Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

MISTERI KEMATIAN


Kajian Online Telegram Akhwat Hamba اَللّٰه Ta'ala

Hari / Tanggal : Jum'at, 30 Januari 2015
Narasumber : Ustadz Dodi Kristono
Tema : Kajian Islam
Notulen : Ana Trienta

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Seorang Pangeran di Arab, ingin Merasakan Mati selama 20 Menit. Apa yang terjadi.....?
Silahkan ditonton yaa


video


Video tadi menjelaskan "mati" di suatu tempat dan waktu yang telah ditetapkan sendiri.

Ini translate dalam bahasa indonesia nya yaaa
Usahakan harus mendownload videonya

Seorang Pangeran di Arab minta dikuburkan dan didiamkan selama 20 menit.
Proses penguburan dimulai dan didiamkan selama 20 menit. Dan setelah itu terjadi percakapan antara Pangeran (P) dan si Fulan (F)

P : Menangis tersedu sedu sambil memeluk
F : Anda sudah mempunyai hidup baru sekarang.
F : Selama ini kita hidup dikaruniai oleh اللّهُ. 
P : Alhamdulillah
F : Anda sudah merasakan keadaan mati selama 20 menit.
P : Saya tidak dapat bayangkan hidup itu begitu singkat. Hidup itu benar dan Kematian itu juga benar. (Terengah engah).
F : Ketika kamu memasuki liang lahat, apa yang pertama kali kamu pikirkan...?
P : Bagaimana hubungan saya dengan Tuhanku, Keluargaku, Orang orang disekitarku dan anak anakku. Dan yang paling terpenting, apa yang sudah aku lakukan kepada mereka dan bagaimana saya merubahnya. Lalu... Kemudian aku membayangkan diriku sendiri. Mengingat semuanya dan tidak hanya yang ada dalam ingatan saja, tetapi bagaimana saya mengatur hidup saya dengan baik.
P : Subhanalah... Allahu Akbar. Ini hanya memakan beberapa menit saja dan ini memberikan dampak kepada saya dan akan mempengaruhi kehidupan saya.
P : Proses ini begitu sederhana, kita sangat takut akan kematian, padahal kematian ini adalah langkah awal perjalanan kita selanjutnya. Dan kebanyakan orang takut akan kematian. Tetapi saya melihat kematian ini disaat ini sebagai bentuk satu pelajaran. Pelajaran membuat kita hidup lebih baik, kembali ke jalan yang lurus dan melakukan semua amalan amalan. (Bersujud)
P : Sekarang saya punya badan dan jiwa. اللّهُ memberikan kesempatan baru kepada saya mempunyai badan dan jiwa kembali.
P : Dan sekarang saya siap kembali bekerja, dan memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Di sisa sisa hidup saya ini. Untuk mempersiapkan diri bertemu dengan اللّهُ , ketika malaikat maut akan memisahkan badan dan jiwa saya.
P : Sekarang saya memiliki badan dan jiwa ini. In sha اللّهُ saya akan membuat perubahan disisa usia sayaa. Mungkin dalam beberapa menit kedepan, beberapa hari kedepan atau beberapa tahun kedepan. Tetapi in sha اللّهُ saya akan berubah kearah yang lebih baik.
F : Semoga اللّهُ memberikan kamu hidayah. Kehidupan yang baik sampai akhir nanti. آمِــــــــــيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِــــــــــيْنَ (berpelukan dan menangis)
P : بَارَكَ اللهُ فِيْكُم

Itu sudah takdirnya dia bunuh diri atau dibunuh

Bolehkah kita menetapkan kematian baik secara tempat dan waktu? Benarkah kisah tanda tanda 100 hari orang yang akan meninggal sudah kelihatan ciri cirinya?
Kita kupas Yukk....!

Pertama, اللّهُ  menegaskan dalam al-Qur’an

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya اللّهُ  Maha mengetahui lagi Maha mengetahui dengan detail. (QS. Luqman: 34)

Jika kita ditanya, mana yang lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud, merencanakan waktu kematian atau tempat kematian?. Misalnya si X merencanakan waktu kematian, saya ingin mati di usia 65 tahun. Sementara si Y merencanakan, saya ingin mati di jogja.

Mari kita perhatikan, merencanakan usia, 100 % tidak mungkin bisa dilakukan manusia. Karena bertambah dan berkurangnya umur manusia, di luar kemampuan dan upaya manusia. Sementara merencanakan tempat mengakhiri hayat, lebih memungkinkan untuk diupayakan manusia. Karena seseorang mungkin saja berencana mati di kota A dan selama hidupnya, dia berusaha untuk tidak keluar dari kota A. Dengan demikian, kita bisa menjawab pertanyaan di atas, bahwa tempat kematian lebih memungkinkan untuk diupayakan terwujud. Meskipun keduanya murni ada dalam kekuasaan اللّهُ.

Kita kembali kepada ayat di atas. Pada ayat di atas, Allah menegaskan, ”tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati..” Diayat tersebut اللّهُ  tidak berfirman, ”manusia tidak mengetahui kapan dia akan mati..” tapi yang اللّهُ  firmankan, ”manusia tidak mengetahui dimana dia akan mati.” Jika اللّهُ  menegaskan bahwa manusia tidak bisa mengetahui tempat kematiannya, maka jelas manusia akan lebih tidak mengetahui berkaitan dengan waktu kematiannya. Karena merencanakan tempat kematian itu lebih memungkinkan untuk lebih memungkinkan untuk diupayakan, dari pada merencanakan waktu kematian. Sehingga ayat itu sejatinya memberikan pelajaran bagi kita, jika tempat saja manusia gak tahu, apalagi waktunya. Tanda kematian, 100 hari, 40 hari, 7 hari, 3 hari dan 1 hari menjelang kematian, jelas sangat bertentangan dengan ayat di atas. Karena semua tanda di atas berbicara tentang kematian dalam batas waktu.

Kedua, dalam tulisan tersebut digambarkan lauhul mahfudz layaknya pohon. ”Selepas Ashar, jantung berdenyut-denyut. Daun yang bertuliskan nama kita di lauh mahfudz akan gugur..” Di mana dalil bahwa lauh mahfudz berupa pohon berdaun?. Padahal اللّهُ  sebut lauh mahfudz berupa kitab,

أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّ ذَلِكَ فِي كِتَابٍ

”Tidakkah engkau tahu bahwa اللّهُ  mengetahui segala yang ada di langit dan di bumi, dan semuanya terdapat dalam kitab.” (QS. Al-Hajj: 70).

Ibnu Athiyah mengatakan,

هو اللوح المحفوظ

”Kitab itu adalah al-Lauh al-Mahfudz.”

Dan اللّهُ  juga menegaskan,

وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ

Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh)

قال ابن عباس : هو اللوح المحفوظ

Ibnu Abbas mengatakan, “Itu adalah lauhul mahfudz.” (al-Bahr al-Muhith, 9/237).

Di ayat lain, اللّهُ  juga menegaskan,

أُولَئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُمْ مِنَ الْكِتَابِ

”Seperti itulah yang mereka dapatkan dari jatah mereka yang telah tertulis dalam al-kitab.”

Al-Baghawi menafsirkan ayat ini dengan mengatakan,

حظهم مما كتب لهم في اللوح المحفوظ

”Jatah mereka yang telah tertulis tentang mereka di al-Lauh al-Mahfudz.” (Tafsir al-Baghawi, 3/227).

Memahami keterangan di atas, informasi masalah kematian dan tanda-tandanya, yang sama sekali tidak menyebutkan sumber, tidak selayaknya diperhatikan, apalagi diyakini kebenarannya. Tulisan yang sangat tidak bertanggung jawab dan 100% dusta.

Kita sebaiknya tidak terpancing dan ingin juga meneruskan berita berita yang tidak bertanggung jawab tentang tanda tandanya akan kematian. Yang lebih penting adalah bagaimana mempersiapkan kematian tersebut, karena makhluk yang paling patuh dan taat disisi اللّهُ  adalah Malaikat, dimana Malaikat Mautpun ikut didalam kepatuhan tersebut.

Contoh kepatuhan seorang Malaikat, dimana Malaikat Peniup Trompet yang menandakan akan terjadinya kiamat yaitu Malaikat Isrofil, semenjak diciptakan sudah menaruh "mulut"nya didepan trompet tersebut agar jika diperintahkan اللّهُ , para Malaikat tersebut tidak lalai mengerjakannya barang sedetikpun. Subhanallah...!!!

والله أعلم بالصواب

TANYA JAWAB

1. Apa takdir bisa dirubah ustad? Kita tidak tau takdir kita bagaimana, apa yang harus kita lakukan agar takdir kita berakhir baik?
Jawab
Semua atas Kehendak اللّهُ. Ketika kita bicara masalah Takdir, maka jangan dicampur adukkan antara :
a. Ilmu اللّهُ
b. Ketentuan اللّهُ
c. Lauful Mahfuz 

Jadi intinya  اللّهُ  lah yang telah menciptakan kita dan semua tingkah laku kita, yang menciptakan semua sebab dan akibatnya. Karena doa kita itu sendiri juga bagian dari takdir  اللّهُ . Dialah  اللّهُ  yang mentakdirkan kita berdoa, sehingga dengan doa kita,  اللّهُ  mencegah musibah dari kita. Dengan kata lain, kita menolak takdir  اللّهُ , dengan takdir  اللّهُ. Sebagaimana kita ingin :
→   Menghilangkan sakit dengan obat,
→   Menghilangkan kemiskinan dengan bekerja.

Ini bukan berarti kita bisa keluar dari takdir  اللّهُ , karena obat dan bekerjanya kita, juga akibat PILIHAN kita dan itu bagian dari takdir  اللّهُ  itu sendiri, sembuh dan kayanya kita juga takdir  اللّهُ . Jadi kita keluar dari takdir  اللّهُ , dengan takdir  اللّهُ , menuju takdir  اللّهُ  yang lain.
والله أعلم بالصواب

2. Di Fb, seorang BC tentang tanda kematian  pak? 
Jawab
Tanda tanda kematian yang banyak tersebar di internet tidak berdalil. Dan juga tidak ada patokan standar yang terjadi menimpa seseorang dengan seseorang lainnya. Kalau ciri ciri orang meninggal standar, kenapa banyak kejadian yang berbeda beda....? Ada yang semua orang dimintain maaf, ada yang mimpi ini ada yang mimpi itu dlsbnya. Itu hanya dikait-kaitkan sajaaa

3. Bagaimana dengan manusia yang belum menikah sampai di akhir tuanya padahal dia sudah berdoa dengan sungguh-sungguh mohon di berikan jodoh, dia ingin mengubah takdir Allah dengan tawakal, ikhtiar ,dan berdoa. Terus  bagaimana cara  kita agar  bisa  lebih takut, akan kematian itu  sendri  pak?
Jawab
Bisa jadi jodohnya itu berpindah takdir (meninggal duluan misalnya), sehingga tidak bisa bertemu dengan jodoh di bumi. Terus berdoalah kepada اللّهُ Ta'ala yaaa

4. Terus  bagaimana cara  kita agar  bisa  lebih takut akan kematian itu  sendri  pak?
Jawab 
Bunda Lia ngga takut yaaa...?

> Terkadang kita belum siap dengan kematian merasa belum punya bekal cukup.. Itu gimana ust ?
Jawab
Sering sering lewat kuburan sebagai bentuk mengingat kematian dengan menggunakan indera penglihatan.  Begitu kita tahu kita PASTI akan kesana juga, maka buru buru merubah semuanya

5. Kalo seseorang yang bisa melihat takdir orang lain bagaimana? seumpama dia bisa melihat besok orang itu akan meninggal tapi itu terjadi orang tersebut besoknya meninggal?
Jawab
Tidak ada manusia mempunyai kemampuan itu. Paling curi curi dari iblis yang membisikkkannya dan sering berdusta

6. Iya ada kyai ahli pengobatan, kalo yang datang sudah menjelang ajal, dia bisikin keluarga calon alm, dan ga dikasih obat apa-apa. Itu kyai dapat wangsit atau jin ya pak?
Jawab 
Jin
Iyaaaaa. Karena saking taatnya. Mereka takut mereka lengah pas disuruh oleh اللّهُ.

Cukup yaaaa
Doa Kafaratul Majelis :

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika
“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat