Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KISAH WAFATNYA ABU THALIB

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Kamis, 29 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Abdullah Haidir Lc
Tema : Shiroh
Notulen : Ana Trienta

Assalamualaikum ikhwati wa akhwati fillah sudah lama nih ga mampir, moga saya ga dilupain....;)

Saya dapat tugas nih, isi kajian tapi admin ga kasih tema jadi bebas yaa?
Banyak yang hadir ga? Yang hadir angkat tangan ya?

Thayib... Saya ingin bahas tentang pelajaran dibalik kisah wafatnya Abu Thalib. Peristiwa kematian Abu Thalib, diriwayatkan oleh banyak perawi, yang paling utama adalah riwayat Bukhari dan Muslim.

Diriwayatkan bahwa saat Abu Thalib menjelang sekarat, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mendatanginya. Ketika itu di sisinya sudah ada Abu Jahal serta Abdullah bin Abi Umayyah bin Al-Mughirah. Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata kepada pamannya,

« يَا عَمِّ قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ. كَلِمَةً أَشْهَدُ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ »

"Wahai paman, katakan Laa ilaaha Illallah, kalimat yang dengan itu aku dapat membelamu di sisi Allah."


Lalu berkatalah Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayah,

يَا أَبَا طَالِبٍ أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ.

"Wahai Abu Thalib, apakah kamu akan membenci agama Abdul-Muthalib."

Rasulullah saw terus menawarkan  perkataan tersebut kepadanya, diapun (Abu Jahal) mengulang-ulang ucapannya, hingga akhirnya Abu Thalib menyampaikan perkataan terakhirnya kepada mereka bahwa dia berada dalam agama Abdul-Muthalib dan menolak untuk mengucapkan Laa ilaaha Illallah.

Maka Rasulullah saw bersabda, "Demi Allah, sungguh aku akan memohonkan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang tentang hal itu kepadamu."  Maka Allah Azza wa Jalla menurunkan (wahyu),

(مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِى قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ). وَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى فِى أَبِى طَالِبٍ فَقَالَ لِرَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

"Tidaklah sepatutnya bagi nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam." (QS. At-Taubah: 113)

kemudian Allah menurunkan wahyunya terkait dengan Abu Thalib. Dia berfirman kepada Rasulullah saw,

(إِنَّكَ لاَ تَهْدِى مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِى مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ ).

"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk." (QS. Al-Qashash: 56)

Kisah ini memberikan banyak pelajaran, di antaranya;

1.  Hadits ini secara jelas menunjukkan bahwa Abu Thalib, paman Rasulullah saw yang berjasa merawat dan melindungi beliau, meninggal dalam keadaan tidak beriman. Berbeda dengan pandangan kaum Syiah yang dengan berbagai dalih menolak kenyataan ini.

2. Kesungguhan Rasulullah saw agar seseorang mati membawa iman. Hadits ini juga memberikan isyarat bahwa apabila seseorang di akhir kehidupannya menyatakan keimanannya, maka hal tersebut akan menyebabkan keselamatan baginya apapun yang dia lakukan sebelumnya.

3. Hidayah Allah sangat mahal. Dia yang tentukan hidayah bagi seseorang. Namun tetap Allah tentukan berdasarkan sebab-sebabnya di antara sebab Abu Thalib tidak menerima hidayah;
a. Berlebihan berpegang teguh pada ajaran nenek moyang. Ajaran orang tua meski tidak slalu salah, namun juga tidak selalu benar. Patokannya adalah ajaran Allah yang baik di dukung,  yang salah ditinggalkan. 
b. Peran pendamping yang buruk, akan sangat berpengaruh pada keyakinan seseorang. Dari sini juga dapat disimpulkan bahwa sebaiknya orang yang akan menghadapi kematian didampingi dan dituntun (talqin) agar di akhir kehidupannya dia tetap menyatakan keimanannya serta tidak tergoda oleh berbagai bisikan yang hendak mengalihkan keimanannya. 
c. Faktor usia. Biasanya orang tua sulit merubah keyakinan dan prinsip. Ini penting bagi seseorang berusaha mencari kebenaran di jalan yang benar sejak dini sejak masih muda
4. Dalam masalah aqidah, memang harus mampu memisahkan antara masalah perasaan kasih sayang dengan keyakinan prinsip

Wallahu a'lam....
Thayib sampai di sini kajian saya....
Thayib saya mau kasih pertanyaan.....#sebelumditanya

DISKUSI

Member
Afwan pak ustadz, kalo begitu misal orang musyik yang meninggal kemudian kita berdoa untuk nya maka doa kita tidak tersampaikan ya?
Ustadz
Tidak boleh mendoakan orang musyrik atau orang kafir yang sudah meninggal

> Yang hidup aja boleh ustadz?
Jawab
Yang hidup didoakan agar dapat hidayah...

Ustadz
Jangan tanya dulu yak....saya mao nanya....
Di antara yang membantah wafatnya Abu Thalib dalam keadaan tidak membawa iman, adalah adanya riwayat bahwa isterinya Fatimah masuk Islam dan tetap tinggal bersamanya hingga wafat. Bukankah wanita muslimah tidak boleh bersuamikan kafir? Berarti Abu Thalib tidak kafir, sebab kalau kafir, istrinya harus dipisah? 

Member
Tapi kan sang istri masuk islam setelah menikah dengan abu thalib. Terus kalo begitu boleh hidup bersama? Dan saat itu apakah peraturan mengenai nikah sudah di syiarkan? Ane gatau ustadz soalnya ane baru baca bukunya sampai wahyu rasulullah shallallahu 'allaihi wasallam yang pertama. Kalau jaman sekarang ya ga boleh ustad kan udah di tegas kan dalam al Qur'an ☺, dan antum juga pernah bahas soal pernikahan semacam ini ustadz

Ustadz
Nah itu dia yang pernah ana sampaikan coba sebutkan ayatnya akh ryan.. kalau ngga bisa .......setrappp!

Member
Surah al maidah ayat 5 bukan ustadz? Eh apa al baqarah ya 😰
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mu’min lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik [dengan wanita-wanita mu’min] sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya [perintah-perintah-Nya] kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran. (QS Al-Baqarah: 221).
Ituh ustdz 🙈
Itu ayatnya larangan  umum ada ayat lain memerintahkan para sahabat untuk menceraikan istrinya yang kafir.

Ustadz
Mana yang lain.... ? Apa perlu di strapp rame-rame nih....:)

Member
Oh ya ustdz?
Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka” (QS. Al-Mumtahanah: 10)
Itukah ustadz?👆

Ustadz
Sedikit lagi....

Member
orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka, maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kemba-likan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir, mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka.” (Al Mumtahanah: 10)
Ustadz
Iya bukan mahramnya ga boleh nyampur.
Kurang tepat....

وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ

[Surat Al-Mumtahana : 10]

Tolong terjemahin ayatnya 

"Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka"

Surat Al-Mumtahanah Terdiri dari 13 Ayat, Termasuk surat Madaniyyah , Surat ini di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ ۖ اللَّهُ أَعْلَمُ بِإِيمَانِهِنَّ ۖ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ ۖ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ ۖ وَآتُوهُمْ مَا أَنْفَقُوا ۚ وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ أَنْ تَنْكِحُوهُنَّ إِذَا آتَيْتُمُوهُنَّ أُجُورَهُنَّ ۚ وَلَا تُمْسِكُوا بِعِصَمِ الْكَوَافِرِ وَاسْأَلُوا مَا أَنْفَقْتُمْ وَلْيَسْأَلُوا مَا أَنْفَقُوا ۚ ذَٰلِكُمْ حُكْمُ اللَّهِ ۖ يَحْكُمُ بَيْنَكُمْ ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka;maka jika kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikanlah kepada (suami suami) mereka, mahar yang telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu mengawini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendaklah kamu minta mahar yang telah kamu bayar; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
(QS: Al-Mumtahanah Ayat: 10)

Ala kulli hal sebenarnya surat Almumtahanah ayat 10 ini berbicara tentang ga bolehnya bersuamikan atau beristri orang musyrik kalau terjadi harus dipisah.

Sebenernya jawaban Ryan dkk sebelumnya ga salah-salah amat sih, cuma gertak sedikit aja....:)
Jadi apa pun dalih nya seorang muslim tak boleh menikahi orang kafir atau yang berbeda keyakinannya

Sebentar dulu jangan tanya masih lanjut nih kaitannya dengan kisah Abu Thalib tadi gimana? Mengapa istrinya yang muslimah tetap tinggal bersamanya!
Ayo jawab....kalau ga bisa di strap lagi.....!

Member
Kan saat itu surah  al mumtahanah belum turun ustdz 😅

Ustadz
Mumtaaz lebih detail lagi dong jawabannya kapan abu thalib wafat dan kapan surat itu turun serta jawabn pendukung lainnya. Kan sudah saya jelaskan dulu tafsir surat almumtahanan asbabunnuzulnya soal wafatnya Abu Thalib kan ada materi siroh. Ayo cepetan jawab dikit lagi zuhur nih di riyadh....

Member
Abu thalib meninggal bulan rajab tahun kesepuluh dari nubuwah ustadz

Ustadz
Mumtaaaz...
Terus

Member
Ada pendapat lain 3 bulan sebelum wafatnya khadijah yaitu bulan ramadhan
Hehe 
Aduh di attack terus 
Surah itu turun ketika Umar masuk islam ustadz. Hehe salah apa ya. Eh salah kali ya ah galau 😰

Ustadz
Umar masuk islam kan sebelum abu thalib meninggal. Tapi ada riwayat Ibnu Mani’ dari al-Kalbi, dari Abu Shalih yang bersumber dari Ibnu ‘Abbas bahwa ‘Umar bin al-Khaththab masuk Islam, akan tetapi istrinya masih mengikuti kaum musyrikin. Maka turunlah ayat ini (al-Mumtahanah: 10) yang melarang kaum Mukminin berpegang pada perkawinan dengan wanita kafir.

Jadi begini..... sebelum turun ayat itu, pasangan yang berbeda agama masih boleh tinggal bersama. Maka, banyak para sahabat yang masih tinggal dengan pasangannya yang masih musyrik, termasuk Fatimah, istrinya Abu Thalib, termasuk juga puteri Rasulullah sae, Zainab, suaminya Abul Ash saat itu masih musyrik, Umar bin Khatab, juga masih punya istri yang musyrik. nah surat almumtahanah turun sebelum peristiwa Fathu Mekah, sekitar  th 7 hijriah setelah itu tidak boleh lagi ada muslim atau muslimah, pasangannya masih musyrik. Maka, kesimpulannya,  soal isteri Abu Thalib yang muslimah masih tinggal bersama Abu Thalib, karena belum ada larangan ketika itu,

Thayib, saya permisi juga minta maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. salaaam..

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك


Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ