Home » » KETAKUTAN (SYAKHSYATUL ISLAMIYAH)

KETAKUTAN (SYAKHSYATUL ISLAMIYAH)

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Wednesday, January 7, 2015


Kajian Hamba اَللّه Ta'ala 
Tanggal: 7 Januari 2015
Narasumber: Ustadz Ridwan Ridho
Tema: Ketakutan
Editor: Wanda Vexia H
Admin M108 Nanda: Risky & Ayu
Notulen: Riski Ika Wati


Bismillah, Assalamu`alaikum wr. wb.
"Sesungguhnya rugilah orang yang membunuh anak-anak mereka, karena kebodohan lagi tidak mengetahui dan mereka mengharamkan apa yang Allah telah rezeki-kan pada mereka dengan semata-mata mengada-adakan terhadap Allah. Sesungguhnya mereka telah sesat dan tidaklah mereka mendapat petunjuk" [QS. Al-An'am:140]
Permasalahan hidup seringkali diawali karena ketakutan akan masa yang akan datang. Ketakutan terlebih dahulu sering sekali berada pada tataran kritis. Sehingga memunculkan kata gelisah dalam setiap episode yang telah Allah berikan pada setiap manusia.

Sebenarnya semua persoalan itu selalu ada jawaban karena tidak mungkin Allah menguji manusia itu dengan berbagai cobaan sesuai batas kemampuan manusia itu sendiri. Ibarat gembok di ciptakan selalu berbarengan dengan kunci. Seperti itulah ujian yang menimpa manusia, pastilah ada kunci/jalan keluarnya.

Yang lebih aneh lagi ketika seseorang itu muslim, namun ia tidak yakin dengan kemampuannya untuk menyelesaikan masalahnya. Inilah dasar kenapa kita harus memperkuat dan terus memperkuat ketauhidan yang shohih.
TANYA JAWAB :
1. Assalamualaikum wr. wb... Ustadz, terkadang kita sampai gelisah, bingung, panik memikirkan masalah yang ada. Apa yang harusnya kita lakukan? Apa melupakan masalah dan membiarkan sampai ada solusi dari masalah itu?

yang menjadi masalah itu terkadang kita terlalu fokus pada masalah dan melupakan solusi. Sebenarnya, yang harus di pahami adalah masalah dan fokus pada solusi masalah tersebut.

 

2. Ustadz, bagaimana memecahkan sebuah masalah jika salah satunya bersifat keras kepala dan maunya benar aja?

Salamatu shadr (berlapang dada) adalah syarat jika berhubungan dengan sesama manusia.


3. Ustadz, kalau orang yang bunuh diri karena masalahnya itu gimana? Katanya Allah menguji manusia itu dengan berbagai cobaan sesuai kesanggupan manusia tersebut.

Mencoba untuk bunuh diri itu adalah pemecahan masalah yang tidak akan mendapatkan solusi apa apa, justru hanya akan menambah rentetan penderitaan. Sudah mengalami ujian berat di dunia, masa mau menambah penderitaan di akhirat. Yang salah ya mindset (pola pikir) manusia dalam memilih pilihan. Manusia diberi potensi kebaikan dan potensi kejahatan, tinggal memilih. Diberi akal dan pikiran. Tinggal bagaimana manusia memecahkan masalahnya tersebut. Ingatlah semua manusia, hewan dan apapun yang terjadi di seluruh alam semesta ini, tak luput dari pengamatan Allah. Maka ketika berada di fase seperti itu, perbanyaklah istighfar dan mendekat diri pada Allah. Kadang, Allah memberikan cobaan atau ujian kepada hamba-Nya itu sematamata untuk menguji keimanan manusia tersebut. Apakah dia akan tetap menghambakan diri pada Allah, atau justru malah menjauh dari Allah. Dan ingatlah, bahwa setiap cobaan dan ujian itu diberikan bisa jadi karena Allah merindukan hambaNya agar datang bersimpuh padaNya, lebih mendekatkan diri padaNya. So, selalulah ingat Allah dimanapun, kapanpun dan aktivitas apapun yang kita lakukan...


4. Ustadz, bagaimana caranya menguatkan diri agar tidak takut menghadapi masa depan? Bagaimana pula menghadapi sesuatu hal yang ingin di capai tapi kadang suka takut gagal atau takut tidak bisa melakukannya?

Caranya hanya 1. Dalam ilmu neuro linguistik ada konsep never mind. Sederhananya, don't think anything. And jangan menginterpretasikan duluan. Doing the best, start with bismillah (in the name of Allah)


5. Terkadang ada yang bilang hadapi masa sekarang, masa depan ya nanti aja. Tapi kalau saya selalu berfikirnya efek yang akan di timbulkan dimasa depan ustadz...

Tidak apa-apa. Dalam Islam ada perintah for make plan. Bisa di tadabburi di beberapa Surah yang tertulis dalam Al-Qur'anul karim. Namun yang jadi masalah adalah ketika kita punya rasa takut yang berlebihan terhadap sesuatu yang belum tentu/pasti terjadi. So be enjoyed ....


Penutup
Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Aamiin.... 

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” 

Wassalamu'alaikum...

For more category please visit:
(www.kajianonline-hambaAllah.blogspot.com)

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT