Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP (LIL)

Kajian Online Hamba الله SWT M10

Hari: Senin, 5 Januari 2015
Narasumber: Bunda Ratih
Tema: Kesehatan
Admin Umi dan Rahmi


Assalamualaikum bunda2sayang
Bismillah sya mulai menshare materinya


LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP (LIL)

PENGERTIAN
Imunisasi merupakan suatu program yang dengan sengaja memasukkan antigen lemah agar merangsang antibodi keluar sehingga tubuh dapat resisten terhadap penyakit tertentu. (Proverawati, 2010)Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhada penyakit tertentu. (Alimul, 2009).

TUJUAN IMUNISASI
Program imunisasi bertujuan untuk memberikan kekebalan pada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit. (Proverawati, 2010)Tujuan pemberian imunisasi adalah diharapkan anak menjadi kebal terhadap penyakit sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas serta dapat mengurangi kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. (Alimul, 2009).

MANFAAT IMUNISASI
1. Untuk Anak
Mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit dan kemungkinan cacat atau kematian.
2. Untuk Keluarga
Menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman.
3. Untuk Negara
Memperbaiki tingkat kesehatan, mrnciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara. (Proverawati, 2010).

JENIS IMUNISASI
1.Imunisasi Aktif
Merupakan pemberian suatu bibit penyakit yang telah dilemahkan (vaksin) agar nantinya sistem imun tubuh berespon spesifik dan memberikan suatu ingatan terhadap antigen ini, sehingga ketika terpapar lagi tubuh dapat mengenali dan meresponnya. Contoh imunisasi aktif adalah imunisasi polio dan campak.Dalam imunisasi aktif terdapat beberapa unsur-unsur vaksin, yaitu :Vaksin dapat berupa organisme yang secara keseluruhan dimatikan, eksotoksin yang didetoksifikasi saja, atau endotoksin yang terikat pada protein pembawa seperti polisakarida, dan vaksin dapat juga berasal dari ekstrak komponen-komponen organisme dari suatu antigen. Dasarnya adalah antigen harus merupakan bagian dari organisme yang dijadikan vaksin.Pengawet/stabilisator, atau antibiotik. Merupakan zat yang digunakan agar vaksin tetap dalam keadaan lemah atau menstabilkan antigen dan mencegah tumbuhnya mikroba. Bahan-bahan yang digunakan seperti air raksa atau antibiotik yang biasa digunakan.Cairan pelarut dapat berupa air steril atau juga berupa cairan kultur jaringan yang digunakan sebagai media tumbuh antigen, misalnya telur, protein serum, bahan kultur sel.Adjuvan, terdiri dari garam aluminium yang berfungsi meningkatkan sistem imun dari antigen. Ketika antigen terpapar dengan antibodi tubuh, antigen dapat melakukan perlawanan juga, dalam hal ini semakin tinggi perlawanan maka semakin tinggi peningkatan antibodi tubuh.
2.Imunisasi Pasif
Merupakan suatau proses peningkatan kekebalan tubuh dengan cara memberikan zat immunoglobulin, yaitu zat yang dihasilkan melalui suatu proses infeksi yang dapat berasal dari plasma manusia (kekebalan yang didapatkan bayi dari ibu melalui plasenta) atau binatang (bisa ular) yang digunakan untuk mengatasi mikroba sudah masuk dalam tubuh yang terinfeksi. Contoh imunisasi pasif adalah penyuntikan ATS pada orang yang mengalami luka kecelakaan. Contoh lain adalah yang terdapat pada bayi yang baru lahir dimana bayi tersebut menerima berbagai jenis antibodi dari ibunya melalui darah plasenta selama masa kandungan, misalnya antibodi terhadap campak. (Proverawati, 2010).

JENIS VAKSIN LIMA IMUNISASI LENGKAP
1. BCG
Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit TBC yang berat sebab terjadinya penyakit TBC yang primer atau yang ringan dapat terjadi walaupun sudah dilakukan imunisasi BCG. TBC yang berat contohnya adalah TBC pada selaput otak, TBC milier pada seluruh lapangan paru, atau TBC tulang. Vaksin BCG merupakan vaksin yang mengandung kuman TBC yang telah dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi BCG adalah 1 dosis sejak lahir sebelum umur 3 bulan. Vaksin BCG diberikan melalui intradermal/intracutan. Efek samping pemberian imunisasi BCG adalah terjadinya ulkus pada daerah suntikan, limfadenitis regionalis, dan reaksi panas.
2. Hepatitis B
Imunisasi hepatitis B merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit hepatitis B. kandungan vaksin ini adalah HbsAg dalam bentuk cair. Frekuensi pemberian imunisasi hepatitis B adalah 3 dosis. Imunisasi hepatitis ini diberikan melalui intramuscular.
3. Polio
Imunisasi polio merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit poliomyelitis yang dapat menyebabkan kelumpuhan pada anak. Kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi polio adalah 4 dosis. Imunisasi polio diberikan melalui oral.
4. DPT
Imunisasi DPT merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Vaksin DPT ini merupakan vaksin yang mengandung racun kuman difteri yang telah dihilangkan sifat racunnya, namun masih dapat merangsang pembentukan zat anti (toksoid). Frekuensi pemberian imuisasi DPT adalah 3 dosis. Pemberian pertama zat anti terbentuk masih sangat sedikit (tahap pengenalan) terhadap vaksin dan mengaktifkan organ-organ tubuh membuat zat anti. Pada pemberian kedua dan ketiga terbentuk zat anti yang cukup. Imunisasi DPT diberikan melalui intramuscular. Pemberian DPT dapat berefek samping ringan ataupun berat. Efek ringan misalnya terjadi pembengkakan, nyeri pada tempat penyuntikan, dan demam. Efek berat misalnya terjadi menangis hebat, kesakitan kurang lebih empat jam, kesadaran menurun, terjadi kejang, encephalopathy, dan syok.
5. Campak
Imunisasi campak merupakan imunisasi yang digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit campak pada anak karena termasuk penyakit menular. Kandungan vaksin ini adalah virus yang dilemahkan. Frekuensi pemberian imunisasi campak adalah 1 dosis. Imunisasi campak diberikan melalui subkutan. Imunisasi ini memiliki efek samping seperti terjadinya ruam pada tempat suntikan dan panas. (Alimul, 2009)
JADWAL IMUNISASI
1.BCG
Imunisasi BCG diberikan pada umur sebelum 3 bulan. namun dianjurkan pemberian imunisasi BCG pada umur antara 0-12 bulan.Dosis 0,05 ml untuk bayi kurang dari 1 tahun dan 0,1 ml untuk anak (>1 tahun).Imunisasi BCG ulangan tidak dianjurkan.Vaksin BCG tidak dapat mencegah infeksi tuberculosis, namun dapat mencegah komplikasinya.Apabila BCG diberikan pada umur lebih dari 3 bulan, sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Vaksin BCG diberikan apabila uji tuberkulin negatif.
2.Hepatitis B
Imunisasi hepatitis B-1 diberikan sedini mungkin (dalam waktu 12 jam) setelah lahir.Imunisasi hepatitis B-2 diberikan setelah 1 bulan (4 minggu) dari imunisasi hepatitis B-1 yaitu saat bayi berumur 1 bulan. Untuk mendapatkan respon imun optimal, interval imunisasi hepatitis B-2 dengan hepatitis B-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan. Maka imunisasi hepatitis B-3 diberikan pada umur 3-6 bulan.Departemen kesehatan mulai tahun 2005 memberikan vaksin hepatitis B-0 monovalen (dalam kemasan uniject) saat lahir, dilanjutkan dengan vaksin kombinasi DTwP/hepatitis B pada umur 2-3-4 bulan. Tujuan vaksin hepatitis B diberikan dalam kombinasi dengan DTwP untuk mempermudah pemberian dan meningkatkan cakupan hepatitis B-3 yang masih rendah.Apabila sampai dengan usia 5 tahun anak belum pernah memperoleh imunisasi hepatitis B, maka secepatnya diberikan imunisasi hepatitis B dengan jadwal 3 kali pemberian.
3. DPT
Imunisasi DPT primer diberikan 3 kali sejak umur 2 bulan (DPT tidak boleh diberikan sebelum umur 6 minggu) dengan interval 4-8 minggu. Interval terbaik diberikan 8 minggu, jadi DPT-1 diberikan pada umur 2 bulan, DPT-2 pada umur 4 bulan dan DPT-3 pada umur 6 bulan.Dosis DPT adalah 0,5 ml, intramuskular, baik untuk imunisasi dasar maupun ulangan.Vaksin DPT dapat diberikan secara kombinasi dengan vaksin lain yaitu DPT/Hepatitis B dan DPT/IPV.
4. Polio
Terdapat 2 kemasan vaksin polio yang berisi virus polio -1, 2, dan 3. (1.OPV, hidup dilemahkan, tetes, oral.; 2.IPV, in-aktif, suntikan.)Polio-0 diberikan saat bayi lahir sesuai pedoman PPI sebagai tambahan untuk mendapatkan cakupan imunisasi yang tinggi.Untuk imunisasi dasar (polio-2, 3, 4) diberikan pada umur 2,4, dan 6 bulan, interval antara dua imunisasi tidak kurang dari 4 minggu.OPV diberikan 2 tetes per-oral.IPV dalam kemasan 0,5 ml, intramuscular. Vaksin IPV dapat diberikan tersendiri atau dalam kemasan kombinasi (DPT/IPV).
5. Campak
Vaksin campak rutin dianjurkan diberikan dalam satu dosis 0,5 ml secara subkutan dalam, pada umur 9 bulan. (IDAI, 2008).

MITOS-MITOS IMUNISASI
Usia dan pendidikan orang tua dapat mempengaruhi pemberian imunisasi akibat kurangnya pemahaman terhadap imunisasi. Dan di masyarakat sering terdengar pendapat yang salah mengenai imunisasi. Tidak jarang dijumpai orang tua yang ragu atau bahkan menolak imunisasi dengan berbagai alasan. Ketakutan atau penolakan imunisasi mungkin berdasarkan pandangan religi, filosofis tertentu, anggapan imunisasi sebagai intervensi pemerintah.Keraguan tentang manfaat dan keamanan imunisasi perlu ditanggapi secara aktif. Apabila orang tua mendapat jawaban akurat dan informasi yang benar, maka orang tua dapat membuat keputusan yang benar tentang imunisasi. (IDAI, 2008)Mitos-mitos imunisasi yang sering dijumpai :
1. Vaksin MMR (meales, mumps dan rubella) bisa menyebabkan anak autis.
Tidak ada hubungan antara vaksin MMR dengan perkembangan autis, ini sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Biasanya gejala autis pertama kali terlihat saat bayi berusia 12 sampai 18 bulan, dimana hamper bersamaaan dengan diberikannya vaksin MMR. Kebanyakan autis disebabkan oleh faktor genetik, jadi jangan takut untuk memberikan vaksin MMR pada anak.
2. Terlalu banyak vaksin akan membebani system imun.
Mitos ini tidak benar, karena meskipun jumlah suntikan vaksin meningkat tapi jumlah antigen telah menurun. Selain itu sistem imun manusia memberikan respon terhadap ratusan antigen dalam kehidupan setia hari. Berbagai penelitian tidak memperlihatkan meningkatnya penyakit infeksi setelah adanya imunisasi.
3. Lebih baik memberi natural infeksi dibandingkan dengan vaksinasi.
Mitos ini tidak benar. Suatu penyakit bisa mengakibatkan kematian serta kecacatan yang permanen, dan dengan melakukan vaksinasi dapat memberikan perlindungan tanpa efek samping yang berat.
4. Sesudah imunisasi tidak akan tertular penyakit tersebut.
Tidak ada vaksinasi yang memberikan perlindungan terhadap suatu penyakit secara 100%. Bayi atau anak yang telah melakukan imunisasi masih ada kemungkinan yang sangat kecil untuk bisa tertular penyakit tersebut, namun akan jauh lebih ringan dibandingkan dengan anak yang tidak diimunisasi. Sehingga kemungkinan untuk bisa sembuh jauh lebih besar.
5. Imunisasi dapat menyebabkan penyakit yang seharusnya dicegah dengan vaksin tersebut.
Hal ini tidak benar, mustahil anak memperoleh penyakit dari imunisasi yang dibuat dari kuman mati atau dilemahkan. Imunisasi yang dibuat dari kuman hidup dan dilemahkan termasuk imunisasi campak, Gabak (rubella), gondong, cacar air, BCG dan polio.
6. Imunisasi sepertinya tidak efektif 100%, sia-sia saja anak diberlakukan imunisasi.
Fakta : jarang ada keberhasilan 100% di dunia kesehatan. Namun, kini imunisasi yang diberikan 85-99% berhasil merangsang tubuh membuat antibodi. Lebih baik bayi menangis 1 menit karena disuntik imunisasi daripada anak meninggal karena difteri, tetanus, campak atau penyakit lain dalam kategori imunisasi.
7. Mungkin anak akan menderita reaksi terhadap imunisasi yang menyakiti.
Reaksi umum terhadap imunisasi ringan saja seperti demam, kemerahan dan rasa sakit pada tempat suntikan, ruam ringan. Jarang sekali terjadi kejang-kejang atau reaksi alergi berat.
8. Anak tidak perlu imunisasi asalkan dia sehat, aktif, dan makan cukup banyak yang bergizi.
Imunisasi diberikan untuk menjaga anak tetap sehat, bukan memberi sehat. Tujuan imunisasi adalah melindungi tubuh sebelum diserang penyakit. Saat yang paling tepat memberikan vaksin adalah saat anak sehat.
9. Pada seri vaksinasi, apabila seri satu kali terlambat, seri harus dimulai lagi dari semula.
Hal ini tidak benar. Kalau anak tidak diberi vaksinasi pada saat dijadwalkan, memang dia kurang dilindungi terhadap penyakit. Akan tetapi seri vaksinasi tidak perlu diulang dari semula. Vaksinasi yang terlambat diberi saja dan jadwal dimulai lagi dari tahap itu, bukan dari semula.Oleh karena itu, jangn langsung percaya terhadap semua kabar burung yang beredar mengenai imunisasi, sebaiknya cari tahu penjelasannya melalui situs-situs ilmiah di internet atau berkonsultasi dengan dokter. (Proverawati, 2010).

REKAP PERTANYAAN
1. Tanya Bunda Fitri: Wa'alaikumussalam bu bidan, Di telah di  bahas mitos2 imunisasi yg sering d jumpai. Yg ingin saya tnya kn Dan pngen lebih d perjelas lg yaitu mitos yg religi Dan efeck anak setelah imunisasi. Bagaimana pandangan Islam ttg imunisasi? Dan saya sering melihat anak yg rutin imunisasi justru lemah kondisi fisik ny, bagaimana itu?
Jawab Bunda Ratih:
Walaikumsalam
Bunda silahkan baca mitos no 4 n fakta dino 6 mengenai kndsi anak yg lemah...
Boleh dicontoh kondsi lemah saat rutin imunisasi??

Bunda Fitri; Anak ny tuh terlihat lemah bu. Bahkan ketika udh besar sering sakit. Sensitive kondisi badan ny. Kena hujan, sakit. Kecapek an sakit. Dikit2 demam
Jawab Bunda Ratih:
Jgnkan anak2yg sdh besar...sya yg sdh berusia 25 tahun jikalau sdg capek,kehujanan apalagi saat jatuh akan sakit/demam...maaf apa bunda sndri tdk begtu??? daya tahan tubuh seseorg berbeda2...tdk bs disama ratakan antara si a dg si b..
Coba bunda tnyakan keanak tsb apakah sudah imunisasi influenza??jikalau sdh imunisasi influenza rata2daya tahan tubub anak tsb lebih kuat...sakit demam itu bkn krna anak tsb sering diimunisasi tpi krn daya tahan tubuhnya sdg menurun kmdian kemasukan virus dan tdk ada kekebalan tubuh yaitu dg bnyk istrhat,makan minum ckup akan trjdi demam tsb.

2. 1 lg afwan ya bu bidan d luar tema. Bagaimana klu ibu hamil tidak d suntik TT? Kebetulan saya lg hamil, bidan menyarankan suntik bulan ini. Tp saya sendiri takut dg jarum suntik. Mohon penjelasan ny ya bu bidan. Afwan.. Kepanjangan.. Bekal ilmu utk anak yg akn d lahirkan nanti.
Jawab:
Manfaat Imunisasi TT Ibu Hamil
1. Melindungi bayi baru lahir dari tetanus neonatorum (BKKBN, 2005; Chin, 2000). Tetanus neonatorum adalah penyakittetanus yang terjadi pada neonatus (bayi berusia kurang 1 bulan) yang disebabkan oleh clostridium tetani, yaitu kuman yang mengeluarkan toksin (racun) dan menyerang sistem saraf pusat (Saifuddin dkk, 2001).
2.Melindungi ibu terhadap kemungkinan tetanus apabila terluka (Depkes RI, 2000).

Maaf...sya bukan org yg pandai dan mengerti ttg agama,cuma sya mgkn bs membantu menjwb ttg imunisasi mnrt islam...jika ada jwbn yg kurang memuaskan ttg imunisasi mnrt agama islam next time jika ada materi islami blh dipertanyakan ttg ini kpda yg lebih ahli drpd saya...
Berdasarkan fatwa MUI bahwa vaksin haram tetapi boleh digunakan jika darurat. Bisa dilihat diberbagai sumber salah satunya cuplikan wawancara antara Hidayatullah dan KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI halaman 23.

Jika kita masih berkeyakinan bahwa vaksin haram, mari kita kaji lebih lanjut. Bahwa ada kaidahfiqhiyah,
“Darurat itu membolehkan suatu yang dilarang”
Kaidah ini dengan syarat:
Tidak ada pengganti lainnya yang mubahDigunakan sekadar mancukupi saja untuk memenuhi kebutuhan
Inilah landasan yang digunakan MUI, jika kita kaji sesuai dengan syarat:
Saat itu belum ada pengganti vaksin lainnya
Adapun yang berdalil dengan daya tahan tubuh bisa dengan jamu, habbatussauda, madu (bukan berarti kami merendahkan pengobatan nabi dan tradisional), maka kita jawab itu adalah pengobatan yang bersifat umum tidak spesifik, sebagaimana jika kita mengobati virus tertentu, maka secara teori bisa sembuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh, akan tetapi bisa sangat lama dan banyak faktor. Bisa saja ia mati sebelum daya tahan tubuh meningkat. Apalagi untuk jamaah haji syarat satu-satunya adalah vaksin.
Enzim babi pada vaksin hanya sebagai katalisator, sekedar penggunaannya saja.
Jika ada yang berdalil dengan,
”Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya. Maka berobatlah, dan jangan berobat dengan sesuatu yang haram” (HR. Thabrani, hasan
Maka, pendapat terkuat bahwa pada pada asalnya tidak boleh berobat dengan benda-benda haram kecuali dalam kondisi darurat, dengan syarat:
Penyakit tersebut penyakit yang harus diobatiBenar-benar yakin bahwa obat ini sangat bermanfaat pada penyakit tersebut.Tidak ada pengganti lainnya yang mubah
Hal ini berlandaskan pada kaidah fiqhiyah,

إذا تعارض ضرران دفع أخفهما

” Jika ada dua mudharat (bahaya) saling berhadapan maka di ambil yang paling ringan “
Dan Maha Benar Allah yang memang menciptakan penyakit pasti ada obatnya, tidak ada obatnya sekarang karena manusia belum menemukannya. Terbukti baru-baru ini telah ditemukan vaksin meningitis yang halal, dan MUI mengakuinya.
Bisa dilihat pernyataan berikut,
“Majelis Ulama Indonesia menerbitkan sertifikat halal untuk vaksin meningitis produksi Novartis Vaccines and Diagnostics Srl dari Italia dan Zhejiang Tianyuan Bio-Pharmaceutical asal China. Dengan terbitnya sertifikat halal, fatwa yang membolehkan penggunaan vaksin meningitis terpapar zat mengandung unsur babi karena belum ada vaksin yang halal menjadi tak berlaku lagi.
3. bu bidan... sampai umur brapakah batas imunisasi pada anak2...
Jawab: 
klo untuk vaksin dasar atau wajib smp usia 9 bulan...selanjutnya sistem booster atau ulangan dan biasanya diulang pda saat anak nnti sklh tk/sd...stlh itu sifat imunisasinya adlh tambahan bukan wajib lgi

4.  Ohya saya ingat bu bidan, terkait hepatitis B. Mengapa kok msh terkena penyakit tsb ya?? Padahal dulu sudah imunisasi hepatitis B. Itu yg d alami tmen saya
Jawab:
Imunisasi hepatitis b yg lahir umur 0-7hri itukan yg dmksd?? Sdh mengulang imunisasi tsb blm?? yg perlu ditanyakan apakah disalah satu keluarganya ada yg sakit hepatitis b?? hepatitis b adalah penyakit keturunan. jdi imunisasi adlh sifatnya mmbntu kekbalan daya tahan tubuh slain mnjga pola hidup sehat. jika msh terserang yahhh imunisasinya kalah dg penyakit, ini bukan berrti qt mnjdi tdk wajib imunisasi dasar ya. 

Saat lahirHepatitis B-1HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir, dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan. Apabila status HbsAg-B ibu positif, dalam waktu 12 jam setelah lahir diberikan HBlg 0,5 ml bersamaan dengan vaksin HB-1. Apabila semula status HbsAg ibu tidak diketahui dan ternyata dalam perjalanan selanjutnya diketahui bahwa ibu HbsAg positif maka masih dapat diberikan HBlg 0,5 ml sebelum bayi berumur 7 hari.Polio-0Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayiyang lahir di RB/RS polio oral diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari transmisi virus vaksinkepada bayi lain)1 bulanHepatitis B-2Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan, interval HB-1 dan HB-2 adalah 1 bulan.0-2 bulanBCGBCG dapat diberikan sejak lahir. ApabilaBCG akan diberikan pada umur > 3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu dan BCG diberikan apabila ujituberkulin negatif.2 bulanDTP-1DTP-1 diberikan pada umur lebih dari 6 minggu, dapat dipergunakan DTwp atau DTap. DTP-1 diberikan secara kombinasi dengan Hib-1 (PRP-T)Hib-1Hib-1 diberikan mulai umur 2 bulan dengan interval 2 bulan. Hib-1 dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-1.Polio-1Polio-1 dapat diberikan bersamaan dengan DTP-14 bulanDTP-2DTP-2 (DTwp atau DTap) dapat diberikan secara terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-2 (PRP-T).Hib-2Hib-2 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan DTP-2Polio-2Polio-2 diberikan bersamaan dengan DTP-26 bulanDTP-3DTP-3 dapat diberikan terpisah atau dikombinasikan dengan Hib-3 (PRP-T).Hib-3Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.Polio-3Polio-3 diberikan bersamaan dengan DTP-3Hepatitis B-3HB-3 diberikan umur 6 bulan. Untuk mendapatkan respons imun optimal, interval HB-2 dan HB-3 minimal 2 bulan, terbaik 5 bulan.9 bulanCampak-1Campak-1 diberikan pada umur 9 bulan, campak-2 merupakan program BIAS pada SDkelas 1, umur 6 tahun. Apabila telah mendapatkan MMR pada umur 15 bulan, campak-2 tidak perlu diberikan.15-18 bulanMMRApabila sampai umur 12 bulan belum mendapatkan imunisasi campak, MMR dapat diberikan pada umur 12 bulan.Hib-4Hib-4 diberikan pada 15 bulan (PRP-T atau PRP-OMP).18 bulanDTP-4DTP-4 (DTwp atau DTap) diberikan 1 tahun setelah DTP-3.Polio-4Polio-4 diberikan bersamaan dengan DTP-4.2 tahunHepatitis AVaksin HepA direkomendasikan pada umur > 2 tahun, diberikan dua kali dengan interval 6-12 bulan.2-3 tahunTifoidVaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan untuk umur > 2 tahun. Imunisasi tifoid polisakarida injeksi perlu diulang setiap 3 tahun.5 tahunDTP-5DTP-5 diberikan pada umur 5 tahun (DTwp/DT ap)Polio-5Polio-5 diberikan bersamaan dengan DTP-5.6 tahun.MMRDiberikan untukcatch-up immunizationpada a nak yang belum mendapatkan MMR-1.10 tahundT/TTMenjelang pubertas, vaksin tetanus ke-5 (dT a tau TT) diberikan untuk mendapatkan imunitas selama 25 tahun.VariselaVaksin varisela diberikan pada umur 10 tahun.
Klo sdh 5x tdk perlu jarak...tpi klo msh 4x jarak 1thun

5. Klu waktu hamil berapa x ya Bunda suntik TT ny. Krn sampai 8 bulan ini, baru 1x d tawarin suntik sama bidan d sini?
Jawab:
Sebelum 9 bulan qt sdh DPT 4x
Lalu ulangannya saat TK,nnti SD kelas 1/3/4 disuntik DPT atau TT itu
Nnti pranikah 2x lalu saat hamil 1x stlh hamil terserah...
5x sejak qt kecil saja sdh bertahan slma 25 tahun..kalau sbnyk itu smga bs bertahan lebih lama lgi dr 25 thn

6. Oh ya Bunda, HB itu ap?  Apakah ibu yg lahiran normal atau caesar tergantung dr HB ny?? Afwan melenceng lg dr materi. 
Maklum hamil pertama Bunda

Jawab:
HB tu kadar darah merah dlm tubuh seseorg...hb kurang mau lahir normal or operasi ya ttp nnti hrus tranfusi..

7. Biar lahiran normal bagaimana cara ny ya bunda menurut pandangan medis?
Tinggi 156,5
Berat 46. Tp skarang berat ny kayak ny bertambah Bunda, ngerasain tambah gede. Blm timbang lg, Nanti malem baru Mau periksa lg

Jawab:
Hhhmmm...dg tinggi bunda sgtu saya sarankan bayinya jgn trrl besar ya...mksdnya jgn lebih dri 3kg..memang tdk bs lgsg diputuskan dri tinggi saja tdk bs lahir normal...ada bbrpa yaitu tinggi,ukuran panggul bunda,perkiraan bayinya...cuma sya dsni tdk bs lgsg mengukur ukran panggul bunda,nnti klo kebidan suruh ngukur bidannya...

8. Trus setiap bayi yg hbs imunisasi ad yg tangan ny bengkak. Jd nangis ny gx berhenti2. Bagaimana penanganan ny ya bunda Ratih??
Jawab:
klo bengkak pada anak yg hbs imunisasi itu wajar..krna beda tajam masuk ketubuh...dikompres sja dg air hangat

9. Bunda apa benar suntik TT itu sebelum nikah itu mencegah kita dari virus saat berhubungan dengan suami...afwan...tp disini bu bidan sama bunda fitri jg g suntik TT sebelum nikah jg gpp kayaknya sehat terus...
Jawab:
Hehehe...salah satunya itu bun...
Kan sya sdh lgkp bun...saat bayi 4x lalu saat sd sdg 2x...la itu 6x...syaratnyakan 5x dri bayi-sblm nikah...

10. Afwan sy mau nnya bunda
Apakah Cek protein dn Hb harus stiap bulan bunda ??
Sy hamil 6 bulan
Syukron

Jawab:
Gak perlu bun....mksdnya cek protein apa ini bun???

11. Tnya lg ya Bunda 
Apakah ad pantangan makanan buat ibu hamil? Trus kata tmen, waktu dia ikut posyandu, bidan ny bilang ibu hamil gx boleh minum susu rasa coklat Dan moca? Bner kah itu? Madu juga gx boleh 
Alasannya gak blh??
Katanya mengandung ap githu (gx faham bahasa kedokteran). Yg buat lengket ari2 ny. Kn jd bingung Mau mengkonsumsinya. Jd jarang minum susu. Bahaya gx ya Bunda buat janin klu jarang minum susu?

Jawab:
Hehehe....kyknya klo susu gpp deh bun
klo bakso itukan micinnya yg tdk bagus buat tubuh.
Hehehe....ya  nda...makan sja smua....jgn trll ekstrim sama makanan...
klo makan yg jelek diimbangi makanan yg baik

Ari2lengket itu disebut Retensio plasenta adalah tertahannya atau belum lahirnya plasenta hingga atau melebih waktu 30 menit setelah bayi lahir. Hampir sebagian besar gangguan pelepasan plasenta disebabkan oleh gangguan kontraksi uterus (Prawiroharjo, 2008).
Retensio plasenta disebabkan oleh :

A. Faktor maternal
1. Gravida berusia lanjut
2. Multiparitas, 
placenta acreta jarang dijumai pada primigravida
3. Bekas secsio cesaria,placena tertanam di cicatrix uterus
4. Bekas curettageBekas pengeluaran placenta secara manual
5. Bekas endometritis
B. Faktor factor placenta
1. Placenta previa
2. Implantasi corneal
3. Placenta suka lepas karena:Mempunyai inersi di sudut tuba
Berukuran sangat kecil atau placenta anularis (Obstetric patologi 2002)

12. bertanya ustadzah 
Tentang vaksin meningitis ,,,di usia berapa sebaiknya di lakukan?

Jawab:
Tdk ada kriteria bun yun umur brp2nya...
Program pemerintah yg baru skrg malah usia 3bulan sdh bs meningitis
Malah ikut program wajib pemerintah
Jdi DPT+meningitis
Imunisasi HB nya sndri

13. Afwan ... bertanya lagi  bunda ratih 
Jika belum pernah melakukan vaksin meningitis ....  bagaimana bunda?,apakah sebaiknya segera di lakukan

Jawab:
Ya bun lebih baik dilakukan...itu biasanya dilakukan pada org yg akan brgkt haji/umroh bun

Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen.[1] Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus,bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu. Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.
Gejala umum dari meningitis adalah sakit kepala dan leher kaku disertai olehdemam, kebingungan atau perubahankesadaran, muntah, dan kepekaan terhadap cahaya (fotofobia) atau suara keras (fonofobia). Anak-anak biasanya hanya menunjukkan gejala nonspesifik, seperti lekas marah dan mengantuk. Adanya ruam merah dapat memberikan petunjuk penyebab dari meningitis; contohnya, meningitis yang disebabkan oleh bakteri meningokokus dapat ditunjukkan oleh adanya ruam merah. 
Meningitis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis (dikenal sebagai "meningitis meningokokus") dapat dibedakan dengan jenis meningitis lain apabila ruam ruam petechial menyebar dengan cepat, yang dapat timbul sebelum timbul gejala lain

14. Bunda iis: Afwan bunda Ratih..sy pernah keguguran 4x dan  3x janin tdk berkembang...dan rata2 teman sy pun pernah mengalaminya..kira2.. Apa penyebab janin tdk berkembang yaa..sy hamil yg pertama sdh 4bln tp janinnya br 7mggu dan ke 2 hamil 3 bln stgh usia janin br 9 mggu dan yg ke 3 hamil 3 bln usia janin 8mggu...
Bunda Ratih:
Bunda iis tdk diberitahu dokternya knp janinnya tdk bs berkembang???

Bunda iis:
Bunda ratih..katanya sy ada virus apa gt(afwan sy lupa namanya) kbtlan sy tggal di daerah dekat kawasan industri.

Bunda Ratih: Virus TORCH bukan??klo iya memang janin tdk bs berkembang...itu pengobatannya nnti disaat hamil lgi
15. Bunda Sriyono:
Afwan bunda ratih ikut bertanya.maningitis dan  tetanus apakah sama atau berbeda ya bund.

Jawab: 
Beda...Meningitis adalah radang pada membran pelindung yang menyelubungi otak dansumsum tulang belakang, yang secara kesatuan disebut meningen.Radang dapat disebabkan oleh infeksi oleh virus,bakteri, atau juga mikroorganisme lain, dan walaupun jarang dapat disebabkan oleh obat tertentu.Meningitis dapat menyebabkan kematian karena radang yang terjadi di otak dan sumsum tulang belakang; sehingga kondisi ini diklasifikasikan sebagai kedaruratan medis.

Tetanus yang juga dikenal dengan lockjaw, merupakan penyakit yang disebakan oleh tetanospasmin, yaitu sejenisneurotoksin yang diproduksi olehClostridium tetani yang menginfeksisistem urat saraf dan otot sehingga saraf dan otot menjadi kaku (rigid).Kitasato merupakan orang pertama yang berhasil mengisolasi organisme dari korbanmanusia yang terkena tetanus dan juga melaporkan bahwa toksinnya dapat dinetralisasi dengan antibodi yangspesifik.Kata tetanus diambil daribahasa Yunani yaitu tetanos dari teineinyang berarti menegang.Penyakit ini adalah penyakit infeksi di saat spasmeotot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lockjaw), spasme otot umum, melengkungnya punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang, dan paralisis pernapasan.

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك
Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ