NASIHAT PERNIKAHAN

Posted by Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT on Monday, January 26, 2015

Kajian Online Telegram Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Senin, 26 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristiono
Tema : Munakahat
Notulen : Ana Trienta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
بسم الله الرحمن الرحيم

Kenapa banyak yang merasakan hal seperti ini, tapi semoga kita tidak termasuk di antaranya.

Sebelum menikah, rasanya calon pasangan hidup kita adalah makhluk terbaik yang اللّهُ  ciptakan di muka bumi ini, dia adalah manusia sempurna di mata kita dan tiada yang dapat menandingi. Namun setelah lamaran, mulai banyak terlihat pemuda/pemudi lainnya yang setara dengan dia, bahkan hati terasa ragu dan terus terdengar bertalu-talu, benarkah ia jodohku? Setelah menikahinya, woow… tiba-tiba saja banyak yang terlihat lebih menarik dari pada pasangan hidup kita. Dan setelah menikah beberapa tahun, rasanya kok yaa semua orang lebih baik dan menarik daripada pasangan hidup sendiri?!

Di mana letak kesalahannya? Apakah pasangan hidup kita telah menyembunyikan borok dan keburukannya sebelum menikah? Sehingga saat kita mengetahuinya kita merasa ilfil? Ataukah pasangan hidup kita kurang menjaga penampilan setelah menikah sehingga rasa cinta kita memudar padanya?

Ukhtifillah, jawaban sebenarnya ada pada hadits Rasulullah ﷺ  sebagai berikut:
“Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas, pasti ia menginginkan lembah kedua! Dan tidak ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali dengan tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat!” (Shahih Muslim, no.1738)
Dari hadits tersebut kita akan tahu bahwa kesalahan sebenarnya sangat mungkin bukan bersumber dari pasangan hidup kita, melainkan dari ketamakan dan kerakusan diri kita sendiri. Bercerai dengan suami karena ia terlihat hitam dan kulitnya kasar...? Cobalah menikahi pria lain, boleh jadi  malah mendapatkan suami dengan kulit putih dan halus, tapi ternyata pemalas dan tidak mau menafkahi keluarga! Aiih… Jika seorang pria menikahi semua wanita cantik di seluruh Jawa, sudahkah nafsunya terpuasi? Belum tentu! Bisa jadi dia masih ingin menikahi wanita tercantik di Pulau Sumatera! Yaaa… begitulah tabiat manusia, selalu merasa tidak cukup! Maka, penting bagi kita untuk belajar bersikap qonaah, merasa cukup dengan apa yang اللّهُ  berikan untuk kita.

Bunda dan Nanda, sekarang… bisakah kita melihat bahwa pasangan hidup kita saat ini adalah yang terbaik untuk diri kita? Dengan segala kelebihan dan setumpuk kekurangannya, اللّهُ  menebar banyak hikmah dalam pertemuan dan bersatunya kita dengannya. Sesungguhnya اللّهُ  Maha Mengetahui dan kita tidak mengetahui.
والله أعلم بالصواب

Source  →  Majalah Ummi

TANYA JAWAB

1. Terkadang kita ketahui qonaah sangat sulit, hal ini dapat dilihat dari contoh di media tentang pemuka agama/pejabat/pengusaha yang memiliki banyak isteri (berpoligami)/nikah siri dengan artis, dll sedangkan isteri sebelumnya masih tidak kekurangan secara jasmani atau berakal (sehat), apakah artinya mereka tidak memahami arti qonaah? *walaupun itu lebih baik daripada berzina😊
Jawab
Poligami itu pilihan bagi yang sudah mampu dan mempunyai keteguhan untuk ADIL. JIka saja punya 1 istri dan ekonomipun masih kembang kempis, dan tiba-tiba mau poligami, itu bukan pilihan, tapi bisa saja diiringi hanya nafsu belaka. Ukuran dan patokan kita kan bukan pejabat atau artis dlsbnya. Tentunya ukurannya berdasarkan syariat.

2. Apakah ada pesan khusus u.Dodi khususnya untuk korban (umumnya wanita/ada juga laki-laki) sda agar tidak sakit hati atau mudah berlapang dada?
Jawab
Jika memang ada keinginan kuat dari suami untuk berpoligami dan memang suami mampu untuk itu, dan landasannya adalah menjalankan sunnah, maka memang itu sudah ketentuan yang harus terjadi. Pasti adalah irisan hati yang terluka. Tetapi jika sebagai istri kuat dan hanya bersandar kepada اللّهُ Ta'ala, maka in sha اللّهُ ganjarannya sangat besar sekali kepada sang istri tersebut. Saya belum bisa kasih wejangan detail karena memang belum mengalaminya lamgsung.

3. Jika hal tersebut terjadi pada keluarga/saudara dekat, langkah apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaikinya? Apalagi sudah punya anak.
Sekian. Jzklh kk.
Jawab
Kalau Poligami sesuai syariat ya nda usah diperbaiki. Perbaik saja mindset yang salah tentang poligami itu sendiri dipikiran orang orang terdekat kita. Sementara banyak media media yang menyudutkan bahwa itu adalah tindakan hina, yang akhirnya kita terkontaminasi. Padahal itu syariat looohh.

Prinsip dasar Menikah dari sudut pandang lain :
Menikah itu bukan mencari berapa banyak persamaan dari kedua belah pihak. Tetapi bagaimana menerima perbedaan dari 2 orang yang berbeda dan menari dengan indah dalam perbedaan tersebut. Jika dikaitkan dalam kita beribadah kepada اللّهُ Ta'ala adalah ini juga ladang dakwah yang paling mudah dan dekat mendapatkan pangsa pasar dakwah. Jika kita awalnya cinta untuk menerima pinangan karena اللّهُ Ta'ala, maka perbaiki niat juga dalam memperbaiki rumah tangga karena اللّهُ Ta'ala.

Dan jangan mengumbar aib istri atau suami kita kemana mana yaaa. Ada sebagian kita yang senang mendengarkan berita buruk tentang aib suami atau istrinya. Bahkan ia mencari-cari cela yang ada. Padahal اَللّهُ سبحانه وتعالى  berfirman,

وَلَا تَجَسَّسُوا

"..dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain (tajassus)" (al Hujurat: 12)

Nabi ﷺ  bersabda,

..فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ

"Barangsiapa mencari-cari aib saudara muslim, niscaya Allah akan mencari-cari aib dirinya.
Dan barangsiapa yang اَللّهُ سبحانه وتعالى  cari aib dirinya, niscaya tersingkap aib itu walau ia berada di rumahnya...” (Hasan, HR at-Tirmidzi: 2032)

Yang lebih mengherankan... Saat ini aib suami atau istri mudah terekspos meski seseorang berada di rumah. Segera tutupi aib suami atau istri atau saudara muslim tercinta. Sebab aib kita lebih banyak yang اَللّهُ سبحانه وتعالى  tutupi dari yang kaum Muslimin ketahui. والله أعلم بالصواب

4. Pertanyaan titipan ustdz...bagaimna kalau mantan suami/istri mengumbar aib mantannya, bahkan cenderung fitnah..menyikapinya gimana ustadz?
Jawab
Sudah mantankan...?

> Sudah secara agama ustadz..secara hukum belum diurus
Jawab
Tau darimana itu fitnah? Berarti kenal mantannya. Maka cara yang paling bijak adalah dengan bertindak dan berlaku yang bertolak belakang dari apa yang di fitnahkan. Jika memang tidak bisa dan terlalu jauh... Biarkan saja Bunda. Nda usah ikut membalas, biarkan saja sang mantan membuka aib orang lain, based kan hadist diatas, kelak اللّهُ Ta'ala akan membukakan aibmya sendiri. والله أعلم بالصواب

5. Pak ustad, saya punya sahabat yang suami nya 180 derajat prilakunya berbeda  sebelum dan sesudah menikah (cenderung yang ke tidak baik setelah menikah) terkadang sang istri putus asa ingin rasanya meng akhiri pernikahannya...padahal belum genap 6 bulan pernikahannya, bagaimana cara menasehati yang terbaik buat dia...jazakillah pak
Jawab
Putus asa....? Baru 6 bulan....? Biasanya memang bagi pasangan yang baru menikah ada penyesuaian dalam 5 tahun pertama. Dan ingat saja apa landasan memilih dia atau menerima dia sebagai pasangan hidup...? Jika kita baik... Maka ini merupakan ladang dakwah juga bagi sang istri untuk merubah suami ke arah yang lebih baik. Ada saatnya kita memaksakan kemauan kita dan ada kalanya kita menerima kemauan pasangan kita. Jadi hidup ini berkolaborasi satu sama lain, saling menyempurnakan dan saling menguatkan. Ingat.... Pasangan hidup itu bukan rival, tapi bagaimana secara bersama sama menggapai ridho اللّهُ Ta'ala.
Ingat juga loh... Pasangan kita dan kita itu berbeda. Beda latar belakang. Beda terima didikan. Beda edukasi. Beda lingkungan. Beda pekerjaan. Beda pengaruh. Beda gen. Beda kebiasaan. Beda, beda dan beda....!!! Tetapi ada satu kesempatan yang sama... Yaitu jika kita dan pasangan kita mengenal dakwah sunnah, thats why, Rasulullah ﷺ menitikberatkan pernikahan itu dilandasi akan bagus agamanya.
Sekali lagi... Dengan banyaknya perbedaan itu, maka menikah bukan mencari PERSAMAAN yang banyak, tetapi bagaimana sikap kita bisa menerima PERBEDAAN dan kita menikmati dan berdamai dengan perbedaan tersebut.والله أعلم بالص واب

> Kalau baru 6 bulan berubah drastis kayaknya ada masalah psikologis ,mungkin ada perasaan kecewa terhadap istrinya karena menyembunyikan sesuatu yang menurutnya harus diketahui sebelum menikah

>Sependapat...
Ketika kita menuduh orang dengan jari telunjuk, nama 4 jari mengarah ke kita. Mungkin dia putus asa karena tidak menemukan apa yang salah disana. Tau tau ada sesuatu yang salah di diri kita sendiri. Maka... Lakukanlah muhasabah terhadap diri sendiri, jangan diingkari dan dibenarkan atau melakukan pembenaran terhadap diri kita sendiri.

6. Tanya tadz yang terjadi di masyarakat begini,,ada pasangan yang menikah, yang.pada awal nikah memang tak ada niat apapun, pokoknya nikah gitu. Nah ditengah perjalanan RT,,salah satu pasangan sadar dan berubah tapi pasangannya belum mau berubah, ini bagaimna menyikapinya tadz?,
Jawab
Lanjutkan dan teruskan Mas Sugeng. Dakwah tidak mengenal kata lelah

> Maaf pak dodi mau nambahin...
Pak sugeng ambil simplenya aja deh...
-nabi luth sabar mghadapi kedurhakaan istrinya
-siti asiah sabar mghadapi kezoliman fir'aun
Pada akhirnya sejelek-jeleknyanya pasangan kita belum seberat perjuangan nabi luth/siti asiah. Jadi tak perlu cerai ya hanya karena akhlaq pasangan belum shalih?  Padahal sudah memiliki dua putra sudah remaja lgi..

Nah itu dia, juga sudah berkata kasar tapi tak mau menceraikan isterinya
Cerai/bertahan masing-masing ada konsekwensinya bagi pasutri dengan cerai masalah selesai tapi bagi anak itu babak baru yang tidak menyenangkan dalam kehidupan mereka. Anak-anak seringkali jadi faktor yang diabaikan dalam proses pengambilan keputusan apalagi anaknya sudah besar-besar. Sudahkah si ibu membicarakan kemungkinan bercerai pada anaknya?

Cukup yaaa
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat

Thanks for reading & sharing Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT

Previous
« Prev Post

0 comments:

Post a Comment

Ketik Materi yang anda cari !!

Kajian On Line Hamba اللَّهِ SWT