Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MENUTUP AURAT KARENA ALLAH

Kajian Online Hamba الله SWT

Selasa, 6 Januari  2015
Narasumber : Ustadzah Erlina
Rekapan Grup Nanda M109 (Astri)
Tema : Kajian Islam
Editor : Rini Ismayanti


MENUTUP AURAT KARENA ALLAH
Assalamu alaikum...
Mari kita awali dengan membaca basmalah..
Bismillahirrahmanirrahiim..
Kita buka dengan membaca ummul kitab..Al Fatihah..

بسم الله الرحمن الرحيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ... 
شُكرًا كَثيرًا
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُْ وَنَسْتَهْدِيْه
ِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal  kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuknya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat.

Kajian yang akan saya sampaikan berseri.. semoga kita bisa jumpa lagi, maka saya  lanjuntukan ...

Hidup Untuk Ibadah
Seorang muslim wajib menyandarkan semua niat perbuatannya semata karena Allah dan benar-benar tidak melanggar laranganNya, karena hakikat hidupnya adalah ibadah. Allah SWT berfirman:

Angin yang menerbangkan (Adh-Dhāriyāt):56 - Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Al Qurtahuubi dalam tafsir ayat ini menyatakan, 'Makna asal dr ibadah adalah perendahan diri dan ketundukan. Berbagai beban sayaariat yang diberikan kepada manusia dinamakan ibadah, karena mereka harus melaksanakan dengann penuh ketundukan."

Ibnu Katsir menyatakan: Makna ibadah kepada-Nya adalah menaati-Nya dengan cara melakukan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang."

Seorang muslim, saat berhadapan dengan apa yang diperintahkan Allah , maka tidak ada pilihan baginya kecuali tunduk patuh kepada Allah. Allah SWT berfirman:

Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):36 - Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

Maka saat Allah sudah menetapkan suatu aturan, manusia tidak berhak untuk memperdebatkannya, kmd mereka mencari alternatif yang mereka anggap lebih baik. Baik atau buruk, hanya Allah yang mengetahuinya. Apa yang dianggap manusia baik dan ia disukai, belum tentu baik dalam pandangan Allah. Allah SWT berfirman:

Sapi Betina (Al-Baqarah):216 - Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Menutup aurat merupakan bagian dari ibadah karena menjalankan perintah Allah. Ini adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Karena itu, apapun bentuk dari menutup aurat, ketika jelas merupakan perintah Allah, seorang muslimah tidak layak untuk mendebat, mencari alternatif lain, mereka-reka, ataupun menyimpang tujuan dari perintah tsb.

Dengann demikian, untuk kesempurnaan ibadah ini, muslimah harus mencari tahu spt apakah menutup aurat yang diperintahkan Allah, jilbab dan kerudung spt apkh yang ditetapkan, dan untuk apa dia mengenakannya shg pelaksanaan dr kewajiban ini tidak menyimpang.

Tujuan Menutup Aurat
Banyak perempuan berpendapat, bahwa Allah telah menciptakan perempuan sebagai makhluk cantik, maka kecantikan itu harus ditampakkan. Bahkan ada yang menyatakan bahwa tampil cantik adalah fitrah perempuan yang tidak dapat ditinggalkan. Maka tampil cantik, berdandan dan berhias adalah lekat dengan perempuan.

Rasulullah bersabda:
"Dunia adalahh perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalahh perempuan shalihah." (HR Muslim dan Ahmad).
Berhias merupakan bagian dr fitrah perempuan, juga diatur sedemikian rupa bg kemaslahatan perempuan mengekspresikan fitrah kecantikannya di dalam rumah, dihadapan suami atau mahramnya.

Allah SWT berfirman:
Cahaya (An-Nūr):31 -  ....... dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka m dung enutupkan kain ku kedadanya , dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Ayat ini membatasi siapa saja menampakkan perhiasannya. Atau dengan kata lain adalah mahram perempuan..

Oleh karena itu, aurat seorang perempuan adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua telapak tangannya. Leher dan rambutnya adalahh aurat di dpn laki-laki ajnabi (non mahram --> laki-laki yang boleh menikahinya), bahkan sehelai rambut pun. Hal ini sejalan dengan perintah Allah dalam Al Quran:
....janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dr padanya." (QS An Nuur:31).

Bukti lain yang menunjukkan bahwa seluruh tubuh perempuan adalahh aurat kecuali wajah dan kedua telapak tangannya adalah sabda Rasulullah SAW:
"Sesungguhnya anak perempuan apabila telah haidh tidak dibenarkan terlihat darinya kecuali wajah dan tangannya sampai pergelangan tangannya)". HR Abu Daud

Memang betul Allah suka keindahan, tetapi ketika Allah menetapkan hukum, tentu Allah lebih suka hkm itu dijalankan. Bukan mengedapankan keindahan agar disukai Allah tetapi pada saat yang sama mengabaikan hukum-hukum Allah. Sungguh Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi perempuan dengann pensayaariatan jilbab dan kerudung dan melarang mereka untuk berhias yang menampakkan kecantikannya. Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Dengan demikian, seorang muslimah yang mengenangkan kerudung dan jilbab, harus menjadikan tujuan perbuatannya adalah semata taat kepada Allah, bukan tujuan-tujuan lain seperti tampil cantik, modis dst...Maka ia tunduk tahu aturan bagaimana menutup aurat dengan kerudung dan jilbab yang benar.

Diperkuat pula dengann ayat yang melarang tabarruj bagi perempuan. Firman Allah SWT:
Cahaya (An-Nūr):60 - Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan (bertabarruj), dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.

Bila perempuan tua yang sudah menopouse dan tidak memiliki hasrat menikah lagi saja tidak diperbolehkan tabarruj, maka aplagi para gadis atau perempuan muda, semestinya mereka lebih menjauhkan diri dr tabarruj.
Memang betul Allah suka keindahan, tetapi ketika Allah menetapkan hukum, tentu Allah lebih suka hkm itu dijalankan. Bukan mengedapankan keindahan agar disukai Allah tetapi pada saat yang sama mengabaikan hukum-hukum Allah. Sungguh Allah lebih tahu apa yang terbaik bagi perempuan dengann pensayaariatan jilbab dan kerudung dan melarang mereka untuk berhias yang menampakkan kecantikannya. Allah Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya.

Dengan demikian, seorang muslimah yang mengenangkan kerudung dan jilbab, harus menjadikan tujuan perbuatannya adalahh semata taat kepada Allah, bukan tujuan-tujuan lain seperti tampil cantik, modis dst...Maka ia tunduk tahu aturan bagaimana menutup aurat dengan kerudung dan jilbab yang benar.

Ini adalah bagian I. Jadi masih ada lanjutan di kajian selanjutnya yah...
Yang akan membahas tentang jilbab, khimar, tabarruj, dan aturan dandan.
Silakan dibaca dan dipahami..
Lanjut tanya jawab..

TANYA JAWAB

Q : Umi berarti punggung tangan itu bukan aurat? Maksudnya punggung tangan sampai pergelangan tangan itu aurat bukan mi?
A : Batasnya adalahh muka dan kedua telapak tangan. Klo dr HR abu Daud di atas di katakan ilal mafsholi (pergelangan tangan).. makasdnya msh diaafkan ketika kita mengangkat tangan , lengan baju agak turun segenggaman tangan. Bukan berarti bikin bajunya ngatung tangan. Jadi punggung telapak tangan bukan aurat.

Q : Jadi, ummi kalo kita berpakaian sayaar'i tetapi make-up berarti ga boleh ya? Hehe
A : Make up nya buat suami sj deh...nanti..

Q : Masa ga makeup sama skali umm? kalo bedak aja gimana? Tapi aku juga ga suka dandan sih. Tapi ummi, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa make-up selama sewarna dengan kulit gpp, itu bgmn?
A : Nanti mungkin akan saya bahas abis jika masuk pembahasan batasan dandan. Jika tidak sampe menonjolkan kecantikan.. its oke..

Q : Memakai jlbab memang harus yang besar2 smpai k bawah pinggang yaa umi? Ukuran jlbab biasa tapi gak trlihat aurat,dadanya? Itu gmna ummi...
A:  Mungkin maksudnya khimar/kain kudung/kerudung yah.. coba lihat QS 24:31 yang sudah saya kutip terjemahnya.. batasannya hingga menutup dada.
Sedangkan jilbab/gamis diulurkan hingga paling bawah tubuh kita yaitu hingga menutupi mata kaki (lht QS 33:59). Untuk jilbab dan khimar akan lebih saya detilkan untuk kajian berikutnya.

Q : Umi, kalo d rumah biasanya kan ndk pake jilbab, trus kalo keluar rumah ato ada tamu juga ndk pake jilbab umi.. Gmn umi? Kan d rumah
A : Kita pake jilbab dan khimar ketika kluar rumah. Ketika ada laki-laki ajnabi/asing/bukan mahrom di dalam rumah (mis lagi bertamu, ada tukang cat, dll) maka tetapi harus menutup aurat dengan sempurna. Maksudnya yang boleh nampak by muka dan kedua telapak tangan. Siapa saja mahrom kita, bisa dilht di QS 24:31. Nnt saya uraikan di bawah..

Q : Ummi, klo wisudawan gimana dong? kan pasti pada dandan menor tuh...
A : Untuk yang wisuda, gak ada aturan harus dandan. Yang buat aturan pr wisudawannya sendiri. Saya juga saat wisuda hanya bedak dan sedikit lipgloss tipiis. ..
Berikut daftar mahrom kita yang boleh mlht yang lebih dr wajah dan kedua telapak tangan asal di dalam rumah kita sendiri yah..
Cahaya (An-Nūr):31 - Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada
# suami mereka, atau
# ayah mereka, atau
# ayah suami mereka, mertua laki-laki atau
# putera-putera mereka,  anak sendiri atau
# putera-putera suami mereka, anak dr suami atau
# saudara-saudara laki-laki mereka,  kaka/adik laki-laki kita atau
# putera-putera saudara lelaki mereka, ponakan laki-laki dr adik/kk laki-laki atau # putera-putera saudara perempuan mereka,  ponakan laki-laki dr adik/kk perempuan kita atau
# wanita-wanita islam, atau (banyak yang menyatakan wanita scr umum bisa muslim/non muslim)
# budak-budak yang mereka miliki, atau
# pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau
# anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Tmsk juga adalah paman baik dr pihak bpk maupun ibu juga tmsk mahrom kita. Makasdnya mahrom aslh laki-laki yang haram kita nikahi dan kita boleh menampakkan yang lebih dr wajah dan kedua telapak tangan.

Q : Abang ipar ndak boleh juga ya?
A :  Sepupu aja bukan mahram apalagi abang ipar. Iya... sepupu itu kerabat tapi bukan mahrom. So, boleh nikah dengan sepupu.. Ipar kita jelas bukan mahrom. Ketika dia misal cerai dengan kaka/adik, maka dia boleh menikahi kita selama kita masih single..Tapi gak boleh menikahi kaka dan adik ato ponakan dan bibi dalam satu waktu.

Q : Umi mau tanya kl untuk menutup aurat berarti sampai kaki ya, Kmrn sempet noton mamah dedeh itu katanya ga pake kaos kaki ga papa kl dirumah asal baju menutupi matakaki, itu gmn ummi?
A : Rasulullah SAW telah bersabda :
“Barang siapa yang melabuhkan/menghela bajunya karena sombong, maka Allah tidak akan melihatnya pada Hari Kiamat nanti.’ Lalu Ummu Salamah berkata,’Lalu apa yang harus diperbuat wanita dengan ujung-ujung pakaian mereka (bi dzuyulihinna).” Nabi SAW menjawab,’Hendaklah mereka mengulurkannya (yurkhiina) sejengkal (sayaibran)’(yakni dari separoh betis). Ummu Salamah menjawab,’Kalau begitu, kaki-kaki mereka akan tersingkap.’ Lalu Nabi menjawab,’Hendaklah mereka mengulurkannya sehasta (fa yurkhiina dzira`an) dan jangan mereka menambah lagi dari itu.” (HR. At-Tirmidzi Juz III, hal. 47; hadits sahih) (Al-Albani, 2001 : 89)
Jika didalam rumah hanya pake baju biasa juga gpp...
Hadits di atas adalah pnjelasn tentang panjang maksimal jilbab/gamis kita.
Jika sudah sampe menutupi mata kaki, tapi msh terlihat kaki ketika melangkah, ato naik motor, angkot umum  maka kedua kaki wajib ditutupi mis dengan kaoskaki ato benda lain yang penting menutup kaki. Itu adalahh jika kita kluar rumah..

Q : Batasan fetish gmn ummi?
Jawab : Biar gak termasuk fetish (lupa istilahnya), kain menjuntai walau menyentuh tanah gpp. Ketika ditarjih dh hadits ummu salamah di atas, hadits ummu salamah lebih kuat.
Untuk pakaian  wanita beda dengan laki-laki dalam arti laki-laki gak boleh isbal (dijulurkan) tp jika wanita malah harus diulurkan seperti pjelasn hadits di atas.

Q : Ummi, yang dimaksud putera-putera suami mereka?itu anak tiri gtu?
A : Ketika menikah , suami sudah bw anak.

Q : Ummi mau tanya apakah purkah itu diwajibkan untk kaum hawa? Purdah maksudnya Apakah wajah termasuk aurat
A : Dilihat dr QS an nur:31, al ahzab:59, hadits ummu atahuiyah,,haditst ummu salama.. maka wanita pada masa rasulullah terlihat wajahnya. Bahkan Bilal pernah bercerita tentang wanita yang mmiliki tahi lalat di wajah ketika akan meminta infak. Maka tidak wajib menutup wajah.  Menutup wajah dikhususkan untuk istri-istri  Rasul spt dl QS Al Ahzab:55.
Nmn juga tidak berdosa ketika ada yang mrnggunakan purdah. Dan bisa jadi dalil yang dipk sama tp penafsirannya yang berbeda.Ditambah ketika sholat dan haji, wajaj tidak boleh ditutup. Maka saya mengambil yang tidak mewajibkan purdah.

Q : Aq mau umii.....jadi sebaikx bagaimana wanita berhias..menurut islamm ketika dia mau pergi dengann aktifitasx seperti ke kantor, lipstik cream wajah bedak msh bisa di gunakan kann,,,,
A :  Berikut beberapa hal yang harus dihindari ketika berdandan:
a. Membuka sebagian aurat. Mis lengan 3/4, dll
b. Mengenakan pakaian tipis atau ketat yang merangsang...
c. Mengenakan wewangian di hadapan laki-laki yang bukan mahrom
d. Berdandan menor dan berlebihan. Mis:pk bedak tll tebal, lipstik warna mencolok, eye shadow, dsb
e.  Mengenakan sesuatu di luar kelaziman. Mis: pke bros heboh, pk kalung diatas kerudung, pk anting dengan telinga ditutupi sebagian, kerudung bertumpuk, ato baju dengan warna di luar kbiasaan masyarakat setempat.

Segala yang benar dari Allah semata, mohon maaf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ