Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

INDAHNYA UKHUWAH KARENA ALLAH


Kajian Online WA Hamba الله Ta'ala
(Link Nanda)

Hari / Tanggal : Senin, 26 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Umar Hidayat & Ustadzah Rochma Yulika
Materi : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu 'alaikum wr wb... alhamdulillah, keif hal saudariku? Berharap kebaikan hingga di ujung kehidupan. Berharap keselamatan hingga bersua dengan kematian....aamiin
Kita mulai yuk

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

"Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat."

Aku bagi kisahku dulu sebelum masuk materi
============================================================
Dahsyatnya Kekuatan Doa dan Harapan
Oleh: Rochma Yulika

Bermula dari keinginan untuk mengunjungi baitullah. Alhamdulillah meski kuota haji sudah dapat dan menunggu sekitar 10 an tahun namun aku bersyukur sudah menunjukkan tekadku untuk hadir di tanah haram.nAku berharap sebelum aku haji sedianya 2015 aku ingin berangkat umroh. Sebagai pelepas kerinduan yang membuncah untuk berkunjung ke baitullah. Bulan-bulan di akhir 2014 seolah menjadi saksi harapan dan impianku. Doa dan harapan tiada putus terlantun seiring helaan nafasku.

Bulan november tekadku sudah bulat bahwa sebagian rizkiku akan aku gunakan untuk pergi ke tanah suci. Tak henti aku meminta di waktu-waktu doa diijabahkan. Saat sakit dirasa, saat hati terluka, saat caci diterima, yang terlintas hanya keinginanku berangkat ke tanah suci. Saat-saat dikabulkan doa tak kulewatkan untuk memohon penuh harap. Kala aku safar, kala kulalui rintik hujan, habis sholat malam, setelah tilawah, itulah antara lain waktu yang tak terlewatkan olehku untuk mengajukan pinta kepada Nya.

Akhir Desember 2014 aku sudah menggenapkan tabunganku untuk mendapat satu kursi. Alhamdulillah aku berharap satu kursi lagi aku dapatkan di awal tahun 2015. Sudah bulat tekadku, sudah merasa sangat dekat hatiku dengan baitullah. Sangat dekat. Bahkan sering basah mataku lantaran kerinduan hadir di baitullah. Terus dan terus... Kupanjat doa setiap saat. Seolah tiada kesempatan yang terlewat. Untuk meminta sepenuh harap.

Kamis tanggal 15 januari 2015 bertemulah aku dengan temanku yang menjadi marketing tour and travel. Entah apa gerangan aku berani bertanya berapa biaya dan bagaimana prosedurnya untuk berangkat. Temanku menjelaskan jumlah biaya dan teknis keberangkatan. Entahlah.... Mengapa semakin kuat semakin dekat hatiku dengan baitullah. Meleleh... Kala ingat kerinduanku. Doa kupanjat semakin kuat. 

Rabu sore kemarin aku pulang mengajar sekitar sesaat sebelum ashar. Aku pulang bersama anakku yang paling kecil. Ahmad Ismail haniya namanya. Ketika melintasi gerimis aku membuka percakapan dengan anakku. "Dek... Saat-saat kita melewati rintik hujan seperti ini Allah kabulkan doa. Yuk kita berdoa, Adek doakan Ummi ya" nasihatku pada anakku. Dia mendengarkan dengan seksama. Aku ajak dia berdoa tiada henti saat melewati gerimis. Salah satu doa yang kuucap adalah keinginanku untuk umroh. Anakku nampak termenung sepertinya dia mengikuti gumamanku. Kuucap terus... Terus dan terus tentang keinginanku. Kebiasaan kami untuk menanamkan nilai-nilai islami agar tertanam dalam jiwa-jiwa anak kami keimanan yang kuat kepada Allah swt. Kami selalu ajarkan dahsyatnya kekuatan doa dan harapan kepada mereka.

Peristiwa yang tak terlupa itu tepatnya kamis 22 januari 2015. Rencana Allah memang bukan yang tercepat, bukan pula terindah tapi aku yakin bahwa rencana Allah itulah yang terbaik.

Pagi itu sempat ada teman yang menawari keberangkatan umroh model back packer. Sempat aku tertarik untuk ikut. Bukan karena murah saja namun karena keinginanku berangkat dan sementara kuota baru 1 kursi. Iseng-iseng aku bertanya tentang umroh model BP tersebut.

Nekat?? Hmmm...
Namun belum usai pikiranku menerawang ke umroh BP tersebut ada seseorang yang shalihah menghubungiku. Berawal dari percakapan ringan. Dia bertanya, "Bunda sudah umroh belum?" Aku jawab belum karena memang sedang ingin berangkat. Aku bercerita bahwa baru satu kursi yang sudah siap. Tak berselang lama wanita shalihah itu bertanya padaku. "Bunda mau tidak umroh tahun 2016 bulan januari?" Aku menjawab, "memang keinginanku sebenarnya 2015 ini tapi jika meleset ya semoga 2016 aku bisa berangkat."

Tak lama kemudian wanita shalihah itu bertanya yang membuatku terharu biru. Entahlah perasaan apa yang berkecamuk dalam hatiku. Bertanyalah ia, "Bunda maukah berangkat umroh bersamaku? Dan Aku yang akan membiayai keberangkatan Bunda."

Nyes.... Meleleh aku menerima karunia besar dari Allah melalui wanita mulia tersebut. (Semoga Allah memuliakannya hingga akhir hidupnya). Hanya mampu berucap syukur, Alhamdulillah, masya Allah, Allahu akbar. Semoga Allah memudahkan jalan kami. Mengijinkan kami bertandang di rumah Nya yakni baitullah.

Tak ada doa yang tak terjawab bila kita panjatkan sepenuh harap. 
Tak ada doa yang tak diijabahi bila kita lantunkan sepenuh hati. 
Tak ada doa yang tan terkabul bila kita berdoa di saat-saat yang maqbul.

Ketika suatu hal menjadi mustahil, doa mengubah segalanya. Ketika tiada satupun jalan keluar, doa mengubah segalanya. Ketika tidak ada pengharapan, doa mengubah segalanya. Doa membuat kita kuat, doa membuat kita bertahan kala terasa bertambah beban dalam menjalani kehidupan.  Doa membuat kita memiliki harapan dalam menyelesaikan perjalanan. 

Dekatkan diri dengan amalan. 
Dekatkan lisan dengan Al Quran. 
Dekatkan jiwa dengan keikhlasan. 
Dekatkan akhlak dengan ketaatan. 
Dan dekatkan pribadi dengan keshalihan.

Bila memperbanyak amalan kan hadir keberkahan. 
Bila mendekat dengan Al Quran niscaya kan raih kemuliaan. 
Bila belajar tentang keikhlasan kelak akan datang kemudahan. 
Dan bila keshalihan menjadi kebiasaan ridla Allah kan terlimpahkan.

Memacu diri menjadi manusia pilihan. 
Bukan lantaran haus akan pujian. 
Bukan karena dahaga akan sanjungan. 
Semua yang diusahakan karena kebaikan di penghujung kehidupan.

Jika Al Quran sudah jadi santapan maka kan hadir sikap kehati-hatian. 
Bila tilawah sudah jadi hiasan di lisan maka semangat hidup kan selalu terbarukan. 
Berharap hidup dalam penjagaan. 
Agar kelak selamat sampai tujuan.

Teruntuk sahabat surgaku..
Semoga kelak surga terindah untukmu. Hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk kebaikanmu. Aamiin Ya Rabbal 'alamin
Yogyakarta, 23 Januari 2015

============================================================

"Ukhuwah itu indah karena lahir dari pribadi yang istiqamah bukan lahir dari pribadi - pribadi yang suka marah"

Ada sebuah nasihat dari ibnul Qoyyim Al Jauzi. Ukhuwwah itu hanya sekedar buah dari keimanan kita kepada Allah. Jadi jika ukhuwwahnya bermasalah mari kita evaluasi keimanan kita kepada Nya. Efek dari hubungan baik kita dengan yang ada di langit secara langsung berefek pada baiknya keterhububungan kita dengan bumi.

Dalam sebuah kutipan ada yang mengingatkan pada kita 
#Sebesar cintamu pada Allah, sebesar itu pula cinta orang lain kepadamu. Sebesar ketakutanmu akan murka Allah, sebesar itu pula keseganan orang lain terhadapmu. Sebesar kesibukanmu pada Allah, sebesar itu pula orang lain sibuk untukmu.  ''kutipan Al Mughirah''# 
Begitu juga dalam Ayat Al quran.
Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat." (QS. AL HUJURAT:10)
Hati yang beriman adalah hati yang jelita disebabkan dalam hati mereka selalu bersambung dengan Allah dan selalu meneladani rasulullah. 

Salim fillah berkata, hati yang jelita itu adalah hati yang selalu mengulurkan rasa cinta pada sesama. Hati mereka selalu tunduk pada Allah dan rasulullah sehingga mudah tunduk pada ukhuwah meski dengan berbagai perbedaan yang ada. Dan rendahkanlah dirimu bila bersama orang mukmin. Kita diminta berendah hati bila kita mau meneladani rasulullah. Karena ketika kita merendah kita tak akan mudah terjatuh. Dan bila sampai terjatuh tak begitu terasa sakit.

"Sungguh tiap mukmin itu bersaudara."

Tak usah risau lantaran ukhuwah hanya akibat dari iman. Karena saat kita melemah, saat keakraban kita merapuh. Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan.  Saat kebaikan justru melukai. Sesungguhnya yang rusak bukanlah ukhuwah. Tapi iman-iman kita sedang sakit. Mari kita waspai jebakan setan hingga melemahkan keimanan

PERSAHABATAN bukanlah pelangi, yang indah hanya sekejap..
PERSAHABATAN bukan pula matahari, yang menemani 1/2 hari..
PERSAHABATAN  adalah HATI yang melekat dalam diri & akan ada dalam jiwa.
PERSAHABATAN bukan pula BULAN yang nampak indah hanya saat PURNAMA      
Ia seperti UDARA yang kita hirup saat terlelap dan terjaga.

Indahnya Ukhuwah Karena Allah
Oleh:Rochma Yulika

Kekuatan CINTA....
Mampu merubah kebencian menjadi kasih sayang
Mampu merubah permusuhan menjadi perdamaian
Mampu merubah duka menjadi suka
Mampu merubah derita menjadi bahagia

Cinta tak mengajarkan kita lemah namun cintalah yang mengajarkan kita semakin terarah
Cinta tak mengajar kita tuk menghinakan diri namun cintalah yang mengajarkan kita tentang budi pekerti

Mari semai indahnya cinta ukhuwah di forum ini
Saling mengenal, memahami dan menyayangi

Menjadi cahaya walau tak tersentuh, tapi selalu menerangi..
Menjadi angin walau tak berwujud, tapi selalu memberikan kesejukan..
Menjadi sahabat walau tak bersama, tapi selalu memberi kehangatan dan doa..

"Tidaklah seorang muslim brdoa untuk sahabatnya yang tidak ada dihdapannya, kecuali ada malaikat yang ditugaskan untuk berkata; "Aamiin..dan juga bagimu  seperti apa yang kau doakan" (HR.Muslim)

Maka jagalah CINTA kepada sahabat kita karena Nya
Kelak akan dapat kebaikan pada akhirnya.

Cintailah sesama muslim
Rasulullah SAW bersabda : "Tidak sempurna iman seseorang diantaramu hingga mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri."(Bukhari - Muslim)  
Dan jika ada yang mengucapkan uhibukum fillah. Jawabnya. Ahabbakallaahulladzi ahbabtanii lahu.. Semoga Allah mencintaimu, dzat yang menyebabkan engkau mencintaiku. Jawaban yang dituntunkan rosulullah jika ada yang menyatakan uhibbukum fillaah  (HR. Abu daud, nasa'I, ibn hibban)

"Ini Allah yang menyampaikan. Kalo masih ada jiwa - jiwa yang suka merusak ukhuwah, tunggulah.. tunggulah azab Allah nyata adanya"

Sahabat Surgaku...
Berhati-hati menjaga hati
Bila hati dipenuhi dengan dzikir niscaya akan menyelamatkan diri pada hari akhir
Bila hati dipenuhi dengan doa niscaya akan membantu pemiliknya tuk meraih asa
Hati yang selalu tunduk pada sang pencipta itulah hati orang-orang yang bertaqwa

Budi pekerti yang luhur lahir dari jiwa-jiwa yang pandai bersyukur
Pribadi yang mulia hadir dari para pecinta kalam Nya
Hati yang jelita adalah hati hamba-hamba yang saling mencinta karena Nya

"Begini cara kita berukhuwah. Jauhi sumpah serapah lantunkan doa agar bertambah berkah"

5 Tingkatan Ukhuwah

Perjuangan Islam tidak akan tegak tanpa adanya ukhuwah islamiyah. Islam menjadikan persaudaraan dalam islam dan iman sebagai dasar bagi aktifitas perjuangan untuk menegakkan agama Allah di muka bumi. Ukhuwah islamiyah akan melahirkan rasa kesatuan dan menenangkan hati manusia. Banyak persaudaraan lain yang bukan karena islam dan persaudaraan itu tidak akan kuat dan kekal. Persaudaraan Islam yang dijalin oleh Allah SWT merupakan ikatan terkuat yang tiada tandingannya.

Perpecahan dikalangan umat dewasa ini terjadi disebabkan mereka tidak memenuhi persyaratan ukhuwah, yaitu kurangnya mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah yang bersungguh-sungguh. Allah SWT berfirman, ketaatan beribadah dan ketakwaan sebagai solusi dari perpecahan umat. Lihat Q.S.49:10 dan 8 :1

"Tentang ukhuwah .... Itulah sejatinya iman kita"

Oleh karena itu untuk mencapai nikmatnya ukhuwah, perlu kita ketahui beberapa proses terbentuknya ukhuwah islamiyah antara lain ada 5 :

1. Ta’aruf (Saling Mengenal)

Ini adalah tingkatan yang paling dasar dalam ukhuwah. Adanya interaksi dapat lebih mengenal karakter individu. gaya bicara, tingkah laku, pekerjaan, pendidikan, dsb. Selanjutnya interaksi berlanjut ke pengenalan pemikiran (Fikriyyan). Hal ini dilakukan dengan dialog, pandangan terhadap suatu masalah, kecenderungan berpikir, tokoh idola yang dikagumi/diikuti,dll. Dan pengenalan terakhir adalah mengenal kejiwaan (Nafsiyyan) yang ditekankan kepada upaya memahami kejiwaan, karakter, emosi, dan tingkah laku.

2. Tafahum (Saling Memahami)

Proses ini berjalan secara alami. Seperti bagaimana kita memahami kekurangan dan kelebihan saudara kita. Sehingga kita bisa tau apa yang disukai dan tidak disukai. Menempatkan posisi seperti apa bila kita bertutur atau bersamanya dsb

"Bertutur sapa yang menyejukan hingga jika mampu ringankan bebannya hingga buat dia bahagia. Bahagiamu adalah bahagiaku juga"

3. Ta’awun (Saling Menolong)

Lahir dari proses tafahum tadi. Ta’awun dapat dilakukan dengan hati (saling mendo’akan), pemikiran (berdiskusi dan saling menasehati), dan amal (saling Bantu membantu). Saling membantu dalan kebaikan adalah kebahagiaan tersendiri. Karena manusia adalah makhluk sosial yang butuh berinteraksi dan butuh bantuan orang lain.


4. Takaful (Saling Menanggung)

Rasa sedih dan senang diselesaikan bersama. Ketika ada saudara yang mempunyai masalah, maka kita ikut menanggung dan menyelesaikan masalahnya tersebut. Contoh. Ketika saudara kita di gaza butuh. Bantuan,kita bisa menangggung sedikit kebutuhan mereka dari apa yang kita punya

5. Itsar (Mendahulukan orang lain daripada diri sendiri)

Ini adalah tingkatan tertinggi dalam ukhuwah. Tingkatan imannya para sahabat. Banyak hadist yang menunjukkan itsar ini. Seperti ketika dalam suatu perang, salah seorang sahabat sangat kehausan. Kebetulan ia hanya tinggal mempunyai 1 kali jatah air untuk minum. Saat akan meminum nya, terdengar rintihan sahabat lain yang kehausan. Maka air tersebut ia berikan kepada sahabat yang kehausan itu. Saat mau meminumnya terdengar sahabat lain lagi yang merintih kehausan. Kemudian ia berikan air tersebut kepada sahabat itu. Begitu seterusnya sampai air tersebut kembali kepada si pemilik air pertama tadi. Akhirnya semua syahid.
Tidak beriman seseorang diantaramu hingga kamu mencintainya seperti kamu mencintai dirimu sendiri (HR. Bukhari-Muslim).
"Beginilah kerinduanku pada saudariku tak berbatas waktu hingga ajal menjemputku"

Betapa indah ukhuwah islamiyah yang diajarkan Alloh dan rosul-Nya. Bila umat islam melakukannya, tentunya terasa lebih manis rasa iman di hati dan terasa indah hidup dalam kebersamaan. Mari kita mulai dari diri kita, keluarga, masyarakat dekat untuk menjalin persaudaraan islam ini.

Ikhlas Itu Menguatkan Langkah
~Rochma Yulika~

Sahabat Surgaku...
Bila bukan karena kecintaan pada jalan kebaikan mungkin aku tak pernah mau beriman. 
Bila bukan karena kekhawatiran saat perjalanan menuju keabadian, aku tak pernah ingin mengenal TUHAN
Bila bukan karena rasa takut akan siksaan, aku lalai berbuat ihsan

Sahabat Surgaku...
Lemahnya jiwa lantaran hati tak mampu lagi tuk berkaca. 
Lemahnya kata lantaran diri jauh dari bijaksana.
Lemahnya doa lantaran hidup jauh dari CAHAYA

Sahabat Surgaku...
Ingatkan aku yang hanya pandai bertutur namun jauh dari syukur
Nasihatilah aku yang pandai berkelakar namun jauh sikap tegar
Bimbinglah aku yang hanya mampu berdebat namun jauh dari rasa Taat

Sahabat Surgaku...
Sangat terbatas kalimat yang ingin kutata sebagai tanda terima kasih padamu

Tak ada balas yang bisa kulakukan selain doa atas kebaikanmu
Semoga kau raih asa sepanjang usiamu

Penulis Buku Untuk Muslimah yang Tak Pernah Lelah Berdakwah
Wasalamualaikum wr wb

"Waktu kita sesaat di dunia ini mari segera perbaiki tabiat"

TANYA JAWAB

Pertanyaan M102 

1. Gimana kalau ada teman yang omongannya suka nyinggung perasaan? sering terjadi seperti itu membuat malas bertemu denganya. ketika ngomong seolah tidak ada beban kalau yang di omongin itu nyakitin terus setelah itu bersikap seperti biasa saja. Gimana menyikapi orang seperti itu?
Jawab
Tetap sikapi baik ya sayang. Umi juga alami seperti itu. Bahkan kadang kasih hadiah untuk mentralisir diri. Mengurangi interaksi atau meminimalisir sehingga mengurangi hal-hal yang kurang berkenan di hati kita

2. Apa salah bund ketika kita merasakan teman kita seperti bagian dari diri kita, tapi suatu saat kita benar-benar merasa hambar ternyata dia tidak seperti yang kita harapakan. maksdnya kita menganggapnya seperti saudara tapi dia tidak begitu. akhirnya lambat laun hubungan menjadi merengang. Kalau seperti itu apa ukhwahnya dikatakan pamrih?
Jawab
Keadaan setiap orang atau teman ga selalu sama. Bisa jadi dia punya masalah yang orang lain ga boleh tahu. Coba kedepankan huznudhon. Belajarlah untuk banyak memberi bikin mengharap. Sabar dan syukuri apa yang hadir.

Pertanyaan M103 

1. Dulu pernah sangat brharap yang ana mau dikabulkan dan alhamdulillah Allah mengabulkan tapi setelah ana menjalani ana merasa ragu dengan apa yang ana pilih saat ini merasa tidak cukup mampu dan bukan jalannya, apa yang harus ana lakukan? Saat ini saya merasa saya ada menemukan jalan baru yang sesuai kapasitas saya..salahkah saya jika saya tidak meneruskan yang saat ini saya jalankan?
Jawab
Ni kasuistik. Kasusnya apa ya? Seperti tk tambal ban kalo ban yang bocor belum ketemu yang bocornya ya susah menambalnya. Tetaplah berhusnudzan pada Allah. Apa yang terjadi pasti dalam rencana Allah. Apa yang baik bagi kita belum tentu baik di hadapan Allah. Mencintai apa yang kita jalani memang butuh keikhlasan, kesabaran,  dan perjuangan. Ukurannya adalah adakah yang kita jalani makin mendekatkan pada Allah / sebaliknya?


Pertanyaan M104 

1. Ada teman yang apabila diingatkan untuk kebaikan, menganggap kita berlebihan (misal hati-hati tentang kehalalan makanan dan beberapa hal lain) apakah kita masih tetap berteman,atau kita jauhi?
Jawab
Tetap berteman. Dan tetap berbuat baik

2. Bagaimana menghadapi iman kita yang sedang turun sehingga mempengaruhi juga ke dalam sebuah ukhuwah? entah itu di sebabkan rasa iri satu sama lainor jelous jika sahabat kita dekat dengan pasangan kita? Dan bagaimana menghadapi sahabat yang salah menilai pribadi kita yang belum tentu bener?
Jawab
Bila kita baik hati, bisa saja orang lain menuduh kita punya pamrih... 
Tapi, bagaimanapun juga,  berbaik hatilah....

Bila kita  jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipu kita...
Tapi, bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah....

Bila kita mendapat ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi iri... 
Tapi, bagaimanapun juga, berbahagialah.....

Bila kita sukses, kita akan mendapat beberapa teman palsu... dan berapa sahabat sejati... 
Tapi, bagaimanapun juga, sukses lah....

Apa yang kita bangun selama bertahun- tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam. Tapi, bagaimanapun juga, bangunlah...

Kebaikan yang kita lakukan hari  ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang lain. Tapi,  bagaimanapun juga, berbuat baiklah...


Berikanlah yang terbaik dari diri kita....
Pada akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah.... 
Ini bukan urusan antara kita dan mereka...
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang ikhlas

SAHABAT  ibarat 1 janji dalam hati, tak dapat ditulis, tak dapat dibaca, takkan terpisah oleh jarak, tak'kan berubah oleh waktu, tak'kan sirna oleh amarah, tak kan pupus oleh sengketa.  setitik dimata slamanya dijiwa. Setitik kasih membuat kita sayang, seucap janji membuat kita percaya, sekecil luka membuat kita kecewa. Tapi .. Sebuah persahabatan akan selamanya bermakna.


Pertanyaan M105

1. Ustadzah... bagaimana cara menjalin ukhuwah yang sudah lama tidak terjalin? Dan cara menguatkan iman yang mulai melemah?
Jawab
Buka komunikasi jika ada hp bisa sms. Telpon. Kita yang memulai jauh lebih mulia. Bila iman down. Ingatlah kematian belajarlah dari kisah salafusshalih. Cari teman-teman yang mengingatkan pada jalan kebaikan. Mendekatlah dengan komunitas kebaikan


2. Umi ikhlas terkadang kata yang gampang tapi sulit banget dilakukan, bagaimana cara kita biar bisa ikhlas menerima ketentuan dari Allah..
Jawab
Syukuri yang ada dan bersabar atas ketentuan Allah. Terima semua ketetapan itu dalam rangka beribadah kepada Allah


Pertanyaan M106

1. Assalamu'alaikum ummi
mau tanya, bagaimana menyikapi orang yang jika dibantu malah ia merasa direndahkan dan jika dibiarkan ia menggunjing dibelakang jadi saudaranya yang serba salah
Jawab
Bila kita baik hati, bisa saja orang lain menuduh kita punya pamrih... 
Tapi, bagaimanapun juga,  berbaik hatilah....

Bila kita  jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipu kita...
Tapi, bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah....

Bila kita mendapat ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi iri... 
Tapi, bagaimanapun juga, berbahagialah.....

Bila kita sukses, kita akan mendapat beberapa teman palsu... dan berapa sahabat sejati... 
Tapi, bagaimanapun juga, sukses lah....

Apa yang kita bangun selama bertahun- tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam. Tapi, bagaimanapun juga, bangunlah...

Kebaikan yang kita lakukan hari  ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang lain. Tapi,  bagaimanapun juga, berbuat baiklah...

Berikanlah yang terbaik dari diri kita....
Pada akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah.... 
Ini bukan urusan antara kita dan mereka...
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang ikhlas

Tetap semangat berbuat kebaikan

2. Dalam berinteraksi dengan orang lain, ga jarang kita pernah berbeda pendapat yang kadang bisa jadi pemicu timbulnya kesalahpahaman yang akhirnya bikin ukhuwah jadi merenggang. Nah saya mau tanya Umi, apa yang sebaiknya kita lakukan jika berada dalam posisi seperti itu, agar ukhuwahnya bisa kembali seperti  sebelum terjadi kesalahpahaman. Mohon pencerahannya Umi. Syukron
Jawab
Memperbaiki ukhuwah itu lebih berat jika dibanding memulainya. Butuh azzam yang kuat. Mudah-mudahan ini menjadi tips:

  • Bikin komitmen baru ketemu kedua belah pihak bahwa kita saling memaafkan dan ingin membangun ukhuwah kembali.
  • Luruskan niat karena Allah
  • Membiasakan budaya stiqoh /saling percaya 
  • Empaty kepda orang lain dan saling menjaga
  • Hiasi pola komunikasi dengan saling bertabayun dan memaafkan. Minta maaf meski tidak salah untuk menjaga ukhuwah itu mulia.
  • Bicaralah dengan bahasa hati
  • Jangan suka menghakimi atau merasa benar sendiri.
  • Kenanglah kebaikannya, jangan buka aibnya
3. Umi mau tanya, bagaimana kita menyikapi teman yang tidak sepaham dengan kita?? Kadang selalu bikin keki, terus bagaimana menjaga hati kita untuk selalu berbuat baik pada sahabat-sahabat kita..?? Syukron umi..
Jawab
Ingatkan seperti apa rasulullah dicaci dimaki. Memang tetap dikedepankan kesabaran. "HAVE a POSITIVE attitude!! Your words and attitude describe how valuable you are.." Bila suatu kebaikan kita balas dengan kebaikan itu yang disebut balas budi. Namun bila kejahatan kita balas dengan kejahatan pula itulah yang disebut balas dendam. Bila kebaikan kita dibalas dengan kejahatan itu hal yang biasa bagi diri kita. Namun bila kejahatan mampu kita balas dengan kebaikan itu hal yang luar biasa dalam hidup kita.
Semoga kita menjadi PRIBADI yang LUAR BIASA.


Pertanyaan M110 

1. Di zaman sekarang kan persahabatan laki-laki dan perempuan sudah ga lazim. Bagaimana pandangan islam tentang ini? Gimana cara menjadi silaturahmi antara laki-laki dan perempuan?
Jawab
Persahabatan karena Allah tetap mengedepankan syariat sebagai landasannya. Jaman dlmada shahabiyah kan sahabat perempuan. Semua boleh asal kembali pada hukum asal yang jangan tinggalkan syariat.

2. Bila kita tau teman kita berbuat salah dan kita telah menasehatinya namun dia tetap ngeyel apakah kita harus tetap berteman denganya atau bagaimana sebaiknya ya ustadzah?
Jawab
Tetap berteman baik. Dengan jaga sikap baik. Karena bersikap baik menjadi kewajiban. Jika masih ngeyel serahkan semua pada Allah. Bengkel hati manusia adalah Allah, Al quran dan nasihat kebaikan melalui sunnah rasul


Pertanyaan M111

1. Ustadzah, apakah ukhuwah islamiyah itu bisa dipisahkan/berpisah?
Jawab
Pisah fisik iya tapi pisah hati in sya Allah tidak

Pertanyaan M113

1. Ustadzah mau tanya kalo kita tak memiliki sahabat. Apakah tu karena  iman kita sedang sakit? jika ada seorang muslim tapi akhlaknya buruk apa kita juga harus brsikap merendah hati?

Jawaban Ustadzah Rochma
Bukan harus memiliki sahabat. Tapi ukhuwah itu adalah sikap baik kepada siapa saja. Menebar kebaikan bukan mengubur kebaikan. Mengajak bukan mengejek. Mengajar bukan meng-hajar. Membina bukan menghina. Menasehati bukan menusuk hati. Menabur kasih bukan menguburnya. Menggalang kekuatan bukan menggulungnya. Menerangi kebenaran bukan memeranginya. Menjaga hak saudara bukan menjegalnya. Kewajiban kita berbuat baik meski orang lain tidak baik pada kita

Jawaban Ustad Umar
sakitnya tu di sini.
Ada orang yang sifatnya introfet ada juga yang ekstrofet. Tapi itu bukan sebab utama. Faktanya tetap ada yang punya sahabat. Soal sahabat kadang lebih pada chemistry, pilihan hati. Sreg ngga sreg. Tapi ada yang lebih dari sekedar chemistry; yakni stiqoh; saling percaya yang ditimbulkan dari hati yang diliputi iman. Ada Empty. Memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Jadi bersahabat karena iman. But, prinsipnya "orang yang beriman itu mudah bersahabat dan sahabatnya juga mudah".

2. Mau bertanya ustadzah..
Bagaimana menjalin ukhuwah dengan sahabat kita, tapi beliau belum terlalu memahami agama dengan baik ? Cara apa yang bisa kita lakukan ?
Jawab
Nasihat yang terbaik adalah keteladanan. Seperti halnya Al Quran menasihati kita. Kaburo maqtan 'indallahi an taquulu  ma laa taf 'alun. "Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."
Perbaiki Dirimu dan Seru Orang Lain. Memperbaiki diri adalah wujud loyalitas kita kepada Allah swt. Amat berbeda amal dakwah yang menyertakan hati, dengan amal dakwah yang hanya mengandalkan kemampuan diri.

3. Bagaimana kita menyikapi seseorang yang marah dengan kita padahal kita sudah meminta maaf beberapa kali tapi di abaikan?
Jawab 
Bila kita baik hati, bisa saja orang lain menuduh kita punya pamrih... 
Tapi, bagaimanapun juga,  berbaik hatilah....

Bila kita  jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipu kita...
Tapi, bagaimanapun juga, jujur dan terbukalah....

Bila kita mendapat ketenangan dan kebahagiaan, bisa saja orang lain jadi iri... 
Tapi, bagaimanapun juga, berbahagialah.....

Bila kita sukses, kita akan mendapat beberapa teman palsu... dan berapa sahabat sejati... 
Tapi, bagaimanapun juga, sukses lah....

Apa yang kita bangun selama bertahun- tahun, mungkin saja dihancurkan orang lain hanya dalam semalam. Tapi, bagaimanapun juga, bangunlah...

Kebaikan yang kita lakukan hari  ini, mungkin saja besok sudah dilupakan orang lain. Tapi,  bagaimanapun juga, berbuat baiklah...


Berikanlah yang terbaik dari diri kita....
Pada akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah.... 
Ini bukan urusan antara kita dan mereka...
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang ikhlas

4. assalamualaikum ustadzah 
uwi mau tanya bagaimana sikap kita tuk bersilaturahmi dengan temen yang sikapnya awalnya baik memuji tapi akhirnya suka ngomong yang pedes dan nyelekit?
Jawab
Balas keburukan dengan kebaikan. Jadilah pribadi mulia. Kata-kata yang baik akan naik ke langit dan kembali kepada yang mengucapkannya sebagai amal ibadah dan ampunan dari Tuhannya. Kata- kata yang buruk akan naik ke langit dan kembali kepada yang mengucapkannya sebagai burung ababil yang akan merobek hati dan mejadi azab dari Tuhannya....

الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Seorang muslim adalah seseorang yang orang muslim lainnya selamat dari ganguan lisan dan tangannya.”

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُوولًا

‘Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggung-jawaban.’ (QS. Al-Isra’:36).

Islam mengajarkan tentang kesantunan Islam yang mengajarkan tentang keshalihan


Pertanyaan M114

1. Ummi ana mau nanya bagaimana sikap kita menghadapi seorang teman yang dia itu selalu gampang ngeluh setiap ada masalah nangis dinasehati malah masih sama tidak berubah tetap ngeluh nangis, kadang ana bosan juga ama sifatnya. Ana harus bagaimana ummi?
Jawab
Sabar. Dengan sahabat seiman kadang justru menuntut kita harus lebih sabar. Tugas kita adalah tetaplah menasehati dan mendakwahi dengan keteladanan. Perubahan dan hidayah itu azam ybs dan hak Allah. Karena mengeluh itu butuh tempat penampungan. Tapi terlalu banyak mengeluh itu merapuhkan.

2. Umm ana mau tanya, bagaimana caranya menasihati teman yang sulit menerima nasihat dan dia mudah banget tersinggung..? Jazaakillah khairon ummi...
JawabNasihat yang terbaik adalah keteladanan. Seperti halnya Al Quran menasihati kita. Kaburo maqtan 'indallahi an taquulu  ma laa taf 'alun. "Sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."
Perbaiki Dirimu dan Seru Orang Lain
Memperbaiki diri adalah wujud loyalitas kita kepada Allah swt. Amat berbeda amal dakwah yang menyertakan hati, dengan amal dakwah yang hanya mengandalkan kemampuan diri.


3. Assalamualaikum ummi bagaimana cara mempererat ukhuwah antara mentor dan mentee nya?
Jawab
Jika iman yang jadi pedoman maka tak akan sulit bagaimana untuk menjalin ukhuwah lebih indah


4. Umm..ana mohon ijin bertanya: bagaimana caranya agar kita tidak minder ketika akan memasuki suatu halaqah? jazakillah ummi
Jawab
Saya ijin menjawab ya. Baca bismillah, ucapkan salam, masuk dengan kaki kanan, lempar senyuman. Jangan duduk sebelum di persilahkan. PD aja kalo jama'ahnya masih manusia

Pertanyaan M115 

1. Kalo teman masa lalu perlu ukhuwah juga ga ya? Karna saya pernah membaca artikel islam juga, mengungkit masa lalu adalah penyakit?
Jawab
Kita mesti bedakan antara temen dengan masalah. Kedua masa lalu juga berguna tuk muhasabah kita agar lebih baik lagi. Memutuskan silaturahmi justru itu yang ngga boleh. Sedang memaafkan kesalahannya itu pintu awal memperbaharui ukhuwah. Jadi tetap menjaga ukhuwah dengan temen lama, tapi ukhuwah yang didasarkan pada iman. Bukan teman biasa. Begitulah cinta dalam indahnya samara saling menguatkan. Dan cinta terhadap dakwah itulah kekuatan

> Abi ada kata-kata yang mengganjal " Ukhuwah yang di dasarkan pada iman, bukan teman biasa" maksudnya apa ya bi??
Jawab
Bersahabat dan Berteman atas dasar iman itu temen luas biasa. Bukan temen biasa....
"Bukan temen biasa" bukan dalam arti gaul. Karena kalo dalam bahasa gaul  "Bukan temen biasa" itu BAHAYA.

2. Mau tanya, apakah ketika kita merasa saudari kita itu menjauh itu tanda ukhuwah kita berkurang atau iman ini yang lagi turun?
Jawab
Bukan sekedar itu. Yang utama tugas kita berbuat baik. Dekati saja kala menjauh. Jangan malah ditambah keruh.

3. Ana bertanya ya 
Apakah ukhuwah disini sesama muhrim ? Bagaimana ukhuwah dengan yang bukan muhrim
Jawab
Ada batasan yang sesuai batasan syariat dan adab

4. Mau tanya kalo ada seorang laki-laki yang selalu sms atau telepon yang gak penting lalu kita hiraukan itu, lalu si lelaki marah karna dia menganggap kita sombong, itu memutuskan ukhuwah tidak ya? Karna saya sempat membaca hubungan yang bukan mahrom walau hanya skedar sms kalo isinya bukan menyagkut kepentingan sama saja bsa menimbulkan fitnah..
Jawab
Betul... Hati-hati dan waspada. Setan biasa bersiasat tentang masalah ini


Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat