Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

ISI SYAHADAT part 2

Kajian Online Hamba الله SWT

Selasa, 27 Januari 2015
Narasumber : Ustadzah Neneng
Rekapan Grup Nanda 109 (Arin)
Tema : Syakhsiyatul Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


ISI SYAHADAT part.2

Assalamualaikum wr wb
Innalhamdalillahi nahmaduhu wa nashta.'inuhu wa nashtaghfiruh...wa na'udzubillah min sururi anfusina wa min sayayyi 'amalina..mayyahdillahi fala mudhillallah wa mayyudlilhu fala ha di yallah. 
Segala puji milik Allah Rabb semesta alam, dan kita memujiNya, kita berlindung kepada Allah dari kelemahan kealfan kita, dan kita beristighfar dari segenap kekurangan, ketidaksempurnan amal amal kita....astaghfirullohh
Kita lanjut ya bahasan pekan lalu tentang mana ilah

Arti kalimat la ilaha illallah memiliki arti diantaranya yang sudah kita bahas Malik, Hakim, Amir, Waliy, dan Mahbub, saya lanjut yang keenam yaitu Marhub.

6. Marhub yang bermakna tiada yang ditakuti kecuali Allah
Dalam surah al baqarah ayat 40 ”. . . dan takutlah kepadaKu saja. . .”
Allah SWT meminta kita untuk hanya takut kepadaNya dibanding apapun dan siapapun di dunia ini. Itu bermakna bahwa kita menjadi hambaNya yang sadar bahwa tidak ada yang patut disamai kebesarannya dari Allah SWT kekuasannya dibanding Allah SWT.
Suatu dosa dan kesombongan manakala kita tahu akan kekuasan Allloh yang Maha Luas lalu kita masih menjadi dzat lain selainNya yang bisa membuat kita gelisah dan takut, takut akan keridhoanNya, takut akan kemurkanNya. Dalam surah At taubah ayat 18 “Sesungguhnya yang memakmurkan mesjid Allah hanyalah orang orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap melaksanakan salat., menunaikan zakat dan tidak takut kepada apapun kecuali kepada Allah”
Tidak takut gelap, tidak takut sendirian, tidak takut di hina tidak takut di cela, tidak takut terhadap manusia ataupun jin kecuali dengan sepenuh yakin bahwa Allah penguasa manusia dan jin juga tidak takut terhadap pandangan manusia.

7.  Margub tiada yang diharapkan selain Allah SWT
surah al kahfi ayat 110 “Katakanlah (muhammad ) sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha esa. Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu  pun dalam beribadah kepada Tuhannya”

Ayat tersebut menyebut bahwa harapan yang tertinggi adalah pertemuan
perjumpan dengan Rabbnya Tuhannya yang memberinya hidup, memberinya iman, memberinya petunjuk, memberinya kehidupan ini sukanya, dukanya, air mata, tangis, senyum, kebahagian, Dzat yang menjadikan segalanya jadi mungkin segalanya jadi nyata. Barangsiapa yang berharap kepada sesuatu yang lain maka sudah jelas dan sudah pasti harapnya tidak akan bermuara pada kenyatan juga muaranya adalah kekecewan di dunia dan akhirat.

Surah Asy syarh ayat 8 “dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap”. Ayat ini semakin menegaskan tidak ada Dzat yang akan mampu menyamai Allah dalam mengabulkan harapan, memberi setiap permintan. Harapan yang digantungkan kepada selain Allah tidak memberi sayafat ataupun faedah apapun bagi kita seperti halnya berhala yang tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri. Hakikat dari pertolongan makhluq adalah atas izinNya maka kenapa kita masih berharap pada sesuatu yang lain yang juga kekuasan mereka atas izinNya yang Maha Menguasai.
Jelas lah dan teranglah bagi kita orang beriman bahwa siapapun apapun yang memberi kita harapan hakikatnya adalah izinNya lah yang menentukan
karenanya memang sudah sepantasnya harapan, doa dan keinginan hanya kita gantungkan kepada Allah SWT yang Maha Menguasai Memiliki alam semesta ini. Carilah sosok apa saja yang mampu menandingi kekuasan Allah SWT atas kita pasti takkan kita temukan di langit di bumi di dasar lautan diatas gunung di perut bumi. Takkan kita temui satu Dzat pun yang mampu mengeluarkan sesuatu yang ditahan Allah SWT atau menahan sesuatu yang Allah kehendaki untuk keluar. Allahu Akbar..

8. Mustajar bihi yaitu tiada yang melindungi selain Allah SWT
Dalam surah An Nahl ayat 98 “maka apabila engkau (muhammad)hendak membaca al quran mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk”
Ibadah kebajikan hakikatnya mampu atau tidak adalah semata karena niat ikhlas kita dan taufik dariNya. . . dalam proses nya Allah memerintahkan kita berlindung kepadaNya dari setan yang terkutuk dengan pengetahuanNya Allah SWT memberikan pendampingan bagi jiwa manusia yang mudah dilanda galau dan pengecut untuk berlindung kepada Allah SWT yang Maha Menguasai setiap makhluqNya dan Maha mengabulkan doa dan harapan. Setan hakikatnya tidak akan pernah berdaya dihadapan hambaNya yang ikhlas tulus dan tawaqal.
Gambaran akan kesesatan dan muara dari mencari perlindungan kepada selainNya ada adalam surah Jin ayat 6 “dan sesungguhnya ada beberapa orang laki laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki laki dari jin tetapi mereka jin menjadikan mereka manusia bertambah sesat”
Makhluq jika mereka menjadi penolong maka sesungguhnya pertolongannya perlindungannya atas kehendakNya, dan atas batas Nya dan Allah sudah menegaskan kepada kita semua bahwa sesungguhnya perlindungan dari makhluq hanya akan menjadikan kesesatan yang lebih dalam lagi.

9. Wakil, yaitu tiada yang Wakil selain Allah SWT
Dalam Surah Ali Imran ayat 159 “. . . kemudian apabila engkau telah membulatkan tekad maka bertawakkallah kepada Allah. sungguh Allah mencintai orang yang bertawakal”
Tawakkal berserah diri terhadap ketentuan Allah SWT setelah berupaya setelah berusaha. Tiada yang dijadikan tempat dzat menyerahkan nasib, kepasrahan, kecuali kepada Allah SWT.
Surah At taubah 51 menegaskan “katakanlah muhammad tidaka kan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkal lah orang orang beriman”
Ciri dari manusia yang beriman adalah bertawakkal hanya kepada Allah SWT
dengan pemahaman dalam bahwa tiada yang akan menimpa tiada kesulitan keburukan kebaikan dan kemudahan melainkan seluruhnya telah ditetapkan oleh Allah SWT. Orang yang bertawakkal akan Allah jauhkan dari prasangka buruk dan sikap pesimis dan memandang segala hal dari dzon prasangka buruk. Mereka yang bertawakkal setelah bekerja keras maka tidak akan pernah menemui kekecewan atas kegagalannya ataupun kesenangan yang berlebihan atas keberhasilannya. Inilah sebaik baik sikap seorang mukmin.
Bukankah kita hidup hanya agar senantiasa bahagia dan selalu hidup dalam sabar dan syukur? Tapi kenapa begitu banyak orang yang sangat sulit menemukan bahagia ini? Saat mereka kesulitan mereka berkeluh kesah
saat diberi kegembiran dan lapang mereka kikir.

10. Haul dan Quwwat yaitu tiada daya dan kekuatan selain dari Allah SWT
Kita kuat kita mampu maka sesungguhnya sumbernya adalah dari Allah SWT

11. Mu'zham yaitu tiada yang diagungkan selain Allah SWT
Yang layak dan patut untuk diagungkan di bumi langit dan diantaranya hanyalah Allah SWT

12. Musta'an bihi  yaitu tiada yang dimohonkan pertolongannya Selain Allah SWT
Dalam Surah Al Fatihah ayat 5 dengan jelas menerangkan kepada kita “hanya kepadaMu kami beribadah dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan”

wAllahu 'alam

Jika tidak ada yang mau dibahas kita tutup saja yaa akhwati. Riski cara pandang yang melepaskan diri dari kekuasan dan kehendak Allah SWT tentu tidak sama dengan yang menghubungkannya dengan taqdir dan ketentuan Allah SWT.
Itulah dasar dari pembeda antara orang orang beriman dengan yang tidak
tapi bukan berarti sepenuhnya salah kata kata itu baik untuk menyemangati


Segala yang benar dari Allah semata, mohon maf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ