Allah SWT. Wallahu a’lam.

Perihal makan, jelas makan dengan tangan kiri adalah menyerupai orang kafir. Adapun konteks tulisan di atas melegalkan makan dengan tangan kiri dan tangan kanan bersamaan; seperti makan steak, makan tahu isi dengan cabe rawit--> bs dbayangkan bhw pd umumnya kita msh terbiasa menggunakan 2 tangan karena meniru secara tidak sadar kemudian membenarkan. Padahal klo makan ya kanan saja y😉
3⃣ Mohon penjelasan ustadzah..
Bagaimana hukumnya seorang wanita selalu ke masjid utk melaksanakan sholat wajib..dg alasan ingin berjamaah 
Jawab:
🌸 Saat ini Wanita shalat berjamaah di mesjid bukanlah hal yang asing. Namun, islam begitu sempurna menjaga dengan keutamaannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda kepada para wanita:
“Shalatnya salah seorang di makhda’-nya (kamar khusus yang digunakan untuk menyimpan barang berharga) lebih utama daripada shalatnya di kamarnya. Dan shalatnya di kamar lebih utama daripada shalatnya di rumahnya. Dan shalatnya di rumahnya lebih utama daripada shalatnya di masjid kaumnya. Dan shalatnya di masjid kaumnya lebih utama daripada shalatnya bersamaku.” (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam Shahih keduanya. Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah, hal. 155)

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
“Jangan kalian mencegah hamba-hamba perempuan Allah dari shalat di masjid-masjid-Nya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 990 dan Muslim no. 442)

Dalam riwayat Abu Dawud (no. 480) ada tambahan:
“meskipun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Abu Dawud no. 576 dan dalam Al-Misykat no. 1062)

Dalm Nailul Authar, Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullah berkata setelah membawakan hadits di atas: “Yakni shalat mereka di rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka daripada shalat mereka di masjid-masjid, seandainya mereka mengetahui yang demikian itu. Akan tetapi mereka tidak mengetahuinya sehingga meminta ijin untuk keluar berjamaah di masjid, dengan keyakinan pahala yang akan mereka peroleh dengan shalat di masjid lebih besar. Shalat mereka di rumah lebih utama karena aman dari fitnah, yang menekankan alasan ini adalah ucapan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika melihat para wanita keluar ke masjid dengan tabarruj dan bersolek.”[2] (Nailul Authar,
3/168)
Alhamdulillah bs gabung lg😊
4⃣ Assalamu'alaikum wr...wb
Sy mau tanya mengenai tasyabbuh, sejauh mana  tasyabbuh yg di larang? apa yg berkaitan dg aqidah, cara ibadah atw dlm semua hal....?
Mhn penjelasan nya ustadzah....👏
Jawab:
Waalaikumussalam 
🔖Tolak ukur tasyabbuh adalah melakukan sesuatu yang menjadi ciri khas pihak yang diserupai. Sehingga yang dimaksud menyerupai orang kafir adalah adanya seorang muslim yang melakukan salah satu dari ciri khas orang kafir dalam segala aspek; baik tindakan ataupun material yang digunakan.
Sedangkan sesuatu yang telah tersebar di kalangan kaum muslimin dan tidak lagi menjadi ciri khas orang kafir maka tidak lagi mengandung unsur menyerupai orang kafir. Sehingga hal tersebut tidak lagi diharamkan karena alasan menyerupai orang kafir kecuali jika hal tersebut haram karena faktor lain; seperti kaum muslim menggunakan kalung salib. Jelas ini adalah tasyabbuh.
Yang kami katakan ini merupakan konsekuensi dari istilah tasyabbuh/menyerupai. Hal ini telah ditegaskan oleh penulis Fathul Bari 10/272, “Sebagian ulama salaf melarang memakai burnus (jubah yang ada tutup kepalanya) dengan alasan pakaian tersebut adalah pakaian para pendeta. Namun Imam Malik pernah ditanya tentang hukum memakai burnus, jawaban beliau, “Tidak mengapa”. Ada yang menyanggah, “Bukankah itu pakaian para pendeta?” Jawaban beliau, “Pakaian tersebut dikenakan oleh kaum muslimin di sini”….
Dalam Fathul Bari 1/307,

Pun sdh djelaskan sbagian di pertanyaan sblmnya y ummi:)
5⃣Perayaan ultah tu kn kebiasaan yahudi,tp ank2 mwnya ikut2n rayain ultahnya,sy udh jlskan bhwa ultah itu dilarang dlm islam. Mrk mengerti tp namanya ank2 pengennya kesenangan hati mrk. Akhirnya sy ajak ankq jlan2/wisata pas hr ultahny dgn niata ingin menyenangkn hatinya.
Apakh hal tsb trmasuk tasyabbuh atw gmn?
Mohon pnjelasanny
Sy ajak jln2 krn dy iri bnget dgn teman2ny.
Jawab:
🍀meluruskan niat dari apa yg ayah bunda lakukan untuk tidak mencontoh dari kebiasaan yahudi pun nasrani namun untuk bertafakur atas nikmat umur dan nikmat lainnya yg telah diberikan Allah SWT kepada nanda tersayang.

6⃣ Assalamualaikum wr wb
Ustadzah sy mau tanya
Bgm kah cara kita sebagai org tua untuk mengajarkan atau mendidik anak anak agar spy bs menjaga iman mereka dan bgm pula menghindari hal hal yg berbau tasyabbuh dgn lingkungan sekitar yg misalnya dominan dgn non islam ,, jazakillah
Jawab:
Waalaikumussalam
Dalam era saat ini butuh ekstra ilmu, kesabaran dan kualitas waktu dalam memberikan pemahaman kepada anak2 kita.
Dimana orang tua haruslah memperhatikan dua hal yaitu: 
💝1, memberikan informasi yang benar, yaitu yang bersumber dari ajaran Islam.  Informasi yang diberikan meliputi semua hal yang menyangkut rukun iman, rukun Islam dan hukum-hukum syariah.  Tentu cara memberikannya bertahap dan sesuai dengan kemampuan nalar anak.  Yang penting adalah merangsang anak untuk mempergunakan akalnya untuk berpikir dengan benar. Pada tahap ini orangtua dituntut untuk sabar dan penuh kasih sayang. Sebab, tidak sekali diajarkan, anak langsung mengerti dan menurut seperti keinginan kita. Dalam hal shalat, misalnya, tidak bisa anak didoktrin dengan ancaman, “Pokoknya kalau kamu nggak shalat dosa. Ummi nggak akan belikan hadiah kalau kamu malas shalat!”
🔖Ajak dulu anak mengetahui informasi yang bisa merangsang anak untuk menalar mengapa dia harus shalat.  Lalu, terus-menerus anak diajak shalat berjamaah di rumah, juga di masjid, agar anak mengetahui bahwa banyak orang Muslim yang lainnya juga melakukan shalat.
🌸2, jadilah orang tua (abi-ummi) teladan pertama bagi anak. Ini untuk menjaga kepercayaan anak agar tidak ganti mengomeli kita sebagai orang tua—karena kita hanya pintar mengomel tetapi tidak pintar memberikan contoh.
🔖Terbiasa memahami persoalan dengan berpatokan pada informasi yang benar adalah cara untuk mengasah ketajaman mereka menggunakan akalnya. Kelak, ketika anak sudah sempurna akalnya, kita berharap, mereka mempunyai prinsip yang tegas dan benar; bukan menjadi anak yang gampang terpengaruh oleh tren pergaulan atau takut dikatakan menjadi anak yang tidak ‘gaul’.

Menanamkan akidah yang kokoh sejak dini adalah tugas utama orangtua.  Orangtua yang akan sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya sendi-sendi agama dalam diri anak. Sehingga saat beririsan dengan kebudayaan, keyakinan dan tata cara yang berbeda maka anak akan lbh mudah memfilternya. In sha Allah.
✨ Rasulullah saw. bersabda:
Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Ibu dan bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. (HR al-Bukhari).

7⃣Kita percaya Allah sebagai penyembuh. Dalam hal ikhtiar ketika sakit selain kita ke dokter tapi jg ke alternatif, apakah dibolehkan jika alat yg digunakannya itu ada perantaraan jin misalnya.
Satu lagi bolehkah kita keras dalam menyuruh anak sholat, usianya sdh 9 tahun
Jawab:
Allah SWT yang Maha Menyembuhkan, jika tanpa ijin dan karunia Allah maka tidak ada satu makhluk pun yang dapat mencegah.
Apalagi bila kita manusia meminta pertolongan kepada selainNya, maka jatuhnya adalah menduakan Allah.
Yg kita perlukan hanyalah menguatkan keyakinan dan lebih meminta kepada Allah laiknya doa Nabi Ayyub.

Perihal mengajarkan kepada anak terkait shalat, usia 9 thn adalah fase kita sebagai orang tua untuk menyuruh lebih tegas bila perlu ada Reward dan Punishment yang lebih. Karena di usia inilah kebiasaan awal dan kesadaran awal utk beribadah menjadi pondasi d fase selanjutnya.
8. Ass. Ust. Mau nanya...nih. klu kita di suku Mandailing..ada namanya " mangupa-upa" yaitu ngasih makan enaklah minimal telor rebus klu kita misalnya naik kelas, lagi sakit atau kecelakaan, mau berangkat haji, menikah dll. Itu kebiasaan apa termasuk tasyabbuh.
Jawab:
Dalam penyebaran islam d Indonesia berakibat adanya akulturasi budaya. Namun hal itu perlu disaring kembali mana yg memenuhi syariat. 
Perihal tradisi "mengupa-upa" kasih makan enak ini ditujukan ke siapa y ummi?
🔖Jika ditujukannya kepada anak yatim, fakir miskin, tetangga, saudara ataupun kerabat. Maka tradisi ini mirip sprti "syukuran" dan dibolehkan selama tdk memberatkan yg memiliki hajat. Jika jatuhnya memberatkan maka jatuhnya adalah dzalim. Luruskan niat kembali.

🔖Adapun jika memberi makan enak kepada selainnya (yg disebutkan di atas) maka jatuhnya adalah syirik juga dapat menyerupai orang kafir.
Pointnya tradisi terkadang mnjd acuan dlm bermuamalah.  Bermuamalah yg baik di dlm masyarakat dlm konteks menjaga nilai syariat dan menjaga perasaan tetangganya jg mnjd keutamaan dlm menguatkan ukhuwah islamiyah.
9⃣ Assalamualaikum ustadzah..
Mau tanya batasan yg termasuk tasyabuh yg di nilai dari islam, apakah makanan (bhn halal) atau gaya rumah ala barat atau kebarat baratan itu jg tergolong tasyabuh klo kita meniru dari barat, dan untuk memasak kadang saya seneng niru" masakan barat mohon penjelasannya.. 
Jawab:
Tasyabbuh (menyerupai orang kafir) seperti penjelasan sblmnya mencakup sgl aspek; jd bentuk rumah pun sebaiknya pilih desain yg netral, misal tidak bergaya rhainesence.
Perihal makanan sbgai muslim point yg harus kita jaga adalah halal dan thoyyib. Makanan yg tdk mengandung unsur bacon dan diperolehnya tdk dengan mencuri misalnya.
In sha Allah penjagaan ini bukan berarti membatasi daya kreativitas umat muslim dari sisi artistik ataupun sbagai koki, melainkan slain makin handal dalam mengolah ide, Allah jg semakin ridho terhadap kita

Demikian hasil rekapan materi dan tanya jawab hari ini.
Kita tutup dengan membaca
Doa Kafaratul Majelis :


سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.    
       
   ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

#########################

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT