Tujuan utama dari pelaksanaan Grup ini, semata-mata hanya untuk mencari Ridho اللّهُ SWT. Terus semangat belajar dan berbagi ilmu sampai ke liang lahat demi menjadi Hamba Allah SWT yang Kaffah

ORANG-ORANG ISTIMEWA YANG DI DOAKAN MALAIKAT


Kajian Online Hamba الله SWT
Selasa, 3 Februari 2015
Narasumber : Ustadzah Fina
Tema : Orang-Orang Istimewa yang di Doakan Malaikat

Assalaamu'alaikum... Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah banyak memberi kita nikmat. Nikmat diberi kesempatan untuk menghirup udara di hari baru, nikmat Islam, nikmat iman dan ukhuwah yang menjadi nikmat terbesar semoga Allah limpahkan pada kita semua.

Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada qudwah hasanah kita Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam. Para keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa istiqomah di jalanNya hingga akhir zaman. Dan semoga kita semua disini termasuk di dalamnya. Aamiin Ya Rabb

Sebelum saya mulai agar lebih barokah majelis kita malam ini, terlebih dahulu mari kita buka dengan membaca basmalah...
Bismillaahirrohmaanirrohiim..

12 ORANG YANG DIDOAKAN MALAIKAT
Berikut golongan-golongan yang didoakan oleh malaikat: 
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa; Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan karena tidur dalam keadaan suci." (HR. Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu sholat
"Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu sholat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya; Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia." (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim: 469)

3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam sholat berjamaah
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan." (HR. Imam Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah dari Barra' bin 'Azib)

4. Orang yang menyambung shaf sholat berjamaah (tidak membiarkan kosong di dalam shaf)
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf." (HR. Imam Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)

5. Para malaikat mengucapkan "aamiin" ketika seorang Imam selesai membaca Al-Fatihah
"Jika seorang Imam membaca; ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh-dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian "aamiin", karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu." (HR. Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 782)

6. Orang yang duduk di tempat sholatnya setelah melakukan sholat
"Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat sholat di mana ia melakukan sholat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata; Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 8106)

7. Orang-orang yang melakukan sholat shubuh dan ashar secara berjama'ah
"Para malaikat berkumpul pada saat sholat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu sholat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga sholat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, "Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?", mereka menjawab; kami datang sedangkan mereka sedang melakukan sholat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan sholat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al-Musnad no. 9140)

8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata;  "aamiin" dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan." (HR. Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim: 2733)

9. Orang-orang yang berinfak
"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak", dan lainnya berkata, "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit (bakhil)" (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari: 1442 dan Shahih Muslim: 1010)

10. Orang yang sedang makan sahur
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk di saat sahur untuk puasa "sunnah". (HR. Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath-Thabrani, dari Abdullah bin Umar)

11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh." (HR. Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al-Musnad: 754)

12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah di antara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR. Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al-Bahily).

Wallahu a'lam bish-shawab

Begitu dahsyatnya doa yang dilantunkan oleh siapapun apalagi oleh para malaikat yang suci..semoga kita selalu terjaga dan menjadi insan yang tak pernah berhenti didoakan oleh para malaikat Allah.

Pada kesempatan kali ini sedikit ana ingin menyampaikan terkait dengan doa. Ana buka dengan kalimat yang disampaikan oleh Imam Ibnul Jauzi rahimahullah
"Iman seorang mukmin akan tampak di saat ia menghadapi ujian. Di saat ia totalitas dalam berdoa tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika,ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya,meski sebab-sebab untuk putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya" (Ibnul Jauzi)

Subhanallah..walhamdulillah..wa laa ilaaha illallaah...
Terinspirasi dari tulisan ust Muhammad Nursani dalam buku Mencari Mutiara di Dasar Hati. Bagi setiap kita manusia yang tidak memiliki kekuatan dan daya apapun atas segala ketetapan Allah yang telah tertulis di Lauhul Mahfuzh. Ketetapan dalam setiap skenario kehidupan kita yang pasti terbaik untuk kita perankan dan kita jalani..hingga bertemu dengan Rabb tercinta.

Akhwat fillah, ada banyak permohonan yang hampir tak putus asa kita panjatkan kepada Allah,namun hingga sekarang belum terwujud. Ada banyak permintaan kita kepada Allah namun belum juga terpenuhi. Mungkin, kita pernah merasakan lidah yang hampir kelu karena terus bermunajat namun belum juga terijabah. Barangkali, kita pernah merasakan kelelahan batin yang begitu meletihkan karena doa yang hampir selalu terucapkan, namun belum juga terjawab.

Maka, jangan berhenti. Karena sesungguhnya bait-bait doa yang kita ucapkan adalah energi yang membentuk ketahanan kita menghadapi samudera ujian dalam hidup ini. Itulah sebenarnya kandungan dari sabda Rasulullah shollallohu 'alaihi wasallam bahwa doa adalah senjata bagi orang yang beriman. Karena dengannya kita bisa mendapat bantuan dari Yang Maha Kuat,dan karena dengannya kita bisa mendapat tuntunan sekaligus sandaran dalam memandang masalah secara positif dan tetap optimis.

Secara lengkapnya Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan sisi lain dari kekuatan doa. Menurutnya, kekuatan iman justru akan tampak tatkala kita berupaya sekuat tenaga dan terus menerus memanjatkan doa,namun kita belum juga merasakan perubahan dari lilitan ujian yang kita alami
"Iman seorang mukmin akan tampak disaat ia menghadapi ujian. Disaat ia totalitas dalam berdoa tapi ia belum melihat pengaruh apapun dari doanya. Ketika ia tetap tidak merubah keinginan dan harapannya,meski sebab-sebab putus asa semakin kuat. Itu semua dilakukan seseorang karena keyakinannya bahwa hanya Allah saja yang paling tahu apa yang lebih maslahat untuk dirinya. Ia yakin bahwa dengan ujian itu, Allag ingin melihat tingkatan kesabaran dan keimanannya. Ia yakin bahwa dengan keadaan itu, Allah Subhanahu wata'ala menghendaki hatinya menjadi luruh dan pasrah kepadaNya. Atau,boleh jadi melalui ujian itu, Allah menghendaki dirinya untuk lebih banyak lagi berdoa sehingga ia lebih dekat lagi denganNya melalui doa-doanya". Begitu uraian nasihat Ibnul Jauzi rahimahullah

Maka, perhatikan dengan seksama 5 alasan utama yang menurut beliau bisa membuat keimanan seseorang terbukti saat melewati ujian. Orang-orang yang memohon dan menginginkan doanya segera terkabul, cepat terwujud, adalah bukti kelemahan imannya. 

Bukti kelemahan iman itu karena 5 hal kebalikannya...
1. Karena ia memandang dirinya sebagai orang yang paling mengetahui apa yang paling baik,bukan Allah Subhanahu wata'ala.

2. Karena ia merasa sudah banyak beramal ibadah,lalu berhak menerima besarnya pahala dengan menerima "upah" dari Allah dari amal-amalnya.

3. Karena hatinya ternyata tidak kunjung pasrah dan luruh dihadapan kebesaran Allah Subhanahu wata'ala yang tak ada kebesaran lain yang menandingiNya,padahal sudah banyak diuji

4. Karena ternyata hatinya belum juga mau mendekat kepada Allah dengan sebenar-benarnya

5. Karena ia ternyata belum dianggap cukup menyampaikan doanya kepada Allah Subhanahu wata'ala

Maka ketika ditelusuri lagi, ternyata doa-doa yang menyertai ujian hidup kita hanya ingin menggiring kita kepada keadaan yang lebih baik, ingin menanamkan keyakinan tauhid yang lebih kuat bahwa kita adalah makhluk lemah yang harus terus bergantung pada Allah, keadaan tersebut hanya ingin agar kita lebih banyak memiliki keinginan untuk beramal sholih, ingin meluruhkan semua kesombongan kita dihadapan kebesaran Allah, dan semua keadaan ini hanya agar kita lebih memperbanyak lagi beribadah dan berdoa.

Maka sungguh indah sabda Rasulullah Shollallohu 'alaihi wasallam, "Seorang hamba masih dalam kondisi baik,selama ia tidak terburu-buru." Ketika menyampaikan kalimat itu, seorang sahabat bertanya, "Apa yang dimaksud dengan terburu-buru Ya Rasulullah?" Rasul menjawab, "(ketika seorang hamba mengatakan) Aku sudah berdoa tapi doaku tidak dikabulkan"

Maka berhati hatilah, karena sikap seperti itu dapat membuat orang menjadi lemah untuk terus memanjatkan doa dan berusaha. Allah berfirman Ud'uunii astajib lakum.. "Berdoalah kepadaKu niscaya aku kabulkan bagi kalian"

Thabrani meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
"Barang siapa yang diberi peluang untuk berdoa,tentu diberi peluang untuk dikabulkan. Rasulullah juga bersabda," Tidak mungkin Allah membuka pintu doa bagi hambaNya, lantas menutup pintubdikabulkannya doa tersebut"

Teruslah berdoa wahai saudariku apapun alasannya hatta putus asa itu seakan menghinggapi diri. Teruslah berdoa, tidak ada kerugian sedikitpun ketika kita memanjatkan doa-doa kepada Allah. Bahkan ketika doa tak kunjung dikabulkan, karena dari setiap doa yang kita panjatkan, ada pahala yang mengalir disana. 

Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhu berkata,bahwa Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya doa adalah ibadah,"

Kemudian beliau membaca ayat
"Dan Rabbmu berfirman,"Berdoalah kepadaKu...." (HR. Tirmidzi dan lainnya)

Keep spirit !!! Semoga Allah kabulkan setiap keinginan yang terbaik untuk kita dan Allah melihat hal itu pula yang menjadi hal terbaik untuk kita sehingga kemudian Allah mudahkan dan kabulkan pinta kita

Wallahu a'lam bish showab

Alhamdulillah, kajian kita hari ini berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang kita dapatkan berkah dan bermanfaat. Amiin....

Baiklah langsung saja kita tutup dengan istighfar masing-masing sebanyak-banyaknya dan do'a kafaratul majelis:

 سبحانك اللهم وبحمدك أشهد ان لا إله إلا أنت أستغفرك وآتوب إليك

Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaailaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika

“Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.”

Wassalamu'alaikum...