Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Jiddiyyah (Kesungguhan)


Kajian Online WA : Ummi Hamba ALLAH SWT (M 15 Ummi HA)
******************************
Jum'at, 2 Januari 2015 M / 11 Rabiul Awal 1436 H
Nara Sumber : Ustadzah Bunda Malik
Materi : Jiddiyyah (Kesungguhan)
Rekapan oleh : Bunda
Admin : Bunda Rosalin & Nur Asmi
========================
Assalamu alaikum warohmatullahi wabarokatuh.
Bagaimana kbr semuany?
Alhamdulillah segala puji bagi Allah Robb semesta alam yg senantiasa mberi kita begitu banyak kenikmatan n selayakny kita tak bhenti mnsyukuriny
Sholawat srta salam mari kita haturkn kpd junjungan teladan Nabi Muhammad SAW yg sdh mengajari kita bgmn cara menyayangi n mencintai dg ksungguhan thdp ummatny.
Alhamdulillahi andzuru bil aini
Alhamdulillahi asummu bil anfi
Alhamdulillahi asma' bil udzuni
Alhamdulillahi adzuq billisaani
Alhamdulillahi ya'khudzu bilyadi
Alhamdulillahi amsi birrijli
Alhamdulillahi syukron yaAllah
'Ala kulli ni'mati jazilah
Hadzihi fadlun minarrohmaani
Yajibu 'alaina an asykurohu2x
Nyanyi dulu yuk smbari belajar bahasa arab.
Hari ini bunda akan menyampaikn materi ttg Jiddiyyah (Kesungguhan). Berikut materiny silahkan dibaca n difahami utkmu n utk bunda jg.

JIDDIYAH (KESUNGGUHAN)

1. DEFINISI
Lawan dari main-main, meremehkan, lemah dan santai Yaitu, pelaksanaan perintah syariah dan dakwah secara langsung disertai dengan ketekunan dan kegigihan, mengeluarkan segala kemampuan maksimal untuk mensukseskannya, dan mengatasi segala hambatan dan rintangan yang menghadangnya.
Meliputi 5 syarat;
* Cepat dalam melaksanakan tugas
1. (QS Al Maidah, 5:90-91), Ketika ayat tsb turun, dan kabar itu dibawa oleh sahabat sementara mereka sedang minum, saat itu juga mereka menghentikannya dan tunduk pada perintah Allah lalu berkata, “Kami telah berhenti, kami telah berhenti.”
2. Dalam peralihan kiblat (QS Al Baqoroh, 2: 143).
🏇3. Turunnya ayat tentang kerudung, “…dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, ketika kabar itu dibawa oleh para suami wanita Anshor mereka langsung merobek pakaian mereka dan menjahitnya untuk dijadikan kain kerudung.
* Kuat dan teguh hati
1. Ketika Umar ra hendak berhijrah, tidak ada seorangpun yang berani menghalanginya.
2. Perang Hamra’ul Asad.
3. Salamah bin Al-Akwa’ ra yang menantang secara pribadi suatu kaum dalam peperangan Dzi-Qird.
4. Ja’far bin Abi Thalib ra dalam perang Mut’ah, ketika tangan kanannya yang membawa bendera terpotong, ia pindahkan bendera itu ke tangan kirinya. Musuh memotong tangan kirinya, lalu ia memeluk bendera itu dengan kedua tangannya yang terputus. Dan bendera itu tetap kokoh berkibar hingga ia syahid.
* Tahan dan gigih
Kegigihan Rasulullah dalam berdakwah “Demi Allah, jika engkau letakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan dakwah ini, maka tidak akan aku tinggalkan dakwah ini hingga Allah memperlihatkan (kemenangan)nya atau membinasakan selainnya” (Al Hadits).
* Mengerahkan segala kemampuan
Kemampuan adalah jiwa, anak, harta, keluarga dan apa saja yang dimiliki manusia.
Seorang ibu mendorong anaknya untuk berjihad di medan pertempuran, dan ia berkata “Jagalah Rasulullah saw dari gangguan apapun dengan pedang itu”. Karena anak tersebut tidak kuat membawa pedang itu, sang ibu mengikatnya di betis si anak.
* Mengatasi rintangan
Barometernya dapat dilihat dalam pelaksanaan kewajiban pokok, berusaha keras menunaikan kewajiban, dan keterlibatannya dalam kewajiban tersebut bagaimana kondisinya.
1. Amru bin Al Jamuh ra, berjihad dalam keadaan cacat.
2. Orang tua yang sudah bongkok ikut berjihad, disaat disarankan untuk mengambil rukhshah ia menjawab “wahai anakku, saya tidak mendapatkan Allah memberikan keringanan kepada seorangpun ketika Ia berfirman “Berangkatlah kamu dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat” (QS At Taubah, 9:41).
2. URGENSI KESUNGGUHAN (JIDDIYAH)
Kesungguhan sangat utama, karena tugas dan kewajiban dapat diselesaikan dengannya, sehingga misi dan dakwah akan tersebar, halangan dan rintangan dapat diatasi dan sasaran serta target tercapai.
3. KARAKTERISTIK KESUNGGUHAN
• Mengoptimalkan waktu dalam ketaatan kepada Allah.
• Menjauhi senda gurau (boleh jika cuma sedikit).
• Mengambil hukum dasar (‘azimah) dan bukan keringanan (rukhshah).
• Sigap dengan tugas, tidak menunda-nunda pekerjaan.
• Introspeksi diri, memperbarui janji, dan cepat bertaubat.
• Mengatasi kesulitan dan rintangan --- selalu mencari jalan keluar dan sabar.
Wallahu a'lam
Mudah2an bermanfaat.
Sesi Tanya Jawab :
1. Assalamu alaikum ..
Tanya bunda : sya yg masih fakir ilmu ingin menanyakn soal hijab. Bagaimana hukumnya jika seorang muslimah jika dlm kesehariannya berhijab tpi tdak mengikuti kaidah yg tlh dittpkan oleh ALLAH SWT / tdk berhijab secara syar'i.
Syukron katsira bunda Malik.
----------
Jawaban :
Perintah berhijab adalah perintah Allah yang tentuny harus sesuai dg tununan dan ketentuan yg Allah gariskan. Didalam QS al-Ahzab ; 59 dijelaskan bgmn cara brhijab memakai kerudung juga di QS. ANNur ; 31 kpd siapa saja yg boleh sbg muhrim kita, nah jika msh ada saudara qt yang berhijab tidak sesuai dengan ketentuan Allah artiny ladang pahala bagi kita, berprasangka baiklah bahwa karna ketidaktahuan mereka krn harus diberitahu karena kelalaian tentunya dingatkan.
2. Ustadzah, tanya.... Apakah mengurus rumah tangga (Nyapu nyuci ngpel masak dll) dan bersabar (tidak banyak menuntut) atas segala ketidaknyamanan dalam kehidupan berkeluarga itu merupakan bentuk jihad seorang istri?
----------
Jawaban :
Ukhtifillah kewajiban seorg istri adalah mengatur rumah tanggany tapi tentuny prlu kerjasama dg suami agar Rumah Tanggany bisa berhasil, membangun komunikasi ini yang penting bgmn bisa membagi peran dan bisa bkerjasama. Tugas kerumahtanggaan nyuci dll kalau dilakukan ikhlas bukan kterpaksaan akan beroleh pahala pun sebalikny, ktk perasaan ketidaknyamanan dirasa komunikasikn kpd suami dg cara yang ahsan krn keberhasilan rumah tangga adalah tanggung jawab berdua, apapun bernilai jihad dimata Allah jk dilakukan ikhlas krn Allah, insyaAllah beroleh syurga
3. Assalamualaikum,
Mw tanya bunda, siapa saja diantara kerabat baik dari pihak saya dan suami yg boleh melihat aurat kita. Karena saya klo sedang dirumah kadang tdk pake kerudung ketika beraktivitas di dapur atau sedang bersih" rumah...terimakasih
----------
Jawaban :
Didalam QS. AnNur 31 Allah menjelaskan siapa sj yg boleh melihat aurat kiat (muhrim) Silahkan dibaca n difahami ya sayang q...sekalian adab2 islami lainnya di ayat 27 sampai 30nya.
4. Bagaimana sebaiknya sikap kita thdp org yg telah menghianati kepercayan yg kita berikan. Untuk bersabar mngkin bisa ustadz klo tdk melihat n menyadari bhwa org tsb sudah minta maaf ttapi pd waktu yg agak lama akan teringat lg setelah org tsb melakukan kesalahan pd diri kita lg, tdk bisa jauh ustadz krn org tsb salah satu keluarga. Klo memutuskan tali silaturahim hukumnya dosa dan bisa mnghambat rezeki.
----------
Jawaban :
Rosulullah mengajarkan kpd kita utk salamatusshodr berlapang dada dg perlakuan makhluk terhadap kita, memaaf setelah dikhianati suatu hal yg sulit karena itu Allah membalasny dg SURGA...mau masuk syurga mari belajr terus menerus memaafkan yg sebenarny...ikhlaskn smuanya kpd Allah adik q.
5. Bunda,,, mertua saya dri dulu smpy skrng low berkunjung lbih ska tnggl ditmpt sya,dri pda ditmpt kk ipar.& sslu trjdi salah paham diantra kk ipar dgn mertua,,,ujung"a sya yg disalahkan oleh kk ipar. Menurt bunda sya harus gimana ? Krna tiap kali berkunjung pasti sllu saja bgtu, sya gk enak dgn mertua,takutnya jd tdk nyaman,,.
----------
Jawaban :
Saudara q, prmasalahan seprti ini brawal dari komunikasi yg tidak efektif diantara ke3nya. Mertua adalah ibu kita wajib kita memperlakukan dg sebaik2 perlakuan tetapi jg ibu mertua diberi pengertian ttg kk ipar yg jg menyayanginya dmikian jg kk ipar diberi pengertian. Ukhti coba bangun komunikasi yg baik dg melibatkan kk n ibu dg acara bersama atau klu ibu dirumah kk diundang ke rumah atau ibu diajak kt4 kk buat makan bsama yg bisa mencairkan suasana....
6. Ustadzah...mhn di jelaskan ttg memperbarui janji di atas. Maksud nya bgm ustadzah ??
----------
Jawaban :
Dalam perjalanan pembuktian janji kita kepada Allah sebagai hamba yg menjadikan Allah satu2ny Tuhan kita seringkali terkotori dg warna2 yg tdk sesuai dg tuntutan janji kita kepada Allah. Karena itu, kita hrs perbaharui kembali memurnikan kmbali dari yg bukan seharusnya.
7. Tanya Ustadzah .. di klrga besr sya tiap bln diadakn arisan klrga. Dan disana berkumpl semua anggota klrga yg bukan muhrim sya. Bagaimana cara sya untuk menghindari bersentuhan tngan secara lgsg sehingga tdk menyinggung perasaan mereka... krn d keluarga sy kental dengan salaman cium tangan.. trmksh jawabannya ustdz..
----------
Jawaban :
Sekarang kan ada cara bersalaman dg mengangkat tangan dari jauh n menundukkan sdkt kpl..insyaAllah ketika kita bberakhlaq karimah n menujukkan rasa hormat jg konsisten dg ikhlas apapun yg kita lakukan mereka akan pahami.
Wallahu a'lam.
Kita tutup dengan membaca
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك 
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”.   
      
   ​السَّلاَمُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

******************************