Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KARAKTERISTIK PRIBADI MUSLIM

Kajian Online Hamba الله SWT

Selasa, 27 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Haidir
Rekapan Grup Nanda 111 (Mely)
Tema : Syakhsiah Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


KARAKTERISTIK PRIBADI MUSLIM

Syakhsiah Islamiah dapat diartikan sebagai pribadi muslim.
Saya akan fokus berbicara sederhana tentang karakteristik pribadi muslim. Sebenarnya, pembicaraan ini mudah ditelusuri manakala kita memahami karakteristik Islam. Satu-satunya agama yang diakui Allah dengan seperangkat ajaran
Ajaran Islam adalah ajaran yang syamil mutakamil (
شامل متكامل). Maka seorang pribadi muslim pun semestinya demikian.
Syamil artinya integral, sedangkan mutakamil artinya terintegrasi.
Integral adalah ajaran yang mencakup berbagai aspek kehidupan, baik fisik maupun mental, lahir maupun batin, dunia maupun akhirat, tauhid, ibadah maupun akhlak, urusan pribadi, keluarga, masyarakat hingga bernegara. Ilmu maupun amal. Dari sejak bangun tidur hingga tidur lagi, dari mulai bagaimana adab buang hajat hingga bagaimana mengelola masyarakat.
Terintegrasi artinya masing-masing ajaran Islam itu tidak berdiri sendiri. Satu sama lain saling berkaitan. Yang satu mempengaruhi yang lain. Kualitas tauhid seseorang ditentukan ibadah dan aklaknya, begitupun akhlaknya, baru dianggap bernilai kalau tauhid dan ibadahnya baik. Kehidupan dunianya akan mempengaruhi kehidupan akhiratnya, perhatiannya thd dunia akan menjadi kontrol atas kehidupan dunianya. Aspek lahir tidak boleh mengabaikan aspek batin, sebaliknya, tidak hanya peduli masalah batin tapi abai terhadap masalah lahir. 
Ilmu terkait amal, amal harus dilandasi ilmu…. Tauhid yang lurus tapu mulutnya ketus, maka tauhidnya lemah. Mulutnya bagus tapi imannya tergerus, akhlaknya tidak lurus....Dst. ..
Ralat..."perhatiannya terhadap akhirat akan menjadi kontrol atas kehidupan dunianya.."
Maka demikianlah halnya seorang muslim:
Aqidahnya kuat, imannya mantap, ibadahnya tepat, akhlaknyapun memikat.
Dunianya tak diabaikan, akhirat diprioritaskan.
Pribadinya manis, keluarganya harmonis, kehidupan bermasyarakatnya geulis… :).
Giat mencari nafkah, semangat beribadah, rajin berdakwah.
Menuntut ilmu diutamakan, beramal pun utama digiatkan...
Menjadi pribadi muslim hanya bisa kita wujudkan apabila kita dengan sepenuh hati menmadikan Islam sebagai minhajul hayat (pedoman kehidupan) dlm semua aspek kehiduoan kita...bukan sekedar agama yang dianut, apalahi sekedar mendapatkan label tanpa keyakinan dn pengamalan...
Tentu untuk itu semua kita butuh upaya terus menerus, belajar dan belajar, berusaha dan berusaha. Kekeliruan bukan halangan untuk mencapai perbaikan. Kebaikan bukan alasan untuk unjuk kesombongan
Selalulah berada dalam lingkungan  dimana kita dapat saling menasehati, dalam rangka menjaga iman dan amal shaleh…
Intinya, pribadi muslim adalah sebuah upaya dan proses yang tidak boleh henti menuju pribadi ideal sesuai idealisme nilai dan ajaran Islam. Sebagaimana terkandung pesan dalam surat Al-Ashr.  
Wallahu a'lam....

TANYA JAWAB

Q : Ustad, bagaimana cara memotivasi diri untuk lebih meningkatkan ibadah serta menjadi pribadi muslim yang inginkan islam. Gimana caranya mengingatkan diri sendiri untuk tidak lelah beribadah dan menyepelekan perintah Allah
A : Motivasi terbaik bagi diri kita adalah Alquran dan hadits Rasulullah saw. Resapi makna dan kandungannya. Berikutnya dekatlah dengan para ulama, baik langsung atau dengan tulisan-tulisannya... baca juga biograpi orang saleh dan para pejuang... berikutnya slalulah mencari lingkungan yang baik dalam pergaulan.... jangan lupa banyak berdoa.....
Kemalasan dalam beribadah banyak ragamnya dan sebabnya.... coba cari sebabnya.... dari sana kita coba perbaiki....
Di antara penyebab kemalasan beribadah; Asyik dengan maksiat, pergaulan  yang tidak mendukung, asyik dengan kenikmatan dunia dan lupa akhirat....ibadah tidak dengan penghayatan, dll...

Q : Apa berarti seseorang yang rajin ibadah atau bahkan sudah terlihat punya ilmu agama yang luar biasa sedangkan perbuatannya masih aja menyepelekan lisan, perbuatan, bisa dibilang belum baik akhlaqnya?
A : Jika ada orang yang baik ibadah dan ilmunya, lalu akhlaknya masih buruk, jadikanlah itu pelajaran dan cermin bagi kita untuk tidak demikian....jangan sampai membuat kesimpulan tidak tepat, misal mencibir orang-orang yang rajin shalat dst....

Q : Ustd. Bgaimana caranya memilah dan memilih temen yang sholehah untuk memperkuat keimanan kita. Tanpa adanya pandangan deskriminasi ?
A : Memilih teman yang baik dpt kita lakukan dengan menyukai dan terlibat dlm aktifitas kebaikan.... biasanya di sana kita akan ketemu orang-orang yang sama... sebaliknya juga begitu...yang suka ngaji akan ketemu yang suka ngaji...yang suka joget akan ketemu yang suka joget....dst...

Q : Assalamu'alaikum bagaimana cara nya menjadi muslimah yang selalu ta'at kepada ALLAH. Bukan sekedar mendapatkan gelar Muslimah saja, Tetapi kita mempertanggung jawab kemuslimahan kita di kalangan masyarakat. Bagaimana hal itu bisa kita capai tanpa pujian ,sanjungan dll. Karena banyak muslimah di luar sana mereka hanya membutuhkan pujian dan sanjungan semata, seolah olah dialah muslimah sebenar nya, padahal itu salah besar
A : Menjadi muslimah yang slalu taat spt saya katakan, adalah dengan tak henti belajar, baik belajar secara teori ataupun praktek...tidak ada satupun kita yang ga punya kekurangan dan kesalahan. Itu bkn aib....tapi yang aib adalah orang yang ga mau belajar untuk tambah ilmu dan ga mau belajar untuk memperbaiki diri...

Q : Sedikit risih juga sebenernya Ustd, sama yang sering kritik entah kadang bawa dalil atau enggak. Merasa diri paling bersih tapi lupa & lalai sama aib sendiri. Apalagi dijaman socmed ini. Takut juga kalo kebablasan bisa kayak gitu
A :  Melihat pribadi yang kontradiktif, hati-hati kita menyikapinya, jangan sampai salah sasaran menimbulkan kebencian terhadap amal saleh dan orang saleh.... sebaiknya tidak fokus ke orangnya, tapi pada perbuatannya..

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ