Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MA’RIFATUR RASUL ( معرفة الرسول ) OLEH USTADZ KASPIN

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Selasa, 27 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Kaspin Nur
Tema : Ma'rifatulrasul
Notulen : Ana Trienta

assalamualaikum in sya Allah kajian bersama ustad kaspin
Assalamualaikum.
Baik sebelum hari semakin larut...kita mulai saja ya...
Ya....baik
in sya Allah kita mbahas...ma'rifaturrosul

Muqadimah

Dalam setiap kehidupannya, fitrah seorang insan akan senantiasa mengakui keberadaan suatu Dzat yang Maha segala-galanya. Namun dalam perjalanannya, untuk memahami secara benar mengenai Dzat yang Maha segala-galanya ini manusia tidak mungkin dapat mengetahuinya hanya dengan mengandalkan fitrah dan akalnya saja. Manusia ‘memerlukan’ seorang penuntun yang mengantarkan dirinya pada Allah, beserta cara untuk menyembah-Nya dengan baik dan benar.

Di sinilah, Allah SWT mengutus para rasul, guna membimbing mereka ke jalan yang benar. Rasul yang juga meluruskan berbagai fenomena ‘kekeliruan’ dalam menyembah Allah. Di tambah lagi dengan adanya kelicikan syaitan yang senantiasa menjerumuskan insan dalam berbagai bentuk kemusyrikan. Tanpa seorang rasul, maka dapat dipastikan seluruh manusia akan tersesat dalam lembah kehinaan yang sangat mencekam. Oleh karena itulah, sangat urgen bagi kita semua untuk kembali memahami hakekat para rasul, kedudukannya, urgensitasnya, sifat-sifatnya, tugas-tugasnya dan yang terakahir mengenai karakteristik risalah Nabi Muhammad SAW. Karena semua rasul adalah manusia. Semua rasul, mengajak pada satu ajaran yaitu mengesakan Allah dengan merealisasikan ibadah hanya kepada-Nya.


Ta’rif Rasul.

Dari segi bahasa, rasul berasal dari kata ‘rasala’ yang berarti mengutus. Sedangkan rasul, adalah bentuk infinitif (baca; masdar) dari kata ‘rasala’ ini berarti utusan, atau seseorang yang diutus. Adapun dari segi istilahnya rasul adalah:

الرَّجُلُ الْمُصْطَفَي الْمُرْسَلُ مِنَ اللهِ بِالرِّسَالَةِ إِلَى النَّاسِ

Seorang laki-laki yang dililih dan diutus Allah SWT dengan membawa risalah kepada umat manusia.

Rasul merupakan seorang pilihan diantara sekian banyak manusia yang berada di muka bumi. Ia adalah manusia yang mulia dan terbaik, karena akan mengemban sebuah amanah yang tidak ringan, yaitu menunjukkan jalan Allah kepada umat manusia. Oleh karena itulah, sejak kecil, seorang rasul sudah terlihat dengan memiliki ciri-ciri khusus yang tidak dimiliki oleh orang lain. Karena ia akan membawa amanah yang tidak ringan. Secara garis besar, amanah yang diembankan kepada rasul adalah:

1. (حامل الرسالة) Membawa dan menyampaikan risalah (al-Islam)

Mengenai hal ini, Allah berfirman (QS. 5 : 67):

يَاأَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

2. (قدوة في تطبيق الرسالة) menjadi qudwah (baca; tauladan) bagi umat manusia dalam mengaplikasikan risalah yang dibawanya. Karena manusia tidak akan mungkin dapat melaksanakan apa yang diperintahkan Al-Qur’an jika tidak dengan contoh dan tauladan dari Rasulullah SAW. Demikian juga para nabi-nabi yang lain, mereka memiliki tugas untuk menjadi qudwah dalam mengaplikasikan risalah. Allah SWT berfirman (QS. 33 : 21) :

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”

Mengenai nabi yang lain, Allah mencontohkan dalam Al-Qur’an (QS. 60 :4)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِكَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran) mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.”

Kemudian sebagai seorang muslim, kita perlu tahu secara jelas mengenai rasul beserta ciri-cirinya. Diantara ciri-ciri rasul adalah sebagai berikut:

1. (الصفات الأساسية) Memiliki sifat-sifat asasiyah.

Sifat asasiyah ini terdiri dari sidiq, amanah, tabligh dan fathanah. Sifat ini harus dimiliki oleh setiap rasul yang mengemban atau membawa risalah dari Allah SWT.

2. (المعجزات) Memiliki mu’jizat.

Salah satu contohnya adalah mu’jizat Rasulullah SAW ketika membelah bulan. Allah berfirman dalam (QS. 54 : 1 - 2):

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ*

“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu`jizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".

3. (البشارات) Berita kedatangannya.

Dalam al-Qur’an Allah mengatakan (QS. 61 : 6):

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

“Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata".

4. (النبوات) Berita kenabian.

Setiap rasul senantiasa membawa perintah Allah untuk mengajak umatnya ke jalan yang baik. Perihal kerasulan merekapun Allah beritahukan. Dalam al-Qur’an Allah berfirman (QS. 7 : 158)

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk".

5. (الثمرات) Adanya hasil dari da’wah yang dilakukannya.

Hal ini dapat kita lihat, pada hasil da’wah Rasulullah SAW yang dari segi kualitas, mereka memiliki keimanan yang sangat kokoh, tidak tergoyahkan oleh apapun juga. Kemudian dari segi kuantitas, jumlah mereka demikian banyaknya, tersebar kesluruh pelosok jazirah Arab, bahkan melewati jazirah Arab. Allah SWT berfirman (QS. 48 : 29):

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ  آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.”

Demikian sementara materinya, mohon kalau bertanya jangan iseng.

TANYA JAWAB

1. Afwan ustad diluar tema kan ada yang berniat haji tapi bukan orang yang mampu mempunyai tabungan yang lumayan ada seorang ustad yang bilang kamu gak wajib haji karena kamu belum nikah mendingan uang kamu buat modal usaha. 
Jawab
Niat baik jangan dipertentangkan apalagi dibentur benturkan, bikin rempong....amal itu seyogyanya meskipun saya orang sunda harus optimal nikah dan haji adalah perkara yang berbeda tinggal prioritasnya mau nikah dulu atau mau haji dulu. Kalau nikah kan harus ada calonnya toh? kalau belum ada mo nikah sama siapa? kalau sudah niat kuat berhaji, berhaji aja apalagi ada kemampuan dan masih muda. Amal baik itu harus segera khawatir jika ditunda malah jadi gimanaaa gituh...niatnya berubah.

2. Ustad ada titipan pertanyaan tolong bantu jawab  Assalamu'alaykum... Jika akhwat sedang haid lantas lupa lalu sholat kebetulan jadi imam bersama saudarinya. Setelah selesai sholat 30 menit kemudian ingat bahwa imam tersebut sedang haid. Bagaimana sholat sang makmum?
Jawab
Kalau lupa tidak terkena hukum. Makmum tetep sah karena dia tidak haid toh?

> Iya stad makmumnya tidak haid hanya imam yang lupa dirinya sedang haid
Jawab
Iya. Sah selama syarat dan rukun sholatnya terpenuhi.

TAMBAHAN MATERI

Syamsi Ali Satu
Komunikasi
Di awal S. Ar-Rahman disebutkan 4 pilar kehidupan manusia: Arrahman, Allamal quran, khalaqal insan, allamahul bayaan. Dari keempat asas kehidupan itu, satu di antaranya menjadi sangat krusial, khususnya ketika misinformasi dan miskomunikasi menjadi trendi kehidupan. Hal itu adalah allamahul bayaan.

Salah satu makna al-bayaan adalah urgensi manusia memiliki kapasitas komunikasi dalam
mengekspresikan diri mereka, baik secara vertikal maupun horizontal. Komunikasilah yang bisa menentukan warna manusia kepada manusia lainnya. Komunikasilah yang terkadang menentukan wajah sesuatu, apakah putih atau hitam. Bahkan dalam beragama pun, kemunikasi terkadang menentukan warna kebenaran itu kepada para obyek dakwah. Kebenaran yang disampaikan dengan komunikasi yang salah justeru boleh jadi dilihat dan
disikapi sebagai kebatilan. 

Dalam dakwah pun tidak jarang komunikasi menjadi penentu, apakah akan diterima secara positif atau sebaliknya. Dan dalam hal ini Rasululllah SAW ternyata adakah seorang komunikator yang dahsyat. Kata-katanya menerangi cakrawala pemikiran, dan terpenting menyentuh hati. Keterbukaan kehidupan manusia yang ditopang oleh keterbukaan media, termasuk media sosial, menjadikan komunikasi agama juga memerlukan "adjustment" atau penyesuaian tanpa shifting dari dasar (ushuul) kebenaran itu. 

Beberapa waktu lalu, kami mengisi dialog remaja di masjid Jamaica Muslim Center. Anak-anak remaja di AS tumbuh dalam lingkungan yang kritis. Segala sesuatu akan dikritisi dan ditanyakan, dan memang ingin tahu. Banyak pertanyaan, dari masalah teologi, syariah hingga kepada isu-isu kontemporer. Salah seorang remaja mengajuman pertanyaan tentang "kenapa babi diharamkan"? Padahal menurutnya, berdasarkan informasi temannya, babi itu lezat.

Dialog panjang itupun terjadi antara U (ustadz) dan R (remaja):
U: Karena Allah melarangnya
R: Iya, tapi kenapa Allah melarangnya?
U: Karena itulah tertulis dalam Al-quran
R: Masalahnya kenapa ditulis atau diatur demikian?

Sang guru sedikit tersinggung, bahkan sempat curiga jangan-jangan anak ini main-main atau memang tidak iman. Tapi kemudian sang guru terpikir, ternyata memang anak-anak sekarang tumbuh dalam alam lingkungan dengan cara berpikir demikian. Sang guru kemudian berpikir sejenak dan menjawab:

U: Pernahkah kamu menyetir mobil?
R: Iya saya pernah
U: Kalau anda di tengah jalan lalu bertemu lampu merah berhenti atau tidak?
R: Berhenti
U: Kenapa berhenti?
R: khawatir terjadi tabrakan dengan mobil yang datang dari arah seberang.
U: Bagaimana kalau di tengah malam sunyi dan anda yakin kalau memang tidak ada mobil, apakah anda lewati lampu merah?
R: oh tidak
U: kenapa?
R: Khawatir ada polisi di di seberang yang tidak nampak
U: Bagaimana kalau anda yakin kalau memang tidak ada polisi?Apakah akan melanggar lampu merah?
R: oh juga tidak..
U: Kenapa?
R: jangan-jangan ada kamera tersembunyi
U: Kalau anda tahu betul bahwa kamera juga tidak ada? Apakah melanggar lampu merah?
R: oh tidak juga.
U: Kenapa?

Kali ini sang remaja diam sejenak lalu menjawab: iya memang itulah aturan yang harus diikuti.
Sang ustadz tersenyum lalu menjawab: begitulah aturan yang harus kita taati. Kalau aturan manusia saja terkadang harus ikuti, bagaimana dengan aturan yang Mencipta manusia? Remaja itu tersenyum sambil mengangguk!

Intinya adalah jawaban bahwa itu adalah aturan Allah sudah dipahami. Tapi terkadang untuk sampai ke sana memerlukan kejelian dalam mengkomunikasikan sehingga tidak terjadi apa yang biasa saya sebutkan: komunikasi bolduzer!

Kita tutup dengan hamdalah.
Alhamdulillah.
PENUTUP
Doa Kafaratul Majelis

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta astaghfiruka wa'atubu ilaika 
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
(HR. Tirmidzi, Shahih).