Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

Madaarul Hadits

REKAP KAJIAN ONLINE HAMBA ALLAH M10
Hari: Senin, 9 Februari 2015
Narasumber: Ust. Hanafi
Tema: Hadis
Admin: Umi&Rahmi
Editor: Indah Permata Sari

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحد لله والصلاة والسلام على رسول الله وبعد: 

Ibu, bunda sekalian yang dirahmati Allah. 
Insyaallah hari ini Senin,saya akan bersama  ibu/bunda/umm semua dalam kajian/sharing bersama tentang hadis. 
Kali ini saya akan mengenalkan sebuah stilah, madaarul hadiis.

Madaarul Ahaadiis ( مدار الأحاديث)
Kata madar = daaro yaduuru ( دار يدور ) = berputar atau berkeliling. Dan kata ahadis = bentuk jamak dari hadis.
Maka dapat diartikan tempat berputarnya hadis-hadis.
Dalam bahasa saya, kalau hadis-hadis laksana anak-anak, maka ada diantara hadis tersebut sebagai induknya.
Para imam muhaddis memandang sepakat ada tiga hadis yang jadi 'induk' dari sekian banyak hadis. Yaitu:
1. Hadis Umar ra : 

إنما الأعمال بالنيات ...

2. Hadis Aisyah ra:
من احدث في امرنا هذا ما ليس منه فهو رد.

3. Hadis Nu'man bin Basyir ra:
إن الحلال بين وإن الحرام بين ...

Tidak bermaksud mengulang apa yang pernah ummahat dapatkan, maka langsung pada apa maksud ulama menyatakan ketiganya sebagai madarul ahadis.
Kenapa tiga hadis ini?
NIAT adalah titik central arah amal (hadis Umar ra). Amal jadi bernilai dengan Niat IKHLASH dan ikhlash itu buah dari TAUHID yang benar. Dan tauhid yang benar ini tumbuh dalam kebun amal yang jelas DARI RASULULLAH SAW (hadis Aisyah ra.), kebun tersebut terjaga dengan batasan-batasan HALAL & HARAM. (Hadis Nu'man bin Basyir ra).

Dengan kata lain, amal, baik lisan atau perbuatan itu tidak bernilai tanpa niat yang jelas (ikhlash), amal dan niat saja tidak cukup, mesti sesuai dengan tuntunan Sunnah Rasulullah saw. Dan tentu dengan menjaga batasan yang dibenarkan (halal).
Ulama lainnya menyebut istilah ini dengan madaar addiin, atau madaar usul addiin (tempat fokusnya urusan2/pokok2 agama).


REKAP PERTANYAAN
1. Apakah hadist yang dari Umar ra, Aisyah ra dan Nu'man bin Basyir ra semuanya adalab hadis hadis shahih? Mohon penjelasannya ustadz?
Jawab: Ya hadis yang tiga tersebut termasuk hadis shohih.

2. Sebagai orang awam dengan ilmu hadis bisakah kita membedakan hadis shahih, dhaif dan palsu, kalau tidak bisa bagaimana antisipasi kita supaya tidak tertipu dengan hadist palsu
Jawab: Untuk yang siap perdalam bagaimana cara telaah hukum hadis sohih atau dhoif dengan lihat sanad dan matan. Sedangkan untuk cara singkat/umum dengan memperhatikan: 
1. Jika diriwayatkan Bukhori atau Muslim maka cukup bahwa ia shohih (para ulama sepakat bahwa keduanya shohih). 
2. Jika diriwayatkan dalam 4 sunan (Abu Dawud, Attirmizi, Annasai, Ibn Majah), memiliki tingkat standar sohih setelah Bukhori dan Muslim. Meski begitu, jika mereka memberi hukum, seperti imam Tirmizi biasa lakukan dalam kitabnya, maka bisa jadi sandaran.
3. Selain mereka perlu verifikasi yang jelas. 
4. Koleksi buku/kitab/software yang kumpulkan hadis-hadis doif atau palsu.


3. Ustad bagaimana jika kita tau itu hadist dhoif, tapi hadist tersebut berisi amalan yang baik,masih kita amalkan,bolehkah?karena katanya alma'surat ada yang berisi hadist dhoif.
Jawab: Tentang hadis-hadis dalam matsurat, insyaallah lain waktu. Sekarang, bagaimana amalkan hadis dhoif?
Hadis dhoif, dibolehkan dalam fadhilah amal. Namun dengan beberapa syarat; 
-tidak benar-benar dhoif (doif jiddan).
-bukan dalam masalah syariat.
-tidak meyakini bahwa ini dicontohkan Rasulullah saw.


4. samakah hadis dhoif dan palsu?
hadis doif masih dikategorikan dalam bagian hadis, namun tidak mencapai derajat shohih atau hasan.
Sedangkan hadis palsu, hadis tidak berdasar, beberapa ulama tidak membahasnya karena bukan bagian dari hadis.

5. Ustad.. saya punya kitab terjemahn Bulughul Maram... apakah isi kitab itu asli..bisa di jadikan rujukan? Sebab di situ disebutkn banyak macam hadits... ; hadist marfu, muttasil, mauquf, munqathi, mursal... dan msih banyak lagi ..

Jawab: Ya, kitab tersebut disusun Ibnu Hajar alasqolany, beliau muhaddis besar. Bisa dijadikan rujukan, bahkan disertai asal rujukan kitab tersebut.

6. Bagaimana dengan hadis abu hurairoh, masuk bagian mana dari tiga hadis di awal?
Jawab: yang dibicarakan dalam madarul hadis ini bukan siapa perawinya tapi apa isinya.. yang tiga di atas;
-terkait niyyat
-terkait apa yang jadi tuntunan Rasul
-terkait batasan-batasa syari'at.
Niyyat ini amal bathinya dan jadi "induk" karena terkait dengan ikhlash, tauhid. Maka hadis-hadis mengenai hal-hal tersebut menjadi 'anak' dari hadis niyyat..  yaitu bagaimana bisa membentuk menyempurnakan niyyat.
Terkait tuntunan: semisal shalat, ini ibadah dan mesti sesuai dengan yang Rasul contohkan. Karena kaidahnya; asal ibadah itu haram hingga ada kejelasan tuntunannya dari Rasul.
Nah hadis-hadis terkait ibadah-ibadah ini ada di bawah hadis Aisyah ini.
Siapa pun perawinya, baik itu Abu Hurairah atau Abu Bakar, dll.
Apapun yang ibu lakukan, pertanyaannya, adakah Rasul contohkan?

>>Sebab di situ disebutkn banyak macam hadits... ; hadist marfu, muttasil, mauquf, munqathi, mursal... dan msih banyak lagi ...
Jawab: ya ini istilah-istilah dalam hadis.. atau dikenal juga dengan mustolah hadis. Yang disebutkan di atas ada yang sederajat dengan shohih ada yang tidak. Untuk tidak lebih membingungkan, (insyaallah secara bertahap kita pelajari). Bahwa kitab bulughul maram bisa dijadikan rujukan dalam menelaah hadis. Atau panduan singkat dalam hidup.

7. Hadis yang berkaitan dengan tuntunan Rasullullah saw, apakah hukumnya bagi kita untuk melakukan? Wajib atau sunnah? Sebab ada yang mengatakan ada yang wajib, ada yang sunnah dan adapula hanya prilaku Rasulullah saja kita tidak perlu mengikuti. Benarkah ustadz?
Jawab: ya tuntunan ini ada berupa wajib, sunnah, boleh (tidak ada ketegasan wajib, sunnah), ada juga tuntunan berupa larangan-larangan.. seperti; larangan durhaka, berselisih sesama muslim lebih dari 3 hari.
Ada sebagian yang dikategorikan sebagai kekhususan bagi Rasul, seperti: beristri lebih dari 4. Itu pun tidak banyak.


8. Assalamualaikum ustadz...afwan mau nanya. 
Ana lahir di lingkungan NU. Yang sejak kecil di ajari kalau baca alquran harus berwudhu...tapi sejak ikut odoj banyak bingungnya karena ada yang bilang kalau haid boleh tilawah..kepercayaan ana baca al qur'an harus wudhu dan orang yang haid tidak boleh wudhu apakah ada hadist sahih yang menjelaskan tentang haid boleh tilawah dan yang melarang..afwan ustadz ana sering tanya sana sini tapi belum dapat jawaban yang memuaskan. Syukron jazakallah...

Jawab: sampai akhir ini belum temukan hadis tersebut. Tapi setidaknya ada 3 pendapat:
1. Tidak mempermasalahkan.
2. Boleh tilawah namun tanpa menyentuh mushaf.
3. Tidak membolehkan tilawah, juga sentuh mushaf. 
Pilihan dikembalikan pada orangnya. 
Hemat saya pribadi:
Pilihan ke-3 lebih selamat dari perselisihan. Untuk mengganti rutinitas tilawah bisa diganti dengan simak mp3, mp4.

Jawab: berwudlu.. :
-Jika mmungkinkan pertahankan kebiasaan tersebut dengan maksud menjaga kesucian diri dalam beribadah. ( ولا يمسه إلا المطهرون) kata toharo secara bahasa: bersih/suci.
-tidak berwudlu (hadas kecil) tidak mengapa. Sedang bagi yang berhadas besar, sebaiknya dihindari.

9. Bagaimana dengan acara tahlilan,yasinan1- 7 hari nya orang meninggal,40 hari, 100 hari nya orang meninggal dan seterusnya.. Biasanya diadakan  yasinan ... Dan tahlilan, ini rutin di kampung saya ... Tiap 1 minggu skali tepatny pada hari kamis malam jum,at..  adakan tahlil... Apakah ini dilarang, karena ada juga yang bilang dilarang.. Afwan tulisannya belepotan,sambil nyambi kerja
Jawab Tidak bermaksud menghakimi teman-teman karena sampe saat ini masih terus mencoba fahami apa dasar hal-hal tersebut. Untuk sementara, para sahabat tidak menyebut amalan-amalan tersebut pada masa Nabi juga masa setelahnya.

10. Ustadz adakah website tentang hadis-hadis shahih? Bukhari Muslim?
Jawab: coba app.lidwa.com

11. Ustadz.. bisa minta hadis tentang doa kunut.? Dulu ada yang nanya tapi jawabannya dijapri tidak dishare jadi saya ga bisa ikut baca. sukron..
Jawab:

قال الحسن بن علي رضي عنهما: علمني رسول صلى عليه وسلم كلمات أقولهن في الوتر، - قال ابن جواس: في قنوت الوتر: «اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، إِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ»
CATATAN:
Ibu dan bapa sekalian, tema ini berawal dari pertanyaan:
-Gimana mesti berpegang pada Quran Sunnah? ternyata hadis itu banyak sekali,berjilid2.
>>Hadis kita kali ini dari 40 hadis Imam Nawawi yg bilangnya cukup dg 40 INI utk panduan hidup bahagia dunia akhirat.. (sstt ini tuk yg awam y agar tdk berati).
-hadis apa saja yg mesti didahulukan utk dipelajari dan bermanfaat langsung?
>>tiga hadis ini menjadi pagar dlm setiap amalan2.. tuk evaluasi:
-niatnya dah bener? Tdk berubah? Semoga Lillah.
-sdh benar2 meneladani Pribadi Ma'shum Rasulullah saw? Yg blm jelas, menundanya lebih baik dari pada terperangkap jejaring syaitan.
-adakah batasan2 yg ditegaskan syari'at yg perlu diperhatikan? Hal halal dapat berubah haram, begitu pun sebaliknya, dg jeli melihat kondisi.

12. Ustadz apakah ketiga hadist tersebut telah tercakup dalam 40 hadis imam Nawawi?
Jawab: Ya ketiga hadis di muka tercantum dalam kitab tersebut.

Demikian ibu yang bisa dishare, mudah-mudahan Allah bukakan pintu hidayah kita dalam menerima setiap isyarat kebaikan yang Allah tunjukkan.
Segala maaf atas salah dan khilaf, wa jazakumullah ahsanal jaza.
Mohon diri, wassalamu alaikum wr wb.

Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat