Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Hukum Memasang Foto di Media Sosial

Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala
Rekap materi kajian M12 Bunda
Kamis , 08 Januari 2015
Materi: fiqih
Narasumber: Ustzh pristia
Admin:Meisha/Arini
Notulen: Laela/Fitri
Editor: Indah Permata Sari

Assalamualaikum wrwb 

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini materinya tentang muslimah

Hukum memasang foto di media sosial


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi dan Ahmad.)
Diantara dampak negatif wanita memajang foto wajah di internet:
- Bisa membuat pria yang sengaja maupun tak sengaja melihatnya menjadi tergoda, mengotori hatinya, membuat terbayang siang malam, bahkan bisa menimbulkan niat-niat buruk atau bahkan sampai melakukan kejahatan.
Meski seorang wanita menutup seluruh badan kecuali wajah dan telapak tangannya, kemudian ia memamerkan dirinya di social media maka ini pun tidak bisa menjamin selamatnya orang yang melihat dari fitnah, sebab wajah wanita memiliki daya tarik yang sangat kuat terhadap laki-laki, sehingga, meski seluruh badannya tertutup dengan baik akan tetapi jika wajahnya dibuka dan dipampang di depan pengunjung akun, maka itu bisa menimbulkan fitnah di hati orang yang memandangnya.
Disebabkan orang yang menyaksikan foto itu bisa terfitnah maka tidak dibolehkan memampang foto wajah itu di halaman situs yang bisa diakses oleh para pria yang bukan mahromnya.
- Menggoda pria, membuat pria tidak menundukkan pandangan, padahal dalam Al Quran diperintahkan menundukkan pandangan. Jika di dunia nyata, pria tidak akan berani lama- lama menatap wanita, apalagi yang belum dikenalnya. Pria akan malu kalau kelihatan sedang melihat wanita tersebut terus-menerus. Namun foto di internet, para lelaki bisa melihatnya lama-lama tanpa merasa malu, sebab tidak ada orang yang tahu. Dan hal tersebut bisa mendatangkan berbagai dampak negatif baik bagi pria maupun wanita. Sudah seharusnya para wanita menolong para pria dgn cara mencegah terjadinya hal tersebut, yaitu dgn tidak memajang fotonya.
- Betapa banyak wanita yg menjadi korban pria jahat berawal dari Facebook, diajak ketemuan, ditipu, diculik, diperkosa, dibunuh, dll, diawali oleh pria tertarik melihat foto sang wanita di FB, sebagaimana sering diberitakan media massa.
- Foto anda bisa dicopy dan diedit oleh orang-orang jahat, dijadikan foto porno, atau digunakan untuk hal-hal lain yang merugikan, (misalnya orang membuat suatu akun dengan memakai foto-foto anda) Allah subhanahu wa ta’ala telah memerintahkan muslim dan muslimah untuk menjaga pandangannya dari lawan jenis yang bukan mahram. Tak sampai di situ Allah pun memerintahkan masing-masing kepada mereka untuk saling menjaga diri.

Ketika mengupload foto Anda di internet maka anda secara tak langsung telah “menandatangani kontrak” bahwa anda membebaskan siapapun bebas untuk memandang Anda tanpa terkecuali. Terus dimana penjagaan Anda terhadap kehormatan Anda dan orang lain?
Wahai para wanita...tahukah anda bahwa:
(1) Semakin banyak pandangan lelaki yang tergiur denganmu (jika sengaja pamer kecantikan/keindahan tubuh dan tampil menggoda) semakin bertumpuk pula dosa- dosamu
(2) Semakin sang lelaki menghayalkanmu...semakin berhasrat denganmu maka semakin bertumpuk pula dosa-dosamu 
(3) Janganlah anda menyangka senyumanmu yang kau tebarkan secara sembarangan tidak akan ada pertanggungjawabannya kelak..!!!. Bisa jadi senyumanmu sekejap menjadi bahan lamunan seorang lelaki yang tidak halal bagimu selama berhari-hari.., apalagi keelokan tubuhmu....
(4) Bayangkanlah... betapa bertumpuk dosa-dosa para artis dan penyanyi yang aurotnya diumbar di hadapan ribuan...bahkan jutaan para lelaki??
(5) Jika anda menjaga kecantikanmu dan kemolekan tubuhmu hanya untuk suamimu...maka anda kelak akan semakin cantik dan semakin molek di surga Allah...,
(6) Akan tetapi jika anda umbar kecantikanmu dan kemolekanmu maka ingatlah itu semua akan sirna dan akan lebur di dalam liang lahad menjadi santapan cacing dan ulat...dan di akhirat kelak...bisa jadi berubah menjadi bahan bakar neraka jahannam!! juga dulu tidak tau. Namun sekarang Saya alhamdulillah Sudah tau.

Demikian materi yang dapat saya sampaikan

Rekap tanya jawab

Tanya:
Bagaimana kalau foto keluarga. .. apakah sama juga?

Jawab:
bisa namun mohon fotonya tidak mendekat atau close up. Karena beberapa orang dapat mempergunakan foto kita ke hal-hal yang negatif. Seperti memotong foto wajah kita dan mengganti dengan badan orang lain. Dan badan itu bisa saja tidak berhijab. Afwan

Tanya:
Yuliyanti: Bagaimana kalau pakai minyak wangi nya pakai semprotan setrika, misal rapika atau kispray

Jawab:
bisa. Niatnya agar baju kita tidak apek. Tapi tidak banyak ya bun.

Tanya:
Dewi24: Iya bu ustadzah...bagaimana kalo pakai pewangi pakaian..?

Jawab:
bisa. Niatnya agar pakaian tidak apek. Tidak terlalu banyak ya.

Tanya: Um ...kalau poto yang di pakai berupa tulisan bagaimana.... Tapi kan ada tulisan yang agak gimana gitu...
Jawab:
intinya jangan foto yang close up. Bisa sambil posisinya agak menjauh.

Tanya:
Erni: Um bagaimana kalau majang foto di dalam rumah gimana hukumnya? Seperti foto keluraga. Pernikahan dan wisuda dll

Jawab:
yan ini sabar ya bun. Ada hadistnya.

Tanya:24yosi: 
Ustazah di mna letak atau hukumnya pakai cadar?

Jawab:
tiap orang mempunyai pegangan hadis serta yang di anut. Semua tergantung manusianya.
Afwan . Nanti saya tanyakan yang lebih paham.

Tanya:
wanita yang pakai minyak wangi ataupun berpakaian tapi seperti telanjang jika melewati kaum laki laki akan menimbulkan fitnah .

Jawab:
benar bunda

tanya:
Maksud menimbulkan fitnah itu itu gimana ?

Jawab:
bunda. Jika kita memakai parfum pastilah baunya kuat. Pastilah laki-laki non mahram akan bau dan menoleh ingin melihat lalu ia akan melihat bunda dari atas hingga bawah dan melihat apa yang tidak seharusnya ia lihat. Itu fitnah bagi kita wanita dan dosa buat kita wanita jika laki-laki tersebut melihat kita lebih dekat

tanya:
maksudnya atau contoh berpakaian seperti telanjang itu yang gimana ?

Jawab:
ketat dari atas hingga bawah. Memakai celana ketat bajupun ketat hijabnya juga tak menutupi dada.

Tanya:
jika yang melihat wanita itu seorang perempuan juga apa si perempuan itu juga dosa ?

Jawab:
tidak asalkan tetap memperhatikan batasan aurat tidak bebas juga bun. Takutnya ada perempuan yang pikirannya ada nafsu terhadap wanita. Afwan

tanya:
Kalau foto pp yang di upload foto berdua dengan suami atau sama anak-anak bagaimana bu? Boleh ga?

jawab:
boleh asal tidak dekat dan menjauh. Bun tolong yang punya anak gadis juga di perhatikan. Banyak kasus orang mengganti badan dengan foto kita. Dan badannya tidak memakai hijab. Banyak aplikasi foto bun sekarang.

tanya:
Yulia: Assalamu'alaikum wrwb., Bu Ustadzah pake make up wajah itu hukumnya apa ya. Dulu saya suka pake make up sekarang sama sekali tidak karena takut

Jawab:
bisa memakai asal thidak mencolok. Yang natural saja agar tidak pucat. Lipsglos atau lipstiknya yang natural berikut bedak dan eyeshadow semua natural.

Tanya:
kalau pake lipbalm gitu boleh ga ustadzah biar bibir ga kering karena kena kemarau

jawab:
bisa

Tanya: Asslamualaikum ustazah.dari tadi nyimak aja...berhias untuk suami.bagaimana kalau kita jalan sama suami...suami minta kita untuk berhias walaupun hanya bedak dan lipstik biar tak malu maluin.....apa itu dosa juga.?

Jawab :
tidak bunda sayang. Yang dianjurkan malah di depan suami malah kita dapat pahala.

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
  
                          ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه