Fiqih dan Adab Sedekah

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Friday, January 9, 2015

Kajian Online WA Hamba اَللّٰه Ta'ala Ummi M10
Narasumber    : Abdurahman Wahid
Kajian            : SI
Matery           : FIQIH DAN ADAB SEDEKAH
Admin           : Bunda Rahmi Wa Umi
Editor            : Indah permata sari

 بسم الله الرحمن الرحيم

FIQIH DAN ADAB SEDEKAH

Beda Zakat Infaq Sedekah

1.Zakat berarti kewajiban atas harta atau kewajiban atas sejumlah harta tertentu untuk kelompok tertentu dalam waktu tertentu.
2.Infaq adalah : mengeluarkan harta yang mencakup zakat dan non zakat. Infaq ada yang wajib dan ada yang sunnah. Infaq wajib diantaranya zakat, kafarat, nadzar, dll. Infak sunnah di antara nya, infak kepada fakir miskin sesama muslim, infak bencana alam, infak kemanusiaan, dan lain lain.
3.Shadaqoh dapat bermakna infak, zakat dan kebaikan non materi / non harta. Contoh senyum, membuang duri dari jalan termasuk shadaqah.
Contoh ragam shodaqah dalam hadits

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَأَمْرُكَ بِالمَعْرُوفِ وَنَهْيُكَ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ ، وَإِرْشَادُكَ الرَّجُلَ فِي أَرْضِ الضَّلاَلِ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَبَصَرُكَ لِلرَّجُلِ الرَّدِيءِ البَصَرِ لَكَ صَدَقَةٌ، وَإِمَاطَتُكَ الحَجَرَ وَالشَّوْكَةَ وَالعَظْمَ عَنِ الطَّرِيقِ لَكَ صَدَقَةٌ ، وَإِفْرَاغُكَ مِنْ دَلْوِكَ فِي دَلْوِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ.

“  Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah, amar makruf dan nahi munkar yang engkau kerjakan adalah sedekah, engkau menunjukkan jalan orang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang buta adalah sedekah, engkau menyingkirkan duri dan tulang dari jalanan juga sedekah, engkau mengisi ember saudaramu yang kosong juga sedekah “ (HR Tirmidzi, dishahihkan oleh Albani)

Salah paham dalam memahami shodaqah
1.Shodaqah mengurangi HARTA.
Padahal shodaqah itu menambah rizqi

قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Katakanlah, "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)." Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS Saba’ ayat 39)

مَا نَقَصَ مَالُ عَبْدٍ مِنْ صَدَقَةٍ

Rasulullah SAW bersabda : Tidak akan berkurang harta

2.Yang terpenting ibadahnya dan dzikirnya.
Padaahal kalau melihat sejarah bahwa para Sahabt Rasulullah saw berlomba lomba dalam shodaqah baik yang kaya atau yang miskin

أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالُوْا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَا رَسُوْلَ اللَّهِ! ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِالأُجُوْرِ يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّيْ، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ

Sekumpulan Sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada beliau: Wahai Rasulullah, orang-orang yang berharta pergi dengan membawa banyak pahala, mereka salat sebagaimana kita salat, mereka berpuasa sebagaimana kita berpuasa, namun mereka dapat bersedekah dengan kelebihan harta mereka .....

3.Yang penting ikhlas walaupun kecil
Padahal lebih besar lebih bagus.

لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya (QS Ali Imron 92).

4.Shodaqah nunggu kaya
Padahal shodaqah tidak harus menunggu kaya.
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (Mutafaqalaih)
“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik diwaktu lapang maupun sempit ... (Q.S. Ali Imran 3:133-134).
[12:22 malam 08/01/2015] Ustd Abdurahman Wahid: Keutamaan shodaqah
1.Shodaqah menambah Rizqi
Nabi SAW pernah bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, sala satunya berkata: “Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq.” Sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata: “Ya Allah berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya).” (H.R. Bukhari – Muslim).
2.Menjaga dari api neraka
Rasulullah SAW bersabda: “Jauhkan dirimu dari api neraka, walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma.” (HR Bukhori Muslim)
3.Mengobati dari penyakit
Rasulullah SAW bersabda, “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.” (H.R. Ath-Thabrani)

Adab bershodaqah
1.Niat yang Ikhlash
Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan (QS Hud 15-16)
2.Tidak mengungkit dan menyakiti
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima) .. “ (QS Al Baqoroh : 264
3.Tidak menunda nunda shodaqah
Rasulullah SAW ditanya : “sedekah apakah yang paling besar pahalanya?”  Maka beliau menjawab:
أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلَ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا أَلَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
“Yaitu kamu bersedekah saat sehat, kikir, takut miskin, & kamu berangan-angan utk menjadi hartawan yang kaya raya. Dan janganlah kamu menunda sedekah, hingga nyawamu sampai di tenggorokan, barulah kamu berkata, “Ini utk si fulan & ini utk fulan. Dan ingatlah, bahwa harta itu memang utk si fulan.” (HR. Al-Bukhari Muslim)
4.Menutupi jika diperlukan
“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 271)
“Seseorang yang bersedekah kemudian dia menyembunyikan sedekahnya hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan tangan kanannya.” (Hadis Riwayat Bukhari, no. 629. Muslim, no. 1031)
5.Tidak member yang buruk
“Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya.” (QS. Al-Baqarah: 267)
[12:23 malam 08/01/2015] Ustd Abdurahman Wahid: Kepada Siapa bershodaqah
Panduan umum
Mereka bertanya kepada engkau tentang apa yang mereka infakkan, Jawablah! Apa sahaja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa sahaja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui". (al-Baqarah, 2: 215)
Panduan khusus
1.Prioritas keluarga
Satu dinar kamu infakkan pada jalan Allah, sedinar diinfakkan untuk membebaskan hamba, sedinar engkau sedekahkan kepada orang-orang miskin dan sedinar engkau infakkan kepada keluarga engkau, yang paling besar pahalanya yang diinfakkan kepada keluarga engkau". (Hadis Riwayat Muslim)
2.Sanak kerabat
“Sedekah kepada orang miskin adalah satu sedekah, sedangkan sedekah kepada kaum kerabat adalah dua sedekah: Satu sedekah & satu lagi menyambung silaturahmi.” (HR. Ahmad)
3.Muslim berkarakter baik
Bertakwa,  bukan ahli maksiat

قَالَ « لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تَقِىٌّ ».(أبو داود)

Berilmu, bukan pemboros

وَلَا تُؤْتُوا السُّفَهَاءَ أَمْوَالَكُمُ الَّتِي جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ قِيَامًا  ( النساء 5)
Mempunyai Izzatu Nafs  (Harga Diri)

يَحْسَبُهُمُ الْجَاهِلُ أَغْنِيَاءَ مِنَ التَّعَفُّفِ تَعْرِفُهُمْ بِسِيمَاهُمْ لَا يَسْأَلُونَ النَّاسَ إِلْحَافًا (البقرة 273)

Fiqh yang berkenaan dengan Shodaqah
1.Izin suami dalam bershodaqah
"Janganlah bersedekah seseorang perempuan dengan sesuatu dari rumah suaminya, melainkan dengan seizin suaminya. Seseorang sahabat bertanya :Wahai Rasulullah, apakah makanan juga tidak boleh? Baginda menjawab : Makanan adalah harta yang termulia". (Hadis Riwayat at-Turmidzi)
Tidak mengapa kalau sekedarnya
Asma binti Abi Bakar bertanya kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam beliau berkata : Az-Zubir seorang yang tegas. Datang kepadaku orang-orang miskin, bolehkah aku bersedekah kepada mereka dari harta rumah dengan tiada izinnya? Bersabda Rasululah saw : Bersedekahlah sekadarnya dan janganlah kamu terlalu penyimpan, sehingga Allahpun menahan pemberian-Nya kepadamu". (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)
Pahala Buat suaminya
Apabila seorang perempuan bersedekah dari makanan rumahnya dengan tidak boros, ia mendapat pahala dari apa yang disedekahkannya serta suaminya juga (mendapat) pahala dari apa yang diusahakan, dan bagi pekerjanya (pembantunya) juga demikian. Tiada mengurang oleh yang seorang akan pahala yang lain, walaupun sedikit". (Hadis Riwayat Bukhari)
2.Menarik kembali Shodaqah
Jumhur Ulama (kecuali Abu Hanifah) tidak membolehkan :

الْعَائِدُ فِي هِبَتِهِ كَالْكَلْبِ يَقِيءُ ثُمَّ يَعُودُ فِي قَيْئِه (وفي لفظ) الْعَائِدَ فِي صَدَقَتِهِ

Orang yang meminta kembali pemberiannya, bagaikan anjing muntah, lalu menelan kembali muntahnya.“ (HR Abu Daud)
Perkecualian dari ayah untuk anaknya :
"Tidak seorang pun yang boleh menarik kembali hibahnya (pemberiannya) kecuali pemberian ayah kepada anaknya."(HR. Abu Daud, Ibnu Majah, at-Tirmizi dan an-Nasa`i).
3.Shodaqah buat non Muslim
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.” (QS. Al Mumtahan
4.Shodaqah dari harta Haram
“Tidaklah diterima shalat tanpa bersuci, tidak pula sedekah dari ghulul (harta haram)” (HR. Muslim no. 224).
*adapun harta haram yg tidak bisa dihindari/tidak diketahui pemilik asalnya, bisa disalurkan ke kepentingan umum kaum muslimin, dan dihindari untuk masjid menurut pendapat yg lebih.

Rekap Tanya Jawab

1. Penghasilan 500-1juta perbulan. Apakah masuk ke dalam zakat wajib? Dlm Hal ini adl profesi guru. Mohon penjelasan ny Ustadz ttg nisab zakat profesi..
2. Shodaqoh harus izin suami. Bagaimana jika itu uang pribadi istri. Apakah harus melalui izin suami??
3. Bagaimana dg barang2 yg kita miliki d rumah, misal motor, tv, hp, kulkas Dan peralatan rumah tangga lain ny apakah wajib d zakati?
Afwan Ustadz bnyak pertanyaan ny. Jazakallah khair qoblahu 
4. bolehkah kita sedekah sama saudara/kluarga sendiri yg tdk mampu... (saudara kandung/nenek)

Pertanyaan 1
Hitungan zakat profesi
2,5% x (penfhasilan total - pembayaran hutang/cicilan)
Nishabnya adalah 520 kg beras..
Kalau penghasilan 1 jutaan belum mencapai nishabnya karena masih dibawah 520 kg beras..
Klu mau bersedeqah silagkan saja
Pertanyaan 2
Kalau harta hasil usaha istri maka hak istri terserah mau dikemanakan,,tidak usah izin suami..
Tapi klu di komunikasikan lebih bagus..

Pertanyaan 3
Harta benda yg kita gunakan seperti rumah, mobil, emas dll maka tidak wajib zakat..
Kecuali klu rumah di kontrakan maka hasil kontrakannga harus di zakatkan kalau sudah mencapai nishob
Mobil kalau di rentalkan harus di keluarkan zakat dari hasil rentalnya
Begitu juga emas kalau investasi maka harus di keluarkan
Nishabnya adalah 85 gram emas, dikeluarkan 2,5 persen..
Pertanyaan 4
Boleh..dan itu menjadi prioritas kepada saudara terlebih dahulu.. seperti disebutkan di materi..

Pertanyaan bunda allan
Boleh bunda..dan itu lebih di prioritaskan..disebutkan di materi kepada siapa kita bersedeqah..
Prioritas kepada kerabat termasuk saudara kandung..
Kalau zakat tidak dibolehkan kepada orang yg menjadi tanggungan kita..klu suami maka tidak boleh zakat kepada istri, orang tua dan anak..
Klu zakat buat saudara kandung, paman dan kerabat lainnya asal mereka masuk ke golongan 8 maka dibolebkan juga
Bunda Rahmi:
Ustadz saya ingin bertanya ttg hadist " tdk seorangpun yg joleh menarik kembali hibahnya kecuali pemberian ayah kpd anaknya". Apakah maksudnya? Apakah ayah boleh meminta kembali pemberiannya krn ada ortu yg sampai berkata spt ini: "sdh byk tenaga dan harta yg ku habiskan utk membesarkanmu sekarang apa balasanmu?" Bolehkah ortu berkata spt itu kpd anaknya?
Bunda Rahmi:
Ustadz bgm kalau kita menemukan uang (jumlahnya tdk byk mis: 1000, 5rb, 10 rb) bolehkah langsung kita shodaqahkan dgn niat atas nama org yg py uang krn kalau diumumkan kita jg tdk tahu mau diumum pada siapa

Pertanyaan bunda yuliana
Kalau seperti yg bunda kisah kan maka tidak usah karena bentuknya masih sama2 uang..
Kecuali kalau sama bunda di investasikan maka ketika itu wajib lagi zakat..jadi zakat investasi.. atau dibelikan ternak dan sudah sampai nishab maka wajib zakat peternakan..

Peryanyaan bunda waffa
Mengambil kembali hibah atau sedekah yg telah diberikan hukumnya tidak boleh, kecuali orang tua kepada anaknya, maka yang demikian itu boleh dintarik kembali sesuai dengan hadits Rasulullah saw yg disebutkan bunda waffa.
Orang tua tidak boleh mengucapkan kata2 tersebut, karena mendidik dan membesarkan anak adalah kewajiban orang tua..
Tetapi disisi lain si anak juga harus tahu terima kasih kepada orang tua yg telah mendidik dan membesarkannya..
Antara orang tua dan anak harus saling menyadari..
Tary ODOJ: Afwan ustadz..mau tanya..di situ di sebut
' shodaqoh dari harta haram tidaklah di terima shalat tanpa bersuci..
Misalkan ana nabung di bank buat pendidikan berjangka..tujuan kami hanya duit terkumpul. Bolehkah bunganya di sumbangkan ke masjid atau tidak di ambil aja..?
Zakat mal itu min berapa ya. Misal ana di kasih belanja suami 2 jt.
Juga ada bisnis kecil2an..perlukah mengeluarkan zakat mal..?
Syukron ustadz 
Kalau memungkin kan di umumkan dulu di umumkan,,kalau tidak ya sudah di infaq kan saja tidak apa2.. dan biasanya uang sebesar itu bagi sebagian orang tidak jadi masalah..

Pertanyyan bunda tary desy
Tabungannya halal bunda yg haram di bank adalah bunganya..khan itu uang kita.,tetapi kalau bisa di bank syariah lebih selamat kalau menabung..
Jadi boleh kita sumbangkan ke masjid darinuang tabungan kita bukan dari bunga/ribanya..
Zakat mal minimal 85 gram emas..tinggal di kalikan saja harga emas per gram berapa..
Kalau uang belanja mah tidak usah di zakatkan..cuma kalau mau dialokasikan buat shadaqah boleh..
Bisnis juga walaupun kecil2an kalau sudah mencapai 85 gram maka wajib zakat..zakatnya tiap tahun..
Rumus zakat perdagangan
Nilai barang dagangan+uang dagang yg ada+piutang yg kemungkinan di bayar - hutang yg jatuh tempo (yg jatuh tempo pas waktu pengeluaran zakat bukan total hutang)
Nishabnya 85 gram emas..
Masanya(haul) satu tahun
Tary ODOJ: Afwan ustadz bingung itung2 zakat mal.
Misal ana punya keuntungan bersih 1,2jt-2 jt..apa itu di kali selama setahun kalau nyampe 85 gr emas baru di zakati..
Satu lagi ustadz kalau kita pinjem duit di bank terus buat belu rumah buat kontrakan apakah perlu di zakati tp sepertinya gak berkah ya ustadz kalau utang bank buat usaha kayak gitu.
Ini ada tawaran dari bri syariah  tp ragu mau ambil.
Afwan ustadz jd konsultasi.
Pas satu tahun harta yg ada berapa bu. Bukan tiap bulan di hitung baru di total..
Kalau pas setahun tidak nyampe 85 maka tidak wajib zakat..
Pinjaman tidak wajib zakat..khan kalau mau zakat aja di kurangi hutang dahulu..
Klu bank syariah tidak apa2 bu..walaupun mungkin bank syariah di kita belum 100 persen murni syariah.,tetapi kalau kita tidak mendukung bahaya juga..
Tapi kalau ada yang mau investasi dan bagi hasil daripada meminjam ke bank lebih bagus juga..
Umi : Assalamu'alaikum ustad...tolong penjelasannya mengenai zakat profesi terus cara perhitungannya seperti apa ustad...mohon penjelasannya syukron...☺
Waalaikum salam
Zakat profesi adalah zakat karena profesi sesorang. Contoh dokter, perawat, guru dll..
Penghitungannya adalah
2,5% x(total penghasilan - hutang/cicilan)
Nishabnya 520
Waktu pengeluarnya adalah setiap menerima penghasilan..
Umi: Angka 520 kg itu dari mana ustad? Apakah zaman rosululloh itu menggunakan 520 kg kurma sebagai acuan?atau memakai acuan kurma sekian sak...apa acuannya gandum...?
Kalau kita buka literatur kitab-kitab fiqih yang muktamad, sebenarnya para ulama sama sekali tidak pernah bicara tentang kewajiban zakat atas hadiah yang kita terima. Rasulullah SAW sendiri seringkali mendapat hadiah dari orang, tetapi tak sekali pun beliau SAW mengajarkan bahwa hadiah itu harus dizakati.
Kalau diqiyashkan kepada rikaz atau harta karun juga tidak tepat..
Jadi tidak wajib zakat dr hadiah atau undian dr bank..
Diqiyashkan kepada zakat pertanian..karena di kita pertanian berlakunya padi maka 520 kg beras..
Afwan karena banyak masalah zakat profesi saya tulis dibawah ini
zakat profesi adalah pendapatan berupa gaji/upah yang diperolehnya berdasar profesinya. Baik itu dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya. Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang hartanya sudah cukup nisabnya untuk dibagikan kepada para mustahik zakat.
Zakat profesi memang belum dikenal terutama khasanah ulama klasik. Sedangkan ulama kontemporer –berdasarkan hasil muktamar Internasional Pertama tentang zakat– bersepakat bahwa zakat profesi hukumnya wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nisab berdasarkan dalil-dalil firman Allah Swt: “ Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.(QS. Adz-Dzariyat (51): 19) “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267) "Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. at-Taubah : 103)
Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan dan mengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semua penghasilan dan pendapatan.

Kita tutup dengan membaca
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.   

                          ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT