Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

KESEHATAN PRA NIKAH

Kajian Hamba Allah Online

Hari, tgl: selasa, 13/01/2015
Tema: Tips Kesehatan Pra Nikah
Pemateri: dr. Aprie
Grup: m102
Admin: lala dan citra
Editor : Shofie


Ilmu pra nikah memang sedikit sensitif. Banyak orang merasa malu, enggan untuk menggalinya. Soalnya banyak yang beranggapan barang siapa yang udah mulai ikut- ikutan kuliah pra nikah pasti udah mau nikah. Hmmm enggak juga lho... ya pastilah semua orang mau menikah, hanya saja dekat atau tidaknya waktu pelaksanaannya tergantung izin Allah.

Kali ini saya akan menuliskan beberapa ilmu terkait kesehatan pra nikah, semoga bermanfaat ya...

Menikah merupakan tahapan yang penting bagi setiap pasangan yang sudah menemukan belahan jiwanya.  Untuk menghasilkan pernikahan yang berkah dan meriah, semua tenaga, dana dikerahkan. Sayangnya, banyak yang kurang matang dalam persiapan pranikahnya, ini untuk mempelainya lho ya. Soal nikah itu ga cuma manis- manisnya aja, kayak cerita dongeng- dongeng putri yang dilamar pangeran, nikah, kaya, hepi ending dah..semoga sih bisa begitu, tapi ayo kita realistis.

Sebelum menikah perlu mematangkan lahir dan batin, salah satunya adalah kesehatan pasangan. Kenapa begitu?

Well, kesehatan pasangan sangat berpengaruh lho untuk mendukung pernikahan yang langgeng, harmonis, sampai tua. Dan yang penting adalah, kesehatan ini perlu dipersiapkan untuk mempersiapkan janin yang sehat bagi  jundi- jundi yang akan kita lahirkan.

Idealnya tes kesehatan pranikah dilakukan ENAM BULAN SEBELUM dilakukannya pernikahan. Nah, apa saja yang perli di cek adalah:

1. Infeksi saluran reproduksi/ menular seksual (ISR/IMS)

Contoh penyakit ini antara lain penyakit yang menular melalui hubungan seksual seperti sifilis, gonorrhea, HIV dan penyakit hepatitis.  Kalau salah satu pasangan ada yang terkena penyakit ini, maka sebaiknya harus diobati dulu sampai sembuh, baru nikah. Kalau salah satu pasangan terkena hepatitis B, sebaiknya pasangan yang tak terkena segera suntik kekebalan hepatitis B sebelum menikah. Dan kalau yang terkena penyakit ISR/IMS ini tetap mau menikah sebelum sembuh, so sangat dianjurkan 100% untuk menggunakan pengaman yang berkualitas selama ‘beribadah’

2.  Rhesus yang bersilangan

Terkadang psangan tidak tau rhesus masing- masing, padahal kalau rhesusunya bersilangan ini akan berbahaya untuk keturunan selanjutnya. Jika rhesus negatif misal di perempuannya menikah dengan rhesus positif untuk yang laki- laki maka kemungkinan rhesus anak mereka positif atau negatif. Kalau anak pertamanya ber-rhesus negatif ga masalah, tapi kalau anak pertamanya berhesus positif ini akan mempengaruhi kelahiran keduanya. Kalau bayi yang kedua juga diditeksi berhesus positif ini berbahaya. Karena antibodi antirhesus sang ibu dapat memasuki sel darah merah janin. Sebaliknya, tidak masalah tak masalah jika yang perempuan itu ber-rhesus positif dan laki- lakinya negatif.

3. Penyakit keturunan

4.  Cek kesuburan

Tujuang menikah salah satunya adalah untuk menghasilkan keturunan yang berkualitas kan? So cek kesuburan dulu sebelum nikah. Bisa sih melihat jumlah anak dari ibu kandungnya, atau paman dan bibinya tapi perlu juga melihat resiko pribadi sang ibu,  terkait usia (produktif atau tidak), merokok tidak, kondisi nutrisi, level stres, aktivitas fisik, level pendidikan dll.

Ga sabar kan apa aja tips- tips lainnya, dibawah ini akan dijabarkan jenis penyakit yang perlu diwaspadai, dan tips menjaga makanan, Cekidot.

Penyakit ini biasanya menyerang perempuan yang berada di bawah umur 30 tahun. Antara lain:

Kista, Kanker, Myoma, Haid tidak teratur, Haid sakit, Haid terus menerus,POS (Polycgstic ovary syndrome)

Penyebab itu semua biasanya adalah karena : pola makan, lingkungan, emosi, spiritual, kebersihan daerah vital, pembalut yang digunakan, keturunan.

Nah ternyata ada 3 faktor yang sangat mempengaruhi kesehatan reproduksi kita yaitu: 50% kondisi spiritual, 25% kondisi emosi, dan 25% kondisi fisik. So, ketiga faktor ini yang perlu kita perhatikan.

Untuk kesehatan Fisik, yang perlu diperhatikan dari sekarang adalah melaksanakan pola makan yang sehat. Organ pertama bayi yang berfungsi cepat bahkan saat si baby di perut bunda adalah ginjal dan telinga. Sedangkan ginjal itu organ yang sangat dipengaruhi oleh pola makan.

Well ini dia pola makan yang baik:

Dalam satu piring komposisinya harus begini nih:

a.       Sayur: 40%

b.      Protein:20%

c.       Karbohidrat:30%

d.      Buah: 10%


Urutan makannya pun perlu diperhatikan: pertama air putih, kedua buah. Tunggu sekitar 10- 15 menit setelah makan buah, baru makan berat.

Hindari makanan goreng- gorengan, kueh basah, susu berlebihan, keju berlebihan.

Dari segi emosi, marah, sedih, sakit, merasa bersalah itupun harus dikontrol. Karena ternyata berpengaruh pada organ dalam lho..ini rumusnya:

·         Marah berpengaruh ke liver, hipertensi

·         Sedih berpengaruh pada paru- paru ex: asma

·         Takut  ginjal

·         Merasa bersalah  limpa dan diabetes


Dari sisi spiritual: perhatikan makanan yang kita makan itu harus makanan yang halal, melakukan shalat malam secara rutin akan lebih menyehatkan.

Tanya-jawab:

1. T: bunda, kl ada ikhwan yg ngelamar apa qt bilang, "gmn hasil cek kesehatan antum?"

J: Hehe, ukhtina,

Cek kesehatan diatas dilakukan setelah prosesi khitbah atau lamaran ya bund..jadi ada kesepakatan dari ke 2 calon mempelai dan wali yg menemani..

Pelan2 dibicarakan, ini toh untuk kepentingan bersama

2. T: Kl baru tau mau nikahnya 3 bln sblmnya gmn bun? Apa ada kaitan dg validnya hasil pemeriksaan?

J: Hasil lab, kapan pun dilakukan,semasa itu dilakukan dengan benar inshaAllah menurut medis akan valid mba..

3. T: Kl ikhwannya gk mau cek, apa batal khitbah aja, bun? Hihihi...
#kok nanyanya jd kemana2

J: Hehe ga apa2 mba sayang..

Makanya disini penting proses shalat malam yakni tahajud dan istikhoro mba sayang..
Sebaiknya jgn langsung memutuskan coba diistikhorohkan dahulu

4. T: Ummi tanya apa bner yaa kalau mau nikah itu hrs imunisasi jg tujuannya buat apa ummi ??


J: Secara medis benar bunda, namun secara sunah rasul haram imunisasi kecuali jika calon ibu memang memiliki penyakit parah yg secara medis mengancam nyawa, seperti jika pasca nikah langsung melahirkan dapat menyebabkan kematian karena calon ibu menderita penyakit ganas, dsb..

Namun jika tdk dengan hal diatas, haram bunda diimunisasi maupun kb...itu tujuannya untuk menjaraki atau menunda proses kehamilan bunda..

Kb diperbolehkan jika secara psikologi tdk mampu atau belum mampu mengurus si cabang bayi, dan melihat kondisi calon ibu yg sakit2an atau menderita suatu penyakit yg mengancam jiwa..

5. T: Bunda, periksanya kan ke dokter kandungan ya bund.? Untk laki2 perokok kira2 brpa % resiko gangguan kshtn pda ksuburan bund?

J: Iya mba, 60% gangguan kelainan pd kesuburan dan calon bayi rentan ispa serta penyakit pernafasan lainnya mba..