Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KEWAJIBAN TERHADAP RASUL

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Selasa, 06 Januari 2014
Narasumber : Ustadzah Kaspin

Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuhu
Apa bakar semuanya...aih apa kabar?
Baik, hari ini masih libur ya? kita share sesuatu mengenai beberapa kewajiban kita kepada Rosulullah saw
Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):157 - (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dalam ayat ini (7:157) ada 4 kewajiban kita kepada Rosulullah saw. Terkait juga dengan syahadat yang kita ucapkan bahwa kita bersaksi bahwa Muhammad saw adalah utusan Allah swt. Dan memang kita mengetahui bahwa secara fitrah kita ini manusia yang punya fitrah untuk mengabdi, menghamba dan menyembah.

Namun tentunya tanpa hidayah rosul ini kita tidak akan kenal dengan Allah swt. Rosullah yang mengenalkan kepada manusia bahwa Tuhan itu namanya Allah dan memiliki 99 nama nama yang baik yang nama-Nya itu juga mencerminkan sifat-Nya. Rosul juga yang membimbing dan mendidik manusia bagaimana seharusnya menyembah Allah swt sesuai dengan yang Allah Kehendaki. Oleh karena itu wajib bagi kita untuk (7:157)

1. Mengimaninya

Beriman kepada Rosulullah saw karena memang hari ini Rosulullah saw tidak bersama dengan kita tapi inilah keimanan yang besar bahwa walaupun kita tidak pernah bertemu dengan rosul dan keimanan kepada rosul adalah perkara yang ghoib. Kita tetap beriman.
Tempat yang tertinggi (Al-'A`rāf):158 - Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".
Sapi Betina (Al-Baqarah):3 - (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.
Dan semua rukun iman yang enam itu adalah perkara ghoib bagi kita hari ini karena itu beruntunglah kita karena kita mengimaninya.

"Rasulullah merindui umat akhir zaman"

Suasana di majlis pertemuan itu hening sejenak. Semua yang hadir diam membatu. Mereka seperti sedang memikirkan sesuatu. Lebih-lebih lagi Saidina Abu Bakar. Itulah pertama kali dia mendengar orang yang sangat dikasihi melafazkan pengakuan demikian.

Seulas senyuman yang sedia terukir dibibirnya pun terungkai. Wajahnya yang tenang berubah warna. "Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu? " Saidina Abu Bakar bertanya melepaskan gumpalan teka-teki yang mula menyerabut fikiran.

"Tidak, wahai Abu Bakar. Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku (ikhwan)," suara Rasulullah bernada rendah.

"Kami juga ikhwanmu, wahai Rasulullah," kata seorang sahabat yang lain pula. Rasulullah menggeleng-gelangkan kepalanya perlahan-lahan sambil tersenyum. Kemudian baginda bersuara:

"Saudaraku ialah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka."

Pada ketika yang lain pula, Rasulullah menceritakan tentang keimanan ‘ikhwan’ baginda: "Siapakah yang paling ajaib imannya?" tanya Rasulullah.
"Malaikat," jawab sahabat.
"Bagaimana para malaikat tidak beriman kepada Allah, sedangkan mereka sentiasa hampir dengan Allah," jelas Rasulullah. Para sahabat terdiam seketika. Kemudian mereka berkata lagi, " Para nabi."
"Bagaimana para nabi tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."
"Mungkin kami," celah seorang sahabat.
"Bagaimana kamu tidak beriman, sedangkan aku berada ditengah-tengah kamu," pintas Rasulullah menyangkal hujah sahabatnya itu.
"Kalau begitu, hanya Allah dan Rasul-Nya sahaja yang lebih mengetahui," jawab seorang sahabat lagi, mengakui kelemahan mereka.
"Kalau kamu ingin tahu siapa mereka? Mereka ialah umatku yang hidup selepasku. Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya. Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku. Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap Rasulullah lagi setelah seketika membisu. Ada berbaur kesayuan pada ucapannya itu.

Maka berbahagialah kita dengan keimanan ini.

2. Memuliakannya

Bagaimana kita memuliakan orang yang tidak bersama dengan kita? Tapi kenapa alquran menyuruh kita demikian? Ooo...ternyata sampai hari ini pun ada manusia manusia yang sama juga tidak pernah bertemu Rosulullah saw yang mulia itu menghinakan Rosulullah saw. Mereka seperti punya tugas suci meneruskan menghina Nabi. Katanya Beliau itu tidak waras, berpenyakit, tukang sihir dan sebagainya yang juga kata-kata dan kalimat itu pernah dilontarkan oleh para pemuja berhala sebelumnya. Mulai dari karikatur, film dan usaha usaha penistaan lainnya. Sebagai orang yang beriman tentunya kita harus memuliakannya.

Para orientalis kafir mengatakan: "apakah tidak gila, ada seorang manusia yang bisa berkata dengan 3 jenis perkataan? kadang ia mengatakan ini adalah alquran, kadang ia mengatakan ini adalah firman tuhan tapi bukan quran (hadits qudsi) dan ini adalah hadits...." Mereka tidak menyadari bahwa justru itulah kemuliaannya. Dan mereka sendiri mengakuinya. Adakah manusia zaman ini yang bisa berkata seperti demikian? Alquran dengan tatabahasa sastra yang tinggi dan mulia. Redaksi hadits qudsi yang juga berbeda. Dan perkataan hadits juga dengan narasi dan sastra yang berbeda. Adakah? Tidak ada. Sampai kapanpun takkan ada.

Memuliakannya juga dengan seringnya kita bersholawat untuk Nabi. Punya cita cita untuk berziarah ke Mekah dan Madinah. Napak tilas perjuangan Rosulullah saw dengan haji atau umroh. Namun sebelumnya cobalah baca sirah nabawiyyah, sejarah nabi.

3. Menolongnya

Dikisahkan bahwa dalam perang Uhud setelah pasukan pemanah turun bukit pasukan kurais yang dipimpin Kholid bin Walid menyerang dari belakang bukit dan membunuh pasukan pemanah yang tersisa yang tidak ikut turun mereka punya posisi strategis dengan menyiapkan pasukan pemanah juga dari atas. Sementara kecamuk perang dibawah terjadi pasukan Rosulullah terdesak mundur dan Rosulullah saw salah satu kakinya yang mulia terperosok kedalam lubang ditanah sehingga beliau sulit untuk beranjak.

Melihat posisi seperti itu kontan saja pasukan panah qurais mengarahkan busur-busur mereka kepada Rosulullah saw. Beberapa detik kemudian anak anak panah berhamburan keluar dari busurnya dengan tujuan yang sama yaitu tubuh Nabi yang mulia layaknya hujan anak anak panah itu begitu rapat dan cepat memburu. Melihat kejadian ini salah seorang sahabat yang mulia Abu Umamah langsung melompat kehadapan Nabi saw dan menutupi tubuh Nabi yang mulia dengan tubuhnya. Kontan saja seluruh anak panah itu secara serentak menghunjam kedalam tubuh Abu Umamah sehingga beliau syahid seketika sementara Rosullah saw selamat. Demikian keimanan, kecintaan, dan pembelaan sahabat yang mulia kepada Nabi saw.

Lalu dizaman ini bagaimana sikap kita kepada orang orang yang menghina nabi dengan kartun? Dengan film? Dengan membakar alquran? Dengan melecehkan syariat Allah?

Sementara kita ini memang bukan sahabat Nabi kita adalah ikhwan (saudara) Nabi. Kita beriman, memuliakan dan menolongnya di akhir zaman ini dengan kemampuan kita meminimalisir kejahatan kemaksiatan dan kemungkaran juga penistaan terhadap baginda yang mulia. Kalau kita belum mampu meneruskan perjuangan Nabi maka kita bantu dan bersama dengan orang-orang yang meneruskan perjuangan Nabi.

4. Mengikuti Cahaya (alquran)

Ini juga kewajiban kita beriman dan mengikuti alquran sebagai bentuk dari keimanan kita. Bahwa manusia ini Allah yang menciptakan dan Allah juga berikan bagaimana menjalani kehidupannya dengan buku panduan yang diberikan melalui Rosul.

Ibaratnya kita beli mobil merk Honda maka pabrikan Honda akan mengeluarkan buku panduan bagaimana itu menjalankan mobil dan perawatannya. Kemudian buku panduan itu kita buang kita ganti dengan merk BMW karena lebih keren misalnya. Yaaa tidak akan cocok. Ngawur toh?

Manusia ini Allah yang mengetahui seluk beluknya maka sudah pasti Allah yang Maha Tahu segalanya tentang manusia ini tinggal nurut saja, ikutin Alquran pedoman hidup. Maka sudah barang tentu kita jadi manusia yang beruntung.
Demikian.
Sekian.

TANYA JAWAB

1. Ustadz, bila hanya mampu dengan sholawat saja sudahkah kita mencintai rasul? Syukron
Jawab
Belum cukup bu, kita harus mengikuti apa yang diperintah dan menjauhi yang dilarang juga meneruskan dakwahnya.

2. Ustadz, afwan diatas kenapa istilahnya hidayah Rasulullah? bukannya hidayah itu hanya dari Allah?
Jawab
Hidayah itu petunjuk, petunjuk yang Allah berikan itu banyak jadi adanya Rosul juga merupakan hidayah dari Allah. Demikian umi Nessa.

3. Ustad, mohon pentunjuk bagaimanakah kita harus mencotoh Rosul kita di jaman yang sudah sulit iman ini?
Jawab
Dengan membaca kisah Nabi lewat sejarah. Baca sirah nabawiyah, kenali dulu.

4. Ustad apakah boleh melakukan sesuatu yang berlebihan  untuk  membuktilan  bahwa kita  cinta Rosul, seperti   kebayakan  yang saya  baca di sosmed  saat ini mereka  mengajurkan untuk bersholawat banyak pada  bulan ini khusus  nya. Bukankah sholawat pada Rosul  kita boleh  kita lakukan setiap  saat ustad?
Jawab
Iya...bersholawatlah untuk nabi tapi tidak berlebihan. Karena Allah dan malaikat juga bersholawat untuk nabi.

5. Ustadz, apakah sholawat nariyah termasuk berlebihan?
Jawab
Iya...sebaiknya baca sholawat yang ada waktu tahiyat akhir sholawat ibrahimiyah. Atau allahumma sholli ala muhammad Wa ala ali muhammad. Minimal.

6. Kalo mengalami kejenuhan dalam  dakwah cara mengatasinya gimana?
Jawab
Mae, cara mengatasinya berarti harus diatas sebab kalau dibawah namanya jadi membawahi. Untuk bisa tidak jenuh ya dengan berusaha menghindari kejenuhan itu dengan cara yang dibuat lebih variatif dan juga berkumpul dengan orang orang sholeh yang aktif berdakwah juga.

7. Kalo kita mau hidup kaya nabi gimana?
Jawab
Baca dulu sirah nabawiyah

8. Apa beliau pernah meruqyah orang? Kapan Tad?
Jawab
Pernah. Cari haditsnya sendiri Mae waktu beliau sakit Aisyah diminta untuk meruqyah beliau SAW

Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Semoga Bermanfaat