Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

NABI IBRAHIM AS, BAPAK PARA NABI

Kajian Online Hamba الله SWT

Rabu, 14 Januari 2015
Narasumber : Ustadzah Neneng
Rekapan Grup Nanda M109 (Astri)
Tema : Syakhsyatul Islamiyah
Editor : Rini Ismayanti


NABI IBRAHIM AS, BAPAK PARA NABI

Hari ini kita akan mengkaji pelajaran dari seorang nabi yang istimewa yakni bapak para nabi Ibrahim AS. Silahkan dibuka mushafnya surah al anam ayat 74-83
jika ada yang sudah di buka silahkan share isinya.

Ayat 74 :
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya Azar, “Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesaatan yang nyata”
Ayat 75 :
Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasan Kami yang terdapat di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang orang yang yakin”

Dari kedua ayat ini saja betapa nampaknya keistimewan dan keutaman nabi Ibrahim AS di sisi Allah SWT hingga nabi SAW senantiasa dingatkan AllahSWT untuk mengingat bagaimana nabi Ibrahim AS berdakwah dan memandang ayah dan umatnya.

Nabi Ibrahim adalah seorang yang sangat cerdas dan hanif dia bisa memiliki pandangan yang sangat dalam terhadap kesesaatan kaumnya termasuk ayahnya, akan tetapi begitu sopan dan santun dalam memberi pandangan
lemah lembut. Seperti juga surah lain menceritakan bagimanakah karakter seorang Ibrahim AS Qs maryam 19:41-42
Ayat 41 :
Dan ceritakanlah muhammad kisah ibrahim di dalam kitab al quran sesungguhnya dia seorang yang sangat mencintai kebenaran, dan seorang nabi
Ayat 42:
Dan ingatlah ketika dia ibrahim berkata kepada ayahnya" wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikitpun?

Para nabi adalah orang yang senantiasa berbuat baik kepada orang tuanya, menghormati

Ibrahim adalah orang yang siddiq, mencintai kebenaran bermula dari sifat jujur di ayat ya abati wahai ayahku. . . Sebutan panggilan yang santun dan sopan. Dan Ibrahim AS juga memperingati ayahnya tentang beriman kepada AllahSWT dan hari akhir, dengan memberitahukan adzab (Attaubah 114).

Nabi Ibrahim AS adalah seorang yang sangat lembut hatinya dan penyantun
nasihat bahkan nabi sekalipun mereka begitu memperhatikan adab sopan dan santun terhdap ibu bapaknya walau mereka kafir. Apalagi juga ibu bapak kita adalah muslim maka pantaskah kita mengajari mereka dengan keras dan kasar? Begitupunn kaum muslim yang lain, apakah mereka juga pantas kita ajak kepada kebaikan dengan kekerasan dan kasar?

Ibrahim adalah manusia yang begitu lembut hatinya,  begitu mencintai kebaikan dan dekat kepada kebenaran sebagaimana surah maryam diatas
Lalu lihatlahh bagaimana hati kita, lembutkah?
Cinta kah kita pada kebaikan ?
Sukakah kita pada kebenaran?
Hati adalah segumpal daging yang membuat manusia baik atau buruk  sebaik baik hati adalah hati yang senantiasa hidup dengan Rabbnya dan seburuk buruk hati adalah hati yang mati.
Lihatlah bagaimana kelembutan dan kecintannya pada kebenaran mendorong nabi Ibrahim AS untuk mencari Rabb Penguasa alam Pemelihara alam dan Pengaturnya
al anam 76:
Ketika malam telah mjadi gelap dia Ibrahim melihat sebuah bintang lalu dia berkata "inilah tuhanku" maka ketika bintang itu terbenam dia berkata "Aku tidak suka pada apa yang terbenam"

Kecintannya kepada kebenaran menjadikan pemikiran dan wawasannya begitu cerdas dan luas. . .
Kelurusan hatinya membimbingnya untukuk bergerak berupaya berfikir keras akan dunia ini akan alam semesta
Lalu kadang kita membatasi bahwa agama ini hanya urusan yakin dan tidak. . . padahal bagaimana akal sesungguhnya di bimbing oleh hati yang haus akan kebenaran dan kebaikan untukuk mencari hakikat yang benar dan shohih akan kebenaran.
Justru karena upaya nabi Ibrahim AS yang begitu kuat untuk memikirkan alam dan dirinya lah hingga AllahSWT menjadikannya istimewa
tanpa seorang malaikat yang nampak di hadapannya, namun dia mampu sampai pada kebenaran yang hakiki.
Sebagaimana pernyatannya dalam surah al anam ayat 79 “Aku hadapkan wajahku kepada Allahyang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan mengikuti agama yang benar dan aku bukanlah termasuk orang yang musyrik”
Inilahhhh titik awal kemulian kecerdasan dan kejeniusan seorang nabi Ibrahim AS hingga mengabadikan dirinya dalam begitu banyak ayat ayat al quran
dan ibadah nya nabi Ibrahim AS diabadikan AllahSWT dalam banyak ibadah kaumnya nabi muhammad SAW
Subhanallohh
Dan dari keturunannya pula lahir para nabi utusan AllahSWT yang mulia. Oleh karenanya jangan pernah sepelekan sedikit apapun upaya kita untuk memikirkan ayat ayat Nya yang tercantum dlam Al Quran ataupun yang begitu berserakan di alam di bumi di langit di laut dan di permukan nya.

Ibrahim AS adalah seorang nabi yang sangat dalam keyakinannya kepada AllahSWT hingga nampak dari istrinya Hajar yang begitu mulia, sabar, dan dalam imannya saat AllahSWT memrintahkan untuk menempatkannya di mekkah tanah tandus dan tak berpenghuni sedang beliau baru sja melahirkan. . . .
Ahh akhwati fillah jika kita dalami bagaimanakah hasil didikan seorang nabi Ibrahim AS terhadap istrinya hajar, tak kan pernah putus kita memuji dan memuliakan nya. . . karena sungguh kesabarannya sangat teguh
mulai dari keadannya yang lemah setelah melahirkan bayi Ismail AS, lalu mencari cari dengan sabar dan tidak pantang menyerah dan mengeluh bolak balik antara dua bukit yang belum bertembok dan belum memakai AC pada saat itu ditinggalkan suaminya untuk kembali berdakwah . . . sendirian hanya bergantung kepada AllahSWT hingga keyakinannya mengalahkan kelemahan fisiknya, ketakutan jiwanya dan keletihannya hanya karena yakin bahwa AllahSWT membersamainya lah maka hajar bisa mjadi wanita perkasa yang dari hasil tangannya pula lahh seorang nabi ismail yang sangat lembut santun dan penyabar tumbuh mjadi seorang pemuda sholih dan dari keturunannya pula lahirlah manusia terbaik sepanjang jaman manusia paling mulia dan sabar, serta sangat santun yakni Muhammad SAW.

Subhanallohh
Bahasan tentang hajar perlu bab tersendiri. Bahasan tentang nabi ismail juga tak kalah apalagi bahasan nabi muhammad SAW. Mungkin sepanjang hayatpun takkan pernah habis pelajaran yang bisa kita ambil dan teladani dan dari manakah garis kebaikan itu hadir? Dari seorang bapak yang hanif Ibrahim
AS

Sungguh betapa mulianya seorang lelaki yang dengan kebaikannya dia mendidik istrinya untuk mjadi wanita yang sabar, santun, lembut, dan beriman bertaqwa.
Kesabaran tidak akan sampai pada istrinya kecuali dengan pengajaran sabar yang dilakukan suaminya.
Kesantunan istri tidak mungkin muncul tanpa penghargan dan pemulian suaminya terhadapnya.
Kelembutan istri tidak mungkin hadir dari kekasaran dan kekerasan akan tetapi dia tumbuh dan berkembang dari kasih sayang dan ketulusan suami untuk membimbingnya mengenal Rabbnya.
Dan keimanan takkan hadir dlm diri seorang istri tanpa kesholihan keimanan dan keridhoan suami untuk menyerahkan segala urusannya hanya pada keputusan AllahSWT.
Hingga cara pandangnya adalah dari sudut pandang taqwa, kesabatannya adalah dari sudut pandang tawaqal dan kelemah lembutannya adalah rahmatNya atas mereka berdua.
Barangsiapa berharap bahagia maka bahagialah saat AllahSWT memberi duka, menganugerahi kesulitan, melimpahkan kesempatan bersabar.
Mungkin itulah saatnya AllahSWT akan memuliakan kita, mengangkat derajat kita,
Lihatlah bahwa duka dimata kita bagi hajar ternyata itu adala jalan pembuktian kejujurannya kepada AllahSWT, keshiddiqannya akan iman nya, Dan lihatlah bagaimana kesudahannya Allahabadikan anak dan keturunannya hingga akhir zaman. Allah muliakan bagi siapa saja yang meneladani perilaku mereka . . .
Dan puncak dari seluruh kemulian itu adalah Allahjadikan mereka dan anak keturunan mereka sebagai pewaris Surga
Allohu Akbar

TANYA JAWAB

Q : Ummi mau Tanya “..barangsiapa breharap bahagia maka bahagialah saat AllahSWT memberikan duka, menganugerahkan kesulitan, melimpahkan kesempatan  bersabar”. Ada apa dibalik duka dan kesulitan itu ummi sehingga kita harus berbahagia?
A : Sesungguhnya duka dan kesulitan bukanlah jaminan seorang hamba mendekati AllahSWT. . . akan tetapi ada maksudnya Allah memberi duka dan sulit. . . karena Allah suka hambaNya mendekatinya, memohon dan berdoa kepadaNya dengan mengikhlaskan ibadahnya kepada AllahSWT atas kehidupan ini. . . karenanya  saat duka datang bahagialah itu adalah tanda Allah masih merahmati kita dengan iman dan ujian. . . agar kita memperbaharuinya. Karena apa? Karena tidak ada jaminan hari ini kita beriman lalu besok kita mati apakah masih beriman? Mudah mudahan kesulitan dan duka mendekatkan kita pada iman pada kebutuhan akan Allah pada harapan akan dukungan dan pertolongan AllahSWT.
Maka merugilah orang yang ditimpa sulit dan duka malah bersedih putus asa. . . Siapakah bisa menjamin kesulitan tidak akan membuat kita kufur?

Alhamdulillah kajian berjalan lancar, baiklah kita tutup kajian dengan istigfhar dan doa kafaratul majelis.
Segala yang benar dari Allah semata, mohon maf atas segala kekurangan
kita tutup kajiannya ya..

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh


​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ