Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Perasaan Marah Bunda dalam Pengasuhan Anak

REKAP KAJIAN HA UMMI 32
Hari : Kamis,8 Januari 2015
Materi : Parenting
Narasumber : Ustadzah Dianda
Notulen: Dessy
Editor: Indah Permata Sari

Assalamualaikum ummi ummi solehah semua.. kaifa haluka ukhtifillah? Khoir, in sya Allah.

Tema kali ini adalah tentang perasaan marah ummi-ummi sekalian dalam pengasuhan anak.

Mengasuh anak, tentu memiliki berbagai tantangan. Tiap anak berbeda, dan tiap situasi keluarga juga berbeda. Ummi-ummi yang mengasuh anak-anaknya sendiri tentu pernah merasakan bagaimana kita memiliki stok kesabaran yang harus terus dilebarkan, diluaskan dalam menghadapi anak-anak kita. Kadang pula, kita menjado tidak sabar, dan muncul peraaaan kesal, marah, jengkel pada anak. Ada rasa ingin mengomel, memarahi, mencubit dan sebagainya. bagaimana mengatasinya?
Pertama saya ajak dulu ummi-ummi sekalian untuk mengenal rasa marah. Apa sih marah itu?
Dalam kajian psikologi emosi, marah merupakan perasaan yang tidak menyenangkan, yg muncul akibat terjadinya situasi yang tidak kita sukai/inginkan. Emosi marah sendiri termasuk emosi negatif yang rentangnya luas, mulai dari perasaan terganggu (risih), sebal, kesal, gusar, jengkel, marah, murka.. (hayoo apalagi??)
Level emosi marah tadi berbeda-beda, sehingga rasa di pikiran berbeda, rasa fisik berbeda dan rasa perilaku juga berbeda. Sehingga, menyikapinya pun berbeda.
Oiya. Sebelumnya kita pahami dulu, bahwa emosi dapat muncul akibat "hasil penilaian" kita dalam suatu situasi. Emosi marah sendiri muncul jika kita menilai situasi tersebut merugikan kita, dan bukan kita (dalam hal ini, bukan ummi) tapi orang lain (dalam hal ini, anak-anak) yang salah. Sehingga kita merasa marah.
Secara umum, rasa-rasa dalam emosi marah terbagi sebagai berikut:
A. Rasa pikiran : menilai situasi: tidak menyenangkan; bukan salah diri sendiri; salah orang lain; seharusnya tidak terjadi pada saya; situasi tidak sesuai harapan.
B. Rasa fisik: umumnya saat marah, sensasi fisik yg dirasakan adalah.. mepala panas, tangan berkeringat/basah, ada peningkatan energi yg makin meledak-ledak, wajah memerah, jantung berdebar-debar.
C. Rasa perilaku: muncul dorongan untuk "menyerang", misal sevara verbal bisa mengomel, membentak, memaki, secara fisil bisa mencubit, memukul dan sebagainya.
Munculnya rasa marah dalam pengasuhan adalah wajar ummi-ummi sekalian, kita tidak perlu malu atau "terlalu" menahan diri. Yang perlu dilakukan adalah kita meningkatkan pemahaman, baik pemahaman mengenai kondisi diri, batasan-batasan diri (self awareness), pemahaman terhadap situasi yang terjadi, pemahaman tentang kondisi anak (tugas perkwmbangan anak), pemahaman cara meredakan emosi yang sedang dialami.. dan pemahaman tentanhbcara berkominikasi yg baik pada anak.
Baiklah, sy sudahi materinya segitu dulu yaa.. selanjutnya kita bisa bahas langkah-langkah pemahaman yang saya jelaskan tadi, di materi kajian berikutnya.
Afwan, saya tambahkan sesuai urutan penanya..
Jazakillah khairan ummi fillah..

TANYA-JAWAB
1⃣ana mau tanya, bagaimana caranya penyampaikan pesan ke ayah/suami untuk ga mudah marah sama anak?
#Jawaban :
buat saya, teguran yang paling baik adalah memberi contoh sambil bicara.. jadi orang yang ditegur melihat dan memperhatikan..
Untuk pertanyaan 1 tambahannya:
Tapi kita mesti bisa observasi anak dulu. Misalnya anak lari-lari atau mencoret-coret gambar di dinding, sambil bilang bahwa anak usia <5th memang tahap eksplorasi fisik,ini penting untuk mengembangkan kestabilan tubuh dan erat kaitannya dgn optimalisasi kecerdasannya..
Sambil kasih lihat cara kita menegur, wah gambarnya bagus yaa.. lebih bagus lagi kalau di kertas nih... begitu misalnya.

2⃣Ustadzah, bagaimana cara menghadapi seorang ibu yang sering marah-marah, dengan tanpa terpancing oleh emosi beliau, dan kiranya pelajaran apa yang bisa kita petik dari sikap beliau?
Saya sampai pernah mendengar celetukan seorang keponakan yang duduk di bangku SMP,"Semua ibu seperti itu... sukanya marah-marah, ngomel, maksain kehendak.. "
Astghfirullah.sebagai seorang ibu saya tidak mau seperti itu.
Yang selanjutnya, bagaimana cara mengingatkn para ibu agar tidak mudah emosi pada anaknya?
Mengingat lingkungan saya hal seperti itu sudah 'biasa'. Malah kalo ada ibu yang "tidak ngomel" sering dianggap cuek/tidak peduli pada anaknya sehingga anaknya dibiarkan "nakal". Padahal tidak seperti itu...
#jawaban:
Ya.. memang sulit kita merubah orang lain, lebih baik fokus ke diri sendiri dan konsisten. Saat mereka tegur, kita kasih ke jelas an yang ilmiah dan bahasa yg santun.
Lama-lama.. mereka akan lihat, bagaimana kita bereaksi, juga bagaimana perilaku anak kita terbentuk. Tapi no.pressure yaa.. jgn juga tekanan diri sendiri untuk menjadikan anak jadi baik, supaya jadi contoh..
3⃣ Doa seperti apa yang ada dalam Al Quran supaya kita bisa menjadikan anak-anak sholeh dan sholehah serta mudah dalam mendidik nya...
#jawaban:
aasif saya kurang menguasai itu.. Kalau tidak salah ada doa nabi Ibrahim.. boleh titip admin tanya in ke ustad lain
4⃣Ada enggak marah yang baik ustazah
#jawaban:
good question. Tentu ada marah yang baik, karena "marah" ini sebagai tanda kita pada diri sendiri, bahwa ada hal yang salah dan harus diperbaiki.
Jadi, tujuan emosi marah tersebut adalah untuk memperbaiki. Maka, cara marah yang baik bisa..menegur, menjelaskan, memberi konsekuensi yang terkait dengan tujuan seperti yang diatas
5⃣Ustazah saya mau bertanya ( kebetulan ini pengalaman pribadi ) jika seorang   tetangga non muslim selalu mencari perkara kepada kita dan kita sudah berusaha bersikap baik " memberikan sesuatu jika kita ada acara ( kue) dll...kita bersikap ramah kepada anaknya  tetapi Dia tetap bersikap tidak baik...akhirnya saya suka berdoa supaya dia lekas pindah dari kontrakkanya...kebetulan dia mengontrak dan saya alhamdullillh rumah sendiri...apakah boleh berdoa seperti itu....
#jawaban:
pemahaman saya, mungkin lebih baik didoakan supaya mendapat hidayah ya? Kalau boleh tau, perbuatan tidak baiknya seperti apa,?
5⃣ Saya mau tnya ustzah,anak yang usianya belum genap 2 tahun perlukah diberlakukan sikap tegas? Terus gimana bersikap tegas tapi tidak marah?
#jawaban:
kita pahami dulu, usia 2 tahun ini rata-rata anak baru mulai belajar bicara. Sudah bisa jalan, lari, ambil, plus bisa bilang apa yang dia mau dan nggak mau.
Maka, mulai berkembang pendiriannya. Yang nantinya jadi modal dasar kepribadiannya juga, dari aksi-reaksi antara sikap diri dan respon lingkungan. Juga, motorik kasar sedang berkembang...
Jadii.. kalau dari saya, hal-hal yang tidak berbahaya, tidak perlu dilarang. Bahaya seperti apa?seperti pegang pisau, itu bahaya.berdiri dekat tangga turun itu bahaya. Kalau pegang gunting?
Saya sendiri membiarkan anak saya pegang gunting (kecil yang besoknya tebal) di usia segitu. Kalau anak.mangkat sofa, saya biarkan dan ajarkan caranya memanjat dan turun. Juga saat naik tangga.
7⃣Ustadzah, bagaimana cara mengendalikan tantrum bagi balita yang sedang berusia 1 tahun. Misal tantrum ini  terjadi saat apa yang dia pegang tiba-tiba secara halus diambil oleh orang tua karena benda itu  kurang baik atau bahaya? Dan apa saja hal-hal yang biasanya bisa memunculkan kondisi tantrum dari balita?  Jazakillah
#jawaban:
sebagian soal bahaya sudah di atas ya.. tantrum cara mengatasinya: abaikan dan konsisten. Abaikan perilakunya, muka datar jangan marah-marah atau mangun atau sedih atau.kasihan. hehehe.. datar saja dan ulangi aturannya: yang ini.tidak boleh, bolehnya yang itu.
Jadi sediakan pilihan juga. Anak nggak perlu dihibur ya.. Kalau dia mau peluk kita boleh, tapi kita cool aja.. datar.  Nanti, setelah anak mau ikut aturan kita.. baru deh kita hibur dengan suara lembut, elusan, beri penjelasan.
8⃣sering marah itu salah satu stres yah ustdzah....kadang klo lagi cape mudah bngt kepancing emosi, yg akhirnya suka gak sadar ceplas ceplos aja...untuk menghindar hal seperti itu apa kiat untuk bisa meredam amarah....
#jawaban:
mengatasi stres: nomor satu kesadaran diri kita harus oke. Sadari kondisi.fisik dan psikis kita, apakah sudah lelah? Sudah jenuh? Sudah gak kuat?
Kalau ya,istirahat. Manokwari jeda.minta org lain handle anak atau kerjaan, atau minta anak main sendiri dulu.
Komunikasikan saja ke anak: bunda sedang capek, kk main sendiri dulu ya.  Kalo bunda udah capek suka cepet marah soalnya.. sebentar bu da isgirahatdulu ya..
Awalnya mungkin anak gak paham, lama2 dia.bisa paham. Dan ini mengajarkan anak tentang emosi dan cara mengendalikannya juga..
9⃣Ustadzah ...mau bertanya bgm..kita hrs bersikap atau mendidik anak kita yg sdh beranjak abg ...menanamkan ajaran islam dlm hal pergaualan "larangn pacaran dlm islam " sedang kita tau itu adalah fitra manusia untuk menyukai lawan jenis .. ..sdh di nasehatin /diperlakukan secara lembutpun mash saja ..karena saya terlalu takut dengan model pergaulan anak-anak sekarang yang lebih ke arah bebas  ... Mohon pencerahannya ustadzah ..syukron
#jawaban:
Ini dia pentingnya kita menjalin hubungan yang erat dan mesra sama anak sedari kecil.
*penting nih ibu-ibu*
Anak yang dari kecil dekat dengan ibunya, suka mengerjakan berbagai kegiatan bersama, tertawa bersama, bercanda, sering dipeluk dicium di sayang.. akan tumbuh dekat dengan ibu.
Apa-apa bisa dan mau cerita ke ibu. Dan cenderung mau mendengarkan nasehat kita. Jadi saat remaja, lebih bisa nurut..
Caranya juga, jangan menghakimi. Sama remaja, pelan-pelan. Santai-santai, tapi konsisten.. dan bangun atmosfer keluarga yang mendukung
Bun,, untuk membangun rasa empati pd diri anak sedari kecil,, bagaimana caranya,
Kalau anak balita kita memukul teman nya bagaimana sikap kita atau sebalik nya, anak kita d pukul oleh teman nya

Penutup
Doa Kafaratul Majelis...

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat